Home Blog Page 168

Hasil Gerak Cepat Dinas PUPR, DPRD Sumut Apresiasi Aspal Jalan di Nias

Wakil Ketua Komisi D DPRD Sumut, Yahdi Khoir
Wakil Ketua Komisi D DPRD Sumut, Yahdi Khoir

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua Komisi D DPRD Sumut, Yahdi Khoir, mengapresiasi gerak cepat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumatera Utara (Sumut) yang merespon pengerjaan pengaspalan jalan yang baru dikerjakan sepanjang 150 meter di Duria Sugelo, kawasan Nias Tengah kilometer 18,5 Desa Dahadano Botombawo Hiliserangkai, Kecamatan Hiliserangkai, Kabupaten Nias.

“Kita apresiasi reaksi cepat yang merespon viralnya di media sosial (medsos) soal sejumlah ruas jalan yang diduga dikerjakan dalam kondisi berlumpur,” kata Yahdi, ketika dikonfirmasi, Jumat (3/10/2025).

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu merespon penjelasan Kepala Dinas PUPR Provsu melalui Pejabat Pelaksana Tehnik Kegiatan (PPTK), Ferry Sianipar yang menyebutkan bahwa pelaksanaan paket pekerjaan Peningkatan Struktur Jalan Provinsi Ruas Lolowua – Dola telah sesuai Standar Operasional Prosedur secara teknik.

Ferry mengatakan, pada pekerjaan paket tersebut pihaknya telah melakukan pengawasan secara ketat, dimana telah dilakukan uji kepadatan terhadap base course yang telah digilas.

Namun diakuinya, ada beberapa titik pada ruas tersebut yang kepadatan base course yang masih belum memenuhi syarat untuk dilakukan pengaspalan. Pihaknya pun telah memerintahkan rekanan untuk dibongkar dan diperbaiki kembali.

Paket pekerjaan Peningkatan Struktur Jalan Provinsi Ruas Lolowua – Dola, Kabupaten Nias dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut dengan anggaran yang bersumber dari APBD Sumatera Utara TA 2025 sebesar Rp31,2 miliar dan dikerjakan oleh PT Karunia Sejahtera Sejati.

Sebelumnya pada video yang beredar, masyarakat merasa kecewa karena pengaspalan hotmix di ruas jalan provinsi, tepatnya di Km.18,5 Desa Dahadano Lolowua, Kecamatan Hiliserangkai, Kabupaten Nias dilaksanakan saat kondisi permukaan base course belum padat dan berlumpur.

Menyikapi hal itu, Yahdi Khoir meminta Dinas PUPR untuk lebih meningkatkan kualitas pekerjaan agar bermanfaat bagi masyarakat.

“Reaksi cepat dari eksekutif (PUPR) terhadap kritikan dan masukan dari masyarakat melalui medsos maupun dari DPRD Sumut bertujuan untuk mengawal dan mengawasi kualitas pembangunan infrastruktur yang ada di Sumatera Utara,” ujarnya.

Artinya, sambung Yahdi, hal ini bukan untuk mendiskreditkan atau menjelekkan pengerjaan jalan yang ada, melainkan demi mengawasi proyek infrastruktur, baik jembatan maupun jalan agar tidak dikerjakan asal jadi.

Yahdi juga mengingatkan agar pengawasan jalan secara maksimal perlu dilakukan terhadap pembangunan infrastruktur lainnya di kabupaten/kota di Sumatera Utara.

“Kalau menyalah dan menyimpang, harus diberikan sanksi dan tindakan tegas,” pungkasnya. (map/azw)

Jaksa Ajukan Kasasi Kasus Penipuan Masuk Akpol, Nina Wati Terdakwa Dihukum Ringan

SIDANG: Nina Wati terdakwa kasus penipuan masuk Akpol, saat menjalani sidang di PN Lubukpakam. (Ist)
SIDANG: Nina Wati terdakwa kasus penipuan masuk Akpol, saat menjalani sidang di PN Lubukpakam. (Ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jaksa penuntut umum (JPU) pada Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Deliserdang di Labuhan Deli, mengajukan kasasi atas vonis 10 bulan penjara, Nina Wati. Vonis ringan itu diberikan Pengadilan Tinggi (PT) Medan, yang meringankan hukuman terdakwa kasus penipuan masuk Akademi Polisi (Akpol).

