25 C
Medan
Wednesday, April 1, 2026
Home Blog Page 15661

RI Tengahi Konflik Kamboja-Thailand

JAKARTA – Indonesia dipercaya menjadi penengah konflik yang terjadi di perbatasan wilayah Kamboja dan Thailand. Demi mengakhiri konflik berdarah, di perbatasan kedua negara pemerintah Indonesia akan mengirimkan utusan menjadi penengah. Utusan RI memastikan perjanjian gencatan senjata di perbatasan kedua negara dapat dipatuhi.
“Itu sebagian komitmen Indonesia untuk menjaga perdamaian terutama di wilayah Asia Tenggara,” kata Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa, usai pertemuan perwakilan negara-negara ASEAN di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa (22/2).

Marty mengatakan, pada pertemuan itu kedua pihak sepakat menjadikan Indonesia turut meredam konflik di perbatasan ke-dua negara. Tugas pertama Indonesia mengirimkan utusan ke perbatasan kedua negara. Terutama di dekat kuil sengketa Preah Vihear, yang menjadi lokasi baku tembak awal bulan ini. Amanat itu diberikan setelah mempertimbangkan posisi Indonesia sebagai ketua ASEAN. “Kita akan menjadi peninjau atau observer di kedua sisi perbatasan. Observer bekerja memastikan gencatan senjata betul-betul dapat dipatuhi,” ujar Marty.
Utusan yang dikirim pemerintah Indonesia terdiri dari pihak militer dan sipil yang diwakili utusan dari Kemenlu. (zul/jpnn)

Penguasa Menolak Tuntutan Massa

Timur Tengah dan Afrika Utara Terus Panas
MANANA- Ketegangan di sejumlah negara Timur Tengah dan Afrika Utara belum mereda, pasalnya tuntutan reformasi politik belum disambut baik penguasa rezim. Sebagian penguasa lebih memilih menolak dan membuat perlawanan, akibat korban terus bergelimpangan setiap harinya.

Hingga, Selasa (22/2) kondisi di Yaman, Bahrain, Libya dan Maroko masih dibanjiri aksi demonstrasi. Massa tetap menuntut penguasa untuk turun dan merubah kekuasannya terhadap pengelolaan pemerintah.

Namun, tuntutan ini masih berbuntut perlawanan. Di tempat lainnya, di Bahrainterjadi bentrok. Sebagian pengunjuk rasa melakukan tuntutannya dan sebagian lainnya mengantarkan jenazah rekannya yang tewas dalam aksi ini.
Salah satu tuntutan yang diamini di Bahrain, pembebasan sejumlah tahanan politik. Seperti diserukan, Raja Hamad bin Isa al Khalifa memerintahkan sejumlah tahanan politik dibebaskan. Adanya keputusan ini, aksi massa yang menginap di Lapangan Manana masih berlanjut.

Di Maroko sejumlah protes masih terus bergulir, selalin massa turun ke jalan, gerakan melalui facebook juga semakin gencar.

Sementara itu, Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh menyatakan penolakannya atas desakan untuk mengundurkan diri dan menuding aksi demonstrasi yang terjadi sebagai aksi provokasi serta mengundang demonstran untuk berdialog. Aksi demonstrasi menuntut pengunduran diri Saleh semakin kuat.  Demonstran mengaku tak menghentikan aksi hingga Saleh mundur.  Di Iran, polisi dikerahkan di Teheran untuk menghalangi unjuk rasa oposisi Iran. Saksi mata menyatakan, polisi dan milisi Basij dikerahkan di lapangan Teheran, termasuk Haft-e Tir, untuk memastikan demonstran antipemerintah tidak dapat menggalang massa. (bbs/jpnn)

Dua Kapal Iran Melewati Terusan Suez

ISMAILI – Dua kapal angkatan laut Iran akhirnya masuk ke Terusan Suez, Selasa (22/2). Menurut petugas Terusan Suez, kedua kapal itu menuju laut Mediterania. Kejadian ini merupakan hal pertama kalinya sejak revolusi Islam Iran pada 1979 lalu.

“Mereka masuk pukul 05.45 pagi,” kata petugas itu kepada Reuters. Tapi tidak ada detail tentang hal itu, seperti dilansir situs Presstv. Dua kapal perang itu bernama Khark dan Alvand.

