Home Blog Page 1592

Hadiri Harlah PMII ke-63 di Asahan, Aswan Jaya Ajak Kader PMII Tingkatkan Kualitas Ilmu

KISARAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Dr Aswan Jaya mengajak kader PMII untuk meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan untuk menghadapi perkembangan zaman saat ini.

“Kondisi zaman saat ini menuntut kita sebagai kader untuk meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan agar tidak gagap menghadapi kondisi saat ini,” kata Dr Aswan ketika menjadi pembicara dalam acara “Refleksi Gerakan PMII” dalam rangka peringatan Harlah PMII ke-63 yang digelar PC PMII Asahan di Lapaz Kopi, Jalan RA Kartini Kisaran.

Aswan menegaskan, dulu sebelum Reformasi sekitar tahun 1995-1996 aktivis itu berlomba-lomba menulis di media massa. “Jadi dulu kami kader-kader PMII dan aktivis lainnya berlomba-lomba menaikkan tulisan di media massa.

Untuk menaikkan tulisan itu harus melalui sejumlah literasi dan sumber buku yang kita baca. Nah, untuk saat ini apakah ada kita kader PMII yang berlomba membuat tulisan untuk dimasukkan ke media massa? Dulu untuk bicara saja kita harus punya referensi, sekarang tidak lagi yang penting ngomong referensi belakangan,” sebut Aswan.

Aswan juga menegaskan, dalam Pemilu 2024 dirinya diamanahkan oleh DPD PDI Perjuangan Sumut untuk maju dari Dapil 5 Sumut meliputi Asahan, Tanjung Balai, dan Batubara untuk DPRD Sumut. “Mohon dukungan dari sahabat-sahabat semuanya,” kata Aswan sekaligus disambut tepuk tangan dari kader-kader PMII lainnya.

Sementara itu, narasumber lainnya yakni Kakan Kemenag Asahan Sarifuddin Daulay MA meminta kader PMII untuk merealisasikan paham Aswaja di tengah tengah pergaulan mahasiswa dan lingkungan sehari-hari. ” Mari kita lawan intoleransi dan radikalisme,” kata Sarifuddin.

Sedangkan Ketua Mabincab PMII Asahan Chuzairin Ritonga meminta kader PMII untuk agar lebih peka terhadap kondisi terkini di Asahan khususnya terhadap isu-isu sosial. Hadir dalam acara itu para kelompok Cipayung, Banom NU dan Pengurus NU Asahan Budi Suherman. (adz)

Hingga Kuartal I 2023, Market Share Daihatsu Naik Menjadi 21,2%

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menutup Kuartal I Daihatsu kembali catatkan raihan penjualan positif sejalan dengan kenaikan pasar otomotif nasional. Secara nasional, penjualan ritel otomotif di Indonesia hingga Maret 2023 mencapai sekitar 271 ribu unit, atau naik 13,7% dibandingkan periode yang sama tahun 2022 lalu sebanyak 238 ribu unit.

Pada periode yang sama, penjualan ritel Daihatsu catatkan lebih dari 57 ribu unit, atau naik sekitar 22,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sekitar 46 ribu unit. Dari capaian tersebut, kontribusi penjualan ritel Daihatsu terhadap market share ritel otomotif nasional sebesar 21,2%, atau naik sekitar 1,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 19,7%.

Secara volume dan kontribusi model, penjualan ritel Daihatsu hingga Maret 2023 didominasi oleh top 3 model, seperti Sigra sebanyak 16.753 unit, atau berkontribusi sekitar 29,1%; disusul Gran Max PU (Pick Up) 13.100 unit (22,8%); dan Terios 7.773 unit (13,5%).

