Home Blog Page 1839

Warga Sari Rejo Minta Dibangunkan Puskesmas Pembantu

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk membangun Puskesmas Pembantu (Pustu) di Kelurahan Sari Rejo. Pasalnya, warga merasa akses dari Sari Rejo menuju Puskesmas Polonia di Jalan Pendidikan, Kelurahan Polonia cukup jauh.

Hal itu terungkap saat kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun Keempat Tahun Anggaran 2023 yang digelar Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Golkar, M Afri Rizki Lubis SM M.IP di Jalan Subur, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Minggu (13/2/2023) sore.

Dalam kegiatan yang turut dihadiri Lurah Sari Rejo Edi Gurnawan, perwakilan Dinas Perhubungan Medan Ekbert, perwakilan Dinas SDABMBK Medan Imam Prasetya, perwakilan Dinas Sosial Medan Syarif Hidayat, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Anton, dan perwakilan BPJS Kesehatan Feri Oliver, warga mengaku jika akses menuju puskesmas yang cukup jauh menyulitkan mereka untuk mendapatkan fasilitas kesehatan.

“Di Sari Rejo ini gak ada puskesmas pak, puskesmas di Kelurahan Polonia cukup jauh dari sini, tidak semua orang punya ongkos kesana karena disini banyak orang tidak mampu. Tolong dibangunkan puskesmas pembantu di Sari Rejo ini pak, supaya mudah untuk berobat,” ucap salah seorang warga Sari Rejo, Maulana.

Ia mengatakan, Kelurahan Sari Rejo termasuk wilayah yang padat penduduk, sehingga sangat layak untuk dibangunkan puskesmas pembantu di kelurahan tersebut.

Menjawab keluhan warga, Lurah Sari Rejo Edi Gurnawan, mengaku bahwa rencana pembangunan puskesmas pembantu di Kelurahan Sari Rejo sempat diwacanakan. Bahkan, ada warga yang sempat ingin membebaskan lahannya untuk dibangun puskesmas pembantu. Namun saat ini, pembangunan tersebut belum dapat direalisasikan.

“Tapi nantinya akan ada ambulance berupa puskesmas keliling untuk Kelurahan Sarirejo, sampai nanti ada Puskesmas,” jawab Edi.

Selain masalah puskesmas pembantu, warga lainnya, Hadi mengeluhkan masalah jalan rusak di Jalan Karya Bakti II. Pasalnya, jalan tersebut mengalami rusak parah dan telah lama tidak tersentuh perbaikan.

Menjawab hal itu, Rizki Lubis mengaku telah meneruskannya ke Dinas terkait. Dari informasi yang diterimanya, Jalan Karya Bakti II memang akan diperbaiki pada tahun ini juga.

“InsyaAllah Jalan Karya Bakti II akan dibangun tahun ini juga. Proyek pengerjaannya sudah masuk dalam anggaran tahun ini, jadi akan dikerjakan tahun ini juga,” jawab Rizki.

Sebelumnya di hari yang sama, Rizki Lubis juga menggelar kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun Keempat Tahun Amggaran 2023 di Jalan Cinta Karya Gang Masjid Silaturahim Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Minggu (12/2/2023) siang.

Disana, warga Jalan Cinta Karya Gang Sasar, Lingkungan I, Kelurahan Sari Rejo, Wito mengeluhkan masalah akses jalan menuju jalan Sari Rejo yang rusak.

Menyikapi hal ini, dihadapan ratusan warga yang hadir, Edi Gurnawan mengaku sudah menyurati Dinas SDABMBK Kota Medan.

“Jadi saat ini kita menunggu tindaklanjutnya, diharapkan pengerjaannya di tahun ini. Jadi Jalan Cinta Karya ini sudah diukur, demikian juga untuk Gang Landasan telah diukur, dan mudah-mudahan segera diaspal,” katanya.

Edi Gurnawan menambahkan, pihaknya juga sudah mengusulkan kepada Dinas Lingkungam Hidup untuk penambahan bak sampah di Kelurahan Sari Rejo.

“Dan permintaan ini sudah disetujui, tapi untuk permintaan penambahan armadanya belum disetujui,” pungkasnya.