Alvand merupakan kapal pengawal patroli berbobot 1.500 ton. Kapal itu dilengkapi torpedo dan anti misil kapal. Sedangkan Khark merupakan kapal penyuplai dengan berat 33.000 ton. Kapal ini dilengkapi 250 kru dan dapat membawa tiga helikopter.

Seorang petugas keamanan Libanon yang menolak namanya ditulis,  mengatakan kedua kapal itu sebelumnya menunda jadwalnya memasuki Terusan Suez , karena badai di perairan Libanon dan Syria. Petugas keamanan Mesir, kepada kantor berita Mena, menyebutkan Mesir mengijinkan kedua kapal itu transit di Suez. (bbs/jpnn)
Mengetahui hal ini Israel langsung meradang. Perdana Menteri negeri Zionis itu, Benjamin Netanyahu, mengatakan situasi telah gawat dengan lewatnya dua kapal Iran. “Hari ini kita menyaksikan ketidakstabilan kawasan tempat kita hidup dan Iran berusaha mengambil keuntungan dengan memperluas pengaruhnya, dengan mengirim dua kapal perangnya melewati terusan Suez,” demikian pernyataan Netanyahu. (bbs/jpnn)

TKI Bayar Maaf Rp4,7 Miliar

SAUDI ARABIA- Seorang warga negara Indonesia lolos dari hukum pancung di Arab Saudi, karena dia mengaku membunuh majikannya untuk membela diri. Kejahatan itu dilakukannya, karena dia hendak diperkosa majikannya.
Pengakuan perempuan itu disampaikan Direktur Perlindungan WNI dari Kementerian Luar Negeri, Tatang Razak, Selasa (22/2). Pada sidang pengadilan di Arab Saudi, terpidana asal Subang bernama, Darsem Binti Dawud Tawar mengaku melakukan pembunuhan secara sengaja untuk mencegah aksi bejat majikannya.

Vonis pengadilan menyatakan bahwa Darsem terbukti bersalah telah membunuh majikannya, seorang warga negara Yaman, pada Desember 2007. Sidang pengadilan di Riyadh, pada 6 Mei 2009, menjatuhkan hukuman pancung bagi Darsem.

Darsem akhirnya lolos dari eksekusi mati setelah mendapat pengampunan dari keluarga korban. Pengampunan itu disertai syarat yang cukup berat. Ahli waris korban melalui Asim bin Sali Assegaf bersedia memberikan maaf (tanazul) kepada Darsem dengan kompensasi uang diyat (ganti rugi atau santunan) sebesar SAR2 juta, sekitar Rp4,7 miliar, dapat dicicil dalam waktu enam bulan. (bbs/jpnn)

Pasangan Lesbi Menikah Secara Islam

LONDON- Lesbian Islam asal Inggris ingin mengukuhkan cinta mereka dengan cara terhormat, sebagaimana pasangan normal lain di dunia. Karena mereka seiman, pasangan Sarah dan Asra, sesama jenis, setuju menikah secara Islam. Uniknya, yang menikahkan mereka adalah lesbian juga.

Menurut Asra, satu jam setelah berkencan diawali pertemuan pada Ramadhan tiga tahun lalu, Sarah mengajaknya menikah. “Saya pikir kami sudah berkencan empat, makan malam, dan minum kopi. Saya tidak merencanakan hal itu. Saya mencoba senatural mungkin. Ini terdengar aneh, tapi kami ingin melakukannya secara terhormat,” timpal Sarah didampingi Asra kepada BBC, Minggu (20/2).

Asra menerima ajakan Sarah. Mereka setuju menikah secara Islam. Masalah muncul, menurut aturan Islam menikah dilakukan pasangan pria dan perempuan. “Beberapa teman mengatakan, kamu tidak perlu Imam resmi, cukup mendatangkan seseorang yang mengetahui Islam dan mengerti Al Quran,” kata Sarah. “Ada teman kami yang mau menjadi  Imam nikah, dia lesbian juga,” lanjut Sarah. (rm/jpnn)

Bukti Baru Jerat Nurdin

Seruan protes menentang Nurdin Halid makin kencang. Kelompok Save Our Soccer dan pecinta sepak bola nasional mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menetapkan ketua umum PSSI itu sebagai tersangka terkait kasus suap cek perjalanan dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI) pada 2004.
Kemarin (22/2) mereka mendatangi gedung KPK untuk menyerahkan laporan bukti keterlibatan Nurdin kepada bagian pengaduan masyarakat.

