Home Blog Page 1841

Tahun Ini Pemko Medan Revitalisasi Gedung Warenhuis

KETERANGAN: Kadis Perumahan Permukiman Cipta Karya Penataan Ruang Kota Medan, Endar Sutan Lubis saat memberikan keterangan kepada wartawan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tahun ini Pemko Medan melaksanakan Revitalisasi Gedung Warenhuis yang termasuk dalam kawasan kota lama Kesawan. Nantinya, gedung bersejarah bekas super market pertama di Kota Medan ini akan menjadi pusat expo, terutama untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan anak-anak muda kreatif.

Demikian dikatakan Kadis Perumahan Permukiman Cipta Karya Penataan Ruang Kota Medan, Endar Sutan Lubis, kemarin di ruang kerjanya.

“Sesuai dengan amanah Wali Kota Medan Bobby Nasution, Gedung Warenhuis ini dijadikan pusat expo, diutamakan untuk UMKM dan anak-anak muda kreatif serta dikombinasikan dengan aktivitas kuliner,” ujar Endar.

Untuk mendukung berbagai berbagai aktivitas tersebut, lanjut Endar, Pemko Medan juga telah mengadakan lahan di sebelah Gedung Warenhuis. Di lahan ini, sebutnya, akan dikembangkan aktivitas kuliner. “Kalau kita lihat sekarang di sebelahnya ada PT Terang Bulan Jaya. Dua dari empat persil miliknya sudah kita bayar,” ungkapnya.

Ditanya soal waktu pelaksanan kegiatan, Endar mengatakan, tender Revitalisasi Gedung Warenhuis ini akan dimulai pada Februari ini juga. Disebutkannya, Pemko Medan menentukan pemenang yang profesional menangani ini.

“Ini pekerjaan seni dan juga harus ahli cagar budaya. Karena tidak boleh ada yang berubah di situ. Karena itu kita perhitungkan waktu kerjanya lebih dari satu tahun. Kita buat multiyears dan seingat saya anggarannya Rp32 miliar, murni dari APBD Kota Medan,” ungkapnya.

Di tengah persiapan tender Revitalisasi Gedung Warenhuis ini, saat ini tengah berlangsung pula penataan kawasan Kesawan oleh Kementerian PUPR. Penataan kawasan bangunan-bangunan bersejarah di Kota Medan ini merupakan upaya mengembalikan kawasan Kesawan sebagai kota lama atau cagar budaya.

“Secara umum, penataan ini untuk mengembalikan kawasan Kesawan sebagai kota lama atau cagar budaya namun bisa dimanfaatkan untuk pengembangan ekonomi, khususnya UMKM, juga untuk mendukung program Kitchen of Asia,” ucapnya.

Lingkup pekerjaan penataan kawasan Kesawan ini, lanjutnya, terdiri dari dua bagian, yakni di atas permukaan tanah dan di bawah tanah.”Lingkup pekerjaan di atas permukaan jalan antara lain penataan jalur pedestrian, pembuat jalur sepeda, pembangunan halte dan shelter, penataan lanskap, penggantian lapisan permukaan beberapa ruas jalan, dan tata cahaya. Sedangkan pekerjaan di bawah tanah antara lain penataan saluran drainase dan pembangunan Saluran Jaringan Utilitas Terpadu untuk menempatkan seluruh kabel-kabel utilitas di bawah tanah,” rincinya.

Selain itu, papar Endar, dilakukan pula penataan koridor di Jalan Jalan A Yani sampai Balai Kota, Jalan Pulau Pinang, dan Jalan Bukit Barisan.

Penataan koridor kawasan Pajak Ikan Lama, lanjutnya, dilakukan di Jalan Kumango, Jalan Perniagaan, Jalan Kereta Api, Jalan Perniagaan Baru, Jalan Kwang Gu, Jalan Pembelian, Jalan Perdagangan, dan Jalan A Yani II serta Jalan Palang Merah.

Untuk kawasan Warrenhuis di Jalan Perdana, A Yani VII, Raden Saleh, AR Syihab, dan Hindu. “Sedangkan kawasan Jalan Mesjid, penataan koridor dilakukan di Jalan Palang Merah, sebagaian Jalan Mesjid yang terhubung dengan area gardu PLN,” kata dia.

Endar optimis penataan Kesawan dan revitalisasi Gedung Warrrenhuis ini berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan. (rel)

Dukung Muba Smart Regency, IOH Bangun 22 Sites di Musi Banyuasin

PALEMBANG, SUMUTPOS.CO – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) berencana membangun 22 sites untuk meminimalisir blank spot di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. Hal ini sejalan dengan program pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam percepatan transformasi digital menuju Muba Smart Regency.

Fahd Yudhanegoro, SVP – Head of Region Sumatera Indosat Ooredoo Hutchison mengatakan bahwa IOH sudah menandatangani usulan pembangunan sites dari pemerintah Musi Banyuasin berbasis data di area-area yang blank spot. Usulan tersebut dilengkapi dengan jumlah penduduk, potensi desa dan sarana prasarana yang ada di desa termasuk titik koordinatnya.

