26 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 267

Bahrumsyah Dukung Tindakan Tegas AKBP Oloan Siahaan Atasi Tawuran di Belawan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dukungan terhadap Kapolres Belawan, AKBP Oloan Siahaan terus berdatangan. Kali ini, dukungan tersebut datang dari Anggota DPRD Kota Medan sekaligus Ketua DPD PAN Kota Medan, H.T Bahrumsyah.

Menurut Bahrumsyah yang merupakan tokoh masyarakat sekaligus wakil rakyat dari Medan Belawan tersebut, langkah tegas yang dilakukan AKBP Oloan Siahaan merupakan sikap yang memang harus diambil untuk memberantas aksi tawuran yang tidak ada habisnya di Belawan.

“Belawan itu tiada hari tanpa tawuran. Baik siang ataupun malam aksi tawuran terus terjadi dan sudah sangat meresahkan masyarakat. Oleh sebab itu apa yang dilakukan Kapolres Belawan, AKBP Oloan Siahaan sudah sangat tepat dan saya yakin seluruh warga Belawan mendukung hal ini,” ucap Bahrumsyah kepada Sumut Pos, Selasa (6/5/2025).

Menurut Bahrumsyah, selama ini segala upaya telah dilakukan untuk meredam aksi tawuran di Belawan. Baik pihak kepolisian maupun tokoh-tokoh masyarakat telah mencoba melakukan langkah-langkah persuasif agar aksi tawuran yang sudah sangat meresahkan masyarakat itu benar-benar dapat diatasi.

“Tetapi aksi tawuran ini tetap tidak pernah berhenti. Warga sudah sangat jenuh, sudah sangat resah. Sudah banyak korban jiwa juga atas aksi tawuran di Belawan. Jadi ketika polisi bertindak tegas, saya fikir itu jelas untuk memberikan efek jera kepada para pelaku. Tindakan tegas itu diperlukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujarnya.

Apalagi, sambung Bahrumsyah, tindakan tegas dan terukur yang dilakukan AKBP Oloan Siahaan kepada pelaku aksi tawuran merupakan bentuk pembelaan diri. Mengingat, para pelaku tawuran tetap berniat untuk menyerang AKBP Oloan Siahaan meskipun dirinya telah memberikan tembakan peringatan.

“Intinya, warga Belawan justru berharap memiliki Kapolres yang tegas seperti AKBP Oloan Siahaan. Sebab saat ini, memang hanya ketegasan itu yang dibutuhkan untuk memberantas aksi tawuran yang tidak ada habisnya di Belawan,” ungkapnya.

Dijelaskan Bahrumsyah, selama ini aksi tawuran di Belawan bukan hanya telah menelan banyak korban. Akan tetapi, masyarakat juga mengalami banyak kerugian baik materil maupun immateril.

“Warga Belawan juga butuh ketenangan hidup, mereka juga tidak mau terus dihantui rasa takut karena aksi tawuran yang tidak ada habisnya. Ketegasan dan keseriusan Kapolres Belawan, AKBP Oloan Siahaan sangat dibutuhkan masyarakat untuk memberantas maraknya tawuran yang sudah sangat banyak memberikan kerugian,” pungkasnya. (map)

Inspektur Deliserdang Tegaskan Pemberhentian Kades Paluh Kurau Sudah Sesuai Ketentuan

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO- Pemberhentian Kepala Desa (Kades) Paluh Kurau, Kecamatan Hamparan Perak Yusuf Batubara oleh Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan, menuai polemik. Pasalnya, pemberhentian kades tersebut dinilai tidak sesuai ketentuan yang berlaku.

Inspektur Deliserdang Edwin Nasution meluruskan kabar tersebut. Menurut Edwin, pemberhentian Yusuf Batubara dari jabatan kepala desa telah sesuai prosedur dan peraturan perundang-undangan.

“Pemberhentian Kades Paluh Kurau atas nama Yusuf Batubara sudah sesuai ketentuan peraturan perundangan,” tegas Edwin kepada wartawan ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (6/5/2025).

