Home Blog Page 1803

Hary Tanoesoedibjo Top Five Ketum Parpol Terpopuler

NOMOR: Ketua Umum DPP Perindo, Hary Tanoesoedibjo (kanan) bersama Ketua Harian Nasional DPP Perindo, TGB Muhammad Zainul Majdi (kiri) saat mencabut nomor urut partai untuk Pemilu 2024. Menurut survei Litbang, Hary Tanoesoedibjo menjadi salah satu ketua umum partai politik paling populer di Indonesia.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Ketua Umum DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo (HT) menjadi salah satu ketua umum partai politik yang paling populer di Indonesia berdasarkan Survei Litbang Kompas.

Merujuk Survei Litbang Kompas periode 23 Januari 2023 itu, popularitas HT berada di posisi 5 besar (top five) dengan hasil survei 46,6% dan akseptabilitas 32,3%.

Popularitas HT tersebut bahkan melampaui Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto sebesar 34,7% dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang mencapai 34,5%.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri masih berada di puncak sebagai ketua parpol paling populer di Indonesia. Popularitas Megawati diikuti Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

Mengutip Survei Litbang Kompas, Selasa (21/2/2023), kekuatan sosok tokoh partai, terutama ketua umum, menjadi personifikasi dari parpol dan memberikan insentif efek elektoral bagi partai.

Selain itu, Survei Litbang Kompas yang berlangsung pada 25 Januari hingga 4 Februari 2023 juga menempatkan Partai Perindo yang dikenal peduli rakyat kecil, konsiten memperjuangkan penciptaan lapangan kerja dan Indonesia sejahtera itu berada di peringkat 3 besar atau top three sebagai partai politik dengan konstituen yang aktif di dunia maya atau media sosial dengan capaian 42,8%.

Adapun, di peringkat pertama terdapat PKS dengan angka berkisar 57,2%. Sementara itu, Partai Demokrat juga memiliki konstituen cukup aktif di medsos dan berada di urutan kedua dengan poin 46,3%.

Partai Perindo yang ditetapkan KPU bernomor urut 16 pada Pemilu 2024 itu dinilai publik menonjol dari sisi popularitas dan akseptabilitas, serta mampu meraih elektabilitas yang tinggi pula.

“Partai ini memiliki tingkat pengenalan 69,5% dengan akseptabilitasnya berada di angka 45,7%. Dari sisi elektabilitas, Perindo juga relatif menonjol dibandingkan partai nonparlemen lainnya dengan angkat 4,1%,” demikian dikutip dari Litbang Kompas, Selasa (21/2/2023).

Partai Perindo bahkan mengungguli dua parpol parlemen, yakni PPP 2,3 persen dan PAN 1,6 persen.

Senada, hasil survei terbaru Political Statistics (Polstat) pada Februari 2023 menunjukkan elektabilitas Partai Perindo menembus 5,1%.

“Salah satu hasil yang fenomenal dari survei Polstat kali ini adalah semakin moncernya elektabilitas Partai Perindo,” kata peneliti Polstat, Apna Permana dalam paparan hasil surveinya secara daring, Rabu (22/2/2023).

Dalam survei ini, elektabilitas Partai Perindo menyentuh angka 5,1%.partai besutan Hary Tanoesoedibjo ini bahkan mampu menyalip dua parpol parlemen, yakni Partai Amanat Nasional (PAN) sebesar 2,2% dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebesar 1,9%.

Dalam berbagai kesempatan, HT mengingatkan kepada seluruh kader untuk mewujudkan Partai Perindo menjadi partai besar.

Menurut HT, hanya dengan menjadi partai besar, visi Partai Perindo memajukan Indonesia bisa terwujud, lapangan kerja tercipta, begitu pula dengan kesejahteraan yang menjadi tujuan dari lahirnya Partai Perindo.

“Kenapa harus jadi partai besar? Karena kalau jadi partai kecil, perjuangan Partai Perindo tidak akan bisa maksimal. Dengan partai besar, kita punya kursi cukup di DPR RI, kita punya banyak di provinsi, di tingkat II, kita bisa ambil bagian aktif dalam pembuatan kebijakan-kebijakan,” kata HT.

Senada dengan Hary Tanoesoedibjo, Ketua Harian Nasional DPP Partai Perindo Dr. TGB Muhammad Zainul Majdi menegaskan pula bahwa dari laporan berbagai lembaga survei, tren elektabilitas, popularitas dan akseptabilitas Partai Perindo konsisten menguat dan diyakini bakal lebih tinggi.

Capaian Partai Perindo tersebut, imbuh TGB Zainul Majdi, menguatkan optimisme Partai Perindo untuk mampu menempatkan kadernya ke parlemen.

“Saat ini, ada 400 lebih kader Partai Perindo yang duduk di DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota. Dari semuanya, tak ada yang terjerat korupsi. Bicara memperkuat supremasi hukum, ada standing untuk bicara seperti itu karena tak ada yang terjerat kasus korupsi,” ujarnya.

“Pada 2024, targetnya lebih banyak lagi kader masuk parlemen. Partai Perindo bertekad meraih double digit di semua tingkatan,” tegas TGB Zainul Majdi. (rel/ram)

Calon Petugas Haji Langkat Sowan ke Syah Afandin

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Plt Bupati Langkat, H Syah Afandin SH menerima Calon Petugas Haji Daerah Kabupaten Langkat di Rumah Dinas Bupati Langkat, Selasa (21/2/2023).

