Home Blog Page 1600

TGS Ganjar Gelar Safari Ramadan dan Berbagi Takjil di Majelis Taklim Al-Hidayah

TGS Ganjar Sumut berbagi takjil untuk buka puasa bersama saat Safari Ramadhan di Majelis Taklim Al-Hidayah di Dusun III, Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban, Sergai, Sumut, Jumat (14/4/2023).(ist)

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Sukarelawan Tuan Guru Sahabat (TGS) Ganjar Sumatera Utara (Sumut) melanjutkan kegiatan positif dan bermanfaat pada bulan Ramadan ini.

Terbaru TGS Ganjar Sumut mengadakan safari dan berbagi takjil untuk buka puasa bersama di Majelis Taklim Al-Hidayah di Dusun III, Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatra Utara (Sumut), Jumat (14/4/2023).

Sekretaris Wilayah Tuan Guru Sahabat Ganjar Sumut, Rizal Dasuki mengatakan kegiatan buka puasa bersama digelar dalam rangka meningkatkan silaturahmi bersama para jemaah dan masyarakat setempat.

“Alhamdulillah, kami mendapat sambutan baik, semua kegiatan juga berjalan dengan lancar,” ujar dia dalam siaran persnya.

Selain berbuka puasa bersama, TGS Ganjar Sumut juga memberikan bantuan lain berupa pengeras suara, buku, kitab, dan Al-Qur’an.

Dengan bantuan itu, Rizal berharap kegiatan keagamaan di majelis taklim bisa makin lancar.

“Apapun yang diberikan oleh kami kepada majelis taklim diterima dengan respons yang baik. Dan mereka puas semua dengan kegiatan ini,” ujar Rizal.

Selain itu, TGS Ganjar Sumut juga melakukan sosialisasi dan memperkenalkan sosok Ganjar Pranowo kepada para jemaah dan warga setempat.

Salah satu jemaah majelis taklim yang ikut buka puasa bersama TGS Ganjar Sumut, Rashina mengaku sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini

“Alhamdulillah buka puasa bersama dengan TGS Ganjar. Terima kasih juga atas bantuannya, dan mudah-mudahan bisa bermanfaat,” ujarnya. (*)

Menjelang Akhir Ramadan TGS Ganjar Menggelar Pesantren Kilat di Langkat

Kegiatan pesantren kikat di Madrasah Al-Ihsan Desa Pertumbukan, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumut, Jumat (14/4/2023).(ist)

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Ramadan 1444 Hijriah telah memasuki hari ke 23. Menyisakan waktu ibadah puasa yang tinggal beberapa hari lagi, sukarelawan Tuan Guru Sahabat (TGS) Ganjar Sumatera Utara (Sumut) pun memanfaatkan betul sisa waktu ini.

Para pendukung Ganjar Pranowo itu menggelar kegiatan pesantren kilat untuk memeriahkan sisa Ramadan di Madrasah Al-Ihsan di Desa Pertumbukan, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumut, Jumat (14/4/2023)

TGS Ganjar Sumut turut bekerja sama dengan komunitas Remaja Masjid Nurul Yakin dalam penyelenggaraan pesantren kilat yang diikuti oleh ratusan siswa madrasah ini.

Koordinator Wilayah TGS Ganjar Sumut, Zulpi Andika mengatakan, terdapat berbagai materi pembelajaran yang diajarkan kepada para siswa dalam pesantren kilat ini.

“Seperti materi tentang tauhid, tentang spiritual, tentang kepemimpinan, hingga surah nabawiyah,” ucap Zulpi.

Materi-materi tersebut disampaikan oleh ustaz dan tokoh agama yang telah disiapkan oleh relawan TGS Ganjar. Pembelajaran yang interaktif diterapkan dalam penyampaian materi.

Selain guna mendapat keberkahan Ramadan, kegiatan itu juga diharapkan bisa memperkuat tali silaturahmi, dan menambah wawasan para peserta lewat materi keagamaan yang dipaparkan dalam pesantren kilat tersebut.

“Mereka ini kan generasi remaja yang masih labil secara emosional. Makanya melaluinya wadah pesantren kilat ini, dengan bertambahnya wawasan mereka, ini jadi langkah antisipasi agar ke depannya mereka jadi lebih baik dan terjebak dalam pergaulan bebas yang sangat rentan,” lanjut Zulpi.

Selain pembelajaran materi, pesantren kilat tersebut juga menyajikan penampilan nyanyian selawat dari para siswa madrasah, dan permainan interaktif dari pemateri.

Relawan TGS Ganjar Sumut juga turut memberikan bantuan mushaf Al-Qur’an dan buku-buku bacaan tentang Islam kepada pihak madrasah. Zulpi menyebut, dirinya ingin agar para siswa bisa membaca buku-buku yang telah diberikannya tersebut.

“Kami harapkan bisa menjadi motivasi ke peserta terhadap pentingnya ilmu dan wawasan tentang keislaman. Karena mereka bakal menjadi pemimpin-pemimpin yang harus disiapkan untuk negara ini,” ujar Zulpi

Kegiatan ini, disebut Zulpi terinspirasi dari sosok yang mereka kagumi, yakni Ganjar Pranowo. Ganjar merupakan pemimpin yang dikenal atas kedekatannya para rakyat, dan gemar memberikan bantuan kepada rakyatnya.

