Home Blog Page 1651

Bawa 1,3 Ton Ganja ke Medan, Warga Aceh Terancam Hukuman Mati

DILIMPAHKAN: Mawardi, terdakwa kasus kurir ganja seberat 1,3 ton saat dilimpahkan ke Kejari Medan. (Ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terdakwa Mawardi (23) warga asal Aceh terancam mendapat hukuman pidana mati. Pasalnya, dia didakwa jaksa atas kasus membawa ganja seberat 1,3 ton dari Aceh menuju Medan, dalam sidang virtual di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (28/3).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nalom Tatar P Hutajulu dalam dakwaannya, perkara tersebut berawal terdakwa pada 11 Desember 2022, bertemu dengan teman terdakwa yang bernama Bayu (DPO) di Desa Sesik, Kecamatan Blang Kejeren, Aceh.

“Kemudian terdakwa bersama dengan Bayu pergi bersama dengan menggunakan satu unit Mobil Box menuju tempat minum kopi di Kota Blang Kejeren Aceh,” ungkap JPU.

Beberapa saat kemudian, terdakwa minta pulang ke rumahnya karena anak terdakwa minta terdakwa pulang kerumah, dan Bayu menyuruh terdakwa untuk membawa mobil Daihatsu Grandmax tersebut pulang kerumahnya.

Keesokan harinya, terdakwa dihubungi oleh Bayu untuk meminta terdakwa datang ke Desa Palok, Kecamatan Blang Kejeren dan sesampainya dilokasi tersebut terdakwa bertemu dengan Bayu dan sedang dimuat ganja-ganja yang terbungkus lakban dan juga dimasukan kedalam karung goni dalam mobil Box tersebut oleh 5 orang laki-laki yang tidak ketahui identitasnya oleh terdakwa.

“Terdakwa berdiri sambil melihat ganja-ganja kering tersebut dimuat bersama dengan Bayu, dan terdakwa bertanya kepada Bayu mau dibawa kemana? dan Bayu menjawab Yok kawani aku bawa ini ke kota Cane, nanti sampai disana kita tinggalin mobil ini, nanti ku kasih upahmu Rp5 juta,” ucapnya.

Kemudian terdakwa dan Bayu pergi bersama dengan membawa paket daun ganja kering tersebut dengan satu unit Mobil Box Merk Daihatsu Grandmax warna hitam BL 8237 HC, dan tiba di Desa Tambi, Kecamatan Putri Betung, mobil berhenti dan kemudian Bayu menghampiri seorang laki-laki yang tidak ketahui identitasnya oleh terdakwa.

“Bayu kembali ke mobil dan menyuruh terdakwa untuk membawa mobil tersebut duluan ke depan ke tempat sepi, dan tidak beberapa lama kemudian datang mobil warna hitam yang ternyata mobil tersebut dikemudikan oleh Bayu. Mobil tersebut dikeluarkan satu buah Goni yang didalamnya berisikan ganja sekitar 15 bal yang berisikan ganja dan lalu dimasukkan ke dalam mobil Grandmax,” urainya.

Selanjutnya, mobil tersebut ditinggalkan dilokasi tersebut dan teman terdakwa yang bernama Bayu masuk ke dalam mobil Granmax tersebut dan melanjutkan perjalanan ke Kota Cane.

Sesampainya di Kota Cane, terdakwa minta untuk turun dikarenakan saat itu tidak berjumpa dengan orang yang akan menerima paket daun ganja kering tersebut. Kemudian terdakwa mengikuti Bayu hingga terdakwa tertidur dan terdakwa terbangun ternyata sudah tiba di Kabanjahe. Di Kabanjahe, terdakwa dan Bayu makan lalu Bayu menyerahkan uang sebesar Rp2 juta kepada terdakwa.

Lalu Bayu melanjutkan perjalanannya hingga terbangun ternyata sudah sampai di Bandarbaru, dan kemudian tidak bertanya lagi kepada Bayu kemana tujuan selanjutnya.

Sekira pukul 19.00 WIB, mobil Grandmax yang berisikan paket daun ganja kering tersebut sampai di Simpang Jalan Titi Kuning Medan dan tepatnya di depan Indomaret. Kemudian Bayu menghubungi seorang yang tidak ketahui identitasnya oleh terdakwa dan setelah itu Bayu masuk ke dalam mobil Grandmax.

Terdakwa menghubungi nomor tersebut dan mengetahui nomor tersebut adalah pemesan dari paket daun ganja kering tersebut. Pemesan mengarahkan terdakwa untuk datang ke SPBU Asrama Haji Jalan AH Nasution Medan, dan Bayu menyuruh terdakwa untuk mengantar sendirian disebabkan lokasi pemesan paket ganja kering tersebut.

Kemudian, tiga petugas dari Polrestabes Medan mendapatkan informasi tentang adanya pengiriman narkotika jenis daun ganja kering dalam jumlah banyak dari Aceh ke Kota Medan. Petugas melakukan penyilidikan di Jalan Jamin Ginting tepatnya di Fly Over. Tim penangkap melihat satu unit mobil box Grandmax yang dicurigai kemudian menghentikan mobil tersebut dan dilakukan penggeledahan.

