Home Blog Page 1601

Visi Misi Eramas Terealisasi 44 Persen, 56 Persen Sisa, Terus Dikebut

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekitar 5 bulan lagi, masa jabatan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, atau disebut pasangan Eramas saat Pilkada Sumut 2018 lalu, akan berakhir. Masih banyak pekerjaan belum tuntas sesuai dengan visi dan misi Eramas tersebut.

Edy mengungkapkan, realisasi program pembangunan yang terangkum dalam visi misi Sumut Bermartabat, baru terealisasi 44 persen. Sedangkan sisa 56 persennya, yang merupakan program pembangunan yang belum terealisasi, akan diupayakan dikejar pada 2023 ini hingga 2024 mendatang.

Dia pun mengatakan, ada beberapa alasan yang membuat realisasi program pembangunan baru terealisasi 44 persen, di antaranya utang-piutang yang harus ditutupi di awal periode menjabat, hingga faktor Covid-19.

“Jadi dari 100 persen visi dan misi, baru terlaksanakan 44 persen. Kenapa demikian? Karena awal menjabat, kami harus menyelesaikan utang-piutangnya provinsi. Kedua, datang tamu Covid-19. Itu juga memutus apa yang sudah kami rencanakan,” ungkap Edy, Rabu (12/4) lalu.

Dengan itu, Edy menjelaskan, Musrenbang RKPD 2024 difokuskan untuk melanjutkan program pembangunan yang belum terealisasi.

“Undang-Undang mengatur saya 5 tahun. Saya baru menyelesaikan 4 tahun. Di tahun kelima inilah, untuk mengerjakan sisa pekerjaan yang saya katakan tadi. Di tahun berapa dikerjakan? Pada 2024,” katanya.

Lalu akan selesai berapa persen realisasi program pembangunan selama Edy dan Ijeck, sapaan karib Musa Rajekshah, hingga akhir jabatan?

“Kalau dihitung, ya 60 persen,” tutur Edy.

Edy pun mengungkapkan, dalam melaksanakan pembangunan di Sumut pihaknya menjalankan sistem bottom up atau bukan top down. Melalui sistem tersebut, pemerintahannya menerima 3.133 usulan pembangunan dari 33 pemkab pemko yang ada di Sumut. Dari total 3.133 usulan pembangunan tersebut, diakomodir sebanyak 2.078 usulan, dan tercatat sudah banyak yang dikerjakan, maupun yang saat ini masih dikerjakan (on going).

Sedangkan sisa 1.055 usulan lagi, lanujut Edy, belum bisa diakomodir, karena beberapa hal, terutama dari aspek pendanaan dan aspek legalitas.

“Artinya tak cukup uang kita, bukan sama sekali tidak mau. Karena ada skala prioritas,” jelasnya.

Edy mencontohkan soal program bedah rumah 12.000 unit di Sumut. Namun tak bisa direalisasikan seluruhnya. Selain karena pendanaan, menurutnya, juga karena aspek legalitas.

“Bapak bupati, wali kota, karena ini adalah Dana APBD, harus ada legalitas. Contohnya disiapkan 12.000 bedah rumah, tapi persyaratannya harus ada surat tanah, harus legal tempat itu, baru bisa dilakukan,” bebernya.

Di samping itu, dia pun mengaku selektif dalam mengakomodir usulan program pembangunan. Edy hanya menyetujui usulan yang dinilainya mendesak dan rasional.

“Pada pra-musrenbang di 33 kabupaten kota, mengajukan 3.133 usulan. Setelah dipelajari, hanya mampu dikerjakan 2.078 usulan, sisanya 1.053 lagi. Itu bukan tidak dikerjakan, saya yakin bupati dan wali kota tahu itu. Tapi ada lagi tugas yang lebih prioritas,” pungkasnya. (gus/saz)