“Kami berharap pembangunan 22 sites dapat berjalan tepat waktu dan berkesinambungan untuk mendukung percepatan transformasi digital. Hal ini juga meminimalisir blank spot di Musi Banyuasin sehingga masyarakat bisa menikmati layanan 4G IOH di area yang saat ini belum terjangkau,” ucap Fahd.

Adapun pembangunan sites IOH di Musi Banyuasin di antaranya, Kecamatan Babat Toman di Desa Bangun Sari, Kecamatan Batanghari Leko di Desa Talang Leban, Kecamatan Bayung Lencir di Desa Sukajaya, Kecamatan Lais di Desa Danau Cala, Kecamatan Lalan di Desa Bandar Agung, Bumi Agung, Karang Agung, Karang Rejo, Karang Sari, Karang Titra, dan Mekar Jaya. Kemudian di Kecamatan Plakat Tinggi di Desa Air Putih Ulu, Bukit Indah dan Warga Mulya, Kecamatan Sanga Desa di Desa Ngulak dan Ngulak II, Kecamatan Sekayu di Desa Bailangu, Bailangu Timur, Lumpatan dan Kayu Ara dan Kecamatan Sungai Lilin di Desa Bukit Jaya dan Sri Gunung.

Pihak Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menyambut baik rencana pembangunan 22 sites IOH ini.

Pj. Bupati Musi Banyuasin H. Apriyadi mengucapkan terima kasih kepada pihak IOH yang telah mengakomodir usulan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin untuk membantu pembangunan sites di wilayah blank spot di desa-desa di Kabupaten Musi Banyuasin.

“Dalam kesempatan ini saya instruksikan mari kita dukung dan menjaga seluruh investor yang berinvestasi di Musi Banyuasin sehingga semua berjalan dengan baik. Saya minta Camat dan Kades di wilayah pembangunan sites tersebut untuk memudahkan tim provider bekerja dan membantu sosialisasi sehingga tidak ada kendala. Kami juga mengimbau warga masyarakat untuk menjaga keamanan bersama perusahaan yang berinvestasi di daerah kita khususnya provider yang melakukan pembangunan di Musi Banyuasin,” tegas Apriyadi. (rel/ram)

Inovasi Tepat untuk Wujudkan Ekosistem Digital Demi Penuhi Akses Masyarakat Inklusi

JELASKAN: Karyawan BTPN Syariah saat menjelaskan tentang Mobile Banking kepada pelanggan.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Konsistensi Bank dalam mendampingi masyarakat inklusi lebih dari satu dekade telah mendorong kinerja Bank yang positif dan tumbuh berkelanjutan, termasuk di tengah kondisi yang cukup menantang. Selama 2022, Bank melakukan telah mencatatkan serangkaian inovasi untuk mewujudkan aspirasi bank membangun ekositem digital syariah khusus untuk segmen pra dan cukup sejahtera.

Inovasi dilakukan Bank untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan Nasabah untuk terus tumbuh serta memiliki kehidupan yang lebih berarti. Akses tersebut diantaranya, pertama, akses keuangan untuk modal kerja produktif (access to finance) bagi Nasabah yang terus bertumbuh atau Mitra Tepat yang merupakan perpanjangan tangan Bank.

Terkini, akses untuk modal kerja mulai dapat diperoleh dengan proses digital. Cara ini secara tak langsung telah meliterasi nasabah inklusi menjadi paham digital secara perlahan. Mereka juga memberikan dampak kepada komunitasnya menjadi lebih mudah dalam mengakses layanan perbankan.

Tidak hanya untuk Nasabah Pembiayaan, Bank juga di 2022 telah menyempurnakan layanan e-channel termutakhir bagi nasabah Pendanaan-nya melalui Tepat Mobile Banking dan Internet Banking demi optimal dan secure-nya transaksi, dan di saat bersamaan dapat langsung terlibat dalam memberdayakan masyarakat inklusi.

Kedua, inovasi untuk memperluas akses pengetahuan (access to knowledge). Sejak awal Bank telah menempatkan program pemberdayaan yang terukur dan berkelanjutan untuk seluruh Nasabahnya. Kini, Bank merancang Tepat Daya Platform, aplikasi berbasis digital yang terintegrasi dengan program pemberdayaan demi meningkatkan kapasitas nasabah sekaligus membuka kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk terlibat aktif dalam memberdayakan nasabah inklusi BTPN Syariah.

Pada 2022 lalu, Bank telah bekerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya adalah perguruan tinggi di mana Bank memberikan kesempatan bagi mahasiswa terlibat aktif dalam pemberdayaan masyarakat inklusi. Alhamdulillah, aplikasi ini telah mampu melibatkan ratusan mahasiswa di seluruh Indonesia yang terlibat menjadi Sahabat Daya.
Ketiga, inovasi dalam memperluas akses persediaan (access to supply) melalui aplikasi Warung Tepat. Kini, bagi nasabah inklusi yang sudah melek teknologi, dapat dengan mudah mendapatkan akses pada pasokan barang kebutuhan sehari-hari ditempat aktifitas tanpa harus meninggalkan usaha untuk melakukan perjalanan ke sumber kebutuhan.

