Home Blog Page 202

Perlu Kepastian Retribusi di Kawasan Wisata Danau Toba, Pemerintah Diminta Serius Lanjutkan Pengembangan Destinasi Strategis Nasional

KETERANGAN: Anggota DPRD Sumut Pantur Banjarnahor, saat menyampaikan keterangan.(Istimewa)
KETERANGAN: Anggota DPRD Sumut Pantur Banjarnahor, saat menyampaikan keterangan.(Istimewa)

SUMUTPOS.CO – Hingga saat ini, masih terdapat berbagai persoalan mendasar yang belum terselesaikan di sejumlah kawasan wisata Danau Toba. Satu di antaranya soal ketidakjelasan tarif retribusi masuk ke sejumlah objek wisata kawasan tersebut.

Anggota DPRD Sumut Pantur Banjarnahor, menyoroti serius persoalan ini. Dia mengatakan, banyak wisatawan yang mengeluhkan perbedaan tarif masuk yang kerap berubah-ubah dan ditentukan secara sepihak oleh pengelola setempat. Menurutnya, hal ini bisa berdampak buruk terhadap citra Danau Toba sebagai destinasi wisata bertaraf internasional.

“Banyak wisatawan merasa tidak nyaman karena tidak adanya standar tarif retribusi yang pasti. Bahkan, ada pengunjung yang dikenakan harga berbeda di tempat yang sama. Ini tentu merusak kesan wisata yang seharusnya menyenangkan dan profesional,” ungkap Pantur, Selasa (12/8).

Pantur menekankan pentingnya kepastian tarif dan regulasi retribusi wisata yang transparan. Menurutnya, sebagai kawasan yang telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh pemerintah pusat, pengelolaan kawasan Danau Toba harus mencerminkan tata kelola profesional dan akuntabel.

“Sudah saatnya ada regulasi yang tegas dan sistem pengawasan yang ketat. Jangan sampai praktik pungutan liar merusak pengalaman wisatawan dan memperburuk reputasi kita di mata dunia,” tegas legislator dari Dapil Sumut 9 itu.

Lebih lanjut, Pantur mendorong agar pembangunan yang sudah dirintis sebelumnya tidak dibiarkan stagnan. Menurutnya, keberlanjutan pembangunan infrastruktur dan fasilitas wisata harus menjadi perhatian serius pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun pusat.

“Pemerintah sekarang tidak boleh melepas tanggung jawab. Apa yang sudah dibangun sebelumnya harus dilanjutkan, jangan sampai terbengkalai. Harus ada kesinambungan dalam pembangunan, supaya Danau Toba benar-benar bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” katanya.

Dia juga mengingatkan, pengembangan sektor pariwisata tidak semata-mata membangun jalan, jembatan, atau penginapan, tapi juga menyangkut peningkatan kapasitas SDM lokal, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan.

“Kalau kita mau Danau Toba benar-benar jadi destinasi unggulan kelas dunia, maka semua aspek harus dirancang sebagai satu kesatuan. Tidak cukup hanya pembangunan fisik,” jelas Pantur.

Pantur juga menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam membangun sektor pariwisata. Dia menyarankan agar pemerintah provinsi bisa menjadi motor penggerak sinergi antarkabupaten kota di kawasan Danau Toba, agar memiliki visi dan arah yang sama.

“Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut harus menjadi lokomotif untuk mendorong agar semua pemerintah daerah sekawasan Danau Toba satu tujuan dalam mengembangkan pariwisata. Tidak bisa jalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Pantur menilai, satu tantangan utama dalam pengembangan pariwisata adalah mengubah cara pandang masyarakat terhadap sektor ini. Menurutnya, banyak masyarakat yang masih melihat pariwisata sebagai usaha sampingan, padahal sektor ini bisa menjadi tumpuan ekonomi utama.

“Mindset ini harus diubah. Pemerintah perlu melakukan sosialisasi yang masif agar masyarakat paham, pariwisata bisa menjadi sumber penghidupan yang utama, bukan sekadar pelengkap,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Pantur menyampaikan harapannya agar setiap wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba pulang dengan kesan positif. Dia percaya, promosi terbaik adalah pengalaman langsung para wisatawan itu sendiri.

“Kita ingin setiap orang yang pulang dari Danau Toba membawa cerita baik, pengalaman menyenangkan, dan membagikannya kepada keluarga dan lingkungannya. Jika itu terjadi, maka masyarakat sendiri yang akan menjadi duta wisata Danau Toba,” pungkasnya. (map/saz)

Kalapas Binjai Kontrol Blok Hunian

TINJAU: Kepala Lapas Kelas 2A Binjai, Wawan Irawan, saat meninjau blok hunian.(Istimewa)
TINJAU: Kepala Lapas Kelas 2A Binjai, Wawan Irawan, saat meninjau blok hunian.(Istimewa)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2A, Wawan Irawan, melakukan kontrol blok hunian, Senin (11/8) lalu. Wawan melakukan ini didampingi sejumlah pejabat struktural. Kontrol blok hunian ini, juga merupakan satu langkah strategi dalam pengamanan.

