Home Blog Page 1787

Wabup Nisel Lantik 21 Pejabat Administrator dan Pengawas

LANTIK: Wabup Nisel, Firman Giawa bersalaman kepada para Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas Pemkab Nias Selatan usai dilantik, Senin(27/2).

NISEL, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Nias Selatan Firman Giawa, SH, MH melantik sebanyak 21 orang Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di Lingkup Pemerintah Kabupaten Nias Selatan (Nisel) di Ruang Aula Pertemuan Kantor Bupati Nias Selatan, Senin(27/2).

Para pejabat yang dilantik tersebut yakni Firman Lase sebagai Camat Gomo, Fauduwoloo Laia, STh, M.Pd.K sebagai Camat Boronadu, Tehezatulo Sarumaha, S.Pt, sebagai Camat PP. Batu Timur, Fajar Zebua, Amd sebagai Camat PP.Batu Barat, Kornelius Hawa, SAP sebagai Camat Tanah Masa, Adventinus Zendrato, ST sebagai Sekdin PUPR, Berkat Zebua ST sebagai Kabid Peralatan Dinas PUPR, Anselmus Dachi, ST sebagai Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR, Brucee Lee F. Dachi, ST sebagai Kabid Bina Marga Dinas PUPR, Fatrianus Sihura, ST., M.M sebagai Kabid Litbang Bapeda, Juliana Ndruru, S.Pd sebagai Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan, Nalozaro Maduwu sebagai Sekcam Tanah Masa, Arowamati Ndruru, SPd sebagai sekcam Susua, Weling Sofanzota Sarumaha, ST sebagai Kabid Layanan pada Dinas Kominfo, Dedi Junianto Luahambowo SE sebagai kasubbag Perencanaan Data dan Informasi Publik Dinas PUPR, Lasambowo Baene, S.Pd sebagai Kasi PMDK Kantor Camat Siduaori, Severius Wau, SE sebagai Kasi Pengelolaan Media Komunikasi Publik Dinas Kominfo, Obedy Syukur Hulu, SAB., MAP sebagai Kasi Persandian Dinas Kominfo, Iman selamat Bidaya, S.Pd sebagai kasi PMDK Kantor Camat Boronadu, Usman Sarumaha, S.Pi sebagai Kasi Kesos Kantor Camat PP.Batu Utara, Eftianus Wau, S.Sos sebagai Kasubbag Perencanaan dan Keuangan Kantor Camat PP.Batu Utara.

Usai dilantik, Wakil Bupati Nisel mengambil sumpah dan janji jabatan serta Penandatanganan Pakta Integritas. “Para pejabat yang barusan dilantik untuk melaksanakan tugas sebaik-baiknya sesuai dengan Pakta Integritas,”pinta Firman Giawa.
Wabup Nisel juga berharap para Camat untuk menerapkan Pakta Integritas kepada setiap ASN di kantornya.

“Kepada Camat jangan lupa tetap terapkan Pakta Integritas selalu di kantor masing-masing,”tegasnya.(mag-8/han)

Eks Gedung Perisai Plaza Tak Jadi Dibangun MPP, Ini Penjelasan Bobby Nasution

Bobby Nasution

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan, Bobby Nasution buka suara atas alasan batalnya rencana pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) di gedung Eks Perisai Plaza, Jalan Pegadaian, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun. Sebagai gantinya, Pemko Medan akan membangun MPP di gedung Eks Plaza Medan Baru di Jalan Iskandar Muda, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Baru.

Bobby mengatakan, adapun alasan dibatalkannya pembangunan MPP di gedung Eks Perisai Plaza dan lebih memilih membangun MPP di gedung Eks Plaza Medan Baru adalah karena gedung Eks Plaza Medan Baru dinilai lebih mudah untuk diakses.

“Namanya Mall Pelayanan Publik, kita harus lihat dimana titik paling mudah di akses oleh publik. (Kita pilih) yang paling enak di akses dan paling bisa melayani,” ucap Bobby Nasution kepada Sumut Pos, Senin (27/2/2023).