Berangkat dari kebutuhan akses persediaan dan akses pasar, Bank pun bertransformasi dengan mendirikan BTPN Syariah Venture Capital (VC) yang merupakan satu-satunya VC berbasis syariah pertama di Indonesia. Keberadaan BTPS VC ini adalah kolaborasi bagi Bank untuk mempercepat akselerasi dalam menggaet mitra-mitra strategis yang memiliki semangat yang sama dalam membesarkan ekosistem digital bagi masyarakat inklusi ke depannya.

Direktur Keuangan BTPN Syariah, Fachmy Achmad, menyatakan innovasi yang dilakukan oleh Bank membawa pertumbuhan yang positif dan terjaga terhadap kinerja keuangan bank.

“Hingga di tahun 2022, Bank telah mencapai Total Asset yaitu Rp 21,2 triliun dan pembiayaan mencapai Rp 11,5 triliun tumbuh 10% (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu 10,4 triliun,” ujarnya.

Pertumbuhan pembiayaan ini disertai dengan kualitas pembiayaan yang tetap sehat tercermin dari Non Performing Financing (NPF) di bawah ketentuan regulator. Bank juga tercatat masih memiliki rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) yang kuat di level 53%, jauh di atas ketentuan dan rata-rata industri bank syariah. Adapun, dana pihak ketiga (DPK) dijaga di level yang efisien pada Rp 12,0 triliun.

“Kinerja keuangan yang tumbuh berkesinambungan ini memberikan laba bersih setelah pajak (NPAT) terbaik sepanjang sejarah Bank mencapai Rp1,78 triliun,” tambahnya.

Pencatatan kinerja yang positif ini tidak lepas dari dukungan semua pemangku kepentingan; mulai dari #bankirpemberdaya yang menjadi karyawan, nasabah pembiayaan yang tangguh, nasabah pendanaan yang mendukung penuh, pemerintah dengan program yang seimbang, regulator dengan berbagai kebijakan yang mendukung perbankan, hingga masyarakat yang percaya dengan keberadaan program yang dijalankan BTPN Syariah.

“Kami memaknai bahwa perjalanan kami dalam menyiapkan berbagai inovasi untuk mewujudkan aspirasi eksosistem digital diperlukan passion dan tekad yang kuat untuk terus memberikan pelayanan terbaik sepenuh hati. Insya Allah, di 2023 kita akan bersama-sama terus bergandengan dalam mengembangkan serta menjalankan berbagai inisiatif strategis untuk mewujudkan kesempatan tumbuh dan hidup yang lebih berarti bagi berjuta rakyat Indonesia,” tutupnya. (rel/ram)

Polsek Medan Timur Tingkatkan Patroli di Jalan Cemara

PATROLI: Personel Polri-TNI dan Forkopimda Sumut saat patroli amankan perayaan Imlek. di Medan, pada Sabtu (21/1) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Medan Timur, Kompol Rona Tambunan mengatakan, akan meningkatkan patroli di kawasan Komplek Wartawan, di Jalan Cemara Medan.

Sebab, katanya, sering terlihat kawanan pemuda bersepeda motor dengan knalpot blong iring-iringan, sehingga membuat resah. “Kita akan merespon keluhan warga dengan sesering mungkin melaksanakan patroli ke Jalan Cemara Medan,” ujarnya, Jumat (10/2).

Dia menyebutkan, peningkatan patroli di Jalan Cemara, khususnya Komplek Wartawan itu perlu dilakukan menanggapi aspirasi atau permintaan masyarakat.

“Itu setelah kita menampung keluhan, saran serta pendapat dari warga yang resah, banyaknya pemuda naik sepeda motor knalpot blong dan balap liar,” bebernya.

Rona mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas saran dan keluhan yang disampaikan. “Terima kasih, ini masukan bagi kami. Ke depannya kami akan lebih melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat dengan maksimal,” imbuhnya.

Dia juga berpesan kepada masyarakat untuk mau berperan aktif memberikan informasi yang meresahkan masyarakat ke pihaknya. “Jangan segan-segan untuk memberikan informasi kepada kami agar kami bisa merespon setiap gangguan kamtibmas yang ada di wilayah hukum (Wilkum) Polsek Medan Timur,” pungkasnya. (dwi/ila)

KPI Gelar Talkshow di FISIP USU

FOTO BERSAMA: KPI Pusat, Mohamad Reza bersama narasumber, dosen dan lainnya, foto bersama di Aula FISIP Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (10/2).istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Peralihan dari penyiaran analog ke digital menimbulkan dampak positif dan negatif bagi masyarakat. Hal itu disampaikan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Mohamad Reza di Aula FISIP Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (10/2).