“Kami bersyukur, menutup Kuartal I penjualan Daihatsu raih capaian positif dengan penjualan ritel sebanyak 57 ribu unit, ditambah kontribusi kenaikan market share otomotif nasional menjadi 21,2%. Semoga capaian baik ini dapat terus berlangsung, dan pasar otomotif tahun ini dapat lebih baik dibanding tahun sebelumnya,” ujar Hendrayadi Lastiyoso, Marketing & Customer Relations Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation. (rel/ram)

Afandin: Alhamdulillah Banyak Anak Soleh di Langkat

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Plt Bupati Langkat H Syah Afandin SH hadiri penyerahan hadiah Festival Anak Soleh di Radio Perkasa Stabat, Minggu (16/4).

Dalam acara kegiatan anak soleh yang di selenggarakan radio perkasa ini, Syah Afandin memberikan uang tali asih kepada seluruh peserta lomba.

Owner Radio Perkasa, Faisal M Tanjung menyampaikan ucapan terima kasih kepada Plt Bupati Langkat yang telah hadir di acara Festival Anak soleh yang di mselenggarakan radio perkasa.

“Harapannya, di tahun depan kegiatan yang kami selenggarakan ini semakin baik dan semakin besar lagi,” ujarnya.

Plt Bupati Langkat H Syah Afandin SH berharap memasuki ramadhan ke 25 semua warga Langkat mendapatkan berkah.

“Alhamdulillah kita masuk di ramadhan ke 25 semoga kita semua mendapat kan keberkahan,” ujarnya.

“Kalau kita mau Langkat ini menjadi negeri yang agamais, seperti apa yang menjadi visi dan misi saya, menjadikan Langkat yang religius maka warganya harus beragama. Bagaimana negeri yang beragama, penduduknya harus berakhlak, penduduknya harus beriman dan bertakwa kepada Allah SWT,” tambahnya berpesan.

Menurut Afandin, kegiatan seperti ini lah yang mendukung program Langkat religius, dimulai dari anak-anak ini masih di dalam usia pendidikan sudah dibiasakan dengan kegiatan agama. “Masih anak-anak yang istilahnya masih murni, mudah untuk dikenalkan ke agama,” ujarnya.

“Maka ketika saudara Faisal menyampaikan sama saya waktu lalu, sebulan lagi radio Perkasa akan mengadakan acara festival anak soleh, saya langsung menyambutnya dengan semangat kegiatan ini,” katanya lagi.

Ia pun berharap tahun depan kegiatan ini di tingkatkan. Namun, terangnya, tahun depan dirinya tidak lagi menjabat sebagai Plt Bupati Langkat, karena ada masa jeda memasuki pilkada. “Sesudah itu saya ikut lagi untuk berkompetisi kembali untuk duduk menjadi Bupati Langkat. Mohon doakan yang terbaik. Kalau Allah SWT bilang itu baik untuk kita dan masyarakat Langkat, InsyaAllah saya duduk kembali. Tapi kalau tidak baik bagi masyarakat Langkat, enggak usah di pilih enggak apa-apa,” sampainya.

Pun begitu, Plt Bupati Langkat ingin tahun depan giat ini tetap terus diselenggarakan dengan peserta yang mengikuti festival sebanyak 5.000 orang untuk anak soleh. “Supaya semakin banyak anak yang sholeh di Langkat ini, Insya Allah Langkat ini akan semakin mendapat keberkahan rahmat dan karunia dari Allah SWT,” harapnya.

Turut Hadir Ustad Khairil Efendi, MM, Kadis Kominfo H Syahmadi SSos MSP, Kasat Pol PP Dameka Putra Singarimbun SSTp, Kabag Prokopim Mahardhika Sastra Nasution, S.STP,M.AP, Owner Radio Perkasa Faisal M.Tanjung, Direktur Radio Perkasa M.Agung Al Fajar, Dewan Juri, Peserta Lomba dan Tamu Undangan. (mag-6)

Realisasi Pembangunan RS Pratama Lologolu, Diduga Tak Sinkron

Evan Trisman Gea PPK Rumah Sakit Pratama Lologolu.mag-9/Sumutpos.