Dikatakan Bobby, untuk memilih bangunan Eks Plaza Medan Baru, pihaknya bukan tanpa alasan, melainkan telah melakukan kajian terlebih dahulu.

“Nah, salah satu titik yang paling cocok setelah kita kaji kemarin itu, dari sisi aksesnya itu lebih gampang di Plaza Medan Baru,” ujarnya.

Selain itu, sambung Bobby, pihaknya juga memiliki penilaian tersendiri untuk tidak membangun MPP di gedung Eks Perisai Plaza. Salah satunya, terkait masalah keamanan. Pasalnya, ia baru saja mendapatkan informasi bahwa gedung Eks Perisai Plaza yang saat ini tidak difungsikan banyak mengalami pencurian.

“Kondisinya kalau kemarin itu dibangun MPP, banyak yang dicuri-curi itu dalamnya, jadi sangat riskan kalau untuk pembangunan permanen disitu dalam waktu dekat,” ungkapnya.

Lantas, apa yang akan dilakukan Pemko Medan terhadap bangunan Eks Perisai Plaza? Bobby mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah memikirkan hal itu. Namun saat ini, Pemko Medan telah menerima banyak masukan terkait fungsi apa yang akan dilakukan di gedung Eks Perisai Plaza, termasuk masukan dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat berkunjung ke kawasan tersebut.

“Salah satunya masukan dari teman-teman para pelaku UMKM, lalu dari anak-anak muda kreatif, termasuk saat Pak Ridwan Kamil kesana kemarin banyak ngasih masukan. Dan itu (rencananya akan) diaktifkan untuk tempat anak muda, namun kita masih melihat kondisinya,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemko Medan akan membangun Mall Pelayanan Publik (MPP) di tahun ini. Namun belakangan, Pemko Medan memastikan bahwa MPP tersebut akan dibangun di gedung Eks Plaza Medan Baru. Padahal sebelumnya, Pemko Medan sempat berencana akan membangun Mall Pelayanan Publik di gedung eks Perisai Plaza.
(map)

F1 Powerboat 2023 Danau Toba Jadi Berkah Bagi Warga Setempat

Gambaran ilustrasi, digitalisasi menjadi berkah bagi pelaku UMKM

SUMUTPOS.CO – Dunia digital telah bertransformasi hingga mengubah pola konsumsi masyarakat dari arah tradisional ke arah digital. Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Google, Bain dan Temasek, tercatat setidaknya ada 21 juta konsumen digital baru. Akibatnya, para pelaku usaha khususnya para UMKM harus segera beradaptasi agar tidak kalah saing dan mampu bertahan di era industri 4.0.

Hasil survei OVO dan CORE Indonesia tahun 2021, disebutkan 84 persen mitra UMKM merasa terbantu oleh adanya fasilitas pembayaran digital atau e-wallet selama pandemi. Dan sebanyak 51 persen mengaku lebih memahami penggunaan teknologi untuk mempertahankan usahanya.

Dari beberapa gambaran survei tersebut, digitalisasi telah menunjang program peningkatan inklusi keuangan, khususnya bagi UMKM.

Balap perahu super cepat (F1 Powerboat) Danau Toba, di Pelabuhan Mulia Raja Napitupulu, Balige, Sumatera Utara, tanggal 24-26 Februari 2023 lalu, justru membawa berkah dan berdampak pada peningkatan perekonomian bagi warga setempat.

Saat F1 Powerboat Danau Toba berlangsung, penginapan di kawasan Balige terisi penuh, mulai dari hotel, homestay hingga rumah penduduk. Mentri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno saat even berharap hal tersebut menjadi akselerasi kebangkitan ekonomi dan target lapangan kerja sebanyak 4,4 juta pada 2024 bisa tercapai.

Diketahui, sebesar 400 ribu rupiah menjadi standar tarif penginapan di Balige. “Iya bang, standart tarif disini memang sekitar 400 ribuan. Namun jika menginginkan fasilitas yang lebih, pelanggan juga harus menambah bajaj lebih,” ungkap pelaku usaha penginapan, J Sianipar kepada wartawan (27/2/2023).

