Home Blog Page 2513

Muscab IV Serentak Selesai, Demokrat Sumut Kawal Budaya Regenerasi dan Demokrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Musyawarah Cabang (Muscab) IV Serentak Gelombang III DPD Partai Demokrat Sumut berakhir, Jumat (15/7/2022). Pelaksanaan Muscab ini adalah jalan untuk menunjukkan bahwa proses regenerasi dan kaderisasi yang demokratis dalam Partai Demokrat itu berjalan dengan damai sesuai dengan konstitusi dan aturan yang dianut oleh seluruh kader di semua tingkatan.

Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, M Lokot Nasution mengatakan, Muscab IV Gelombang III ini menutup seluruh rangkaian Muscab kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara yang sebelumnya telah mulai dari gelombang I dan II.

“Seluruh Muscab IV Serentak Sumut sudah berakhir, dengan berakhirnya ini. Maka agenda selanjutnya adalah fit & propertest, serta diumumkannya ketua terpilih, penyerahan Surat Keputusan (SK) yang ditandatangani Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono,” kata Lokot didampingi Kepala Bakomstra DPD Partai Demokrat Sumut, Chairil Hudha di Le Polonia Hotel, Medan, Jumat (15/7/2022).

Dia mengatakan, para calon ketua DPC yang sudah mengikuti rangkaian Muscab IV ini sudah menunjukkan sikap terbaiknya dalam menjaga narwah partai sesuai dengan amanat ketua umum. “Saya percaya, semua kader partai yang maju ini adalah kader terbaik di daerahnya masing-masing, dan memiliki niat yang kuat dalam membesarkan partai dan memenangkan hati, pikiran dan pilihan masyarakat sumatera utara,” ucap Ketua DPD Partai termuda di Sumut ini.

Lebih lanjut, Lokot memaparkan, di Muscab IV serentak gelombang III ini ada lima kabupaten/kota yang digelar yakni Kabupaten Asahan, Pakpak Bharat, Kota Sibolga, Tanjung Balai dan Kota Medan. Dari masing-masing kabupaten/kota yg berkontestasi ini, terang Lokot ada kabupaten yang calonnya satu atau aklamasi seperti Kota Tanjungbalai dan Kota Sibolga, tetapi daerah lainnya ada juga yang dua calon seperti Kota Medan dan Asahan serta Pakpak Bharat.

“Bagi peserta yang sudah lolos verifikasi akan dihubungi panitia DPP untuk mengikuti fit & proper test dengan tim 5, Ketua Umum Partai Demokrat, Sekjend DPP dan Kepala BPOKK DPP serta Ketua DPD dan sekretaris DPD,” terangnya.

Lokot juga menyampaikan tentang beragam berita yang beredar tentang Muscab III Partai Demokrat Kota Medan ricuh. Apa yang dijalankan panitia Muscab adalah sesuai dengan pedoman dan amanat Ketua Umum di Partai Demokrat.

“Demokrat ini adalah partai yang teduh, etika kami terjaga oleh adab yang diajarkan orangtua dan pendiri partai kami, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, tidak ada ribut-ribut di partai kami. Semua jelas sesuai dengan pedoman dan amanat ketua umum kami, jika ada sedikit teriak-teriak. Itu biasa dalam arena musyawarah. Kawan-kawan semua bersemangat ingin bersama membesarkan partai. Alhamdulillah setelahnya semua kembali berangkulan,” ucapnya. (adz)

Menko Airlangga Jelaskan Tiga Upaya Menguatkan Ketahanan Pangan Sebuah Negara

NUSA DUA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah terus berkomitmen memberikan perhatian kepada sektor pertanian guna meningkatkan ketahanan pangan sekaligus mengakselerasi pertumbuhan dan aktivitas perekonomian nasional.

Dalam G20 High Level Seminar yang bertajuk “Strenghtening Global Collaboration for Tackling Food Insecurity” di Bali, Jumat (15/07), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir secara virtual menyampaikan bahwa negara-negara di dunia perlu mempercepat dan memperkuat kolaborasi global untuk mengatasi tantangan yang ada dalam ketahanan pangan.

