31 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 232

Tingkatkan Keselamatan Kerja, PLN Hadir untuk Rakyat melalui Edukasi Bahaya Listrik Saat Panen Sawit

Foto bersama Tim PLN ULP Galang bersama Tim Panen perkebunan PTPN IV Regional I Kebun Sei Putih
Foto bersama Tim PLN ULP Galang bersama Tim Panen perkebunan PTPN IV Regional I Kebun Sei Putih

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Lubuk Pakam kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keselamatan masyarakat melalui kegiatan edukasi keselamatan ketenagalistrikan. Khususnya, di area-area kerja yang memiliki potensi risiko tinggi, seperti perkebunan sawit.

Mengusung tema “Selamat Panen, Selamat dari Bahaya Listrik!”, kegiatan ini digelar di kawasan perkebunan PTPN IV Regional I Kebun Sei Putih dan juga di lokasi lain di wilayah UP3 Rantauprapat.

Kegiatan ini merupakan wujud sinergi strategis antara PLN dan PTPN dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, produktif, dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan ini, tim dari PLN memberikan sosialisasi dan edukasi langsung kepada para pekerja pemanen kelapa sawit mengenai potensi bahaya kelistrikan yang dapat mengancam keselamatan jiwa, terutama ketika menggunakan alat panen bertangkai panjang di dekat jaringan listrik.

General Manager PLN UID Sumatera Utara Ahmad Syauki, menegaskan pentingnya membangun budaya sadar risiko di tengah masyarakat.

“Hal-hal yang terlihat sepele namun dilakukan berulang kali, seperti kegiatan panen, bisa menjadi celah bahaya jika tidak disertai dengan pemahaman keselamatan yang tepat. Untuk itu, kami hadirnya memberikan edukasi dan pengingat agar setiap langkah pekerjaan dilakukan dengan memastikan keselamatan diri dan lingkungan sekitar,” ujar Ahmad Syauki.

Edukasi yang disampaikan meliputi berbagai aspek keselamatan, seperti:

• Menjaga jarak aman dari jaringan listrik.

• Menghindari penggunaan alat panen logam yang panjang di area dekat jaringan.

• Mengenali potensi bahaya seperti kabel menggantung rendah, pohon menyentuh kabel, hingga kondisi tiang listrik yang tidak stabil.

• Langkah darurat apabila terjadi insiden listrik di area kerja.

Selain materi tentang keselamatan kerja, PLN juga memperkenalkan penggunaan Aplikasi PLN Mobile sebagai solusi digital untuk mempermudah pelanggan mengakses berbagai layanan kelistrikan, seperti pelaporan gangguan, pengecekan tagihan, pengajuan layanan baru, hingga pembelian token listrik prabayar.

Manajer PLN UP3 Lubuk Pakam, M. Harryadi Poel, menyampaikan bahwa keselamatan dan kemudahan layanan adalah dua hal yang saling melengkapi.

“Keselamatan adalah prioritas utama kami, dan kemudahan layanan melalui PLN Mobile menjadi bagian dari transformasi layanan PLN yang berorientasi pada kenyamanan pelanggan, termasuk pekerja di sektor perkebunan,” ucapnya.

Di tempat terpisah, Manager ULP Kota Pinang, Dimas Setiyo Wibowo, juga menyampaikan pentingnya edukasi ini bagi para pekerja lapangan.

“Kami ingin para pemanen sawit tidak hanya memahami risiko kelistrikan, tetapi juga membentuk kebiasaan kerja yang aman dan waspada,” ujarnya.

Kegiatan ini disambut baik oleh jajaran manajemen PTPN IV Regional I Asisten Kepala Kebun Sei Putih, Efri Handoko, SP.

“Para pekerja kami adalah aset berharga. Kami sangat mengapresiasi kehadiran PLN yang tidak hanya menyediakan listrik, tapi juga peduli terhadap keselamatan mitra kerja di lapangan. Sosialisasi ini sangat bermanfaat dan memberi dampak positif,” ujar Efri.

Edukasi dilakukan secara interaktif, disertai simulasi di lapangan, pembagian leaflet keselamatan, serta sesi tanya jawab yang mendorong partisipasi aktif dari para peserta.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PLN untuk menumbuhkan budaya keselamatan kerja, serta mempererat kolaborasi antar sektor demi mewujudkan lingkungan kerja yang aman, tangguh, dan berdaya saing tinggi. (ila)

Dosen Unimed Lahirkan Inovasi Mesin Chopper Pengolahan Limbah Perkebunan Jadi Pakan Ternak Berkualitas

HAMPARAN PERAK, SUMUTPOS.CO— Sebuah inovasi teknologi tepat guna lahir dari kolaborasi dosen dan mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) dalam kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertema “Inovasi Mesin Chopper Blender untuk Pengolahan Limbah Pertanian dan Perkebunan Menjadi Pakan Ternak Berkualitas.”