Sebab itu, relawan juga mensosialisasikan sosok Ganjar dan berbagai program inovatifnya dalam kunjungan mereka di madrasah tersebut.

Relawan TGS Ganjar Sumut berkomitmen untuk terus melakukan kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat. Terkhusus di Bulan Ramadan, relawan yang beranggotakan para Tuan Guru pendukung Ganjar dari berbagai daerah di Sumut ini akan mengebut aksi-aksinya di sisa Ramadan.

“Rencana berikutnya, seperti buka puasa bersama, sahur bersama, hingga pesantren kilat. Kami melaksanakan kegiatan ini di berbagai wilayah di Sumatera Utara. Seperti di Deli Serdang, Langkat, Serdang Bedagai, dan nanti akan kita ekspansi ke daerah lain,” tegasnya. (rel/tri)

M Nuh: Zakat Bagian dari Dakwah yang Integral

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Persatuan Islam (Persis) Sumatera Utara H Muhammad Nuh MSP mengajak umat untuk memandang zakat sebagai bagian dari dakwah yang integral. Artinya, zakat adalah bagian dari dakwah yang meyeluruh dan utuh.

“Selain mengajak orang lain ke jalan kebajikan, kita juga wajib mengajak orang untuk membayar zakat dengan baik dan tertib,” kata Muhammad Nuh pada acara buka puasa bersama Forum Zakat (FOZ) Sumatera Utara di Steak and Shake, Jalan Tengku Amir Hamzah Medan, Kamis (13/4).

Muhammad Nuh yang sekarang diamanahi sebagai anggota DPD RI asal Sumatera Utara ini mengatakan, potensi Zakat Infak dan Sodakoh (ZIS) di Indonesia sebesar Rp320 triliun, dan ini harusnya bisa digarap dengan baik oleh FOZ. “Andai saja semua potensi ZIS itu tergarap dengan maksimal, maka tidak akan adalagi orang fakir miskin di negeri ini. Mari kita semuanya berlomba-lomba dalam kebaikan,” ajaknya.

Nuh juga menyarankan, komunikasi dengan kepala daerah harus dibangun dan lebih diintensifkan, sehingga potensi ZIS yang besar dapat tergarap dengan maksimal. “Karena biar bagaimana pun power kepala daerah sedikit banyak membantu para teman teman di FOZ dalam menghimpun ZIS yang ada di masyarakat,” pungkasnya.

Sulaiman, selaku Ketua FOZ Sumut mengucapkan banyak terima kasih kepada Muhammad Nuh yang sudah bersedia datang sekaligus memberikan tausiah kepada mereka yang ada di FOZ. “Kami berharap Ustad Nuh dapat terus memberikan nasehat sekitar zakat kepada kami, dan ke depannya dapat terus berkolaborasi dengan FOZ” harapnya.

Diketahui Forum Zakat (FOZ) Sumut adalah rumah besar bagi para Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) seperti Rumah Zakat, Dompet Dhuafa Waspada, IZI, Nurul Hayat, BSMI, Yakesma, Yatim Mandiri, DT Peduli, Mandiri Amal Insani, PPA Darul Quran, Baitulmall Hidayatullah, Lazismu, Ulil Albab, Rumah Yatim, sehabat Yatim dan Lazpersis. (rel/adz)

UIN Sumatera Utara Diminati, Tempati 8 Besar PTKIN se-Indonesia

DIMINATI: Wakil Rektor IV UIN Sumatera Utara Dr H Maraimbang Daulay MA (tengah) bersama Yunni Salma dan Drs H Ibnu Sa'dan MPd pada silaturahim, Kamis (13/4).DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS.

UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara merupakan salah satu perguruan tinggi yang banyak diminati calon mahasiswa di tanah air.

Kondisi ini tak dapat dipisahkan dari dukungan media massa yang aktif mempublikasikan berbagai kemajuan dan kegiatan akademik UIN Sumatera Utara sehingga diketahui masyarakat.

Hal ini disampaikan Wakil Rektor IV UIN Sumatera Utara Dr Maraimbang Daulay MA didampingi Drs Ibnu Sa’dan (kepala Biro AAKK) dan Yunni Salma (sub kordinator humas) di Medan, Kamis (13/4) malam.

UIN Sumatera Utara merupakan salah satu dari 58 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia. Saat seleksi penerimaan mahasiswa baru, UIN Sumatera Utara masuk posisi 8 dari 10 PTKIN yang paling diminati calon mahasiswa.

Kedepan wakil rektor berharap kemitraan dengan media massa di Sumut dapat terus terjalin dengan baik. ”Kami mewakili pimpinan UIN Sumatera Utara berkomitmen membangun kerja sama yang saling mendukung,” katanya.

Ia berharap UIN Sumatera Utara terus dapat meningkatkan performa yang direspon positif oleh masyarakat. ”Kita berupaya agar UIN Sumatera Utara tetap mampu menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Sumut sehingga memberikan manfaat yang luas pada masyarakat,” tutur Maraimbang Daulay.