“Kita mengajukan upaya hukum kasasi,” ujar Kacabjari Deliserdang di Labuhan Deli, Hamonangan Sidauruk, Jumat (3/10).

Dia menjelaskan, kasasi tersebut ditempuh ke Mahkamah Agung (MA) karena putusan banding PT Medan tidak sesuai dengan tuntutan JPU, yakni 2 tahun penjara.

Selain itu, pihaknya juga menganggap putusan hakim tinggi tersebut, belum memenuhi rasa keadilan bagi saksi korban, Afnir alias Menir, yang telah dirugikan sebesar Rp1,3 miliar.

“Karena pertama, putusannya di bawah setengah dari tuntutan kita. Kedua, belum memenuhi rasa keadilan bagi korban. Kami sudah mengirimkan memori kasasinya,” katanya.

Sebelumnya, hakim PT Medan menjatuhkan vonis 10 bulan penjara kepada Nina Wati. Putusan ini lebih ringan dari vonis 1 tahun penjara dari Pengadilan Negeri Lubukpakam.

Dalam kasus penipuan ini, Nina Wati diketahui tidak sendirian melancarkan aksinya. Ada juga anggota Polri bernama Ipda Supriadi (berkas terpisah) yang turut terlibat dan sempat dituntut 3,5 tahun penjara oleh JPU.

Supriadi berperan sebagai orang yang mengenalkan Menir kepada Nina Wati dan menjadi inisiator dalam penipuan ini. Sebagai anggota Polri, mestinya ia menjadi panutan dan pelindung masyarakat, bukan malah menipu serta mencoreng institusi.

Supriadi kini melakukan upaya hukum kasasi ke MA atas putusan banding Pengadilan Tinggi Medan yang memvonis dirinya tiga tahun penjara. Di pengadilan tingkat pertama, Supriadi diketahui divonis satu tahun penjara.

Menurut dakwaan, kasus ini awalnya terjadi pada Maret 2023. Saat itu, anak Menir bernama Dimas Tigo Prabowo gagal dalam seleksi penerimaan Bintara Polri.

Selanjutnya, pada Juli 2023, Supriadi mengutarakan bahwa dirinya bisa meloloskan anak saksi korban lewat jalur ‘sisipan’ pada seleksi tahun berikutnya dengan imbalan sejumlah uang.

Korban kemudian menyerahkan uang secara bertahap hingga Rp500 juta, termasuk saat pertemuan di rumah Nina Wati yang beralamat di Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Percut Seituan.

Nina Wati bahkan sempat membuat kuitansi bermeterai yang berisi janji pengembalian uang apabila anak saksi korban tidak lulus dan tidak diterima.

Aksi penipuan berlanjut pada September hingga November 2023. Nina Wati kembali meminta uang dengan iming-iming jalur masuk Akpol karena adanya calon siswa yang gugur akibat kecelakaan.

Korban kembali menyetor uang hingga total mencapai Rp1,3 miliar. Karena merasa tertipu, saksi korban pun melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. (man/azw)

Dengar Keluhan Langsung Masyarakat, Rico Waas: Persoalan Banjir di Mabar Hilir Jadi Perhatian Khusus Pemko Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terlihat rasa senang terpancar dari wajah masyarakat Kota Medan khususnya yang tinggal di Kelurahan Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli, karena bisa bertemu dan menyampaikan keluhan dan permasalahan secara langsung kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.

Semua keluhan dan permasalahan tersebut disampaikan masyarakat melalui program Sapa Warga yang digelar di halaman kantor Lurah Mabar Hilir, jalan Suasa Raya, Sabtu (4/10/25).

Dari beberapa orang masyarakat yang menyampaikan keluhannya, mereka mempermasalahkan banjir, drainase dan jalan rusak yang terjadi di wilayahnya.

Merespon keluhan tersebut, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang hadir didampingi segenap Pimpinan Perangkat Daerah diantaranya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Muhammad Sofyan, Plt Kadis SDABMBK Gibson Panjaitan, Kadis Sosial Khoiruddin Rangkuti, Kadis Kominfo Arrahmaan Pane dan Kadishub Erwin Saleh serta Kadis Lingkungan Hidup Melvi Marlabayana mengatakan, permasalahan ini harus menjadi perhatian khusus Pemko Medan bagaimana penanganan yang akan dilakukan untuk mengatasinya.

