Home Blog Page 212

Pedagang di Lapangan Merdeka Resah Banyak Jukir, Data Dishub Binjai Ada 21 Orang

JUKIR: Jukir di Jalan Jenderal Sudirman, Binjai Kota.(Teddy Akbari/Sumut Pos)
JUKIR: Jukir di Jalan Jenderal Sudirman, Binjai Kota.(Teddy Akbari/Sumut Pos)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pedagang UMKM resah terhadap juru parkir (jukir) di Lapangan Merdeka Binjai. Keresahan itu juga berbuntut cekcok mulut para pedagang dengan jukir, Minggu (16/11) lalu. Dari video yang dilihat wartawan dan dibagikan akun media sosial (medsos) Putra Mahkota Sitepu, cekcok mulut pedagang dengan jukir itu, karena pembelinya dikutip parkir. Pedagang tersebut tak senang dengan hal tersebut dan mengambil video hingga menyebarluaskannya di medsos.

“Ini pungutan liar (pungli), di area sini gak ada (biaya retribusi) parkir. Di sini gak ada parkir, tapi ada pungli,” ungkap seorang wanita dalam video tersebut.

Diketahui, Lapangan Merdeka Binjai dipadati pengunjung setiap akhir pekan. Ada yang sekadar membeli makanan yang dijual pedagang UMKM alias take away (bawa pulang), ada juga yang menikmatinya di lokasi.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Binjai, Harimin Tarigan yang baru saja menjabat, mengaku, sudah mengetahui persoalan tersebut. Menurutnya, setiap kendaraan yang berhenti di tepi jalan umum pada seputaran Lapangan Merdeka Binjai dikenakan retribusi parkir.

“Di sekitar Lapangan Merdeka terdapat jukir resmi yang ditugaskan memungut retribusi parkir tepi jalan umum. Berdasarkan Perda Kota Binjai Nomor 1 Tahun 2024, dinyatakan, retribusi parkir dipungut terhadap pengguna jasa pelayanan parkir di tepi jalan umum, termasuk di tepi jalan Lapangan Merdeka Binjai,” jelas Harimin, Rabu (19/11) lalu.

Harimin juga menuturkan, jumlah jukir resmi yang tercatat pada Dishub Kota Binjai berjumlah 21 orang, untuk tugas di Lapangan Merdeka. Disinggung dugaan kebocoran retribusi parkir, dia sebagai pejabat baru menyebut, akan melakukan pendataan.

“Dalam rangka penataan jukir dan mencegah kebocoran penyetoran retribusi parkir, kami akan melakukan pendataan. Utamanya data identitas diri, jumlah jukir resmi, lokasi pemungutan restribusi parkir, dan memastikan hasil pemungutan retribusi parkir disetor ke kas daerah,” tegasnya.

“Hasil telaahan Dishub, kejadian malam itu (cekcok pedagang dengan jukir) adalah kesalahpahaman. Karena itu, semua pihak yang berkepentingan di Lapangan Merdeka, seperti pedagang dan jukir, diharapkan dapat bekerja sama dalam mewujudkan ketertiban umum dan lalu lintas,” pungkas Harimin. (ted/saz)

Dorong Pengurangan Emisi Karbon, Telkomsel Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Kota Langsa

Telkomsel terus memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan menggelar aksi penanaman 2.000 bibit mangrove di Gampong Sungai Lueng, Kota Langsa, Aceh (20/11). Kegiatan ini menjadi bagian dari program keberlanjutan Telkomsel Jaga Bumi - Carbon Offset, yang menggandeng Jejak.in serta melibatkan pelanggan sebagai kontributor penghijauan melalui penukaran Telkomsel Poin dan uCoin. Kegiatan ini diikuti oleh karyawan Telkomsel, pengelola Kawasan hingga komunitas lokal.
Telkomsel terus memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan menggelar aksi penanaman 2.000 bibit mangrove di Gampong Sungai Lueng, Kota Langsa, Aceh (20/11). Kegiatan ini menjadi bagian dari program keberlanjutan Telkomsel Jaga Bumi - Carbon Offset, yang menggandeng Jejak.in serta melibatkan pelanggan sebagai kontributor penghijauan melalui penukaran Telkomsel Poin dan uCoin. Kegiatan ini diikuti oleh karyawan Telkomsel, pengelola Kawasan hingga komunitas lokal.

