Home Blog Page 1863

Kolam Renang Pemko Tebingtinggi Dijadikan Tempat Jemuran Pakaian

KONDISI: Kolam renang milik Pemko Tebingtinggi yang terletak di Jalan Sutoyo Kota Tebingtinggi ditelantarkan dan dijadikan tempat jemuran pakaian. SOPIAN/SUMUT POS.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kolam Renang milik Pemerintah Kota Tebingtinggi di Jalan Sutoyo, Kelurahan Rambung, Kecamatan Tebingtinggi Kota, Kota Tebingtinggi mangkrak dan tampak ditelantarkan sejak tahun 2019 sampai sekarang.

Padahal, pembangunan kolam renang milik Pemkot Tebingtinggi pada tahun 2014-2016 tersebut menelan anggaran sebesar Rp8, 44 miliar. Karena tidak dikelola serius, aset milik Pemkot yang dijuluki Kota Lemang tersebut kurang terawat, air sudah berubah warna dan kotor. Parahnya lagi, pagar kolam renang dijadikan warga sebagai tempat jemuran pakaian.

Setelah diresmikan tahun 2017, kolam renang ini sempat dipergunakan Pemkot Tebingtinggi dengan sistem pungutan retribusi bagi pengunjung yang datang, tetapi pada masa Pandemi Covid-19, kolam renang ditutup dengan alasan yang tidak jelas.

Sedangkan Kadis Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Tebingtinggi, Sahdama Yanto mengatakan, bahwa pihaknya sudah melaporkan kondisi kolam renang kepada Wali Kota Tebingtinggi. Padahal, banyak pelaku usaha yang tertarik dengan kolam renang tersebut, dan regulasinya sudah dibahas beberapa rapat rapat di tim Pemkot Tebingtinggi.

Dijelaskan Sadama Yanto, sesuai dengan aturan Permendagri, kolam renang yang masih masuk dalam Perda sebagai objek retribusi baru bisa diserahkan pengelolaannya kepada pihak lain, setelah dikeluarkan dari Perda. “Nah inilah yang masih menjadi kendala, Perda tersebut harus dicabut,” jelasnya.

Tambah Sadama, terkait hal itu, untuk saat ini draft Perda tentang pajak dan retribusi daerah sedang disiapkan oleh Badan Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKPD) Kota Tebingtinggi dan juga sedang dibahas agar bisa cepat tuntas.

“Nanti setelah kolam renang tidak lagi masuk sebagai objek retribusi daerah, baru dapat ditawarkan kepada pihak lain yang berminat mengelolanya dan dimungkinkan dapat dikelola dalam jangka panjang hingga 20-30 tahun. “Inilah yang menjadi harapan kami agar bisa mendatangkan untuk PAD Kota Tebingtinggi kedepannya,” harap Sadama. (ian/han)

Program Patok Batas Tanah Cegah Konflik Masyarakat

PATOK BATAS: Bupati Sergai H. Darma Wijaya bersama Kepala BPN Kab Sergai melaksanakan program patok batas tanah di Dolok Merawan.

DOLOK MERAWAN, SUMUTPOS.CO – Bupati Serdangbedagai(Sergai) H. Darma Wijaya memimpin pemasangan 200 patok batas tanah di Desa Dolok Merawan, yang diprakarsai Badan Pertanahan Negara (BPN) Kabupaten Sergai, Jumat(3/2). Pemasangan batas tanah ini dinilai dapat mencegah konflik lahan di masyarakat.

Acara tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Agraria dan Tata Ruang seharusnya ditulis sebagai Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk mendaftarkan tanah sistematis di seluruh Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 200 patok ditempatkan di Desa Dolok Merawan, salah satu dari 5 desa yang ada di Kecamatan Dolok Merawan.