“Memang sudah ada progres bagaimana masalah banjir ini ditanggulangi oleh Pemko Medan. Salah satunya bekerjasama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) dan juga ada pembebasan lahan. Proses ini memerlukan sedikit waktu dan koordinasi dengan berbagai pihak,” kata Rico Waas.

Orang nomor satu di Kota Medan ini berharap rencana ini dapat disegerakan, karena jika tidak segera dilaksanakan maka permasalahan banjir di tingkat lingkungan yang terjadi di Kelurahan Mabar Hilir ini tidak akan dapat terselesaikan.

“Mudahan-mudahan bisa disegerakan, karena jika perencanaan tersebut tidak dilaksanakan, masalah banjir di lingkungan Mabar Hilir baik itu lingkungan I, II, V dan lingkungan VIII ini juga tidak terselesaikan. Jadi memang harus ada jalur besar untuk pembuangan air melalui penerusan saluran Drainase,” ungkap Rico Waas .

Sebelumnya keluhan disampaikan Ahmad Husni, salah seorang masyarakat Kelurahan Mabar Hilir. Dirinya mengeluhkan jalan islamiyah, lingkungan XI kerap terjadi banjir, karena tidak adanya saluran drainase. Sehingga jika banjir masyarakat mengalami kendala untuk beraktivitas bahkan juga mengakibatkan banyak kendaraan roda dua mogok. Selain itu kondisi jalannya juga perlu dilakukan perbaikan dengan diaspal kembali.

“Karena tidak ada saluran drainase makanya terjadi banjir dan air tersebut membuat jalan menjadi rusak. Kami mohon kepada bapak Wali Kota untuk dapat merealisasikan perbaikan, jalan,”
jelas Ahmad Husni.

Menanggapi hal tersebut, Rico Waas mengungkapkan jika saluran drainase dari arah Rumah Potong Hewan (RPH) bisa ditembuskan, selanjutnya bisa dilanjutkan pembenahan drainase di jalan tersebut. Karena kalau kita benahi sekarang sementara saluran drainase belum ditembuskan maka akan tetap terjadi banjir.

“Kita bereskan dulu yang utamanya yakni penembusan saluran drainase, baru saluran drainase yang lainnya. Termasuk perbaikan jalan kita lakukan setelah drainasenya selesai”, ujar Rico Waas.

Selanjutnya keluhan disampaikan Tugino, warga lingkungan II, Mabar Hilir. Dirinya mengeluhkan lingkungan tempat tinggalnya menjadi langganan banjir. Hal ini dikarenakan saluran drainase yang mengarah ke Kawasan Industri Medan (KIM) volumenya kecil, sehingga tidak mampu menampung dan mengalirkan air.

Selain itu Tugino juga menyampaikan permasalahan air bersih dan limbah pabrik yang menyebabkan sumur masyarakat airnya hitam.

“Saluran induk air bersih sudah ada, tetapi untuk masuk ke dalam gang tidak ada. Selama ini kami menggunakan air sumur, namun saat ini terkendala karena adanya limbah yang menyebabkan air menjadi hitam. Termasuk juga dimasjid airnya juga hitam. Akan tetapi saat ini masjid sudah masuk air bersih, jadi banyak warga mengambil air dari masjid,” jelas Tugino.

Merespon keluhan Tugino, Rico Waas meminta Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan untuk melayangkan surat teguran ulang, karena ini sudah ditegur bahkan DPR RI juga telah melakukan sidak ke pabrik tersebut.

“Coba dikirimkan teguran ulang kepada perusahaan tersebut. Gelar juga pertemuan dengan mereka untuk mengetahui apa solusinya dan kontribusi perusahaan untuk masyarakat,”, tegas Rico Waas sembari mengucapkan terima kasih kepada Tugino atas informasi yang disampaikannya.