Kedatangan Ustad Husnul Abror dan Ustad Ibnul Mubarok melakukan silahturahmi sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Plt Bupati Langkat yang telah mengunjuk pihaknya sebagai petugas haji daerah Kabupaten Langkat.

“Kami sowan kepada Plt Bupati untuk dido’akan mengikuti seleksi nantinya sebagai petugas calon haji daerah Kabupaten Langkat,” ucap Ustad Husnul.

Syah Afandin mengucapkan selamat datang kepada Ustad Husnul Abror dan Ustad Ibnul Mubaroq atas kunjungan untuk bersilaturahmi ke Pemkab Langkat.

Dia mendoakan dalam mengikuti seleksi sebagai petugas calon haji daerah Kabupaten Langkat mendapatkan hasil sesuai yang diharapkan.

Turut hadir Sekda Langkat Amril S Sos MAP, Sekwan Dra Basra Pardomuan, Kadis Kominfo H Syahmadi SSos MAP, Kepala BPKAD Drs Iskandarsyah, Kabag Kesra H Syahrizal SSos MSi, dan Kabag Prokopim Mahardika Sastra Nasution SSTP MAP.(mag-6)

Rahasia Desain Mitsubishi XFC Concept, Gabungkan Konsep Elegan dan Tangguh

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menghadirkan untuk pertama kalinya di Indonesia, Mitsubishi XFC Concept, sebuah mobil konsep compact SUV pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023 yang diselenggarakan pada 16 – 26 Februari 2023 di JIExpo Kemayoran Jakarta.

Mitsubishi XFC Concept merupakan compact SUV generasi selanjutnya yang menawarkan desain SUV “Silky and Solid” yang kuat dan mengesankan, interior kabin “Compact & Spacious” nyaman mempertegas posisi atas di kelasnya, serta tekonologi dan performa “Smart & Quality Comfort” canggih untuk mendukung petualangan kehidupan sehari-hari yang aman dan nyaman bagi para penggunanya.

Kehadiran Mitsubishi XFC Concept telah menuai antusiasme dan testimoni positif dari masyarakat Indonesia, terutama pengunjung IIMS 2023. Berbagai pertanyaan mengenai rencana dan waktu produksi hingga peluncuran versi produksi masal Mitsubishi XFC Concept telah diterima oleh MMKSI.

Desain yang begitu mengagumkan dari Mitsubishi XFC Concept menjadi salah satu daya tarik utama kehadirannya. Alessandro Dambrosio, selaku Executive Design Director Mitsubishi Motors, mengungkapkan kunci inspirasi pengembangan desain Mitsubishi XFC Concept melalui tayangan video.

“Mitsubishi XFC Concept mengusung konsep desain Silky & Solid. Sebagai sebuah SUV yang ringkas, enerjik, dan juga canggih, Mitsubishi Motors menggabungkan desain urban yang elegan dengan aura SUV yang tangguh. Desain eksterior yang membentuk satu alur berkesinambungan dimulai dari logo tiga berlian di bagian depan yang kemudian memanjang ke samping hingga belakang menghasilkan generasi desain baru berbeda dari model-model sebelumnya. Pada saat yang sama, kendaraan ini memberikan kesan bertenaga seperti yang diharapkan dari sebuah SUV pada berbagai kondisi jalan, termasuk di jalanan licin, menciptakan perpaduan yang lengkap, seperti desain yang Tangguh namun sporty dan fashionable sekaligus menarik. Saya yakin Anda akan mencintai Mitsubishi XFC Concept,” tutur Alesandro.

Mitsubishi XFC Concept merupakan salah satu perwujudan manifestasi lebih dari satu abad pengalaman Mitsubishi Motors ke seluruh dunia. Kini, memasuki era baru berkendara yang aman dan nyaman. Memperkenalkan masa depan Mitsubishi Motors yang diwujudkan melalui desain terkini dan teknologi modern. Berikut merupakan penjelasan desain lebih lengkap mengenai Mitsubishi XFC Concept yang dipaparkan oleh Alesandro:

Eksterior
Kabin yang lapang mengadopsi floating roof, yang mengekspresikan kesan sporty dan ringan, sekaligus menegaskan kenyamanan. Selain itu, ujung atapnya berbentuk seperti parasut yang terbentang untuk menangkap angin, mengekspresikan kelenturan juga kekuatan.
Selanjutnya, mengintegrasikan kaca dari depan hingga ke samping menciptakan profil yang stylish dan sporty agar sesuai dengan karakteristik perkotaan di ASEAN. Pada saat yang sama, ground clearance yang tinggi dan ban berdiameter besar berkontribusi untuk menciptakan identitas SUV yang bertenaga.

Desain Depan
Identitas desain bagian depan mobil Mitsubishi Motors, yakni Dynamic Shield, mengekspresikan performa dan perlindungan, kini diperbarui dengan kedalaman dimensi yang lebih terintegrasi dengan desain bagian depan. Desain lampu depan “T-Shape” melambangkan sebuah generasi baru. Lampu Daytime Running Light (DRL) bagian atas yang berpadu dengan lampu utama berbentuk kisi-kisi menegaskan kesan lebar dengan mempertahankan desain ikonik.

