27 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 253

DPRD Medan Minta Surat Izin Operasional Panti Asuhan Bait Allah Diberikan

RDP: Komisi II DPRD Kota Medan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait polemik Panti Asuhan Bait Allah di ruang Banggar, Gedung DPRD Kota Medan. FOTO: ISTIMEWA/SUMUT POS
RDP: Komisi II DPRD Kota Medan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait polemik Panti Asuhan Bait Allah di ruang Banggar, Gedung DPRD Kota Medan. FOTO: ISTIMEWA/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi II DPRD Kota Medan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait polemik Panti Asuhan Bait Allah di ruang Banggar, Gedung DPRD Kota Medan, Senin (26/5/2025).

Dalam RDP itu, Pemilik Panti Asuhan Bait Allah, Pdt Dra Dame Sitompul mengatakan bahwa awal polemik panti asuhan itu terjadi karena oknum tertentu meributkan tentang masalah sampah dan perpanjangan izin panti asuhan tersebut.

Menurut Pdt Dame Sitompul, terkait masalah itu, ada oknum yang mengkomplain pihak panti asuhan yang dituding tentang masalah sampah dan salah seorang anak panti asuhan yang memiliki bekas luka.

“Kalau masalah anak panti asuhan yang memiliki bekas luka, itu karena ia berkelahi sesama temannya. Masalah itu sudah diklarifikasi, dan diselesaikan secara kekeluargaan,” ungkapnya.

Setelah itu, muncul pula masalah izin panti asuhan yang dikomplain oknum tersebut karena izin operasionalnya belum diperpanjang.

Menanggapi hal itu, Pdt Dra Dame Sitompul mengakui hal itu. Tetapi, bukan berarti pihak panti asuhan tidak mengurus perpanjangan izin operasionalnya.

“Kami sudah mengajukannya ke Dinas Sosial sejak tahun 2024 tetapi belum juga dilakukan asesment sehingga izinnya belum keluar sampai saat ini,” paparnya.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi II DPRD Kota Medan, Dr. Lily angkat suara terkait hal itu. Lily pun meminta kepada Dinsos agar memberikan izin operasional panti asuhan tersebut. Mengingat, ini untuk kepentingan anak-anak panti asuhan tersebut.

“Persoalan di panti asuhan ini, salah satunya terkait izin, katanya sudah kadaluarsa. Makanya, izinnya harus dikeluarkan,” paparnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kota Medan lainnya, Johannes Hutagalung mengatakan bahwa pihaknya tidak mencari kesalahan siapapun.

“Kami hanya mau mencari solusi terbaik, agar tidak ada pihak-pihak yang tersakiti,” pungkasnya.(map/han)

Muslim Minta Pemko Medan Siapkan Layanan 2 Bus Sekolah Gratis di Setiap Kecamatan Medan Utara

Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Demokrat, Drs Muslim Harahap MSP menggelar Sosialisasi Perda Kota Medan No.5 tahun 2015 di dua lokasi pada Minggu (25/5/2025). (Dok Pribadi)
Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Demokrat, Drs Muslim Harahap MSP menggelar Sosialisasi Perda Kota Medan No.5 tahun 2015 di dua lokasi pada Minggu (25/5/2025). (Dok Pribadi)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Demokrat, Drs Muslim Harahap M.S.P, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk memperhatikan kebutuhan warga Medan Utara akan fasilitas Bus Sekolah gratis. Sebab dengan adanya Bus Sekolah gratis, siswa di Medan Utara akan sangat terbantu dari sisi operasional.

Hal itu diungkapkan Muslim untuk menjawab aspirasi masyarakat saat hadir pada kegiatan Sosialisasi Perda Kota Medan No.5 tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan yang digelar Muslim di dua lokasi pada Minggu (25/5/2025).

Untuk lokasi pertama, kegiatan tersebut digelar di Pasar Lama Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan. Sementara untuk lokasi kedua, kegiatan tersebut digelar di Jalan Platina Raya, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan.