Kegiatan ini dilaksanakan di Gang Kapas 1, Desa Klambir Lima, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, tepatnya di peternakan mitra Kambing Usup, Minggu (22/6/2025).

Melalui sinergi antara dosen dari Jurusan Teknik Mesin dan Fisika serta para mahasiswa, PKM ini dapat memberikan solusi nyata terhadap peternak dalam mengatasi permasalahan pengolahan pakan ternak yang bersumber dari limbah pertanian dan perkebunan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Dalam program PKM ini, Tim Pelaksana dari Universitas Negeri Medan (Unimed) memberikan pendampingan, pelatihan dan workshop kepada mitra Kambing Usup. Tim ini diketuai Suprapto, S.T., M.T., Ph.D., dengan anggota (1). Dr. Eng. Jubaidah, MS.i., SP.d., (2). Dr. Lisyanto, MS.i., (3). Henry Iskandar, SP.d., M.Pd.T., (4). Binsar M.T. Pakpahan, S.T., M.Eng dan dibantu beberapa mahasiswa teknik mesin dan fisika universitas Negeri Medan.

Inovasi Mesin Chopper Blender berbahan bakar bensin yang telah dikembangkan oleh tim PKM ini mampu mengolah limbah seperti batang batang ubi, batang jagung, dan daun-daunan menjadi pakan ternak yang bernilai gizi tinggi dan ekonomis.

“Kegiatan PKM ini tidak hanya menjadi ajang pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga merupakan ruang praktik nyata penerapan ilmu teknik dan sains baik dosen dan mahasiswa untuk menjawab tantangan lingkungan dan ketahanan pangan,” ujar salah satu dosen penggagas kegiatan ini.

Usup selaku peternak, menyambut baik inisiatif ini. Ia mengungkapkan, kehadiran mesin ini sangat membantu dalam efisiensi waktu dan tenaga dalam memproduksi pakan ternak, sekaligus mengurangi biaya operasional.

”Biasanya butuh waktu berjam-jam untuk mencacah bahan pakan secara manual. Sekarang, dengan mesin ini, cukup dalam hitungan menit sudah siap diolah. Ini sangat membantu peternak kecil seperti kami,” jelas Usup.

Program ini juga menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam memperkuat peran teknologi dalam mendukung sektor peternakan berkelanjutan. Selain memberikan pelatihan penggunaan dan perawatan mesin, tim juga melakukan edukasi tentang pentingnya pengelolaan limbah sebagai sumber daya alternatif.

Kegiatan ini mendapat apresiasi warga sekitar yang berharap agar program serupa terus berlanjut di sektor-sektor lainnya. Diharapkan, inovasi seperti ini dapat direplikasi di wilayah lain yang memiliki potensi limbah pertanian dan peternakan yang besar, guna memperkuat ketahanan pangan lokal.

Dengan semangat kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat, mesin chopper blender menjadi bukti nyata bahwa inovasi sederhana dapat membawa dampak besar bagi kemajuan desa dan kesejahteraan peternak. (rel/adz)

Promosi Cerdas! Warung Nenek Kasiani Manfaatkan Papan Nama Digital

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Politeknik Negeri Medan (Polmed) mengadakan program Pengabdian Mandiri kepada Masyarakat (PMKM) 2025 yang bertujuan untuk mensinergikan perkembangan teknologi terhadap kebutuhan masyarakat. Sebagai bentuk dukungan kegiatan UMKM, Tim PMKM melaksanakan kegiatan pengabdian di Warung Nenek Kasiani, Jalan Setia Jadi Lingkungan XV Kelurahan Tegal Rejo Kecamatan Medan Perjuangan, Rabu (4/6/2025) .

PMKM ini dilaksanakan empat Dosen Politeknik Negeri Medan (Polmed) yang berkolaborasi antar program studi Teknologi Rekayasa Jaringan Telekomunikasi dan Teknik Elektronika. Tim dosen ini terdiri dari Fitria Nova Hulu ST MT selaku Ketua Tim PMKM, dengan anggota tim Tuti Adi Tama Nasution ST MT, Nicodemus Firman River Hutabarat ST MT, dan Ulfa Hasnita SSi MT.