Sementara itu Drs Ibnu Sa’dan MPd dan Yunni Salma menambahkan kemitraan dengan media massa yang sudah terjalin juga dapat terus ditingkatkan di masa mendatang. (dmp)

Tak Hanya Salurkan Bantuan, Safari Ramadan Bobby Nasution Pecahkan Masalah Warga

SERAHKAN BANTUAN: Bobby Nasution menyerahkan bantuan Pemko Medan sebesar Rp50 juta untuk pembangunan Masjid Al Munawwarah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Selain memberikan bantuan untuk masjid, dalam Safari Ramadan di Masjid Al Munawwarah Jalan Tangguk Bongkar X Medan Denai, Kamis (13/4/2023) petang, Wali Kota Medan Bobby Nasution juga berdialog dan memecahkan masalah yang dialami warga.

Pada acara yang berlangsung halaman masjid yang terletak di Kelurahan Tegal Sari Mandala II dan dihadiri segenap unsur Forkopimda dan pimpinan perangkat daerah, camat dan lurah se-Kecamatan Medan Denai, jemaah, dan para anak yatim piatu itu, Bobby Nasution dengan sabar mendengar berbagai aspirasi maupun keluhan warganya. Warga pun tidak sungkan menyampaikan aspirasinya melihat sikap terbuka dan familiar Bobby Nasution .

Salah satu keluhan yang cukup menarik perhatian dari seorang warga Kelurahan Tegal Sari Mandala II yang Gang Pendidik. Ibu separoh baya itu mengadu kepada Bobby Nasution bahwa kedua anaknya adalah Orang Dengan Gangguan Jiwa (PODGJ).“Anak saya dua-duanya gila, Pak. Tolong dibawa ke rumah sakit, Pak,” ungkapnya.

Menanggapi ini, Bobby Nasution memerintahkan Kadis Sosial Khoiruddin Rangkuti yang hadir dalam kegiatan itu untuk menindaklanjuti masalah tersebut. Di hadapan Wali Kota dan seluruh jemaah, Khoiruddin pun mengatakan Jumat (14/4/2023), pihaknya akan membawa kedua anak warga yang menderita gangguan jiwa itu ke rumah sakit.

Pengaduan lain yang disampaikan warga ke Bobby Nasution adalah tentang bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Masalah ini disampaikan oleh warga Jalan Bromo, Nuryuni Hariani Sinaga. Dia mengaku, walaupun sudah lama mengurus, dia belum juga dapat PKH dan KIP.

Diminta Wali Kota menanggapi aspirasi itu, Kadis Sosial memberikan penjelasan soal tersebut. Pun menerangkan, penerima PKH merupakan warga yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Untuk masuk ke DTKS bisa, bisa sampaikan Kartu Keluarga lalu pihak kelurahan dan kecamatan akan melakukan survey untuk menentukan kelayakan apa bisa masuk DTKS atau tidak.

Hal lain yang dikemukakan warga adalah soal banjir. Aspirasi ini data dari Yusriana yang berlokasi di Jalan Tangguk Bongkar 10 Gang Tengah. Aspiras yang sama juga datang dari warga Gang Pendidikan.

Bobby Nasution meminta Camat Medan Denai melakukan mencatat keluhan terkait banjir ini. Selanjutnya, hasil pendataan ini dikoordinasikan ke dinas terkait untuk ditindaklanjuti.

Sebelum membuka dialog tersebut, dalam kegiatan yang diisi ceramah singkat oleh ustaz Daud Sagita dan dilanjutkan buka puasa bersama ini, Wali Kota juga kembali menekankan pentingnya menjalankan program Masjid Mandiri. Disebutkannya, selain tempat ibadah, masjid juga dapat menjadi pusat peradaban dan meningkatkan perekonomian umat.

Dalam kegiatan itu, Bobby Nasution juga menyerahkan bantuan Pemko Medan sebesar Rp50 juta untuk pembangunan Masjid Al Munawwarah, bantuan Paket Sembako senilai Rp10 juta, Paket Ramadan, Akte Koperasi Masjid, gerobak usaha, dan bingkisan kepada para anak yatim piatu.

Selain itu, memenuhi permintaan panitia pembangunan Masjid Al Munawwarah, Bobby Nasution beserta pimpinan perangkat daerah yang hadir juga memberikan bantuan lima unit AC dan 5 sajadah. (rel)

Program SMILE Asian Agri Bantu Tingkatkan Daya Saing Hasil Petani

Program SMILE Asian Agri bantu tingkatkan daya saing hasil petani.

RANTAUPRAPAT, SUMUTPOS.CO – Sejak KTTPS (Koperasi Tebing Tinggi Pangkatan Sejahtera) bermitra dengan dengan perusahaan perkebunan sawit Asian Agri banyak manfaat yang dirasakan oleh para anggota koperasi. Hal itu diakui Ketua Koperasi Tebing Tinggi Pangkatan Sejahtera (KTTPS) Desa Tebing Tinggi Kecamatan Pangkatan Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Khairul Anam kepada awak media ketika diminta komentarnya, Rabu, 12 April 2023.