Wakil Ketua PWI Sumut Dibegal, Polsek Patumbak Gelar Rekonstruksi

REKONSTRUKSI: Kapolsek Patumbak Kompol Faidir Chaniago dan korban Sugiatmo, saat gelar rekonstruksi kasus begal di Jalan Sisingamangaraja Medan, dekat Fly Over Amplas, Kamis (13/4) dini hari.istimewa.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kapolsek Patumbak Kompol Faidir Chaniago, menggelar rekonstruksi kasus perampokan alias begal, yang menimpa Wakil Ketua Bidang Pendidikan Persatuan Wartawan Indonesia Sumatera Utara (PWI Sumut), Sugiatmo, di Jalan Sisingamangaraja Medan, persisnya di dekat Fly Over Amplas, Rabu (12/4) dini hari lalu. Reka adegan yang digelar Kamis (13/4) dini hari tersebut, dihadiri langsung oleh korban.

“Ya benar, tadi pagi (kemarin, red) kami gelar rekonstruksi kasus perampokan terhadap korban Sugiatmo di tempat kejadian perkara (TKP),” ungkap Faidir, Kamis siang.

Faidir juga menjelaskan, penyidik mengadakan rekonstruksi ini untuk memastikan tindak pidana yang telah terjadi, agar mendapatkan gambaran jelas mengenai terjadinya tindak pidana tersebut.

“Hal ini tentu adanya atensi dari pimpinan agar kasus tersebut segera terungkap,” jelasnya.

Dia pun memastikan, saat ini Tim Unit Reskrim Polsek Patumbak, sedang bekerja melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

“Doakan semoga kami segara ungkap kasus perampokan ini,” imbau Faidir.

Sementara itu, Ketua Komisi 1 DPRD Medan, Robi Barus menyayangkan peristiwa pembegalan yang masih marak terjadi di Kota Medan. Bahkan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah, Wakil Ketua PWI Sumut, turut menjadi korban dari tindakan para pelaku kejahatan.

Atas peristiwa pembegalan itu, Robi pun mendesak Polrestabes Medan melalui jajarannya untuk tidak tinggal diam dan segera menangkap para pelaku.

“Lagi-lagi kami sangat menyayangkan masih terjadinya aksi kejahatan di Medan. Kita tahu, baru-baru ini seorang warga Medan yang belakangan diketahui sebagai Wakil Ketua PWI Sumut, turut menjadi korban. Ironis memang, menjelang Idul Fitri seperti ini, aksi kejahatan justru semakin marak. Selaku Ketua Komisi 1 DPRD Medan, saya minta counterpart kami di Polrestabes Medan, segera menangkap para pelaku,” harapnya, Kamis (13/4).

Robi juga menjelaskan, saat ini para pelaku kejahatan kerap bertindak nekat demi melancarkan aksi-aksinya. Bahkan, pelaku tidak segan-segan untuk mengancam dan melukai korbannya.

“Ini penting untuk diperhatikan. Kerugian yang dialami korban-korban begal ini bukan hanya kerugian materil, tapi juga immateril. Khususnya ke arah psikis, karena ini akan menyebabkan rasa trauma kepada korban. Kemudian, hal ini juga akan meningkatkan kekhawatiran masyarakat untuk beraktivitas. Polisi harus hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” imbau Robi.

Karena itu, Robi pun meminta Polrestabes Medan untuk segera bergerak cepat dalam memproses laporan yang telah dibuat korban di Polsek Patumbak.

“Tolong agar hal ini menjadi atensi bagi Polrestabes Medan dan jajarannya. Sebagai wakil rakyat, kami benar-benar meminta aparat kepolisian untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Segera tangkap pelaku, pastikan pelaku mendapatkan efek jera yang juga bisa menjadi pelajaran bagi para pelaku begal lainnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sugiatmo dibegal 4 pria tak dikenal, Rabu dini hari di dekat Fly Over Amplas, Jalan Sisingamangaraja Medan, sekira pukul 03.00 WIB. Para penjahat jalanan itu, mengancam korban dengan menggunakan senjata tajam jenis celurit. Kejadian itu terjadi saat korban akan pulang ke rumah di Bandarsetia, Tembung, sepulang dari Pasar Induk Lau Cih, Jalan Jamin Ginting Medan. Setibanya di TKP, Sugiatmo dipepet 2 pengendara sepeda motor dari arah belakang.