“Ada dampak positif dan negatif,” ujar Reza dalam kegiatan talkshow dan official launch konferensi penyiaran 2023 di Aula FISIP USU dengan tema ‘Tantangan Pasca digitalisasi penyiaran di Indonesia’.

Reza menjelaskan bahwa dampak positif dari penyiaran digital itu, akan membuka lapangan pekerjaan baru di tengah masyarakat. Sedangkan, dampak negatif penyajian siaran akan disiarkan dengan konten yang sama dan tidak berkembang. “Dampak positifnya ada tenaga kerja baru dan negatifnya, kalau ada tempat usaha 10 dengan kue yang sama, sekarang aka nada 20 dengan kue yang sama,” jelas Reza.

Reza mengatakan, pihaknya berharap masyarakat untuk melihat peluang dari penyiaran digital ini. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan riset tentang industri penyiaran dengan bertambahnya lembaga penyiaran.

“Diskusi KPID dengan perguruan tinggi, sehat tidak kalau kita industrinya kita tambah dengan baru lagi. Kalau perguruan tinggi kemudian meriset kemudian menyatakan rekomendasinya tidak sehat, ya sudah kita sampaikan ke pemerintah jangan buka baru di Medan,” jelasnya.

Sementara dosen UIN Sunan Kalijaga, Dr. Bono Setyo M.Si mengatakan, salah satu tantangan yang dihadapi media saat ini adalah kualitas konten agar berkualitas dan diminati oleh masyarakat. Sebab, dari riset yang dilakukan KPI sendiri banyak konten siaran berkualitas namun justru tidak banyak diminati oleh masyarakat.

“Pak Presiden mengatakan saat ini media kita sedang tidak baik-baik saja. Dari aspek media, punya tantangan terkait konten. Terutama kualitas konten yang tiak mengulang-ulang. Kualitas konten yang berkualitas tetapi disenangi masyarakat,” kata Bono.

Bono beranggapan salah satu upaya yang dilakukan lembaga penyiaran untuk meningkatkan kualitas konten siaran dan diminati banyak orang, dengan mengangkat isu lokal yang sekaligus memiliki siaran yang mampu mengedukasi dan bermanfaat bagi orang.

“Mengemas sebuah objek wisata dengan hiburan kerja sama dengan kementerian pariwisata misalnya. Seperti itu potensi masyarakat kita tahu bahwa bangsa kita terdiri dari suku, agama, dan budaya. Sehingga kita angkat tema yang mengutamakan toleransi, sekaligus budaya menjadi perekat bangsa,” kata Bono.(gus/ila)

Mulai Konsolidasi hingga Kunjungi Situs Huta Siallagan

FOTO BERSAMA: IKWI se-Indonesia, foto bersama di sela-sela kegiatan konsolidasi organisasi digelar di Hotel Khas Parapat Kabupaten Simalungun, Rabu (7/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Silaturahmi Nasional IKWI (Ikatan Keluarga Watawan Indonesia) se-Indonesia serangkaian kegiatan HPN (Hari Pers Nasional) tahun 2023 berlangsung sukses, sejak 7-9 Februari 2023, diikuti sekira 150 orang pimpinan dan anggota IKWI Indonesia, dipimpin langsung Ketua Umum Pengurus Pusat IKWI Hj Indah Kirana.

Silaturahmi Nasional IKWI se-Indonesia tahun 2023 bertemakan ‘ Menuju tata kelola organisasi yang berkualitas’ diisi beberapa agenda kegiatan, diantaranya konsolidasi organisasi digelar Rabu (7/2) di Hotel Khas Parapat Kabupaten Simalungun.

Kegiatan konsolidasi melibatkan beberapa pembicara dari Pengurus Pusat IKWI selaku narasumber. yaitu Hj Indah Kirana, Rahmayulis Saleh, Hj Dr Harbiyah Gani dan Ratna Minang Sari.

Ketua Umum PP IKWI Hj Indah Kirana didampingi Ketua IKWI Provinsi Sumatera Utara Fadia Achri Yulan menyebutkan, silaturahami nasional ini merupakan salah satu pertemuan pengurus maupun anggota IKWI dari seluruh nusantara dari Aceh hingga Papua.

Kemudian dilanjutkan penyempurnaan PD/PRT (Peraturan Dasar/Peraturan Rumah Tangga) dibahas Tim 9 perwakilan dari 34 provinsi, (Aceh, Jambi, Riau, Lampung, DKI, Jabar, Kalsel, Kaltim dan Sumsel) sebelumnya sudah bekerja secara marathon.

“Dari kegiatan silaturahmi ini, kita akan mengetahui keberadaan dan kondisi organisasi keluarga wartawan Indonesia ini. Apakah berjalan dengan baik atau masih ada kendala yang dihadapi. Jika ada kendala, kita saling sharing memperbaikinya dan membantu agar IKWI di daerah-daerah provinsi tetap eksis. Selanjutnya Tim 9 bekerja setelah konsolidasi organisasi,” ujar Indah Kirana.