Khairul Anam sedikit bercerita kenapa tertarik ikut bergabung dalam program kemitraan petani swadaya bersama Asian Agri. Ia mengenal dunia perkebunan kelapa sawit pada tahun 2014, saat memperoleh warisan kebun dari orangtuanya.

Sebelumnya, pria kelahiran tahun 1983 ini tak menyangka harus melanjutkan bisnis kecil-kecilan kebun orangtuanya di kampung Desa Tebing Tinggi. Meski tidak memiliki pemahaman dan pengalaman di bidang kebun sawit, mau tidak mau kebun itu harus dipeliharanya, karena berkat sawit keluarganya bisa bertahan hidup.

Pengalamannya sebagai pendidik alias guru di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Labuhanbatu, membuat Anam sapaan akrabnya, dapat dengan mudah menyesuaikan diri memperoleh berbagai informasi dan ilmu perkebunan kelapa sawit.

Bila memiliki waktu luang, ia pun mencoba merawat kebun warisan orang tuanya dengan ala kadarnya. Seperti perawatan dan pemupukan ala kadarnya, yang terpenting sawit tersebut tetap tumbuh berbuah. Pemikiran seperti inilah yang awalnya dipahami oleh Anam, dan banyak petani era 80-90 an di seputaran wilayah tempat tinggalnya di Kabupaten Labuhanbatu.

Seiring dengan berjalannya waktu, Anam memperoleh informasi adanya program petani swadaya yang digaungkan perusahaan Asian Agri. Dengan tawaran beragam manfaat, seperti pembinaan, pelatihan hingga sampai dengan pembelian tandan buah segar (TBS) milik petani sawit.

Peluang itu langsung disambut Khairul Anam. Ketertarikan ikut program petani swadaya mitra binaan Asian Agri bukan hanya dirinya saja yang mau, juga beberapa petani-petani Desa Tebing Tinggi.

Pada Juli 2018, sejumlah petani sawit Desa Tebing Tinggi yang tergabung didalam Badan Usaha Milik Desa Tebing Tinggi Pangkatan Sejahtera (BUMDES TTPS) bergabung menjadi mitra petani swadaya Asian Agri. Selanjutnya di tahun 2021 BUMDES TTPS berubah bentuk menjadi Koperasi Tebing Tinggi Pangkatan Sejahtera yang disingkat dengan KTTPS yang beralamat di Desa Tebing Tinggi, Kec. Pangkatan, Kab. Labuhanbatu. Khairul Anam ditunjuk sebagai ketua koperasi tersebut.

Manfaat program kemitraan swadaya Asian Agri sangat dirasakan para petani KTTPS. Melalui pendampingan secara keberlanjutan, Asian Agri menyediakan beragam pelatihan, teknis budidaya kelapa sawit, penguatan kelompok, alternative income, perbaikan fasilitas jalan, analisa daun, pupuk, akses pasar dlsbnya.

“Ragam kegiatan pelatihan ini, berhasil menghantarkan petani kami meningkatkan produksi kebunnya. Sebelumnya hasil yang kami dapatkan perbulan rata-rata hanya 1 ton perha. Namun dengan adanya kemitraan, maka hasil kebun kami rata rata naik 100% dengan pencapaian produksi 2 ton perha, bahkan ada yang 3 ton per hektare per bulan,” sebut Anam.

Selain itu, beliau juga menjelaskan bahwa pada 2020, Asian Agri juga membimbing KTTPS untuk ikut dalam Program SMILE (Smallholder Inclusion for Better Livelihood & Empowerment).

“Awalnya kami tidak paham apa itu Program SMILE, namun karena yang memperkenalkan kepada kami adalah Asian Agri yang terbukti sudah berhasil meningkatkan produksi kebun kami, maka ketika pada 28 Oktober 2020, kami (petani) diikutsertakan dalam Program SMILE, maka kami sambut baik. Di SMILE ini kami lebih diajari agar melakukan budidaya kelapa sawit secara ramah lingkungan, sesuai standar internasional. Dalam program SMILE, Asian Agri bersama Apical dan perusahaan mitra hilirnya membantu petani swadaya untuk mendapat sertifikasi RSPO,” beber Anam.

Ia mewakili KTTPS mengaku, cukup banyak hal-hal yang harus dilakukan agar kami bisa lulus audit sertifikasi RSPO. Mulai dari kelengkapan administrasi, kelengkapan patok batas, peta, perawatan / penyemprotan dan lainnya yang harus dilakukan secara ramah lingkungan. Namun semua hal itu tetap dalam pengawasan dan tuntunan dari Asian Agri.

Usaha dan kerja keras yang dilakukan petani KTTPS berbuah hasil. “Akhirnya di bulan April 2022, kami lulus sertifikasi RSPO atas areal 685,33 Ha yang dimiliki oleh 239 orang anggota koperasi kami,” ucapnya.

Sejak memperoleh sertifikasi RSPO banyak lagi manfaat yang didapat oleh petani-petani. “Dan pada September 2022, kami sudah bisa menikmati penghasilan tambahan dari Premium Sharing RSPO,” sebut warga Dusun Baru Lima Desa Tebing Tinggi Pangkatan ini.

