29 C
Medan
Sunday, April 5, 2026
Home Blog Page 249

Kabid BPBD Binjai Larikan Uang Urus PBG

FOTO: Edy
FOTO: Edy

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kabid Aset Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Binjai, Amru Harahap larikan uang untuk mengurus Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Sampai saat ini, Amru Haharap belum juga mengembalikan uang korban Edy sebesar Rp35 juta.

Kejadian itu berawal pada tahun 2023 lalu, Edy yang hendak membangun rumah di kawasan Batangkuis, Deliserdang. Untuk mengurus Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) ada seorang wanita mengenalnya kepada Amru Harahap yang mengaku dekat dengan pejabat di Kabupaten Deliserdang.

Singkat cerita, mereka pun ketemu dengan Amru. Nah disana, Pegawai Negeri Sipil Kota Binjai ini mengaku bisa mengurus PBG dalam waktu tiga minggu. Namun, harus mengeluarkan uamg sebesar Rp150 juta.

Mendengar itu Edy pun menyetujui. Namun, hingga tiga bulan lamanya PBG yang dijanjikan Amru tak kunjung siap. Merasa ditipu, Edy pun meminta kembali uangnya. Namun Amru hanya memberikan Rp110 juta, dan sisanya akan dilunaskan tiga bulan mendatang.

Hingga 2 tahun lamanya hingga saat ini, Amru tak kunjung mengembalikan uang korban. Saat dikonfirmasi Amru Harahap, berjanji akan mengembalikan uangnya pada hari Sabtu (3/5) kemarin. Namun, saat ditagih, Amru terus mengulur waktu hingga akhir bulan Mei. “Dalam bulan ini, nunggu telpon dari Jakarta. Dari Jakarta belum telpon. Kacab sudah datang. Setelah telpon Jakarta baru bisa tahu untuk pencairan,” ucapnya melalui pesan whatsapp.

Dan hari Jum’at (9/5) lalu Amru kembali mencicil uang yang dilarikannya sebesar Rp5 juta. “Saya lagi nunggu Dana, belum masuk juga dari BSI,” tandasnya. (azw)

Pemuda 19 Tahun Tertangkap Kuasai Pil Ekstasi

DITANGKAP: Pemuda berusia 19 tahun ditangkap Polres Binjai. Humas Polres Binjai/Sumut Pos
DITANGKAP: Pemuda berusia 19 tahun ditangkap Polres Binjai. Humas Polres Binjai/Sumut Pos

BINJAI, SUMUTPOS.CO- Seorang pria berinisial MDW harus berurusan dengan Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai. Pemuda berusia 19 tahun itu tertangkap polisi ketika sedang menguasai narkotika jenis pil ekstasi.

Kasi Humas Polres Binjai, AKP Junaidi menjelaskan, MDW diamankan di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Tunggurono, Binjai Timur, belum lama ini. Penangkapan terhadap MDW diklaim polisi sebagai bandar narkoba.

“Pengungkapan ini atas informasi dari masyarakat, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan,” jelas Junaidi, Rabu (21/5/2025).

Saat penyelidikan lebih kurang 3 jam di lokasi penangkapan, petugas akhirnya menemukan MDW, sesuai dengan ciri-ciri dari informasi yang diterima. “Pria itu (MDW) sedang berdiri di pinggir jalan dengan posisi tangan kiri di kantong celana. Saat didekati petugas, yang bersangkutan langsung melarikan diri dengan menyeberang jalan,” kata Junaidi.

Namun, upaya MDW berakhir kandas. Petugas yang sigap dan gerak cepat, MDW pun dapat dibekuk.

“Dilakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan, ditemukan dari kantung celana sebelah kiri barang bukti narkotika jenis pil ekstasi 8 butir, warna merah muda dan kuning,” katanya.

MDW berdomisili di Kelurahan Sumbermulyo Rejo, Binjai Timur. Kepada polisi, MDW pun mengakui, pil ekstasi itu adalah miliknya dan untuk dijual

“MDW disangkakan pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 39 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun,” katanya.

Pengungkapan ini menunjukkan komitmen Polres Binjai untuk mewujudkan Binjai yang bersih dari narkotika. (ted/han)

Sumut Dicap Peringkat Pertama Peredaran Narkoba, DPRD Sumut: Sumut Perlu Panti Rehabilitasi

Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut, Zeira Salim Ritonga
Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut, Zeira Salim Ritonga

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Status Sumatera Utara dengan peringkat nomor satu peredaran narkoba, seperti yang disampaikan Gubsu Bobby Nasution kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming saat berkunjung ke Medan, merupakan sesuatu yang bukan lagi menjadi rahasia umum.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut, Zeira Salim Ritonga kepada Sumut Pos, Rabu (21/5/2025).