Nias Barat, SUMUTPOS.CO –  Pembayaran pada pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Lologolu sebesar 70 persen pada 31 desember 2022. Hal ini disampaikan Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK) pada saat kunjungan pansus LKPJ Bupati di lokasi pembangunan, Jumat (14/4)

Menurut paparan Evan Trisman Gea selaku PPK bahwa pihaknya hanya berani membayarkan 70 persen pada per 31 Desember 2022 dan belum ada pembayaran termin lagi

” Pada per31 Desember 70 persen telah di bayarkan, dan hanya itu yang telah di bayarkan, saya sebagai PPK hanya itu yang berani saya bayarkan,” ujarnya di lokasi pembangunan di depan pansus (14/4).

Menurutnya pada perpanjangan yang pertama tidak didenda dengan berbagai alasan cuaca.” Perpanjangan pertama tidak di denda. Itu perpanjangan waktu namanya, dengan berbagai alasan seperti cuaca hujan dan putusnya jalan,” jelasnya.

Dikatakannya, kesempatan yang telah diberikan dari 3 maret hingga 21 April 2023.

” Dari Maret hingga 21 april dikenakan denda, hanya saja masih belum final dendanya berapa. Kita sudah konfirmasi ke BPK masalah dendanya tapi belum final,” terang Evan.

Menurut PPK telah siap 93 persen progresnya dan tinggal 3 persen lagi

” Progresnya sudah 97 persen sehingga sisanya kita sudah lihat tadi, tinggal finishing ,” kata evan.

Pernyataan PPK ini diduga sangat tidak singkron dengan data LKPJ Bupati Nias Barat Tahun Anggaran 2022, di mana terlihat dalam keterangan LKPJ.

Plafon anggaran dengan jumlah: Rp51.092.300.000 dan nilai kontrak Rp43.109.346.000 sedangka realisasi yang sudah di bayarkan adalah: Rp40.396.200.560 dengan data sudah 93 persen telah di bayarkan

Pada kegiatan kunjungan pansus itu Ketua Pansus juga membenarkan sudah 97 persen dan masih di beri kesempatan.

” Beberapa alasan pekerjaan terlambat yaitu: Cuaca ekstrim, putusnya jalan di kilo meter 27 sehingga bahan tidak bisa masuk, dan pemindahan lokasi,” jelas Emanuel Daeli Ketua Pansus LPKJ Bupati Tahun Anggaran 2022.

Pihaknya berharap agar setelah siap bangunan ini nanti di agar. (mag-9/azw)

Pokdarkamtibmas Tebingtinggi Bagi 150 Paket Sembako

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pokdarkamtibmas Resor Kota Tebingtinggi membagi-bagikan 150 paket sembako beserta tali asih kepada anak yatim dan warga kurang mampu di wilayah Kota Tebingtinggi. Bantuan sembako ini diberikan untuk meringankan beban warga kurang mampu dan anak yatim dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri, Senin (17/4).

Ketua Pokdarkamtibmas Kota Tebingtinggi Anton mengatakan bahwa pembagian sembako kepada warga kurang mampu dan anak yatim diberikan setiap tahunnya. Sedangkan untuk bantuan tersebut digalang dari anggota Pokdarkamtibmas Kota Tebingtinggi.

“Dengan adanya kerjasama yang baik sesama Pengurus Pokdarkamtibmas Kota Tebingtinggi, kita menggalang dana, hasilnya terkumpul kemudian dibelikan sembako berbentuk beras. Inilah bentuk wujud kepedulian Pokdarkamtibmas kepada warga kurang mampu dan anak yatim di Kota Tebingtinggi,” ujar Anton.

Sedangkan untuk lokasi pembagian, terang Anton dilaksanakan pada dua lokasi yaitu Jalan Tamai Bahagia Kelurahan Sri Padang dan Jalan Karya Kelurahan Karya Jaya Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi.