Diceritakan, sampai hari ini, home stay, penginapan, maupun hotel berisi penuh. Setidaknya ratusan tempat sampai ke Danau Toba semuanya berisi penuh. “Banyak pelanggan yang pesan ke kami bercerita seperti itu bang. Mereka pesan sampai ke sini karena tempat lain juga penuh semua,” ungkap Sianipar Owner Mawar Home Stay.

Hari ini ada sebagian yang cek out, kemungkinan mereka bertujuan ingin menyaksikan F1 Powerboat. Namun sebagian memilih bertahan untuk berkunjung melihat panorama lain di seputaran Danau Toba.

Saat dihubungi melalui salah satu penyedia e-Commerce, penjual souvernir seperti penjual gantungan kunci khas tanah batak, baju dan souvenir lainnya juga mengaku merasa dampak peningkatan penjualan yang signifikan.

“Ya bang, peningkatan drastis saya alami. Saat even nasional ataupun ada even internasional, memang mengalami kenaikan penjualan. Pemesan datang dari luar kota seperti, Surabaya, Bandung, Jakarta dan tempat-tempat lain diluar pulau Jawa,” ungkap salah satu store di eCommerce ternama tanah air.

Pengaruh event F1 Powerboat berlanjut meluas ke wilayah terdekat. Kenaikan omset jika memanfaatkan ruang digitalisasi juga dirasakan oleh pelaku UMKM bidang makanan atau oleh-oleh khas daerah.

Pelaku usaha di salah satu Kota Kabupaten di Sumatera Utara, Bu Sutiyem juga memanfaatkan sarana digitalisasi untuk meningkatkan omsetnya.

Ia mengaku ke Wartawan Sumut Pos, bisnisnya yang dibangun sejak 2014 mengalami penurunan omset di masa pandemi. Dibantu anaknya yang sudah menyelesaikan pendidikan sarjana, saat ini ia terus menawarkan produknya melalui online serta pesanan dari media sosial.

Pelaku UMKM di Desa Tanjung Alam Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, Sutiyem bercerita sempat mendapatkan perhatian dari pemberitaan media cetak dan online di tahun 2021. Saya rasa ini dapat membantu pengenalan produk saya ke masyarakat yang lebih luas lagi.

Ia mengaku pendapatan usaha rumahan keluarga Bu Sutiyem menanjak sampai menyentuh omset Rp5 juta per bulan. Diakuinya hal tersebut tak lepas dari bantuan permodalan usaha dari BRI, bantuan orang-orang terdekat, pemesanan dari online / media sosial, serta pemberitaan.

Di tahun 2023 ini, fokus penawaran usaha kami melalui online menjadi ‘Berkah’ tersendiri. Karena banyak peningkatan justru kami alami melalui pemesanan online.

Ini menjadi berkah jika kita mampu melihat peluang dan mampu melakukan perbaikan terus menerus. Dari berkah yang kami terima, keluarga ini mampu mencukupi kebutuhan rumah tangga serta bisa punya mimpi menguliahkan anak saya ke jenjang Strata 2,” ungkap Bu Sutiyem sambil tersenyum. (darmawan)

Terkait Pamer Mobil Rubicon, PN Medan Tegur Hakim M Nazir

KLARIFIKASI: Ketua PN Medan Victor Togi Rumahorbo, didampingi Humas PN Medan memberikan klarifikasi terkait oknum hakim pamer mobil Rubicon, Senin (27/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Pengadilan Negeri Medan, Victor Togi Rumahorbo akhirnya angkat bicara terkait oknum hakim M Nazir pamer mobil Jeep Rubicon yang belakangan viral. Apalagi, berita mobil Rubicon itu kini sampai ke telinga Mahkamah Agung (MA).

Menurut Togi, pasca pemberitaan pihaknya langsung memanggil hakim Nazir untuk meminta klarifikasinya perihal mobil Jeep Rubicon yang berharga miliaran rupiah tersebut.