Menurut Zeira, fenomena seperti ini menjadi hal yang sangat mengkhawatirkan dan harus diberantas ke akar-akarnya.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menilai, statement dari Wapres jika pengguna narkoba harus dimasukkan ke pesantren kurang sepakat, karena kedepanya nanti masyarakat menganggap bahwa pesantren kebanyakan adalah orang yang menggunakan narkoba.

“Saya rasa apa disampaikan wapres ada benarnya, pemakai dimasukkan ke dalam pesantren, namun bukan berarti orang yang menuntut ilmu di pesantren semuanya pemakai narkoba, itu keliru,” ucapnya.

Ia pun melihat, bahwa peredaran narkoba banyak menimbulkan permasalahan dalam tindakan kriminal. Dan menyakini peredaran narkoba ini menjadi penyebab terjadi kerusuhan dan mengganggu kegiatan Kamtibmas di Sumatera Utara.

Untuk itu, Lanjut Zeira, semua pihak khususnya kepolisian harus siap terlibat untuk pemberantasan narkoba. Dan bila perlu setiap pengedar diberikan hukuman seberat-beratnya.

“Lima sampai sepuluh tahun yang lalu, kita masih mendengar peredaran narkoba hanya masih berukuran ons, namun sekarang sudah berukuran ton sekali tertangkap, dan itu pun kurir yang membawa,”ungkapnya.

“Saya menilai, lebih bagus harus dibuatkan panti-panti rehabilitasi, agar pemakai narkoba bisa dilakukan penyembuhan disitu, bahkan difasilitasi dan sosialisasi semacam mediasi, supaya mereka tidak terfokus lagi pada penggunaan narkoba serta melakukan kegiatan yang bermanfaat seperti olahraga ataupun melakukan kegiatan UMKM,”sambung Zeira.

Kemudian bagi pengedar khususnya, Zeira mengatakan, harus bersama-sama menjatuhkan hukuman yang seberat-beratnya, serta menjaga lingkungan kita orang-orang asing yang berupaya melakukan niat jahat di lingkungan masing-masing.(san)

UIN Sumatera Utara Beri Kontribusi Terbaik buat Agama, Bangsa dan Negara

TERBAIK: Rektor UIN Sumatera Utara Prof Dr Nurhayati MA (10 kanan) bersama senat, wisudawan terbaik didampingi keluarga, Rabu (21/5). (DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS)
TERBAIK: Rektor UIN Sumatera Utara Prof Dr Nurhayati MA (10 kanan) bersama senat, wisudawan terbaik didampingi keluarga, Rabu (21/5). (DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Prof Dr Nurhayati MA mewisuda 1.978 lulusan sarjana, magister dan doktor yang ke-85 di aula perguruan tinggi tersebut, Rabu (21/5). Kegiatan ini dihadiri ketua, sekretaris dan anggota senat UIN Sumatera Utara, keluarga wisudawan dan undangan lainnya.

Rektor menegaskan bahwa wisuda ini menunjukkan bahwa UIN Sumatera Utara sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN):terus berkiprah dan memberi kontribusi terbaik buat agama bangsa dan negara.

Wisuda kali ini menjadi Istimewa. “Secara internal, pada Mei, kepemimpinan rektor genap berusia dua tahun. Mei ini secara nasional ada dua momentum penting yakni Hari Penddiikan Nasional 2 Mei dan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei,” kata rektor

Selama dua tahun itu, lanjut Prof Dr Nurhayati MA, telah banyak kemajuan UIN Sumatera Utara. Misalnya, pencapaian akreditasi unggul di level institusi (universitas) dan program studi semakin banyak yang unggul.

“Bayangkan dalam dua tahun saja, 12 program studi kita unggul. UIN Sumatera Utara berhasil masuk 6 besar PTKIN yang paling diminati dari 58 PTKIN di Indonesia. UIN Sumatera Utara juga berada pada peringkat dua Score Sinta Nasional dan berada di level 6 dari Edu Rank,” rincinya.