“Dari penggeledahan tersebut, ditemukan paket-paket daun ganja kering dalam jumlah yang banyak dengan rincian 366 bal yang beriskan narkotika jenis ganja berat kotor 366.000 gram, 36 karung goni masing-masing berisikan 27 bal dengan jumlah 972 bal yang berisikan narkotika jenis ganja berat kotor 972.000 gram dan uang tunai Rp2 juta,” sebut JPU.

Bahwa terdakwa sudah pernah melakukan pengedaran daun ganja kering dari Desa Agusen, Kecamatan Blang Kejeren pada sekira bulan Januari 2021 dan sekira bulan Maret 2022 dengan tujuan pemesan barang tersebut di kota Medan.

“Perbuatan terdakwa diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 132 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” tukas JPU. (man)

Anggota Geng Motor Diciduk Polisi, Pelaku Lain Diminta Serahkan Diri

BERSAMA: Pelaku NY (tengah) bersama barang bukti motor hasil curian yang diduga dibuang ke Barak Tanjungpamah.Istimewa/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO- Aksi geng motor yang meresahkan masyarakat Kota Binjai ditanggapi serius oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai. Meski demikian, baru seorang pelaku yang diamankan polisi.

Kasi Humas Polres Binjai, Iptu Riswansyah menjelaskan, seorang pria berinisial NY alias Rawi (19) diamankan karena diduga melakukan penyerangan kepada masyarakat secara berkelompok. Namun saat ditanya pelaku tergabung dalam kelompok geng motor apa, Riswansyah tidak dapat menjelaskan.

Diduga NY tergabung dalam kelompok geng motor SL yang memberi keresahan kepada masyarakat. “Pelaku NY diamankan saat sedang berada di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Setia, Binjai Kota,” kata Riswansyah, Selasa (28/3/2023).

Dia menjelaskan, polisi melakukan pengembangan bersama NY untuk mencari motor hasil curian. Menurut Riswansyah, sepeda motor Yamaha Mio Soul tanpa nomor polisi yang diduga barang curian milik korban berhasil disita, beserta 1 HP android dan uang tunai Rp300 ribu.

Motor curian diduga dibuang ke barak penampungan Dusun Tanjungpamah, Desa Namorube Julu, Kutalimbaru, Deliserdang. Ditanya motor curian didapat di mana, juru bicara Polres Binjai ini tidak memberi keterangan.

NY diamankan atas kasus dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Kartini, Binjai Kota, Kamis (23/3/2023). Kasus ini menjadi viral karena korban mendapat penganiayaan secara bersama-sama yang diduga dilakukan geng motor.

Ditambah lagi, korban mendapatkan aksi yang beringas jelang sahur perdana pada Ramadan 1444 Hijriah. Dugaan sementara, sambung Riswansyah, jumlah terduga pelaku lebih kurang sekitar 20 orang yang melakukan penghadangan kepada korban berinisial FM (18) dan NF (21).

“Ketika melakukan penghadangan, saat itu juga para pelaku melakukan pemukulan dan pembacokan terhadap korban FM dan NF. Kemudian para pelaku mengambil dan melarikan sepeda motor korban Yamaha Mio Soul,” ujar dia.

Akibat penganiayaan bersama-sama ini, korban MF mengalami luka pada pundak kanan, luka punggung, memar pada tangan kanan dan kepala sebelah kanan bengkak. Sementara korban NF mengalami luka bacok pada leher belakang dan luka pada punggung.

Atas keajadian tersebut korban merasa keberatan kemudian melaporkan ke Polres Binjai.

“Kami mengimbau kepada terduga pelaku lainnya untuk segera menyerahkan diri ke Polres Binjai. Identitas terduga pelaku lainnya sudah diketahui,” tutup Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP M Rian Permana. (ted)

Manfaatkan Lahan Tidur, Kapolres Binjai Tanam Pohon Rambutan

TANAM BIBIT: Kapolres Binjai, AKBP Hendrick Situmorang saat melihat Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah menanam bibit pohon rambutan.Istimewa/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kapolres Binjai, AKBP Hendrick Situmorang melakukan penanaman pohon rambutan di sejumlah titik pada markasnya, Jalan Sultan Hasanuddin, Binjai Kota, Senin (27/3/2023). Ini dilakukan dalam rangka mendukung program pemerintah dan arahan Kapolda Sumut, Irjen Panca Putra Simanjuntak tentang pemanfaatan lahan sebagai lokasi ketahanan pangan nasional.

Selain tanam pohon rambutan, Kapolres bersama unsur forkopimda juga menabur 10 ribu benih ikan nila bangkok dan nila gesit di kolam. “Penanaman pohon rambutan dilakukan sebagai upaya penghijauan dan sekaligus ikonnya Kota Binjai sebagai kota rambutan,” kata Hendrick, Selasa (28/3/2023).