Seorang penjahat yang duduk di boncengan mengacungkan celurit memaksa korban berhenti. Setelah berhenti, pelaku yang berada di motor lainnya mengambil paksa sepeda motor korban, Honda Vario BK 5839 AIV.

Korban berusaha mempertahankan motor dengan mempertahankan kunci kontak, sehingga terjadi saling tarik. Namun bagian gantungan kunci kontak motor terlepas dan kunci berhasil dikuasai pelaku. Selain itu, pelaku yang memegang celurit mengancam korban dengan menghunuskannya ke arah korban. Perlawanan tidak seimbang, akhirnya korban lari dari ancaman para pelaku sambil berteriak minta tolong. Kawanan begal yang masih berperawakan belia itu, akhirnya berhasil menguasai sepeda motor korban, dan tancap gas ke arah Terminal Amplas.

Sekitar 30 menit setelah kejadian, rombongan patroli Sabhara Polda Sumut lewat dengan mengendarai motor. Kemudian korban diarahkan untuk melapor ke Polsek Patumbak. Peristiwa sudah dilaporkan ke Polsek Patumbak dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor: LP/B/281/IV/2023. (dwi/map/saz)

Komisi IV Ajak OPD Tingkatkan Kolaborasi Awasi Bangunan Bermasalah di Medan

Ketua Komisi IV DPRD Medan, Haris Kelana Damanik

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai upaya dalam meningkatkan perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB), Komisi IV DPRD Medan mengajak seluruh OPD di lingkungan Pemko Medan agar berkomitmen dalam menjalankan instruksi Wali Kota Medan, Bobby Nasution untuk berkolaborasi dalam memaksimalkan fungsi pengawasan dan pencegahan.

 Dengan begitu, maraknya bangunan bermasalah, yakni bangunan tanpa SIMB akan dapat diminimalisir agar  PAD dari sektir perizinan bangunan dapat dimaksimalkan. “Instruksi Walik Kota Medan kepada jajarannya untuk berkolaborasi mengawasi bangunan bermasalah harus kita dukung penuh. Bagi pimpinan OPD yang lalai dan lambat melaksanakan arahan, saya fikir patut dievaluasi,” ucap Ketua Komisi IV DPRD Medan, Haris Kelana Damanik, Kamis (13/4/2023).

 Dikatakan Haris, pihaknya di Komisi IV DPRD Medan sudah begitu banyak menerima pengaduan soal pelanggaran SIMB. Atas banyaknya aduan itu, pihaknya pun menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan memanggil OPD dan pihak-pihak terkait. “Namun sangat kita sayangkan pimpinan OPD sering kali tidak kooperatif atas panggilan kita,” ujar Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Medan itu.

 Padahal, kata Haris, tujuan panggilan itu adalah untuk mengetahui titik permasalahan yang terjadi. “Tentu permasalahan dapat dibahas untuk mensinkronkan satu sikap sesuai visi misi Wali Kota Medan dalam memaksimalkan PAD demi percepatan pembangunan di Kota Medan,” katanya.

 Ke depan, lanjut Haris, kolaborasi dan kordinasi itu harus ditingkatkan dengan melibatkan aparat di tingkat bawah, seperti Kepala Lingkungan (Kepling), aparat Kelurahan, dan Kecamatan.

 Seluruh pemangku wilayah itu diharapkan dapat berkoordinasi dengan OPD-OPD terkait dengan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (PKPCKTR) Kota Medan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Medan dan Satpol PP Kota Medan.

 “Selama ini para personel OPD-OPD tersebut sangat minim kolaborasi. Bahkan, ada oknum yang terkesan melakukan pembiaran terhadap bangunan bermasalah. Wajar saja kalau masih ada kebocoran PAD dari retribusi SIMB yang terbilang cukup tinggi,” lanjutnya.