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa yang bertujuan untuk memberikan pengalaman secara langsung kepada para mahasiswa dalam menyikapi permasalahan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dukungan kepada Warung Usaha Nenek Kasiani dalam meningkatkan daya tarik promosi usahanya.

Melalui pemanfaatan papan nama digital, warung tradisional ini kini tampil lebih modern dan menarik perhatian pelanggan. Inisiatif ini diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan promosi dan mendorong peningkatan penjualan, khususnya di kalangan UMKM lokal.

Ketua Tim PMKM Fitria Nova Hulu ST MT menjelaskan, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu Warung Nenek Kasiani dalam meningkatkan promosi melalui pemanfaatan teknologi digital. “Dengan adanya papan nama digital (running text), tim memberikan pemahaman mengenai pentingnya promosi yang menarik di era digital,” kata Fitria.

Dengan adanya media promosi modern ini, dia berharap Warung Nenek Kasiani mampu menarik lebih banyak pelanggan serta memperkuat identitas usahanya di tengah persaingan UMKM yang semakin ketat. “Dengan adanya sentuhan teknologi sederhana seperti papan nama digital, Warung Nenek Kasiani kini tampil lebih menarik dan mudah dikenali oleh pelanggan,” jelasnya.

Fitria juga mengatakan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa inovasi tak harus rumit, bahkan warung tradisional pun bisa bertransformasi dan berkembang di era digital. “Diharapkan langkah kecil ini mampu menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya untuk lebih adaptif terhadap perkembangan zaman,” tandasnya.

Nenek Kasiani sebagai pemilik usaha mengucapkan terima kasih kepada Tim PMKM dari Polmed yang telah mengadakan kegiatan ini . Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya bagi UMKM lokal yang membutuhkan penerapan teknologi. “Saya berharap agar kegiatan ini terus dilaksanakan tidak hanya di warung usahanya, namun juga dapat membantu UMKM lain,” pungkas Nenek Kasiani. (rel/adz)

Libur Tahun Baru Islam 2025, Operasional BNI Libur? Cek Infonya di Sini

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pada akhir Juni ini, terdapat Hari Libur Nasional yakni di Hari Jumat, 27 Juni 2025, untuk memperingati Tahun Baru Islam 1447 H. Hampir semua kegiatan perkantoran tutup pada hari tersebut, termasuk layanan operasional Kantor BNI.

Namun, pada Hari Sabtu, 28 Juni 2025, BNI melaksanakan operasional terbatas. Adapun Outlet yang beroperasi adalah Kantor Cabang Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Jalan Dr Mansyur Nomor 11 Medan.

Jam Layanan mulai pukul 10:00 WIB – 12:00 WIB. Transaksi yang dapat dilakukan hanya Setoran Pembayaran BBM Pertamina melalui sistem OPBS Pertamina H2H

BNI akan kembali beroperasi secara normal mulai Senin, 30 Juni 2025. Namun selama kantor cabang tutup, masyarakat tetap dapat melakukan berbagai transaksi melalui layanan 𝙇𝙖𝙮𝙖𝙣𝙖𝙣 𝙚-𝙘𝙝𝙖𝙣𝙣𝙚𝙡 𝘽𝙉𝙡 seperti 𝘽𝙉𝙄 𝘼𝙏𝙈, 𝙬𝙤𝙣𝙙𝙧 𝙗𝙮 𝘽𝙉𝙄,𝗕𝗡𝗜 𝗗𝗶𝗿𝗲𝗰𝘁, 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗡𝗜 𝗔𝗴𝗲𝗻𝟰𝟲 selama 24 jam setiap harinya. (adz)

KONI Medan Dukung Program Perkemi

BERSAMA: Ketua Umum KONI Medan Aswindy Fachrizal bersama pengurus Perkemi Kota Medan di ruang kerjanya, Rabu (25/6/2025). (Dok KONI Medan)
BERSAMA: Ketua Umum KONI Medan Aswindy Fachrizal bersama pengurus Perkemi Kota Medan di ruang kerjanya, Rabu (25/6/2025). (Dok KONI Medan)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – KONI Kota Medan menegaskan komitmen mendukung perkembangan cabang olahraga kempo. Bahkan, KONI Medan siap memberikan support terhadap program Pengkot Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Medan.