“Saya mendukung harapan masyarakat yang ingin adanya fasilitas Bus Sekolah gratis, karena memang Bus Sekolah sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya anak-anak kita di Medan Utara,” ucap Muslim pada kegiatan yang turut dihadiri Lurah Pekan Labuhan, perwakilan BPJS Kesehatan, perwakilan Dinas Sosial Kota Medan, tokoh masyarakat, dan ratusan masyarakat.

Untuk itu, Muslim memininta Pemko Medan agar bisa segera mengadakan Bus Sekolah gratis untuk mengangkut siswa sekolah. Dia berharap, pengadaan Bus Sekolah tersebut dapat diberikan minimal 2 unit per kecamatan untuk wilayah Medan Utara.

“Nantinya saya minta Pemko Medan dapat memberikan fasilitas Bus Sekolah gratis tersebut, minimal 2 unit di setiap kecamatan di wilayah Medan Utara,” ujarnya.

Sebelumnya pada kesempatan itu, salah seorang warga Medan Utara, meminta Pemko Medan agar dapat memberikan fasilitas Bus Sekolah gratis kepada anak-anak mereka yang bersekolah.

“Kami berharap tolong siapkan mobil anak sekolah pak, untuk mengangkut anak-anak kami ke sekolah. Selama ini kami hanya tahu pembelian mobil (dinas) untuk pejabat, tapi mobil untuk rakyat tidak ada,” harapnya.

Selain itu, warga lainnya juga berharap agar pelayanan di puskesmas dapat disederhanakan dan bisa lebih humanis, khususnya bagi masyarakat yang tidak mampu.

Terkait hal itu, Muslim meminta Pemko Medan melalui Dinas Kesehatan agar dapat memperhatikan keluhan masyarakat atas belum baiknya pelayanan kesehatan, khususnya di tingkat puskesmas.

“Saya minta kepada Kadis Kesehatan Kota Medan agar dapat memperbaiki manajemen pelayanan di puskesmas. Untuk itu, Dinas Kesehatan Kota Medan perlu melakukan penyegaran untuk setiap kepala UPT Puskesmas yang belum melakukan pelayanan secara maksimal,” pungkasnya. (map)

Kasus Eksploitasi Anak Masih Terjadi, Robi Barus: Tidak Boleh Diabaikan

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan, Robi Barus SE M.AP saat menggelar Sosialisasi Perda Kota Medan No.6/2023 di Kecamatan Medan Barat, Minggu (25/5/2025). (Markus Pasaribu/Sumut Pos)
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan, Robi Barus SE M.AP saat menggelar Sosialisasi Perda Kota Medan No.6/2023 di Kecamatan Medan Barat, Minggu (25/5/2025). (Markus Pasaribu/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hingga saat ini kasus eksploitasi terhadap anak masih saja terjadi, termasuk di Kota Medan. Meskipun sekarang tidak sedang menjadi isu hangat, namun masalah eksploitasi terhadap anak sangat tidak boleh untuk diabaikan.

Hal itu dikatakan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan, Robi Barus SE M.AP saat menggelar Sosialisasi Perda Kota Medan No.6 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak di Jalan Karya Gg. Wakaf, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Minggu, (25/5/2025) petang.

“Hingga saat ini masih ada saja kasus eksploitasi anak yang kita lihat secara terang-terangan. Sebagai contoh, kita masih banyak melihat anak kecil yang digendong para pengemis di lampu merah. Bahkan, tidak jarang anak-anak itu yang justru menjadi pengemis maupun pengamen. Tentunya hal ini tidak boleh diabaikan,” ucap Robi Barus.

Dikatakan Robi Barus pada kesempatan yang turut dihadiri Camat Medan Barat Hendra Syahputra, Lurah Sei Agul Surya S Harahap, perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat (P3APM) Kota Medan Torang Siregar, dan Koordinator PKH Kota Medan Dedy Irwanto Pardede itu, masalah eksploitasi anak harus menjadi perhatian banyak pihak, khususnya pemerintah dan lembaga-lembaga terkait.