“Negara-negara G20 perlu berkomitmen untuk bahu membahu dan memperkuat kolaborasi global untuk mengatasi tantangan ketahanan pangan global,” tegas Menko Airlangga.

Lebih lanjut, Menko Airlangga menegaskan bahwa Indonesia mengusulkan ketahanan pangan menjadi prioritas utama dan harus dimulai dari diri sendiri. Pada kesempatan tersebut Menko Airlangga juga menjelaskan tentang tiga upaya yang dapat dilakukan untuk menguatkan ketahanan pangan sebuah negara. Ketiga upaya tersebut yakni mengurangi sampah makanan, mengembangkan diversifikasi pangan lokal, dan membangun ketahanan pangan dalam jangka panjang.

Untuk mengurangi sampah makanan, Menko Airlangga mengatakan bahwa inisiatif kecil seperti mengubah menu prasmanan ke ala carte dan menyimpan makanan dengan baik dapat memberikan dampak yang signifikan. Kemudian tentang pengembangan diversifikasi pangan lokal, Menko Airlangga mengatakan bahwa Indonesia telah mengembangkan makanan dan industri lokal seperti sagu, sorgum, singkong, dan buah-buahan lokal sebagai upaya optimalisasi potensi pemanfaatan lahan dan pangan lokal. Di sisi lain, upaya diversifikasi pangan lokal dilakukan juga untuk mengembangkan industri pengolahan pangan lokal.

Selanjutnya, Menko Airlangga menjelaskan bahwa Indonesia saat ini juga tengah membangun ketahanan pangan dalam jangka panjang. Indonesia melakukan penguatan yang lebih komprehensif pada rantai produksi pertanian dari hulu ke hilir. Indonesia mengembangkan Corporate Farming, Closed Loop, Food Estate, dan sistem terintegrasi dari hulu hingga hilir dengan melibatkan semua pemangku kepentingan.

“Di hulu, Pemerintah telah mengembangkan kebijakan untuk melindungi sawah di 8 provinsi seluas 3,8 juta hektar dan akan terus meluas ke provinsi lain. Di hilir, Pemerintah memastikan konsumen mendapatkan akses pangan yang aman dan berkualitas melalui penguatan cadangan pangan nasional, terutama di tingkat petani, pembangunan infrastruktur, dan logistik pangan,” jelas Menko Airlangga.

Menutup penjelasannya, Menko Airlangga kembali menekankan pentingnya kolaborasi antar negara dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan global.

“Indonesia meyakini bahwa setiap negara, termasuk Indonesia, perlu menyediakan dan menyiapkan cadangan minimum pangan yang tidak hanya untuk satu negara, tetapi juga untuk negara lain. Negara-negara perlu bekerja sama untuk saling menyiapkan cadangan pasokan pangan, sehingga kita dapat bertukar ketika sangat membutuhkan,” pungkas Menko Airlangga. (ltg/fsr/adv/*)

Kemenkumham Sumut Gelar Diseminasi Layanan Kewarganegaraan di Samosir

DISEMINASI: Kanwil Kemenkuham Sumut menggelar diseminasi layanan Kewarganegaraan di Hotel Vantas, Kabupaten Samosir.(ist)

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir menggelar diseminasi layanan Kewarganegaraan dan Pewarganegaraan di Hotel Vantas, Kabupaten Samosir, Jumat (15/7).

Dalam kegiatan ini, dihadiri langsung oleh Pj. Sekda Kab. Samosir, Hotraja Sitanggang dan Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil Disdukcapil Kabupaten Samosir, Lince Tiar Uly Limbong.

Bertindak selaku Narasumber dari Kanwil Kemenkumham Sumut yaitu Kadiv Pelayanan Hukum dan HAM, Alex Cosmas Pinem dengan moderator Kabid Pelayanan Hukum, Yulius Manurung. Dimana, kegiatan ini dilakukan dengan diskusi panel dengan pola pemberian materi yang dilanjutkan dengan tanya jawab.

Terkait dengan kewarganegaraan, maka Status kewarganegaraan merupakan salah satu hak asasi manusia yang harus dilindungi dan dipenuhi sebagaimana diatur dalam Pasal 28D ayat (4) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan bahwa “Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan.”