Pantauan Sumut Pos, pada dua sesi kegiatan Reses yang digelar, Rizki Lubis menerima banyak aspirasi dari masyarakat yang hadir. Ia pun berjanji akan meneruskan aspirasi tersebut kepada pihak terkait, termasuk untuk menyampaikannya dalam sidang Paripurna DPRD Medan. (map)

Rumah Karya Indonesia Jadi Magnet Menarik Wisatawan

HADIRI: Wagub Sumut Musa Rajekshah saat menghadiri acara Rumah Karya Indonesia yang digelar di Pos Bloc di Kota Medan. ist/SUMUT POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kehadiran Rumah Karya Indonesia mampu membantu memperkenalkan kebudayaan daerah dan menggerakkan ekonomi daerah, lewat festival-festival budaya yang dilaksanakan.

Hal itu disampaikan dikatakan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah saat menghadiri acara Rumah Karya Indonesia yang digelar di Pos Bloc, Kota Medan, Sumatera Utara. “Saya apresiasi buat kawan-kawan yang tergabung di Rumah Karya Indonesia buat Ojax, Nukeu dan lainnya. Mereka ini semangat karena ingin berbuat sesuatu untuk daerah. Malah pemerintah belum hadir tapi mereka terus bergerak. Saya hadir ke sini karena rasa senang dan bangga, serta bentuk dukungan kami dari pemerintah,” ujar pria yang akrab disapa Ijeck tersebut dalam keterangan tertulis, Minggu (12/2).

Dalam kesempatan itu, Ijeck bersama Kepala Dinas Pariwisata Sumut, Zumri Sulthony, Ketua Rumah Karya Indonesia Ojax Manalu dan lainnya juga menonton film Sipaha Lima, yang menceritakan tentang kebudayaan dari agama Parmalim yang ada di Sumut. “Dan tadi saya dengar juga mereka mau buat 9 event festival lagi dalam tahun ini. Ini luar biasa. Semoga ini bisa menjadi magnet dalam menarik wisatawan ke Sumut,” ucapnya.

Ia berharap banyak anak muda lagi di Sumut yang berkreativitas dan berbuat sesuatu untuk daerah. “Mudah-mudahan dengan seperti ini ekonomi daerah akan bergerak. Karena pariwisata ini juga salah satu faktor penggerak ekonomi. Promosi dengan menampilkan kebudayaan-kebudayaan daerah dengan apa yang menjadi potensi daerah ini menjadi magnet bagi wisatawan untuk datang,” katanya.

Ketua Rumah Karya Indonesia Ojax Manalu dalam kesempatan itu mengatakan bahwa selain nonton film Sipaha Lima, mereka juga menggelar Talkshow “Regenerasi: Sejauh Apa Kesempatan Ekosistem Terhadap Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Sumut?”.

“Dalam tahun ini kita juga akan menggelar acara Lake Toba Film Festival, Geobike Kaldera Toba, Tao Silalahi Arts Festival, Jong Batama Arts Festival dan lain sebagainya,” ujar Ojax. (gus/ila)

Serunya DIGI Playlist Love Festival 2.0, Hadirkan Kolaborasi Lintas Genre

BANDUNG, SUMUTPOS.CO – Festival musik DIGI Playlist Love Festival 2.0 sukses digelar pada Sabtu-Minggu, 11-12 Februari 2023 di SECAPA AD Kota Bandung. Acara tersebut menampilkan berbagai aksi panggung dari 29 musisi kenamaan tanah air maupun mancanegara yang hits di era 2000-an dalam berbagai genre.

Beberapa line up yang tampil memeriahkan acara di antaranya adalah Krisdayanti, Tipe X, Mocca, Ten2Five, Dygta, hingga Sherina. Selain itu, terdapat pula musisi mancanegara yang banyak ditunggu oleh para penikmat musik, yakni Christian Bautista dan Westlife.

Acara dibagi ke dalam tiga stage yang menampilkan berbagai musisi. Di panggung utama DIGI Stage pada hari pertama, acara dibuka oleh penampilan dari Marching Band SECAPA, dilanjut oleh TIPE X, The Changcuters, Budi Doremi, dan Krisdayanti.

Suasana semakin memanas dengan penampilan dari pelantun Since I Found You, Christian Bautista. Setelah itu, hadir penampilan dari Drive x Anji, Sheila Majid berkolaborasi dengan Tohpati, serta Kuburuan x Crazyfrog. Panggung utama di hari pertama ditutup dengan penampilan dari Reza Artamevia.