Prestasi lainnya adalah peringkat satu satuan kerja terbaik PTKIN kategori Pelaksanaan Pengadaan CASN Kementerian Agama. Berada pada urutan 3, PTKIN terbaik versi AD Scientific Index serta prestasi lain di level mahasiswa. Baik itu akademik ataupun non-akademik.

Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional, lanjut rektor, muaranya transformasi kehidupan berbangsa dan bernegara menuju arah yang lebih baik, maju, adil dan sejahtera sesuai dengan cita-cita bapak pendiri bangsa.

Menariknya, kata rektor, transformasi sosial, budaya, ekonomi dan politik Indonesia hanya bisa dilakukan melalui pendidikan. Tidak ada bangsa di dunia ini yang maju tanpa di topang oleh sistem pendidikan yang kuat, tangguh dan berdaya saing. Inilah sesungguhnya pesan transformatif yang dibawa oleh Budi Oetomo dan juga Ki Hajar Dewantara, ratusan tahun yang lalu,” pesannya.

“Dengan menangkap semangat Hari Kebangkitan Nasional itulah, wisuda ke-85 UIN Sumatera Utara, kita selenggarakan dengan tema: Menghantarkan Generasi Unggul, Berakhlak Mulia, Cerdas, Berintegritas dan Memiliki Daya Saing untuk Indonesia Emas 2045,” sebut Prof Dr Nurhayati MA.

Rektor menambahkan bahwa lebih penting dari menghadirkan universitas dan program studi unggul adalah melahirkan alumni yang unggul, memiliki kompetensi keilmuan dan skill serta memiliki keunggulan akhlak dan moral.

“Pada gilirannya, kualitas alumni yang hebat akan memiliki daya saing dan mampu berkompetensi di dunia usaha dan dunia industri baik pada level nasional ataupun internasional,” terangnya.

Saat ini, lanjut rektor, kehidupan dunia yang semakin compleceted di tambah dengan kemajuan teknologi digital dan artificial intellegencia menjadikan dunia kerja membutuhkan skill-skill baru. Dunia usaha dan industri membutuhkan skill seperti kemampuan digital, literasi digital, pemahaman teknologi, komunikasi efektif, kemampuan beradaptasi, kreativitas dan inovasi, kemampuan analisis data, data sains dan pemasaran digital.

“Dalam tingkat tertentu, UIN Sumatera Utara berusaha untuk memberi respon cepat terhadap perubahan dunia dengan berbagai cara. Diantaranya, menetapkan UIN Sumatera Utara sebagai kampus yang smart. Kami menyebutnya dengan Smart Islamic University. Selanjutnya kita melakukan review kurikulum, perluasan kompetensi yang menyentuh skill digital dan penguatan sertifikasi profesi lainnya,” urai rektor.

Namun perlu direnungkan bahwa kualitas diri yang tidak akan pernah tergantikan oleh kekuatan digital apapun. Integritas dan akhlak mulia. Dari kualitas keimanan ini akan lahir karakter ikutannya seperti jujur, amanah, adil, ihsan, sabar, ikhlas, ridha dan tawakkal.

“Karakter seperti ini tetap akan dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia industri. Karena memang tidak bisa tergantikan oleh teknologi apapun,” tegas mantan kepala Perpustakaan UIN Sumatera Utara tersebut.

Dibagian lainnya, rektor mengungkapkan bahwa UIN Sumatera Utara agar dapat dikenal dunia sebagai destinasi kajian Keislaman yang handal dengan kekuatan desain keilmuan integrasi – transdisipliner.

“Kita akan berupaya agar dosen kita dengan karya akademik dikenal dan menjadi rujukan dunia. Ketika institusi, produk universitas dan para dosen mendapatkan pengakuan dunia internasional maka otomatis alumni akan mudah diterima di dunia internasional. Apakah untuk mengembangkan karir akademiknya ataupun meningkatkan kerja profesionalisme,” ujarnya. (dmp/han)

Baznas Labuhanbatu: Zakat Sama Pentingnya dengan Ibadah Salat

KAJIAN: Pengurus Baznas Labuhanbatu, ustad Mulkan AB memberikan kajian tentang pentingnya menunaikan zakat.( FAJAR/SUMUT POS)
KAJIAN: Pengurus Baznas Labuhanbatu, ustad Mulkan AB memberikan kajian tentang pentingnya menunaikan zakat.( FAJAR/SUMUT POS)

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO- Pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Labuhanbatu, ustad Ahmad Mulkan AB mengatakan, zakat sama pentingnya dengan menunaikan ibadah salat.