Identitas desain bagian belakang “Hexaguard Horizon” juga diperbarui dengan desain tiga dimensi yang memberikan kesan dalam. Dikombinasikan dengan bentuk fender belakang yang memberikan kesan kokoh, mengekspresikan kekuatan dan kedinamisan sebuah SUV. Lampu belakang mengadopsi desain “T-Shape Horizontal”, untuk memberikan kesan luas dan stabil. Selain itu, bagian skid plate memiliki motif desain hexagonal yang impresif untuk mengekspresikan performa off-road yang progresif dan superior.

Interior
Pada panel interior mengadopsi tema desain horizontal untuk meningkatkan visibilitas berkendara. Desain dinamis yang terbentang luas dari panel instrument hingga trim pintu memberikan kesan luas pada interior. Selain itu, soft pad yang memanjang memberikan kesan tertutup dan juga perlindungan untuk menciptakan interior yang aman dan nyaman.
Layar monolitik datar yang besar mengkombinasikan navigasi dan infotainment untuk memberikan pengalaman berkendara sepenuhnya. Hal ini menawarkan desain progresif yang diinginkan di Kawasan ASEAN juga kemampuan SUV yang luar biasa. Interior ini membuat sensasi berkendara yang menyenangkan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman selama di perjalanan.

Keahlian SUV Mitsubishi Motors terus disempurnakan secara berkelanjutan dalam beberapa dekade melalui aktivitas di ajang reli yang menjadi natural laboratory, telah sepenuhnya diintegrasikan ke dalam Mitsubishi XFC Concept. Mobil ini canggih melampaui zamannya, dan menawarkan utilitas serta performa jalan raya yang sangat baik sebagai sebuah SUV. Hal-hal tersebut menjadikan Mitsubishi XFC Concept sebagai teman yang paling cocok untuk kehidupan yang menyenangkan.

Untuk mendapatkan gambaran dan penjelasan lebih jelas mengenai konsep desain, Anda dapat menyaksikan video inspirasi desain Mitsubishi XFC Concept pada tautan berikut: https://www.youtube.com/watch?v=0Gs4oR1SnoI
Atau kunjungi special page di website resmi MMKSI melalui tautan berikut: https://mitsubishi-motors.co.id/iims-2023. (rel/ram)

Bapemperda DPRD Kota Medan Target Selesaikan 14 Ranperda

BICARFA: Ketua Bapemperda DPRD Kota Medan, Dedy Aksyari Nasution ST saat berbicara di rapat paripurna.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Di tahun 2023 ini, Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Medan mengaku memiliki program kerja utama, yakni menyusun Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan. Namun dari semua perda yang akan disusun, yang menjadi fokus kerja Bapemperda DPRD Medan yaitu menyelesaikan perda-perda skala prioritas. Hal ini dikatakan saat menjelaskan program kerja Bapemperda DPRD Kota Medan tahun 2023.

“Untuk 2023, program kerja Bapemperda DPRD Medan menyusun 24 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) menjadi suatu Perda Kota Medan. Dari perda-perda tersebut, ada 4 perda menjadi skala prioritas kami untuk diselesaikan. Sedangkan target kami selama 2023 ini yakni menyelesaikan 14 perda,” ucap Ketua Bapemperda DPRD Kota Medan, Dedy Aksyari Nasution ST, Selasa (21/2).

Dikatakan Dedy, ke-24 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang masuk usulan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) di tahun 2023 terdiri dari 3 Ranperda Komulatif Terbuka, 9 Ranperda Usulan Inisiatif DPRD Kota Medan, dan 12 Ranperda Usulan Pemko Medan.

Ke-3 Ranperda Komulatif Terbuka yakni Ranperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2022, Ranperda Tentang Perubahan APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2023 dan Ranperda Tentang APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2024.

Sementara untuk 9 Ranperda Usulan Inisiatif DPRD Kota Medan, yakni Ranperda Kota Medan Tentang Ketahanan Pangan, Ranperda Kota Medan Tentang Tata Cara Penyusunan Program Pembentukan Perda, Ranperda Kota Medan Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Kota Medan, Ranperda Kota Medan Tentang Perubahan Atas Perda No 6 Tahun 2015 Tentang Pengelolaan Persampahan, dan Ranperda Kota Medan Tentang Pembinaan dan Pelayanan Keagamaan Masyarakat Kota Medan.

Kemudian, Ranperda Kota Medan Tentang Pembangunan Kepemudaan, Ranperda Kota Medan Tentang Perlindungan dan Penanganan Penyakit Menular Udara, Ranperda Kota Medan Tentang Pengelolaan Zakat dan Ranperda Kota Medan Tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan.

Sedangkan 12 Ranperda Usulan Pemko Medan, yakni Ranperda Kota Medan Tentang Pajak dan Retribusi Daerah, Ranperda Kota Medan Tentang Pencabutan Perda Kota Medan Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kota Medan 2015-2035. Ranperda Kota Medan Tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Rabnperda Kota Medan Tentang Rencana Pembangunan Industri Kota Medan (RPIK) Tahun 2021-2041, Ranperda Kota Medan Tentang Perubahan Atas Perda Kota Medan Nomor 3 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan.

Lalu, Ranperda Kota Medan Tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal, Ranperda Kota Medan Tentang Perubahan Atas Perda Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Medan Tahun 2021-2026, Ranperda Kota Medan Tentang Pencegahan dan Pemadaman Kebakaran.