Bupati Sergai Darma Wijaya menyampaikan, program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) yang diprakarsai oleh Kementerian ATR/BPN membuat harapan besar bagi Indonesia. Menurutnya, dalam upaya pengaktualisasian program PTSL sebanyak 1 juta patok untuk Indonesia, pihaknya di Kabupaten Sergai menargetkan Kecamatan Dolok Merawan yang terdiri atas 5 desa bisa terpasang 200 patok per desanya.

“Atas nama masyarakat dan Pemkab Sergai, saya berterima kasih dan mengapresiasi BPN yang telah mengadakan pemasangan patok batas tanah. Dengan program ini, tentu akan memudahkan masyarakat untuk mengetahui batas tanah yang sebelumnya kondisinya belum pasti,” ungkap Bupati yang populer dengan panggilan Bang Wiwik itu.

Darma Wijaya menyebut, adanya patok batas tanah tersebut akan menghindari kekeliruan dan permasalahan yang bisa jadi muncul di kemudian hari. Program PTSL ini, lanjut Bupati, diharapkan dapat menyebar ke seluruh kecamatan yang ada di Sergai.

“Saya ingin berpesan kepada para kepala desa untuk terus berupaya bagaimana caranya desa dapat memiliki sertifikat yang pada akhirnya diharapkan dapat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujar Bang Wiwik.

Kepala BPN Sergai, Ridwan Lubis, berharap agar Pemkab Sergai dapat membantu dan mendukung program PTSL demi mencegah konflik dan perselisihan tanah antara masyarakat.

“Target program ini adalah mencapai 13.060 sertifikat tanah pada tahun 2023, terdiri dari 11.060 PTSL, 1.000 sertifikat redistribusi tanah, 1.000 sertifikat lintas sektoral, dan 200 sertifikat konsolidasi tanah,” paparnya.

Secara keseluruhan, Ridwan menjelaskan program pemasangan tanda batas tanah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pemerintah dan masyarakat dalam menjaga konflik dan perselisihan tanah.

“Kami mohon dukungan Pemkab Sergai untuk membantu dan mendukung program ini karena Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas atau “Gema Patas” ini adalah tujuannya supaya terpasang patok agar jangan ada pencaplokan. Semoga program ini dapat berjalan dengan lancar dan mencapai target yang telah ditetapkan,” tandasnya.

Kegiatan dihadiri Asisiten Pemerintahan dan Kesra Nina Deliana Hutabarat, S.Sos, M.Si, Kadis Kominfo Drs H Akmal, AP, M.Si, Kepala Bappeda Rusmiani Purba, S.Sos, MM, Camat Dolok Merawan Alfian Purba, SE, MM, Muspika, para Kepala Desa, serta masyarakat sekitar. (fad/han)

Kasus Kematian Ditimpa Bak Air, 5 Tahun Belum Ada Kejelasan

LAPORAN: Keluarga korban tertimpa bak air saat membuat laporan pengaduan ke polisi.

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Kasus kematian dua wanita di bak mandi pada tahun 2017 silam kembali dibuka oleh keluarga korban. Melalui pengacara keluarga korban kembali membuat laporan pengaduan ke Polsek Negeri Dolok, Polres Simalungun pada Senin (30/1) kemarin.

Willy Sidauruk SH MSi pengacara korban menerangkan bahwa peristiwa itu terjadi pada tanggal 20 Desember 2017 sekira pukul 18.00 WIB di Huta Parti Malayu, Nagori Dolog Saribu Bangun, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun.

Di desa tersebut ada pembangunan bak penampungan air yang anggarannya dari dana desa dan pada saat itu sedang uji coba.

Nah saat uji coba tersebut tiga orang ibu-ibu, yakni Nur Aini Saragih (45), Roma boru Hutauruk (41), dan Mariana Nainggolan melakukan aktivitas mandi dan mencuci kain di bak tersebut.

Namun tiba-tiba, bak penampungan air dengan lebar 3 meter dan panjang 6 meter dengan ketinggian 6 meter yang sudah terisi air tersebut pecah yang mengakibatkan ketiga ibu tersebut tertimpa.

