25 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 234

Anggaran Minim, Atlet Kota Medan Terancam Pindah

Ketua Pengcab PBVSI Kota Medan, M Nasir. (Dok Pribadi)
Ketua Pengcab PBVSI Kota Medan, M Nasir. (Dok Pribadi)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggaran KONI Kota Medan tahun 2025 dinilai sangat minim. Hal itu membuat sejumlah atlet asal Kota Medan terancam pindah ke daerah lain, khususnya menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) 2026.

Keluhan tersebut diungkapkan Ketua Pengcab PBVSI Kota Medan, M Nasir di Medan, Minggu (22/6/2025). Dia mengatakan, perpindahan atlet sudah terjadi sejak lama. Semua disebabkan minimnya anggaran.

“Sebelumnya banyak atlet kita, khususnya cabang olahraga bola voli pindah ke Pulau Jawa karena di sana, mereka mendapat perhatian lebih besar. Dan itu tidak bisa kita larang, karena merupakan hak atlet,” ujar Nasir.

Nasir menakutkan perpindahan atlet dari Kota Medan akan semakin banyak terjadi, khususnya menghadapi Porprovsu 2026. “Kalau ada kabupaten/kota lain menjanjikan lebih besar, bukan tidak mungkin atlet kita akan pindah ke sana. Apalagi saat ini banyak kabupaten/kota memang mencari atlet,” paparnya.

Untuk itu, Nasir mengharapkan perhatian Pemko Medan. Dia menilai anggaran yang diterima KONI Medan saat ini sangat minim. Bahkan, anggaran tahun ini paling minim dalam 10 tahun terakhir.

“Anggaran yang diterima KONI Medan tahun ini tidak sebanding dengan jumlah cabang olahraga yang dibina. Jumlah cabang olahraga yang dibina terus bertambah, tapi anggaran yang diterima berkurang banyak. Harapan untuk melahirkan atlet berprestasi tentu semakin berat,” tegas Nasir.

Sedangkan Sekretaris Komisi II DPRD Kota Medan, H Iswanda Ramli SE juga mengakui anggaran KONI Medan tahun ini memang sangat minim. Bahkan, anggaran tahun ini paling rendah dalam 10 tahun terakhir.

“Saya sudah komunikasi dengan Ketua KONI Medan, anggaran yang mereka terima tahun ini memang sangat minim. Bagaimana bisa membina semua cabang olahraga di Kota Medan dengan baik, jika anggarannya sangat kurang?” ungkap Iswanda Ramli.

Iswanda Ramli menambahkan, KONI Medan akan menghadapi Porprovsu 2026. Tentu dibutuhkan anggaran cukup besar. “Kalau kita lihat anggaran KONI di kota-kota besar lainnya seperti Surabaya dan Bandung, anggaran KONI Kota Kota memang sangat kecil,” ungkapnya.

Namun pria yang akrab dipanggil Nanda Ramli ini yakin Pemko Medan dan Dispora Medan akan menambah anggaran KONI Medan melalui Perubahan Anggaran Pendapatan Belanda Daerah (P-APBD) nanti.

“Saya yakin Pak Wali Kota Rico Waas sangat peduli dengan olahraga dan atlet-atlet Kota Medan. Pemko Medan dan kawan-kawan di DPRD Medan akan setuju untuk penambahan anggaran KONI,” tegasnya.

Untuk itu, politisi dari Partai Demokrat ini berharap agar Ketua Umum KONI Medan Aswindy Fachrizal terus melakukan koordinasi dengan Pemko Medan. “Semoga anggaran KONI Medan akan bertambah agar misi meraih juara umum Porprovsu 2026 bisa terwujud,” tegasnya. (dek)

Porkot Medan XV Digelar Oktober 2025

BERSAMA: Kadispora Medan T Chairuniza didampingi Ketua Umum KONI Medan Aswindy Fachrizal dan undangan lainnya bersama peserta Raker KONI Medan 2025. (Dok KONI Medan)
BERSAMA: Kadispora Medan T Chairuniza didampingi Ketua Umum KONI Medan Aswindy Fachrizal dan undangan lainnya bersama peserta Raker KONI Medan 2025. (Dok KONI Medan)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan XV tahun 2025 direncanakan digelar pada 18-25 Oktober mendatang. Itu merupakan hasil Rapat Kerja (Raker) KONI Kota Medan tahun 2025 di Grand Central Hotel, Jalan Sei Belutu, Minggu (22/6).