Di hari kedua, kali ini giliran jumlah penonton memenuhi kapasitas sebanyak 35.000 penonton. Dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldy, dan jajaran direksi bank bjb. Panggung utama DIGI Stage dibuka oleh penampilan band SECAPA AD disambung oleh Letto, Kangen Band, dan Stinky featuring Andre. Suasana semakin hangat dengan suara merdu Sherina yang tampil kemudian.

Panggung ditutup dengan penampilan pamungkas Westflife yang telah ditunggu ribuan penonton. Mereka membawakan sejumlah nomor hits yang disambut dengan sing along para penonton. Selain di panggung utama, terdapat pula penampilan memukau dari berbagai musisi kenamaan lainnya seperti Dygta, Mocca, Ten2Five, Tofu, J-Rocks featuring risa, hingga Pongki Barata.

Selama festival berlangsung, bank bjb menghadirkan sejumlah promo bagi pengguna aplikasi mobile banking DIGI by bank bjb. Selain promo tiket dengan harga spesial, terdapat pula promo potongan harga dari berbagai tenant yang hadir di DIGI Playlist Love Festival 2.0 bagi pengunjung yang bertransaksi menggunakan DIGI atau DigiCash by bank bjb.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto mengatakan, kesukesan penyelenggaraan DIGI Playlist Love Festival 2.0 dapat turut berkontribusi pada kemajuan industri hiburan tanah air. Dukungan bank bjb dalam festival tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat.

“Diharapkan, promo bank bjb pada DIGI Playlist Love 2.0 tahun ini dapat meningkatkan antusiasime masyarakat pada festival musik, yang pada akhirnya akan mendorong geliat ekonomi di sektor hiburan,” ungkap Widi.

Ratusan SD & Belasan SMP Negeri di Medan tak Punya Kasek Definitif, Kinerja Kadisdik Dipertanyakan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan, Burhanuddin Sitepu menyoroti banyaknya jabatan kepala sekolah (Kasek) di SD maupun SMP negeri yang lowong dan dirangkap oleh kasek lainnya. Menurut data yang diterima Burhanuddin, ada ratusan SD negeri dan belasan SMP negeri yang tidak memiliki kasek definitif.

Kondisi ini, menurut Burhanuddin, menunjukkan ketidakmampuan Kepala Dinas Pendidikan dalam mengangkat dan menempatkan pejabat kepala sekolah. “Fraksi Demokrat sering menerima informasi dari berbagai organisasi guru, terkait kepala sekolah yang rangkap jabatan. Ada sekitar 18 sampai 20 Kasek di SMP negeri yang lowong dan dirangkap oleh kasek lainnya. Kalau untuk SD negeri, ada hampir 300 sekolah yang kaseknya rangkap jabatan,” kata Burhanuddin Sitepu saat menggelar reses I masa sidang IV tahun 2023, di Perumahan Tomang Elok, Jalan Sunggal, Kelurahan Simpang Tanjung, Medan Sunggal, Minggu (12/2/2023). Hadir dalam reses itu perwakilan sejumlah OPD, aparatur pemerintahan dari kecamatan, kelurahan, hingga kepala lingkungan.

Hal ini disampaikan Burhanuddin Sitepu menyikapi aspirasi warga yang hadir dalam reses itu. Seperti yang disampaikan Sugiatmi, warga Kelurahan PB Selayang II, Medan Selayang. “Apakah di sekolah negeri, diperbolehkan kepala sekolahnya rangkap jabatan? Karena saya mendapat informasi, ada banyak sekolah negeri yang kepala sekolahnya rangkap jabatan,” kata Sugiatmi.

Menurut Burhanuddin, dari sisi hukum, rangkap jabatan ini sebenarnya tidak dibenarkan, karena mengingkari Peraturan Pemerintah No 100 tahun 2000 perihal Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam Jabatan Struktural, utamanya pasal 8 perihal tidak dibenarkannya seorang PNS menduduki jabatan rangkap. “Namun realitanya, rangkap jabatan itu kerap dilakukan dengan dalih keterpaksaan. Bahkan, seorang Kabid (kepala bidang) bisa merangkap sebagai kepala SMP negeri. Ini sungguh ironi sekali,” kata mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan ini.

Memang kata Burhanuddin, rangkap jabatan diperkenankan selama si pejabat tidak mempunyai “conflict of interest” antara jabatan yang satu dengan jabatan lainnya serta tidak diperkenankan mempunyai penghasilan yang dobel akibat perangkapan jabatan tersebut. “Dan tentunya, pejabat yang bersangkutan mampu membagi waktunya tanpa mempengaruhi mutu dari hasil pekerjaannya,” sebutnya.