“Kita sudah panggil yang bersangkutan tadi pagi meminta klarifikasinya, ia menjelaskan kalau itu mobil temannya berinisial ADL, seorang pengusaha jual beli mobil,” ungkap Victor Togi Rumahorbo didampingi Humas PN Medan I, Immanuel Tarigan dan Humas II Soniady Drajat Sadarisman, kepada sejumlah wartawan, Senin (27/2/2023).

Dijelaskan Togi, mobil Rubicon itu sengaja dipinjamkan karena kebetulan mobil hakim Nazir sedang diperbaiki di bengkel.

“Dikasih pinjam, si ADL temannya tinggal di Komplek Bumi Seroja, Ringroad, Medan,” ucap Togi lagi.

Disampaikan Togi lagi, mobil hakim Nazir sedang diservis karena rusak selepas mengalami kecelakaan dan baru selesai diperbaiki pada Selasa (28/2) ini.

“Mobilnya lagi di bengkel yang dia pakai sehari-hari itu jenis Honda CRV BK 20 TMN, baru selesai diperbaiki besok,” kata Togi.

Disinggung soal bukti bukti kepemilikan mobil Jeep Rubicon itu, Togi mengaku tidak ada ditunjukkan hakim Nazir. Namun katanya hal itu sesuai dengan data di LHKPN kalau Nazir tidak memiliki mobil mewah tersebut.

“Di LHKPN memang tidak ada menyebutkan mobil Rubicon itu hartanya,” sambung Togi.

Ditanya kenapa tidak menggunakan mobil lainnya karena di data LHKPN menyebutkan kalau hakim Nazir memiliki 2 jenis mobil, Togi malah menjawab kalau 2 mobil lainnya itu sudah tidak ada lagi karena sudah dijual.

“Itu data (LHKPN) tahun 2021 dan katanya sudah dijual,” bebernya.

Disinggung apakah ada tindakan akibat gaya hidup mewah terhadap hakim Nazir tersebut, Togi mengaku akan melakukan hal itu dalam internalnya di PN Medan.

“Secara internal sudah dilakukan. Tapi kita tidak ingin membuat semakin kisruh dan akan melakukan (tindakan) itu secara internal kita. Jadi tolonglah dibuat secara berimbang karena ini pernyataan resmi kami apalagi berita ini sudah sampai ke MA sehingga kita gelar klarifikasi ini,” pungkas Togi.

Diberitakan sebelumnya, oknum hakim yang disebut-sebut bernama M Nazir beberapa hari ini, menjadi perbincangan di lingkungan PN Medan. Sebab, Nazir yang diketahui baru bertugas di PN Medan dengan jabatan sebagai Hakim Madya Muda itu sering terlihat memamerkan kemewahan, salah satu diantaranya mengendarai mobil Jeep Rubicon berwarna hitam dengan plat nomor BK 1714 OT ke PN Medan.

Humas PN Medan Soniady Drajat Sadarisman ketika dikonfirmasi wartawan, membenarkan mobil tersebut dipakai oleh salah satu hakim di PN Medan.

“Benar. Itu mobil yang dipakai salah satu hakim PN Medan, soal kepemilikan kita belum tahu,” ujarnya saat itu. (man)

Korupsi Rp1,9 Miliar, Mantan Kepala BRI Simpang Amplas Dituntut 7,5 Tahun

TUNTUTAN: Dua terdakwa kasus korupsi, menjalani sidang tuntutan secara virtual, Senin (27/2).AGUSMAN.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan Kepala Unit PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Simpang Amplas, Rahmuka Triki Ekawan dituntut 7 tahun 6 bulan penjara. Dia dinilai terbukti turut membantu korupsi yang menyebabkan negara rugi Rp1,9 miliar, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 8 Pengadilan Tipikor Medan, Senin (27/2/2023).