“KONI Medan mendukung semua program cabang olahraga, termasuk kempo. Saya membuka kesempatan diskusi bagi semua cabang olahraga demi meraih prestasi lebih baik,” ujar Ketua Umum KONI Kota Medan, Aswindy Fachrizal SE saat menerima kedatangan Perkemi Medan di ruang kerjanya, Rabu (25/6/2025).

Aswindy menjelaskan, kempo merupakan salah satu cabang olahraga bela diri. Seharusnya cabang olahraga ini cepat berkembang. Untuk itu, KONI Medan mendorong Perkemi Medan menggelar event. “Perbanyak gelar event. KONI Medan akan selalu memberi dukungan,” ungkap Aswandy.

Sedangkan Ketua Pengkot Perkemi Kota Medan Ir Dial Rizal bersama Sekretaris Jhon Piter Sihombing mengatakan, kedatangan mereka untuk silaturahmi dengan Ketua Umum KONI Medan. Selain itu, mereka juga melaporkan sejumlah program.

Rencananya Perkemi Medan akan menerima try out Perkemi Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, pada 7-12 Juni 2025 mendatang. “Perkemi Muara Enim akan datang dan latihan bersama dengan kita pada tanggal 7-12 Juni nanti di Kantor Camat Medan Helvetia,” ujar Dial Rizal.

Selain itu, Perkemi Medan berencana menggelar Kejuaraan Piala Wali Kota Medan. Sebab, atlet kempo Kota Medan berencana tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri yang akan berlangsung pada Oktober 2025 mendatang.

“PON Bela Diri hampir bersamaan dengan pelaksanaan Porkot Medan 20025. Jadi kami datang untuk meminta arahan kepada Ketua Umum KONI Medan. Kami sangat berterima kasih karena Ketua Umum KONI Medan telah mengerikan arahan,” paparnya. (dek)

Dukung Generasi Maju Bebas Anemia, Alfamidi dan Sarihusada Hadirkan Edukasi Gizi Balita

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Di tengah tingginya angka anemia karena kekurangan zat besi pada balita di Indonesia, Alfamidi dan SGM Eksplor berkolaborasi juga dengan Sarihusada, menggelar Edukasi Keluarga Balita bertema “Cegah Kekurangan Zat Besi pada si Kecil, Dukung Jadi Generasi Maju” di Alfamidi Menteng Raya 2, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Senin, (23/6/2025).

Kegiatan ini didukung Kelurahan Medan Tenggara dan Puskesmas Medan Denai ini diikuti hingga 150 balita dan orangtua. Selain penyuluhan gizi, peserta juga mendapatkan layanan kesehatan berupa penimbangan, pengukuran tinggi dan lingkar kepala, pemberian makanan tambahan, serta pemeriksaan kadar zat besi melalui Iron Checker, program skrining anemia yang diinisiasi oleh SGM Eksplor.

Kepala Cabang Alfamidi Medan Martadi mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Alfamidi mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat. Alfamidi tidak hanya hadir sebagai ritel modern, tetapi juga ingin berperan aktif dalam mendukung kesehatan masyarakat. “Kekurangan zat besi pada anak adalah masalah serius, dan kami ingin berkontribusi dalam mengedukasi masyarakat agar lebih peduli akan asupan gizi anak,” kata Martadi.

Dalam sesi edukasi, promotor kesehatan masyarakat dari Puskesmas Medan Denai, Ronny S.KM menjelaskan, kekurangan zat besi berdampak pada penurunan konsentrasi, risiko anemia dan gangguan tumbuh kembang. “Penting untuk memantau gizi balita dan memberikan panduan sederhana untuk mencukupi kebutuhan zat besi melalui makanan bergizi seimbang,” ujar Ronny.

Selain edukasi dan layanan kesehatan, kegiatan ini juga menjadi wadah interaksi antara masyarakat, tenaga kesehatan, serta pihak swasta yang peduli terhadap isu gizi anak. Para orang tua yang hadir mengaku senang bisa mendapatkan informasi langsung dari ahlinya dan berharap kegiatan serupa dapat rutin dilaksanakan.

Program ini juga merupakan bagian dari Program Keluarga Sehat Alfamidi, sebuah inisiatif berkelanjutan dari Alfamidi yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan akses terhadap layanan kesehatan dasar di tengah masyarakat.