Ayah tiga anak ini menambahkan, dana tersebut akan kami gunakan untuk kesejahteraan anggota, untuk operasional koperasi, pengembangan bisnis koperasi guna alternative income bagi petani kedepannya sebagaimana yang sudah kami sepakati bersama di RAT koperasi.

“Harapan saya kedepannya, agar kemitraan ini terus berkelanjutan untuk kemajuan bersama. Dan, KTTS dapat lebih berkembang. Sehingga keberadaan kami bisa mensejahterakan anggota kami, serta meningkatkan perekonomian masyarakat desa,” ujarnya.

 

Program SMILE (Smallholder Inclusion for Better Livelihood & Empowerment)

Sebagai bagian dari mitra swadaya Asian Agri, maka perusahaan berupaya memberikan yang terbaik bagi KTTPS. Salah satunya dengan mengikut sertakan KTTPS dalam Program SMILE. Program SMILE adalah program yang diinisiasi oleh Asian Agri, Apical bersama perusahaan mitra hilirnya untuk membantu petani swadaya mendapatkan sertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Program SMILE merupakan sebuah langkah nyata perusahaan untuk petani, agar bisa bersaing di pasar internasional, ditengah gencarnya permintaan akan minyak sawit berkelanjutan.

“Program SMILE merupakan bagian dari komitmen keberlanjutan Asian Agri 2030 yakni pilar 1 Kemitraan dengan petani, yang salah satu targetnya yakni 5.000 petani swadaya mendapatkan sertifikat RSPO,” ujar Head of Partnership Asian Agri, Rudy Rismanto.

Lebih lanjut, Rudy menjelaskan bahwa di tahun 2022, Program SMILE telah berhasil mengaudit dan mensertifikasi total 390 petani swadaya yang terdiri dari 239 petani berasal dari Sumatera Utara dan 151 petani berasal dari Jambi.

“Kesuskesan KTTPS juga telah menjadi daya tarik bagi petani lainnya, dimana saat ini (2023) sudah ada 4 kelompok tani / assosiasi / koperasi di Sumatera Utara yang beranggotakan 1.575 petani dengan luas areal +/- 3.783 Ha dalam proses administrasi untuk bergabung dengan Program SMILE,” imbuh Rudy.

Pencapaian ini merupakan salah satu bukti wujud komitmen perusahaan dalam mempromosikan praktik perkebunan berkelanjutan dan bertanggung jawab kepada para petani swadaya mitra Asian Agri. (rel/sih)

Koman Koran Desak Kejati Sumut Periksa Kadis Pertanian Paluta, Dugaan Manipulasi Data PSR

Koman Koran saat unjuk rasa di Kantor Kejati Sumut.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan massa tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Anti Korupsi dan Penindasan (Koman Koran) menggelar unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumateta Utara, di Jalan AH Nasution, Kota Medan, Jumat (14/4).

Massa menuntut dan mendesak Kejati Sumut, agar mengusut tuntas dugaan korupsi program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta).

“Dinas Pertanian Paluta dan Balai Besar Perbenihan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan, diduga melakukan manipulasi data, pengajuan PSR tajun 2023. Dimana, Kebun yang diloloskan di duga tidak sesuai dengan Juknis Penerima PSR,” sebut Ketua Koman Koran, Dedy A Ritonga, dalam orasi demonya.

Dedy mengatakan, pada tahun 2019-2020, Kejari Paluta juga sudah memanggil beberapa oknum yang diduga memanipulasi data PSR dan ditemukan kerugian negara sebanyak 7 miliar. Namun, sampai hari tidak ada kejelasan dari Kejari Paluta.

“Kami juga menduga bahwa actor intelektual dalam hal ini adalah Kepala
BBPPTP Sumut, Koordinator PSR dengan Inisial (SMS) dan Kabid Perkebunan Paluta,” sebut Dedy.

Dedy mengatakan, PSR tahun 2023 diduga adanya manipulasi data terkait pengajuan PSR tersebut yakni lahan yang di ajukan adalah tanah kosong dan kebun karet. Padahal program PSR ini hanya diperuntukkan bagi kebun sawit yang tidak prokdukftif lagi.

Berikut Tuntuntunan Koman Koran, yakni meminta Kejati Sumut memeriksa Kepala Dinas Pertanian dan Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Paluta yang di duga telah bersekongkol Dengan Kelompok Tani RAP MAJU penerima bantuan Program PSR tahun 2023.

Meminta Kejati Sumut memanggil dan memeriksa Saudara Manippo Simamora dan Kepala Balai Besar Pembenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Medan yang diduga salah satu Aktor Intlektual dalam pelolosan Kelompok Tani yang kebun karet dan Kebun Kosong harusnya adalah kebun sawit.

Meminta Kejati Sumut memeriksa Kelompok Tani PSR lainya, seperti, Gopaktan Dalihan Natolu Marsada, Kelompom Tani Mitra Sawit dan Kelompok Tani Serasi Tani Jaya yang diduga sama halnya dengan kelompok diatas dengan actor yang sama.