Namun untuk kasus ini, lanjut Burhanuddin, dengan adanya rangkap jabatan kasek, otomatis tenaga, pikiran, dan konsentrasi yang bersangkutan akan terpecah dan berkurang, sehingga dikhawatirkan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah tersebut akan berkurang. “Kalau konsentrasi seorang kepala sekolah sudah tidak fokus lagi memikirkan kemajuan suatu sekolah, maka otomatis akan berdampak pada menurunnya mutu pendidikan di sekolah itu,” ungkapnya.

Anggota DPRD Medan tiga periode ini juga mengaku tidak habis pikir dengan kebijakan Pemko Medan, dalam hal ini Kepala Dinas Pendidikan, yang hingga kini belum juga menempatkan kasek definitif di sekolah-sekolah tersebut. “Sekarang ini zamannya sudah maju dan tidaklah susah mencari seorang pendidik yang mempunyai kualifikasi, kapasitas, dan dedikasi untuk bisa dididik kemudian diangkat menjadi kepala sekolah. Sehingga cukup disayangkan kalau hal ini sampai terjadi bertahun-tahun,” tegasnya. (adz)

Citilink Sponsori Konser 30 Years Career of Dewa 19 di Medan

BOOTH CITILINK: Keseruan Baladewa berfoto dengan 360 angle camera di Booth Citilink sebelum Konser 30 Years Career of Dewa 19 di Medan dimulai. Citilink turut sebagai sponsor pada konser yang digelar pada Sabtu (11/2/23) di Pardede Hall Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Maskapai penerbangan Citilink mensponsori Konser Dewa 19 yang digelar di Pardede Hall Medan Jalan TD Pardede  Sabtu (11/2) malam. Dimulai pukul 20.00 WIB sampai pukul 23.00, konser ini berlangsung sukses dan meriah menghibur para baladewa di Kota Medan.

Kemeriahan penonton tidak hanya terlihat di tengah konser, tetapi  juga  di booth Citilink. Banyak penonton yangn

berlomba mengabadikan momen di booth tersebut. Terlebih booth Citilink menawarkan tema menarik, diantaranya ada 360 angle camera. Dimana tersedia kamera video yang bisa berotasi 360 derajat,  mengelilingi pengunjung.

Konser  30 Years Career of Dewa 19 di Medan ini juga dihadiri Presiden Joko Widodo beserta ibu negara Iriana.  Jokowi tiba dengan pengawalan  ketat dan langsung berbaur dengan ribuan penonton yang ada.  Suasana pun semakin meriah karena dicampur sorak-sorai penonton. Jokowi dan Iriana tampak menikmati penampilan grup band yang digawangi oleh Ahmad Dhani tersebut.

“Selamat malam Medan, apa kabar,” teriak Ari Lasso.  Selain Ari Lasso, Ahmad Dhani memboyong tiga vokalis lainnya, yakni Once, Virzha dan Ello. Konser dibuka dengan penampilan Ello dan Virzha dilanjut dengan vokalis lainnya. Masing – masing menyanyikan 4- 5 lagu yang diakhiri semua personel.

Dalam konser yang berlangsung selama 180 menit itu, Ahmad Dhani dan kawan-kawan membawa lagu-lagu hits dari karya terbaik Dewa 19, seperti Separuh Nafasku, Restu Bumi, Dewi, Arjuna dan Pupus, Perempuan Paling Cantik di Negeriku Indonesia dan lagu lainnya. (sih/ila)

Hidayatullah Sebut Ekonomi Syariah adalah Rahmat Bagi Seluruh Alam

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayatullah mengatakan, Islam dan ekonomi memiliki hubungan erat, sebagaimana telah diatur dalam Al Quran dan As-Sunnah. Ekonomi Islam atau ekonomi syariah, selalu mengedepankan nilai keadilan dan berusaha menciptakan kedamaian serta kesejahteraan bagi umat di dunia.

“Maka dari itu, kita sebagai manusia muslim harus mampu menanamkan nilai-nilai dalam ekomomi syariah dan menunjukkan kepada dunia, bahwa Islam merupakan agama yang rahmatan lil alamin atau rahmat bagi seluruh alam melalui praktik ekonomi dalam kehidupan sehari-hari,” kata Hidayatullah yang juga tokoh ekonomi syariah Sumatera Utara saat menghadiri kegiatan sosialisasi ekonomi syariah yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) di Asrama Haji Medan, Jalan Jenderal Besar AH Nasution, Sabtu (11/2).