LANGSA, SUMUTPOS.CO — Telkomsel terus memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan menggelar aksi penanaman 2.000 bibit mangrove di Gampong Sungai Lueng, Kota Langsa, Aceh (20/11). Kegiatan ini menjadi bagian dari program keberlanjutan Telkomsel Jaga Bumi – Carbon Offset, yang menggandeng Jejak.

in serta melibatkan pelanggan sebagai kontributor penghijauan melalui penukaran Telkomsel Poin dan uCoin. Melalui program ini, telah dilakukan 12.731 penanaman bibit pohon mangrove di seluruh wilayah Indonesia. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara berkelanjutan di setiap proses bisnis Telkomsel.

GM Mobile Consumer Busines Region Sumbagut Telkomsel, Agung E Setyobudi, mengatakan, “Penanaman mangrove ini merupakan bentuk komitmen nyata Telkomsel dalam menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir dan mengurangi emisi karbon. Melalui program Carbon Offset, kami mengajak pelanggan untuk ikut berkontribusi dalam aksi ramah lingkungan secara mudah dan berdampak besar. Kami percaya bahwa keberlanjutan adalah tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara kolaboratif.”

Kegiatan ini diikuti oleh karyawan Telkomsel, pengelola Kawasan hingga komunitas lokal. Selain penanaman mangrove, peserta juga mendapatkan edukasi langsung mengenai fungsi ekologis mangrove, manfaatnya dalam mencegah abrasi pesisir, serta proses monitoring area penanaman selama satu tahun ke depan. Lokasi penanaman berada di area hutan mangrove Gampong Sungai Lueng, Langsa Timur, Aceh, yang menjadi salah satu kawasan prioritas dalam upaya rehabilitasi lingkungan.

Minat pelanggan terhadap program Telkomsel Jaga Bumi – Carbon Offset terus menunjukkan tren positif. Hingga Oktober 2025, tercatat lebih dari 46 ribu pelanggan telah berpartisipasi sebagai redeemer donasi melalui aplikasi MyTelkomsel dan by.U.

Pelanggan dapat berkontribusi dengan menukarkan 50.000 Telkomsel Poin senilai Rp50.000 atau 5.000 Telkomsel Poin senilai Rp5.000, sementara pelanggan by.U dapat menukarkan 50 uCoin senilai Rp5.000 atau 500 uCoin senilai Rp50.000. Seluruh kontribusi tersebut disalurkan ke dalam kegiatan penanaman dan perawatan mangrove secara berkelanjutan melalui kolaborasi dengan Jejak.in.

“Kami berharap kolaborasi ini membawa dampak lingkungan yang signifikan bagi kawasan pesisir Langsa, sekaligus menginspirasi lebih banyak masyarakat dan pelanggan untuk bersama-sama mengambil langkah kecil yang berarti bagi bumi.” Pungkas Agung.(rel)

Massa AMDPP Gelar Aksi ke Kantor DPRD Dairi, Dukung Investor dan Desak PT DPM Serius Urus Izin AMDAL

TERIMA: Ketua DPRD Dairi Sabam Sibarani bersama anggota dewan lainnya, saat menerima aspirasi AMDPP yang mendukung PT DPM segera beroperasi di Kantor DPRD Dairi, Kamis (20/11).(Rudy Sitanggang/Sumut Pos)
TERIMA: Ketua DPRD Dairi Sabam Sibarani bersama anggota dewan lainnya, saat menerima aspirasi AMDPP yang mendukung PT DPM segera beroperasi di Kantor DPRD Dairi, Kamis (20/11).(Rudy Sitanggang/Sumut Pos)

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Sekitar 300-an orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Dairi Peduli Pembangunan (AMDPP), berunjuk rasa ke Kantor DPRD Dairi, Kamis (20/11). Aksi warga ini, untuk mendukung investor masuk ke Kabupaten Dairi, secara khusus meminta supaya PT Dairi Prima Mineral (PT DPM) seirus mengurus izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (Amdal).

Di halaman Kantor DPRD Dairi, orator aksi yang juga Ketua AMDPP dan Sekretaris, Oberlin Tua Pasaribu serta Bernad Malau, secara bergantian menyampaikan aspirasi mereka. Aksi ini, pun diterima Ketua DPRD Dairi Sabam Sibarani, bersama anggota DPRD Nahason Lumban Gaol, Toni Juni Putra Lumban Gaol, dan M Syahdani Putra Pardosi.