Bendahara Pokdarkamtibmas, Antony Cahyadi menuturkan bahwa bantuan berbentuk sembako ini akan tetap dilakukan Pokdarkamtibmas Kota Tebingtinggi, karena dengan berbagai kepada warga kurang mampu menjelang perayaan Idul Fitri, secara tidak langsung kita sudah membantu warga kurang mampu untuk sama sama merasakannya.

“Walaupun bantuan sembako yang diberikan tidaklah banyak, tetapi wujud kepedulian sesama umat beragama harus tetap dilakukan,. karena kita hidup berdampingan dengan orang orang berbeda keyakinan, suku dan ras, tetapi Pokdarkamtibmas Kota Tebingtinggi tidak pernah membedakannya,” bilang Antony.

Sedangkan Kasat Binmas Polres Tebingtinggi AKP BSM Tarigan menyambut baik apa yang sudah dilakukan oleh Pokdarkamtibmas Kota Tebingtinggi, dengan kegiatan amal seperti ini, kita bisa merasakan apa yang menjadi permasalahan warga kurang mampu.

“Hendaknya organisasi organisasi lainnya yang dibawah naungan Polres Tebingtinggi mencontohkan apa yang sudah dibuat Pokdarkamtibmas, saling berbagi kepada orang tidak mampu adalah wujud kepedulian yang paling berharga dihadapan Tuhan dan umat manusia,” jelasnya. (ian/azw)

Cemburu, Keponakan Bunuh Tante

Kapolres Binjai, AKBP Hendrick Situmorang (tengah) didampingi Kasat Reskrim, AKP M Rian Permana (dua dari kiri) memaparkan kasus pembunuhan berencana.Teddy Akbari/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai memaparkan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh seorang pria berinisial AU (25). Dalam paparan yang dilakukan Kapolres Binjai, AKBP Hendrick Situmorang, tersangka yang merupakan keponakan korban beriniskal RS (41), tega menghabisi nyawanya karena cemburu.

Akibatnya, anak korban yang berjumlah 3 orang berstatus yatim piatu. Ketiga anak korban lebih dulu ditinggal oleh sang ayah karena kecelakaan maut.

“Korban ini merupakan tantenya si pelaku,” kata Hendrick didampingi Kasat Reskrim, AKP M Rian Permana, Senin (17/4/2023).

Pelaku mulanya tidak ada niat membunuh tantenya. Sepulang dari bekerja, Hendrick menjelaskan, pelaku menongkrong di warung kopi sebelah rumah.

Tak lama berselang, pelaku pulang ke rumah dengan menggunakan kunci yang dipegangnya. Di rumah itu, pelaku melihat kedua anaknya berinisial OC (18) dan EKS (16) tengah tertidur.

“Pelaku ini di rumah awalnya tidur bersama OC. Tiba-tiba enggak bisa tidur lalu teringat kelakuan RS (korban) dengan pekerjanya di Marike. Si pelaku mengingat itu dan membuatnya jadi cemburu,” kata dia.

Karenanya, si pelaku menghabisi nyawa tantenya dengan sebilah pisau yang diambil dari dapur. “Pelaku diam-diam menaruh rasa kepada tantenya,” sambung dia.

Pisau ditusuk pelaku ke arah leher kanan korban. Saat itu, korban tidur bersama anaknya yang perempuan berinisial EKS.

Korban sempat terbangun dan melawan pelaku. Juga bersama anak perempuannya, melawan agar pelaku menghentikan perbuatan kejinya.

Namun, pisau yang ditusuk pelaku ke leher korban terlepas dari gagangnya. Sehingga pelaku pergi ke dapur kembali mengambil sebilah parang yang ada di bawah kompor.

Perbuatan pelaku untuk menebas korban dengan parang dihalangi oleh kedua anaknya. Pintu kamar korban berusaha ditutup dan dihalangi oleh kedua anak korban.

Meski demikian, pelaku melihat ada celah pada pintu yang buntutnya parang tersebut tangan korban. “Akibat kejadian ini, dua orang lainnya yang merupakan anak korban, mengalami luka,” ujarnya.