“Eksploitasi anak itu juga bagian dari kekerasan terhadap anak. Sebab yang disebut kekerasan itu bukan hanya secara fisik, namun juga non fisik,” ujar Robi yang duduk sebagai Anggota Komisi I DPRD Medan tersebut.

Robi Barus juga menegaskan, pemerintah harus memastikan bahwa setiap anak mendapatkan tempat yang aman dan ramah anak, pendidikan yang baik, dan psikologis yang sehat.

“Jangan biarkan anak-anak di Kota Medan tidak mendapatkan apa yang menjadi haknya dan apa yang menjadi kebutuhannya. Kita harus melindungi setiap anak di Kota Medan dari segala bentuk kekerasan, termasuk eksploitasi yang jelas-jelas merugikan anak,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Dinas P3APM Kota Medan, Torang Siregar, mengatakan bahwa bahwa Pemko Medan melalui Dinas P3APM terus berupaya untuk melindungi perempuan dan anak dari kasus-kasus kekerasan, termasuk eksploitasi yang memang masih terjadi.

Untuk itu, Dinas P3APM Kota Medan telah membuka layanan pengaduan apabila ada masyarakat yang mengalami ataupun melihat terjadinya kasus kekerasan terhadap perempuan maupun anak.

“Kami (Dinas P3APM Kota Medan) sudah membuka layanan pengaduan setiap hari apabila ada masyarakat yang mengalami ataupun mengetahui adanya tindak kekerasan kepada perempuan dan anak. Untuk layanan pengaduan kekerasan terhadap perempuan maupun anak, warga Kota Medan dapat menghubungi kami di nomor 081265145140,” ungkap Torang.

Tidak hanya itu, lanjut Torang, Dinas P3APM Kota Medan juga telah membuka layanan konseling untuk perempuan ataupun anak yang mengalami gangguan secara psikologis. Mengingat, perempuan ataupun anak yang mengalami kekerasan kerap terganggu secara psikologis.

“Misalnya ada anak kita yang dibully teman-temannya sehingga dia selalu mengurung diri, anak seperti ini butuh konseling dengan psikolog agar dia kembali pulih secara psikologis. Alhamdulillah, Pemko Medan sudah membuka layanan konseling, layanan ini gratis dan dibuka setiap hari Selasa dan Kamis. Kami pastikan, apa yang dikonsultasikan akan dirahasiakan dan tidak akan diberitahu kepada siapapun,” pungkasnya. (map)

Tutup Gelar Melayu Serumpun, Rico Waas Menari Melayu Bersama Pengunjung

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Ketua TP PKK Airin Rico Waas menari Melayu bersama seluruh pengunjung dan pengisi pada malam penutupan Gelar Melayu Serumpun (Gemes) ke-8 Tahun 2025, Sabtu (24/5/2025) malam. Semangat persatuan dan kebersamaan pun merebak di halaman depan Istana Maimun yang menjadi tenpat pelaksanaan acara itu.

Berbagai persembahan tarian dan seni pertunjukan menyemarakkan malam penutupan itu, antara lain tarian dari delegasi dalam dan luar negeri, tonil bangsawan, dan perpaduan apik musik tari, dan dendang.

Rico Waas mengatakan berbagai acara dalam Gemes yang berlangsung mulai 21 sampai 24 Mei 2025 ini, atara lain tarian, musik, seni pertunjukan, hingga dialog budaya, bukan sekadar hiburan, tetapi juga refleksi dari identitas, nilai, dan warisan budaya yang terus hidup berkembang di tengah masyarakat.

“Melalui perhelatan ini kita telah membuktikan bahwa budaya Melayu adalah budaya yang terbuka, kuat, dan mampu menyatukan perbedaan dalam semangat persaudaraan. Kita semua adalah bagian dari rumpun besar yang memiliki akar sejarah bersama dan tanggung jawab bersama untuk melestarikannya,” ucap orang nomor satu di Pemko Medan itu.

