Home Blog Page 1857

Tujuh Pengawas Kelurahan Medan Amplas Dilantik

BERSAMA: Panwaslu Medan Amplas foto besrama usai melantik dan mengambil sumpah 7 PKD se Kecamatan Medan Amplas, Senin (6/2). agusman/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Medan Amplas melantik dan mengambil sumpah kepada 7 pengawas kelurahan/desa (PKD) terpilih, untuk menyukseskan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak pada tahun 2024 mendatang.

Pelantikan dan pengambilan sumpah tersebut digelar di Hipame Cafe Lantai I, Hotel Antares, Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Kota, Senin (6/2).

“Sumpah atau janji ini adalah janji terhadap tuhan yang maha esa dan manusia, yang harus ditepati dengan segala keikhlasan dan kejujuran,” ujar Ketua Panwaslu Kecamatan Medan Amplas Fernando Alex Sandro Sitompul.

Usai diambil sumpah, ketujuh PKD menandatangani Pakta Integritas untuk bekerja secara profesional, menjaga integritas, independensi dan netralitas sebagai pengawas pemilu.

Selain itu, PKD juga dituntut untuk tidak melakukan praktek korupsi, kolusi dan nepotisme. Dan menjalankan tugas, wewenang dan kewajiban sebagai PKD dengan sebaik baiknya. Bekerja sungguh sungguh demi tegaknya demokrasi dan keadilan, serta mengutamakan kepentingan NKRI daripada kepentingan pribadi atau golongan.

Dalam sambutannya, Fernando Alex Sandro Sitompul didampingi 2 Komisioner Panwaslu Kecamatan Medan, Amplas Deny Fahruzi dan Azarai mengucapkan selamat kepada para PKD yang dilantik dan diambil sumpahnya hari ini.

“Saya selaku ketua beserta segenap Jajaran Panwaslu Kecamatan Medan Amplas mengucapkan selamat kepada para Panwaslu Kelurahan yang baru saja dilantik pada hari ini dan selamat datang di keluarga besar Panwaslu Kecamatan Medan Amplas,” katanya.

Dikatakan Fernando, dengan resminya saudara dan saudari sebagai Panwaslu Kelurahan, maka tanggung jawab besar secara resmi juga berada di pundak saudara dan saudari. Acara pelantikan dan pengambilan sumpah janji bukanlah sekedar acara seremonial, melainkan mengandung makna sebuah pengukuhan terhadap tugas dan amanat yang telah dipercayakan oleh Negara.

“Sehingga sudah semestinya amanat tersebut diterima dengan rasa penuh tanggung jawab disertai dedikasi untuk mewujudkan pengawas pemilu yang memiliki solidaritas, integritas, mentalitas dan profesionalitas. Saudara dan saudari adalah orang-orang terpilih dan terbaik. Oleh karenanya, Saya optimis saudara dan saudari dapat menjalankan amanah yang besar ini,” ujarnya.

Ia berharap, optimisme yang sama dapat dirasakan juga oleh para PKD yang baru dilantik, terutama bagi yang baru bergabung dalam jajaran pengawas pemilu.

“Kepada para Panwaslu Kelurahan yang masuk kategori pemula, saya minta untuk memperkaya wawasan baik regulasi maupun berita terkait kepemiluan. Predikat boleh pemula, akan tetapi wawasan harus melampaui itu, maka bekali diri kalian dengan pengetahuan yang cukup, agar confident dan profesional dalam bekerja,” sebut Fernando.

Fernando juga berpesan agar panwaslu kelurahan terpilih mampu menjaga sinergitas antar lembaga, integritas diri, dan soliditas internal. Untuk sinergitas, katanya, diharapkan para PKD dapat membangun koordinasi yang baik dengan stakeholder tingkat kelurahan, seperti Pemerintah, TNI/Polri, dan PPS.

“Koordinasi itu penting terutama untuk mencapai kesepahaman akan tugas dan fungsi masing-masing pihak dalam menyukseskan penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun 2024,” sebutnya.