Polisi yang mendapat informasi itu langsung bergegas menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Tak sampai 1×24 jam, pelaku akhirnya berhasil diringkus oleh tim gabungan Polres Binjai dan Polsek Binjai Barat.

“Pelaku diamankan di sekitar Kelurahan Payaroba, Binjai Barat, pada sebuah rumah kosong,” pungkasnya.

Oleh polisi, pelaku disangkakan pasal 340 dengan ancaman pidana mati. (ted/azw)

PMI Binjai dan UDD Langkat Tingkatkan Pelayanan

Wawako Binjai, H Rizky Yunanda Sitepu saat memberikan kata sambutan.Istimewa/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wakil Wali Kota Binjai, H Rizky Yunanda Sitepu sekaligus Ketua PMI menggelar acara konsolidasi, silaturahmi dan penandatanganan kerjasama PMI Kota Binjai dengan UDD (Unit Donor Darah) PMI Kabupaten Langkat di rumah dinas wakil wali kota, Jalan Samanhudi, Kelurahan Satria, Minggu (16/4/2023).

Acara ini dilaksanakan juga dalam rangka mempererat silahturrahmi lintas organisasi mitra PMI Kota Binjai, PMI Kabupaten Langkat, Karang Taruna dan Pramuka Kwarcab Kota Binjai.

Wawako dalam sambutannya mengatakan, konsolidasi dan silaturahmi organisasi seperti ini penting dilaksanakan untuk menjaga irama serta menyatukan visi PMI dengan mitra-mitra lainnya. Ini dilakukan guna meningkatkan pelayanan PMI di tengah-tengah masyarakat.

“Saya selaku Ketua PMI Kota Binjai sangat mendukung dan menyambut baik adanya kerjasama ini. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa PMI senantiasa menjadi ujung tombak aksi sosial kemasyarakatan,” ucap Wawako Binjai.

Dia berharap melalui kerjasama ini pelayanan masyarakat di bidang kepalangmerahan semakin baik dan efektif. Terjalinnya kerjasama ini sebagai bentuk sinergisitas dalam memaksimalkan pelaksanaan kegiatan sosial kemanusiaan.

“Tentunya kerja sama ini diharapkan terus beriringan dalam semua aspek sosial kemanusiaan. Semoga sinergi dan kolaborasi ini dapat terus berlangsung dalam membantu masyarakat yang membutuhkan,” tandasnya.

Acara ini kemudian dilanjutkan dengan pemberian 50 paket sembako dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri kepada para janda yang tersebar di 5 (lima) Kecamatan di Kota Binjai. (ted/azw)

Kejari Medan dan Forwakum Sumut Salurkan Ratusan Paket Sembako

SALURKAN: Kasintel Kejari Medan Simon didampingi anggota dan pengurus Forwakum Sumut, menyalurkan paket sembako, Senin (17/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1444 H, Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan bersama Forum Wartawan Hukum Sumatera Utara (Forwakum Sumut) menyalurkan ratusan paket sembako kepada masyarakat sekitar, pegawai dan security di lingkungan Kejari Medan, Senin (17/4).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan, Wahyu Sabrudin melalui Kasi Intelijen (Kastel) Simon didampingi Kasi Pidum Faisol, menjelaskan pembagian paket sembako yang diberikan ini merupakan kegiatan rutin di bulan suci Ramadhan dan menjelang hari Raya Idul Fitri 1444 H.

“Semoga apa yang diberikan dapat membantu masyarakat untuk meringankan beban di bulan suci ini,” ujarnya.

Simon menjelaskan paket sembako yang dibagikan kepada masyarakat berupa beras 5 kilogram, minyak, sirup dan gula.

“Semoga ini menjadi amal ibadah bagi Kejari Medan,” pungkasnya, sembari mengucapkan selamat Idul Fitri bagi yang menjalankannya.