Sebagai hak konstitusional, negara wajib dan bertanggung jawab untuk menghormati, melindungi dan memenuhi hak-hak warga negaranya. Masalah kewarganegaraan merupakan masalah yang nyata bagi seseorang dalam suatu negara, karena hak dan kewajiban seseorang itu terkait dengan status kewarganegaraan.

Status kewarganegaraan seseorang juga menentukan penundukan dirinya terhadap yurisdiksi hukum pada suatu negara. Terhadap penanganan permasalahan tadi tentu saja tidak terlepas dari peran para stakeholder terkait.

Untuk itu perlu adanya pemahaman yang sama bagi para stakeholder yang menangani permasalahan kelengkapan dokumen kewarganegaraan dan juga perlu dijalinnya sinergisitas antara Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM dengan para stakeholder terkait demi terciptanya suatu kepastian hukum bagi masyarakat selaku pemohon status kewarganegaraan.

Adapun peserta dalam kegiatan Diseminasi ini yaitu berasal dari 9 Camat dan Kepala Desa di Kabupaten Samosir, Disdukcapil Samosir, instansi terkait lainnya dan Perca di Samosir.

Pj. Sekda Samosir menyampaikan mengenai kabupaten Samosir dan mengungkapkan beberapa hal terkait Kependudukan di Samosir dan diketahui bahwa terdapat 32 orang Kewarganegaraan asing di Samosir dan terdapat beberapa perkawinan campuran dengan warga negara Jerman.

Tujuan pelaksanaan kegiatan yaitu memberikan informasi dan pemahaman terkait layanan Kewarganegaraan dan Pewarganegaraan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, membahas permasalahan yang kerap terjadi terkait status kewarganegaraan, menjalin sinergisitas antara Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM dengan para stakeholder terkait dengan kewarganegaraan, dan mewujudkan Layanan Kewarganegaraan yang cepat, tepat dan akuntable.(gus)

Ethics Care: Tertibkan Motor Knalpot Bising

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kendaraan bermotor, baik mobil maupun sepeda motor, dilengkapi knalpot sesuai standar pabrikan. Namun, tidak jarang sebagian pengguna mengganti atau memodifikasi knalpot bawaan dengan yang tidak standar, sehingga menimbulkan suara bising.

Masalahnya, para pengguna motor akan merasa lebih gahar jika motornya telah menggunakan knalpot free flow (racing), padahal knalpot tidak standar itu menghasilkan polusi suara bahkan sampai memekakkan telinga. “Apalagi suara bising tersebut seringkali terjadi malam hari dan tidak hanya berada dijalan protokol tapi merengsek ke wilayah permukiman warga,” kata Farid Wajdi, Founder Ethics Care dalam keterangan tertulisnya yang diterima SumutPos.co, Jumat (15/7/2022).

Secara hukum, sebut Farid, penggunaan knalpot tidak standar ini tidak dibenarkan, bahkan terdapat sanksi pidananya. Untuk kendaraan dengan knalpot bising ini dapat menjadi salah satu sasaran petugas polisi ketika menetapkan rasio kepatuhan lalu lintas di jalanan.

“Petugas kepolisian perlu giat razia lalu lintas, dan kembali menertibkan bahkan jika perlu menyita penggunaan knalpot racing atau bising yang tidak sesuai aturan Standar Nasional Indonesia (SNI). Intinya sebagai upaya pencegahan sekaligus tindakan represi petugas dapat menilangnya untuk kemudian diberi sanksi sesuai undang-undang,” ujarnya.

Lebih lanjut Farid mengatakan, dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) juga dijelaskan bahwa knalpot yang laik jalan merupakan salah satu persyaratan teknis kendaraan yang dapat dikemudikan di jalan. Peraturan ini termaktub dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2009. “Dalam peraturan ini, disebutkan bahwa motor yang berkubikasi 80-175 cc, tingkat kebisingannya adalah 80 dB. Sedangkan untuk motor di atas 175 cc maksimal bisingnya adalah 83 dB,” ungkapnya.