Dikatakannya, adanya pemahaman yang baik dari stakeholder tentu saja akan memudahkan kawan-kawan dalam bekerja. Ia juga menegaskan tentang pentingnya menjaga integritas diri dan soliditas internal lembaga.

“Tadi kalian sudah baca Pakta Integritas-kan, tolong itu dijaga, integritas dan netralitas harga mati, tidak ada tawar-menawar soal integritas. Demikian juga dengan soliditas internal lembaga, Saya minta para anggota Panwaslu Kelurahan agar saling menghargai kelebihan dan menerima kekurangan satu sama lain,” pintanya.

Lanjut ditegaskan Ketua Panwaslu Kecamatan Medan Amplas, tolong dijaga semangat dalam bekerja. Jangan ada yang merasa paling hebat sendiri, ikuti filosofi padi, semakin berisi kian merunduk.

“Setelah acara pelantikan ini, seluruh Anggota Panwaslu kelurahan akan mendapatkan pembekalan dan pengarahan agar semua anggota pengawas kelurahan memahami tanggung jawab, tugas, dan kewenangan dalam menjalankan kewajiban sebagai pengawas Pemilu di tingkat Kelurahan,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan itu yakni anggota Komisioner Bawaslu Kota Medan Taufiqqurohman Munthe, Sekretariat Panwaslu Kecamatan Medan Amplas Elisa Tarigan, perwakilan dari Kecamatan Medan Amplas, perwakilan dari Polsek Patumbak dan perwakilan Koramil 0201-08/MA dan para staf Panwaslu Kecamatan Medan Amplas.

Usai kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah PKD se-Kecamatan Medan Amplas, kegiatan dilanjutkan dengan bimbingan teknis (bimtek) terkait pembekalan dan pengarahan terhadap PKD agar dapat memahami tanggung jawab, tugas, dan kewenangan dalam menjalankan kewajiban sebagai pengawas pemilu di tingkat Kelurahan. (man/azw)

Warga Berngam Keluhkan Lampu Jalan Padam dan Drainase Buruk

Wakil Ketua DPRD Binjai, Ahmad Azra'i Aziz saat memberikan sambutan dalam reses yang digelarnya di Lingkungan II, Kelurahan Berngam, Binjai Kota, Senin (6/2/2023). (Teddy Akbari/Sumut Pos)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Masyarakat Kelurahan Berngam mengeluhkan kondisi drainase yang buruk hingga lampu jalan padam di sejumlah titik. Ini terungkap dari reses Wakil Ketua DPRD Kota Binjai, Ahmad Azra’i Aziz yang digelar di Lingkungan II, Kelurahan Berngam, Binjai Kota, Senin (6/2/2023).

“Saluran air di gang saya, Lingkungan VI, Kelurahan Berngam tidak mengalir. Jadinya sumur masyarakat seperti saya tercemar bau, kemudian air warna hitam. Kira-kira itu bisa diperbaiki enggak ya pak,” ujar Aprillia dalam reses tersebut.

Lebih lanjut, ada Ahmad, warga setempat yang meminta agar melakukan perbaikan pada lampu penerangan jalan umum. Menurutnya, LPJU yang padam di Gang Swadaya, Lingkungan IV. “Sampai sekarang belum ada perbaikan. Kemudian drainase kami sudah nampak memang hasil pembangunannya tapi sudah hancur lagi sekarang. Jadi kami butuh penjelasan, mengapa bisa begitu,” ujar Ahmad.

Tidak ketinggalan, Ahmad menilai, sistem birokrasi di jajaran Kecamatan Binjai Kota, khususnya Kelurahan Berngam tidak baik. “Ini saya bukan menjelekkan, tapi mengharapkan kelancaran bagi saya dan seluruh masyarakat. Saya alami di kantor lurah, kalau misalnya pak lurah enggak ada, siapa yang melayani. Namun tidak ada yang melayani, makanya kami minta tolong dibenahi. Semoga segera dibenahi dan ini saya sampaikan untuk masyarakat luas dan bukan pribadi,” serunya.