Menurut Politisi PKS ini, dalam ekonomi syariah selain ada perbankan syariah, juga ada asuransi syariah, koperasi syariah, BMT, zakat, infak dan wakaf yang kesemuanya sudah seharusnya dapat dipergunakan dan dioptimalkan untuk pemulihan dan peningkatan ekonomi nasional.

Kegiatan sosialisasi ini juga dihadiri Mangasi Yusliani Gurning selaku Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Kantor Regional 5 Sumbagut, Kepala Bagian pengawasan perbankan Abdul Muin Akmal Padang, Pengawas perbankan Syariah Alfian Muhammad Nasir, dan ulama Sumatera Utara Dr Usman Jakfar Lc MA. Tampak juga hadir Ketua Persatuan Islam (Persis) Sumatera Utara Muhammad Nuh MSP, Ulama Sumatera Utara Salman Al Farisi Lc MA, Ketua DPD PKS Kota Medan Kasman Marasakti Lubis Lc MA, Presiden Lembaga Manusia Berdaya Indonesia Datok Muhammad Mukhlis dan perwakilan ormas dan pengurus organisasi masjid se-Kota Medan.

Pada sambutannya, Dr Usman Jakfar Lc MA mengapresiasi kegiatan sosialisasi ekonomi syariah seperti ini. “Kita semua berharap ekonomi syariah dapat memberikan ekses yang baik dan luas untuk perekonomian bangsa Indonesia,” pungkasnya. (rel/adz)

Warga Medan Petisah Menangis Tak Dapat PKH, Robi Barus Siap Fasilitasi ke Dinas Sosial

RESES: Anggota DPRD Kota Medan Fraksi PDIP, Robi Barus SE M.AP, saat menggelar reses di Jalan Sekip Gg Damar, Kelurahan Sei Putih Timur I, Kecamatan Medan Petisah, Sabtu (11/2/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang warga Kecamatan Medan Petisah, Endang Susilawati br Ginting, tak mampu membendung air matanya tatkala menceritakan kesedihan hidupnya.

 Endang yang mengaku sebagai seorang warga miskin dan berstatus janda itu mengaku tidak juga mendapatkan Program Keluarga Harapan (PKH), meskipun dirinya telah berkali-kali mencoba untuk mengurusnya.

 Tangisan kesedihan itu diluapkan Endang saat mengikuti kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun Sidang Keempat yang digelar Anggota DPRD Kota Medan Fraksi PDIP, Robi Barus SE M.AP di Jalan Sekip Gg Damar, Kelurahan Sei Putih Timur I, Kecamatan Medan Petisah, Sabtu (11/2/2023) sore.

 “Saya orang miskin, saya janda. Saya sudah capek ngurus supaya bisa dapat program PKH ini, bahkan saya ke (kantor) Dinas Sosial sudah tiga kali, semua (prosedur) sudah saya ikuti, tapi tidak juga dapat bantuan,” ucap Endang dalam kegiatan yang turut dihadiri Camat Medan Petisah Budi Anshari, Lurah Sei Putih Timur I, perwakilan Dinas SDABMBK Medan Abdul Hakim, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Medan Zulfan Ariyanto, dan Koordinator PKH Ester Hutabarat.

 Menurut Endang, kesedihannya tersebut terasa semakin dalam saat melihat sejumlah warga yang secara ekonomi lebih baik dari dirinya justru mendapatkan program bantuan tersebut. Sementara dirinya terus berharap agar juga bisa mendapatkan bantuan yang sama, namun tak kunjung ia dapatkan.

 “Banyak yang kereta (sepeda motor) nya bagus, ekonominya pun jelas lebih bagus dari saya, tapi bisa dapat bantuan. Saya kok enggak bisa dapat.

Jadi kemana keadilan itu bu,” tanya Endang kepada koordinator PKH Ester Hutabarat yang hadir dalam kesempatan itu.

 Menanggapi keluhan dan kesedihan Endang, Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan, Robi Barus, dengan sigap memastikan bahwa dirinya siap memfasilitasi keluhan Endang ke Dinas Sosial Kota Medan.

 “Saya akan tindaklanjuti keluhan ibu. Hubungi tim saya yang ada disini, berikan berkas-berkasnya ke tim saya, nanti saya langsung yang akan mengurusnya ke Dinas Sosial,” tegas Robi yang disambut tepuk tangan ratusan warga yang hadir.