Sanksi Pidana
Karena itu, Farid menegaskan, pengguna knalpot bising dapat dikenai sanksi sesuai dengan Pasal 285 ayat (1). Pasal ini berbunyi: “setiap orang yang mengemudikan motor di jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3), dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.”

Kepada petugas polisi, Farid meminta agar dapat melakukan pendataan terhadap bengkel-bengkel variasi yang selama ini ditengarai menjual dan memasang knalpot bising. Perlu didata dan tindakan edukasi. “Selain itu, petugas kepolisian senantiasa melakukan pendidikan bagi pemilik kendaraan dalam hal melakukan pergantian baik yang berhubungan dengan kebisingan suara, kelayakan jalan, kedalaman alur ban, keterangan lampu, klakson atau spare part yang tidak lulus uji teknis,” tegasnya.

Farid juga menyebutkan, knalpot racing juga sangat berdampak pada pencemaran udara, karena knalpot ini tidak mempunyai penyaringan emisi gas buang (catalytic converter).
Emisi gas buang yang dihasilkan oleh knalpot racing menjadi lebih berbahaya.
“Bagi orang di sekitar motor yang menggunakan knalpot racing adalah polusi suara.
Knalpot ini menghasilkan suara yang berisik dan sangat mengganggu orang lain yang ada di sekitarnya,” pungkasnya. (adz)

Atasi Kondisi Pasar Becek dan Gelap, PUD Pasar Pasang Talang di Pasar Kemiri

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dulunya, Pasar Kemiri akrab dengan kondisinya yang becek dan sedikit gelap. Pasalnya, kondisi talang di pasar tersebut bocor dan tidak ada atap penghubung. Namun sekarang, kondisi tersebut sudah jauh berbeda. Bahkan saat ini pasar yang terletak di Jalan Kemiri, Kecamatan Medan Kota itu jauh lebih terang karena telah dipasang talang dan atap penghubung.

Hal ini diungkapkan oleh pedagang kepada Dirut PUD Pasar Kota Medan, Suwarno, Jumat (15/7). Saat itu, Suwarno melakukan peninjauan ke Pasar Kemiri didampingi Kacab I Agus Syahputra dan Kepala Pasar Kemiri Ronald Sihotang.

Salah seorang pedagang sayur di Pasar Kemiri, Chandra mengungkapkan jika pihaknya saat ini merasa lebih nyaman ketika berjualan. Chandra yanh telah berjuaalan selama 20 tahun di pasar itu mengungkapkan, dipasangnya talang dan atap penghubung juga membuat Pasar Kemiri lebih terang dan tertata.

“Pasar sekarang jadi lebih terang. Kalau dulu, hujan dikit becek. Setelah ini (talang) dipasang, jadi gak ada lagi (becek). Makin nyamanlah sekarang untuk jualan,” ucap Chandra.

Tak jauh berbeda dengan Chandra, pedagang lainnya Rustiana br Ginting juga merasa girang dengan pemasangan talang yang dilakukan PUD Pasar Medan. Menurut Rustiana, kondisi tidak ada talang di Pasar Kemiri sudah berlangsung selama kurang lebih 5 tahun.

“Terimakasih lah kami ucapkan ke PUD Pasar, senang kali lah hati kami karena sudah dipasang talang ini,” ujar Rustiana.

Kendati talang baru selesai dipasang dalam hitungan minggu, lanjut Rustiana, tetapi hal tersebut sudah memberi dampak dengan penjualannya yang meningkat.

“Kalau dulu pembeli itu jarang mau sampai ke dalam ini, karena kan kalau hujan dikit aja becek. Sekarang karena ada ini (talang) dipasang, jadi ada orang yang mau belanja sampai (ke dalam) sini. Berdampak jugalah dengan meningkatnya pendapatan kami,” katanya.

Sementara itu, Dirut PUD Pasar Medan Suwarno, menjelaskan talang yang dipasang memikiki panjang 73 meter, pipa sepanjang 73 meter, dan panjang atap penghubung 36,5 meter.