Kemudian, Ranperda Kota Medan Tentang Induk Pembangunan Pariwisata Kota Medan Tahun 2022-2025 dan Ranperda Kota Medan Tentang Perubahan Atas Perda Kota Medan No 3 Tahun 2014 tentang Wajib Belajar Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah.

Dedy Nasution menyebutkan, dari 24 Propemperda yang akan menjadi Ranperda dan nantinya disahkan jadi Perda ini tidak serta merta dimasukan dalam pembahasan Propemperda.”Ada perda skala prioritas untuk kepentingan program pembangunan dan kesejahteraan warga Medan,” ujarnya.

Dedy menerangkan, saat ini ada beberapa Perda skala prioritas, yakni Ranperda Tentang Barang Milik Daerah dan Ranperda Inovasi daerah yang merupakan usulan inisiatif dari Pemko Medan, kemudian dua lagi usulan inisiatif DPRD Kota Medan yaitu Ranperda Tentang Peraturan Tata Tertib DPRD Kota Medan, Ranperda Kode Etik dan Ranperda Tentang Perlindungan dan Pengembangan UMKM yang saat ini sedang bergulir.

“Ranperda yang sudah terbentuk Panitia Khusus (Pansus) yakni Pansus Tatib, Pansus Inovasi Daerah, Pansus Barang Milik Daerah dan Pansus UMKM. Kita harap pansus ranperda lainnya akan segera terbentuk,” kata Politisi Partai Gerindra ini.

Dilanjutkan Dedy, pada Propemperda Tahun 2022, sebanyak 25 Ranperda yang menjadi prioritas sudah diharmonisasi dan dilaporkan kepada pimpinan DPRD Kota Medan sebanyak 7 Ranperda. Dua diantaranya Ranperda inisiatif DPRD Kota Medan yaitu Ranperda Perlindungan Terhadap Penyandang Disabilitas dan Lanjut Usia dan Ranperda Perlindungan dan Pengembangan UMKM.

Selanjutnya Ranperda usulan Pemko Medan yakni Ranperda Penyelenggaraan Perlindungan Anak di Kota Medan, Ranperda tentang perubahan atas Perda Kota Medan No 15 Tahun 2016 tentang pembentukan perangkat daerah Kota Medan, Ranperda Tentang Inovasi Daerah, Ranperda Pengelolaan Barang Milik Daerah dan Ranperda Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

“Sementara Pansus pembahasan Ranperda Kota Medan yang dibentuk tahun 2021 telah selesai pembahasannya pada tahun 2022 yakni Ranperda Penetapan Zonasi Aktifitas Pedagang Kaki Lima di Kota Medan telah disepakati dan ditandatahgani serta Ranperda Tentang keolahragaan telah disepakati dan ditandatangani,” lanjutnya.

Dedy mengatakan, dengan disepakatinya 24 Propemperda 2023, maka tugas Bapemperda DPRD Kota Medan tinggal menyusunnya untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya yang tujuannya untuk masyarakat Kota Medan lebih baik lagi dan sesuai apa yang dikatakan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan menuju Medan Berkah.

Diketahui, 24 Propemperda Tahun 2023 ini telah disepakati dan ditetapkan pada Rapat Paripurna yang digelar 20 Desember 2022 lalu. Rapat tersebut dipimpin Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE didampingi para Wakil Ketua DPRD Medan dan dihadiri Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, SE, MM, beserta para OPD Pemko Medan dan juga anggota DPRD Medan. (rel)

Pasca Covid-19, Perdana Unimed Gelar Wisuda Tatap Muka Diikuti 1.356 Lulusan

Rektor Unimed, Prof. Dr Syamsul Gultom saat memimpin wisuda diikuti 1.356 lulusan.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 1.356 lulusan, mengikuti wisuda digelar Universitas Negeri Medan (Unimed) berlangsung secara tatap muka dan dilaksanakan di Gedung Serbaguna, Kampus Unimed, di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (22/1) pagi.

“Alhamdulilah, ucapara wisuda periode Februari 2023 ini. Dapat kita laksanakan, secara langsung di Gedung Serbaguna Unimed. Untuk yang pertama kalinya (digelar tatap muka), setelah pandemi melanda kita kurang lebih 3 tahun,” ucap Rektor Unimed, Prof. Dr Syamsul Gultom dalam kata sambutannya dihadapan ribuan lulusan tersebut.

Syamsul atas nama pimpinan universitas dan jajaran mengucapkan selamat kepada ribuan lulusan yang mengikuti wisuda. Ia berpesan untuk selalu menjaga nama alamater di tengah masyarakat.

“Ucapan selamat dan terima kasih juga saya disampaikan kepada seluruh orang tua/wali dan keluarga, yang telah mempercayakan pendidikan putra/putrinya kepada Universitas Negeri Medan,” sebut Syamsul.

Dengan ucapara wisuda ini, Syamsul mengatakan para lulusan ke gerbang kesuksesan dengan menyongsong masa depan yang gemilang dan dapat membahagiakan kedua orang tua dan keluarga.

“Upacara wisuda yang saudara ikuti ini, bukan menyatakan bahwa masa belajar Saudara telah berakhir. Justru harus Saudara jadikan sebagai titik awal perjuangan baru, dalam mengimplementasikan kemampuan dan skill yang sudah Saudara miliki selama studi di Unimed,” jelas Syamsul.

Syamsul mengatakan gelar akademik dan keahlian yang telah peroleh harus menjadi modal yang dapat memberi kesempatan, lebih besar untuk berkiprah, dan berkarya dalam meniti karir untuk meraih kesuksesan hidup.