“Kami mendorong KPK untuk segera menetapkan Nurdin sebagai tersangka kasus cek pelawat (cek perjalanan). Kami berharap, yang bersangkutan bisa segera menjadi tersangka sebelum kongres PSSI di Bali,” papar peneliti Indonesia Corruption Watch yang juga anggota Save Our Soccer Apung Widadi kemarin.

Apung menyatakan, bukti awal keterlibatan Nurdin dalam kasus yang juga menyeret mantan DGS BI Miranda Goeltom tersebut sudah cukup jelas. Lewat pengakuan salah seorang terpidana kasus tersebut Hamka Yandhu bahwa Nurdin ikut menikmati aliran dana Rp 500 juta dalam bentuk tunai, seharusnya KPK bisa memeriksa kembali calon Ketum incumbent PSSI tersebut. “Nurdin harus diperiksa kembali,” sambungnya.(ken/c4/iro/jpnn)

Menpora Ancam Bekukan PSSI

JAKARTA- PSSI melalui Komite Pemilihan tetap tidak menggubris permintaan Menpora Andi Mallarangeng untuk merevisi hasil verifikasi calon ketua umum PSSI. Otoritas sepak bola tanah air itu tetap mensyahkan dua incumbent, Nurdin Halid dan Nirwan D. Bakrie, lolos pada Kongres PSSI di Tabanan, Bali, 26 Maret nanti.

Sikap ngeyel PSSI itu kemarin (22/2) membuat pemerintah kembali mengeluarkan ancaman lebih keras. Mereka akan mengambil tindakan lebih tegas kalau PSSI tidak segera mengoreksi keputusannya terkait dengan calon ketua umum yang akan maju dalam kongres.

“Harapan kami adalah koreksi kami bisa segera dilaksanakan. Kalau tidak, tentu saja pemerintah akan mengambil tindakan sesuai kewenangan pemerintah,” kata Andi di sela raker pemerintah di Istana Bogor, kemarin (22/2).
Menpora tidak merinci kewenangan yang dimiliki pemerintah. Andi hanya menyebut kewenangan tersebut mengacu pada undang-undang dan peraturan pemerintah.

“Di situ kewenangan pemerintah jelas dan kewenangan itu akan dilakukan,” tegasnya. “Bagaimanapun PSSI ada I (Indonesia)-nya, jadi dia juga terikat pada aturan UU yang berlaku di Republik Indonesia dan pemerintah punya wewenang,” imbuhnya.

Koreksi yang dimaksud Andi adalah yang sudah disampaikannya dalam keterangan pers khusus merespon perkembangan kongres PSSI di kantor Kemenpora, Senin (21/2).Ketika itu, Menpora didampingi Ketua KONI/KOI Rita Subowo. Intinya, memberikan peringatan-peringatan kepada PSSI.

“Jadi kita tinggal tunggu bagaimana tindak lanjut dari koreksi tersebut yang sudah kami sampaikan,” ujar mantan Jubir Presiden itu. menurutnya, PSSI tetap harus tunduk pada ketentuan perundangan yang berlaku di Indonesia.
Andi mengatakan, pihaknya siap jika PSSI masih membutuhkan penjelasan terkait dengan koreksi dari pemerintah. “Kalau masih belum jelas, bisa berkonsultasi bagaimana menindaklanjutinya. Tapi itu harus segera ditindaklanjuti,” urainya.

Ada peraturan lain yang mestinya juga menjadi referensi. Antara lain, Undang-Undang No 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (UU SKN), Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan, serta hasil Kongres Sepak Bola Nasional (KSN).