Selain permasalahan banjir, drainase dan jalan rusak, masyarakat juga menyampaikan keluhannya terkait, lampu jalan mati, pengurusan KTP dan Adminduk lainnya serta honor Bilal mayit maupun guru magrib mengaji bahkan persoalan lahan perkuburan yang sudah penuh. (map/ila)

Dies Natalis UHN ke 71 Berlangsung Meriah dan Berdampak

ACARA: Kegiatan Fun Run & Fun Walk serta Senam Zumba yang diadakan UHN dalam rangka memperingati Dies Natalis ke 71. (istimewa)
ACARA: Kegiatan Fun Run & Fun Walk serta Senam Zumba yang diadakan UHN dalam rangka memperingati Dies Natalis ke 71. (istimewa)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka memperingati Dies Natalis Universitas HKBP Nommensen (UHN) ke 71 sekaligus Ulang Tahun HKBP ke-164, Universitas HKBP Nommensen Medan menyelenggarakan kegiatan Fun Run & Fun Walk serta Senam Zumba yang terbuka untuk umum secara gratis baru-baru ini. Acara tersebut juga dimeriahkan dengan pembagian doorprize menarik yang menambah semangat para peserta hingga akhir kegiatan.

Kegiatan Fun Run & Fun Walk yang diikuti lebih dari 1.576 peserta ini, merupakan bagian dari upaya UHN untuk mendorong gaya hidup sehat, mempererat kebersamaan sivitas akademika serta masyarakat, sekaligus menjadi ajang promosi positif kampus kepada publik.

Tak kalah meriah, Nommensen Expo 2025 yang dilaksanakan di Gedung Auditorium UHN Medan pada hari yang sama menampilkan berbagai karya, inovasi dan program unggulan dari seluruh fakultas di lingkungan Universitas HKBP Nommensen. Expo ini menjadi ajang apresiasi atas kreativitas dan dedikasi sivitas akademika, sekaligus memperkenalkan capaian UHN kepada masyarakat luas, serta Bazar UMKM yang memberikan ruang promosi bagi para pelaku usaha lokal.

Sementara itu, semarak kebersamaan semakin terasa melalui Lomba Paduan Suara Tingkat SMA/SMK dan Gabungan yang diikuti oleh peserta dengan penuh semangat dan kekompakan. Tidak hanya itu, rangkaian Dies Natalis juga dimeriahkan dengan penyelenggaraan Job Fair yang memberikan kesempatan bagi alumni dan Masyarakat umum untuk menjalin hubungan langsung dengan dunia kerja. Berbagai perusahaan yang bergerak di berbagai sektor dimulai dari finansial, ritel serta manufaktur, turut berperan untuk memberikan lowongan pekerjaan.

UHN juga menghadirkan program sosial pada bidang kesehatan, yang termasuk menjadi perhatian utama dalam memberikan dampak nyata langsung bagi masyarakat. UHN Medan bekerja sama dengan mitra kesehatan menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan USG obgyn, pemeriksaan osteoporosis tulang, pemeriksaan tingkat stres dengan Box Musik Terapi (BmT), serta pemeriksaan gula darah, kolesterol dan asam urat. Tak ketinggalan, kegiatan donor darah turut mendapat sambutan hangat dari masyarakat, sebagai wujud kepedulian sosial terhadap sesama.

Ketua Pengurus Yayasan Universitas HKBP Nommensen, Dr Effendi MS Simbolon yang diwakilkan oleh Sekretaris Yayasan, Pdt Dr Enig S Aritonang dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas suksesnya rangkaian acara Dies Natalis UHN ke 71. “Partisipasi ribuan peserta pada fun run & fun walk, semaraknya Expo, UMKM, serta terselenggaranya Job Fair, dan kegiatan sosial kesehatan menjadi bukti bahwa UHN semakin dicintai dan dekat dengan masyarakat. Momentum Dies Natalis ini memperkuat semangat kita untuk terus berkarya, berinovasi, dan berdampak bagi bangsa dan dunia,” ungkapnya, Selasa (30/9).