“Kalau kita sebagai umat muslim, umat yang beriman yang berpegang teguh kepada agama Allah, perintah zakat ini sama pentingnya seperti perintah salat,” katanya saat kajian disiarkan secara langsung melalui Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) FM di Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Rantau Selatan, Selasa (20/5).

BAZNAS Labuhanbatu bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Labuhanbatu, melakukan kolaborasi melalui Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) untuk mengajak masyarakat menunaikan zakat, yang merupakan salah satu dari lima rukun Islam.

Menceritakan di zaman para sahabat, Ustaz Mulkan menerangkan bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq pernah memerangi orang-orang yang tidak mau menunaikan zakatnya.

Menurutnya, hal itu menandakan luar biasanya Islam yang dibangun dengan pondasi di dalam lima perkara.

“Luar biasanya Islam itu yang dibangun dengan lima perkara, salah satunya kita menunaikan zakat, dan ini termasuk rukun Islam, selain kita bersyahadat kepada Allah SWT, kita mendirikan salat dan berpuasa di bulan Ramadan, menunaikan zakat serta melaksanakan haji bagi yang mampu,” terangnya.

Dijelaskan juga, kehadiran Baznas Labuhanbatu guna menciptakan masyarakat yang bisa turut serta mensejahterakan umat. Kehadiran Baznas diharapkan bisa mencerahkan masyarakat betapa pentingnya menunaikan zakat.

“Mudah-mudahan dengan kajian-kajian zakat yang dilakukan oleh Baznas dan RSPD bisa mencerahkan masyarakat Labuhanbatu betapa pentingnya untuk membayar zakat, betapa pentingnya untuk menunaikan zakat,” jelasnya.

Bukan cuma itu saja, kata Ustaz Mulkan, kehadiran Baznas Labuhanbatu bertujuan untuk menghimpun sebanyak-banyaknya para wajib zakat yang Allah SWT telah tetapkan secara hukum Islam, ini yang menurutnya harus sama-sama dipahami terlebih dahulu.

“Poin penting kajian kita pagi hari ini bagaimana zakat itu bisa sampai informasinya ke masyarakat, kesadaran untuk menunaikan zakat itu sampai di hati dan pikiran masyarakat, maka Insyaallah iman kita akan tergerak untuk melaksanakan dan menunaikan zakat,” tutupnya. (fdh/han)

Deputi Kementerian UMKM Puji Produk Kewirausahaan Mahasiswa USM Indonesia

WIRAUSAHA: Deputi Kementerian UMKM melihat produk kewirausahaan mahasiswa USM Indonesia, Selasa (20/5). (DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS)
WIRAUSAHA: Deputi Kementerian UMKM melihat produk kewirausahaan mahasiswa USM Indonesia, Selasa (20/5). (DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia komit untuk mengambil peran strategis dalam penguatan ekosistem Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif di Indonesia. Hal ini disampaikan Ketua Yayasan Sari Mutiara Dr Parlindungan Purba MM saat dialog kewirausahaan bersama mahasiswa USM Indonesia.

Dialog di Hall Washington Purba Kampus USM Indonesia ini dihadiri Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman diwakili Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Siti Azizah. Hadir juga dalam dialog tersebut, Kepala BBPOM di Medan Martin Suhendri, Ketua IAI Sumut Agustama, para asisten Deputi Kementerian UMKM, dosen USM Indonesia dan undangan lainnya.

Dr Parlindungan Purba MM menegaskan bahwa USM Indonesia tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik semata, tetapi juga pada pembentukan wirausahawan muda yang inovatif, berintegritas dan siap bersaing di tengah transformasi digital dan tantangan ekonomi global.

USM Indonesia, lanjutnya, saat ini telah mengembangkan sejumlah pusat studi dan unit penggerak kewirausahaan seperti Pusat Studi Lingkungan dan Sampah, Pusat Studi Rendah Karbon, Career Development & Alumni Centre serta 12 Unit UMKM mahasiswa.

“Lebih dari 79 mahasiswa telah aktif terlibat dalam program kewirausahaan kampus. Beberapa UMKM mahasiswa yang telah berjalan antara lain Baby Spa, Spa Hamil, Pizza Oe, Rani Florist, CV Moga Pertama Perkasa, hingga Samura Home Care,” imbuhnya.