 Selain Endang, sejumlah warga lainnya juga beramai-ramai menyampaikan aspirasinya, baik kepada Robi Barus maupun kepada sejumlah pejabat berwenang yang hadir pada kesempatan itu.

 Seperti yang disampaikan Netty Hutagalung selaku warga Jalan Sei Sikambing Gg Citarum, Medan Petisah. Ia menyebutkan, banyak sekali sampah pada drainase-drainase yang ada di lingkungannya. Akibatnya, wilayah tempat tinggalnya tersebut kerap kali banjir setiap turun hujan.

 Selanjutnya, L Sihombing warga Gg Suropati meminta Dinas SDABMBK agar dapat meninjau kondisi jalan dan parit disana. Pasalnya, kondisi jalan Gg Suropati sudah lama kupak-kapik dan belum juga tersentuh perbaikan.

 Menjawab keluhan banyaknya drainase yang dipenuhi sampah dan jalan yang kupak-kapik, perwakilan Dinas SDABMBK Abdul Hakim mengaku akan segera menindaklanjuti keluhan tersebut.”Hari senin akan kita cek. Khusus untuk jalan akan kita survey, kita ukur dan akan kita usulkan agar di aspal,” jawabnya.

 Menutup pertemuan, Robi Barus yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi I DPRD Medan itu berjanji akan menindaklanjuti semua aspirasi masyarakat dengan menyampaikan keluhan tersebut pada sidang Paripurna DPRD Medan agar dapat ditindaklanjuti oleh OPD terkait.

 Seperti diketahui, selain menggelar Reses di Jalan Sekip Gg Damar, Kelurahan Sei Putih Timur I, Kecamatan Medan Petisah pada Sabtu (11/2/2023), Robi Barus juga menggelar kegiatan yang sama di Jalan Meranti, Kelurahan Sei Putih Timur II, Kecamatan Medan Petisah pada Minggu (12/2/2023).(rel)

Keluarga Korban Penembakan di Langkat Desak Polisi Beberkan Pelaku ke Publik

Anak Anggota DPRD Langkat periode 2014-2019 Paino, yang bernama Rika (dua dari kanan) didampingi Anggota DPRD Sumut, Zainuddin Purba (kanan) saat memberikan keterangan untuk mendesak tim gabungan beberkan pengungkapan kasus penembakan yang menimpa sang ayah.

STABAT, SUMUTPOS.CO – Keluarga korban penembakan melalui anaknya, mendesak polisi membeberkan identitas pelaku ke publik, Minggu (12/2/2023). Santer kabar berembus menyebutkan, tim gabungan Polda Sumut dan Polres Langkat sudah ada mengamankan beberapa pelaku penembakan yang menimpa Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Langkat periode 2014-2019.

Informasi dirangkum, sudah ada 9 orang diamankan dalam peristiwa penembakan yang menghebohkan masyarakat Kabupaten Langkat tersebut. Namun demikian, tim gabungan belum menyampaikan pengungkapan kasus besar tersebut kepada masyarakat luas.

Tak ayal, keluarga korban menyayangkan hal tersebut. “Saya berharap kepada Bapak Presiden Jokowi, Bapak Kapolda Sumut, Bapak Kapolres Langkat, agar segera mengungkap kasus ini seterang-terangnya,” ujar anak Almarhum Paino, Rika.

Keluarga besar korban juga berharap, agar para pelaku dapat diberi hukuman yang setimpal. “Saya di sini hanya berharap itu saja, ayah saya orang baik, gak pernah mengganggu orang lain, di sini saya minta Bapak Kapolda Sumut, Bapak Kapolres Langkat,” ujar Rika dengan mata berkaca-kaca.

Dari 9 orang yang diamankan tim gabungan, 1 di antaranya disebut-sebut meninggal dunia diduga karena sakit. Terduga pelaku yang meninggal dunia ini sempat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Sayang, nyawanya tidak tertolong. Kini, tinggal 8 orang terduga pelaku yang sudah diamankan tim gabungan. Namun demikian, seorang di antaranya dipulangkan oleh penyidik.

Alhasil, sisa terduga pelaku yang diamankan polisi berjumlah 7 orang. Sejauh ini, tim gabungan masih mencari alat bukti berupa senjata api yang digunakan terduga pelaku mengeksekusi nyawa korban.