Begitu juga dengan kondisi LPJU yang padam di dekat titi baru Kelurahan Berngam, yang dapat tembus ke Binjai Barat. “Akibat tidak terang kondisinya, banyak yang kehilangan jadinya,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Binjai, Eka Heldi yang hadir dalam reses menjelaskan, anggaran pada instansinya dinyatakan telah berkurang atau menurun.

Semula Rp15 miliar, kini sudah Rp10 miliar untuk melakukan perbaikan jalan-jalan lingkungan dan lampu-lampu. Atas keluhan masyarakat, dia memohon maaf. “Mohon maaf dan bersabar, hal tersebut akan segera kita perbaiki,” ujarnya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Binjai, Ahmad Azra’i Aziz meminta agar perangkat kelurahan dapat melakukan pendataan pada titik mana saja yang mengalami kerusakan atau lampu padam. “Ini harus kita terangkan kondisinya karena mau bulan puasa,” serunya.

Anggota DPRD Sumut, H Ajie Karim juga hadir dalam reses tersebut. Menurut dia, aspirasi masyarakat Kelurahan Berngam, Binjai Kota mana yang tidak dapat ditampung oleh Pemko Binjai, akan diteruskannya ke Pemprov Sumut. “Semua aspirasi bapak dan ibu akan saya catat, mana yang belum memadai nanti akan saya teruskan ke Pemprov Sumut, mana yang bisa dikerjakan akan kita bawa. Itulah tugas pokok dan fungsinya anggota DPRD membawa aspirasi masyarakat agar dapat dilakukan pembenahan,” pungkasnya. (ted)

Binjai Satu Aplikasi Dikenalkan saat Apel Gabungan

Apel gabungan yang diikuti pimpinan OPD, ASN hingga non ASN di Balai Kota Binjai, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kartini, Binjai Kota.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Peran teknologi informasi dan komunikasi, merupakan sarana yang sangat penting dan menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan masyarakat saat ini. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, Dinas Komunikasi Dan Informatika Kota Binjai telah menciptakan sistem aplikasi yang dapat dimanfaatkan pemerintah dan masyarakat Kota Binjai yang diberi nama Binjai Satu Aplikasi.

Menurut Penjabat Asisten II yang membidangi perekonomian dan pembangunan Sekretariat Daerah Kota Binjai, Joko Waskitono, di dalam Binjai Satu Aplikasi ini, terdapat beberapa fitur. Seperti e-ambulance, ambulance public safety center (PSC) 119, e-masyarakat dan e-kelurahan.

“Saya berharap semua aplikasi ini dapat benar-benar dimanfaatkan,” kata Joko saat memimpin apel gabungan yang digelar di balai kota, Senin (6/2/2023). Dalam apel yang diikuti seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), aparatur sipil negara (ASN) hingga non-ASN.

Dia juga mengapresiasi atas diraihnya penghargaan anugerah keterbukaan informasi publik pada tahun 2022 untuk yang kedua kalinya. Penghargaan dimaksud untuk kategori tertinggi, yakni sebagai kota informatif dalam penyelenggaraan keterbukaan informasi publik.

Dalam kesempatan ini, dia juga mengingatkan seluruh OPD dan stakeholder yang terlibat pada penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2023 untuk saling berkoordinasi dan bekerjasama. “Hal ini untuk menghasilkan hasil positif menuju Kota Binjai yang lebih baik lagi,” pungkasnya. (ted)

Lolos PPL, Adik Ketua Panwascam Binjai Timur Batal Dilantik

Ketua Bawaslu Kota Binjai, Syainul Irwan saat diwawancarai usai melakukan pelantikan PPL Kecamatan Binjai Kota.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Ermawan yang merupakan adik Ketua Panwascam Binjai Timur, batal dilantik sebagai pengawas pemilihan umum tingkat kelurahan (PPL) di salah satu aula kafe di kawasan Binjai Timur, Senin (6/2/2023). Menurut Ketua Bawaslu Binjai, Syainul Irwan saat dikonfirmasi mengatakan, Ermawan batal dilantik karena ada masyarakat yang memberikan tanggapan ke Kantor Bawaslu.