Demikian halnya Fadia Achri Yulan mengapresiasi kehadiran ibu-ibu IKWI se Indonesia ke Provinsi Sumatera Utara, serangkaian kegiatan HPN 2023 di Sumatera Utara selaku tuan rumah. Dalam kegiatan konsolidasi organisasi, peserta dari IKWI se Indonesia, berkesempatan bertanya terkait langkah-langkah yang perlu dilakukan, untuk kemajuan organisasi keluarga wartawan kedepan, sehingga keberadaan IKWI tidak hanya bermanfaat bagi anggota di internal, tapi juga bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Fadia yang akrab disapa Beby menyebutkan, selain konsolidasi organisasi, silaturahmi nasional IKWI juga diisi dengan penyempurnaan PD/PRT IKWI. Kegiatan selanjutnya, 150 anggota IKWI se Indonesia melakukan kegiatan tour kesejumlah tempat wisata, diantaranya tour ke Pulau Samosir dan singgah ke Kampung Ambarita Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir-Sumatera Utara.

Rombongan IKWI melihat situs Huta Siallagan peninggalan Raja Siallagan konon merupakan situs tertua peninggalan Suku Batak. Huta Siallagan sudah diresmikan Presiden RI Joko Widodo menjadi kampung wisata dan diperbaharui pemerintah dengan tujuan untuk konservasi adat budaya, sekaligus detinasi wisata baru di Pulau Samosir. (sih/ila)

Deteksi Gangguan Kamtib di Lapas Medan, Petugas Geledah Kamar Warga Binaan

SIDAK: Kemenkumham Sumut saat sidak kamar wargabinaan Lapas Kelas I Medan, Jumat (10/2).istimewa/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumut, melakukan inspeksi mendadak kamar wargabinaan Lapas Kelas I Medan, Jumat (10/2). Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan beberapa barang yang dilarang hingga senjata tajam.

“Kegiatan inspeksi mendadak ini dilaksanakan dalam rangka menciptakan kondisi Lapas dan Rutan bebas dari peredaran handphone serta barang-barang yang terlarang yangn

dapat memicu terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban,” ujar Kepala Divisi Pemasyarakatan, Rudy F Sianturi.

Hadir dalam kegiatan, Kepala Bidang Pembinaan, Bimbingan dan TI, Kepala Sub Bidang Pengelolaan Basan Baran dan Keamanan, Tim Satops Patnal Kanwil Kemenkumham Sumut, Kepala KPLP Lapas Kelas I Medan, Kabid Administrasi Kamtib Lapas Kelas I Medan, Jajaran Pengamanan Lapas Kelas I Medan.

Sementara itu, Kalapas Kelas I Medan melalui Kepala Kesatuan Pengamanan, Lamarta Surbakti menyampaikan, pada giat penggeledahan tersebut, dilaksanakan penggeledahan pada blok hunian T5 dan T7.

“Seluruh penghuni yang telah berada di kamar masing-masing, dikeluarkan untuk dilakukukan pemeriksaan badan warga binaan dan juga pemeriksaan kamar yang disaksikan salah satu penghuni kamar, barang-barang yang tidak diperbolehkan kami sita dan dicatat untuk selanjutnya dilakukan pemusnaan,” ujarnya.

“Adapun hasil Razia mendadak ini ditemukan charger hp, Hp, Elemen air, mancis, cok sambung, pisau rakitan, dan hasil penggeledahan lainnya, yang disitu untuk langsung dilakukan pemusnahan. Sementara Narkoba tidak ada ditemukan,” sebutnya.

Dia juga menambahkan, jajaran pengamanan rutin melakukan razia penggeledahan pada kamar hunian dan kontrol keliling kondisi fisik bangunan. Baik dinding kamar, teralis besi hingga branggang setiap blok.

“Pelaksanaan razia kamar hunian pun berjalan tertib tanpa menimbulkan gejolak dari wargabinaan pemasyarakatan,” pungkasnya. (man/ila)

DPRD Medan Sikapi Aksi Begal di Medan Kembali Marak, Presisi Jangan Hanya Semboyan

ilustrasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menanggapi hal itu, Ketua Komisi I DPRD Medan, Robi Barus dengan tegas meminta pihak kepolisian untuk segera menindak tegas semua para pelaku kejahatan jalanan itu, guna mengembalikan rasa aman di tengah-tengah warga Kota Medan.

“Begitu ada peristiwa, kita minta polisi segera melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap para pelaku begal. Tindak tegas semua, kalau bisa tangkap sampai ke penampungnya (penadah). Apalagi saat ini hampir di setiap sudut Kota Medan terdapat kamera CCTV yang bisa mempermudah pihak kepolisian mengidentifikasi para pelaku,” tegas Robi Barus, Jumat (10/2/23).

Dan yang paling penting, kata Robi, guna mengantisipasi aksi begal, polisi juga untuk menurunkan para bintara polisi yang baru lulus untuk diperbantukan dalam melakukan patroli sejak malam hingga pagi hari.