Kepada para anggota dewan, Bernad membacakan aspirasi mereka. Dalam pernyataan sikap itu, AMDPP mendukung PT DPM untuk berinvestasi serta beroperasi sepanjang memenuhi ketentuan dan peraturan perundangan yang berlaku.

“AMDPP meminta PT DPM serius mengurus izin Amdal, agar bisa segera beroperasi. Karena AMDPP menilai, jika perusahaan pertambangan itu beroperasi, bisa mendorong peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. AMDPP juga meminta DPRD, segera melaksanakan rapat dengar pendapat (RDP) dengan PT DPM, mempertanyakan sudah sejauh mana upaya yang dilakukan perusahaan, supaya bisa segera beroperasi,” ungkap Bernad.

Pada kesempatan itu, massa pun mendesak supaya PT DPM tidak memberikan janji palsu kepada masyarakat, tapi harus membuktikan bisa mengurus Amdal sebagai bukti keseriusuan mereka untuk segera beroperasi.

Sementara itu, Ketua DPRD Dairi Sabam Sirani usai menerima pengunjuk rasa, menyatakan, pihaknya mendukung aksi yang dilakukan AMDPP. Menurutnya, menyikapi aksi itu, DPRD akan membahasnya dan segera menjadwalkan RDP dengan PT DPM, terkait apa yang sudah dilakukan dan sudah sejauh mana proses dan apa kendala yang dihadapi.

“Sikap DPRD Dairi sudah jelas, mendukung PT DPM bisa segera beroperasi. Dukungan telah disampaikan pimpinan DPRD dan pimpinan fraksi yang disampaikan beberapa waktu lalu ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta,” tuturnya.
Terpisah, Chief Legal and External Relations Officer PT DPM, Radianto Arifin, yang dimintai tanggapan terkait aksi AMDPP, menyatakan, menghargai dan memahami aspirasi masyarakat.

“Kami saat ini sedang berjuang mengurus Amdal. Tahapan saat ini, sudah lulus kelengkapan administrasi dan akan lanjut ke tahapan berikutnya,” bebernya.

“Dukungan masyarakat sangat kami harapkan, agar PT DPM bisa segera mendapatkan izin. Dan dapat memulai kegiatan konstruksi serta operasi. Sehingga keberadaan kami bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Radianto. (rud/saz)

PLN UID Sumut Lantik Pengurus SP dan Forkomda SP–Sekar BUMN

General Manager PLN UID Sumut, Mundhakir saat menyampaikan sambutan pada acara Pelantikan pengurus DPD/DPC SP PLN UID Sumut (19/11)
General Manager PLN UID Sumut, Mundhakir saat menyampaikan sambutan pada acara Pelantikan pengurus DPD/DPC SP PLN UID Sumut (19/11)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Manajemen PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara menegaskan komitmennya dalam membangun hubungan industrial yang harmonis, produktif, dan berkelanjutan.

Hal ini melalui kegiatan Pelantikan Pengurus Serikat Pekerja (SP) PLN UID Sumut, Perkenalan Forkomda SP–Sekar BUMN, serta Sapa Pegawai PLN UID Sumut yang berlangsung penuh kebersamaan dan semangat kolaborasi (19/11).

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan Dr Ir H Afriansyah Noor, ST, MSi, IPU, EVP Pelayanan HC PLN Galih Chrissetyo, Ketua Umum SP PLN M. Abrar Ali, dan Ketua DPD SP PLN Sumatera Utara Romy Maranata Ginting serta para undangan.
Keberadaan para pemangku kepentingan ketenagakerjaan ini menjadi simbol kuatnya komitmen PLN dalam memperkuat ekosistem hubungan industrial yang modern, terbuka, dan saling menghargai.

General Manager PLN UID Sumatera Utara Mundhakir, menegaskan bahwa Serikat Pekerja adalah bagian penting dalam tata kelola ketenagakerjaan yang sehat.
“Serikat Pekerja adalah wadah komunikasi dua arah, tempat aspirasi disampaikan dan solusi dibangun bersama. Ini adalah fondasi hubungan industrial yang sehat dan kondusif,” ujar Mundhakir.