Atas kejadian itu, Nur Aini Saragih dan Roma Boru Hutauruk meninggal dunia dan Mariana Nainggolan mengalami luka-luka.

Dalam kasus ini, sudah masuk ke ranah kepolisian namun, sampai saat ini belum ada kejelasan. “Jadi kami membuka lagi kasus ini supaya ditindaklanjuti oleh polisi. Dan kita meminta agar keluarga korban diperiksa lagi,” terang Willy Sidauruk.

“Kita mau menemukan dulu siapa yang bertanggung jawab dalam kasus ini. Apakah pemborong atau kepala desa,” katanya.

Terpisah Kapolsek Nagori Dolok AKP Horas Sinaga mengatakan bahwa kejadian tersebut sudah lama sekali.

Pada saat kejadian, polisi sudah langsung turun tangan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dan hasil olah TKP, kematian korban diakibatkan kelalaian.

Kelalaian yang dimaksud adalah karena bangunan bak penampungan tersebut masih tahap uji coba.

“Informasi yang saya dapatkan, pihak keluarga korban sudah ada perdamaian dengan pemerintah setempat dan tidak akan menuntut ke ranah hukum,” terangnya.

Terkait soal tuntutan pihak korban supaya kasusnya dibuka kembali, Kapolsek mengatakan akan melakukan penyelidikan. (mag-7/azw)

Jumat Barokah, PAC PP Stabat Santuni Anak Yatim

SANTUNAN: Ketua PAC PP Stabat saat memberikan santunan kepada anak yatim.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Stabat, Riki Sapariza SE, memberikan santun kepada anak yatim dalam giat Jumat Barokah di Dusun II, Desa Mangga, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Jumat (3/2/2023).

Pemberian santuna kepada 10 anak yatim dilakukan secara rutin setiap hari Jumat, dihadiri Ketua PAC PP Stabat Riki Sapariza SE, pengurus PAC PP Kecamatan Stabat, Ktua Ranting PP Desa Mangga, dan Pengurus PP Ranting Desa Mangga serta tokoh agama yang ada di Kecamatan Stabat.

Ketua PAC PP Stabat, Riki Sapariza kepada Sumut Pos, mengatakan bahwa kegiatan pemberian santunan kepada anak yatim rutin dilakukan.

“Insya Allah, kegiatan ini selalu kami laksanakan. Semoga bantuan yang diberikan menjadi berkah dan tetap Istiqomah serta bermanfaat,”kata Riki Sapariza.

Ditegaskan Riki Sapariza, dirinya siap membesarkan Pemuda Pancasila di Kabupaten Langkat, dan diharap seluruh pengurus PAC PP Stabat selalu berbuat yang terbaik kepada masyarakat. (mag-6/han)

Stadion Utama PON 2024 Dikerjakan September 2023, Pemprovsu Dorong Lebih Cepat

BERITA ACARA: Kadispora Sumut H Baharuddin Siagian menandatangani berita acara Konsultasi Publik Proyek KPBU Stadion Utama Provinsi Sumatera Utara di Four Point, Jalan Gatot Subroto, Medan, Jumat (3/2). (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) terus bergerak untuk persiapan tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024. Salah satunya adalah upaya mendorong percepatan pembangunan stadion utama di Desa Sena, Batangkuis, Deliserdang, yang akan menjadi venue penutupan.

Pemprovsu berharap stadion utama tersebut bisa rampung sebelum PON 2024 dimulai. Untuk itu, Pemprovsu Sumut terus berkoordinasi dengan Kementerian PUPR selaku pelaksana pembangunan.

Saat ini, Pemprovsu bersama Kementerian PUPR dan pihak terkait sedang mempercepat penyelesaian masalah administrasi. Hal itu terungkap pada Konsultasi Publik Proyek KPBU Stadion Utama Provinsi Sumatera Utara dan Pembahasan Progres Penyiapan Proyek Stadion Utama Provinsi Sumatera Utara di Four Point, Jalan Gatot Subroto, Medan, Jumat (3/2).

“Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk dokumen administrasi hampir seluruhnya sudah selesai, saat ini tinggal AMDAL dan itu pun sedang berproses, kita ingin ini sesegera mungkin selesai sehingga sebelum PON 2024 dimulai, stadion kita sudah rampung,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumut, H Baharuddin Siagian usai pertemuan.

Sesuai dengan timeline Kementrian PUPR, penyelesaian dokumen seperti Final Business Case (FBC) Perjanjian Kerja Sama (PKS), dokumen transaksi dan perjanjian serta dokumen lainnya selesai di awal Maret. Kemudian pengerjaan dimulai September 2023 dengan waktu 12 bulan, tetapi Pemprov Sumut mendorong agar penyelesaian pembangunan lebih awal.

“September terlalu dekat dengan pembukaan PON. PON dibuka 8 September, stadion kita juga targetnya September. Kita harus bekerja lebih keras karena itu kita koordinasi dengan Kementerian PUPR agar bisa mempercepat ini, tetapi juga tertib administrasi,” kata Baharuddin Siagian.

Sedangkan Direktur Pelaksana Pembiayaan Infrastruktur Permukiman Kementerian PUPR Meike Kencanawulan Martawidjaja mengatakan semua pihak telah bekerja keras untuk merampungkan stadion utama di Sumut tersebut. Namun dia ingin tidak ada kesalahan administrasi dalam proyek pembangunan stadion ini.

“Kita semua ingin stadion kebanggaan Sumut ini cepat selesai. Semua bekerja keras untuk menyelesaikan stadion utama Sumut, tetapi tentu harus sesuai dengan administrasi yang berlaku, kita semua berupaya untuk menyelesaikannya lebih cepat dari target,” kata Meike saat rapat.

Kementerian PUPR dan Pemprov Sumut juga sudah melakukan Konsultasi Publik Studi Pendahuluan Proyek KPBU Stadion Utama Provinsi Sumatera Utara. Dalam pertemuan itu, semua berharap agar stadion utama tersebut segera dibangun dan selesai sesuai target.

Acara tersebut dihadiri Direktur Perencana Ahli Madya Direktorat Pengembangan Pendanaan Pembangunan Bappenas Astu Gagono Kendarto, Kepala BPKAD Pemprov Sumut Ismael Sinaga dan Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bambang Pardede. Hadir juga jajaran Kementerian ATR/BPN dan Kementerian PUPR secara virtual. (dek)

Rambah Pulau Sumatera, Yamaha EV E01 Hadir di Kota Medan

TES: Sejumlah peserta melakukan market test EV E01 di Club House Citraland Gama City, Jumat (3/2/2023). (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah sukses digelar di kota Jakarta, Bandung, dan Pulau Bali dengan jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari 1.000 orang, kegiatan Market Test atau uji coba kendaraan listrik konsep Yamaha E01 kini mulai merambah ke Pulau Sumatera tepatnya di Kota Medan, melalui Main Dealer Yamaha PT Alfa Scorpii. Hal itu ditandai dengan digelarnya kegiatan Press Conference & Market Test EV E01 yang bertempat di Club House Citraland Gama City, Jumat (3/2/2023).

Program Market Test bertajuk Proof of Concept (PoC) ini merupakan salah satu wujud dari penerapan Visi Jangka Panjang Perusahaan atau Yamaha Long Term Vision (LTV) 2050, yang bertujuan untuk meraih pencapaian Carbon Neutral hingga 0% (Zero percent) pada seluruh proses bisnis perusahaan. Kendati belum dijual dan masih dalam tahap uji coba, namun langkah ini merupakan suatu proses yang penting bagi Yamaha untuk menghadirkan kendaraan ramah lingkungan yang lebih sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia di masa yang akan datang.