Selain itu, terdakwa Rahmuka juga dituntut membayar denda Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan. Dalam kasus yang sama, terdakwa Dina Arpina selaku customer service (cs) dituntut 8 tahun penjara denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Julita Purba dalam nota tuntutannya, juga membebani terdakwa Dina Arpina untuk membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp1,93 juta. Dengan ketentuan satu bulan setelah hukuman berkekuatan hukum tetap, terdakwa tidak mampu mengganti kerugian negara tersebut maka harta bendanya disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti.

“Apabila tidak mencukupi, maka diganti dengan pidana penjara selama 4 tahun,” tegasnya.

JPU berkeyakinan kedua terdakwa melanggar Pasal 2 jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Adapun hal memberatkan menurut JPU, kedua terdakwa tidak mendukung program pemerintah tentang pemberantasan korupsi, tidak berupaya mengembalikan kerugian negara. Sedangkan hal yang
meringankan, kedua terdakwa berterus terang dan bersikap sopan dipersidangan.

Usai membacakan tuntutan, majelis hakim diketuai Ahmad Sumardi memberikan kesempatan kepada penasihat hukum terdakwa untuk menyampaikan nota pembelaan (pledoi) pada sidang pekan depan.

Mengutip dakwaan, tindak pidana korupsi kedua terdakwa berlangsung pada periode 2019 hingga 2020. Awalnya, terdakwa Dina Arpina mengajukan pinjaman Kredit Umum Pedesaan (Kupedes) tanpa persetujuan 5 debitur alias fiktif, sebesar Rp977.980.753 yang kemudian disetujui Rahmuka Triki Ekawan selaku pimpinan BRI Amplas

Dina kemudian melakukan pinjaman debitur Kupedes dan BRIGuna sebanyak 6 rekening yang uang kelulusan pelunasannya juga digunakan keperluan pribadi sebesar Rp330.754.790.

Terdakwa Dina kemudian melakukan pinjaman debitur Kupedes dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro sebanyak 9 rekening sebesar Rp111.258.255, serta melakukan pemalsuan 2 bilyet deposito sebesar Rp510.167.403 dan lagi-lagi untuk kepentingan pribadinya.

Di pihak lain, terdakwa Rahmuka tidak melaksanakan cek dan ricek sesuai tugas maupun wewenangnya selaku pimpinan di bank plat merah tersebut sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp1,9 miliar lebih. (man)

Oknum Pengancam Wartawan Bukan Anggota AMPI

Ketua DPD AMPI Kota Medan, M Rizki Nugraha.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Aksi premanisme oknum yang mengatasnamakan Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) AMPI saat pra rekonstruksi kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan dua orang anggota DPRD Medan inisial DRS dan HBS di Jalan Abdullah Lubis dengan mengancam para wartawan yang meliput terbantahkan.

Ketua DPD AMPI Kota Medan, M Rizki Nugraha, saat dikonfirmasi secara tegas membantah bahwa oknum yang disebut-sebut bernama Rakesh adalah bagian dari pengurus DPD AMPI Kota Medan maupun rayon yang ada di 21 kecamatan.

“Sudah kita telusuri di kepengurusan seluruh rayon yang ada, tak satupun ada yang kenal dengan foto yang kita sebar. Saya juga sudah berkoordinasi ke Ketua DPD AMPI Sumut abangda David Luther Lubis, dan beliau pun memastikan gak kenal dengan pria itu. Jadi saya pastikan, oknum ini bukan anggota kita,” ungkapnya, Senin (27/2).

Rizki Nugraha kembali menegaskan bahwa tidak ada nama Rakesh yang masuk ke dalam struktur kepengurusan AMPI Kota Medan. Menurutnya, oknum tersebut hanya mengklaim dirinya sebagai pengurus agar para wartawan mengambil langkah mundur teratur saat menjalankan tugasnya.

“Kepada pengurus yang ada di 21 kecamatan, saya sudah instruksikan agar menjaga nama baik organisasi ini sesuai amanah yang ditipkan Ketua DPD AMPI Sumut abangda David Luther Lubis dan ayahanda Manahan Lubis,” pungkasnya.