Meminta Kejati Sumut Mengambil Alih Dugaan Kasus Korupsi PSR Paluta TA.2019-2020 dengan angka kerugian 7 M.

Meminta Kajati Sumut segera mengusut tuntas aktor intelektual yang diduga adalah Kepala BBPPTP Medan dan Koordinator PSR Saudara Manippo Simamora dan Kabid Perkebunan Paluta.

Sementara itu, Kadis Pertanian Paluta, Marhan Hasibuan yang dikonfirmasi wartawan, belum memberikan keterangan terkait dugaan manipulasi data program PSR 2023.(gus)

Naik 0,4 Persen, Bank Sumut Pertahankan Aset Rp41 Triliun

BERSAMA: Jajaran Direksi PT Bank Sumut diabadikan bersama sejumlah wartawan pada gelaran Public Expose Kinerja PT Bank Sumut Triwulan Pertama 2023 di Ruby Room, Lantai 25, Cambridge Hotel Medan, Rabu (12/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Bank Sumut berhasil mempertahankan aset yang mencapai Rp41 triliun. Hal ini disampaikan Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi, Arieta Arianti, pada Public Expose Kinerja PT Bank Sumut Triwulan Pertama 2023 di Ruby Room, Lantai 25, Cambridge Hotel Medan, Rabu (12/4) lalu.

Dalam paparannya, Arieta menyebutkan, angka Rp41 triliun tersebut, mengalami peningkatan sebesar 0,4 persen atau setara dengan Rp16 miliar.  Di sisi aset ini, Bank Sumut berhasil menduduki posisi 6 dari seluruh Bank Pembangunan Daerah (BPD) seluruh Indonesia. Meskipun, capaian itu mengalami penurunan tipis dari yang sebelumnya berhasil merebut posisi 5.

“Ini (penurunan peringkat) lebih karena utilisasi anggran di tahun lalu yang cukup besar. Sehingga mempengaruhi Dana Pihak Ketiga (DPK) yang pada akhirnya mempengaruhi total aset perusahaan. Namun secara umum, total aset Bank Sumut bertumbuh,” ungkap Arieta.

Dari sisi kredit, secara year on year (yoy), performa meningkat 11,1 persen, atau setara Rp2,836 triliun. Dan menurutnya, hal tersebut merupakan capaian yang cukup menggembirakan bagi Bank Sumut. Karena menyebabkan perusahaan menempati posisi 5 dari seluruh BPD se-Indonesia, yakni dengan mencatatkan total kredit dan pembiayaan sebesar Rp27,3 triliun.

Dan dari sisi komposisi, kredit produktif Bank Sumut juga berhasil bertumbuh, walaupun kredit konsumsi masih mendominasi. Namun Arieta mengklaim, hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menumbuhkan kredit produktifnya.

“Per Maret kami sudah berhasil mencapai komposisi di 45 persen (kredit produktif), yang sebelumnya pada tahun lalu masih ada di 40 persen,” tuturnya.

Selain itu, dia juga menjelaskan, Bank Sumut selalu berkomitmen untuk mencapai taget penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang secara yoy per Maret 2022 lalu berjumlah Rp1,3 triliun. Sehingga outstanding pembiayaan KUR juga meningkat.

“Tahun ini dengan target Rp1,5 triliun, kami upayakan untuk bisa dicapai. Dengan demikian outstanding KUR di Maret 2023 dibandingkan Maret tahun lalu, ini juga cukup besar pertumbuhannya, mencapai 42,9 persen, yang sekarang ada di angka Rp1,9 triliun,” beber Arieta.

Kemudian dari sisi DPK, Arieta mengatakan, Bank Sumut sedikit mengalami penurunan yang relatif flat, yakni 0,95 persen. Pada Maret 2022, angka DPK Bank Sumut mencatatkan Rp34 triliun. Tapi pada Maret 2023 lalu, tercatat penurunan tipis di kisaran angka Rp33,7 triliun.

Meski begitu, dengan kondisi perkembangan digitalisasi perusahaan, dia optimistis, Bank Sumut sudah memiliki strategi untuk meningkatkan pertumbuhan casa. Kalau dilihat via casa, komposisi DPK dari tabungan meningkat 2 persen, deposito masih mendominasi dengan 12,9 persen pertumbuhannya, dan giro menurun 19,4 persen yoy. Secaara umum, penurunan di DPK, menurut Arieta, dipicu oleh adanya penurunan giro. Sedangkan dari sisi deposannya, ritail masih mendominasi dengan perolehan angka 42 persen, pemerintah 34 persen, dan korporasi 24 persen.

“Ini juga sejalan dengan rencana Bank Sumut untuk menumbuhkan basis dana murah, yakni casa, dengan segmentasi retail,” jelasnya.

Dari sisi laba, jika dibandingkan dengan Maret tahun lalu, dia mengatakan, Bank Sumut ingin mencapai jumlah Rp811 miliar hingga akhir 2023. Dan kabar baiknya, hingga triwulan pertama ini, laba yang diperoleh sudah mencapai Rp204 miliar.