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Binjai karena telah mendukung program ketahanan pangan dan juga atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Saya berharap, kerjasama yang baik ini dapat terus berlangsung,” seru dia.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah mengucapkan terima kasih kepada Polres Binjai yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Ia menyebutkan, Pemerintah Kota Binjai sangat mengapresiasi dan menyambut baik penanaman pohon rambutan dan penebaran benih ikan ini.

Amir mengimbau kepada seluruh pihak terkait agar dapat memelihara apa yang sudah ditanam dan dapat dilanjutkan. Diharapkan pula partisipasi aktif dari seluruh pihak untuk bersama-sama melakukan upaya pelestarian tanaman pohon di lingkungan masing-masing secara berkelanjutan.

Ia menambahkan, dengan penebaran benih ikan, tentunya ini akan memberikan dampak dan manfaat baik dari segi ekosistem pada perairan tersebut maupun bagi manusia sebagai bahan pangan.

“Hari ini akan ditabur 10.000 ekor benih ikan nila dan 7 (tujuh) buah bibit pohon rambutan yang diharapkan dapat memberikan manfaat dan terjadi keseimbangan alam serta lingkungan semakin terjaga,” ucapnya.

“Mari kita kuatkan komitmen kita bersama, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya air, dikarenakan setiap tetes air sangat berharga bagi kelanjutan hidup,” pungkasnya. (ted)

BI Sibolga Siapkan Rp1,9 Triliun Penukaran Uang Jelang Idul Fitri

SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – Bank Indonesia Sibolga meluncurkan program terpadu semarak rupiah Ramadan dan berkah Idul Fitrii (SERAMBI) tahun 2023, di Graha Aulia BI Sibolga, Selasa (28/3/2023).

Kepala Perwakilan BI Sibolga, Yuliansyah Andrias mengatakan, SERAMBI 2023 merupakan rangkaian kegiatan pemenuhan kebutuhan uang rupiah dan layanan kas kepada masyarakat periode Ramadan dan Idul Fitri 1444 Hijriah.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah kerjanya di 16 kabupaten/kota, BI Sibolga menyiapkan uang tunai Rp1,9 triliun. Angka tersebut meningkat 6 persen dari realisasi tahun 2022.

“Kita bekerjasama dengan perbankan menyediakan layanan penukaran uang di bank, tersebar di 83 titik di 16 kabupaten/kota. Jadwalnya mulai 28 Maret 2023 hingga 20 April 2023,” kata Yuliansyah Andrias.

Di luar 83 titik layanan penukaran di perbankan tersebut, BI Sibolga bekerja sama dengan 10 bank di Sibolga dan Padangsidimpuan juga akan melakukan layanan penukaran uang bersama.

BI dan perbankan menyiapkan modal kerja berupa uang pecahan kecil (UPK) sebesar Rp26 miliar terdiri dari uang pecahan Rp1.000 hingga Rp20.000.

Untuk layanan ini, masyarakat diharapkan memesan terlebih dulu melalui website pintar.bi.go.id. Terdapat souvenir menarik untuk 100 pendaftar pertama setiap harinya.

Jadwalnya, di pelataran parkir Masjid Agung Sibolga, berlangsung pada 28-31 Maret 2023 mulai dari pukul 09.00 WIB-15.00 WIB.

Kemudian, di pelataran ATC Mall Kota Padangsidimpuan pada 10-14 April 2023 juga dimulai pukul 09.00 WIB-15.00 WIB.

Acara peluncuran SERAMBI 2023 dihadiri Wali Kota Sibolga, Jamaluddin Pohan, Kapolres Sibolga, AKBP Taryono Raharja, Dandim 0211/TT, Letkol Inf Jon Patar Banjarnahor dan para pimpinan perbankan.

Yuliansyah Andrias juga menjelaskan tiga framework BI dalam pengelolaan uang rupiah yang dioptimalkan menjelang hari raya.

“Pertama ketersediaan uang rupiah yang berkualitas dan terpercaya, kedua sistem distribusi uang yang efisien dengan layanan kas prima dan ketiga adalah infrastruktur,” katanya.

Dia juga mengajak masyarakat untuk cinta, bangga, paham rupiah. Dengan implementasi cinta dan merawat uang rupiah, bangga menggunakan uang rupiah, dan paham menggunakannya secara bijak.

BI juga mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan transaksi pembayaran secara non tunai diantaranya QRIS, memperluas kepersertaan BI-FAST, termasuk kanal layanan dan akseptasi masyarakat.

Serta mendorong penyedia jasa pembayaran (PJP) untuk menyiapkan infrastruktur menghadapi peningkatan transaksi pada periode Ramadan dan Idul Fitri 1444 Hijriah.

Sejalan dengan itu, BI juga menempuh langkah strategis guna memastikan kelancaran sistem pembayaran non tunai.

BI memastikan kesiapan (ketersediaan dan keandalan) sistem dan layanan kritikal BI untuk menjamin keberlangsungan operasional sistem pembayaran yang diselenggarakan BI (tunai dan nontunai).

“Termasuk memantau sistem peserta dalam memberikan pelayanan transaksi pembayaran,” katanya.