Dijelaskannya, perbaikan hingga penggantian infrastruktur sarana dan prasarana di pasar, tak lain untuk menciptakan kenyamanan bagi pedagang dan pengunjung. Suwarno pun mengajak para pedagang dan pengunjung untuk berkolaborasi menjaga fasilitas yang telah ada.

“PUD Pasar secara bertahap melakukan perbaikan terhadap sarana dan prasarana demi menunjang kenyamanan pedagang. Mari kita kolaborasi menjaga ini semua supaya lingkungan pasar nyaman. Kita harapkan dari situ akan berdampak dengan meningkatnya pendapatan para pedagang,” pungkas Dirut.

Perbaikan Tangga di Pasar Kampung Lalang

Sementara itu, perbaikan fasilitas pasar juga dilakukan di Pasar Kampung Lalang, yakni perbaikan anak tangga di pintu masuk utama pasar.

Direktur Operasional PUD Pasar Kota Medan, Ismail Pardede mengatakan, tangga yang diperbaiki memiliki panjang 12,6 meter dengan luas 45 meter.

“Perbaikan dilakukan lantaran sudah amblas. Karena atas permintaan pedagang dan kedaruratan, maka PUD Pasar bergerak cepat melakukan perbaikan tersebut,” kata Ismail.

Tangga yang baru diperbaiki itu, lanjut Ismail, memiliki jumlah tujuh anak tangga dari yang sebelumnya enam anak tangga. Penambahan ini dilakukan, agar tangga lebih landai ketimbang yang dibangun sebelumnya.

“Penambahan anak tangga ini sebagai bentuk memudahkan pedagang dan pengunjung dalam mempergunakan anak tangga di Pasar Kampung Lalang,” pungkasnya. (map)

Telkomsel Kembali Lakukan Upgrading  Layanan Jaringan 3G ke 4G/LTE di 16 Kota/ Kabupaten Provinsi Sumatera Utara

Telkomsel akan melakukan proses peningkatan/pengalihan (upgrade) layanan jaringan 3G ke 4G/LTE sepanjang bulan Juli 2022 di 16 kota atau kabupaten yang berada di Provinsi Sumatera Utara. Telkomsel juga mengajak pelanggan yang masih menggunakan kartu SIM non 4G untuk mengganti dengan uSIM 4G. Pelanggan dapat melakukan penggantian kartu dengan mengunjungi GraPARI Telkomsel terdekat.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wujudkan komitmen dalam menghadirkan konektivitas digital berteknologi terdepan yang merata dengan kualitas setara, Telkomsel akan melakukan proses peningkatan/pengalihan (upgrade) layanan jaringan 3G ke 4G/LTE sepanjang bulan Juli 2022 di 16 kota atau kabupaten yang berada di Provinsi Sumatera Utara. Proses upgrade jaringan 3G ke 4G/LTE tersebut akan dilakukan secara bertahap di 16 kota/ kabupaten Sumatera Utara seperti Asahan, Batu Bara, Binjai, Deli Serdang, Karo, Kota Medan, Kota Gunung Sitoli, Kota Pematang Siantar, Labuhan Batu, Langkat, Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Pakpak Bharat, Serdang Bedagai dan Toba Samosir. Ini merupakan bagian dari proses upgrading layanan Jaringan 3G ke 4G/LTE Telkomsel yang ditargetkan rampung secara nasional pada Desember 2022.

General Manager Network Service Assurance Sumbagut Telkomsel, Ardhiono mengatakan, sepanjang bulan Juli 2022, kami akan memulai tahapan upgrade layanan jaringan 3G ke 4G/LTE secara bertahap di beberapa kota dan kabupaten di Provinsi Sumatera Utara. Proses upgrading ini merupakan bagian dari usaha kami menghadirkan konektivitas berteknologi terdepan yang lebih efisien dan efektif, serta dapat mendorong pemerataan jaringan broadband terdepan. Dengan proses upgrading ini, kami berharap akan ada semakin banyak kesempatan yang terbuka bagi masyarakat Indonesia untuk menikmati dan memaksimalkan pengalaman akses broadband 4G/LTE yang lebih merata, cepat, stabil, dan dapat diandalkan, baik dalam memaksimalkan aktivitas digital sehari-hari maupun mengakselerasi transformasi digital di dalam mendukung aktivitas bisnis hingga tingkat masyarakat di pelosok negeri.”