“Kami mengajak semua para wisudawan yang diwisuda hari ini, agar saudara dapat melanjutkan studi kejenjang S2 dan S3, untuk mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan dan skill yang lebih mahir dan profesional, agar tetap dapat bersaing di dunia kerja yang kompetitif,” jelas Syamsul.

Untuk diketahui, Unimed saat ini telah memiliki 6 Program Doktor, dan 19 Program Magister yang terus berkembang. Melalui acara wisuda ini, Syamsul mengundang para wisudawan untuk kembali melanjutkan studi pada Program Doktor dan Magister yang ada di kampus kebanggaan kita Universitas Negeri Medan.

“Alhamdulilah, saat ini Unimed memiliki 82 Program Studi D3, S1/D4, S2, S3 dan Profesi, 61 % sudah terakreditasi A/Unggul. Kita terus dorong agar tahun depan semua Prodi di Unimed harus meraih akreditasi Unggul,” ucap Syamsul.

Selain itu, Ia mengungkapkan Unimed juga sekarang sedang berproses mempersiapkan peralihan status dari PTN BLU menjadi PTN-BH, agar lebih optimal dalam pengembangan mutu dan kemajuan kampus ini.

“Di era revolusi industri dan menuju era society 5.0, dimana teknologi informasi telah menjadi basis dalam kehidupan manusia. Saudara para wisudawan dituntut untuk lebih memiliki rasa empati, kepedulian, sense of belonging, kemahiran/skill dibidang IT dan bahasa Inggris,” jelas Syamsul.

“Saat ini bukan lagi era kompetisi, namun saat ini yg dibutuhkan adalah kemampuan dan skill kolaborasi dalam berbagai hal,” kata Syamsul.

Dalam melangkah ke jenjang karir, dan dunia kerja, Syamsul menyebutkan bahwa setidaknya ada 10 skill yang dibutuhkan di masa depan, yakni ilmuwan yang Kreatif, Kemampuan Menyelesaikan Masalah, Kerja Sama Tim atau Kolaborasi, Kepemimpinan, Kemampuan Negosiasi, Manajemen Waktu, Kemampuan Mengambil Keputusan, Kemampuan Mengendalikan Emosi.

“Kemudian, berpikir Kritis, dan Networking. Melalui Implementasi Kurikulum Berbasis KKNI dan penugasan 6 tugas wajib dalam setiap mata kuliah, kami yakin saudara semua lulusan UNIMED yang di wisuda hari ini, sudah memiliki 10 komptensi dan skill yang dibutuhkan di dunia kerja,” ujar Syamsul.

Syamsul menjelaskan bahwa masyarakat menaruh harapan besar kepada Universitas Negeri Medan untuk mendidik dan menghasilkan guru, konselor, pamong belajar, dan tenaga kerja yang bermutu dan berkarakter mulia yang memiliki kecerdasan intelektual, spiritual, emosional, dan kinestetik yang membentuk sikap dan mentalitas para wisudawan.

“Kami yakin saudara mampu berkolaborasi untuk meraih kesuksesan di dunia kerja yang akan menghantarkan saudara dapat hidup sukses yang lebih cemerlang, untuk membahagiakan kedua orang tua dan keluarga,” kata Syamsul.(gus)

TGS Ganjar Tekankan Pesan Toleransi dan Persaudaraan Dalam Membangun Bangsa

Dzikir dan Doa Bersama di Majelis Taklim Sabulussalam, Tualang, Perbaung, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Rabu (22/2).(Ist)

SERDANG BEDAGAI, SUMUTPOS.CO – Indonesia merupakan bangsa yang majemuk terdiri dari berbagai agama, suku, budaya dan adat istiadat.

Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Tuan Guru Sahabat (TGS) Ganjar Sumatera Utara, Zulfi Andika dalam lanjutan kegiatan Dzikir dan Doa Bersama di Majelis Taklim Sabulussalam, Tualang, Perbaung, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Rabu (22/2).

“Dalam kegiatan hari ini, kami menyampaikan pesan positif untuk masyarakat, yakni untuk senantiasa menjaga toleransi antar masyarakat dan menjaga nilai-nilai ukhuwah bangsa Indonesia,” buka Andika.

Lebih lanjut Andika menyampaikan bahwa nilai-nilai yang diajarkan agama saat ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari budaya masyarakat Indonesia. Dirinya meyakini semua agama mengajarkan nilai-nilai terpuji bagi sesama manusia dan lingkungan.

“Baik Islam maupun agama lainnya yang ada di Indonesia pasti mengajarkan hal-hal baik. Pesan itulah yang harus kita junjung agar Indonesia menjadi bangsa yang utuh dengan mengedepankan gotong royong,” lanjutnya.

Andika berharap dengan adanya kegiatan tersebut, masyarakat dapat menjalin erat tali silaturahmi serta berperan aktif dalam membangun bangsa Indonesia lebih maju lagi ke depannya dengan dimulai dari hal-hal kecil di sekitar lingkungan tersebut.

“Selain itu juga kegiatan ini diharapkan bisa memperkuat tali persaudaraan kita dalam membangun wilayah kita, baik dari sisi lingkungannya maupun hal yang menunjang kesejahteraan warga sekitar khususnya,” tambahnya.