Menurut alumnus Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) tersebut, pihaknya telah melakukan Pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan) yang menjadi dasar pemberhentian Kades Paluh Kurau. Berdasarkan hasil pemeriksaan Inspektorat Deliserdang, sebut Edwin, Yusuf Batubara diduga kuat telah melalukan pelanggaran terhadap larangan dan kewajiban sebagai kepala desa.

“Atas dasar temuan Inspektorat, maka pimpinan (Bupati) memberhentikan saudara Yusuf dari jabatan Kepala Desa Paluh Kurau. Kalau detilnya tidak bisa kami buka sekarang. Kami persiapkan saja apabila dia melakukan upaya hukum, di sana baru kami sampaikan,” terang Edwin.

Selain itu, Edwin juga menegaskan kesiapannya untuk menghadapi gugatan Yusuf Batubara apabila keberatan diberhentikan dari jabatan Kepala Desa Paluh Kurau. “Yang pasti Pemkab tidak sewenang-wenang, sudah melalui kajian hukum yang matang,” tandasnya. (adz)

Konjen Kehormatan Republik Turkiye DR Tun H Rahmat Shah, Dukung Internasionalisasi UMSU dan Muktamar Muhammadiyah

KAMPUS TERPADU: DR Tun H Rahmat Shah (8 kiri) meninjau pembangunan kampus terpadu UMSU di Sampali, Senin (5/5) petang. (DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS)
KAMPUS TERPADU: DR Tun H Rahmat Shah (8 kiri) meninjau pembangunan kampus terpadu UMSU di Sampali, Senin (5/5) petang. (DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS)

SUMUTPOS.CO – Konsul Jenderal Kehormatan Republik Turkiye untuk Pulau Sumatera Tun DR H Rahmat Shah mendukung program internasionalisasi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) lewat kerja sama dengan sejumlah universitas manca negara termasuk dari Turki.

Ia mengapresiasi pesatnya kemajuan UMSU, terutama dalam bidang pendidikan dan pengembangan riset. “Saya salut dengan perkembangan UMSU. UMSU ini sudah lengkap dan pendidikan berkelas dunia. Tentu anak-anak kita gak usah lagi jauh-jauh kuliah ke luar negeri,” ujarnya.

Tokoh nasional ini juga mendukung kesuksesan muktamar Muhammadiyah di Sumut yang dijadwalkan dua tahun mendatang.

Hal ini disampaikan tokoh yang pernah menjadi anggota DPR/MPR dan DPD dalam kunjungan ke lokasi kampus terpadu UMSU yang nantinya jadi arena muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah Tahun 2027 di Desa Sampali Deliserdang, Senin (5/5) petang.

Disini, Tun DR H Rahmat Shah melihat progres pembangunan arena Muktamar Muhammadiyah 2027 yang kini sedang dikerjakan secara intensif dan melaksanakan penanaman pohon durian.

“Insya Allah, pembangunan kampus terpadu UMSU dan arena muktamar berjalan dengan lancar,” ujar ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Sumut tersebut yang didampingi Rektor UMSU Prof Dr Agussani MAP.

Turut hadir Wakil Rektor II UMSU Prof Dr Akrim MPd, Wakil Rektor III UMSU Dr Rudianto MSi, Prof Dr Khairil Anshari MPd, Dr H Azizul Kholis MSi MPd CMA CSRS, Prof Dr H Djohar Arifin Husin, Mayjen TNI (Purn) H Muhammad Hasyim, Prof H Subhilhar PhD, Dr KH Amiruddin MS MA dan KH Zulfikar Hajar Lc, Supriyanto SP MSi, Dr Wardayani MSi dan Dr Sri Rezeki MSi.

Tun DR H Rahmat Shah menegaskan bahwa pihaknya telah menjembatani kerja sama antara UMSU dengan sejumlah universitas di Turkiye. “Saya sebagai Konjen Kehormatan Turkiye, beberapa waktu lalu sudah menyatukan UMSU dengan beberapa kampus di Turkiye. InsyaAllah kita juga coba menarik universitas Turkiye untuk kerja sama,” katanya.