“Ini bisa dilihat dari segi kinerja keuangan Bank Sumut tetap konsisten, dan on track untuk mencapai target akhir tahun di Rp811 miliar. Achievement juga jauh di atas, yakni 122 persen,” sebut Arieta.

Lalu dari sisi rasio, Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank Sumut mencapai 84,46 persen, dalam artian capaian tersebut cukup sehat dengan batas secara regulasi pada angka 84-94 persen.

“Jadi penetrasi perusahaan untuk pembiayaan yang ditopang oleh DPK, menunjukkkan tingkat rasio cujup sehat,” katanya lagi.

Dari permodalan, ada pula Capital Adequacy Ratio (CAR), atau rasio kecukupan modal, berada di angka 21,15 persen. Dan jika dibanding tahun lalu, capaian itu sedikit meningkat dengan return total 18,98 persen, sementara akhir tahun lalu return di tutup pada angka 17, 24 persen. Sedangkan Return on Asset (ROA), posisinya tercatat berada di 2,40 persen.

Arieta menjelaskan, rasio profitabilitas Bank Sumut ditunjukkan melalui NIM (Net Interest Margin) dan BOPO (Biaya Operasi Pendapatan Operasi). Rasio BOPO adalah bagaimana Bank Sumut mengelola tingkat efisiensi yang tahun lalu 74,81 persen, tahun ini diturunkan menjadi 73,80 persen.

“NIM dibanding tahun lalu, maupun di Desember, kini sedikit terkoreksi, tapi NIM 6,26 persen ini masih cukup tinggi. Terkoreksi karena memang dari sisi cost of fund mengalami peningkatan, tingkat suku bunga di pasar meningkat,” ujar Arieta.

Selanjutnya dari sisi risiko kredit, Bank Sumut mecatatkan angka 2,72 persen NPL Gross, dan 1,31 persen di NPL Nett. Jika dibandingkan dengan perolehan tahun lalu secara yoy, kondisinya cukup membaik. Tapi sedikit terkoreksi jika dibandingkan dengan posisi Desember.  Secara likuiditas hal ini juga tercermin dari rasio AL dibanding NCO yang berada di angka 93,04 persen, dengan batas ketentuan adalah 50 persen, dan Arieta mengaku, Bank Sumut capaiannya jauh di atas angka tersebut.

“Artinya secara tingkat likuiditas, Bank Sumut sangat likuid. Yang bisa mengcover kebutuhan penarikan. Hal itu menunjukkan tingkat rasio likuiditas yang sangat sehat,” pungkasnya. (saz)

Buka Pasar Murah di Kelurahan Bagan Deli, Tokoh Masyarakat: PT PHPO Telah Membantu Warga

PASAR MURAH: Pimpinan Unit Pabrik PT PHPO Belawan, Anry Simamora, saat membuka pasar murah di Kantor Lurah Bagan Deli, Rabu (12/4).

MEDAN, SUMTUPOS.CO – Selama Bulan Suci Ramadan menjelang perayaan Idul Fitri 1444 Hijriah, PT Permata Hijau Palm Oleo (PHPO) membuka pasar murah di beberapa titik lokasi Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang.

Pasar murah yang dibuka ini, untuk mendukung program pemerintah dalam mengatasi lonjakan harga sembako, khususnya minyak goreng. Adapun perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kelapa sawit tersebut, kembali membuka pasar murah di Kantor Lurah Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Rabu (12/4) lalu.

Kehadiran PT PHPO dalam kegiatan sosial di pesisir Pantai Belawan, pun mendapat apresiasi dari Tokoh Masyarakat Bagan Deli, Awal Yatim. Menurut Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Medan tersebut, perusahaan pengelola sawit yang merupakan anak perusahaan PT PHG ini, sangat membantu masyarakat dalam mengatasi lonjakan harga sembako menjelang Lebaran.

“Kami masyarakat Bagan Deli sangat berterima kasih kepada PT PHPO, yang telah membuka pasar murah untuk membantu masyarakat. Selama ini, PT PHPO memang rutin membantu masyarakat Bagan Deli dalam kegiatan sosial yang terus menerus berlangsung,” ungkap Awal.

Harapan tokoh nelayan ini, perusahaan terus melaksanakan kegiatan sosial di berbagai bidang untuk masyarakat Bagan Deli. Apa yang telah diberikan perusahaan dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami doakan perusahaan dapat terus berkembang dan maju,” doanya.

Pasar murah minyak goreng yang berlangsung di Kantor Lurah Bagan Deli itu, dibuka langsung Pimpinan Unit Pabrik PT PHPO Belawan, Anry Simamora, didampingi Ajie, selaku utusan Camat Medan Belawan, bersama perwakilan Lurah Bagan Deli.

“Pasar murah yang dibuka ini mendistribusikan sebanyak 4.668 liter minyak goreng, untuk disalurkan kepada masyarakat, dengan harga Rp12.000 per liter. Kegiatan ini untuk mendukung pemerintah dalam mengatasi lonjakan harga di pasaran menjelang Lebaran,” tutur Anry, yang juga didampingi Tim Humas, Abdul Khalik.