Di tempat yang sama, Ketua Forwakum Sumut Aris Rinaldi Nasution mengucapkan terimakasih kepada Kejari Medan yang masih mau berkolaborasi dengan Forwakum Sumut untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang positif.

Dia berharap, Kejari Medan terus menggelar kegiatan-kegiatan sosial agar masyarakat bisa merasakan bahwa pemerintah itu ada dan peduli dengan masyarakat.

“Kita berharap Kejari Medan tetap konsisten dengan niat baiknya dan terus berkolaborasi dengan Forwakum Sumut dalam kegiatan-kegiatan positif,” pungkasnya. (man)

Epson Indonesia Kembali Gelar Program CSR

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan memiliki kontribusi mendorong pencapaian sustainable development goals (SDGs) yang terdiri dari 17 tujuan.

Tujuan SDGs tersebut merupakan tujuan global di bawah naungan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan diikuti oleh banyak negara,hingga Epson Indonesia pun menerapkan beberapa tujuan penting tersebut yang sesuai dengan visi dan misi dari Epson Indonesia kedalam program-program perusahaan.

Adapun Epson Indonesia berfokus pada 5 tujuan SDGs antara lain Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (No 8), Industri, Inovasi dan Infrastruktur (No 9), Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (No 12), Penanganan Perubahan Iklim (No 13), dan Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (No 17).

Head of Brand & Communication Epson Indonesia, Nolly Dhanurendra mengatakan bahwa tujuan sustainability atau keberlanjutan memiliki tujuan akhir pencapaian SDGs. Sementara prosesnya atau aktivitas yang dilakukan oleh Perusahaan adalah CSR itu sendiri.

Dalam rangka menjalani bulan suci Ramadan dan menyambut Idul Fitri 1444 H pada bulan April ini, Epson Indonesia secara konsisten kembali melaksanakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang di kemas melalui program “Ramadan bersama Epson”.

Pada program Ramadan kali ini yang di selenggarakan mulai tanggal 13–15 April 2023 Epson Indonesia melakukan santunan bantuan berupa bingkisan paket sembako dan keperluan panti asuhan dan diteruskan dengan buka puasa bersama anak yatim.

Kegiatan CSR Ramadan ini merupakan agenda rutin setiap tahun yang dilaksanakan oleh Perusahaan sebagai bentuk wujud pembangunan keberlanjutan untuk masa depan yang lebih baik serta sebagai wujud kepedulian Perusahaan kepada masyarakat sekitar.

Kegiatan CSR kali ini terbagi di 5 kota dengan total 18 panti asuhan di Indonesia. Pemberian berupa bingkisan paket sembako kali ini sejumlah 550 paket serta santunan bagi para penghuni panti.

“Di Epson ini merupakan wujud Perusahaan terhadap indicator SDGs yang sesuai dengan visi dan misi kami yakni mendorong pertumbuhan ekonomi. Kegiatan sosial kali ini juga merupakan agenda rutin Perusahaan selama memasuki bulan Ramadan, kali ini tidak ada alasan bagi Epson Indonesia untuk tidak melakukan CSR. Pada bulan yang baik ini, pihak Epson berusahan melakukan donasi sebagai wadah dalam membangun anak-anak yang berkualitas. Kegiatan CSR kami juga merupakan stimulate dari sector swasta untuk mendorong kegiatan ekonomi yang berkelanjutan,” ucap Nolly.

Pada kesempatan yang sama, para pengurus panti di masing-masing wilayah mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian Epson Indonesia terhadap Yayasan panti asuhan yang membutuhkan dukungan untuk perbaikan dan kelengkapan di panti asuhan.

Seperti yang dirasakan oleh Bapak H Muslik Akbar pengurus Panti Asuhan Al Mubarokah Jakarta, bahwa pihaknya sangat bersyukur mendapatkan perhatian dari Epson Indonesia.