Enig menambahkan dengan suksesnya rangkaian acara ini, Universitas HKBP Nommensen Medan menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kegiatan yang tidak hanya merayakan ulang tahun tetapi juga memberikan dampak positif, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun sosial, membangun kebersamaan, memupuk gaya hidup sehat, serta menginspirasi melalui karya dan inovasi. (rel)

Enam Jabatan Eselon 2 Pemkab Dairi Lowong

SERAHKAN: Bupati Dairi Vickner Sinaga (tengah) didampingi Sekdakab Dairi Surung Charles Lamhot Bantjin, saat menyerahkan SK Plt kepada Ramses Nainggolan.(Rudy Sitanggang/Sumut Pos)
SERAHKAN: Bupati Dairi Vickner Sinaga (tengah) didampingi Sekdakab Dairi Surung Charles Lamhot Bantjin, saat menyerahkan SK Plt kepada Ramses Nainggolan.(Rudy Sitanggang/Sumut Pos)

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Ada sebanyak enam jabatan eselon dua di Pemkab Dairi, saat ini lowong. Keenam jabatan tersebut, kini dijabat Pelaksana Tugas (Plt). Adapun keenam jabatan tersebut, yakni Kepala Dinas Pendidikan (Disdik), Kepala Dinas Perhubungan (dishub), Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, serta Asisten 2 Perekonomian dan Pembangunan. Juga Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan (PMPTSP Naker), serta Inspektur.

Untuk posisi Kepala Disdik kini dijabat Plt, Mariadi Simanjorang, dan Kepala Dishub dijabat Plt, Leo Sianturi, sejak 1 Desember 2024. Adapun Kepala Disdik dan Dishub sebelumnya, dijabat Jonny Waslin Purba dan Parulian Sihombing, yang telah memasuki masa pensiun.

Sementara itu, dikutip dari laman media sosial (medsos) Sekretariat Daerah Pemkab Dairi, Jumat (3/10), Bupati Dairi Vickner Sinaga, menyerahkan SK pensiun dan SK memasuki masa pensiun (MPP) kepada Eddy Banurea sebelumnya menjabat Inspektur. Kemudian, Vickner mengangkat Plt Inspektur Jonny Hutasoit, yang juga Asisten 1 Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.

Selanjutnya, Vickner menyerahkan SK MPP kepada Kepala Dinas PMPTSP Naker, Budianta Pinem, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Suasta Ginting. Kemudian, Ramses Nainggolan ditunjuk sebagai Plt Kepala Dinas PMPTSP Naker. Sementara Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Nitawati Sitohang. Nitawati merupakan Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan, Sumber Daya Manusia, dan Pelayanan Umum.

Adapun penyerahan SK tersebut digelar di Pendopo Bupati Dairi, Selasa (30/9) lalu.

Pada kesempatan itu, Vickner menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada ASN yang telah menunjukkan kinerja, loyalitas, dan pengabdian panjang sebagai abdi negara.
“Kami meminta supaya pejabat yang memasuki purnatugas menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya sebelum masa kerja berakhir,” pungkasnya. (rud/saz)

Sentuhan Spiritual Penyuluh Agama KUA Binjai Timur Dampingi Penghuni Panti Jompo Belajar Alquran

PANDU: Seorang Pembimbing Program Penyuluhan Tahsin Alquran, Salim Fakhri, saat membimbing para lansia membaca Alquran di Panti Jompo Kota Binjai, Rabu (1/10). Program ini digagas Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Binjai Timur, sejak 2024.(Istimewa)
PANDU: Seorang Pembimbing Program Penyuluhan Tahsin Alquran, Salim Fakhri, saat membimbing para lansia membaca Alquran di Panti Jompo Kota Binjai, Rabu (1/10). Program ini digagas Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Binjai Timur, sejak 2024.(Istimewa)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Di sebuah ruang sederhana pada Panti Jompo Kota Binjai, suasana pagi itu tidak seperti biasanya. Tak ada suara televisi atau obrolan santai yang ramai. Yang terdengar hanyalah lantunan ayat-ayat suci Alquran, dibaca dengan lirih, namun penuh ketulusan. Suara-suara renta itu, mencoba melafalkan huruf demi huruf dengan tajwid yang benar, meski harus mengulang berkali-kali.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Penyuluhan Tahsin Alquran yang digagas Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Binjai Timur, sejak 2024 lalu. Setiap Rabu, penyuluh agama datang membimbing para lansia memperbaiki bacaan Alquran mereka. Di antara mereka, Salim Fakhri menjadi satu sosok yang dengan penuh kesabaran mendampingi para lansia melewati proses pembelajaran yang tidak mudah.

Membimbing lansia bukan tanpa tantangan. Menurut Salim, usia senja membawa keterbatasan tersendiri, baik dari segi pendengaran, penglihatan, maupun daya ingat.