Sementara, Anggota DPRD Sumut, Zainuddin Purba merasa prihatin atas kasus yang menimpa kader Partai Golkar di Kabupaten Langkat. Bahkan, dia menilai, aksi kriminalitas dan peristiwa penembakan di bumi bertuah kian merajalela.

Juga dia menduga, terduga pelaku yang menembak korban masih orang yang sama, yang pernah diseret ke meja hijau pengadilan. “Saya kilas balik sebentar, pada tahun 2021 ada juga yang melakukan penembakan dengan tersangka berinisial T Ginting,” ujar Zainuddin.

Polres Langkat pada masa itu, kata Zainuddin, telah bekerja secara sungguh-sungguh agar dapat membawa kasus tersebut ke pengadilan. “Tapi pada masa itu Jaksa Penuntut Umum (JPU), hanya menuntut enam bulan penjara, sedangkan hakim memvonis tiga bulan. Maka kita berharap, dalam kasus ini JPU yang ditunjuk nantinya, benar-benar menjatuhkan tuntutan seberat-beratnya, begitu juga dengan hakim memvonis dengan maksimal. Kita tidak mau hal-hal buruk dalam tuntutan dan vonis peradilan nantinya terulang kembali,” ujar Zainuddin.

Mantan Ketua DPRD Kota Binjai ini menilai, peristiwa yang dialami Paino merupakan dampak putusan peradilan buruk di Langkat pada 2021 lalu. Alhasil, tidak ada efek jera hingga akhir pelaku semakin berani melakukan tindakan kriminal dengan menghilangkan nyawa manusia.

“Saya katakan, JPU dan majelis hakim persidangan yang diduga pelaku yang sama pada tahun 2021 lalu itu, adalah jaksa dan hakim yang tidak mempunyai hati nurani. Bayangkan senjata api ilegal, tetapi vonisnya hanya tiga bulan. Diduga ini tersangka yang sama, sehingga terjadi lah kembali kasus penembakan seperti ini,” ujar Zainuddin.

Atas vonis ringan ini, dia menduga, JPU dan hakim saat itu menerima uang dari terdakwa. “Saya akan wakafkan kemampuan ilmu saya mengawal kasus ini. Kita berharap Polda Sumut dan tim yang menangani kasus ini, memberikan pers rilis perkembangan kasusnya. Karena ini berkaitan dengan nyawa yang dihilangkan menggunakan senjata api ilegal, dan kita duga para pelaku dan otaknya, masih berkaitan dengan penembakan warga tahun 2021,” tukasnya.

Sebelumnya, Paino, kader Partai Golkar ditemukan tewas diduga ditembak OTK di Devisi 1 Desa Besilam Bukit Lembasa Kecamatan Wampu, Kamis (26/1/2023) malam. Korban mengalami luka tembak di dada kanan.

Korban dihabisi di atas sepeda motor saat jalan pulang usai dari warung. Di sekitar lokasi korban roboh, ditemukan diduga selongsong peluru. (ted/ila)

Kunjungi Indonesia, Pemerintah Tanzania Ajak PLN Bangun Sistem Kelistrikan Afrika Timur

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT PLN (Persero) menerima kunjungan dari Menteri Energi Tanzania untuk kerja sama pengembangan sistem kelistrikan di Afrika Timur pada Jumat, (10/2/2023). Pemerintah Tanzania melihat sepak terjang PLN sebagai perusahaan listrik global yang berhasil mengembangkan listrik berbasis energi bersih.

Menteri Energi Tanzania, January Makamba menjelaskan saat ini Afrika Timur, khususnya Tanzania memiliki komitmen dalam mendukung pengurangan emisi global. January menjelaskan dengan pertumbuhan ekonomi maupun investasi di Tanzania membuat wilayah ini membutuhkan pasokan listrik yang andal.

” Track record PLN sudah terkenal seantero wilayah. Hal ini membuat kami yakin PLN mempunyai kekuatan dalam menghadirkan listrik yang andal bagi kami,” ujar January.

January mengatakan terutama dalam pengembangan energi bersih dan transformasi digital yang dilakukan PLN menjadi alasan kuat untuk Tanzania memilih PLN sebagai partner dalam pengembangan kelistrikan di wilayah Afrika Timur. Menurut January, Tanzania saat ini memiliki potensi sumber daya air dan panas bumi yang mampu dikembangkan sebagai pembangkit listrik.