 Kemudian, sambung Haris, maraknya pendirian bangunan tanpa SIMB bukan hanya membuat terjadinya kebocoran PAD. Akan tetapi juga dapat merusak estetika kota. Oleh sebab itu, kolaborasi antar OPD dan aparat tingkat bawah sangat penting untuk dilakukan kedepannya.

 “Kami sendiri Komisi IV sangat mendukung penuh. Kita sangat menyayangkan ketidakhadiran OPD dan pemilik bangunan bila kita RDP kan. Sepatutnya, OPD terkait harus dapat menghadirkan pemilik bangunan di DPRD jika ada RDP,” pungkasnya. (map)

Santri Dukung Ganjar Berikan Bantuan Material Pondok Pesantren Qudussalam Sorkam

SDG Sumut saat berikan bantuan material semen untuk Pondok Pesantren Qudussalam Sorkam di Desa Binasi, Kabupaten Tapanuli Tapteng, Sumut, Kamis (13/4/2023). (Ist)

TAPTENG, SUMUTPOS.CO – Relawan Santri Dukung Ganjar (SDG) Sumatera Utara (Sumut) memberikan bantuan material semen untuk Pondok Pesantren Qudussalam Sorkam yang terletak di Desa Binasi, Kecamatan Sorkam Barat, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumut, Kamis (13/4/2023).

Koordinator Daerah SDG untuk Tapanuli Tengah, Bidin Wahyudi mengatakan bantuan material semen tersebut diberikan untuk membantu Ponpes As-Siraj yang sedang membangun musala.

“Di sini kami membantu untuk pembangunan masjid itu berupa bantuan material yang nantinya dibutuhkan untuk pembangunan masjid ini. Harapannya semoga pimpinan yayasan ini merasa terbantu dan bisa memanfaatkan bantuan ini,” ucap Bidin.

Bidin menjelaskan sebelum memberikan bantuannya, relawan SDG telah berkunjung ke Ponpes Qudussalam Sorkam. Dalam silaturahminya tersebut, relawan telah menyurvei terkait kebutuhan apa saja yang diperlukan ponpes.

Beberapa relawan SDG Sumut juga diketahui merupakan lulusan ponpes tersebut, sehingga silaturahmi antara pihak ponpes dan relawan terjalin dengan kuat untuk saling membantu.

“Dari sana kami beranjak untuk melihat situasi di Ponpes Qudussalam Sorkam. Melihat kurangnya sebuah fasilitas yang sangat diperlukan, yatu masjid,” ucapnya.

Dengan adanya bantuan itu diharapkan bisa mengembangkan kualitas Ponpes Qudussalam Sorkam, sekaligus membuat para santri lebih nyaman untuk beribadah.

Sebab, Bidin menjelaskan, selama ini para santri melaksanakan salat jemaah di ruangan ala kadarnya, seperti ruangan kelas. Tidak ada tempat khusus bagi mereka untuk melaksanakan salat berjamaah.

“Kemudian para santri juga yang hari-harinya salat berjamaah itu di ruangan (kelas) nanti bisa salat berjamaah di masjid mereka sendiri,” ucap Bidin.

Selain bantuan material untuk pembangunan musala, para relawan juga turut menyerahkan bantuan puluhan kursi. Kursi-kursi tersebut nantinya akan diletakkan di ruang kelas untuk para santri belajar.

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa pemberian bantuan yang dilakukan relawan SDG Sumut terinspirasi dari aksi sosial relawan SDG lainnya di berbagai daerah di Indonesia.

“Ini bukan hanya kegiatan yang hari ini dilakukan, tapi sebelum-sebelumnya juga pernah dilakukan. Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk pesantren-pesantren nantinya.” sebutnya.

Untuk diketahui, dalam kunjungannya ke Ponpes Qudussalam Sorkam, relawan SDG Sumut juga menggelar kegiatan bermanfaa lain, seperti doa bersama dan khataman Al-Qur’an menjelang waktu berbuka puasa.

Bantuan Relawan Terus Meluas ke Pelosok Daerah

Bidin juga menyebut bahwa kegiatan relawan SDG akan terus berlanjut. Dia merencanakan akan memberikan bantuan untuk ponpes-ponpes yang berada di pelosok daerah.