Selain itu, Andika juga mengajak masyarakat untuk aktif dalam membangun generasi muda yang unggul melalui penanaman karakter dan pendidikan yang berdasarkan keislaman dama menciptakan generasi unggul masa depan bangsa.

Hal tersebut tentunya tidak lepas dari peran orang tua. Majelis Taklim ini tentunya bisa menjadi sarana dalam berdiskusi dan memperoleh informasi seputar kesejahteraan keluarga salah satunya.

“Tentu, majelis taklim memegang peran penting dalam peningkatan kapasitas SDM, melalui Majelis Taklim ini lah justru akan muncul ide dan edukasi baru tentang bagaimana menicptakan keharmonisasian dan kesejahteraan dalam keluarga salah satunya,” ujarnya.

“Karena kesejahteraan keluarga itu memegang peranan penting dalam menciptakan kualitas generasi penerus yang unggul,” lanjutnya.

Melalui kegiatan tersebut, Andika pun memfasilitasi warga setempat dengan memberikan bantuan sarana dan pra sarana dalam menunjang kegiatan agar lebih optimal.

“Berdasarkan diskusi sebelumnya, kami coba memberikan bantuan sarana dan prasarana dalam menunjang kegiatan di majelis taklim di sini supaya berjalan lebih optimal, mudah-mudahan bantuan tersebut bisa bermanfaat,” pungkasnya.

Kegiatan diakhiri dengan dzikir dan doa bersama untuk keselamatan dan kesejahteraan bangsa Indonesia khususnya masyarakat yang ada di Kabupaten Serdang Bedagai. (rel/tri)

Akitivitas Vakum, Pengcab Minta Musprov Percasi Sumut Dipercepat

Sekretaris Percasi Kota Medan, Widodo Sam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Vakumnya aktivitas catur di Sumatera Utara membuat Pengcab kabupaten/kota kecewa. Mereka pun meminta agar Musyawarah Provinsi (Musprov) Percasi Sumut dipercepat.

“Seharusnya periode kepengurusan Pengprov Percasi Sumut periode 2019-2023 berakhir pada Oktober mendatang. Namun kita meminta agar dipercepat demi menyelamatkan marwah catur Sumut,” ujar Sekretaris Pengcab Percasi Kota Medan, Widodo Sam di Medan, Rabu (22/2).

Dijelaskan, kondisi catur Sumut saat ini sangat memprihatinkan. Tidak ada aktivitas sama sekali atau terkesan vakum. Pengurus Parcasi Sumut pun terkesan diam.

“Kita kecewa catur tidak masuk Porprovsu 2023 kemarin. Kemudian kejuaraan daerah (Kejurda) pun sudah ditunda berkali-kali. Ini tentu berpengaruh terhadap kondisi dan mental atlet,” tegas Widodo.

Situasi ini diperparah dengan belum adanya atlet catur masuk masuk Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Jangka Panjang menuju PON XXI/2024 yang digelar KONI Sumatera Utara.

Padahal, tambah Widodo, mereka disuruh membina atlet di daerah. Namun setelah dibina, tidak ada kejuaraan ke jenjang lebih tinggi. “Kita kasihan dengan atlet-atlet tersebut. Mereka terkendala masuk Pelatda PON 2024 karena ulah pengurus Percasi Sumut,” ungkapnya.

Ketua Percasi Nias Utara Enaza Zega juga berpendapat serupa. Demi menyelamatkan catur Sumut, dia meminta agar Musprov Percasi Sumut yang seharusnya digelar November 2023 mendatang untuk dipercepat.

“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Kasihan dengan atlet-atlet yang telah berlatih dan mempersiapkan diri, tapi tidak ada kejuaraan di tingkat provinsi. Kita berharap agar Musprov Percasi Sumut dipercepat,” pintanya. (dek)

DPRD Medan Minta Ornamen Kepala Kerbau Diletakkan di Atas Gapura Medan Tuntungan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Suku Karo di Kota Medan, memprotes pembangunan Gapura Batas Kota di Kecamatan Medan Tuntungan yang tengah dalam proses revitalisasi. Pasalnya usai direvitalisasi, ornamen ‘kepala kerbau’ berikut tanduknya tidak terlihat di atas Gapura berbentuk Rumah Adat Suku Karo tersebut.

Saat ini, gapura dipintu gerbang Kota Medan dengan perbatasan Kabupaten Deliserdang menuju Kabupaten Karo, tepatnya di Jalan Jamin Ginting, Simpang Tuntungan itu, tampak berbeda. Pasalnya, di atas gapura berupa Rumah Adat Karo yang sedang dalam proses penyelesain itu hanya terdapat ornamen berbentuk ‘tanduk’ saja, tanpa ada kepala kerbau layaknya rumah adat karo.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi IV DPRD Medan, Daniel Pinem, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Perkim untuk segera mengganti ornamen yang hanya berbentuk ‘tanduk’ tersebut menjadi ‘kepala kerbau’ lengkap dengan tanduknya di atas gapura berbentuk Rumah Adat Karo tersebut.

“Kita minta agar ornamen di atas Gapura tersebut segera diganti dengan ornamen Kepala Kerbau. Tentunya kalau kepala kerbau ada tanduknya, bukan cuma tanduk tapi tidak ada kepala kerbau seperti saat ini,” ucap Daniel Pinem kepada Sumut Pos, Rabu (22/3).