“Program uji coba Yamaha EV di jalan umum telah lebih dulu dimulai di Kota Jakarta, Bandung, Bali dan sukses mendapatkan antusiasme tinggi dari masyarakat. Hari ini saya ingin menyampaikan bahwa program uji coba EV E01 akan kami mulai di Kota Medan. Selain untuk memperkenalkan teknologi EV Yamaha secara lebih luas kepada masyarakat, program Market Test ini juga bertujuan untuk mendapatkan respon dan masukan yang lebih banyak lagi dari para konsumen terhadap impresi berkendara menggunkaan EV E01. Sehingga kedepannya, Yamaha dapat mengembangkan kendaraan ramah lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” ungkap Hiroshi Takeyama selaku Marketing Director, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg saat pembukaan Press Conference & Market Test EV E01.

Kota Medan sendiri dipilih sebagai salah satu wilayah yang menggelar program Market Test karena memiliki kondisi jalan yang padat khas area perkotaan serta suhu cuaca yang relatif panas. Sehingga, cocok untuk menguji performa dan kemampuan motor dalam mendukung mobilitas masyarakat urban.

Pada sesi kegiatan Press Conference & Market Test EV E01, para peserta acara yang terdiri dari awak media, KOL dan perwakilan jaringan dealer Yamaha di Sumatera Utara serta Leasing Company juga diberikan kesempatan untuk menjajal langsung impresi berkendara menggunakan EV E01. Beragam respon positif pun diberikan atas kecanggihan teknologi, fitur, serta performa yang ditawarkan oleh skutik listrik berbasis fixed battery dari Yamaha tersebut.

“Setelah riding, skuter listrik ini memang sangat enak jauh melebihi ekspektasi saya. Riding position-nya rileks dan nyaman sekali seperti NMAX, untuk redaman suspensi dan kestabilannya juga sangat baik,” puji Danar Pramudianto, salah seorang peserta Market Test EV E01 di wilayah Medan.

Hadirnya fitur riding mode yang menawarkan tiga opsi berkendara, yaitu Eco, Normal dan Power, menjawab berbagai macam kebutuhan berkendaran di berbagai kondisi medan dan jalan. “Impresi saya sangat positif dengan motor listrik Yamaha E01 ini. Dari segi tenaga cukup mumpuni, apalagi tersedia 3 mode berkendara dan yang paling sering saya pakai adalah mode STD dan PWR. Melintasi jalanan lokasi tes ride yang tidak semuanya rata dan mulus pun motor ini sangat nyaman. Suspensi mampu meredam getaran dengan sangat baik, memberikan kenyamaan ekstra sehingga perjalanan tidak terasa melelahkan,” kata peserta test ride lainnya, Armansyah Tahir.

Saat ini kendaraan listrik E01 telah resmi tersedia di Sentral Yamaha Medan untuk dapat diuji kendara oleh masyarakat umum di jalanan publik. Bagi masyarakat yang tertarik untuk mengikuti program Market Test tersebut, dapat melakukan registrasi online melalui link tiny.cc/registrasie01. Jika sudah melakukan registrasi, tunggu balasan email atau pesan WA dari Yamaha. Kemudian peserta dapat langsung datang ke Sentral Yamaha Medan untuk memenuhi persyaratan administrasi yang dibutuhkan sebelum memulai aktivitas uji coba EV E01.