Mundhakir juga memberikan apresiasi kepada pengurus SP yang baru dilantik. “Pengurus baru membawa semangat baru. Kita satu tim, satu keluarga besar, dengan tujuan yang sama: memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Sumatera Utara,” kata Mundhakir.

Dengan sinergi manajemen dan SP yang semakin solid, PLN UID Sumut optimistis menghadapi tantangan transformasi industri ketenagalistrikan yang terus berkembang.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya peran strategis serikat pekerja dalam menjaga keseimbangan hubungan industrial, di tengah dinamika industri ketenagalistrikan yang semakin kompleks.

“Serikat pekerja bukan hanya wadah aspirasi, tetapi benteng penting dalam menjaga keseimbangan antara kesejahteraan pegawai dan keberlanjutan operasional perusahaan,” ungkap Wamenaker.

Wamenaker menekankan bahwa hubungan industrial yang sehat adalah fondasi peningkatan produktivitas perusahaan sekaligus kesejahteraan pekerja.
Ketua Umum SP PLN M. Abrar Ali, menegaskan komitmen SP untuk terus menjadi mitra strategis perusahaan. “Serikat Pekerja hadir sebagai mitra konstruktif. SP PLN ingin memastikan hak pekerja terpenuhi, tentunya dengan turut menjaga keberlangsungan perusahaan baik dari segi aturan dan pengembangannya” ujar Abrar.
Abrar menambahkan bahwa sinergi SP dan manajemen merupakan modal sosial terbesar PLN saat ini.

Ketua DPD SP PLN Sumatera Utara Romy Maranata Ginting, menyampaikan bahwa pengurus baru siap bekerja sama untuk mendukung iklim ketenagakerjaan yang lebih baik. “Pengurus baru ini diharapkan membawa harapan baru. Kami siap memastikan setiap pekerja merasa dihargai, dilibatkan, dan diberi ruang untuk berkembang,” jelas Romy.
Manajemen PLN UID Sumatera Utara menegaskan komitmen menyeluruh untuk membangun hubungan industrial yang harmonis, berkualitas, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Komitmen tersebut diwujudkan dengan menjaga lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif, membangun dialog terbuka dan transparan sebagai fondasi komunikasi konstruktif, memperkuat budaya AKHLAK dan keselamatan kerja (K3), meningkatkan kompetensi dan karier pegawai agar siap menghadapi dinamika industri, memastikan kesejahteraan pekerja sehingga tercipta hubungan industrial yang kondusif dan mendukung kinerja perusahaan secara optimal.

Langkah strategis ini menjadi landasan PLN UID Sumut dalam menjaga stabilitas perusahaan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (rel/ila)

Eks Restoran Hanamasa Tak Punya PBG, Komisi IV Rekomendasikan Segel Bangunan

RDP: Komisi IV DPRD Kota Medan menggelar RDP terkait bangunan tanpa PBG bersama Pemko Medan, Selasa (18/11/2025) sore. (Markus Pasaribu/Sumut Pos)
RDP: Komisi IV DPRD Kota Medan menggelar RDP terkait bangunan tanpa PBG bersama Pemko Medan, Selasa (18/11/2025) sore. (Markus Pasaribu/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi IV DPRD Kota Medan, merekomendasikan Pemko Medan untuk segera menyegel bangunan eks Restoran Hanamasa di Jalan S. Parman simpang Jalan KH Zainul Arifin, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan.

Pasalnya, gedung yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan kembali tersebut terbukti tidak memiliki izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Bahkan, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (PKPCKTR) Kota Medan telah melayangkan Surat Peringatan Ketiga (SP3) terhadap pemilik bangunan dan tidak kunjung diindahkan.

Rekomendasi itu disampaikan langsung Ketua Komisi IV DPRD Kota Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV dengan Dinas PKPCKTR, Dinas PMPTSP, SatPol PP, Kelurahan Petisah Tengah, dan salah satu LSM di ruang rapat Komisi IV, Selasa (18/11/2025) sore.

“Jelas sama-sama kita mendengar dari paparan Dinas Perizinan (PMPTSP), bahwa bangunan Eks Restoran Hanamasa itu tidak punya PBG, Pemko Medan juga memberikan SP3. Hari ini kami Komisi IV merekomendasikan agar bangunan itu disegel secepatnya,” ucap Paul diamini Wakil Ketua Komisi IV M. Afri Rizki Lubis, dan para Anggota Komisi seperti Rommy Van Boy, Jusup Ginting, dan Zulham Efendi yang turut hadir pada rapat tersebut.