“Ada tanggapan dari masyarakat bahwa dia adik dari salah seorang komisioner, dan tanggapan dari masyarakat meminta dia mundur. Kita lihat oke, kayaknya mesti mundur,” ujar Syainul ketika dikonfirmasi usai melakukan pelantikan PPL Kecamatan Binjai Kota, kemarin.

Menurut Syainul, Ermawan diminta mundur antaran dia ingin mengutamakan lembaga. “Kita minta silahkan mundur. Jadi sudah selesai nggak ada masalah lagi itu,” tegas Syainul.

Lantas, bagaimana dengan sang kakak? Menurut Syainul, Bawaslu Kota Binjai telah mengingatkannya. “Kita melalui kakaknya mengingatkan ini bagaimana posisinya. Ya itu benar memang kakaknya, makanya kita berani mengingatkan. Kalau tadi itu bukan kakaknya, siapa saja sah-sahkan saja. Kita tetap menjaga kondusifitas Kota Binjai, biar tak terjadi gonjang-ganjing,” ujar Syainul.

Lantas, bagaimana dengan penggantinya? “Penggantinya akan diplenokan dulu, enggak bisa serta merta si anu penggantinya. Jadi komisioner di Kecamatan Binjai Timur harus pleno dulu untuk menentukan penggantinya,” pungkasnya.

Sebelumnya, berdasarkan pengumuman nomor 003/KP.01.00/POKJA-PKD/SU-26.04/02/2023, nama Ermawan dinyatakan lulus sebagai PPL di Kelurahan Tunggurono. Nama dia menyita perhatian publik karena disebut-sebut sebagai Adik Ketua Panwascam Binjai Timur, Ermawati.

Terpilihnya adik kandung dari Ketua Panwascam Binjai Timur diduga karena adanya kedekatan. Hal tersebut tentu merugikan peserta lainnya. Bahkan, berpotensi menimbulkan konflik. Juga dalam Peraturan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, dituliskan pada pasal 19 poin f, dalam melaksanakan prinsip kepentingan umum, penyelenggara pemilu bersikap dan bertindak: tidak mengikutsertakan atau melibatkan kepentingan pribadi maupun keluarga dalam seluruh pelaksanaan tugas, wewenang dan kewajibannya.

Namun hal ini tidak dilakukan oleh Ketua Panwascam Binjai Timur. Justru sebaliknya, Ermawati malah mendudukkan adik kandungnya sebagai anggotanya atau PPL di Tunggurono. (ted)

Seminar Olahraga HPN Harus Lebih Baik dan Sukses

PEMAPARAN: Ketua SIWO PWI Sumut Jonny Silalahi memberikan paparan persiapan seminar olahraga HPN 2023. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sumatera Utara H Baharuddin Siagian SH MSI meminta Seminar Olahraga dalam Hari Pers Nasional (HPN) 8 Februari 2023 di Medan, Sumatera Utara, harus lebih baik dan sukses.

Hal itu dikatakan Baharuddin sebagai Penanggungjawab Seminar saat rapat pemantapan dengan SIWO PWI Sumut di Kantor Dispora Sumut Jalan Pancing Medan, Senin (6/2).

Rapat dihadiri Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Sumut Budi Syahputra, Staf PPO M Maimun SPd serta dari Pengurus SIWO hadir Ketua SIWO Jonny Ramadhan Silalahi SH, Wakil Ketua Pujianto, Sekretaris Ir Halomoan Samosir, Bendahara Ilham dan pengurus lainnya Abdul Hakim Harahap.

Pada kesempatan itu Baharuddin mengharapkan agar Seminar Olahraga yang nantinya sebagai pembicara kunci, keynote Speaker Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Zainudin Amali bisa berjalan sukses.

Untuk itu Baharuddin meminta Kepada SIWO Sumut agar bekerjasama dengan pihaknya untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan pada Seminar tersebut.

Baharuddin juga membahas dan memastikan secara detail peralatan yang dibutuhkan di tempat acara yakni di Hotel Santika Medan.Dia meminta agar acara nanti berjalan sesuai rundown dan peserta harus dipastikan hadir.