“Kadang mereka lupa huruf yang baru saja diajarkan. Kadang harus diulang sampai lima, enam kali. Tapi justru dari situlah letak keharuannya, mereka tetap semangat, tetap ingin bisa,” ungkap Salim dengan mata berkaca, Rabu (1/10) lalu.

Ada kalanya, rasa frustrasi menyelimuti suasana. Beberapa lansia merasa malu atau takut salah saat membaca di depan teman-temannya. Namun, dengan pendekatan yang ramah dan metode pengajaran yang interaktif, suasana kelas tahsin perlahan menjadi tempat yang nyaman, bahkan menyenangkan.
“Kesulitan mereka adalah ujian kesabaran bagi kami. Tapi senyum bahagia mereka setelah bisa membaca satu ayat dengan benar, itu tidak tergantikan,” jelas Salim.

Di antara para peserta ada sosok Nenek Yolanda (72), yang menjadi inspirasi. Meski tubuhnya renta dan suara mulai melemah, semangatnya membara. Setiap Rabu, sang nenek datang lebih awal, duduk di barisan depan, dan mengikuti arahan penyuluh dengan antusias.

“Walaupun saya sudah tua, saya ingin bacaan Alquran saya lebih baik. Kalau saya menghadap Allah Subhanahu wa Taala nanti, saya ingin membawa bacaan yang indah,” katanya dengan mata berkaca, suaranya bergetar menahan haru.

Kesungguhan Nenek Yolanda memotivasi peserta lainnya. Dia tak segan mengulang-ulang satu ayat yang sama, bahkan meminta bimbingan tambahan usai kelas. Ketika dia akhirnya mampu membaca dengan tajwid yang benar, ruangan kelas tahsin seolah dipenuhi rasa haru dan kebanggaan.

Bagi para penyuluh, program tahsin ini lebih dari sekadar tugas atau kegiatan rutin. Ini adalah misi kemanusiaan dan dakwah.

“Kami tidak hanya mengajarkan huruf dan makhraj, tapi juga menghadirkan ketenangan batin bagi mereka. Banyak yang bilang setelah ikut kelas ini, mereka lebih tenang, lebih damai,” beber seorang penyuluh.

Suasana religius yang tercipta dari kegiatan ini membawa dampak positif. Para lansia terlihat lebih ceria, lebih aktif secara sosial, dan merasa dihargai. Doa bersama yang selalu menutup kegiatan menjadi momen syahdu yang menyatukan hati.

Melihat dampak positif dari kegiatan ini, para penyuluh berharap program tahsin ini dapat diperluas dan didukung lebih banyak pihak.

“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya berlangsung di satu panti jompo, tapi juga di tempat-tempat lain. Mungkin ke depannya bisa melibatkan relawan muda, atau dukungan fasilitas seperti mushaf besar untuk lansia yang sulit melihat,” harap Salim.

Salim juga berharap, ada dukungan dari pemerintah daerah maupun lembaga keagamaan untuk menjadikan program semacam ini sebagai bagian dari gerakan nasional mencerdaskan spiritual lansia.

“Karena siapa pun kita, berapa pun usia kita, kita tetap butuh dekat dengan Firman Allah,” tegasnya.

Di balik usia yang renta dan langkah yang mulai pelan, para lansia di Panti Jompo Binjai menunjukkan, semangat belajar tak pernah padam. Alquran menjadi cahaya yang menerangi hari-hari mereka, menjadi teman setia di masa senja. Dan di sana, di sudut kota kecil, para penyuluh agama terus menyalakan lentera harapan satu huruf, satu ayat, satu jiwa, dalam bimbingan kasih-Nya. (mag-2/saz)

DPRD Karo Setujui P-APBD 2025

PARIPURNA: Bupati Karo Antonius Ginting dan Ketua DPRD Karo saat menggelar Rapat Paripurna DPRD Karo.(Istimewa)
PARIPURNA: Bupati Karo Antonius Ginting dan Ketua DPRD Karo saat menggelar Rapat Paripurna DPRD Karo.(Istimewa)

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Antonius Ginting, didampingi Wakil Bupati Komando Tarigan, dan Sekdakab Gelora Kurnia Putra Ginting, menyampaikan pidato pendapat akhir persetujuan bersama Kepala Daerah dan DPRD Karo, tentang Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran (TA) 2025 pada Rapat Paripurna DPRD Karo, Senin (29/9) lalu.