Senada dengan Rizki Nugraha, Ketua Pokja AMPI Sumut Budi Hariadi, pun memastikan tidak ada nama Rakesh masuk ke dalam kepengurusan DPD AMPI Kota Medan maupun DPD AMPI Sumut.

“Begitu informasi ini mencuat di sejumlah media massa, kita langsung berkoordinasi dengan Ketua AMPI Rayon Medan Petisah. Hasilnya, sama seperti yang dikatakan Ketua David dan Ketua Rizki Nugraha. Rakesh bukan anggota AMPI,” imbuhnya.

Berita sebelumnya, Rakesh bersama rekan-rekannya diduga mengancam wartawan yang meliput pra rekonstruksi dugaan penganiayaan yang dilakukan Polrestabes Medan di salah satu tempat hiburan malam di Jalan Abdullah Lubis.

Dalam aksinya, Rakesh sempat keluarkan kata-kata ancaman jika para wartawan keukeh mempublikasikan kegiatan pra rekontruksi tersebut. Bahkan lebih parahnya lagi, pria ini dengan gamblangnya mengatakan bahwa dirinya anggota AMPI untuk menggertak juru warta.(rel)

Warga Keluhkan Traffic Light Pusat Kota Tebingtinggi Sering Rusak

RUSAK: Traffic ligh di persimpangan empat jalan inti Kota Tebingtinggi kondisi mati sehingga mengganggu arus lalu lintas.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Warga Kota Tebingtinggi khususnya pengendara baik roda dua dan roda empat mengelukan Traffic Light di Jalan Sudirman Simpang Empat Kota Tebingtinggi yang sering rusak, sehingga menimbulkan kerawanan lalu lintas bagi pengendara kendaraan yang melintas.

Rusaknya traffic light di jalan inti Kota Tebingtnggi belum diketahui penyebabnya, tetapi memang kondisi traffic light sering mati sehingga arus lalu lintas amburadul. Beberapa penjagaan oleh petugas Dinas Perhubungan untuk mengatur arus lalulintas hanya dilakukan pada saat jam jam sibuk.

Salah seorang pengendara, Rusli (45) warga Kecamatan Tebingtinggi Kota mengaku sering melihat lampu traffic light Simpang Empat Kota Tebingtinggi sering rusak dan kondisi mati, memang ada petugas yang tampak mengatur arus lalulintas tetapi pada saat jam sibuk seperti pagi dan sore hari.

Menurut Rusli, ketika kondisi lampu traffic light mati, para pengguna jalan raya di simpang empat Kota Tebingtinggi merasa takut, karena persimpangan empat ini sering memakan korban jiwa apabila traffic light sedang rusak.

“Kami berharap kepada Pemkot Tebingtinggi melalui Dinas terkait untuk secepatnya melakukan perbaikan kepada lampu traffic light yang rusak,” jelasnya.

Harapan Rusli, apabila lampu traffic light persimpangan empat Kota Tebingtinggi sering mati maka akan timbul Kecelakaan lalu lintas, karena penggunaan kendaraan mobil dan sepeda motor akan berupaya mendahului dari empat arah sehingga apabila tidak hati hati maka rawan kecelakaan lalulintas akan terjadi.

“Saya informasikan kepada pengguna jalan raya ketika melintasi persimpangan empat Kota Tebingtinggi apabila traficc light sedang mati agar berhati-hati,” jelasnya. (ian)

Pimpinan DPRD Nilai Pembangunan Kota Medan Maju Secara Signifikan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan, Bobby Nasution dan Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman, telah genap dua tahun memimpin Kota Medan pada 26 Februari 2023. Seperti diketahui, Bobby Nasution dan Aulia Rachman resmi dilantik sebagai Wali Kota Medan dan Wakil Wali Kota Medan pada 26 Februari 2021.