Pada reker itu juga diputuskan sejumlah persyaratan Porkot Medan 2025. Salah satunya, cabang olahraga yang dipertandingkan wajib diikuti 11 kecamatan yang ada di Kota Medan. Kemudian, setiap nomor pertandingan wajib diikuti minimal empat kecamatan, dan atlet wajib warga Kota Medan yang dibuktikan dengan Kartu Keluarga (KK).

Raker KONI Medan 2025 ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Medan Tengku Chairuniza.

Dalam sambutan tertulisnya, Wali Kota mengatakan, raker ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi momentum penting untuk melakukan konsilidasi, evaluasi dan perencanaan yang strategis demi kemajuan olahraga di kota Medan.

Dikatakannya, di tengah semangat pembangunan kota yang semakin komplek dan koraboratif, sektor olahraga memiliki posisi yang sangat vital. Tidak hanya dalam mencetak prestasi, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, dan solidaritas sosial.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran KONI Kota Medan dan pengurus cabang olahraga yang selama ini telah bekerja keras, berdedikasi, dan berkontribusi aktif dalam pembinaan atlet, pelaksanaan kompetisi, serta penguatan sistem olahraga yang profesional dan transparan,” ungkapnya.

Ditambahkan, sebagai kota besar yang merupakan barometer olahraga di Sumatera Utara, Medan harus menjadi lumbung atlet berprestasi. “Untuk itu, saya mendorong agar raker ini menghasilkan program-program yang realistis, terukur dan berorientasi pada hasil, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional,” harapnya.

Pemko Medan berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan ekosistem olahraga yang sehat, kompetitip dan inklusif infrastruktur, pembinaan usia dini, peningkatan SDM pelatih dan wasit, serta kemitraan dengan sektor swasta adalah bagian dari agenda bersama yang harus didorong secara sinergis.

Ketua Umum KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal SE mengatakan Raker KONI Medan tahun 2025 ini mengusung tema Medan Menuju Kota Atlet yang Berprestasi. Ini merupakan cita-cita bersama dengan Wali Kota Medan yang harus diwujudkan

Karena itu KONI Medan akan terus bersinergi dengan Pemko Medan secara aktif dan berkoordinasi dengan Dispora sesuai dengan visi KONI Kota Medan yaitu ‘Menjadi Organisasi yang Profesional dan Independen untuk Mewujudkan Atlet berprestasi di tingkat Nasional Maupun Internasional’.

Aswindy menyebutkan, peningkatan prestasi tentunya berhubungan dukungan dana khususnya dana yang digunakan dalam pembinaan olahraga berprestasi.

“Kami sangat berterimakasih kepada Bapak Wali Kota Medan melalui Kadispora Kota Medan yang selalu memberikan dukungan penuh terhadap peningkatan prestasi olahraga di Kota Medan,” ungkap Aswindy.

Sedangkan Ketua Umum KONI Sumut Hatunggal Siregar melalui Sekretaris KONI Sumut Syahrial Pulungan mengatakan, Kota Medan merupakan barometer olahraga berprestasi di Sumut.”Untuk itu KONI Sumut menegaskan perlu kepentingan bersama dalam hal yang berkaitan dengan olahraga,” ungkap Syarial Pulungan.

Dia mengajak KONI dan seluruh cabang olahraga maupun para atlet untuk bersatu padu dengan tekad yang sama. Mengutamakan kebersamaan demi memajukan olahraga Sumut, meskipun diakui itu sangat berat, tandasnya.

Ketua Panitia H Suryadi melaporkan, raker ini digelar untuk membahas dan memutuskan segala sesuatu yang berhubungan dengan program kerja KONI Medan tahun 2025-2026. Raker ini diikuti pengcab olahraga dan koordinator olahraga kecamatan.

Dalam raker ini juga Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) diterima sebagai anggota KONI Medan. Begitu juga dengan Persatuan Sepatu Roda Indonesia (Perserosi) kembali masuk ke dalam cabor binaan KONI Medan. (dek)

PLN UID Sumut Pastikan Pasokan Listrik Andal pada Pembukaan Nias Pro 2025

Penyematan Rompi dan Alat Pelindung Diri yang dilakukan langsung oleh Manager PLN UP3 Nias sebagai bentuk kesiapan petugas dengan mengutamakan keselamatan dalam bekerja.
Penyematan Rompi dan Alat Pelindung Diri yang dilakukan langsung oleh Manager PLN UP3 Nias sebagai bentuk kesiapan petugas dengan mengutamakan keselamatan dalam bekerja.