“Saya ucapkan terima kasih bagi Epson Indonesia, harapan saya kedepanya program ini selalu ada dan berkelanjutan sehingga tak hanya panti yang ada di kota-kota besar yang dapat merasakan manfaat ini tapi panti asuhan lain juga dapat merasakan perhatian yang sangat luar biasa dari Epson Indonesia,” ujarnya.

Tak hanya mengenai CSR di bulan Ramadan saja, selanjutnya kegiatan donasi ini akan diteruskan pada kegiatan Idul Adha 1444 H.
Epson Indonesia telah memiliki beberapa agenda untuk penyebaran doansi tersebut dibeberapa titik lokasi di Indonesia.

Tujuannya, agar penggunaan donasi tersebut dapat bermanfat dan dirasakan oleh masyarakat diseluruh Indonesia.
Pada program CSR bidang lingkungan, Epson Indonesia telah mendukung kegiatan SDGs pada bidang penghijauan dan perawatan atau restorasi laut.

Kegiatan penghijauan dan restorasi laut secara konsisten telah dilakukan oleh Epson Indonesia selama dua tahun terakhir ini. Dengan target penanaman 6000 pohon diseluruh Indonesia, Epson Indonesia secara massive melakukan penanaman bibit pohon dan melakukan penanaman mangrove yang telah dilakukan di Taman Wisata Alam Mangrove, Pantai Indah Kapuk. serta melakukan kegiatan CSR penghijauan di wilayah perkantoran Cibis Nine, Jakarta.

Sedangkan sebagai wujud menjaga ekosistem laut Epson Indonesia mendukung kegiatan konservasi penyu di sejumlah wilayah di Indonesia.

Lagi, Nolly mengatakan bahwa sebagaian besar wilayah Indonesia dikelilingi oleh lautan luas dan banyak ekosistem yang harus dijaga serta diperhatikan. “Di Epson, kami sangat memperhatikan perubahan ekstrem yang telah terjadi di Dunia khususnya untuk perubahan iklim.

Jangan sampai anak cucu kita nanti hanya bisa melihat gambar seluruh ekosistem ini melalui visual saja. Maka dari itu, kami sangat concern sekali terhadap perubahan iklim agar kita dapat menuju Indonesia bebas emisi karbon di tahun-tahun yang akan datang,” ujar Nolly.

Masuk pada awal fiscal yang baru, Epson Indonesia tengah mempersiapkan agenda CSR lainnya melalui program pendidikannya yaitu Epson Goes to School. Pada program Pendidikan kali ini, Epson Indonesia akan menyasar sekolah-sekolah yang membutuhkan fasilitas sarana teknologi khususnya di wilayah yang sulit dijangkau dan membutuhkan kemajuan teknologi.

Sebagai Perusahaan teknologi, Epson Indonesia berharap agar para tenaga dan para peserta didik dapat melek secara teknologi guna meningkatkan kemampuan belajar mengajar.

Program CSR Epson Indonesia secara rutin diberikan sebagai bentuk komitmen tanggung jawab sosial yang diberikan Perusahaan kepada masyarakat luas dan selanjutnya kontribusi ini akan terus berlanjut tidak hanya dalam bidang lingkungan dan sosial melainkan bantuan dalam program Pendidikan dan dalam bidang lainnya.(rel/azw)

FGTT Medan Keluhkan Insentif Guru Honor Berkurang

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan guru honor yang tergabung dalam Forum Guru Tidak Tetap (FGTT) Kota Medan, mengeluhkan nilai insentif guru honor yang turun dari insentif tahun 2022 lalu. Besaran nilai insentif guru honorer dinilai tidak sesuai dengan kesepakatan dan tidak berdasarkan klasifikasi penerima sebelumnya. Sayangnya, perubahan klasifikasi tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan para guru honor.

Salah satu contoh perubahan yang terjadi, yakni pada tahun-tahun sebelumnya, insentif diberikan kepada guru yang memiliki masa kerja 1-3 tahun. Namun saat ini, hanya guru dengan masa kerja minimal 2 tahun yang mendapatkannya. Kemudian, besaran nilai insentifnya juga mengalami penurunan.