Wali Kota Sibolga, Jamaluddin Pohan mengapresiasi kegiatan SERAMBI 2023 seraya mengajak masyarakat untuk berperilaku belanja bijak dan mencermati ciri-ciri keaslian uang rupiah dengan senantiasa menerapkan 3D (dilihat, diraba dan diterawang).

“Kita berharap, masyarakat menukarkan uang di tempat resmi yang telah disediakan. Jangan mau menukar dengan calo, dikhawatirkan nanti uang palsu. Jika masyarakat menemukan dugaan uang palsu, segera melaporkan ke Polres Sibolga agar cepat ditindak,” katanya.

Wali Kota Jamaluddin Pohan juga mengatakan, belanja bijak dapat diwujudkan dengan belanja sesuai kebutuhan, tidak berlebihan. Pastikan kualitas setara dengan harga dan tidak menimbun pembelian.

“Silahkan belanja produk dalam negeri, khususnya produk UMKM, dan alokasikan dana secara tepat, berhemat dan menabung,” katanya. (Mag-5)

Di Tahun Politik, Hendrik Sitompul Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Memasuki tahun politik, Anggota DPR/MPR RI Fraksi Demokrat, Hendrik H Sitompul mengajak masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, karena sangat penting untuk mencapai cita-cita masyarakat adil dan makmur. Hal ini disampaikan Hendrik Sitompul di hadapan ratusan masyarakat ketika melakukan sosialisasi 4 pilar kebangsaan kepada masyarakat di daerah pemilihan Sumut 1 meliputi Kota Medan, Kabupaten Deliserdang, Serdangbedagai, dan Kota Tebingtinggi, Sabtu (4/3) lalu.

“Jangan gara-gara politik, kita terpecah belah. Karena sejatinya, politik itu bertujuan untuk kesejahteraan bersama (bonum commune),” kata Hendrik dalam siaran persnya yang diterima Sumut Pos, Selasa (28/3).

Hendrik mengingatkan, agar polarisasi yang berpotensi memecah belah bangsa ini harus dihindari. Masyarakat diajak belajar dari pemilu sebelumnya, dimana polarisasi begitu berpotensi memecah belah bangsa ini. “Kita hampir terpecah belah gara-gara pilihan. Maka dari itu, pilihan boleh berbeda tapi persatuan dan kesatuan harus tetap dijaga,” imbau Wakil Bendahara Umum DPP Partai Demokrat ini.

Hendrik juga menegaskan, Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia sudah final dan tidak perlu diperdebatkan lagi sehingga semua anak bangsa harus mengakui itu sebagai satu-satunya ideologi negara, dimana salah satu sila dari Pancasila itu ada Persatuan dan Kesatuan dan di UUD 1945 juga jelas disebutkan bahwa Negara Republik Indonesia adalah negara kesatuan. “Pada sila ke-3 Pancasila disebutkan, Persatuan dan Kesatuan dan di UUD 1945 juga disebutkan bahwa negara kita berbentuk kesatuan, jadi hal ini perlu kita pegang teguh dan jaga,” tandasnya. (adz)

Awali Safari Ramadan, AHY Soroti Kesadaran Anak Muda pada SDM dan Ekonomi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) resmi memulai rangkaian kegiatan Safari Ramadan 1444 Hijriah di DKI Jakarta, Senin (27/3/2023) sore. Ditemani istri tercintanya Annisa Pohan Yudhoyono, AHY membekali ratusan perwakilan mahasiswa Bidikmisi (Bantuan Pendidikan Mahasiswa Berprestasi) dari STIE Kusuma Bangsa sambil ngabuburit menunggu waktu buka puasa.

Dalam kesempatan tersebut, AHY menekankan pentingnya kesadaran anak muda terhadap pembangunan ekonomi dan sumber daya manusia (SDM) bangsa. Dalam aspek pembangunan ekonomi, AHY menjelaskan bahwa UMKM merupakan kekuatan ekonomi riil rakyat.

“UMKM kita memberikan 60 persen kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan ekonomi nasional,” ujar AHY kepada para mahasiswa di Pendopo Wakil Ketua DPRD Fraksi Partai Demokrat Provinsi Jakarta sekaligus tuan rumah H Misan Samsuri, Cipayung, Jakarta Timur.

“Kemudian UMKM berkontribusi menyerap sekitar 95 persen tenaga kerja kita. Ini menunjukkan betapa besarnya dampak peranan UMKM kita,” lanjut AHY.

Sedangkan di aspek pembangunan SDM bangsa, AHY mengingatkan bahwa Indonesia akan mengalami bonus demografi, yaitu sebuah realitas bahwa penduduk Indonesia akan didominasi oleh generasi muda. “Diprediksi pada tahun 2030-2045, Indonesia akan memasuki masa puncak bonus demografi. Ada kata-kata bonus karena dianggap berlebihan jumlahnya; 70 persen berusia produktif termasuk dominasi dari generasi Y/milenial atau generasi Z,” ingat AHY.