NISEL, SUMUTPOS CO – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara sukses menghadirkan listrik yang andal dan berkualitas pada upacara pembukaan kejuaraan surfing internasional Nias Pro 2025 – World Surf League (WSL) Qualifying Series 6000 di Pantai Sorake, Kecamatan Luahagundre Maniamolo, Kabupaten Nias Selatan.

Pembukaan turnamen bergengsi ini dihadiri 184 atlet dari 12 negara dan ditandai tarian tradisional Tari Sekapur Sirih serta sapaan adat fangowai.

Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Raden Isnanta, resmi memukul gong sebagai simbol dimulainya kejuaraan WSL.

Guna memastikan kontinuitas listrik sepanjang 21–28 Juni 2025, PLN UP3 Nias menggelar Apel Siaga Kelistrikan pada Sabtu pagi, (21/6/2025).

Manager PLN UP3 Nias Leonard Tulus M. Panjaitan, bertindak sebagai pembina apel dan menyematkan rompi siaga serta Alat Pelindung Diri (APD) kepada petugas sebagai tanda kesiapsiagaan dimulai.

Usai apel, Leonard memimpin pengecekan menyeluruh peralatan siaga, mulai dari mobile genset, unit gardu bergerak, hingga kendaraan layanan teknis. Hal ini untuk memastikan seluruh perangkat bebas kendala saat dibutuhkan.

“Kami menempatkan keselamatan dan keandalan sebagai prioritas utama. Semua personel dan peralatan telah siap 24 jam agar event internasional ini berjalan tanpa gangguan listrik,” tegas Leonard.

General Manager PLN UID Sumatera Utara Ahmad Syauki, menegaskan kesiapan PLN mendukung pengembangan daerah melalui penyelenggaraan event kelas dunia.

“Partisipasi kami di Nias Pro 2025 adalah wujud komitmen PLN untuk memajukan pariwisata, ekonomi lokal, dan citra Sumatera Utara di mata dunia. Listrik andal menjadi fondasi agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan mulus,” tutur Ahmad Syauki.

Deputi Kemenpora Raden Isnanta dalam sambutannya mengapresiasi sinergi berbagai pihak, termasuk PLN, yang memungkinkan konsep sport tourism semakin kokoh di Nias.

“Event WSL ini bukan hanya panggung atlet, tetapi juga memperkuat UMKM, transportasi, perhotelan, jasa pemandu pantai, dan tentu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujar Raden Isnanta.

Sejalan dengan itu, Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia menilai listrik stabil dari PLN menjadi salah satu kunci sukses penyelenggaraan kejuaraan sekaligus promosi budaya dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

PLN UID Sumatera Utara melalui PLN UP3 Nias telah menyiapkan personel siaga dan sistem suplai kelistrikan berlapis, mulai dari suplai penyulang utama, cadangan (backup) pertama, genset berkapasitas 72 kVA, hingga UPS 40 kVA.

Seluruh kesiapan ini ditujukan untuk menjaga keandalan listrik hingga upacara penutupan pada 28 Juni 2025. PLN juga siap merespons potensi gangguan sekecil apa pun demi kelancaran jalannya kompetisi internasional ini. (ila)

Dosen dan Mahasiswa Polmed Kenalkan Bahasa Inggris Sejak Dini kepada Anak-anak Lingkungan Masjid Al-Halim Medan Johor

MEDAN, SUMUTPOS.CO– Tim dosen dan mahasiswa dari Politeknik Negeri Medan (Polmed) melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk “Pengenalan Bahasa Inggris Sejak Dini” di lingkungan Masjid Al-Halim, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor. Program ini menyasar anak-anak usia 5–10 tahun untuk memperkenalkan dasar-dasar Bahasa Inggris melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan.

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini diketuai Nuraini, dengan anggota Raya Puspita Sari, Siti Asnida Nofianna, Ermyna Seri, dan Ade Irma Khairani. Dengan melibatkan 35 anak dan difasilitasi oleh Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Masjid Al-Halim.