Kolaborasi strategis juga terus dijalin, termasuk pelatihan digitalisasi UMKM berbasis kurikulum merdeka belajar, program pengabdian kepada masyarakat dan kerja sama dengan berbagai pihak seperti Kadin, Apindo, PTPN IV, BPOM dan pemangku kepentingan lain untuk mendukung produk lokal dan perluasan akses pasar.

“Kami menyambut baik arahan ibu dan berharap USM Indonesia dapat menjadi bagian dari ekosistem UMKM binaan Kementerian UMKM,” ujar ketua Yayasan Dari Mutiara.

USM Indonesia juga mengajukan harapan agar bisa menjalin pilot project bersama Kementerian dalam program inkubasi wirausaha mahasiswa, serta memperoleh dukungan dalam pembiayaan mikro, literasi ekspor dan platform digitalisasi UMKM kampus.

“Kami siap bekerja sama, kita sudah siapkan tempatnya,” imbuh Parlindungan sembari memperkenalkan alumni USM Indonesia yang sudah bekerja di Jepang melalui video.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Siti Azizah mengatakan bahwa meningkatkan jumlah wirausaha di Indonesia tidak semata-mata didorong oleh target pembangunan nasional, tetapi karena memang menjadi kebutuhan bangsa.

“Tujuan kita menambah jumlah wirausaha bukan hanya karena RPJMN. Tapi karena kondisi saat ini memang menuntut kita untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja,” ujar Siti Azizah.

Deputi menyebut bahwa pilihan kerja saat ini terbagi menjadi dua jalur utama. Sektor pemerintahan dan sektor swasta. Namun, keduanya menghadapi keterbatasan, apalagi di tengah dinamika dan tantangan dunia usaha yang kian kompleks.

Siti Azizah menilai bahwa menjadi wirausaha adalah langkah yang paling tepat. “Di Sumut sendiri, potensinya luar biasa. Ada 1,2 juta wirausahawan yang bisa didorong untuk tumbuh,” katanya.

Deputi menjelaskan bahwa profesi wirausaha bukanlah hal biasa. Justru, kata dia, sangat mulia. Bahkan, Presiden RI Prabowo Subianto telah menempatkan penguatan kewirausahaan sebagai bagian dari Asta Cita, arah pembangunan nasional yang mencerminkan visi besar negara.

“Kita terus bergerak untuk mengajak generasi muda, terutama mahasiswa, agar tidak hanya mencari kerja, tapi juga bisa menciptakan pekerjaan bagi orang lain,” paparnya.

Siti Azizah juga mengungkapkan tantangan yang masih dihadapi pelaku usaha, terutama perempuan. Meski 64 persen pelaku UMKM adalah perempuan, akses terhadap layanan keuangan, perizinan, dan teknologi digital masih belum merata.

“Banyak wirausaha perempuan yang masih terkendala izin dari keluarga, akses ke perbankan juga masih rendah. Lembaga keuangan ke depan harus lebih mendukung womenpreneur agar mereka bisa berkembang,” imbuhnya.

Siti Azizah juga mengingatkan bahwa dunia saat ini membutuhkan sektor care economy, seperti layanan kesehatan, perawatan, dan kepedulian sosial, yang bisa menjadi peluang besar bagi generasi muda.

“Jadi adik-adik semua, dari fakta-fakta yang saya sebutkan tadi, maju terus untuk jadi wirausaha. Memang banyak tantangannya, dari perizinan sampai sertifikasi. Maka, kita perlu kolaborasi dengan kementerian dan lembaga lain, untuk melakukan pembinaan, pengembangan dan pelatihan dalam hal ini. Kita harus berkolaborasi dan saling bantu, sehingga apa yang dibutuhkan calon UMKM bisa terpenuhi,” pesannya.

Dalam kesempatan ini, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Siti Azizah didampingi Ketua Yayasan Sari Mutiara Dr Parlindungan Purba MM juga melihat display produk kewirausahaan baik produk pangan dan sandang serta jasa dari para mahasiswa USM Indonesia.