Dalam kegiatan berikutnya, relawan ini akan menyesuaikan bantuan yang mereka berikan ke para penerima manfaat.

“Rencananya tim SDG akan melaksanakan survei, melihat situasi daerah pesantren yang mudah-mudahan kita bisa memberikan bantuan untuk pesantren tersebut,” pungkasnya. (rel/tri)

Usbat Ganjar dan Remaja Masjid Cinta Rasulullah Adakan Pentas Seni Ramadan di Deli Serdang

Usbat Ganjar Sumut bersama bersama Remaja Masjid Cinta Rasulullah mengadakan Pentas Seni Ramadhan di Dusun VIII, Desa Kolam Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang ,Sumut, Kamis (13/4/2023).(ist)

DELI SERDANG, SUMUTPOS.CO – Sukarelawan Ustaz Sahabat (Usbat) Ganjar kembali mengadakan kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Di momen bulan puasa ini, mereka menggelar Pentas Seni Ramadhan bersama Remaja Masjid Cinta Rasulullah yang ada di Dusun VIII, Desa Kolam Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang ,Sumatera Utara (Sumut), Kamis (13/4/2023).

Koordinator Usbat Ganjar untuk Deli Serdang Ahmad Thalhah mengatakan dalam pentas seni itu diadakan perlombaan marhaban untuk ibu-ibu dan fashion show untuk tingkat remaja.

“Untuk kegiatan marhaban ibu-ibu terdiri dari enam peserta dan untuk fashion show remaja terdiri dari tujuh peserta,” ucapnya.

Menurut Ahmad, kegiatan tersebut menarik perhatian masyarakat. Sebab, ada puluhan warga yang hadir sekadar menyaksikan pentas seni tersebut.

Ahmad menuturkan bahwa kegiatan tersebut sengaja digelar karena tingginya minat ibu-ibu untuk melakukan kegiatan marhaban.

“Jadi, kalau untuk ramadan ini karena tidak ada pesta, kami isilah kegiatan ibu-ibu ini untuk melakukan perlombaan marhaban supaya mengisi kekosongan waktu di bulan ramadan,” ujar dia.

Dia menambahkan kegiatan pentas seni juga diadakan karena terinspirasi sosok Ganjar Pranowo yang dekat dengan ibu-ibu, kalangan ulama, pesantren, dan majelis taklim.

“Oleh karena itu, kami laksanakan kegiatan ini untuk lebih memperkenalkan sosok Bapak Ganjar kepada masyarakat keseluruhan di Kabupaten Deli Serdang,” ujar dia.

Sementara Aisah selaku wakil kepala dusun setempat menyambut baik kegiatan dari Usbat Ganjar tersebut.

“Alhamdulillah dengan kegiatan seperti ini apalagi diadakan selama bulan Ramadhan. Kegiatan seperti marhaban tadi bisa menambah wawasan, pengalaman, uji mental, silaturahim,” ungkapbya.

Dalam kesempatan itu, Aisah juga memuji sosok Ganjar Pranowo yang dikenal merakyat dan menyentuh masyarakat kalangan bawah.

“Pak Ganjar memang orangnya bermasyarakat, membantu rakyat kecil termasuk blusukan ke dusun, memantau serta melakukan pendekatan kepada masyarakat,” pungkas Aisyah. (rel/tri)

Puan Intensif Bicara dengan Prabowo-Airlangga, Koalisi Besar Bisa Terbentuk Usai Lebaran

TIGA PIMPINAN PARTAI: Puan Maharani (kiri), Airlangga Hartarto (tengah), dan Prabowo Subianto (kanan).

SUMUTPOS.CO – Wacana terbentuknya koalisi di kalangan partai politik (parpol) pemerintahan pro-Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus bergulir.

PDI Perjuangan (PDIP) menyebut Ketua DPP Puan Maharani belakangan intensif bicara dengan Ketua Umum (Ketum) Gerindra Prabowo Subianto hingga Ketum Golkar Airlangga Hartarto.