“Jadi mengapa kita harus benar-benar fokus pada upaya membangun sumber daya manusia generasi muda kita saat ini? karena nanti yang akan mengawaki Indonesia adalah generasi muda ini. Jadi harus diperkuat pendidikannya, diperkuat kualitas manusianya dan harus memiliki keterampilan abad 21 yang membawa Indonesia maju ke depan,” tambah AHY disambut tepuk tangan para mahasiswa.

Menurutnya, semangat program Bidikmisi besutan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) harus terus dipertahankan. “Yang penting semangatnya adalah kita ingin memberikan akses seluas-luasnya kepada generasi penerus bangsa untuk bisa mengikuti pendidikan dasar menengah dan tinggi,” ujar AHY.

“Di zaman Pak SBY, program Bidikmisi berhasil meningkatkan jumlah penduduk yang bisa mengikuti pendidikan tinggi dari 6.3 juta pada tahun 2005 menjadi 11,3 juta pada tahun 2014,” lanjutnya.

AHY meneruskan, program Bidikmisi juga berhasil memberikan akses pendidikan tinggi terbuka dan terjangkau untuk mengurangi ketimpangan sosial dan ketimpangan ekonomi Indonesia. ”Kita tahu kebodohan adalah sumber dari kemiskinan. Kita tidak ingin ada yang miskin di negara kita, kita tidak inigin ada yang bodoh di negara kita,” tegas AHY.

AHY yakin jika kedua aspek (pembangunan ekonomi dan SDM) dapat terus menjadi perhatian, dan diperjuangkan, maka Indonesia akan semakin maju di tahun mendatang, dan impian Indonesia Emas 2045 juga dapat terealisasi.

Selain memberikan motivasi dan pembekalan kepada mahasiswa dan mahasiswi STIE Kusuma Bangsa, AHY juga memberikan apresiasi kepada para pelaku UMKM dengan memberikan penghargaan UMKM Award. Dalam kesempatan tanya jawab, AHY memberikan apresiasi kepada Suherman (45) dan Mulyani (46) sebagai pemilik usaha kue Betawi Ma’Uyung yang merupakan salah satu dari 4200 UMKM binaan DPD PD Jakarta.

“Alhamdulillah kita selalu diberikan kesempatan dan dilibatkan di acara-acara penting oleh Partai Demokrat selama enam tahun melalui H. Misan Samsuri sehingga omset kita terus naik, bahkan di masa Covid-19,” ujar Mulyani.

“Alhamdulillah juga berkat pembinaan Partai Demokrat, kue kita sudah go internasional, sudah sempat dikirim ke Belanda dan Malaysia,” lanjutnya.

Menanggapi kesuksesan tersebut, AHY berharap semangat program pembinaan UMKM ini dapat terus dijaga dan dijalankan secara konsisten. “Ini sebuah bukti kalau produknya bagus maka bisa tembus untuk pasar internasional. Kita boleh bertanding karena kita tidak kalah kualitasnya,” jelas AHY.

Usai memberikan penghargaan tersebut, AHY juga memberikan santunan kepada ratusan anak yatim, bantuan sembako untuk masyarakat, dan dilanjutkan dengan acara buka bersama. AHY bersama rombongan hadir di Pendopo H Misan Samsuri sekitar pukul 16.30 WIB. Meskipun hujan turun cukup lebat, ribuan masyarakat dan kader Demokrat yang hadir menyambut kedatangan AHY dengan penuh semangat.

Turut menghadiri acara ini diantaranya, anggota Majelis Tinggi Partai Jafar Hafsah, Andi Malarangeng, Nachrowi Ramli, Melani Leimena Suharli, Ketua DPD PD DKI Jakarta Mujiyono dan para jajaran pengurus DPP Demokrat dan DPD Demokrat DKI Jakarta. (rel/adz)

Klarifikasi Oknum Pengacara yang Dilaporkan Berzina, WW Itu Sepupu Saya

Iqbal Syahputra Siregar (kiri) oknum pengacara yang dilaporkan berzina, didampingi temannya sesama pengacara usai memberikan klarifikasi, Senin (27/3) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Iqbal Syahputra Siregar oknum pengacara yang dilaporkan berbuat zina dengan istri kliennya ke Polrestabes Medan, akhirnya angkat bicara. Menurut pengacara yang menjabat sebagai Direktur LKBH Pendawa ini, kejadian itu tidak seperti yang diberitakan dari pihak pelapor yakni, Jaka Syahputra yang tidak lain dari suami WW, wanita yang bersamanya di kamar hotel.

“Jadi sebenarnya WW itu adalah sepupu saya, ibu dia dan ibu saya kakak beradik. Jadi kita tidak ada melakukan zina seperti yang mereka tuduhkan, kita hanya menumpang istirahat,” jawab Iqbal kepada wartawan, Senin (28/3) malam.

Dijelaskan Iqbal, status antara WW dan Jaka sudah tidak berhubungan suami istri lagi karena Jaka sudah menjatuhkan talak kepada WW.