Dikatakan Daniel yang juga merupakan tokoh karo di Kota Medan, ornamen tersebut harus segera diganti dengan kepala kerbau. Pasalnya, setiap Rumah Adat Karo memang memiliki ornamen kepala kerbau di atasnya. Rumah Adat Karo lengkap dengan kepala kerbau itu merupakan identitas diri Suku Karo.

“Jadi Rumah Adat Karo itu memang harus ada kepala kerbau di atasnya, itulah identitas Suku Karo. Kalau tidak ada kepala kerbau di atasnya, ya bukan rumah Adat Karo namanya. Sementara, gapura yang dibangun (di Medan Tuntungan) itu tidak ada kepala kerbau di atasnya. Jadi sekali lagi kita minta agar ornamen yang ada saat ini di atas gapura itu segera diganti dengan ornamen kepala kerbau, agar identitas Suku Karo tidak hilang dari gapura itu,” ujarnya.

Dijelaskan Daniel yang merupakan Anggota DPRD Medan dari Dapil Medan V (Medan Sunggal, Medan Selayang, Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Polonia, dan Medan Maimun) itu, Guru Patimpus Sembiring Pelawi merupakan pendiri Kota Medan. Sementara, Kecamatan Medan Tuntungan merupakan perbatasan Kota Medan dengan Deliserdang sekaligus pintu masuk dari Kabupaten Karo.

“Kota Medan merupakan kota multi etnis, dan identitas Kota Medan tidak terlepas juga dari Suku Karo. Identitas-identitas seperti ini tidak boleh hilang, karena ini salah satu kekayaan Kota Medan. Kita harap Dinas Perkim segera menindaklanjuti hal ini,” pintanya.

Sebelumnya, Warga Suku Karo tampak menyampaikan kiritikannya di media sosial atas pembangunan Gapura Batas Kota di Kecamatan Medan Tuntungan tersebut.

“HALLO..HALLO…..HMKI Medan/Sumut, Pemuda Merga Silima Medan/Sumut, ICK, Mahasiswa Karo Medan.Tolong Usulkan Kepada Walikota Medan Agar Mengubah, Memperbaiki Kepala Kerbau Pada Bangunan Rumah Adat Karo Di Pintu Gerbang Masuk Kota Medan, Jalan Jamin Ginting, Simpang Tuntungan Medan/Pancurbatu.

Seharusnya Bagian Atas Rumah Adat Karo Dibuat Berbentuk KEPALA KERBAU BERTANDUK (Seperti Gambar 2 dan 4). BUKAN HANYA TANDUK SAJA TANPA MUKA dan TANPA KEPALA (Seperti Gambar 1). Hayo Sdr/i Siapa Saja Warga Medan Tolong Usulkan Kepada Wali Kota Medan. Supaya Diperbaiki. Mumpung Belum Selesai Bangunannya. Bujur Mejuah2 Merga Silima,” tulis salah seorang warga Medan di media sosial.

Hal itu pun mendapatkan tanggapan beragam dari warga net.

“Sepatutnya diperbaiki sesuai standar mengingat lokasi ini akan menjadi icon. Banyak tempat untuk branding a.l Sukajulu, Dokan, Lingga,” Cuit W Ginting.

“Bang Wali Bobby Nasution, tolong diperhatikan aspirasi orang Karo. Agar jangan niat baik memuliakan budaya malah jadi dianggap menistakan budaya. Mohon pakailah tenaga ahli yang benar dan ahli, bukan yang sekedar mengaku-ngaku ahli,” kata L Tarigan.

“Sentabi, Perlu perhatian khusus dan segera di ganti itu, jangan berlarut-larut, itu akan berpengaruh Kelak kepada anak kempu, ente ras entah kita Kalak Karo kupudi wari Enda. Ula kari gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga. Ula kari gara-gara simbol sikitik ena, mbau kerina turi-turin geluh Kalak Karo erkiteken Kita anak sigundari Enda tidak perduli dalam hal-hal kecil begini. Salam PIJER PODI. Mejuah-juah, bujur,” tulis K Ginting. (map)

Sukseskan Pelaksanaan MTQ ke-56 Tingkat Kota Medan, Dishub Medan Rekayasa Lalulintas

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan memastikan arus lalu lintas akan tetap berjalan lancar pada perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-56 tingkat Kota Medan yang akan digelar di Universitas Sumatera Utara (USU).

Untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas itu, Dishub Medan akan melakukan rekayasa lalulintas di seputar kampus USU saat pelaksanaan pawai. Mengingat pada gelaran MTQ ke-56 tingkat Kota Medan itu, akan dilakukan pawai untuk memeriahkan perhelatan tersebut. Seperti diketahui, pawai tersebut akan berlangsung pada Sabtu, (25/2/2023) pagi.

“Untuk memastikan kelancaran arus lalulintas dan menghindari kemacetan, Dishub Medan akan melakukan rekayasa arus lalulintas di seputar kampus USU, khususnya di Jalan Dr Mansyur,” ucap Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis S.SiT MT kepada Sumut Pos, Selasa (21/2/2023).

Dikatakan Iswar, sepanjang Jalan Dr Mansyur akan ditutup secara total, yakni mulai dari simpang Jalan Jamin Ginting hingga simpang pintu 4 kampus USU. Selain itu, Jalan Dr Hamzah yang tepat di depan pintu 3 kampus USU juga akan ditutup.