Wawan berkeliling mengontrol blok kamar hunian warga binaan. Dalam hal ini, dia mengimbau para warga binaan untuk menjaga kebersihan pada lingkungan blok hunian.

“Kontrol blok hunian bukan hanya sekadar upaya rutin, tapi juga merupakan langkah preventif untuk mencegah dan mendeteksi dini gangguan keamanan, serta ketertiban di dalam blok hunian,” ungkap Wawan, dalam keterangan tertulis, Selasa (12/8).

Selain itu, lanjut Wawan, kontrol ini juga membantu menjaga keamanan dan ketertiban di dalam blok hunian serta memantau kondisi warga binaan secara keseluruhan. Dia menuturkan, hal tersebut langkah penting dan upaya deteksi hingga meningkatkan kewaspadaan. Adapun kontrol blok hunian, yakni waspada, jangan-jangan.

“Arti motto “waspada, jangan-jangan” ini, dilakukan untuk mencegah gangguan yang dapat mengganggu kondusivitas, keamanan, dan ketertiban di Lapas Binjai. Langkah ini sejalan dengan Surat Edaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, yang menekankan peningkatan keamanan dan ketertiban di seluruh Lapas, Rutan, dan LPKA,” tegasnya.

Kontrol blok hunian merupakan satu strategi proaktif untuk menjaga keamanan Lapas Binjai, dan memastikan semua aktivitas di dalamnya berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku. (ted/saz)

RSUD dr Pirngadi Medan Rayakan HUT ke-97 secara Sederhana

MEDAN — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan merayakan hari jadinya yang ke-97 dengan semangat pembaruan dan refleksi terhadap cita-cita luhur para pendahulu.

Di bawah kepemimpinan Direktur dr. Suhartono, SpPD Subsp.HOM (K) Finasim, peringatan ini menjadi titik tolak untuk menjadikan RS Pirngadi sebagai institusi kesehatan yang lebih baik, humanis, dan berdaya saing.

Dalam sambutannya, dr. Suhartono menekankan pentingnya rasa memiliki di kalangan seluruh jajaran RS Pirngadi.

“Hari ulang tahun ini bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen kita bersama. Mari kita wujudkan RS Pirngadi yang lebih baik, sesuai dengan harapan para pendahulu yang telah meletakkan fondasi perjuangan ini,” ujar Suhartono, Senin (11/8/2025) saat upacara apel pagi di pelataran parkir rumah sakit tersebut.

Oleh karena itu, pada peringatan HUT ke-97 yang digelar sederhana ini, Suhartono Kembali mengajak dan mengingatkan seluruh jajaran mulai dari tenaga medis hingga staf administrasi, untuk terus berinovasi dan menjaga semangat pelayanan yang inklusif dan profesional.

“Kepada seluruh jajaran Pirngadi untuk terus menciptakan rasa memiliki terhadap RS Pirngadi, sehingga semua dari kita benar-benar berperan untuk memajukan rumah sakit ini bersama-sama,” pungkasnya. (ila)

PLN Siap Amankan Kelistrikan Penyelenggaraan Piala Kemerdekaan di Sumatera Utara

GM PLN UID Sumatera Utara, Ahmad Syauki (tengah) saat melakukan Pengecekan kondisi UPS didampingi oleh SRM Distribusi Hariadi Fitrianto (kiri).
GM PLN UID Sumatera Utara, Ahmad Syauki (tengah) saat melakukan Pengecekan kondisi UPS didampingi oleh SRM Distribusi Hariadi Fitrianto (kiri).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara menyatakan kesiapan penuh dalam mengamankan pasokan listrik pada penyelenggaraan Turnamen Sepak Bola Piala Kemerdekaan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia.

Kesiapan tersebut ditegaskan dalam Apel Siaga Kelistrikan yang dipimpin langsung oleh General Manager PLN UID Sumatera Utara, Ahmad Syauki, pada Senin (11/8).

Apel siaga ini diikuti oleh Jajaran Manajemen PLN UID Sumatera Utara dan seluruh personel yang akan bertugas mengamankan kelistrikan di tiga lokasi pertandingan, yakni Stadion Utama Sumatera Utara, Stadion Mini Pancing, dan Stadion Madya 2.

Dalam amanatnya, Ahmad Syauki menyampaikan bahwa seluruh personel harus melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, serta mengutamakan keselamatan kerja. Ia menegaskan pentingnya pengecekan beban secara berkala dan memastikan seluruh pekerjaan sesuai dengan prosedur operasional standar.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Seluruh petugas diminta untuk disiplin dalam mematuhi SOP, melakukan pengecekan beban secara berkala, dan memastikan semua peralatan berfungsi optimal,” ujar Ahmad Syauki.