Tokoh yang dikenal dengan kedermawanannya ini menyebut bahwa beberapa universitas Turkiye telah datang ke UMSU sebagai bagian dari penjajakan kerja sama. Mereka pada Jumat (2/5) menggelar Turkish University Fair 2025 di Medan.

“Kemarin, UMSU juga sudah menandatangani MoU dengan tiga kampus Turkiye. Kampus itu pun telah meninjau UMSU. Ini suatu kemajuan. Kita usahakan mendukung dan membantu kerja sama dengan Turkiye,” tambahnya.

DR H Rahmat Shah yang juga mendirikan Siantar Zoo, Rahmat Zoo and Park Perbaungan serta Rahmat International Wildlife Museum & Gallery juga memberikan ide terkait agar di kampus UMSU Sampali dihadirkan mini zoo seluas satu hektare yang bisa dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan.

Rektor UMSU Prof Dr Agussani MAP berterima kasih atas dukungan Konjen Turkiye. Ia menegaskan bahwa kunjungan Tun DR H Rahmat Shah sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap pendidikan di Sumut.

“Tentu sangat menginspirasi. Kita sengaja mengundang Tun DR Rahmat Shah yang menjembatani kerja sama dengan kampus-kampus Turkiye, agar beliau bisa melihat bahwa pendidikan di Sumut luar biasa,” katanya.

Rektor yang juga ketua panitia muktamar Muhammadiyah menyampaikan optimisme terhadap percepatan pembangunan kampus terpadu UMSU sebagai arena muktamar. “Mudah-mudahan bisa selesai dan finalisasi pada Februari 2027. Insya Allah, akan datang lagi 50 pekerja dari Yogyakarta untuk mempercepat penyelesaian auditorium,” ujarnya.

Prof Dr Agussani MAP menegaskan bahwa kehadiran Tun DR H Rahmat Shah menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus membangun hubungan internasional yang lebih baik ke depan,” sebut rektor. (dmp/han)

Polres Langkat Komit Berantas Narkoba, Ajak Masyarakat Bantu Perangi Bersama

Polres Langkat di Stabat. Diskominfo Langkat/Sumut Pos
Polres Langkat di Stabat. Diskominfo Langkat/Sumut Pos

STABAT, SUMUTPOS.CO- Polres Langkat berkomitmen untuk memberantas narkoba di wilayah hukumnya. Karenanya, Polres Langkat mengajak masyarakat dan publik untuk peranginya secara bersama-sama.

Belakangan Satuan Reserse Narkoba Polres Langkat sedang digempur informasi dan isu tak sedap bahwa mereka lalai dalam pemberantasan narkotika. Namun, tuduhan itu tanpa dasar yang kuat.

Dari data yang diperoleh, jajaran Satresnarkoba Polres Langkat melakukan pengungkapan sebanyak 115 kasus dengan 135 tersangka yang diciduk, mulai dari pemakai, pengedar hingga bandar pada Februari hingga April 2025. Sementara barang bukti yang disita ada 336 gram lebih narkotika jenis sabu, daun kering ganja dan pil ekstasi.

Semua barang bukti yang diamankan itu sudah dimusnahkan sesuai dengan prosedur hukum. Capaian ini menunjukkan bukti Satresnarkoba Polres Langkat tidak hanya diam.

Kepala Satresnarkoba Polres Langkat, AKP Rudy Saputra menegaskan komitmen korps Tri Brata dalam memberantas narkoba di wilayah hukum mereka. “Kami tegas soal narkoba, tidak ada istilah pembiaran,” jelasnya, Selasa (6/5/2025).

“Semua informasi dari masyarakat pasti kami tindak lanjuti. Kami terus melakukan penindakan di seluruh kecamatan di Kabupaten Langkat,” sambungnya.