Rapat ini mempertegas tentang Ranperda tentang Perubahan APBD TA 2025 yang telah disetujui. Dan Rancangan Peraturan Bupati Karo tentang penjabaran Perubahan APBD TA 2025 ini, akan disampaikan kepada Gubernur Sumatera Utara untuk dievaluasi. Dan evaluasi tersebut akan menyempurnakan Ranperda tentang Perubahan APBD TA 2025.

Antonius menegaskan, dan meminta kepada seluruh perangkat daerah, untuk dapat menyusun strategi dan langkah percepatan pelaksanaan program, kegiatan, subkegiatan, dan belanja daerah yang telah dianggarkan.

“Agar pencapaian target kinerja dapat terealisasi dengan baik, taat asas sesuai ketentuan, dengan memperhatikan sisa waktu efektif pelaksanaan anggaran,” ungkap Antonius.

Rapat ini dihadiri oleh Ketua, para Wakil Ketua dan Anggota DPRD Karo, jajaran Forkopimda, para asisten sekretaris daerah, staf ahli bupati, dan pimpinan perangkat daerah lingkup Pemkab Karo. (deo/saz)

Masyarakat Melayu Langkat Desak Bupati Copot Kadis Pariwisata dan Kepala Bappeda

SERAHKAN: Koordinator Forum Melayu Langkat Bersatu menyerahkan tuntutan kepada Bupati Langkat Syah Afandin.(Teddy Akbari/Sumut Pos)
SERAHKAN: Koordinator Forum Melayu Langkat Bersatu menyerahkan tuntutan kepada Bupati Langkat Syah Afandin.(Teddy Akbari/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masyarakat suku Melayu yang tergabung dari berbagai elemen, mendesak Bupati Langkat Syah Afandin, mencopot dua pejabat pada jajarannya. Adapun kedua pejabat tersebut, yakni Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), serta Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda). Desakan itu disampaikan massa yang mengatasnamakan Forum Melayu Langkat Bersatu, saat berorasi di depan Kantor Bupati Langkat, Kamis (2/10) lalu.

Massa menilai, kedua bawahan Ondim, sapaan karib Syah Afandin, itu tak mampu mengimplementasikan regulasi pemajuan kebudayaan daerah yang sudah tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2024, Peraturan Bupati Nomor 34/2024, dan Instruksi Bupati Nomor: 430-19/Ins/2025.

Koordinator Forum Melayu Langkat Bersatu, Said menyebutkan, masih banyak pimpinan OPD atau kepala dinas beserta jajarannya tak mampu dan bahkan tidak ingin mengimplementasikan regulasi Pemajuan Kebudayaan Daerah tersebut.

“Kepada Bapak Bupati Langkat, kami meminta kepada bapak untuk segera mengganti Kepala Disbudpar Langkat. Karena kami menilai, sudah terlalu lama menjabat dan tidak ada perbaikan maupun kemajuan di sektor kebudayaan dan pariwisata,” tegas Said.

Menurut Said, Disbudpar Langkat adalah ujung tombak di dalam mengimplementasikan regulasi pemajuan kebudayaan.

“Kemudian kepada Bapak Bupati Langkat, kami meminta kepada bapak untuk segera mengganti Kepala Bappeda. Karena kami melihat di dalam perencanaan daerah, belum mengakomodir regulasi pemajuan kebudayaan daerah di Langkat,” ungkapnya.

Menanggapi desakan masyarakat Melayu, Ondim tidak mau terburu-buru mengganti kedua bawahannya.
“Ini kami lihat dulu, kami evaluasi, di mana sangkutnya dan penyebabnya. Kalau seandainya dinilai ini juga tidak berjalan, tentunya kesalahan itu ada di leading sector-nya,” jelasnya.

“Dan kami berharap tidak seperti itu, karena ini desakan moril, apa yang menjadi tuntutan kawan-kawan bisa terealisasi,” kata Ondim.

Ondim juga menuturkan, kedatangan Forum Melayu Langkat Bersatu ini mengingatkan Pemkab Langkat terkait regulasi tentang pemajuan kebudayaan daerah.