“Perkara dia sudah pisah secara pengadilan itu bukan kapasitas saya mencampurinya, namun dari yang saya ketahui WW sudah dijatuhi talak oleh suaminya,” kata Iqbal.

Kata talak dari Jaka itu diketahui Iqbal dari WW yang menyatakan kalau Jaka di depan asisten rumah tangganya bernama Yuni, bahwa ia menjatuhkan talak kepada WW di hadapan kitab suci.

“Kak Yuni (ART-nya), ini di hadapan Alquran saya menjatuhkan talak kepada WW,” kata Iqbal menirukan ucapan WW kepada dirinya.

Jadi selama berpisah itu, sambung Iqbal, dirinya membantu WW dalam hal pekerjaan sebagai akuntan pajak. Apalagi kondisi WW seusai talak itu tidak pernah lagi mendapat nafkah untuk menghidupi 3 anaknya hasil perkawinannya dengan Jaka.

“Lantas saya mencari lah klien-klien yang mau mengurus pajak lalu saya berikan ke WW untuk mengerjainya agar dia memiliki penghasilan untuk membiayai anak-anaknya,” jelas Iqbal.

Terkait dirinya yang dikatakan masih sebagai pengacara Jaka, Iqbal mengakuinya kalau itu terjadi pada 2021 lalu. Ia menerima sebagai kuasa dari Jaka terkait perkara warisan antara ia dengan ibu tirinya.

“Itu kuasa khusus dalam mendampingi beliau perkara hak warisan antara dia dengan ibu tirinya terkait dugaan pemalsuan surat tanah yang diduga dilakukan ibu tirinya,” kata Iqbal.

“Tapi itu semua sudah kita lakukan kuasa khusus tersebut mendampinginya dalam melaporkannya ke Polres Belawan. Itu sudah saya tunaikan dan bersifat prodeo karena dia merupakan bagian dari keluarga saya,” jelas Iqbal.

Maka atas laporan itu, Iqbal mengaku menyerahkan proses hukum sepenuhnya ke penyidik Polrestabes Medan. Namun dirinya juga melakukan upaya hukum dengan melaporkan balik pihak Jaka dengan dugaan pencemaran nama baik melalui transaksi informasi elektronik (UU ITE).

“Ada yang memposting video penggerebekan itu ke sosial media berikut dengan captionnya sehingga sangat merugikan terutama psikis anak-anak WW yang merasa malu melihat tayangan video itu,” beber Iqbal.

Diberitakan sebelumnya, oknum pengacara, Iqbal Syahputra Siregar (ISS) dilaporkan ke Polrestabes Medan atas kasus dugaan tindak pidana perzinahan. Laporan tersebut dilaporkan oleh Jaka Syahputra (39) yang merupakan kliennya.

Selain ISS, Jaka juga melaporkan istrinya berinisial WW. Keduanya tertangkap basah di salah satu kamar hotel yang berada di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, pada Selasa, 21 Maret 2023 lalu.

Bersama pengacaranya Ahmad Fadhly Roza SH MH, Jaka melaporkan kejadian itu ke Polrestabes Medan dengan nomor laporan polisi: LP/B/983/III/2023/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA tertanggal 21 Maret 2023 tentang kasus tindak pidana Perzinahan UU Nomor 1 Tahun 1946 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 284 KUHP. (man)

Kondisi Atap Bocor di Pasar Marelan Jadi Perhatian Komisi III

RAPAT: Komisi III DPRD Medan gelar RDP bersama manajemen PUD Pasar di gedung DPRD Medan.istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kondisi atap bocor di Pasar Marelan yang dikeluhkan para pedagang menjadi perhatian Komisi III DPRD Medan. Untuk itu, komisi III meminta manajemen PUD Pasar Kota Medan untuk maksimalkan pengelolaan Pasar Marelan.

Komisi III juga meminta agar bangunan kios yang bocor karena atap rusak di Pasar Marelan dapat segera diperbaiki dan ditata guna kenyamanan para pedagang dan pembeli.

Hal itu direkomendasikan Komisi III DPRD Medan dari hasil rapat dengar pendapat (RDP) bersama manajemen PUD Pasar di gedung DPRD Medan, Senin (27/3).

Rapat dipimpin Sekretaris Komisi III Hendri Duin Sembiring, didampingi anggota komisi seperti Edward Hutabarat, Abdul Rahman Nasution alias Mance, dan R Muhammad Khalil Prasetyo. Hadir juga mewakili PUD sejumlah direksi PUD Pasar Kota Medam, dan Ketua P3TM Pasar Marelan, Ali S serta sejumlah pengurus P3TM Pasar Marelan lainnya.

“Guna kepentingan pedagang, kita minta manajemen PUD Pasar supaya memprioritaskan kenyamanan pedagang. Untuk itu, PUD Pasar harus melakukan perbaikan fasilitas Lantai II di Pasar Marelan. Kita harapkan, atap dan Plafon yang bocor bisa segera diperbaiki,” ucap Edward Hutabarat.