Sementara Ketua SIWO Sumut Jonny Silalahi mengatakan seminar nanti akan mengambil topik “Strategi Sumut dan Aceh Meningkatkan Prestasi Olahraga dan Meningkatkan Ekonomi Daerah”. Peserta Seminar kata Jonny terdiri dari Ketua dan Sekretaris SIWO seluruh Indonesia yang telah memastikan hadir dari 36 Provinsi.

Jonny mengatakan selain Pengurus SIWO Indonesia, peserta Seminar lainnya adalah dari stakehokder okahraga diantaranya dari Pengprov Cabang Olahraga, akademisi Olahraga FIK Unimed dan lainnya.

Sejalan dengan keinginan Kadispora, SIWO Sumut juga berharap acara Seminar nanti berjalan sukses dan sebagai tuan rumah akan memberikan pelayanan terbaik bagi peserta.

Lebih lanjut Jonny mengatakan setelah seminar dilanjutkan dengan Rakernas SIWO pada hari yang sama. Kemudian esok harinya SIWO Sumut melaksanakan pertandingan futsal dengan tajuk Futsal Eksebisi Friendly Match HPN 2023 pada 09 Februari 2023 Pukul 16.00 Wib di GOR Futsal Jalan Pancing.

Peserta Futsal adalah SIWO All Stars, Dispora Sumut, KONI Sumut dan PWI Sumut. Setelah main Futsal dilanjutkan dengan ramah tamah, makan bersama, hiburan dan menikmati durian. (dek)

DPRD Minta Pemko Medan Tertibkan Papan Reklame Tak Miliki Izin

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan Dedy Aksyari Nasution, ST

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan Dedy Aksyari Nasution ST minta kepada Pemerintah Kota (Pemko) Medan tegas terhadap aturan, Dedy minta Pemko Medan menertibkan papan reklame yang tidak memiliki izin.

“Kemungkinan banyak papan reklame di Kota Medan yang tidak memiliki izin, apalagi yang berdiri di atas gedung, halaman kantor dan rumah-rumah penduduk,” kata Dedy Aksyari dikutip Minggu (5/2/2023).

Kata Dedy, banyak informasi dari masyarakat atas menjamurnya papan reklame yang tidak memiliki izin. Dia mencontohkan seperti di Jalan Jawa dan papan reklame di Jalan Sei Sikambing/Jalan Gatot Subroto dan sejumlah lokasi lainnya.

Menurut politisi Partai Gerindra Kota Medan ini, ada larangan berdirinya papan reklame tak memiliki izin. Hal ini berdasarkan Peraturan WaliKota  Medan No 17 Tahun 2019 tentang Penataan Reklame, dijelaskan jika diketahui ada pelanggaran izin maka sesuai Bab IX Pasal 14 maka pembongkaran papan reklame dilakukan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP)

Dedy menyebutkan pendirian papan reklame tidak memiliki izin tentu saja berdampak pada pengurangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan.

Sebelumnya tambah Dedy, Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afi Nasution di awal kepemimpinannya berupaya mendongkrak PAD salah satunya dari restribusi izin pendirian papan reklame.“Hal itu dibuktikan dengan dibongkarnya papan reklame yang tidak memiliki izin,” ujar Dedy.

Seharusnya, sambung Dedy, apa yang telah dilakukan Wali Kota Medan tersebut menjadi pelajaran bagi para pengusaha nakal yang ingin meraup keuntungan dengan tidak membayar pajak. Sehingga menimbulkan kebocoran PAD bagi Pemko Medan.

Selain pendirian papan reklame tanpa izin, Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Medan ini juga menyinggung soal pengusaha properti yang tidak taat aturan dan mendirikan bangunan tidak sesuai perizinan.

“Kita bukan anti pembangunan, kita malah sangat mendukung pembangunan maju pesat di kota Medan. Asalkan taat peraturan,” pungkasnya. (rel)

Warga Diculik Gara-gara Nunggak Utang, MPC PP Binjai: Tangkap Pelakunya

Mobil Pajero yang diamuk massa gara-gara digunakan menculik warga, masih terparkir di halaman Mapolres Binjai, Senin (6/2/2023).