Pada pada acara yang dihadiri antara lain Sultan Deli XIV, Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Syah, pimpinan DPRD Medan, perwakilan unsur Forkopimda, Martinijal Zakiyuddin Harahap, para konsul negara sahabat, pimpinan perangkat daerah itu, atas nama Pemko Medan, Rico Waas juga mengucapkan terima kasih kepada peserta, tamu, serta panitia yang telah menyukseskan acara ini dengan semangat kebersamaan dan cinta budaya.

“Kepada delegasi dari negeri serumpun, saya ucapkan selamat jalan. Semoga kembali ke daerah masing-masing dengan kesan yang baik dan pengalaman yang berharga dari Medan,” ungkapnya.

Kadis Pariwisata Kota Medan M. Odi Anggia Batubara menyampaikan, event Gemes ke-8 Tahun 2025 ini bertujuan sebagai sarana promosi pariwisata Kota Medan baik dalam maupun luar negeri. Event Gemes ke-8 2025 juga ditetapkan sebagai salah satu dari Karya Event Nusantara (KEN) oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

“Kegiatan ini melibatkan 26 peserta delegasi yang berasal dari dalam negeri serta luar negeri yakni Malaysia, Singapura, Thailand dan India. Selama pelaksanaan, penyelenggara juga menyediakan ruang bagi 72 UMKM ekonomi kreatif lokal Medan,” pungkasnya. (map/ila)

Temui Orangtua Korban Hanyut, Rico Waas: Pemko Medan Terus Lakukan Pencarian

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai bentuk keprihatinan dan kepedulian atas musibah yang terjadi Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menemui orangtua korban anak hanyut yang terbawa arus di aliran sungai Deli Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Minggu (25/5/2025).

Kedua orangtua korban ditemui Rico Waas di Posko pencarian, Jalan Karya Dalam. Korban hanyut tersebut bernama Tegar Eliyadi (16) anak dari pasangan Elisardi dan Sri. Korban hanyut saat berenang bersama teman-temannya di Sungai Deli ketika hujan deras turun, Sabtu (24/5/2025) Kemarin sore.

Saat menemui orangtua korban, Rico Waas menyampaikan rasa duka dan turut prihatin atas kejadian yang menimpa Tegar Eliyadi. Rico Waas berharap orang tua Tegar yang merupakan warga yang tinggal di Gang Perdamaian Lingkungan 5 Kelurahan Karang Berombak ini dapat sabar dan tabah menghadapi cobaan ini.

“Atas nama pribadi dan Pemko Medan, kami turut prihatin atas peristiwa yang terjadi terhadap anak bapak dan ibu, kami akan terus melakukan pencarian sampai Tegar ditemukan. Kita do’akan bersama, kiranya bapak dan ibu turut bersabar semoga diberikan oleh Tuhan jalan yang terbaik buat kita semua,“ kata Wali Kota Medan Rico Waas.

Setelah menemui orang tua korban, Rico Waas bersama Anggota DPRD Medan Antonius D Tumanggor, Kepala BPBD kota Medan, Yunita Sari, Sekretaris Dinas Sosial, Fery Suhery dan Camat Medan Barat, Hendra Syahputra serta Camat Medan Helvetia, Junedi Lumban Gaol, menyusuri aliran sungai Deli karang berombak tempat korban anak hanyut.

Dengan berjalan kaki, Rico Waas menyusuri sungai mulai dari tempat korban berenang bersama teman-temannya sampai dengan korban terakhir terlihat sebelum hanyut terbawa arus sungai.

Usai menyusuri, Rico Waas mengatakan dirinya sudah meminta mulai hari ini, Kecamatan-kecamatan yang berada di aliran sungai Deli tepatnya di sepanjang jalur sungai tempat korban hanyut untuk mengecek pinggiran sungai diwilayahnya.

“Saya sudah memerintahkan Kecamatan dan Kelurahan yang ada di jalur sungai tempat korban hanyut untuk mengecek sepanjang bibir sungai. Dimungkinkan korban tersebut ada tersangkut di jalur sungai. Pengecekan ini akan dilakukan sampai Belawan,” jelas Rico Waas.