“Saya sudah mutar-mutar melihatnya. Menurut saya, bagus. Yang dah siap jual silakan masuk market, baik offline maupun online,” katanya.(dmp/han)

Peringatan Harkitnas ke-117, Eliyunus: Momentum Bangkitkan semangat Kerja untuk Kemajuan Nias Barat

SAMBUTAN: Bupati Nias Barat, Eliyunus Waruwu memberikan kata sambutan pada peringatan Harkitnas ke-117 di hadapan jajaran ASN Pemkab Nias Barat, Selasa (20/5). FOTO: OLOHETA GULO/SUMUT POS
SAMBUTAN: Bupati Nias Barat, Eliyunus Waruwu memberikan kata sambutan pada peringatan Harkitnas ke-117 di hadapan jajaran ASN Pemkab Nias Barat, Selasa (20/5). FOTO: OLOHETA GULO/SUMUT POS

NIAS BARAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Nias Barat, Eliyunus Waruwu, S.Pt., M.Si., memimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 di halaman Kantor Bupati Nias Barat, Onolimbu, Selasa (20/5/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Nias Barat, Eliyunus Waruwu menekankan pentingnya semangat persatuan dan kolaborasi lintas sektor dalam membangun Daerah. Hari Peringatan Kebangkitan Nasional ini merupakan refleksi akan semangat dalam memperjuangkan dan mempertahankan nilai-nilai semangat kemajuan.

“Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum bagi kita semua untuk merefleksikan nilai-nilai perjuangan dan membangkitkan semangat kerja demi kemajuan Nias Barat”, ujarnya Bupati.

Peringatan Harkitnas tahun ini mengusung tema “Bangkit untuk Indonesia Emas”, yang mencerminkan tekad bersama untuk mempercepat transformasi menuju Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing global menjelang satu abad kemerdekaan pada tahun 2045.

Lebih lanjut, Bupati menyoroti beberapa kegiatan yang harus dicapai oleh pemerintah dalam berbagai sektor yang langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat, seperti: Kesejahteraan sosial, Kesehatan, Ekonomi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

“Dalam momen ini kita berkomitmen meningkatkan program yang langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat Nias Barat”, Tegas Bupati Eliyunus Waruwu.

Upacara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Sozisokhi Hia, S.H., M.M., Ketua TP-PKK Ny. Elvita Eliyunus Waruwu, Pj. Sekda, para asisten, seluruh pimpinan OPD, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nias Barat.

Rangkaian upacara berlangsung tertib dan penuh semangat nasionalisme, ditandai dengan pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan sejarah kebangkitan nasional, serta menyanyikan lagu-lagu perjuangan. (mag9/han)

Peringati Harkitnas, Lapas Medan Usung Semangat Persatuan

HARKITNAS: Lapas Kelas I Medan, memperingati Harkitnas 2025, Selasa (20/5).
HARKITNAS: Lapas Kelas I Medan, memperingati Harkitnas 2025, Selasa (20/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 Tahun 2025. Dalam upacara yang diikuti seluruh pegawai dan perwakilan warga binaan, Lapas Medan mengusung semangat persatuan

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Medan Herry Suhasmin, dalam amanat Menteri Komunikasi dan Digital RI, menegaskan pentingnya menjadikan momen Harkitnas sebagai pijakan untuk terus bangkit menghadapi tantangan zaman, termasuk dalam menghadapi disrupsi teknologi, krisis pangan global, dan ancaman kedaulatan digital.

“Kita sedang membuka kembali halaman penting dari sejarah perjuangan bangsa. Kebangkitan bukan hanya milik masa lalu, tapi harus terus hidup dalam aksi nyata kita hari ini, termasuk dalam memberikan pelayanan pemasyarakatan yang humanis, adil, dan bermartabat,” ujar Kalapas, Selasa (20/5).

Peringatan Harkitnas tahun ini, mengusung tema ‘Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat’. Tema ini sejalan dengan arah pembangunan nasional oleh Pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran, dimana pembangunan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan kebijakan yang adil dan merata untuk rakyat.

Kata dia, kebangkitan nasional hari ini diwujudkan melalui aksi konkret seperti program makan bergizi gratis bagi anak-anak, layanan kesehatan gratis, pengembangan pusat pelatihan vokasi, hingga pelindungan anak di ruang digital semua demi membangun Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan berdaya saing di era global.

Pelaksanaan upacara di Lapas Kelas I Medan ini tidak hanya menjadi sarana refleksi historis, tetapi juga memperkuat semangat nasionalisme di lingkungan pemasyarakatan, baik bagi petugas maupun warga binaan.

“Semangat kebangkitan harus terasa hingga ke seluruh penjuru negeri, termasuk di balik tembok pemasyarakatan. Karena setiap kita memiliki peran dalam membangun Indonesia yang lebih kuat dan beradab,” pungkasnya.

Upacara berlangsung tertib dan lancar, serta ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan bangsa dan semangat kebangkitan yang tak pernah padam. (man/han)