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Binjai meminta Polres Binjai menangkap S alias M yang disebut-sebut sebagai rentenir, karena diduga melakukan penculikan dan penyekapan terhadap warga yang menunggak pinjaman uang kepadanya. Apalagi, korban telah membuat pengaduan ke Mapolres Binjai.

“Kami mengecam keras apa yang sudah dialami korban (Vika), apalagi sampai disekap begitu. Kepada Polres Binjai, kami minta agar menangani dan menyelesaikan kasus ini. Tangkap pelakunya!” kata Ketua MPC PP Kota Binjai, J Payo Sitepu saat diminta tanggapannya, Senin (6/2/2023).

Dia juga meminta agar Polres Binjai mengecek izin usaha kelompok rentenir tersebut. Pasalnya, kelompok tersebut diduga memberikan pinjaman uang kepada korban dengan modus mengaku sebagai koperasi.

Terkait soal membekingi aksi rentenir tersebut, Payo Sitepu menegaskan, MPC PP Kota Binjai tidak ada sangkut paut dengan rentenir tersebut. “Dan bagi siapa saja yang tergabung di PP, dan membackup rentenir itu, saya imbangnya. Dan akan saya keluarkan dari Pemuda Pancasila,” tegasnya.

Pantauan wartawan, dua unit mobil pajero putih dalam keadaan ban bocor masih terparkir di halaman parkir Mapolres Binjai, Jalan Sultan Hasanuddin, Binjai Kota. Terkait orang yang di dalam mobil, belum diketahui, apakah ditahan atau tidak.

Sementara, Kanit Pidum Polres Binjai, Iptu Hotdiatur Purba menyatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait hal tersebut. “Masih periksa saksi-saksi, nanti ada informasi baru kita sampaikan,” tukasnya.

Dua unit mobil yang tampak rusak kaca bagian depannya diduga akibat diamuk massa karena gerah dengan sikap ancaman, intimidasi hingga menculik keluarga terdekat, jika cicilan tertunggak atau tidak terbayar setiap bulannya. Massa mengamuk ketika kelompok rentenir tersebut ingin mengembalikan korban dugaan penculikan dan penyekapan di hadapan kepling, Jalan Cut Nyak Dhien, Lingkungan V, Kelurahan Tanah Tinggi, Binjai Timur, Jum’at (3/2/2023) malam.

Peristiwa tersebut menghebohkan masyarakat sekitar dan aparat dari TNI-Polri juga terjun ke lokasi untuk meredam aksi amuk massa. Meski demikian, massa tetap menunggu dan menyoraki kelompok rentenir tersebut saat diamankan petugas.

Sejauh ini, korban juga sudah membuat laporan berdasarkan nomor LP/B/70/II/2023/SPKT/POLRES BINJAI/POLDA SUMATERA UTARA. Laporan tersebut dilayangkan oleh suami Vika Rosalinda (37) yang bernama Sarman (41). (ted)

Beri Edukasi kepada Warga, Ustadz Sahabat Ganjar Adakan Pelatihan Memandikan Jenazah

DELI SERDANG, SUMUTPOS.CO - Ustadz Sahabat (Usbat) Ganjar saat menggelar pelatihan memandikan jenazah di Kecamatan Petumbak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin (6/22/2023). Ist/Sumut Pos

DELI SERDANG, SUMUTPOS.CO – Ustadz Sahabat (Usbat) Ganjar kembali menggelar pelatihan memandikan jenazah di Kecamatan Petumbak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin (6/22/2023).

Pelatihan tersebut diikuti oleh puluhan warga dan ibu-ibu Majelis Taklim An Nur di Deli Serdang. Mereka diedukasi tentang tata cara memandikan jenazah. Diketahui, memandikan jenazah adalah kegiatan fardu kifayah yang perlu diketahui masyarakat.