Untuk diketahui, muncul wacana koalisi besar yang menguat usai pertemuan Presiden Jokowi dengan 5 ketua umum partai politik pro pemerintah, yakni Golkar, PPP, PAN, Gerindra, dan PKB.

“Setahu saya pembicaraan Mbak Puan sama Bapak Prabowo sangat intensif, boleh dikonfirmasi ke Pak Prabowo. Pembicaraan Mbak Puan dengan Ketum Airlangga juga intensif sekali, boleh dicek ke Pak Airlangga juga dengan Ketum PAN Bang Zul,” kata Ketua DPP PDIP Said Abdullah kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/4).

Said mengatakan pihaknya berkomunikasi intensif dengan banyak parpol dalam membentuk kerja sama politik menjelang Pilpres 2024. Bagi PDIP, kerja sama politik antarsesama parpol pendukung Jokowi penting untuk bangsa ke depan.

“Semuanya kami komunikasi intensif banget karena bagi PDIP membentuk kerja sama politik di antara parpol pemerintahan Pak Jokowi akan jauh lebih bermakna untuk bangsa ke depan,” ujarnya.

Said melanjutkan, setelah Puan bersafari politik ke semua parpol pendukung Jokowi, kerja sama politik bersama parpol-parpol di koalisi besar akan tercapai dalam waktu dekat.

“Oleh karena itu, hitungan saya, setelah rampung Mbak Puan dan semuanya, termasuk di dalamnya komunikasi Pak Sekjen di antara sekjen partai-partai maka kerja sama politik yang kita harapkan bersama dan menjadi perhatian publik Insyaallah tidak dalam waktu lama akan tercapai,” kata dia.

Said menilai wacana kerja sama politik PDIP bersama koalisi besar akan rampung setelah hari raya Lebaran. “Insy Allah-lah yang lebih baik memang sesudah Ramadan, sesudah Lebaran, karena suasana Lebaran kita itu masa sih akan diisi hiruk pikuk politik terus,” katanya.(jpc/bbs/azw)

Aria Bima: Rapat Tertutup Mega Singgung Capres

Anggota DPR RI Fraksi PDIP Aria Bima.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Anggota DPR RI Fraksi PDIP Aria Bima ikut dalam pertemuan tertutup yang digelar Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama para legislator Fraksi PDIP. Aria Bima mengatakan pertemuan itu menyinggung capres 2024.

Untuk diketahui, pertemuan tertutup itu digelar di Sekolah PDIP, Jakarta Selatan, Sabtu (8/4) lalu. Megawati turut hadir langsung di dalam pertemuan tersebut.

Aria membeberkan arahan Megawati dalam acara tertutup itu. Menurutnya, Megawati menekankan kepada para kader bahwa PDIP merupakan alat perjuangan menuju masyarakat yang bhineka.

“Itu soal penegasan kita sebagai partai ideologis. Di sini adalah alat perjuangan, partai adalah alat perjuangan, partai adalah ibarat perahu, itu untuk menuju suatu masyarakat yang kita cita-citakan, yaitu masyarakat Pancasila, NKRI dan Bhineka tunggal Ika,” kata Aria kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/4).

Aria melanjutkan, digelarnya pertemuan itu lantaran Megawati diduga terpicu dinamika wacana politik di eksternal partai. Urusan penentuan capres, Aria menegaskan hal itu merupakan kewenangan penuh Megawati.

“Pemicunya biasa, kalau ada kontraksi wacana di luar, ibu selalu merapatkan barisan ke dalamnya. Kalau kali ini bukan masalah politik, tetapi masalah ideologi, kader-kader lebih banyak bicara ideologi karena bicara Ideologi, karena sadar Ideologi akibatnya akan sadar politik, sadar politik akan menentukan sadar organisasi, sadar organisasi akan menentukan kultural budaya, saya kira itu,” katanya.

“Dan Ibu menegaskan semua yang menyangkut capres-capresan adalah urusan ketua umum. Kamu turun dan turun, apalagi dalam suasana Ramadan dan Idul Fitri, nanti harus banyak menyapa rakyat,” imbuhnya.