Menpora mengatakan, jika warning itu tidak diindahkan, pemerintah bersama KONI/KOI menjalankan wewenang sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku, termasuk membekukan PSSI.
Sesmenpora Wafid Muharam menegaskan, instruksi pemerintah itu harus dilaksanakan sebelum kongres dihelat di Tabanan pada 26 Maret mendatang. Jika tidak, pemerintah turun tangan langsung. “Mereka harus menjalankan itu. Semuanya merupakan kelanjutan dari hasil KSN,” cetus Wafid.(fal/ris/jpnn)

Tak Lampirkan Nilai, NIP tak Terbit

JAKARTA-Badan Kepegawaian Daerah (BKD) bisa saja mengindahkan Surat Edaran (SE) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi agar panita seleksi CPNS memasukkan salinan hasil ujian ke Badan Kepegawaian Negara (BKN). Tapi ada risiko yang harus ditanggung BKD jika tidak menjalankan isi SE, yaitu tidak diprosesnya Nomor Induk Pegawai (NIP) CPNS bersangkutan.

“Kalau salinan hasil ujian termasuk perangkingannya tidak dimasukkan oleh BKD, maka BKN tidak akan memproses penerbitan NIP-nya. Karena itu merupakan salah satu syarat utama dalam pemberkasan,” tutur Kabag Humas BKN, Tumpak Hutabarat yang dihubungi, Selasa (22/2).

Meski banyak yang sudah melampirkan salinan hasil ujian, namun ada juga yang ditolak. Sebab tidak sesuai persyaratan. Dia mencontohkan yang terjadi di Nias dan Tuban. Lampiran hasil perangkingannya ternyata ditambah sendiri oleh pihak panitia, sehingga BKN mengembalikan berkasnya dan tidak memprosesnya.

“Di Nias dan Tuban ada pencantuman nama yang sebenarnya tidak lulus dan tidak sesuai formasi, makanya kami tolak. Kami heran, sudah dikasih tahu jangan coba-coba, tapi nyatanya masih berani juga,” katanya.

Sebelumnya, Deputi SDM bidang Aparatur Kementerian PAN&RB Ramli Naibaho menyatakan masih ada BKD yang tidak memasukkan salinan hasil tes CPNS. Dari laporan kecurangan CPNS di 40 daerah, ada tiga kabupaten yang tidak memasukkan salinan hasil ujiannya ke BKN.

Salinan hasil tes CPNS itu untuk mempermudah BKN dalam menilai apakah kelulusan yang diumumkan BKD murni atau tidak.

Pemda bisa saja mengubah-ubah rangking CPNS, tapi BKN berhak membatalkannya bila ternyata ada masalah. (esy/jpnn)

Kalah Dua Suara, Angket Mafia Pajak Kandas

JAKARTA – Akhirnya usulan angket mafia pajak kandas di paripurna DPR yang berlangsung hingga Selasa (22/2) malam. Pihak pengusung angket hanya kalah dua suara dari fraksi-fraksi penolak angket. Dari 530 anggota DPR yang hadir di paripurna, 264 di antaranya setuju dengan penggunaan hak angket untuk mengungkap kasus mafia pajak. Sedangkan 266 anggota DPR menolak usulan penggunaan hak angket.

264 suara pendukung angket berasal dari 106 anggota Fraksi Partai Golkar, 84 anggota FPDIP, 56 anggota Fraksi PKS dan 16 suara dari Hanura. Dua suara lainnya berasal dari anggota FPKB yang membelot yaitu Effendie Choirie dan Lily Wahid.

Sedangkan dari pihak penolak, 266 suara terhimpun dari 145 anggota Fraksi Partai Demokrat, 43 anggota Fraksi PAN, 26 anggota Fraksi PPP, 28 suara dari Fraksi PKB, serta 26 dari Fraksi Hanura.
“Saudara-saudara sekalian, dari 530 anggota dewan yang hadir hari ini dan telah memberikan suaranya, 264 menerima dan yang menolak 266. Dengan demikian usulan angket perpajakan ditolak,” kata Ketua DPR RI Marzuki Alie selaku pimpinan rapat.

Sebelum pengambilan keputusan melalui voting, sempat terjadi perdebatan tentang opsi yang divoting. Paripurna yang berlangsung sejak siang hari itu sempat mengalami tiga kali skorsing untuk memutuskan hal yang akan divoting. Fraksi Golkar, PDIP, PKS dan Hanura, berpendapat paripurna hanya menentukan usulan penggunaan angket diterima atau ditolak.