Meskipun diketahui korban hanyut ini memiliki identitas bukan warga Kota Medan namun Warga Deliserdang, Rico Waas mengatakan Pemko Medan akan tetap melakukan pencarian, karena orangtua korban merupakan warga yang berdomisili di Kota Medan.

“Kita baru tahu anak yang menjadi korban hanyut ini penduduk Deliserdang, tapi tetap akan kita lakukan pencarian dan lakukan yang terbaik. Pemko Medan juga akan berkordinasi dengan Pemkab Deliserdang. Apapun ceritanya ini tentang kemanusiaan,” kata Rico Waas.

Rico Waas menambahkan, pencarian yang dilakukan BPBD Kota Medan, kecamatan dan TNI-Polri berkordinasi dengan Basarnas akan dilakukan jelang malam hari. Apabila belum ditemukan sampai tujuh hari kedepan akan terus dilakukan pencarian.

Atas kejadian ini Rico Waas mengimbau kepada masyarakat khususnya orangtua agar melarang anak-anaknya untuk berenang di sungai karena fungsi sungai ini bukan untuk berenang melainkan untuk aliran air.

“Kami harapkan kepada masyarakat untuk melarang anak-anaknya untuk berenang atau bermain di sungai. Apalagi kita ketahui kondisi saat ini cuaca ekstrim dan hujan deras ditambah aliran sungai yang kuat sehingga sangat membahayakan,” imbau Rico Waas sembari berharap tidak ada lagi kejadian seperti ini.

Sementara itu Kepala BPBD kota Medan Yunita Sari, menjelaskan korban anak hanyut yang bernama Tegar Eliyadi ini awalnya bermain dan berenang dengan teman-temannya di aliran sungai. Ketika selesai bermain teman-temannya naik keatas, namun si Tegar tidak naik melainkan menghanyutkan diri sampai dekat rumahnya.

“Saat menghanyutkan diri, Tegar ada meminta tolong, awalnya dikira temannya main-main. Namun setelah berulang kali minta tolong dan hanyut teman-temannya mencoba menolong akan tetapi tertolong”, Ujarnya.

Menurut Yunita, pencarian saat ini sudah sampai di aliran sungai Deli di Kelurahan Kota Bangun, Medan Deli. Jadi sesuai SOP pencarian korban hanyut akan dilakukan selama tujuh hari.

“Pencairan akan dilakukan selama tujuh hari kedepan mulai dari pagi hari sampai sore hari sesuai SOP. Jika dalam tujuh hari tidak ditemukan pencarian akan dihentikan,” pungkas Yunita. (map/ila)

Agincourt Resources Turunkan Helikopter, Pelepasliaran Harimau Sumatra Senja ke TNGL Sukses

BERSAMA: Wakil Presiden Direktur PTAR Ruli Tanio (keempat dari kiri) bersama Direktur External Relations PTAR Sanny Tjan (keenam dari kiri), dan Kepala BBKSDA Sumatra Utara Novita Kusuma Wardani (kelima dari kanan) usai pelepasliaran harimau Sumatra Senja ke TNGL, Aceh, Rabu (21/3/2025). (Dok: PTAR)
BERSAMA: Wakil Presiden Direktur PTAR Ruli Tanio (keempat dari kiri) bersama Direktur External Relations PTAR Sanny Tjan (keenam dari kiri), dan Kepala BBKSDA Sumatra Utara Novita Kusuma Wardani (kelima dari kanan) usai pelepasliaran harimau Sumatra Senja ke TNGL, Aceh, Rabu (21/3/2025). (Dok: PTAR)

BLANGKEJEREN, SUMUTPOS.CO – PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe, mendukung pelepasliaran harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) bernama Senja ke habitat alaminya. Senja dilepaskan di kawasan konservasi Kedah, Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh, pada 21 Mei 2025, sebagai bentuk komitmen menjaga ekosistem keanekaragaman hayati Pulau Sumatra.