Untuk memastikan proses upgrade layanan 3G ke 4G/LTE secara bertahap dan terukur di beberapa kota dan kabupaten provinsi Sumatera Utara dapat berjalan baik dan tidak mengurangi kenyamanan pelanggan, Telkomsel telah mempersiapkan seluruh action plan mulai dari persiapan teknis, sosialisasi kepada pelanggan, hingga tahapan mitigasi secara optimal, yang dilakukan hingga tingkat kecamatan di kota/kabupaten yang akan menjalani proses upgrade.

Ardhiono menambahkan, hingga saat ini Telkomsel telah menggelar lebih dari 15 ribu  BTS 4G/LTE di wilayah operasional Sumbagut. Adapun untuk wilayah Provinsi Sumatera Utara, Telkomsel telah menggelar lebih dari 10.500 BTS 4G/LTE. Nantinya, Telkomsel juga akan terus menambah BTS 4G/LTE baru di sepanjang tahun 2022 untuk mendukung beragam aktivitas digital dan layanan broadband yang lebih maksimal.

Telkomsel senantiasa terus mengajak seluruh pelanggan yang masih menggunakan layanan 3G agar segera melakukan migrasi atau beralih ke layanan 4G/LTE untuk dapat menikmati pengalaman akses broadband yang prima melalui berbagai layanan serta beragam keuntungan yang ditawarkan dari Telkomsel. Pelanggan bisa melakukan pergantian uSIM 4G di outlet & GraPARI Telkomsel terdekat. Bagi pelanggan yang ingin melakukan migrasi ke uSIM 4G bisa terlebih dahulu melakukan pengecekan terhadap ketersediaan jaringan 4G di wilayahnya dan dukungan 4G pada perangkat yang digunakan. Pengecekan dapat dilakukan dengan mudah melalui USSD Menu Browser (UMB) di *888*47#.

Bagi pelanggan yang sudah upgrade/migrasi ke layanan 4G/LTE, tetap bisa menggunakan layanan telepon seperti biasa, dengan memaksimalkan jaringan 2G dan 4G/LTE yang tersedia di setiap wilayah. Pelanggan juga dapat merasakan pengalaman panggilan suara berkualitas HD sambil menikmati akses internet baik itu browsing, bermain game, video streaming, secara bersamaan dengan menggunakan layanan VoLTE Telkomsel, tentunya dengan mengaktifkan fitur VoLTE yang ada di smartphone terlebih dahulu. Saat ini, layanan VoLTE Telkomsel sudah tersedia berbagai kota/kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, dan  dapat digunakan di lebih dari 100 tipe smartphone.

“Telkomsel memastikan berbagai upaya pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas jaringan, serta pengembangan layanan dijalankan secara customer-centric, karena seluruh kegiatan ini semata-mata untuk menjawab kebutuhan gaya hidup digital pelanggan yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Telkomsel juga telah mendapatkan kepercayaan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI  untuk terus melakukan proses upgrading ini untuk mewujudkan pemerataan dan kesetaraan akses broadband terdepan yang akan membuka lebih banyak peluang penguatan ekosistem digital yang inklusif hingga pelosok negeri”, tutup Ardhiono.(rel)

Pemko Medan Gelar Pelatihan Membatik guna Tingkatkan Kemampuan Pelaku IKM

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan melalui Dinas Perindustrian Kota Medan menggelar Pelatihan Membatik untuk pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Ardhiani Batik, Jalan Bersama Gang Musyawarah, Kelurahan Bantan, Medan Tembung, Kamis (14/7/2022). Pelatihan membatik ini merupakan upaya untuk mewujudkan Satu Kelurahan Satu Sentra Usaha (Sakasanwira) program Wali Kota Medan Bobby Nasution.