Untuk mendukung kelancaran program Market Test E01 di Kota Medan, Yamaha telah menyiapkan fasilitas charger untuk mengisi ulang daya baterai motor yang tersedia di area Sentral Yamaha Medan. Selain itu, jika peserta mengalami kendala pada saat melakukan uji kendara, layanan dalam bentuk Service Kunjung Yamaha (SKY) maupun Yamaha Emergency Service 24 (YES 24) telah disiagakan untuk membantu. Untuk informasi lebih lanjut terkait program market test E01, silahkan hubungi contact center Yamaha di nomor 021 2457 5555 / 021 461 8000. (dek)

SKK Migas Diharap Memproses Pembayaran Pajak Air Tanah dan PPJ Non PLN

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Plt.Bupati Langkat H.Syah Afandin,SH melalui Kepala Badan Pendapatan Daerah Dra.Hj.Muliani bersama Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah Drs.Iskandarsyah melaksanakan koordinasi dan konsultasi dalam rangka penandatanganan berita acara pemakaian Air Tanah (AT) dan pemakaian PPJ non PLN serta pengambilan data pajak daerah khusus wajib pajak PT.Pertamina ke PT Pertamina Hulu Rokan Field Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh dan PT Pertamina Field Pangkalan Susu di ruang rapat Field Manager Pertamina Pangkalan Susu, Jumat(3/2/ 2023).

Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah Langkat Muliani mengharapkan agar pihak SKK Migas dapat membantu Pemkab Langkat untuk proses pembayaran pajak Air Tanah dan PPJ Non PLN untuk kedua Objek Pajak.

Muliani bersama dengan SKK MIGAS Perwakilan Sumbagut yang di wakili oleh Manager Adm & Keuangan Supriyono bersama-sama menandatangani Berita Acara Pemakaian Air Tanah dan Listrik Non PLN untuk PT.Pertamina Field Pangkakan Susu dan Field Rantau Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Sebagaimana diketahui bahwa yang bertanggungjawab dalam pembayaran pajak tersebut adalah Direktorat Jenderal Anggaran Depkeu RI.

Muliani juga berharap agar pihak SKK MIGAS Sumbagut dapat membantu Pemda Langkat dalam upaya meningkatkan penerimaan dan pendapatan dari sektor Hulu Migas untuk menunjang pembangunan-pembangunan di Kabupaten Langkat.

Dalam kesempatan kordinasi yang dilakukan tampak hadir Filed Manager Pangkalan Susu PT. Pertamina Hatmanto Sardana , PJS FM Field PT.Pertamina Rantau Duto Nuswantoko, Sr. Spv Utilities Operation PT.Pertamina Rantau Bambang Sugito, Kasubbid Pendataan dan Penilaian BAPENDA Langkat Defin Erfian,SE.(mag-6)

Kembali Tebar Manfaat, TGS Ganjar Perkuat Peran Majelis Taklim di Sumut

Tuan Guru Sahabat (TGS) Ganjar terus menebar manfaat dan kebaikan kepada masyarakat di wilayah Sumut, Jumat (3/2/2023).Ist/Sumut Pos

DELI SERDANG, SUMITPOS.CO – Tuan Guru Sahabat (TGS) Ganjar terus menebar manfaat dan kebaikan kepada masyarakat di wilayah Sumatera Utara (Sumut), Jumat (3/2/2023). Kali ini, para relawan pendukung Ganjar Pranowo tersebut mengajak warga di Desa Lau Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumut, untuk terus memperkuat peran majelis taklim di wilayah ini.

Sekretaris Korwil TGS Ganjar Sumut Rizal Dasuki menyatakan pihaknya terus memperkuat peran majelis taklim di Sumatera Utara agar dapat memberikan kemaslahatan secara rohani kepada warga setempat

“Peran majelis taklim sangat penting untuk mengajak warga sekitar menebar kebaikan. Semoga majelis taklim ini makin berkembang dan bisa membawa manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Untuk meningkatkan peran majelis taklim di sekitar Desa Lau Dendang, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumut, relawan pendukung Ganjar ini menyalurkan bantuan berupa pengeras suara dan karpet.

“Kami memberikan sound system, karpet kepada majelis taklim Nurul Ilmi untuk menunjang kegiatan pengajian guna memperkuat kegiatan keagamaan di daerah ini,” ucapnya.

Selain itu, TGS Ganjar mengadakan istigasah, zikir, dan doa bersama demi kesuksesan Ganjar Pranowo untuk menjadi presiden 2024.