Senja yang merupakan harimau betina berusia sekitar 5-6 tahun merupakan korban konflik antara manusia dan satwa liar di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, pada Juni 2024.

Setelah 11 bulan melalui rehabilitasi intensif di Sanctuary Harimau Sumatra Barumun, Kabupaten Padanglawas Utara, yang merupakan kerja sama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatra Utara dan Yayasan Parsamuhan Bodhicitta Mandala Medan, Senja dinyatakan sehat dan siap kembali ke alam liar.

PT Agincourt Resources (PTAR) sebagai mitra konservasi secara aktif mendukung pelepasliaran ini dengan menyediakan helikopter tipe SA 315B Lama (Aerospatiale). Translokasi Senja menggunakan metode longline (kandang digantung di badan helikopeter) yang sesuai dengan kondisi medan dan mampu meminimalkan dampak terhadap vegetasi.

Wakil Presiden Direktur PT Agincourt Resources, Ruli Tanio, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat atas keberhasilan melepasliarkan Senja ke habitat alaminya. Selain BBKSDA Sumatra Utara dan Yayasan Parsamuhan Bodhicitta Mandala Medan, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) juga turut berperan penting dalam upaya ini.

“Kesuksesan konservasi ini tidak mungkin tercapai tanpa kolaborasi erat antara berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga konservasi, dan masyarakat sekitar TNGL. Dengan kerja sama ini, kami yakin bahwa kita dapat menciptakan masa depan yang lebih harmonis antara manusia dan alam,” kata Ruli.

Menurutnya, pelepasliaran Senja sesuai dengan semangat yang diusung PTAR yakni Living in Harmony yang bertujuan menyelaraskan keberlanjutan operasional perusahaan dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial.

“Komitmen ini juga sejalan dengan upaya kami mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan yang menekankan pada keseimbangan ekologi, pengelolaan hutan secara lestari, dan pelestarian keanekaragaman hayati,” tutur Ruli.

Pemilihan TNGL sebagai lokasi pelepasliaran mempertimbangkan beberapa aspek penting seperti jarak yang jauh dari pemukiman penduduk, ketersediaan satwa mangsa yang tinggi, serta jejak keberadaan harimau lain yang mendukung kelangsungan hidup Senja. Di sekitar lokasi lepas liar, amat jarang ditemukan aktivitas manusia.

Direktur Hubungan Eksternal Relations, Sanny Tjan, mengatakan pelepasliaran Senja memperkuat komitmen perusahaan dalam mendukung program konservasi yang sebelumnya juga sukses dilakukan dalam melepasliarkan harimau-harimau lain di sejumlah taman nasional di Sumatra.

Sebelumnya, PTAR memfasilitasi pelepasliaran Harimau Sumatra bernama Bestie ke TNGL pada November 2022. Pada tahun yang sama, PTAR turut mendukung pelepasliaran dua harimau Sumatra ke Zona Inti Taman Nasional Kerinci Seblat, Jambi.

“Upaya pelepasliaran Harimau Sumatra yang kami dukung secara konsisten ini adalah wujud nyata komitmen kami dalam menjaga keseimbangan ekosistem, khususnya di kawasan hutan Sumatra. Kami yakin bahwa konservasi satwa liar, terutama spesies kunci seperti harimau, sangat penting untuk kelestarian lingkungan jangka panjang,” kata Sanny.

Dia juga menegaskan bahwa program konservasi yang didukung PTAR selalu melibatkan pendekatan kolaboratif dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga konservasi, dan masyarakat lokal guna memastikan keberhasilan jangka panjang dari setiap kegiatan konservasi. (dek)

Konferensi VIII PWI Kota Tebingtinggi Digelar 19 Juni 2025

BERTEMU: Pengurus dan Ketua Panitia Konferensi PWI Tebingtinggi temui Ketua PWI Sumut, Farianda Putra Sinik untuk melaporkan kesiapan pelaksanaan Konferensi PWI Kota Tebingtinggi. ISTIMEWA/SUMUT POS
BERTEMU: Pengurus dan Ketua Panitia Konferensi PWI Tebingtinggi temui Ketua PWI Sumut, Farianda Putra Sinik untuk melaporkan kesiapan pelaksanaan Konferensi PWI Kota Tebingtinggi. ISTIMEWA/SUMUT POS

‎TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tebingtinggi akan melaksanakan Konferensi VIII tahun 2025, pada tanggal 19 Juni mendatang.