Alfamidi dan SGM berharap kolaborasi ini bisa menjadi langkah kecil namun berdampak besar dalam membentuk generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan siap bersaing.
Ke depannya, Alfamidi berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan keluarga dan anak, melalui Program Keluarga Sehat Alfamidi yang terus diperluas cakupannya di berbagai wilayah. (ila)

Penrad Siagian Suarakan Ketimpangan Regulasi, Krisis ASN dan Gagalnya Layanan Publik di Paripurna DPD RI

JAKARTA, SUMUTPOS.CO — Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Sub Wilayah Barat I, Pdt Penrad Siagian, menyampaikan laporan hasil kegiatan reses masa sidang V tahun 2024–2025 dalam rapat paripurna DPD RI di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 24 Juni 2025.

Dalam laporannya, Penrad menyoroti berbagai persoalan krusial yang ditemui di daerah pemilihannya, khususnya di lingkup kerja Komite I, Komite III, dan Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD). Diketahui, Sub Wilayah Barat I DPD RI mencakup beberapa provinsi di Sumatera bagian barat, seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Riau, dan Sumatra Selatan.

“Izinkan saya, menyampaikan catatan dan suara dari daerah-daerah yang telah kami kunjungi dalam masa reses ini. Laporan lengkap aspirasi masyarakat dan daerah telah disampaikan kepada Pimpinan Sidang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari laporan ini,” kata Penrad.

Penrad menyampaikan, pelaksanaan Undang-Undang Pemerintahan Daerah masih menyisakan banyak persoalan. Ia menyoroti terjadinya ketegangan antara kebijakan pusat dan daerah, terutama akibat sentralisasi perizinan melalui UU Cipta Kerja, lemahnya koordinasi alokasi sumber daya, serta tumpang tindih kewenangan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

“Aspirasi pemekaran wilayah seperti usulan Daerah Otonomi Baru (DOB) di daerah sudah masuk Prolegnas, namun belum mendapatkan tindak lanjut dari pemerintah pusat. Sementara itu, ketidaksesuaian kewenangan antara provinsi dan kabupaten/kota, khususnya di sektor pendidikan menengah, kehutanan, dan infrastruktur, terus memicu kebingungan dalam pelaksanaan program,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya perjuangan Dana Bagi Hasil (DBH) sektor perkebunan, terutama bagi provinsi Sumatra Utara. “DBH bagi daerah khusus sektor perkebunan harus menjadi perjuangan bersama agar hasil perkebunan memberi manfaat pembangunan bagi daerah, utamanya Sumatra Utara,” tuturnya.

Dalam bidang pelayanan publik, Penrad menilai banyak masyarakat yang memahami keberadaan Mall Pelayanan Publik (MPP). Di berbagai wilayah seperti Aceh dan Sumatra Selatan, pelayanan masih diwarnai ketidakhadiran instansi, SOP yang tidak seragam, dan sistem digital yang belum terintegrasi.

“Terkait UU ASN, sistem dan koordinasi pelaksanaan SIASN masih lemah. Honorer yang telah mengabdi lama merasa terpinggirkan dalam mekanisme PPPK. Sentralisasi pengangkatan pejabat justru mengebiri fleksibilitas daerah dalam membangun tim kerja yang sesuai kebutuhan lokal, begitu juga dengan regulasi terkait mutasi ASN,” ujar Penrad.

Ia juga mengkritisi keberadaan Permen PAN RB Nomor 6 Tahun 2024 yang menurutnya telah melampaui ketentuan PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang manajemen PNS

“Ketimpangan distribusi ASN terutama di bidang pendidikan dan kesehatan di daerah terpencil seperti Sumatra Utara, Sumatra Barat dan Bengkulu adalah bukti nyata lemahnya manajemen sumber daya manusia pemerintahan Indonesia,” ucapnya.

Dalam lingkup Komite III, Penrad menyoroti pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan. Ia menyebutkan bahwa konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) di kalangan remaja terus meningkat, memicu lonjakan obesitas dan diabetes.

Namun, lanjutnya, hingga kini belum ada regulasi yang mengatur iklan MBDK secara ketat. “Integrasi data kesehatan juga masih terbatas. Edukasi tentang kesehatan belum menjadi bagian utuh dalam kurikulum sekolah. Banyak sekolah di daerah bahkan tidak memiliki ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) layak, dispenser air minum, atau poster edukasi dasar,” jelasnya.

Ia juga menyoroti lemahnya koordinasi antara dinas pendidikan dan dinas kesehatan, yang menyebabkan program intervensi gizi dan pemeriksaan siswa tidak berjalan maksimal. “Begitu pula dengan penanganan TBC dan DBD, yang terkendala alat terbatas, deteksi lambat, dan masih rendahnya literasi kesehatan. Sehingga, program seperti pemeriksaan kesehatan siswa dan intervensi gizi sering tidak efektif,” katanya.