“Rekayasa lalu lintas itu akan kita lakukan mulai pukul 07.00 sampai pukul 12.00 WIB,” ujarnya.

Kemudian, berdasarkan peta rekayasa lalu lintas yang disiapkan Dishub Medan, tampak para pengendara di Jalan Dr Mansyur dari arah Jalan Setia Budi akan dialihkan ke Jalan Prof T Zulkarnaen yang berada tepat di pintu 4 kampus USU. Dari situ, pengendara akan melaju ke Jalan Dr Sumarsono hingga keluar kembali di depan pintu 1 Kampus USU.

Sementara itu, untuk pengendara yang datang dari Jalan Jamin Ginting, dipastikan tidak bisa belok ke Jalan Dr Mansyur. Jika ingin menuju Jalan Setia Budi, para pengendara harus mengambil jalur alternatif, yakni melalui Jalan Harmonika atau Jalan Pasar Baru.

“Untuk tamu VIP dan peserta MTQ, terdapat jalur khusus yang kita siapkan, yaitu masuk dari Pintu 1 menuju Jalan Alumni, lalu ke Jalan Politeknik, terus tembus ke Pintu 4 menuju Stadion Mini USU,” katanya.

Seperti diketahui, MTQ tingkat Kota Medan akan dilaksanakan mulai dari tanggal 25 Februari hingga 4 Maret 2023. Tahun ini, Kecamatan Medan Baru bertindak sebagai tuan rumah. Diketahui, secara administrasi kampus USU sendiri masuk ke wilayah Kecamatan Medan Baru. (map)

Didemo, Kalapas Binjai Temui Massa

TERIMA: Kalapas Binjai, Theo Adrianus Purba saat menerima massa aksi dan menjawab tuntutan aspirasinya. (Teddy Akbari/Sumut Pos)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Belasan orang yang mengaku mahasiswa turun ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Binjai di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kelurahan Limau Mungkur, Binjai Barat, Rabu (22/2). Massa aksi demo yang digelar secara damai ini meminta oknum di Lapas Binjai yang dipolisikan dan diduga menyandang status tersangka dugaan pelecehan seksual berinisial SS, agar dipecat dari Aparatur Sipil Negara.

Dalam orasinya, massa meminta agar pucuk pimpinan di Lapas Binjai dapat menemui mereka. Pasalnya, SS diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap seorang gadis berinisial IN.

“Pecat dan penjarakan pelaku kekerasan seksual yang dilakukan oleh oknum pegawai Lapas Binjai. Untuk itu kami minta penjelasan dari Kalapas,” kata orator massa aksi.

Belasan massa aksi mendapat pengawalan dari Polres Binjai saat menyuarakan aspirasinya. Bahkan, Kabag Ops Polres Binjai dan Kasat Intelkam hadir di tengah massa.

Bagi massa aksi, status tersangka yang disandang SS sudah dapat dilakukan pemecatan. Karenanya, massa meminta agar pucuk pimpinan di Lapas Binjai dapat memproses oknum yang telah merusak nama baik institusi.

“Atas kejadian tersebut, kami meminta (oknum SS) segera diberhentikan sebagai ASN karena tidak mencerminkan sikap terpuji. Kami juga meminta Kapolres Binjai untuk menahan tersangka,” ujar pengunjuk rasa saat menyuarakan aspirasinya.

Tak lama bersuara dengan pengeras suara (toa), massa aksi ditemui Kalapas Binjai, Theo Adrianus Purba. Kalapas menegaskan, kasus yang menimpa SS adalah persoalan pribadi.

“Ini merupakan masalah pribadi, bukan dinas. Jadi tolong diperhatikan. Hanya saja yang bersangkutan bekerja di institusi ini,” seru dia.

Theo bilang, saat ini kasusnya masih bergulir di Polres Binjai. Karenanya, dia juga menyatakan siap bersama dengan massa untuk mengawal kasus tersebut.

“Mari sama-sama kita kawal dan kita hormati proses tersebut,” sebut Theo.

Namun massa mendesak agar oknum tersebut dipecat. Hanya saja, Theo menjelaskan, pemecetan bukan proses yang mudah.

Tentu ada proses dan tahapan yang harus dilalui. Ditambah lagi, persoalan tersebut belum ada putusan yang berkekuatan hukum tetap dari palu majelis hakim.

“Terkait pemecatan, tentunya ada proses hukum dan nanti pengadilan yang memutuskannya,” kata dia.

Terpisah, Pelaksana Harian Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai, AKP Irvan Rivaldi Pane membenarkan, ada kasus yang melibatkan oknum lapas berinisial SS, yang tengah ditangani penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak.

“Ada yang sedang ditangani, gelarnya sampai di polda kemarin. Coba tanya sama kanit langsung (mengenai status sudah tersangka atau belum),” pungkasnya.

Kasus bermula dari SS dengan IN bertemu di Kota Medan pada tahun 2021 lalu. Keduanya satu sekolah saat duduk di bangku sekolah dasar.

Lapas Binjai sendiri sudah memanggil SS untuk dilakukan konfrontir atas laporan dari keluarga korban yang melaporkannya ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumut. Oleh Lapas Binjai sudah sempat melakukan mediasi antara SS dengan keluarga IN.

Sayangnya, mediasi yang dilakukan tidak mendapat kesepakatan dan buntutnya, keluarga korban melaporkan dugaan tindak pidana pelecehan seksual ke Polres Binjai. (ted)