Sejauh ini, sebut Aria, belum ada nama yang diumumkan Megawati ke kalangan internal partai. Namun dia meyakini pengumuman capres PDIP akan dilakukan Megawati secepatnya.

“Masih belum menyebutkan nama, karena itu semua mengenai capres-cawapres, orang dan timing-nya adalah kewenangan penuh Ibu Ketua Umum, Insya Allah secepatnya,” kata dia.

Megawati Soekarnoputri diketahui mengumpulkan para kader yang menjadi legislator di DPR dalam rapat tertutup. Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah membeberkan isi pertemuan tersebut. “Itu konsolidasi. Murni konsolidasi saja,” kata Said kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/4).(jpc/bbs/azw)

Gus Choi Beberkan Nama Pendamping Anies

Pengurus DPP Partai NasDem Effendy Choirie atau Gus Choi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), mengaku telah mengusulkan nama beserta 2 kriteria bakal cawapres ke calon presiden 2024 usungan Partai NasDem, Anies Baswedan. Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai NasDem Effendy Choirie atau Gus Choi mengatakan sepakat dengan 2 kriteria dari JK.

“Iya setuju semua, itu memang sesuai dengan kriteria yang telah disepakati bersama. Jadi kita setuju 100 persen dengan pernyataan Pak JK,” kata Gus Choi saat dihubungi wartawan, Kamis (13/4).

Gus Choi mengatakan kriteria cawapres Anies mestilah sosok yang bisa membawa kemenangan. Ia tak mempermasalahkan apakah sosok itu berlatar belakang NU atau Muhammadiyah.

“Iya jadi, tokoh-tokoh misalnya yang dari NU memenuhi semua yang disebut-sebut yang dari NU itu memenuhi syarat semua. Penambah pemenangan, menambah kekuatan, bisa mengelola pemerintahan, bisa semua lah, mereka sudah bisa ngurus partai, ngurus organisasi tinggal penyesuaiannya aja,” tutur Gus Choi.

Ia menyebut beberapa nama potensial dari Nahdatul Ulama (NU), seperti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sekjen PBNU Syaifullah Yusuf, Yeni Wahid hingga mantan Ketum PBNU Said Aqil Siroj.

Menurut Gus Choi, nama-nama tersebut bukan hanya bisa memimpin organisasi melainkan mampu meraup suara dari pemilih.

“Sudah sering saya keluarkan nama-nama itu, sering kan saya menyebut Khofifah, saya menyebut Syaifullah Yusuf, saya menyebut Yeni Wahid, menyebut Kiai Said Aqil Siroj, memerintah bisa semua dan itu semua menambah kekuatan,” tutur Gus Choi.

Ia juga merinci nama-nama potensial dengan latar belakang Muhammadiyah. Menurut Gus Choi, salah satunya adalah Din Syamsuddin hingga Profesor Abdul Mu’ti.

“Muhammadiyah tokoh-tokohnya banyak, Din Syamsudin pengalaman panjang, Prof Mu’ti yang Sekjen sekarang, juga bisa. Pokoknya semuanya akan menambah kekuatan, jadi pemerintah itu kedua, yang penting yang tahap pertama itu menang,” tutur Gus Choi.

“Prof Mu’ti kan, Prof Haedar Nashir, atau menteri siapa itu yang dari Muhammadiyah, Prof Muhadjir, itu juga bisa,” sambungnya.

Menurutnya tokoh dari NU seperti Mahfud Md juga patut dipertimbangkan. Ada pula Eks Wakil Gubernur Jawa Tengah Gus Yasin masuk dalam nama potensial.

“Tapi begini, yang penting itu kan, dalam konteks pembicaraan kita ini kan merespons pernyataan Pak JK, yang penting menang dulu. Dari NU saya sebut satu lagi, Prof Mahfud Md,” ujarnya.

Menurut Gus Choi nama-nama tersebut juga dipertimbangkan oleh internal partai. Pihaknya tengah mendalami dan mencocokkan tokoh yang tepat bersanding dengan Anies.