Korda Usbat Ganjar di Deli Serdang Ahmad Thalhah menyatakan pihaknya sengaja menggelar pelatihan memandikan jenazah di wilayah ini. Menurut dia, tidak semua warga bisa memenuhi hak orang yang sudah meninggal tersebut.

“Untuk menambah ilmu, kami berinisiatif memberikan pelatihan fardu kifayah, khususnya bagian memandikan jenazah, agar pelaksanaan ini selanjutnya bisa diaplikasikan oleh masyarakat,” ucap Thalhah.

Dia berharap warga Deli Serdang, khususnya di Dusun V, Kecamatan Petumbak, bisa secara mandiri memandikan jenazah. Dengan begitu, ke depan masyarakat mudah mendapatkan orang yang bisa memandikan jenazah.

“Kami berharap para warga ini mampu secara mandiri memandikan jenazah di daerah setempat sehingga hal ini membawa manfaat bagi daerah sekitar,” ucapnya.

Narasumber pelatihan memandikan jenazah sekaligus Korda Usbat Ganjar di Medan Ahmad Dairobi menjelaskan tata cara memandikan jenazah kepada warga dan ibu-ibu Majelis Taklim An Nur di Deli Serdang. Mulai menyiram tubuh jenazah hingga bersih dengan sabun sampai mewudui jenazah.

“Pertama, jenazah dibawa ke pemandian, lalu sekujur tubuh disiram dan dibersihkan dengan sabun. Kemudian, dicek kebersihannya. Setelah itu, disiram dengan air wewangin dan diwudui. Begitu sekiranya,” ucapnya setelah kegiatan pelatihan pemandian jenazah di lokasi pada Senin (6/2/2023).

Usbat Ganjar rencananya terus menggelar kegiatan positif, khususnya pelatihan kepada imam-imam di masjid dalam memimpin jemaahnya.

“Intinya kami terus mengadakan kegiatan positif yang berdampak bagi warga,” ungkapnya.

Selain itu, Usbat Ganjar di Deli Serdang juga memberikan pengeras suara dan karpet untuk menunjang kegiatan Majelis Taklim An Nur di Kecamatan Petumbak, Kabuapten Deli Serdang.(rel/tri)

Korban Gempa Turki & Suriah Tembus 1.400 Jiwa, Bencana Terburuk Sejak 1939

Jumlah korban gempa berkekuatan 7,8 SR yang mengguncang Turki dan Suriah terus meningkat signifikan dan telah mencapai lebih dari 1.400 orang.

Angka resmi dari Pemerintah Turki menyebutkan sebanyak 912 orang tewas di negara itu, 5.383 terluka, dan 2.818 bangunan runtuh. Sedangkan Kementerian Kesehatan Suriah mengatakan bahwa lebih dari 326 orang tewas dan 1.042 terluka.

Selain angka-angka tersebut, layanan penyelamatan di barat laut Suriah di daerah yang tidak dikendalikan oleh pemerintah menyebutkan korban tewas mencapai 221 orang. “Sehingga total 1.459 orang dipastikan tewas,” tulis The Guardian, Senin (6/2/2023).

Berbagai negara menawarkan berbagai bantuan kemanusiaan untuk membantu penanganan darurat. “China bersedia memberikan bantuan darurat kemanusiaan untuk Turki dan Suriah yang dilanda gempa bumi,” tulis Reuters mengutip Badan Bantuan Luar Negeri Dewan Negara China.

Komite Penyelamatan Internasional (IRC) juga telah mengeluarkan pernyataan setelah gempa di Turki dan Suriah. IRC menyatakan keprihatinan setelah menerima laporan awal dari staf lapangan di Suriah. Dampak gempa sangat menghancurkan serta mereka sudah menampung banyak pengungsi dan keluarga rentan.

Direktur IRC untuk Suriah Evans mengatakan gempa bumi ini merupakan satu lagi pukulan dahsyat bagi begitu banyak populasi rentan yang telah berjuang setelah konflik bertahun-tahun. Ini adalah krisis dalam banyak krisis. Perempuan dan anak-anak akan menemukan diri mereka sendiri dalam risiko eksploitasi dan pelecehan jika mereka sekali lagi menemukan diri mereka terlantar.