“PLN mempunyai kompetensi dalam dua sektor tersebut, kami percaya PLN bisa membantu kami dalam hal ini,” ujar January.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyambut baik kerja sama dari pemerintah Tanzania. Ia melihat adanya peluang bisnis yang bisa dikembangkan bersama. PLN bukan sekali dua kali melakukan kerja sama dengan berbagai pihak internasional, maka peluang kerja sama ini menjadi ceruk pengembangan baru dalam sektor kelistrikan.

“Kita sudah bekerja sama juga dengan Malaysia terkait pengembangan sistem kelistrikan. Kami juga sudah pergi ke Korea Selatan, Jepang dan Cina untuk bisa kolaborasi dalam investasi,” ujar Darmawan.

Tidak hanya dengan negara-negara Asia Tenggara dan Timur, PLN Group juga telah menjalin kerja sama dengan negara-negara Timur Tengah, seperti kerja sama operation and maintenance antara PLN Indonesia Power melalui PT Cogindo Daya Bersama dengan Kementerian Listrik dan Air Kuwait. Selain itu juga ada kerja sama investasi untuk pengembangan EBT, seperti PLTS Terapung Cirata antara PLN Nusantara Power melalui PT PJB Investasi dengan perusahaan asal Uni Emirat Arab, Masdar.

Darmawan juga mengatakan saat ini PLN sedang melakukan transformasi bisnis yang tak hanya sekedar sistem kelistrikan tetapi juga mengelola aset yang ada untuk bisnis di luar kelistrikan atau beyond kWh. Transformasi ini terwujud dalam pembentukan Holding Subholding di tubuh PLN.

“Dengan transformasi ini membuat PLN lebih lincah dalam mengembangkan portofolio bisnis. Subholding dan anak usaha pun jauh lebih fleksibel dalam melakukan perluasan pasar dan kerja sama,” ujar Darmawan. (rel/ila)

Mau Renovasi Rumah? Begini Cara Geser Meteran Listrik

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Meteran listrik atau kWh meter merupakan salah satu perangkat penting dalam menunjang aktivitas di rumah. Perangkat milik PLN yang dititipkan di rumah konsumen ini berfungsi untuk mengukur pemakaian energi listrik di rumah.

Meteran listrik biasanya terletak di bagian dinding depan atau luar rumah untuk memudahkan petugas PLN ketika akan mengecek dan mencatat meteran listrik pada waktu tertentu.

Namun, pada kondisi tertentu terkadang konsumen yang berencana memindahkan meteran listrik tersebut dengan berbagai keperluan. Misalnya saja karena sedang renovasi rumah atau memindahkan/reposisi ke tempat yang lebih terjangkau.

Lantas, bagaimana prosedur pemindahan meteran listrik ketika konsumen ingin memindahkan meteran listrik. Berikut, PLN memaparkan beberapa langkah dan prosedur bagi pemilik rumah yang ingin memindahkan kWh Meter PLN.

Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melaporkan melalui aplikasi PLN Mobile atau ke kantor pelayanan PLN terdekat. Konsumen dilarang untuk memindahkan meteran listrik sendiri secara langsung tanpa pelaporan resmi, tentunya hal ini terkait keamanan instalasi tenaga listrik.

“Pelaporan ini harus dilakukan secara resmi ke PLN, jangan digeser atau dipindahkan sendiri atau melalui jasa instalatir karena meteran listrik adalah aset milik PLN,” kata Gregorius.

Setelah laporan resmi dibuat, petugas PLN akan langsung melakukan survei ke lokasi konsumen. Dari hasil survei tersebut, PLN akan menyampaikan jawaban atas permohonan pelanggan, lengkap dengan biaya yang dikenakan terhadap pemindahan instalasi dan kWh Meter.

Adapun biaya yang harus dikeluarkan bervariasi tergantung pada jumlah penggantian jenis material yang dibutuhkan sesuai hasil survei. Nantinya, seluruh biaya yang timbul tidak diperkenankan dibayar secara langsung kepada petugas, melainkan menggunakan nomor registrasi resmi yang dapat dibayar melalui PLN Mobile, Payment Point Online Bank (PPOB) atau Marketplace lainnya.

“Semua semakin mudah dengan aplikasi PLN Mobile, konsumen cukup melaporkan lewat Pengaduan dan memilih permasalahan kWh Meter layanan Pasca Bayar maupun Pra Bayar serta cukup memasukan deskripsi terkait permintaan pemindahan kWh Meter di rumah,” pungkas Gregorius. (rel/ila)