“Kami juga menggelar doa dan istigasah bersama majelis taklim ini untuk sama-sama mendoakan kesuksesan Pak Ganjar pada 2024,” kata Rizal.

Senada, Ustaz Hamdani Hasibuan, penceramah dalam kegiatan ini, mengatakan peran majelis taklim sangat krusial dalam memberikan wawasan keagamaan kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu yang merupakan pendidik bagi anak-anak mereka.

“Lembaga nonformal yang dibangun masyarakat ini bertujuan untuk memberikan wawasan keagamaan kepada masyarakat untuk membentengi diri dari perbuatan sia-sia, seperti menggosip,” ungkapnya.

Ustaz Hamdani berharap setiap kegiatan yang digelar majelis taklim tersebut bisa membawa manfaat bagi masyarakat Desa Lau Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang.

“Saya berharap pengajian yang digelar Majelis Taklim di sini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujar Ustaz Hamdani. (rel/tri)

Rakerda Dihadiri Ratusan Kades, DPD PAPDESI Sumut Berkomitmen Sejahterakan Masyarakat Desa

DPD PAPDESI Sumut saat menggelar rapat kerja daerah (rakerda), Jumat (3/2/2023). Ist/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menggelar rapat kerja daerah (rakerda) pada Jumat (3/2/2023).

Rakerda ke-5 dari DPD PAPDESI Sumut ini, digelar di Hotel Grand Antares, Medan Kota, Kota Medan, Sumatera Utara. Ratusan kepala desa dari 16 kabupaten/kota hadir dalam rapat ini.

Ketua DPD PAPDESI Sumut Zainul Akhyar mengatakan salah satu tujuan rakerda ini adalah untuk menyatukan sinergi para kepala desa di Sumut guna menjalankan misi menyejahterakan masyarakat desa.

“Tujuan Rakerda ini tidak lain memang bagaimana kami bisa menyejahterakan masyarakat desa. Itulah tujuan kami. Sekalian bersilaturahmi, karena hampir satu tahun sekali kami bisa bertemu dengan kades lain, dari daerah Nias, Tapanuli, hingga Madina,” ujar Zainul.

Zainul menuturkan rakerda DPD Papdesi Sumut digelar mengikuti AD/ART yang telah ditetapkan. Dalam rapat tersebut, mereka akan merangkum aspirasi para kepala desa, dan memberikan rekomendasi solusi ke pengurus pusat.

“Dan DPP nanti akan menyampaikan ke pemerintah pusat, seperti Kementerian Desa, Kemendagri. Ini wajib kami laksanakan, walaupun kami terseok-seok. Inilah namanya organisasi,” ucapnya.

Salah satu poin pembahasan dalam rapat tersebut, PAPDESI Sumut akan bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk menyelesaikan beberapa permasalahan masyarakat desa.

“Kami juga akan bekerja sama dengan BNN, dengan LIPI, untuk mengurangi kasus-kasus narkoba di (kalangan masyarakat desa) Sumatera Utara ini,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, DPP PAPDESI juga mengonsolidasikan dukungan untuk Ganjar Pranowo maju pada pemilihan presiden tahun 2024. Ganjar diketahui merupakan Ketua Dewan Pembina Papdesi.

Sementara itu, pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Sumut, Marzuki yang juga hadir dalam rakerda tersebut, mengatakan bahwa rakerda yang digelar PAPDESI Sumut adalah kegiatan yang memang harus dilakukan oleh para kepala desa.

Marzuki berharap, PAPDESI Sumut bisa terus kompak dan berkomitmen untuk menjalankan tugas sebagai kepala desa yang memiliki misi menyejahterakan masyarakat desa.

“Oleh karena itu, melalui rakerda ini saya berharap keputusan apapun yang diambil itu berpihak kepada masyarakat,” pungkas Marzuki. (rel/tri)