Senada dengan Paul, Anggota Komisi IV Rommy Van Boy, juga meminta SatPol PP Kota Medan untuk segera menyegel bangunan tersebut dan memastikan tidak ada lagi aktivitas pembangunan di lokasi tersebut.

“Kita harus buat contoh tegas, tunjukkan ketegasan itu kepada para pengusaha nakal supaya para pengusaha itu tidak sesuka hati mendirikan bangunan di Kota Medan. Kita minta besok (Rabu) langsung disegel, jangan lagi lama-lama,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kabid Penindakan SatPol PP Kota Medan, Irfan, mengaku siap untuk menyegel bangunan tersebut. “Surat pemberitahuan dari Dinas PKPCKTR Medan baru kita terima kemarin. Ini sedang kita jadwalkan, hari Senin (24/11) atau Selasa (25/11) akan kita lakukan penindakan,” katanya.

Sebelumnya, perwakilan Dinas PKPCKTR Kota Medan, Delfi Farosa, mengatakan bahwa bangunan di lahan eks Restoran Hanamasa memang benar tidak memiliki izin PBG. “Sampai saat ini, kami (Dinas PMPTSP) tidak ada mengeluarkan izin PBG terhadap bangunan eks Restoran Hanamasa di Jalan S. Parman simpang Jalan KH Zainul Arifin,” ujarnya. (map/ila)

Hari Kedua Operasi Zebra Toba 2025 di Sumut, Intensitas Edukasi dan Pengawasan Lalu Lintas

OPERASI: Polantas saat melaksanakan Operasi Zebra Toba 2025 di Sumut.(Istimewa/Sumut Pos)
OPERASI: Polantas saat melaksanakan Operasi Zebra Toba 2025 di Sumut.(Istimewa/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Memasuki hari kedua pelaksanaan Operasi Zebra Toba 2025 pada Selasa (18/11), jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Pokda Sumut) kembali menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di seluruh wilayah Sumut.

Pelaksanaan operasi berjalan aman, tertib, dan terkendali dengan pola kegiatan yang semakin intensif di berbagai lini, mulai dari preemtif, preventif, hingga penegakan hukum.

Pada hari kedua, kegiatan preemtif berlangsung lebih masif dibanding hari sebelumnya. Personel Ditlantas dan Satlantas jajaran kembali turun ke lapangan untuk memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat.

Giat sambang kepada komunitas kendaraan roda dua dan roda empat tercatat sebanyak 73 kegiatan, sementara sosialisasi tertib berlalu lintas di sekolah dan kampus meningkat menjadi 53 kegiatan. Selain itu, edukasi ke perusahaan dan pabrik terkait imbauan keselamatan berkendara juga intens dilakukan dengan 30 kegiatan.

Upaya penyebaran informasi keselamatan lalu lintas melalui media berjalan sangat aktif. Publikasi melalui media cetak mencapai 59 kali, media elektronik 135 kali, dan penyampaian pesan melalui media sosial melonjak hingga 1.696 kali. Sosialisasi di daerah rawan kecelakaan dan pelanggaranpun dilakukan sebanyak 355 kegiatan.

Dukungan fisik berupa pemasangan spanduk, pembagian leaflet dan stiker, serta pemasangan billboard turut membantu memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat.

Pada aspek preventif, Polda Sumut juga melakukan peningkatan signifikan. Koordinasi dengan berbagai instansi dalam melaksanakan ramp check pengemudi bus dan truk tercatat 22 kegiatan. Pengecekan kelengkapan kendaraan di sekolah, kampus, dan perusahaan dilakukan sebanyak 26 kegiatan.

Personel juga ditempatkan pada lokasi rawan pelanggaran sebanyak 472 kali, disertai peningkatan patroli yang mencapai 572 kegiatan, serta Turjawali yang berjalan 1.127 kegiatan di seluruh wilayah.

Sementara itu, penegakan hukum pada hari kedua tetap mengedepankan pendekatan humanis dan teknologi ETLE. Tercatat 60 kasus pelanggaran melalui ETLE statis dan 55 kasus melalui ETLE mobile. Tidak ada tilang manual yang diterapkan, sedangkan teguran kepada pelanggar meningkat signifikan mencapai 1.142 teguran. Total penindakan hari kedua berjumlah 1.257 kasus.