Selain itu pelatihan yang diikuti 20 peserta yang berasal dari IKM di kecamatan Medan Tembung ini juga merupakan bentuk dari pengembangan UMKM yang termasuk dalam program prioritas Bobby Nasution. Selama 10 hari mulai dari tanggal 14 Juli sampai 25 Juli 2022 peserta akan dilatih oleh instruktur terkait dengan peningkatan kemampuan atau skill maupun inovasi desain motif batik.

Kepala Dinas Perindustrian Kota Medan Parlindungan Nasution ketika membuka pelatihan ini mengatakan saat ini Pemko Medan dibawah kepemimpinan bapak Wali Kota Medan Bobby Nasution tengah fokus terhadap pengembangan UMKM. Oleh karenanya pelatihan membatik ini adalah satu satu upaya kita untuk mewujudkan keinginan Bobby Nasution. Artinya melalui pelatihan ini dapat meningkatkan Peluang usaha dan peluang kerja di bidang sandang melalui peningkatan inovasi produk industri batik.

“Diharapkan pelatihan membatik yang digelar ini dapat meningkatkan kemampuan atau skill serta keterampilan masyarakat khususnya pelaku IKM dibidang sandang khususnya batik, sehingga selesai pelatihan ini dapat meningkatkan inovasi produk batik dan meningkatkan peluang usaha dan peluang kerja di bidang industri Batik,” jelasnya.

Sebelumnya Kabid Sumber Daya Industri Dinas Perindustrian Linda Mora menjelaskan pelatihan membatik ini selain untuk meningkatkan skill dan kemampuan juga merupakan wadah untuk pelaku IKM dalam meningkatkan inovasi desain motif batik. Dengan pelatihan ini nantinya kedepannya dapat meningkatkan jumlah IKM membatik dengan kemampuan yang dapat andal dibidang membatik.

“Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan membatik ini 20 orang dari Kecamatan Medan Tembung. Mereka selama 10 hari akan dilatih oleh instruktur yang berpengalaman dan langsung menjalani praktek. Kita harapkan kegiatan ini dapat mewujudkan program Pak Wali Kota Medan dalam pengembangan UMKM,” ujarnya. (rel)

Agar Food Estate Berhasil, Koordinasi Perlu Ditingkatkan

SUMUTPOS.CO – Teknologi pertanian dan sumber daya manusia (SDM) Indonesia saat ini terbilang cukup memadai untuk mendukung program Food Estate. Namun koordinasi di level pemerintahan masih perlu ditingkatkan.

“Masalah pengembangan Food Estate kita adalah perlu memaksimalkan koordinasi lintas lembaga pemerintah dan memerlukan kesatuan komando yang kuat,” kata Kepala Lembaga Penelitian dan Pengembangan kepada Masyarakat (LPPM) IPB University Ernan Rustiadi saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (14/07) malam.

Food Estate, termasuk di dalamnya upaya perluasan lahan pertanian, merupakan salah satu program strategis pemerintah dalam pembangunan pertanian nasional 2021. Program ini melibatkan Kementerian Pertanian, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Program ini menargetkan pemenuhan ketahanan pangan dalam negeri melalui ekstensifikasi lahan di luar Pulau Jawa. Ernan mengatakan, kemampuan Indonesia dari sisi teknologi dan SDM di bidang pertanian sudah cukup mendukung untuk bisa mewujudkan program pemerintah tersebut. “Sebenarnya SDM dan teknologi kita sudah baik. Apalagi kita tidak termasuk negara miskin. Tapi kalau koordinasi tidak ada, ya (Food Estate) akan terkendala ya,” tambahnya.

Menurutnya, ekstensifikasi sektor pertanian tidak bisa dilepas begitu saja mengikuti mekanisme pasar layaknya perkebunan sawit. Terutama untuk penyediaan infrastruktur dasar, seperti sarana pengairan lahan dan infrastruktur pendukung transportasi. “Harus ada campur tangan pemerintah,” sebutnya.

Secara terpisah Ernan menjelaskan, dalam paparan dalam sebuah diskusi bertema “Kemandirian Pangan dan Tantangan Penyediaan Lahan Pangan”, 11 September 2021, bahwa terdapat tiga jenis lahan marjinal di Indonesia untuk bisa dikembangkan menjadi lahan pertanian, yaitu lahan rawa dan gambut, tanah sulfat masam, serta tanah masam.