Selain itu, Ahmad Syauki mengingatkan seluruh personel yang bertugas di lapangan untuk selalu mengedepankan PS4 (Pelayanan Prima, Sikap, Senyum, Salam, dan Sapa) sebagai wujud pelayanan terbaik PLN kepada masyarakat.

“Kita tidak hanya menjaga keandalan listrik, tetapi juga menghadirkan pengalaman terbaik bagi masyarakat dan penonton. PS4 adalah standar layanan PLN, khususnya bagi petugas yang berinteraksi langsung dengan pelanggan,” tambahnya.

PLN UID Sumatera Utara menyiapkan 67 personel siaga, pasokan listrik 1.400 MVA, serta dukungan genset, UPS, dan peralatan pendukung lainnya untuk memastikan kelistrikan selama turnamen yang berlangsung pada 12–18 Agustus 2025 tetap andal.

Dengan dukungan penuh ini, PLN optimis dapat memberikan kontribusi terbaik dalam menyukseskan Piala Kemerdekaan, yang sekaligus menjadi bagian dari semangat Tim Nasional U17 menuju Piala Dunia. (ila)

Tiga Rumah Rusak Dihantam Longsor di Tapian Dolok

LONGSOR: Personel Polsek Serbelawan, saat berada di lokasi longsor Huta 1 Nagori Bayu Muslimin, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun.(Istimewa)
LONGSOR: Personel Polsek Serbelawan, saat berada di lokasi longsor Huta 1 Nagori Bayu Muslimin, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun.(Istimewa)

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Tiga unit rumah terdampak pada peristiwa longsor di Huta 1 Nagori Bayu Muslimin, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Minggu (10/8) malam, sekira pukul 21.00 WIB.

Bencana alam ini bermula, ketika wilayah Huta 1 Nagori Bayu Muslimin diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi, sejak pukul 17.00 WIB, yang berlangsung selama kurang lebih empat jam. Kondisi curah hujan ekstrem ini, menyebabkan tanah menjadi jenuh air dan memicu terjadinya longsor.

“Sekira pukul 21.00 WIB, tembok penahan tanah yang terletak di pinggir jalan mengalami longsor, dengan material berupa tanah dan batu menimpa tiga unit rumah warga yang berada tepat di bawah lereng,” ungkap Kapolsek Serbelawan, Iptu Gunawan Sembiring.

Tiga kepala keluarga yang menjadi korban terdampak longsor adalah Suprianto Lingga (59), Abdul Murad (53), serta Amir Sahdin Lingga (49).
Beruntung, saat kejadian berlangsung, para pemilik rumah menyadari adanya tanda-tanda pergerakan tanah dan retakan pada tembok penahan, sehingga mereka segera keluar untuk menyelamatkan diri. Hal ini membuat tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

“Penyebab utama adalah curah hujan tinggi dalam durasi yang cukup lama, sehingga tanah menjadi jenuh air. Ditambah kondisi tanah yang labil dan berada di kemiringan lereng,” tutur Gunawan.

Langkah-langkah konkret yang telah dilakukan tim, antara lain memastikan korban mendapat tempat pengungsian sementara, mengimbau warga di sekitar lokasi agar tetap awas terhadap potensi pergerakan tanah susulan, serta menginformasikan kepada perangkat nagori dan instansi terkait, agar melakukan langkah penanganan lanjutan.

“Kami telah menginformasikan kepada instansi terkait, untuk segera melakukan perbaikan tembok penahan, pembersihan material longsor, serta penyaluran bantuan sembako bagi korban terdampak,” pungkas Gunawan. (mag-7/saz)

Ajang Membawa Citra Indonesia di Mata Dunia, 1.110 Polisi Gabungan Turun Amankan Operasi Powerboat Toba 2025

APEL: Polda Sumut saat menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan Powerboat Toba 2025, di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut, Senin (11/8). Istimewa/Sumut Pos
APEL: Polda Sumut saat menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan Powerboat Toba 2025, di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut, Senin (11/8). Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan Powerboat Toba 2025, di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut, Senin (11/8).

Apel dipimpin Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Rony Samtana, yang mewakili Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto.

Apel ini dihadiri sejumlah pejabat penting, antara lain Asops Kasdam I/BB, Asops Lantamal I Belawan, Kasiops Lanud Soewondo, General Manager PT PLN (Persero) UID Sumut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumut, Kadishub Sumut, Kadis Pariwisata Sumut, Kadiskes Sumut, Kasatpol PP Sumut, Kepala BPBD Sumut, Kepala BMKG Sumut, serta para Pejabat Utama Polda Sumut.