‎Sebelumnya, Konferensi PWI Kota Tebingtinggi telah dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 2 Juni 2025, namun setelah Pengurus dan Ketua Panitia Pelaksana Konferensi berkoordinasi sekaligus melaporkan persiapan Konferensi sudah siap digelar ke pengurus PWI Sumut, Jumat (23/5) di Kantor PWI Sumut Medan, pelaksanaan Konferensi akhirnya mengalami penundaan hingga dilaksanakan pada tanggal 19 Juni mendatang.

‎Ketua PWI Sumut, Farianda Putra Sinik didampingi pengurus Bidang Organisasi, Rifki Warisan menyampaikan, penundaan jadwal Konferensi PWI Kota Tebingtinggi mengalami penyesuaian dengan jadwal kegiatan pengurus PWI Sumut.

“Kami akan menghadiri konferensi PWI Kota Tebingtinggi yang terjadwal tanggal 19 Juni 2025,” ungkap Farianda Putra Sinik.

‎Pengurus dan Ketua Panitia Konferensi PWI Kota Tebingtinggi juga melaporkan, bahwa Pantia Konferensi telah melaksanakan tahapan Konferensi, yakni penjaringan Bakal Calon Ketua PWI Tebingtinggi.

“Panitia melalui Tim Penjaringan telah memutuskan Konferensi hanya diikuti satu calon ketua,” papar Ismail Batubara.

‎Pengurus PWI Sumut Bidang Organisasi, Fifki Warisan juga menyarankan agar panitia tetap berkoordinasi dengan PWI Sumut, terkait hal-hal yang dibutuhkan demi suksesnya pelaksanaan Konferensi PWI Kota Tebingtinggi pada tanggal 19 Juni mendatang.

‎Adapun pengurus dan panitia konferensi PWI Kota Tebingtinggi yang berkoordinasi ke PWI Sumut yakni, Sekretaris PWI Tebingtinggi, Ismail Batubara, Bendahara PWI Tebingtinggi, Junjungan Saragih, dan Ketua Panitia Pelaksana Konferensi, Sopian. (ian/han)

Siantar harus Berbenah Hadapi Tantangan Global

DISKUSI: Sekda Siantar Junaedi Sitanggang saat membuka diskusi publik. foto: ISTIMEWA/SUMUT POS
DISKUSI: Sekda Siantar Junaedi Sitanggang saat membuka diskusi publik. foto: ISTIMEWA/SUMUT POS

SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Pematangsiantar adalah kota dengan sejarah yang kaya dan budaya yang beragam. Dahulu kota ini berkembang sebagai pusat perdagangan dan pendidikan di kawasan Sumatera Utara, dengan masyarakatnya yang dikenal ramah, terbuka dan toleran.

” Warisan budaya dan sejarah ini lah yang menjadi fondasi kuat bagi pembangunan kota kita hingga saat ini,” sebut Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi diwakili Sekretaris Daerah Junaedi A Sitanggang saat menghadiri Diskusi Publik yang digelar oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) kota Pematangsiantar.

Diskusi Publik ini dengan tema ” Pematangsiantar dahulu, sekarang dan yang akan datang”. Acara digelar di Gedung Serbaguna Pemko Pematangsiantar, Sabtu (24/5/2025).

Saat ini, sebut Wesly, Kota Pematangsiantar sedang bergerak maju, Pemerintah Kota terus berupaya menghadirkan berbagai program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, reformasi birokrasi, pelayanan publik yang lebih baik, serta pembangunan infrastruktur yang merata dan berkelanjutan.