Di sektor pendidikan, kebijakan SPMB 2025 yang menggantikan PPDB dianggap belum menyentuh akar persoalan. Sekolah di daerah 3T masih menghadapi tantangan berat seperti ketiadaan listrik dan internet.

“Banyak sekolah terpaksa melakukan pendaftaran secara manual. Masalah redistribusi guru, kurangnya sekolah inklusif, dan pungli masih menjadi keluhan utama masyarakat,” tukasnya.

Lebih lanjut, Penrad mengingatkan bahwa isu ketahanan pangan tidak bisa lagi hanya menjadi jargon. Oleh sebab itu, sambungnya, ketahanan pangan masih menjadi tantangan besar yang harus diselesaikan.

Ia menyampaikan bahwa fluktuasi harga komoditas seperti cabai dan bawang di Lampung dipicu oleh cuaca dan biaya logistik yang mahal, terlebih di wilayah pesisir dan pedalaman. “Sistem irigasi yang rusak di Sumatra Utara, serta minimnya infrastruktur transportasi dan logistik, membuat distribusi tidak efisien,” katanya.

“Program Makanan Bergizi pun belum memiliki landasan hukum daerah yang kuat. Kita butuh regulasi yang mendorong inovasi dan optimalisasi pangan lokal, seperti yang tengah diupayakan di Sumatra Selatan, agar ketahanan pangan tidak hanya menjadi slogan, tetapi kebijakan nyata dan berkelanjutan,” sambungnya.

Penrad pun menyampaikan tujuh rekomendasi strategis yang ditujukan kepada pemerintah pusat. Pertama, mendesak pemerintah pusat melakukan sinkronisasi regulasi nasional dan daerah, terutama terhadap Undang-Undang Pemda dan regulasi turunannya, termasuk regulasi Ketahanan Pangan dan program Makan Bergizi guna mendorong inovasi dan optimalisasi pangan lokal.

Kedua, melakukan evaluasi dan pengkajian ulang terkait Dana Bagi Hasil pusat dan daerah yang mengedepankan kepentingan daerah sesuai amanat UU Otonomi Daerah, sehingga daerah tidak hanya menjadi objek eksploitasi SDA bagi pemerintah pusat.

Ketiga, menuntut evaluasi menyeluruh sistem PPPK dan distribusi ASN, termasuk afirmasi bagi honorer berpengalaman dan sistem rotasi ke daerah 3T.

Keempat, menghapus Permen PAN RB No. 6 Tahun 2024 tentang Pengadaan Pegawai ASN Pasal 59 yang menyisakan persoalan-persoalan kemanusiaan bagi PNS kita.

Kelima, memperkuat integrasi pelayanan publik berbasis digital yang mudah diakses masyarakat awam, tidak hanya di kota, tapi hingga pelosok desa.

Keenam, mendesak pengesahan regulasi pengendalian MBDK serta peningkatan anggaran edukasi dan fasilitas UKS di sekolah-sekolah. Dan terakhir, mengawal perubahan Undang-Undang Sisdiknas agar mampu menjawab tantangan kesenjangan mutu guru, kurikulum, dan infrastruktur.

Menutup pidatonya, Penrad menyerukan agar laporan reses ini tidak hanya menjadi dokumen formal, melainkan digunakan sebagai dasar kerja konkret alat kelengkapan DPD RI dalam menjalankan fungsi pengawasan. “Kita tidak sedang mengulang laporan tahunan, tapi sedang menegaskan posisi politik bahwa DPD RI adalah pelindung kepentingan daerah dalam tubuh negara kesatuan,” ujarnya.

Ia menegaskan, perjuangan DPD RI bukan sekadar rutinitas sidang dan kunjungan, tapi bagian dari upaya memulihkan keseimbangan antara pusat dan daerah, agar setiap warga negara — di kota maupun desa — mendapatkan pelayanan, pendidikan, dan kesehatan yang setara.

“DPD RI adalah pelindung kepentingan daerah dalam tubuh negara kesatuan. Perjuangan kita bukan sekadar rutinitas sidang dan kunjungan. Perjuangan memulihkan keseimbangan antara pusat dan daerah, menjamin bahwa setiap warga negara – di kota maupun desa – berhak mendapatkan layanan yang adil, pendidikan yang layak, dan kesehatan yang setara,” tutup Penrad Siagian. (adz)