Pimpinan DPRD Medan Fraksi Gerindra, Ihwan Ritonga angkat bicara atas dua tahun kepemimpinan Bobby Nasution. Menurut Wakil Ketua DPRD Medan itu, dalam dua tahun kepemimpinannya, Bobby Nasution telah berhasil menunjukkan pembangunan segera signifikan di Kota Medan.

“Kami di DPRD Medan menilai positif kepemimpinan Wali Kota Medan, Bobby Nasution yang telah genap dua tahun pada 26 Februari kemarin. Banyak perubahan positif. Tentunya kita semua juga dapat melihat, bahwa di tangan beliau pembangunan Kota Medan maju secara signifikan,” ucap Ihwan Ritonga kepada Sumut Pos, Senin (27/2/2023).

Dikatakan Ihwan, Bobby Nasution secara nyata tampak serius dalam mengejar target-target kerja yang telah ia tetapkan. Khususnya, merealisasikan lima program prioritas Pemko Medan dibawah kepemimpinannya, yakni di bidang kesehatan, infrastruktur, kebersihan, penanganan banjir, dan pembenahan kawasan heritage sekaligus pemberdayaan UMKM.

Dikatakan Ihwan, dari sisi kesehatan, di bawah kepemimpinan Bobby Nasution, Kota Medan resmi memiliki program UHC (Universal Health Coverage). Sejak ada program UHC, semua masyarakat Kota Medan bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis, baik di puskesmas maupun RS yang menjadi provider BPJS Kesehatan dengan hanya menunjukkan KTP.

“saya fikir ini patut kita apresasi, ini prestasi. Dengan adanya UHC, tidak ada lagi istilah masyarakat tidak bisa berobat karena tidak ada biaya,” ujarnya.

Kemudian dari sisi infrastruktur, terang Ketua DPC Gerindra Medan itu, Bobby Nasution juga menunjukkan perubahan yang positif. Saat ini, hampir semua jalan di Kota Medan telah tersentuh perbaikan. Bila pun ada yang masih mengalami kerusakan, maka akan segera dituntaskan pada tahun ini. Mengingat, DPRD Medan juga telah mengganggarkannya di APBD Tahun 2023 ini.

“Tak hanya perbaikan jalan, penataan ruas-ruas jalan juga bagian dari pembangunan infrastruktur yang dapat kita lihat saat ini, alhasil sekarang Kota Medan tampak semakin tertata. Selain itu, masih banyak pembangunan infrastruktur lainnya yang saat ini terus dikerjakan,” katanya.

Namun yang lebih penting, sambung Ihwan, di masa kepemimpinan Bobby Nasution, pembangunan infrastruktur tampak merata. Tak hanya jalan-jalan di wilayah pusat kota, pembangunan jalan juga tampak dilakukan di seluruh wilayah Kota Medan, hingga ke pelosok atau permukiman warga.

Selanjutnya, kata Ihwan, Bobby Nasution juga dinilai telah berhasil dalam memperbaiki sistem pengelolaan sampah di Kota Medan. Hal itu terlihat dari keseriusan dan kepedulian pihak kecamatan, kelurahan, hingga kepala lingkungan dalam menangani masalah sampah di wilayahnya masing-masing.

“Lalu kita juga melihat, saat ini Pemko Medan juga fokus terhadap TPA. Hasilnya, TPA Terjun sudah jauh lebih baik, saat ini pengelolaan sampah di TPA kita sudah beralih ke sistem Sanitary Landfill,” lanjutnya.

Terkait masalah banjir, jelas Ihwan, saat ini Pemko Medan juga tampak serius dalam mengatasinya, meskipun saat ini masalah banjir belum teratasi sepenuhnya.

“Tapi setidaknya banyak upaya yang sudah dilakukan, mulai dari pembangunan drainase, normalisasi sungai, sampai rencana pembangunan kolam retensi. Kita yakin, upaya-upaya ini akan membuahkan hasil di kemudian hari. Kita yakin, sampai awal 2025 pekerjaan ini akan tuntas,” jelasnya.