Penindakan dimaksud seperti contoh dalam waktu 3 hari belakangan ini, Satresnarkoba Polres Langkat mengungkap 3 kasus dengan 4 tersangka yang diciduk. Sedangkan barang bukti ada belasan gram sabu dan pil ekstasi.

Pengungkapan pertama diamankan seorang pria berinisial SS (52) dengan barang bukti 5 bungkus ganja seberat 10,98 gram di Desa Telukbakung, Tanjungpura, Selasa (29/4/2025) malam. Tak berhenti disitu, perang narkoba yang dilakukan Polres Langkat tak mengenal waktu.

Pengungkapan kedua menyasar ke Desa Secanggang dengan diamankannya seorang pria berinisial M (43) dan barang bukti 13 bungkus sabu dengan berat kotor 3,64 gram, Rabu (30/4/2025). Selain sabu, juga ada plastik klip kosong, uang tunai dan alat isap.

Lalu Kamis (1/5/2025) dini hari, Polres Langkat mengamankan dua pria berinisial BS (35) dan A (41) di Jalan Medan-Banda Aceh, Kelurahan Pelawi Utara, Babalan dengan barang bukti sabu seberat 4,85 gram, 10 butir pil ekstasi, motor yang digunakan untuk mobilisasi. Rudy menegaskan, pengungkapan ini adalah hasil dari kerja cepat dan tepat.

“Langkat bukan tempat bagi peredaran narkoba. Kami hadir untuk mencegah, menindak, dan mengamankan generasi muda dari ancaman zat berbahaya ini. Tapi kami tidak bisa sendiri. Dukungan masyarakat adalah kunci,” tegasnya.

Karenanya, Polres Langkat mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus proaktif melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Sebab, menjaga lingkungan tetap aman bukan hanya tugas kepolisian saja, tapi tanggung jawab bersama. (ted/han)

Peduli Kesehatan Remaja Putri, 3 Organisasi Dokter Lakukan Bakti Sosial Cegah Anemia Rematri

SUMUTPOS.CO – Tiga organisasi profesi dokter yakni PDK3MI (Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia), BKS IKM-IKP-IKK FKI (Badan Kerjasama Ilmu Kesehatan Masyarakat-Ilmu Kedokteran Pencegahan-Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran se-Indonesia) serta PDKI (Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia) melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di PanC Asuhan Putri Aisyah di Pematang Siantar pada Kamis, 1 Mei 2025.

“Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian kami sebagai dokter sekaligus dosen dari berbagai Fakultas Kedokteran kepada remaja putri,” demikian ujar dr. Handayani, MKK, Sp.KKLP SubSp. COPC, FISPH, FISCM sebagai ketua rombongan. “Remaja putri (Rematri) rentan untuk mengalami anemia yang dapat disebabkan oleh kurangnya asupan makanan mengandung zat besi serta dialaminya siklus menstruasi secara periodik”.

Anemia merupakan masalah kesehatan yang paling sering dijumpai diseluruh dunia terutama di negara-negara berkembang. Nilai anemia dalam darah untuk perempuan adalah : anak usia 5–11 tahun <11,5 g/dl, anak perempuan 12–14 tahun Cdak hamil <12,0 g/dl, dewasa wanita 15–65 tahun <12,0 g/dl dan wanita hamil <11 g/dl.

Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (2023), prevalensi anemia untuk semua kelompok umur di Indonesia sebesar 16,2%; sementara untuk gender perempuan relaCf lebih Cnggisebesar 18% dibandingkan lakilaki 14,4%. Data terakhir WHO pada tahun 2019, prevalensi anemia di Indonesia adalah 31,2% (20,4%-44,4%) dan termasuk dalam 10 besar kasus anemia terCnggi di Asia Tenggara. Prevalensi anemia pada wanita yakni sebesar 30,7% dari semua wanita usia 15-49 tahun menderita anemia pada tahun 2023.

Sebanyak 32% remaja usia 15-24 tahun di Indonesia mengalami anemia. Remaja putri yang mengalami masalah gizi seperC anemia defisiensi zat besi akan berisiko melahirkan anak stunting.