“Kalau memang kekurangan personel, perbantukan Sabhara ataupun Brimob untuk patroli dini hari. Untuk apa mereka dibiarkan di Barak, lebih baik difungsikan. Seperti mengatur lalu lintas saat sore hari, itu sudah bagus, namun lebih bagus lagi jika difungsikan untuk patroli. Sebab begal ini sudah sangat meresahkan masyarakat, maka fungsi pencegahan itu harus dimaksimalkan,” ujar Ketua Fraksi PDIP DRPD Medan itu.

Selain itu, sambung Robi, pihak kepolisian juga harus melakukan pemetaan terhadap lokasi-lokasi yang rawan terjadi aksi kriminal. Sebab, aksi kriminal dominan terjadi berulang-ulang di lokasi dan waktu yang sama.

“Jadi para pelaku kejahatan ini seperti tahu kapan harus beraksi dan menghindari polisi. Untuk itu, polisi jangan sampai kalah strategi dengan pelaku kejahatan. Saya rasa teknisnya polisi lebih paham, hanya permasalahan mau atau tidak mau saja. Kita tidak ingin begal ini kembali marak lagi, oleh sebab itu kepolisian harus melakukan penanganan yang intensif,” katanya.

Dengan kondisi saat ini, sambung Robi, masyarakat sangat menantikan kerja nyata pihak kepolisian dalam mengembalikan rasa aman di Kota Medan.

“Polisi kan digaji dari uang rakyat, jadi berikan rasa aman untuk rakyat. Polri Presisi jangan hanya jadi semboyan, harus benar-benar diimplementasikan. Sebab kalau kondisi ini terus berlangsung, tentu masyarakat yang sengsara dan menjadi korbannya,” sambung politisi senior PDIP itu.

Sama halnya dengan wilayah Medan Utara, Robi juga meminta semua pihak atau instansi terkait, khususnya Babinsa dan Bhabinkamtibmas agar terus melakukan monitoring di wilayah yang kerap terjadi tawuran.

“Permasalahan Medan Utara sangat kompleks. Di sini lah tugas Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam mengarahkan warganya agar tidak terjadi tawuran. Personel Intelijen Keamanan (Intelkam) juga harus aktif, sehingga semua hal-hal negatif bisa diantisipasi,” pungkasnya. (map/ila)

Revitalisasi Lapangan Merdeka, Tender Pekerjaan Tahap II Dimulai

Penampakan lapangan merdeka yang masih dalam tahap pengerjaan di jalan balai kota medan, jumat (13/1/2023).  Proyek revitalisasi ini di targetkan rampung pada Desember 2024 mendatang. Refinaldi Setiawan / Sumut Pos .

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan memastikan, revitalisasi Lapangan Merdeka Kota Medan berlanjut di tahun 2023 ini. Bahkan, proses tender pekerjaan tahap II Revitalisasi Lapangan Merdeka dijadwalkan dimulai pada Jumat (10/2) kemarin.

Jika proses tender berjalan lancar, diperkirakan pada 27 Maret 2023 mendatang, Pemko Medan sudah melakukan penandatanganan kontrak dengan pemenang tender. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya Tata Ruang Kota Medan, Endar Sutan Lubis.

“Rencananya berdasarkan jadwal, proses tender dimulai hari ini. Kalau lancar proses tendernya, kita targetkan 27 Maret 2023 sudah kontrak,” ucap Endar, Jumat (10/2).

Endar menerangkan, pekerjaan tahap II ini dilakukan secara multiyears atau tahun anggaran jamak yang bersumber dari APBD 2023 dan 2024. Sesuai dengan jadwal yang ada, revitalisasi Lapangan Merdeka Kota Medan ditargetkan selesai pada November 2024.

Dijelaskan mantan Kadis Sosial tersebut, setelah menyelesaikan pekerjaan tahap I berupa pembongkaran seluruh bangunan dan pemasangan bore pile sebanyak 1.800 lebih dan penggalian untuk bangunan basement, pada tahap II ini pihaknya akan melakukan pekerjaan lainnya.

Antara lain, mengerjakan struktur basement, panggung rakyat, lanskap, mekanikal elektrikal, interior, utilitas, sistem drainase, tata cahaya, dan pembangunan overpass. “Pembangunan overpass ini dikerjakan oleh Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) di depan stasiun kereta api,” ujarnya.

Konsep revitalisasi ini, sambung Endar, diharapkan dapat mengembalikan fungsi ruang terbuka hijau (RTH) dan ruang terbuka publik Lapangan Merdeka. Artinya, desain pembangunannya mengacu kepada kedua fungsi tersebut.

Endar menegaskan, mengacu kepada fungsi ruang terbuka hijau, maka seluruh pohon trembesi yang ada di sekeliling Lapangan Merdeka tetap akan dipertahankan. Sementara untuk memenuhi fungsi ruang terbuka publik, maka akan dibangun sarana dan prasarana pendukungnya.