“Artinya kita ini sedang menimbang-nimbang, sedang melihat-lihat, melirik-lirik, mengkalkulasi, mendalami setiap tokoh-tokoh yang bisa mendongkrak suara untuk kemenangan itu. Sekarang itu yang dilakukan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Jusuf Kalla (JK), mengaku telah mengusulkan nama bakal calon wakil presiden ke bakal calon presiden 2024 usungan Partai NasDem, Anies Baswedan. JK mengungkap ada dua kriteria yang cocok mendampingi Anies.

JK mengatakan sosok yang mendampingi Anies harus yang bisa menambah suara. Hal itu, kata JK, berdasarkan pengalamannya sebagai wakil presiden sebanyak dua kali.

“Ya tentu yang dapat menambah.. Ya saya pernah jadi wakil presiden, itu harus calon wakil presiden harus bisa menambah suara untuk presiden, harus punya modal menambah suara,” kata JK di Kantor Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jalan Matraman, Jakarta Pusat (Jakpus), Kamis (13/4).

“Dulu saya orang Indonesia Timur, jadi orang berpikir wah orang Indonesia Timur bisa mendukung,” sambungnya.

Kriteria kedua, kata JK, sosok calon wakil presiden untuk Anies harus yang mampu bekerja sama dalam menjalankan roda pemerintahan. Dia tak mengerucut pada nama politikus atau tokoh yang dinilai memenuhi dua kriteria tersebut.

“Kedua, mampu bekerja sama dalam menjalankan, kalau menang mampu bekerja sama dalam menjalankan pemerintahan nanti, kalau menang. Itu dua hal syaratnya,” ujarnya.(jpc/bbs/azw)

Demokrat Ngaku Kasihan Lihat Anas Urbaningrum

ANAS BEBAS: Anas Urbaningrum saat bebas dari Lapas Sukamiskin.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Ketua Badan Pembina Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi (BPOKK) DPP Partai Demokrat Herman Khaeron mengaku kasihan dengan mantan Ketua Umum (Ketum) Demokrat Anas Urbaningrum usai bebas dari Lapas Sukamiskin. Herman menyebut ada pihak yang ingin memanfaatkan Anas.

“Begini ya, Mas Anas ini kan tidak menyampaikan apapun dan tentu kalau melihat situasinya ini kan hanya diadu domba saja apakah itu oleh kubu PKN maupun kubu Moeldoko. Jadi kalau kita mau melihat bagaimana kegaduhan, kasihan juga Mas Anas sebetulnya,” kata Herman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/4)

Herman mengaku kasihan karena dengan adu domba itu, masa lalu Anas kembali diungkit oleh publik. Menurutnya, tak ada masalah antara Anas dan Partai Demokrat. “Kasihannya kenapa? Pada akhirnya banyak orang mengungkap kembali masa lalunya, mengangkat kembali persoalan kasusnya, kasihan, sehingga berhenti kubu Moeldoko dan PKN untuk terus mengadu domba keberadaan Anas terhadap Partai Demokrat, tidak ada masalah gitu,” ujarnya.

Dia juga mengatakan ucapan Anas soal skenario besar tak terkait dengan Demokrat. Menurutnya, hal itu cuma dipelintir oleh pihak tertentu. “Nggak ada. Nggak ada (kaitannya sama Demokrat). Itu kan hanya dipelintar-pelintir saja. Baik oleh yang selama ini berada di Moeldoko maupun Pasek yang di PKN. Anas sendiri menurut saya tidak ada hal-hal yang ingin bermusuhan dan lain sebagainya. Menurut saja kasihan Mas Anas,” tutur Herman.

“Kasihan, karena pada akhirnya saya melihat di medsos di manapun, pada akhirnya banyak yang mengkritiknya. Seharusnyakan menikmati kebebasan, menikmati masa di luar tahanan, menyelesaikan berbagai perjalanan kasusnya dan tinggal hidup lebih tenang,” imbuhnya. (jpc/bbs/azw)