Dikatakan politisi PDIP itu, Manajemen PUD Pasar harus mengutamakan kondusifitas para pedagang saat berjualan. “Bangunan bocor harus segera diperbaiki, jangan ada pembiaran, malu kita kalau para pedagang mengeluh karena bangunan rusak,” ujarnya.

Dijelaskan Edward, pihaknya menyadari bahwa Pasar Marelan merupakan salah satu pasar yang asetnya belum diserahkan Pemko Medan ke PUD Pasar sebagai aset yang terpisah. Dengan begitu, ada kendala yang membuat PUD Pasar belum bisa memperbaiki pasar tersebut.

“Namun dalam kondisi darurat, ada diskresi. Sumber Dananya bisa dari APBD dengan kondisi darurat, tujuannya agar pasar dapat ditempati dengan layak,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Hendri Duin juga menyampaikan agar pihak PUD Pasar dengan P3TM dapat duduk bersama dan tidak saling menyalahkan. “Kita cari solusi terbaik demi kenyamanan pedagang yang tentu akan meningkatkan PAD,” kata Hendri Duin.

Dikatakan Duin, untuk rencana perbaikan bangunan dan alokasi anggaran, pihak manajemen PUD Pasar harus berkoordinasi dengan dewan pengawas. “Intinya, kita tetap mendorong dilakukannya pemberdayaan para pedagang,” kata Duin.

Sebelumnya, Ketua P3TM Pasar Marelan, Ali menyampaikan bahwa kondisi lantai 2 Pasar Marelan sangat memprihatinkan, sehingga pedagang enggan menempati kios-kiosnya. Ali pun menuding, pihak PUD Pasar tidak serius dalam mengelola pasar Marelan.

“Sekitar 224 kios di lantai 2 yang kosong karena atap rusak. Pedagang tidak mau menrlempati karena tidak ada arahan dari pihak PUD Pasar,” beber Ali.

Dijelaskan Ali, gedung Pasar Marelan yang dibangun Pemko Medan tidak dipelihara oleh PUD Pasar. “Kami berharap Pasar Marelan ini dapat dlsegera diperbaiki supaya para pedagang bisa kembali berjualan,” pungkasnya. (map/ila)

Diskop UKM Sumut Dorong Keamanan Produk Usaha

Kegiatan pengembangan kewirausahaan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Utara mendorong daya saing pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) atas produk-produk yang dihasilkan dengan baik.Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumut, Suherman, kepada wartawan, Senin (27/3).

Ia mengatakan ketidaktepatan pengelolaan produk pangan dari sisi keamanan (higienis), selain merugikan konsumen, juga akan merusak bisnis bahkan mematikan bisnis UMK.

“Untuk itu, jangan sampai hal itu terjadi. Pelaku UMK, harus kita boboti dengan pengetahuan dan wawasan keamanan, produk pangan yang dihasilkan. Sehingga bisa berdaya saing,” ucap Suherman.

Salah satu faktor kunci dalam peningkatan keamanan pangan, kata Kadis Suherman didampingi Kabid Pemberdayaan Usaha Kecil Retno Indrayani dan Kabid Kelembagaan Unggul Sitanggang, yaitu kompetensi sumber daya manusia atau personal hygiene.

“Seringkali penyebab munculnya berbagai kasus keracunan di Indonesia karena faktor higienitas perorangan. Terjadi kontaminasi olahan pangan, sengaja maupun tidak disengaja, yang berasal dari karyawan yang tidak higienis,” jelas Suherman.

Suherman mengatakan, bahwa perlu diberikan pemahaman yang lebih luas bagi pelaku UMK tentang pengolahan pangan, mulai dari tahap persiapan, pembersihan, pengolahan hingga penyajian makanan yang tepat.

Berkaitan dengan hal tersebut, Diskop UKM Sumut baru saja menggelar Kegiatan Pengembangan Kewirausahaan Melalui Peningkatan Keamanan Pangan Produk UMK.

Kabid Pemberdayaan Usaha Kecil Retno Indrayani, mengatakan kegiatan pengembangan kewirausahaan itu digelar di Hotel Grand Kanaya Medan, pada 20-21 Maret 2023 lalu. Hadir sejumlah pelaku UMK dari kabupaten/kota di Sumut.

Hadir sebagai narasumber dari unsur Badan Pengawas Obat dan Makanan Medan, dengan materi terkait Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), prosedur mendapatkan Izin Edar Pangan Olahan serta materi terkait Keamanan Pangan dan Bahan Tambahan Pangan.

Dari kegiatan pengembangan kewirausahaan, kata Kabid Pemberdayaan Usaha Kecil Retno Indrayani, diketahui bahwa keamanan pangan sepanjang rantai pangan dari hulu sampai ke hilir, adalah tanggung jawab bersama, baik pemerintah, masyarakat maupun pelaku usaha.