Nantinya, lanjut Endar, Lapangan Merdeka akan memiliki basement dua lantai. Di basement ini, terdapat tempat parkir untuk kendaraan roda empat maupun roda dua. “Kapasitas tempat parkir itu lebih kurang 400 unit untuk kendaraan roda empat dan 500 unit untuk kendaraan roda dua,” lanjutnya.

Selain itu, sambung Endar, pada basement tersebut juga akan disiapkan area ritel Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), kantor polisi, kantor pengelola, Hall, Museum Kota Medan, City Planning Galery, dua studio theatre, ruang pengelolaan sampah, ruang genset, hingga pengendalian mekanikal gedung.

“Sedangkan di permukaan Lapangan Merdeka akan ada lapangan upacara, panggung rakyat, jogging track, tempat bermain anak-anak, area bermain sepatu roda, taman, dan Tugu Proklamasi,” pungkasnya. (map/ila)

Tembus 4 Besar Partai Peduli Pertanian, HT: UMKM dan Petani Bisa Ciptakan Lapangan Kerja

Pengurus Partai Perindo

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Partai Persatuan Indonesia (Perindo) menembus posisi 4 besar partai politik yang peduli terhadap sektor pertanian. Hal ini terpotret dalam survei Political Weather Station (PWS) pada 23 sampai 31 Januari 2023 di 34 Provinsi.

Dalam survei tersebut sebanyak 6,7 persen responden menilai Partai Perindo sangat peduli terhadap masalah pertanian.

“Sebanyak 6,7 persen responden menilai Partai Perindo peduli terhadap masalah pertanian di Republik ini,” kata Peneliti PWS Sharazani dalan rilis resmi yang diterima, beberapa waktu lalu.

Hasil survei ini berdasarkan jawaban responden saat ditanya tentang 18 partai politik peserta Pemilu 2024.

Sekiranya bunyi pertanyaan tersebut, yakni partai apakah yang menurut Anda paling memiliki perhatian atau kepedulian terhadap masalah pertanian?

Jawabannya, Partai Perindo yang ditetapkan KPU bernomor urut 16 pada kertas suara Pemilu 2024 itu sangat perhatian terhadap persoalan pertanian di Indonesia.

“Partai besutan Hary Tanoesoedibjo ini juga dipersepsikan publik sebagai salah satu partai yang peduli masalah pertanian bersama Partai Gerindra, PDI Perjuangan dan Partai Golkar,” ungkap
Sharazani.

Adapun, Partai Persatuan Indonesia (Perindo) menilai perlu ada kebijakan yang berpihak sebagai solusi atas lapangan kerja yang saat ini menjadi tantangan bagi generasi muda.

Perhatian Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) yang memaparkan strategi tepat sasaran bagi masa depan generasi muda itu disampaikan pada Musyawarah Kerja Wilayah DPW Partai Perindo Sulawesi Selatan, Senin (30/1/2023) dan ditegaskan kembali pada Rapat Pimpinan Wilayah Papua Barat, Rabu (1/2/2023), seperti dikutip dari Instagramnya.

“Indonesia ke depan menghadapi tantangan menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Pada 2045, jumlah penduduk Indonesia mencapai 319 juta jiwa, atau bertambah 40 juta dari saat ini. Ditambah dengan efisiensi dari digitalisasi, kebutuhan lapangan kerja akan semakin besar,” kata HT.

HT mengatakan tantangan atas lapangan kerja bagi generasi muda perlu dipecahkan dengan penciptaaan lapangan kerja secara masif melalui percepatan masyarakat yang belum produktif menjadi produktif dan menjadi pencipta lapangan kerja baru.

Hal ini konsisten ditunjukkan Partai Perindo yang dikenal peduli rakyat kecil, solutif atas penciptaan lapangan kerja dan konsisten memperjuangkan Indonesia sejahtera itu melalui berbagai kerja nyata sejak Partai Perindo didirikan, antara lain Gerobak Perindo, Modal Usaha untuk UMKM, program bantuan peralatan, traktor, mesin perontok padi, pupuk, perahu Nelayan, cooler box ikan, pendampingan, pelatihan untuk petani dan nelayan, keterampilan untuk kaum perempuan, dan masih banyak lagi.

HT mengatakan dampak yang lebih besar akan terjadi apabila Partai Perindo yang ditetapkan KPU bernomor urut 16 pada kertas suara Pemilu 2024 itu menjadi partai besar. Dengan kebijakan yang berpihak pada percepatan rakyat kecil agar lebih produktif, rakyat bisa naik kelas lebih cepat.

“Ke depan, kalau kita lihat proyeksi riil, proyeksi official, resmi, di tahun 2045 jumlah penduduk kita 319 juta, sekarang 276 juta. Bisa dibayangkan kebutuhan lapangan kerja baru itu berapa besar. 40 juta lebih lapangan kerja baru yang harus disiapkan,” kata HT.

Di sisi lain, digitalisasi berujung pada efisiensi. “Pekerjaan yang dikerjakan 10 orang, bisa cukup dengan 2-3 orang. Jadi, artinya apa? Kebutuhan lapangan kerja itu lebih besar lagi.”