Terakhir untuk pembenahan kawasan heritage sekaligus pemberdayaan UMKM, lanjut Ihwan, Pemko Medan juga telah memberikan banyak kemajuan. Saat ini, kawasan Heritage di wilayah Kesawan tampak tengah dibangun oleh Kementerian PUPR. Selain itu, Pemko Medan juga tampak tengah mengerjakan proses revitalisasi Lapangan Merdeka Medan.

“Untuk UMKM, kita melihat di zaman kepemimpinan Bobby Nasution ini, sangat banyak upaya yang telah dilakukan dan hasilnya banyak dirasakan oleh para pelaku UMKM. Terlebih, saat ini Pemko Medan punya target agar produk UMKM Kota Medan bisa tembus pasar internasional,” lanjutnya.

Terakhir, Ihwan meminta semua perangkat di lingkungan Pemko Medan untuk semakin meningkatkan kolaborasi satu sama lain, termasuk kolaborasi dengan banyak pihak untuk membantu percepatan jalannya program-program kerja di Pemko Medan.

“Ini sangat penting, sebab kolaborasi yang telah dibangun selama ini terbukti berhasil. Akan lebih baik lagi apabila kolaborasi ini semakin ditingkatkan,” pungkasnya.
(map)

Dukung Peningkatan Kualitas Pendidikan, Jasindo Bantu Renovasi Asrama Putri HKBP

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Asuransi Jasa Indonesia atau Asuransi Jasindo mendukung pengembangan pendidikan, khususnya untuk para mahasiswi HKBP (Huria Kristen Batak Protestan). Dukungan ini diberikan dengan cara merenovasi asrama Putri HKBP yang terletak di Kota Medan, Sumatera Utara. Asrama ini menjadi tempat berkumpulnya para mahasiswi dari berbagai daerah di Sumatra Utara, yang tengah menempuh pendidikan di Kota Medan.

Menurut Direktur Utama Asuransi Jasindo, Andy Samuel, gagasan membangun Gedung Asrama Putri HKBP di Kota Medan datang dari Pengurus Konferensi Perempuan HKBP tahun 2016-2020 yang diketuai St Dr Serirama Butar Butar. Saat ini gedung tersebut belum rampung, padahal setiap tahunnya para mahasiswi butuh tempat tinggal saat menempuh pendidikan di Medan. “Mengingat gedung ini begitu penting dan harus segera dioperasikan, maka Asuransi Jasindo sebagai perusahaan yang peduli akan keberlanjutan pendidikan di Indonesia, menaruh perhatian yang tinggi untuk asrama ini,” katanya.

Hal ini pula yang mendorong Asuransi Jasindo beserta Indonesia Financial Group (IFG), Askrindo dan Jamkrindo memberikan bantuan sebesar Rp587.500.000. Andy menambahkan, asrama putri yang memiliki luas tanah 6.000 m2 ini akan memiliki banyak manfaat. “Dengan adanya asrama ini maka para mahasiswi akan mempunyai waktu lebih banyak untuk belajar dan berkomunikasi dengan para mahasiswi lainnya dari daerah yang berbeda-beda,” katanya.

Kondisi ini akan mencetak karakter dan kepribadian para mahasiswi tersebut. Mahasiswi yang tinggal dalam asrama diharapkan secara alamiah akan membawa mereka untuk keluar dari zona nyaman, pun akan menumbuhkan keterampilan baru serta jiwa sosial saling membantu dan peduli dengan orang lain.

Andy melanjutkan, bantuan ini sesuai dengan semangat yang selalu disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir, di mana BUMN harus memberikan nilai lebih untuk masyarakat di daerah. Jasindo sebagai anggota holding BUMN asuransi dan penjaminan di bawah Indonesia Financial Group (IFG) selalu berupaya mendukung bidang pendidikan melalui pemberian bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Pemberian bantuan dilakukan secara simbolis pada Jumat, 24 Februari 2022 di Kota Tarutung. Hadir juga Staf Khusus III Menteri BUMN, Arya Mahendra Sinulingga, dan jajaran direksi dari BUMN lain. (rel/adz)