“Namun, kita tidak boleh berpuas diri. Tantangan kedepan semakin kompleks. Oleh karena itu, forum diskusi publik seperti ini merupakan momen yang sangat penting. Kita butuh masukan, kritik, dan ide-ide segar dari semua elemen masyarakat guna mewujudkan kota Pematangsiantar yang Cerdas, Sehat, Kreatif dan Selaras,” sebut Wesly dalam sambutan tertulisnya.

Ia mengajak momentum ini sebagai ruang diskusi sekaligus ruang kolaborasi antara Pemerintah dan masyarakat. Karena Wesly menilai membangun kota bukan hanya tanggung jawab Pemerintah, melainkan tanggung jawab semua pihak sebagai bagian dari keluarga besar kota Pematangsiantar.

“Akhir kata, kami mengucapkan terimakasih kepada DPC Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya acara ini” ujarnya.

Tidak lupa, Wesly mengajak seluruh peserta diskusi untuk berpartisipasi secara aktif, menjaga suasana yang kondusif, serta menjunjung tinggi semangat demokrasi kebersamaan dan musyawarah dalam mencari solusi terbaik demi kemajuan kota Pematangsiantar.

Sebelumnya, Marganda Purba Wakil Ketua DPC PIKI Pematangsiantar dalam laporannya menyampaikan Diskusi Publik yang diselenggarakan oleh DPC PIKI kota Pematangsiantar ini, diisi dengan sejumlah narasumber, seperti Prof Dr Hisarma Saragih M.Hum, Direktur Pasca Sarjana Universitas Simalungun sekaligus pemerhati budaya, Robert Tua Siregar MSi PhD CIMBA CDev CQir, Dewan Pakar DPC PIKI Pematangsiantar sekaligus dosen di Universitas Prima Indonesia dan Ir Reinward Simanjuntak MM Dewan Pakar DPC PIKI Pematangsiantar sekaligus pemerhati pemerintahan. Dan dengan moderator Dr Rohdearni W Sipayung MHum MM Dosen FKIP Universitas Simalungun.

Ia mengutarakan Diskusi Publik ini dalam rangka menghimpun ide dan gagasan dari peserta diskusi yang hadir, yang terdiri dari berlatar belakang profesi dan pendidikan

” Sehingga hasil diskusi ini, akan buat dalam sebuah dokumen yang bisa disampaikan pada Pemko Pematangsiantar selaku pengambil kebijakan untuk kemajuan kota Pematangsiantar kedepannya, ” pungkasnya.

Sementata itu, Basrin A Nababan SE Ketua DPC PIKI kota Pematangsiantar menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Pemko Pematangsiantar yang telah mendukung kegiatan ini.

Ia mengajak semua menatap wajah kota Pematangsiantar hari ini dengan jujur. Kota Pematangsiantar memiliki sejarah yang panjang, sebuah kota yang pernah berjaya. Tapi kini ditengah tantangan global, dan tantangan lainnya, Kota Pematangsiantar harus terus berbenah.

“Apakah kita mampu menciptakan peluang baru, dengan sejumlah destinasi yang layak untuk dikunjungi. Kota Pematangsiantar merupakan gerbang menuju danau toba” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Jenderal GKPS Pdt Dr Paul Ulrich Munthe dalam sambutannya menyampaikan sebagai gereja, kembali mengingatkan pada semua, bagaimana setiap orang bisa ikut mensejahterakan kota dimana dia berada dan Kota Pematangsiantar menjadi kota bersama.

Ditambahkannya, di Kota Pematangsiantar terdapa beberapa pusat gereja, dan sejumlah sekolah kristen yang exis sampai selama ini.

Turut hadir dalam acara ini Ketua Muhammadiyah kota Pematangsiantar Ir H Sailan Nasution, para pimpinan gereja, para pemuka lintas agama, sejumlah organisasi masyarakat, organisasi pemuda dan mahasiswa, IKEIS, DPC PMS Kota Pematangsiantar, Staf Ahli Wali Kota Bidang Pembangunan kota Pematangsiantar Drs Daniel Siregar dan sejumlah pimpinan OPD. (mag7/han)