“Dan hal ini sudah sepatutnya menjadi concern bersama. Sebab pangan yang aman, berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia, dimana pangan yang aman merupakan prasyarat terbentuknya masyarakat yang sehat dan sejahtera,” pungkas Retno Indrayani.(gus/ila)

Pembangunan Underpass Juanda dan HM Yamin Tahun Ini Dikerjakan

Foto Underpass Simpang Titi Kuning

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi (SDABMBK), memastikan pembangunan dua underpass di Kota Medan, yakni underpass simpang Jalan Juanda dan underpass simpang Jalan H.M. Yamin yang bersumber dari APBD Kota Medan akan dilakukan pada tahun ini.

“(Kedua underpass) akan dikerjakan di tahun 2023 ini juga,” ucap Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan, Topan O.P Ginting kepada Sumut Pos, Selasa (28/3/2023)

Saat ini, kata Topan, proses pembangunan kedua underpass tersebut masih menunggu Detail Engineering Desain (DED) yang belum selesai dikerjakan oleh pihak konsultan dari Universitas Sumatera Utara.

“DED nya masih dikerjakan di USU, kita menunggu DED tersebut,” kata Topan.

Hal senada disampaikan Sekretaris Dinas SDABMBK Kota Medan, Willy Irawan. Dikatakan Willy, DED kedua underpass tersebut sedang dikerjakan dan dalam tahap finalisasi.

“DED nya on going, targetnya (DED) bulan 3 (Maret) ini selesai, jadi sedang dalam tahap finalisasi,” jawab Willy.

Begitu DED selesai dikerjakan, sambung Willy, maka Pemko Medan akan segera melelang pekerjaan kedua underpass tersebut.

“Begitu DED nya selesai (akan dilelang), saat ini semua masih on the track,” sambungnya.

Mereka pun menargetkan, pekerjaan fisik kedua underpass tersebut dapat dikerjakan sesegera mungkin. Targetnya, pekerjaan fisik underpass simpang Juanda dan underpass simpang H.M. Yamin dapat dikerjakan pada Tri Wulan Ketiga (TW 3) atau sekitar bulan Juli hingga September 2023.

“Target di Tri Wulan Ketiga sudah mulai pembangunan fisik,” tuturnya.

Willy pun tidak menampik tentang DED underpass simpang Juanda yang sedang dikaji ulang karena adanya rel kereta dan drainase MUDP di Jalan Juanda yang dinilai cukup menghambat pembangunan. Akan tetapi, hal itu tidak serta merta membuat pembangunan underpass akan dipindah dari Jalan Juanda (timur – barat) ke Jalan Brigjend Katamso (utara – selatan).

“Semua masih on the track, DED masih dikerjakan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Medan, Endar Sutan Lubis menjelaskan, bahwa untuk underpass simpang Jalan Juanda, Pemko Medan melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Medan, tengah mempersiapkan diri untuk melakukan pembebasan lahan. Namun, hal itu belum bisa dilakukan karena belum rampungnya Detail Engineering Design (DED) underpass tersebut.

“Untuk underpass (simpang) Juanda sedang dikaji kembali DED nya oleh Dinas PU (SDABMBK), karena terhalang oleh satu saluran MUDP (Medan Urban Development Project) dulu, kemudian adanya rel (kereta api). Jadi kondisi ini sedang di desain ulang, dikaji ulang oleh Dinas PU untuk mencari teknisnya supaya (pengerjaan underpass) tidak terhalang oleh rel dan saluran drainase yang pernah dibangun MUDP dulu,” ucap Endar kepada Sumut Pos, Minggu (26/3/2023).

Dikatakan Endar, pembangunan underpass simpang Juanda akan dilakukan dari arah timur ke barat, atau tepat di Jalan Juanda, bukan dari utara ke selatan atau di Jalan Brigjend Katamso. Sementara di Jalan Juanda terdapat rel kereta api yang kemungkinan bersinggungan dengan DED yang sudah dibuat sebelumnya, sehingga perlu dilakukan kajian ulang terhadap DED tersebut.

Sementara untuk underpass simpang Jalan H.M. Yamin, Endar mengatakan tidak ada lahan yang harus dibebaskan berdasarkan DED yang ada. Sebab, pembangunan underpass simpang Jalan H.M. Yamin tidak mengenai lahan milik masyarakat.

“Pekerjaan underpass simpang H.M. Yamin tidak ada terkena lahan (manapun),” katanya.

Dilanjutkan Endar, terkait rencana pembangunan dua underpass yang bersumber dari APBD Kota Medan tersebut, Pemko Medan telah mesosialisasikannya kepada berbagai pihak, khususnya kepada masyarakat.

“Kita sudah sosialisasi, sudah konsultasi publik, sudah kita undang masyarakat untuk menyampaikan bahwa disana akan dilakukan pekerjaan underpass,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sebagai upaya untuk mengurangi atau mengatasi masalah kemacetan akibat tingginya mobilitas masyarakat di Kota Medan, Pemko Medan memastikan akan mulai membangun dua underpass pada titik rawan macet di Kota Medan pada tahun 2023, yakni underpass simpang Juanda dan simpang H.M. Yamin. Kemudian, Kementerian PUPR juga akan mulai membangun satu underpass di Kota Medan pada tahun ini, yakni di simpang Pondok Kelapa (Manhattan Times Square).
(map)