Saat memaparkan solusi atas permasalahan lapangan kerja bagi generasi muda, HT menguraikan saat ini jumlah pelaku UMKM di Indonesia mencapai lebih dari 99% dan sisanya kurang dari 1% adalah pelaku usaha non-UMKM, termasuk BUMN.

“Apakah mungkin PT-PT, termasuk BUMN, menciptakan lapangan kerja 60 juta lebih misalnya dalam waktu 20 tahun mendatang? Tidak mungkin. Pasti tidak mungkin, sehingga tidak ada cara lain. Kita harus mampu mengentaskan pihak-pihak yang sekarang mungkin belum produktif untuk menjadi produktif, sehingga mereka ikut serta membangun ekonomi. Ikut serta menciptakan lapangan kerja. Ikut serta membayar pajak. Jadi, mesin ekonomi Indonesia itu jadi besar,” pungkas HT.

HT menggagas solusinya adalah membuat kebijakan penciptaan lapangan kerja baru dari kelompok-kelompok masyarakat yang saat ini belum mampu untuk produktif dan menciptakan lapangan kerja.

“Siapa mereka? Ya, usaha-usaha kecil. Bisa UMKM, bisa petani, bisa nelayan. Saat ini, jumlah UMKM itu ada 60 juta lebih. Katakanlah kalau mampu menciptakan lapangan kerja rata-rata 1 orang saja, maka akan terjadi kesempatan kerja, lapangan kerja 60 juta lebih, sehingga permasalahan ke depan itu bisa diatasi dengan baik,” papar HT.

“Kita yakin seyakin-yakinnya. Kalau Partai Perindo punya kursi yang cukup, kita menjadi partai yang besar akan banyak perubahan yang kita bisa lakukan dan membuat NKRI menjadi NKRI yang solid, yang kuat, yang besar, yang makmur, yang sejahtera,” kata HT.

Kepercayaan dari rakyat berupa suara yang besar untuk Partai Perindo pada Pemilu 2024 akan menjadi modal bagi Partai Perindo menyusun kebijakan-kebijakan yang berpihak pada generasi muda, kebijakan yang menguntungkan, yang positif, bagi kelompok-kelompok yang belum produktif menjadi produktif, bagi rakyat kecil.

Selanjutnya, HT memberikan arahan agar seluruh kader, pengurus berjuang nyata dan maksimal untuk kepentingan rakyat.

Target perolehan suara Partai Perindo dua digit di seluruh tingkatan, baik DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota pada Pemilu mendatang.

Target terdekat, kata HT, pada April 2023 Partai Perindo harus berada di peringkat 5 besar.

Dengan kursi yang cukup, lanjut HT, Partai Perindo bisa membuat kebijakan tepat sasaran. Untuk menyejahterakan masyarakat, berujung pada kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa.

HT bersyukur atas hasil survei PWS, di mana Partai Perindo menduduki peringkat 4 besar partai yang peduli pertanian.

Begitu pula dengan hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang menempatkan elektabilitas Partai Perindo mencapai 4,8 persen dan berada di posisi peringkat ke-7 besar.

“Kita bersyukur. Survei terakhir, LSI, perolehan elektabilitas kita sudah mencapai 4,8%. Nomor 7 dan hanya beda 0,2% dari nomor 5 dan nomor 6. Saya sangat berharap bulan Maret, April nanti kita sudah 5 besar,” kata HT.

Adapun, berdasarkan survei PWS mengenai pertanian tersebut, di antara 18 partai peserta Pemilu 2024, hasil survei menunjukkan 14,8 persen menilai Gerindra adalah partai paling peduli pertanian dan berada di posisi pertama.

Lalu, ada PDI Perjuangan dengan 13,9 persen dan Partai Golkar mencapai 9,6 persen.

Partai Perindo menjadi satu-satunya partai non-parlemen yang bahkan menembus 4 besar dengan 6,7 persen sebagai partai yang dinilai memiliki kepedulian terhadap sektor pertanian.

Capaian Partai Perindo itu layak diapresiasi di tengah 30,9 persen responden lainnya menilai tidak ada partai yang peduli terhadap masalah pertanian di negeri ini.

Survei PWS dilakukan dari tanggal 23 sampai 31 Januari 2023 di 34 provinsi. Populasi dari survei itu adalah seluruh warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih atau seluruh penduduk Indonesia yang minimal telah berusia 17 tahun dan/atau belum 17 tahun tetapi sudah menikah.

“Jumlah sampel sebesar 1.200 responden, diperoleh melalui teknik pencuplikan secara acak sistematis (systematic-random sampling). Margin of error +/- 2,83 persen, dan pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95 persen,” ujarnya.

“Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara melalui telepon (telesurvey) dengan pedoman kuesioner. Responden terdistribusi 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan, serta 60 persen penduduk pedesaan dan 40 persen penduduk perkotaan,” kata Sharazani. (rel/ram)