Pihak pengusung angket beranggapan, agenda paripurna hanya mengambil keputusan atas usulan angket yang merupakan hak individu setiap anggota DPR. Sekretaris Fraksi Golkar, Ade Komaruddin, menyatakan, pasal 178 di UU Nomor 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3) secara tegas mengatur bahwa pengambilan keputusan atas usulan angket hanya ditolak atau diterima.
Sedangkan Fraksi Partai Demokrat, FPAN, FPKB, FPPP dan Gerindra sepakat untuk memunculkan opsi lainnya, yakni mem bahas kasus mafia pajak melalui rapat oleh Panitia Kerja (Panja) dan rapat gabungan komisi. (fas/ara/jpnn)

Ratusan Unggas Mati Mendadak

LUBUK PAKAM- Belakangan ini tercatat ratusan ekor ayam milik warga di Kecamatan Lubuk Pakam dan Desa Lama Kecamatan Pancurbatu mati mendadak. Diduga, peristiwa itu ada kaitannya dengan serangan flu burung.
Kadis Kesehatan Deli Serdang, dr Masdulhaq Siregar SpOG MHA mengatakan, untuk mengatasi serangan virus yang mematikan itu, ada dua strategi penanganan yang dilakukan lintas instansi, pertama penanganan terhadap ternak ayam oleh Dinas Pertanian. Tujuannya untuk membatasi peredaran ayam yang diduga terjangkit virus H5N1. Tahapan kedua, Dinas Pertanian melakukan pemeriksaan terhadap ayam yang sudah terindikasi flu burung untuk dimusnahkan.

Lalu, Dinas Kesehatan mengemban tugas mengecek serta memperiksa kesehatan manusia yang pernah bersentuhan langsung kepada ayam yang mati secara mendadak itu. pemeriksaan kesehatan terhadap manusia mutlak dilakukan.”Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda virus itu menyerang manusia,”bilangnya.

Untuk memantau perkembangan virus yang dapat menyerang manusia ini, Dinas Kesehatan Deli Serdang bersama Dinas Kesehatan Sumut membuka posko kesehatan selama dua pekan ke depan. Digelarnya posko kesehatan selama dua pekan kedepan untuk memantau perkembangan kesehatan warga di dua desa tersebut.

“Soalnya massa inkumasi virus ini selama dua pekan. Bila dua pekan tidak ditemukan gejalanya, posko ditutup,” bilang Dr Masdulhaq Siregar. Untuk mendukung posko itu, Dinas Kesehatan telah menyediakan stok obat-obatan serta kebutuhan yang akan digunakan dalam penanganan serangan virus flu burung. Selain menyediakan obat-obatan, posko tersebut akan menyediakan pegawai penyuluhan kepada warga sekitar ditemukanya ayam yang mati mendadak.

Di tempat terpisah, Kasi Trantib Kecamatan Pancur Batu Wakil Karo-karo mengatakan, sejauh ini ada 10 ekor ayam milik masyarakat, bukan dipeternakan ditemukan mati mendadak. Kemudian, petugas sudah mengambil sampel ternak tersebut, namun belum diketahui hasilnya,” ungkap Wakil Karo-karo.

“Ini merupakan hasil temuan kita di lapangan, Kepala Desa saja tidak tahu dengan temuan kita ini. Dan laporan warga yang hewan peliharaannya diduga terkena flu burung hingga mati belum ada kita terima,” ucap Wakil lagi.
Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Chandra Syafei mengatakan, timnya yang diterjunkan ke lapangan melakukan surveillance, pengamatan apakah ada menjangkiti manusia.

Tetapi sejauh ini belum ada ditemukan pada manusia. Tim kesehatan akan memeriksa warga yang memiliki tanda-tanda terkena flu burung, misalnya demam.

Kepala UPT Kesmavet Dinas Perternakan dan Kesehatan Hewan Sumut, Drh Nurdin  mengatakan, akibat unggas mati langsung menindak lanjuti seperti membakar bangkai ayam dan itik yang tewas. Kemudian, pihaknya juga melakukan setrillisasi dengan penyemprotan di sekitar lokasi atau kandang unggas yang mati untuk membasmi hama dan bakteri (desinfektan). Kemudian N1H1 sangat rentang saat perngantian cuaca terutama bagi daerah yang endimis yang padat unggas seperti Deli Serdang, Tebing, Tapsel dan Serdang Bedagai.(mag-1/btr/mag-7)