Program difokuskan pada pengenalan kosakata dasar seperti warna, angka, anggota tubuh, dan sapaan sederhana, dengan metode belajar sambil bermain. Media yang digunakan antara lain kartu gambar, lagu anak-anak, kuis interaktif, dan permainan edukatif.

“Anak-anak sangat antusias mengikuti setiap sesi. Mereka terlihat aktif dan senang belajar dengan metode yang kami terapkan,” ungkap Nuraini, ketua tim pelaksana dari Polmed.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya akses anak-anak di lingkungan tersebut terhadap pembelajaran Bahasa Inggris yang interaktif. Berdasarkan observasi awal, kemampuan berbahasa lisan dalam Bahasa Inggris masih rendah, meskipun pelajaran bahasa asing telah diberikan di sekolah.

Masjid Al-Halim dipilih sebagai lokasi karena letaknya yang strategis di tengah permukiman warga serta ketersediaan ruang terbuka yang mendukung kegiatan belajar. Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Masjid Al-Halim turut memberikan dukungan penuh, mulai dari penyediaan fasilitas hingga koordinasi peserta.

Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa lingkungan masjid bisa menjadi pusat pendidikan nonformal yang mendukung pengembangan anak-anak, tak hanya dari sisi religius tetapi juga akademik.

Metode yang digunakan mengacu pada pendekatan learning through play atau belajar sambil bermain. Anak-anak diajak bernyanyi lagu “Hello Song”, menebak gambar tubuh manusia dalam Bahasa Inggris, hingga menyebut warna dan angka secara bersama-sama.

Pendekatan ini tidak hanya memudahkan anak dalam menyerap materi, tetapi juga menjaga suasana pembelajaran tetap hidup dan menyenangkan. Dalam sesi permainan kelompok, anak-anak bekerja sama dan berlomba menyebutkan nama-nama benda dalam Bahasa Inggris, menciptakan suasana kompetitif yang sehat sekaligus mengasah daya ingat mereka.

Pihak mitra juga menyambut baik program ini. Ketua BKM Masjid Al-Halim, Sahono, menyatakan bahwa kegiatan ini membuka wawasan baru tentang bagaimana pendidikan bisa dilakukan di luar sekolah dengan metode yang menyenangkan. “Kami berharap kegiatan seperti ini bisa jadi program rutin. Anak-anak jadi semangat, dan masjid juga semakin hidup dengan kegiatan positif,” ujarnya. (rel)

Dukung Lingkungan dan Ekonomi Peternak, Politeknik Negeri Medan Gelar Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Air Kolam di Langkat

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Politeknik Negeri Medan kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui program pengabdian masyarakat yang digelar di Dusun Kampung Padang, Desa Kwala Air Hitam, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, pada Rabu (18/6/2025).

Mengangkat tema “Pemanfaatan Limbah Air Kolam Ikan untuk Pupuk Organik Bernilai Ekonomis”, kegiatan ini diikuti 20 peternak ikan gurami setempat. Program ini bertujuan membantu peternak memanfaatkan limbah air kolam sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik cair yang memiliki nilai jual dan ramah lingkungan.

Ketua Pengabdian Masyarakat, Jonni H Silaen menjelaskan, kegiatan ini menjadi langkah nyata perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat desa. “Selain mengurangi limbah kolam, para peternak juga bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari hasil olahan pupuk organik ini,” ujar Jonni.

Hadir sebagai pemateri utama, Jasa Ginting, dosen berpengalaman di bidang perikanan, yang memberikan materi tentang manfaat dan teknik pengolahan limbah air kolam ikan. Selain itu, Sabarita Tarigan, dosen yang ahli di bidang fermentasi air limbah kolam, turut memberikan pelatihan khusus mengenai teknik fermentasi yang aman dan efektif.

Proses uji coba pembuatan pupuk organik cair di lokasi, dipandu langsung oleh Ibu Cahyoginarti, yang mengarahkan peternak mulai dari proses pencampuran bahan hingga fermentasi. Seluruh rangkaian kegiatan dipandu oleh Ibu Ratna sebagai moderator, yang memastikan jalannya acara berjalan lancar dan interaktif.