Hal ini terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi II DPRD Medan dengan FGTT yang dihadiri Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Medan, Dinas Pendidikan Kota Medan bersama FGTT Kota Medan, Senin (17/4).

Rapat dipimpin Ketua Komisi II Sudari ST, bersama para anggota Komisi II seperti Janses Simbolon, Wong Chun Sen, dan Johannes Haratua Hutagalung.

Dikatakan Ketua FGTT Medan, Rahmah Nasution, klasifikasi penerima honor yang berubah ini pada guru honor dan guru yang lulus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tapi belum mendapatkan Surat Keputusan (SK).

Ia menjelaskan, untuk guru honor masa kerja 2 – 3 tahun mendapatkan insentif Rp 250 ribu, masa kerja 4 – 6 tahun sebesar Rp 600 ribu, masa kerja diatas 6 tahun hingga 8 tahun mendapatkan Rp 800 ribu dan guru masa kerja diatas 9 tahun mendapatkan Rp 1 juta.

“Kalau kesepakatan di tahun lalu, guru masa kerja minimal 8 tahun ke atas sudah mendapatkan insentif Rp 1 juta dan masa kerja 1 tahun berhak mendapatkan Rp 250 ribu. Kalau memang alasan Dinas anggaran turun, kenapa harus guru yang dikorbankan,” ucapnya.

Selain itu dalam rapat, FGTT juga meminta penempatan guru yang sudah lulus P3K tapi belum mendapatkan formasi. Diharapkan, pada tahun ini seluruh guru P3K yang lulus sudah bisa mendapatkan penempatan, sehingga guru berstatus Tanpa Penempatan (TP) tidak tergeser oleh Kepala Sekolah.

“Sebab sekarang sudah ada yang terjadi pergeseran ini oleh Kepala Sekolah, makanya perlu secepatnya penempatan formasi,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Rahmah, FGTT juga meminta Pemko Medan untuk bermohon dibuatkan kotak pengaduan masalah-masalah guru honor agar dapat segera diselesaikan.

“Jadi surat pengaduan nanti diteruskan ke Pemko hingga pemerintah pusat,” ucapnya.

Sebelumnya dalam rapat, Kabid Dinas Pendidikan, Linda Hasibuan mengatakan, insentif untuk guru honor nilainya berkurang karena turunnya anggaran. Tahun ini, anggaran yang dialokasikan untuk guru PAUD, guru MDTA, guru TK, kesejahteraan operator sekolah negeri, honorer guru negeri dan guru non PNS hanya Rp 17 miliar.

“Makanya klaster penerima insentif itu kita rubah yakni minimal 2 tahun masa kerja. Kita tidak sosialisasikan ini karena waktunya mepet. Bahkan saya tidak alasan kenapa dana ini berkurang sementara atasan menyuruh cepat dibayarkan. Jadi kalau ada guru yang sudah 5 tahun kerja belum dibayarkan silahkan ke kantor dinas tapi jangan berbondong-bondong,” ungkapnya.

Sementara itu,cKetua Komisi II DPRD Medan, Sudari ST, mengatakan rapat permasalahan guru honor ini akan dilanjutkan kembali selesai Idul Fitri, sebab ada empat rekomendasi yang harus dijawab Kepala Dinas Pendidikan, yakni kenapa berkurang insentif guru honor. Kemudian, kenapa sebelumnya ada guru honor yang dapat insentif tapi kini tidak ada. Selanjutnya, kenapa formasi yang telah lulus P3K masih digeser oleh Kepala Sekolah.

“Kita juga pertanyakan sekolah yang tidak menginput Dapodik Guru Olahraga. Serta untuk guru TP, kita minta dengan Dinas Pendidikan dan BKD kira-kira dibulan berapa gambarannya untuk ditempatkan, agar guru ini dapat lepastian,” tutur Sudari.
(map/azw)