“Teknologi saat ini sebenarnya sudah mampu mengatasi keterbatasan yang ada di lahan-lahan sulfat masam itu. Salah satu yang menonjol terjadi pada keberhasilan perkebunan sawit. Lahan-lahan sulfat masam sebenarnya bisa juga ditanami padi, tapi harus dengan sangat hati-hati,” ujar Ernan.

Sementara Guru Besar IPB University, Edi Santosa menambahkan, SDM Indonesia sudah banyak mengembangkan varietas pangan seperti padi dan sorgum yang bisa menunjang keberhasilan program Food Estate. “Kami sudah mengembangkan beberapa varietas padi baru untuk di Food Estate,” kata Edi saat dihubungi secara terpisah.

Berdasarkan data yang dibagikan Ernan, jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 320 juta pada 2045. Dengan asumsi konsumsi 110 kilogram (kg) beras per kapita, maka pada tahun tersebut akan membutuhkan beras sebanyak 35,2 juta ton atau 64 juta ton gabah kering panen (GKP).

“Jika produktivitas 6 ton GKP/hektare, maka perlu lahan luas panen 11 juta hektare. Dengan Indeks Pertanaman 150, maka membutuhkan lahan baku 7,1 juta hektare,” paparnya.

Saat ini, lahan baku sawah mencapai 7,4 juta hektare. Itu hasil audit Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional pada 2019. Di lahan sawah seluas itu berebut belasan komoditas pangan, termasuk padi. (rel/adz)

Edukasi Tentang Anemia, Dosen USU Bentuk Remaja PATEN di Langkat

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Dosen Universitas Sumatera Utara (USU) kembali melaksanakan pengabdian masyarakat, Kamis (14/7). Kali ini, SMA Negeri 1 Binjai, Kabupaten Langkat, yang menjadi mitra.

Kegiatan yang didukung sepenuhnya oleh Lembaga Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) USU ini bertujuan memberikan pemahaman tentang anemia pada remaja putri, khususnya para siswa SMA Negeri 1 Binjai, Langkat. “Kegiatan ini dilaksanakan dengan membentuk kelompok Remaja PATEN (Paham Terhadap Anemia),” kata Ecia Meilonna Koka SKM MKes, selaku ketua tim pengabdian masyarakat.

Kegiatan ini diawali dengan pre-test dan dilanjutkan dengan pemberian materi tentang remaja sehat bebas anemia. Setelah pemberian materi, para remaja putri diajak untuk melakukan praktik deteksi dini anemia melalui pemeriksaan fisik dan pemeriksaan hemoglobin menggunakan alat cek Hemoglobin (Hb) digital.

“Di samping itu, tim pengabdian masyarakat juga melatih keterampilan remaja putri untuk mampu menilai status gizi secara antropometri seperti Indeks Masa Tubuh (IMT) dan Lingkar Lengan Atas (LLA),” jelas Ecia didampingi anggota tim pengabdian masyarakat yakni Ernawati Nasution SKM MKes, Fitri Ardiani SKM MPH, dan Dina Rasmita SKep Ns MKep. Kegiatan ini juga melibatkan empat mahasiswa Prodi S1 Kesehatan Masyarakat FKM USU.

Sebelum pelatihan ditutup, dilakukan post-test kepada seluruh remaja putri dan pemberian hadiah pada peserta terbaik. Selanjutnya tim pengabdian masyarakat USU memberikan alat pengukur hemoglobin digital, timbangan berat badan, alat ukur tinggi badan dan pita LLA kepada pihak sekolah agar dapat terus dipraktikkan.

Turut hadir Kepala SMA Negeri 1 Binjai Kabupaten Langkat Azmar SPd didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Nur Utami Wanti SPd. Kegiatan pengabdian masyarakat inipun disambut baik oleh pihak sekolah.

Dalam sambutannya Azmar mengimbau kepada para siswa untuk fokus dalam setiap kegiatan, sehingga nantinya betul-betul memahami dan dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari serta mampu memberikan informasi bagi teman dan lingkungan sekitar. (adz)