Secara keseluruhan, pelaksanaan hari kedua Operasi Zebra Toba 2025 berjalan lancar. Seluruh personel yang terlibat bekerja sesuai tugas pokok operasi, menerapkan komunikasi efektif, dan menjaga etika bertugas di lapangan demi menciptakan suasana yang aman dan kondusif bagi masyarakat.

Dirlantas Polda Sumut sebagai Kaopsda Operasi Zebra Toba 2025, Kombes Pol Firman Darmansyah, Rabu (19/11), menyampaikan, bahwa peningkatan intensitas kegiatan merupakan bentuk keseriusan Polda Sumut dalam memberikan pelayanan terbaik di bidang lalu lintas.

Menurutnya, di hari kedua operasi menunjukkan pola kegiatan yang semakin meningkat, baik dari sisi edukasi, pencegahan, maupun penindakan. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat benar-benar merasakan kehadiran Polisi Lalu Lintas yang humanis, profesional, dan konsisten dalam menjaga keselamatan di jalan raya.

“Kami mengajak masyarakat untuk terus mendukung operasi ini demi terciptanya Kamseltibcarlantas yang aman dan berkelanjutan di Sumatera Utara,” ujarnya. (dwi/ila)

Jelang Akhir Tahun 2025, Polres Tebingtinggi Imbauan Penekanan Kamtibmas

EDUKASI: Brigadir Iwan Limbong mengedukasi masyarakat dan pedagang terkait kamtibmas di Kota Tebingtinggi, (19/11). Azan Purba
EDUKASI: Brigadir Iwan Limbong mengedukasi masyarakat dan pedagang terkait kamtibmas di Kota Tebingtinggi, (19/11). Azan Purba

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Polres Tebingtinggi melalui Bhabinkamtibmas Polsek Padanghilir, Brigadir Iwan Limbong, melaksanakan kegiatan sambang dan cooling system kepada masyarakat di Jalan Meranti Lingkungan III, Kelurahan Bagelen, Kecamatan Padanghilir, Kota Tebingtinggi, Rabu (19/11/2025). Kegiatan itu dilakukan sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif menjelang akhir tahun.

Kegiatan sambang yang dilakukan dengan metode Door to Door System (DDS) tersebut menjadi upaya preventif kepolisian dalam memelihara stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dalam interaksi langsung dengan warga, Brigadir Iwan Limbong menyampaikan sejumlah imbauan penting untuk meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat terhadap keamanan lingkungan.

Dalam kesempatan itu, Bhabinkamtibmas mengajak masyarakat untuk menjaga situasi lingkungan tetap aman, rukun, dan kondusif. Warga juga diimbau agar segera melaporkan setiap bentuk gangguan kamtibmas kepada Bhabinkamtibmas setempat atau melalui layanan Call Center 110 Polres Tebingtinggi, sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat.

Selain itu, Brigadir Iwan Limbong menekankan pentingnya peran warga dalam mencegah penyalahgunaan narkotika. Ia menegaskan agar masyarakat tidak terlibat dalam peredaran maupun penyalahgunaan narkoba, baik sebagai pengguna maupun pengedar. Masyarakat juga dihimbau menjauhi segala bentuk perjudian, termasuk judi online yang saat ini banyak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Kegiatan ini turut dimanfaatkan Bhabinkamtibmas untuk mendengarkan langsung aspirasi dan keluhan warga terkait situasi keamanan di lingkungan mereka. Beberapa warga menyampaikan harapan agar kegiatan sambang rutin terus dilakukan untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Polres Tebingtinggi juga mendorong masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi kejahatan jalanan dan penipuan digital yang semakin beragam. Warga diminta lebih berhati-hati, khususnya dalam menjaga barang berharga dan menggunakan layanan digital secara bijak.

Kegiatan sambang tersebut berjalan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat. Warga mengapresiasi kehadiran dan perhatian Polri dalam menciptakan lingkungan yang aman sekaligus memberikan edukasi langsung terkait kamtibmas. Dengan sinergi antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan suasana keamanan di Kota Tebingtinggi dapat terus terjaga dengan baik. (mag-3/azw)