“Menurut kawan-kawan, Perda itu belum tersosialisasi dan terealisasi secara baik. Dan kami sudah menyepakati beberapa poin serta akan menindaklanjuti,” ujarnya.

“Seperti pakaian Melayu yang sudah ditetapkan setiap Jumat, bisa digunakan dalam bentuk penghormatan bagi masyarakat Melayu, yang sudah disepakati sebagai kelompok pendiri di Langkat,” imbuh Ondim.
Tak hanya itu, Forum Melayu Langkat Bersatu juga menyinggung soal situs-situs kesultanan yang butuh perhatian. Ondim juga mengakui hal tersebut.

“Dan apa yang disampaikan oleh kawan-kawan ini, benar adanya. Untuk itu, ke depan kami akan melakukan evaluasi, terhadap kinerja dinas-dinas terkait, kenapa hal ini bisa terjadi,” katanya.

“Dan ini tidak berhenti sampai di sini. Kami melibatkan dari kelompok Melayu untuk ikut bersama-sama nanti dalam hal pelaksanaan evaluasi tersebut. Sehingga mereka bisa memberikan masukan, dan bisa melihat sampai sejauh mana langkah yang diambil terkait apa yang menjadi tuntutan,” pungkas Ondim. (ted/saz)

PLN UID Sumut Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Lewat Kunjungan ke PLTU Pangkalansusu

General Manager PLN UID Sumut, Ahmad Syauki (dua dari kiri) didampingi Senior Manager UBP Pangkalan Susu, I Nyoman Buda, (kiri) saat mengecek Pasokan Batubara PLTU Pangkalan Susu.
General Manager PLN UID Sumut, Ahmad Syauki (dua dari kiri) didampingi Senior Manager UBP Pangkalan Susu, I Nyoman Buda, (kiri) saat mengecek Pasokan Batubara PLTU Pangkalan Susu.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara terus memperkuat sinergi internal demi menjaga keandalan pasokan listrik di wilayah Sumatera Utara.

Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja General Manager PLN UID Sumut Ahmad Syauki, bersama jajaran manajemen ke Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Pangkalansusu, Kabupaten Langkat, Kamis (2/10/2025).

PLTU Pangkalansusu dengan kapasitas 4 x 200 MW merupakan salah satu pembangkit terbesar di Sumatera Utara dan menjadi penopang utama sistem kelistrikan Sumatera.

Kunjungan ini sekaligus memastikan bahwa rantai penyediaan energi, mulai dari pembangkitan hingga distribusi, berjalan optimal dan siap menjawab kebutuhan listrik masyarakat maupun dunia usaha.

Rombongan PLN UID Sumut diterima langsung oleh Senior Manager UBP Pangkalansusu, I Nyoman Buda, bersama jajaran manajemen.

Dalam paparannya, I Nyoman Buda menegaskan kesiapan seluruh unit pembangkit dalam mendukung sistem kelistrikan.

“Kami memastikan seluruh unit pembangkit dalam kondisi optimal, pasokan bahan bakar aman terkendali, dan pendistribusian listrik berjalan lancar sehingga tidak ada kendala dalam memenuhi kebutuhan konsumen,” jelas Nyoman.

Sementara itu, General Manager PLN UID Sumut Ahmad Syauki, menegaskan pentingnya koordinasi dan sinergi antara unit pembangkitan dan distribusi dalam menghadirkan layanan kelistrikan yang andal.

“Kunjungan ini adalah bagian dari agenda kami untuk memastikan rantai pasokan energi berjalan dengan baik. Keandalan listrik di Sumatera Utara tidak lepas dari peran strategis PLTU Pangkalansusu sebagai tulang punggung sistem kelistrikan. Kami mengapresiasi kesiapan dan kinerja tim UBP Pangkalansusu yang terus menjaga performa pembangkit. Sehingga, PLN dapat memberikan layanan listrik yang aman, andal, dan berkesinambungan bagi masyarakat serta dunia usaha,” ujar Syauki.

Rombongan juga dibawa ke lokasi pengangkutan bahan bakar untuk melihat langsung Pasokan energi PLTU. Kunjungan kerja ini menjadi momentum bagi PLN untuk memperkuat sinergi internal dalam menghadapi tantangan peningkatan kebutuhan energi listrik seiring tumbuhnya perekonomian di Sumatera Utara dan wilayah sekitarnya. (ila)