Syahril, seorang peternak, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan ini. “Selama ini limbah air kolam kami buang begitu saja, sekarang malah bisa jadi pupuk organik yang laku dijual. Ini sangat membantu,” ujarnya.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan peternak gurami di Langkat, tetapi juga menginspirasi desa-desa lain untuk memanfaatkan limbah perikanan secara bijak dan ekonomis. (rel/adz)

Dosen Politeknik Negeri Medan Berdayakan UMKM Tahu Sumedang Melalui Pelatihan Analisis Harga Pokok Produksi

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Tim dosen dari Politeknik Negeri Medan sukses melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Optimalisasi Penentuan Harga Jual Melalui Analisis Harga Pokok Produksi: Studi Kasus pada Pabrik Tahu Sumedang Mas Kade”. Kegiatan ini diinisiasi sebagai bentuk kontribusi akademisi dalam mendukung penguatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sumatera Utara, khususnya dalam pengelolaan keuangan usaha.

Kegiatan pengabdian ini diketuai Raya Puspita Sari Hasibuan, S.E., M.Si (NIDN 0114039401), dengan anggota tim terdiri dari Putri Syuhada, S.E., M.Si (NUPTK 0341765666230303), Nuraini, S.S., M.A (NUPTK 7436760661231182), Cut Nizma, S.E., M.Si (NIDN 0016086308), dan Mardelia Desfrida, S.E., M.Si (NIDN 0010126312).

Pengabdian ini difokuskan untuk membantu Pabrik Tahu Sumedang Mas Kade dalam mengatasi permasalahan penetapan harga jual produk yang selama ini belum dilakukan secara sistematis, hanya berdasarkan perkiraan biaya bahan baku.

Melalui serangkaian tahapan, mulai dari observasi lapangan, pengumpulan data primer dan sekunder, hingga pelatihan dan pendampingan implementasi sistem, tim pengabdian berhasil menyusun sistem sederhana perhitungan harga pokok produksi (HPP) dan panduan praktis penetapan harga jual berbasis HPP yang disesuaikan dengan karakteristik usaha skala kecil.

Data primer dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan pemilik usaha serta observasi proses produksi, sedangkan data sekunder diperoleh dari catatan keuangan usaha dan harga bahan baku.

Ketua pelaksana, Raya Puspita Sari Hasibuan, menjelaskan, pelatihan ini menggunakan pendekatan partisipatif, di mana pelaku usaha dan tenaga kerja terlibat langsung dalam proses penghitungan biaya serta simulasi penentuan harga jual. “Kami ingin solusi yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan mitra, sehingga mudah diterapkan dan dapat digunakan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Hasil dari kegiatan ini menunjukkan, pelaku usaha berhasil memperoleh pemahaman lebih baik mengenai komponen biaya produksi serta mampu menghitung harga pokok produksi secara mandiri. Selain itu, sistem penetapan harga jual berbasis HPP yang diterapkan terbukti lebih rasional dan kompetitif, mendukung peningkatan keuntungan usaha secara signifikan.

Sebagai luaran dari program ini, dihasilkan jasa pelatihan, sistem sederhana perhitungan harga jual, serta panduan praktis penetapan harga jual produk tahu yang dapat digunakan mitra untuk memastikan keberlanjutan usaha. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan UMKM berbasis keilmuan akuntansi biaya yang aplikatif, relevan, dan berdampak langsung pada penguatan manajerial pelaku usaha.

Melalui kegiatan ini, Politeknik Negeri Medan menunjukkan komitmennya dalam mendukung UMKM melalui penerapan keilmuan terapan di bidang akuntansi dan manajemen usaha, sejalan dengan peran perguruan tinggi sebagai agen pemberdayaan masyarakat dan penggerak ekonomi lokal. (rel/adz)

Dalam Rangka HUT ke-79 Bhayangkara, Bidpropam Polda Sumut Gelar Baksos di Ponpes Hidayatullah

BAKSOS: Bidpropam Polda Sumut saat melaksanakan kegiatan Baksos, di Pondok Pesantren Hidayatullah, Jalan Pesantren Bandar Labuhan Bawah, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang. Sumut Pos/Dokumen Pribadi
BAKSOS: Bidpropam Polda Sumut saat melaksanakan kegiatan Baksos, di Pondok Pesantren Hidayatullah, Jalan Pesantren Bandar Labuhan Bawah, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang. Sumut Pos/Dokumen Pribadi

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Menyambut Hari Bhayangkara ke-79, Bidang Profesi dan Pengamanan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Bidpropam Polda Sumut) melaksanakan kegiatan bakti sosial (Baksos) sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat.

Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 19 Juni 2025, sekira pukul 11.00 WIB, di Pondok Pesantren Hidayatullah, Jalan Pesantren Bandar Labuhan Bawah, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang.

Dipimpin langsung oleh Kepala Bidpropam Polda Sumut, Kombes Pol Julihan Muntaha, kegiatan ini melibatkan sebanyak 13 personel Bidpropam. Dalam pelaksanaannya, Tim Bidpropam menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako yang diterima langsung oleh pengurus pondok pesantren, Ahmad Fahrozi.

Kombes Pol Julihan Muntaha menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan salah satu wujud komitmen dan kepedulian Polri, khususnya Bidpropam, dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, serta mempererat tali silaturahmi dengan para tokoh agama dan lembaga pendidikan berbasis keagamaan.

“Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-79 ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat yang peduli dan siap membantu kapan pun dibutuhkan,” ujarnya, Jumat (20/6).

Ia menambahkan, kegiatan sosial semacam ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Sementara itu, Pengurus Pondok Pesantren Hidayatullah, Ahmad Fahrozi mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. “Semoga silaturahmi dan sinergi antara Kepolisian dan Pondok Pesantren dapat terus terjalin dengan baik,” harapnya.

Kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar, serta diakhiri dengan doa dan ramah tamah bersama para santri dan pengurus pesantren. (dwi/han)

Belasan Butir Pil Ekstasi Gagal Edar di Binjai

Markas Komando Polres Binjai di Jalan Sultan Hasanuddin.(Teddy Akbari/Sumut Pos)
Markas Komando Polres Binjai di Jalan Sultan Hasanuddin.(Teddy Akbari/Sumut Pos)

BINJAI, SUMUTPOS.CO- Unit II Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai menggagalkan peredaran belasan butir pil ekstasi dengan melakukan penangkapan di lokasi dan waktu terpisah. Pengungkapan ini berkat informasi dari masyarakat yang kemudian dilakukan penyelidikan.

Kasi Humas Polres Binjai, AKP Junaidi menjelaskan, pengungkapan pertama dengan menangkap 2 orang berinisial A (29) dan MA (19) di Jalan Jenderal Jamin Ginting, Kelurahan Rambung Barat, Binjai Selatan. Keduanya ditangkap saat berhenti dan berdiri di pinggir jalan lokasi penangkapan.

“Kedua tersangka saat sedang berdiri di pinggir jalan dengan posisi motor hidup,” kata Junaidi, Jum’at (20/6/2025).

Menurut Junaidi, keduanya sempat berupaya kabur saat didekati petugas. Namun, upaya mereka berakhir kandas.

“Dilakukan penggeledahan, diamankan barang bukti 4 butir pil ekstasi warna merah muda, 4 butir pil ekstasi warna kuning, motor yang digunakan Honda Beat BK 4375 RBB dan 2 telepon genggam jenis android,” urainya.

Kepada polisi, keduanya mengakui berdomisili di Kelurahan Sumbermulyo Rejo, Binjai Timur. “Dan bahkan mereka berencana akan edarkan pil ekstasi di Binjai,” tambah Junaidi.

A dan MA disangkakan pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) UU RI No 35/2009. Sementara pengungkapan kedua dilakukan Unit II Satresnarkoba Polres Binjai dengan menangkap BA (20) di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kelurahan Bandarsenembah, Binjai Barat.

Penangkapan kali ini ketika petugas melakukan patroli dan kemudian mendapat informasi adanya peredaran gelap narkotika. Atas hal itu, petugas pun melakukan patroli dan penyelidikan secara mendalam.

“Saat melakukan penyelidikan, petugas menemukan seorang pria yang sedang berkendara. Ketika dibuntuti petugas, pelaku yang mengetahuinya langsung belok arah dan melaju dengan kecepatan tinggi,* katanya.

Alhasil, pengejaran pun dilakukan petugas dan motor yang ditunggangi BA Honda Vario BK 2353 ADJ dapat dihentikan. Kepada polisi, BA berdomisili di daerah Tanjunggusta, Medan.

“Barang bukti yang ditemukan berupa 5 butir pil ekstasi warna merah muda dan 3 butir pil ekstasi warna kuning. Pengungkapan yang terus dilakukan Satresnarkoba Polres Binjai menunjukkan komitmen perang terhadap peredaran gelap narkotika,” tukasnya.

BA disangkakan pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) UU RI No 35/2009. (ted/han)