Dengan dibukanya pasar murah ini, lanjut Anry, masyarakat tidak lagi kesusahan mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau. Pasar murah selama Ramadan ini, akan dibuka di berbagai titik Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang.

Pasar murah ini, lanjut Anry, dibuka di berbagai titik agar dapat dimanfaatkan masyarakat secara merata.

“Kami atas nama perusahaan, mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan pemerintah yang turut membantu pelaksanaan pasar murah ini,” tuturnya.

Dengan adanya dukungan bersama, lanjutnya, kegiatan pasar murah dapat terlaksana dengan baik guna mendukung pemerintah.

“Kami mohon doa dan dukungan semua pihak,” kata Anry, didampingi Humas Martua Muda Daulay.

Perwakilan Camat Medan Belawan, Ajie pun mengapresiasi langkah yang dilakukan PT PHPO membantu masyarakat di Kelurahan Bagan Deli.

“Kami doakan perusahaan dapat terus maju dan berkembang, agar bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” katanya.

Hal yang sama juga dikatakan Sesi, selaku perwakilan Lurah Bagan Deli. Dia mengaku, selama ini PT PHPO sudah rutin membantu masyarakat dalam kegiatan sosial.

“Kami terus mendukung program sosial yang telah dijalankan perusahaan, karena kegiatan sosial sudah sering dilakukan untuk masyarakat di Bagan Deli. Saya atas nama masyarakat mengucapkan terima kasih,” pungkasnya. (ila/saz)

Visi Misi Eramas Terealisasi 44 Persen, 56 Persen Sisa, Terus Dikebut

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekitar 5 bulan lagi, masa jabatan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, atau disebut pasangan Eramas saat Pilkada Sumut 2018 lalu, akan berakhir. Masih banyak pekerjaan belum tuntas sesuai dengan visi dan misi Eramas tersebut.

Edy mengungkapkan, realisasi program pembangunan yang terangkum dalam visi misi Sumut Bermartabat, baru terealisasi 44 persen. Sedangkan sisa 56 persennya, yang merupakan program pembangunan yang belum terealisasi, akan diupayakan dikejar pada 2023 ini hingga 2024 mendatang.

Dia pun mengatakan, ada beberapa alasan yang membuat realisasi program pembangunan baru terealisasi 44 persen, di antaranya utang-piutang yang harus ditutupi di awal periode menjabat, hingga faktor Covid-19.

“Jadi dari 100 persen visi dan misi, baru terlaksanakan 44 persen. Kenapa demikian? Karena awal menjabat, kami harus menyelesaikan utang-piutangnya provinsi. Kedua, datang tamu Covid-19. Itu juga memutus apa yang sudah kami rencanakan,” ungkap Edy, Rabu (12/4) lalu.

Dengan itu, Edy menjelaskan, Musrenbang RKPD 2024 difokuskan untuk melanjutkan program pembangunan yang belum terealisasi.

“Undang-Undang mengatur saya 5 tahun. Saya baru menyelesaikan 4 tahun. Di tahun kelima inilah, untuk mengerjakan sisa pekerjaan yang saya katakan tadi. Di tahun berapa dikerjakan? Pada 2024,” katanya.

Lalu akan selesai berapa persen realisasi program pembangunan selama Edy dan Ijeck, sapaan karib Musa Rajekshah, hingga akhir jabatan?

“Kalau dihitung, ya 60 persen,” tutur Edy.

Edy pun mengungkapkan, dalam melaksanakan pembangunan di Sumut pihaknya menjalankan sistem bottom up atau bukan top down. Melalui sistem tersebut, pemerintahannya menerima 3.133 usulan pembangunan dari 33 pemkab pemko yang ada di Sumut. Dari total 3.133 usulan pembangunan tersebut, diakomodir sebanyak 2.078 usulan, dan tercatat sudah banyak yang dikerjakan, maupun yang saat ini masih dikerjakan (on going).

Sedangkan sisa 1.055 usulan lagi, lanujut Edy, belum bisa diakomodir, karena beberapa hal, terutama dari aspek pendanaan dan aspek legalitas.

“Artinya tak cukup uang kita, bukan sama sekali tidak mau. Karena ada skala prioritas,” jelasnya.

Edy mencontohkan soal program bedah rumah 12.000 unit di Sumut. Namun tak bisa direalisasikan seluruhnya. Selain karena pendanaan, menurutnya, juga karena aspek legalitas.

“Bapak bupati, wali kota, karena ini adalah Dana APBD, harus ada legalitas. Contohnya disiapkan 12.000 bedah rumah, tapi persyaratannya harus ada surat tanah, harus legal tempat itu, baru bisa dilakukan,” bebernya.

Di samping itu, dia pun mengaku selektif dalam mengakomodir usulan program pembangunan. Edy hanya menyetujui usulan yang dinilainya mendesak dan rasional.

“Pada pra-musrenbang di 33 kabupaten kota, mengajukan 3.133 usulan. Setelah dipelajari, hanya mampu dikerjakan 2.078 usulan, sisanya 1.053 lagi. Itu bukan tidak dikerjakan, saya yakin bupati dan wali kota tahu itu. Tapi ada lagi tugas yang lebih prioritas,” pungkasnya. (gus/saz)