“Banyak orang di barat laut Suriah telah mengungsi hingga 20 kali dan dengan fasilitas kesehatan yang melebihi kapasitas, bahkan sebelum tragedi ini banyak yang tidak memiliki akses ke perawatan kesehatan yang sangat mereka butuhkan,” ujarnya seperti dilansir The Guardian.

Evans meminta masyarakat internasional segera meningkatkan pendanaan kritis untuk rencana tanggap kemanusiaan Suriah. Menurut IRC, sangat kekurangan dana dengan kurang dari 50% dari USD4 miliar yang diperlukan.

Sementara itu Uni Eropa (UE) telah memobilisasi lebih dari 10 tim SAR untuk membantu Turki. “Tim Pencarian dan Penyelamatan Perkotaan telah dengan cepat dimobilisasi dari Bulgaria, Kroasia, Republik Ceko, Perancis, Yunani, Hongaria, Malta, Belanda, Polandia, dan Rumania untuk mendukung penanggap pertama di lapangan,” kata Komisi Eropa dalam sebuah pernyataan. Italia, Spanyol dan Slovakia juga telah menawarkan tim penyelamat mereka ke Turki.

Reuters melaporkan UE mengatakan siap mendukung mereka yang terkena dampak di Suriah. Namun, mereka mengatakan belum menerima permintaan dari negara tersebut untuk mengaktifkan mekanisme perlindungan sipil UE, yang mengoordinasikan bantuan dari UE dan negara-negara Eropa lainnya.

Pada tahun 1999, gempa bumi yang besarnya mirip dengan gempa di Turki kali ini menghancurkan Izmit dan wilayah Laut Marmara timur yang berpenduduk padat di dekat Istanbul, dan menewaskan lebih dari 17.000 orang.

Presiden Turki Erdogan menggambarkan hari ini sebagai bencana terburuk bagi negara itu sejak 1939, ketika gempa bumi menewaskan lebih dari 32.000 orang dan melukai lebih dari 100.000 orang.

Sejauh ini di abad ke-21, tujuh gempa besar masing-masing telah merenggut lebih dari 20.000 korban jiwa.

Gempa bumi Gujarat Januari 2001 di India dan gempa bumi dan tsunami Tōhoku Maret 2011 di Jepang keduanya merenggut lebih dari 20.000 jiwa.

Di Iran, gempa bumi Bam yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2003 memakan korban jiwa lebih dari 26.000 orang.

Dua gempa bumi besar pada pertengahan tahun 2000-an menyebabkan jumlah korban jiwa mencapai 87.000, yakni gempa Kashmir bulan Oktober 2005 yang mempengaruhi India, Pakistan dan Afghanistan, dan gempa bumi Sichuan bulan Mei 2008 Mei 2008 di Cina.

Dua gempa paling mematikan di abad ke-21 sama-sama menewaskan lebih dari 200.000 orang, meskipun jumlah korban tewas keduanya tidak tepat. Gempa Haiti Januari 2010 menghancurkan negara itu dengan jumlah korban tewas mencapai 220.000.

Namun bencana alam paling mematikan di abad ke-21 adalah gempa bumi Samudera Hindia 26 Desember 2004 dan tsunami susulan, yang merenggut sedikitnya 225.000 jiwa, dan berkekuatan antara 9,1-9,3 skala Richter, gempa bumi terbesar ketiga yang pernah tercatat, dengan durasi antara delapan dan sepuluh menit.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan sebelumnya membenarkan bahwa jumlah korban tewas di Turki telah meningkat menjadi 912, dan menggambarkannya sebagai bencana terburuk bangsa sejak 1939.

“Setiap orang berusaha keras, meskipun musim dingin, cuaca dingin, dan gempa bumi yang terjadi pada malam hari membuat segalanya menjadi lebih sulit,” ungkapnya.

Dia mengatakan bahwa 9.000 orang terlibat dalam misi penyelamatan. “Hari ini adalah hari bagi 85 juta orang untuk bersama sebagai satu hati.”(Guardian/Reuters)