Operasi Powerboat Toba 2025 akan berlangsung selama 15 hari, yakni 12-26 Agustus 2025, dengan dua agenda utama, pertama, Aquabike World Championship pada 15-17 Agustus 2025, yang diikuti 49 peserta dari berbagai negara. Kedua, F1H2O World Championship pada 22-24 Agustus 2025, yang diikuti 10 tim internasional, disertai Pesta Rakyat Toba.

Untuk mendukung pengamanan, Polda Sumut mengerahkan 1.110 personel, terdiri atas 771 personel Polda Sumut, 207 personel Polres Toba, dan 132 personel dari instansi terkait. Pengamanan tidak hanya di arena lomba, tetapi juga mencakup bandara internasional, hotel tempat menginap atlet dan official, hingga lokasi strategis lain.

Dalam amanat Kapolda Sumut yang dibacakan Wakapolda Rony menegaskan, bahwa apel ini merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan personel, sarana prasarana dan koordinasi lintas instansi dalam rangka pengamanan even olahraga internasional di Kabupaten Toba.

“Powerboat Toba 2025 bukan hanya ajang olahraga air kelas dunia, tetapi juga membawa dampak positif bagi pariwisata, perekonomian, dan citra Indonesia di mata dunia. Oleh karena itu, pengamanan yang optimal, profesional, dan terukur adalah sebuah keharusan,” tegasnya.

Rony menekankan, beberapa poin penting bagi personel, di antaranya melaksanakan pengamanan secara profesional dan humanis, melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan, membangun sinergi dengan seluruh stakeholder, serta menjaga kesehatan fisik dan mental.

“Keberhasilan pengamanan ini bukan hanya menjadi kebanggaan Sumatera Utara, tetapi juga akan mengharumkan nama Indonesia di mata dunia,” pungkasnya. (dwi/azw)

Kepala DPKPP Dairi, Tanam Perdana Padi Gogo Varietas Sigara-gara, Tingkatkan Hasil Produksi Pangan di Lahan Kering

PADI GOGO: Kepala DPKPP Dairi Robot Simanullang (kanan), bersama kelompok tani di Desa Laumil, Kecamatan Tigalingga, menanam perdana padi gogo varitas sigara-gara, belum lama ini.(Istimewa)
PADI GOGO: Kepala DPKPP Dairi Robot Simanullang (kanan), bersama kelompok tani di Desa Laumil, Kecamatan Tigalingga, menanam perdana padi gogo varitas sigara-gara, belum lama ini.(Istimewa)

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Dairi, Robot Simanullang, bersama kelompok tani (poktan), melakukan tanam perdana padi gogo varietas sigara-gara di Desa Laumil, Kecamatan Tigalingga.

“Kegiatan itu (tanam perdana padi gogo varietas sigara-gara di Desa Laumil) telah dilaksanakan pekan lalu,” ungkap Robot, Senin (11/8).

Robot juga menyampaikan, pengembangan budidaya padi gogo di tengah kondisi geopolitik dan iklim yang tidak menentu, merupakan sebuah langkah tepat menjaga dan mendukung ketahanan pangan.

Dia menyampaikan kepada para poktan, alih komoditi tanaman padi ke jagung bukanlah hal yang salah. Namun, di tengah tantangan berbagai krisis seperti saat ini, menjadikan tanaman padi komoditi dan tanaman utama di lahan persawahan.

“Hal itu merupakan sebuah keharusan dalam mengantisipasi krisis pangan. Apa yang kita lakukan ini, guna mengantisipasi krisis pangan dengan memanfaatkan lahan kering agar tidak hanya ditanami jagung saja,” jelas Robot.

Menurut Robot, pemerintah hadir memberi bantuan bibit padi varietas sigara-gara ini, merupakan bentuk dukungan agar petani kembali membudidayakan dan menanam padi demi ketahanan pangan.

“Pertanian padi gogo merupakan suatu proses pertanian yang menekankan pada pengelolaan lahan kering, tanpa ketergantungan pada sistem irigasi permanen. Pertanian ini dikenal sebagai alternatif yang cocok untuk daerah-daerah dengan curah hujan terbatas, atau lahan yang sulit irigasi secara teratur, seperti di Tigalingga ini,” jelasnya.

Dia mengatakan, ini juga untuk meningkatkan hasil produksi pangan di lahan kering.

“Saya optimis, Dairi terutama di Tigalingga, akan memberikan kontribusi cukup besar dalam upaya ketahanan pangan dan swasembada nasional. Semoga bantuan ini membantu menekan inflasi dan mendorong kesejahteraan masyarakat. Dan semoga petani tidak ketergantungan pada bantuan pemerintah. Karena kemandirian adalah kunci utama,” pungkas Robot. (rud/saz)