Anemia defisiensi zat besi merupakan kondisi rendahnya kadar hemoglobin akibat kekurangan zat besi dalam tubuh. Perubahan gaya hidup pada remaja menjadi salah satu
penyebab konsumsi makanan yang Cdak seimbang, salah satunya kurang konsumsi sayur dan daging merah sebagai sumber zat besi. Menurut hasil Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, lebih dari 96% masyarakat Indonesia masih kurang dalam mengonsumsi sayur dan buah.

Seiring dalam rangkaian kegiatan ilmiah 1st Interna’onal Conference 2025 dengan tajuk “Strengthening Interprofessional Collabora’on in the Management of Catastrophic Diseases
using Primary Care Integra’on Approach” selama tanggal 1-3 Mei 2025, para prakCsi dokter
yang sekaligus beberapa merupakan dosen Fakultas Kedokteran (FK), menggelar bakti sosial.

“Para dosen FK yang terlibat dalam kegiatan baksos ini datang dari Universitas Riau di
Pekanbaru, Universitas Andalas di Padang, Universitas Sam Ratulangi di Manado, serta tuan
rumah dari Sumatera Utara yaitu Universitas Islam Sumatera Utara dan Inkes Medistra Lubuk Pakam” ujar Dr. dr. Rahmadani Sitepu, M.Kes, S.Pd, Sp.KKLP, FISPH, FISCM sebagai ketua paniCa acara.

“Dosen FK tidak hanya mengajar dan mendidik mahasiswa di lingkungan akademik, tapi kami juga berkewajiban untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat sebagai pelaksanaan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satu bentuknya dengan
mengunjungi panti asuhan seperti ini.”

Kegiatan baksos ini didahului dengan penyuluhan tentang pencegahan anemia kepada duapuluh satu remaja putri penghuni panti asuhan, lalu diikuti dengan rangkaian pemeriksaan yakni pengukuran Cnggi badan, penimbangan berat badan, pengukuran lingkar lengan, tekanan darah dan kadar hemoglobin menggunakan rapid test.

Dari pemeriksaan kesehatan yang dilakukan ditemukan adanya satu kasus gizi kurang dan Cga kasus anemia pada remaja putri ini. Dari penelusuran diketahui adanya pola asupan makan yang kurang baik dikarenakan susah makan terutama konsumsi sayuran.

“Semoga dengan kegiatan baksos ini memberikan manfaat kepada anak-anak panC asuhan
dengan diketahuinya kondisi kesehatan mereka, Cdak hanya saat ini. Diharapkan dengan
penyuluhan yang dilakukan dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya
mencegah anemia sedini mungkin sehingga terhindar dari dampak anemia,” pungkas dr.
Handayani, MKK, Sp.KKLP SubSp. COPC, FISPH, FISCM menutup kegiatan baksos pada hari itu.(rel)

FKPT Gelar Kolaborasi Kegiatan Internasional di Malaysia: Mahasiswa Indonesia Raih Medali dalam Ajang Inovasi IPROPEX 2025

PERLIS, SUMUTPOS.CO – Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT) yang terdiri dari sejumlah perguruan tinggi di wilayah Sumatera Utara dan Aceh, sukses menyelenggarakan serangkaian kegiatan internasional di Politeknik Sultan Syed Sirajuddin (PTSS), Perlis, dan Kolej Komunity Arau (KKA) Malaysia, pada 27 April hingga 1 Mei 2025.

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari kolaborasi pendidikan tinggi lintas negara, dengan melibatkan tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Kegiatan berlangsung dalam suasana akademik yang dinamis dan penuh semangat kebersamaan, mempertemukan dosen, mahasiswa, serta pemangku kepentingan pendidikan dari berbagai latar belakang disiplin ilmu.

Dalam kata sambutannya, Ketua FKPT, Mesran, M.Kom, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar pertemuan antar institusi, tetapi juga merupakan implementasi dari kerja sama multidisiplin dalam skala internasional.

 

“Kami ingin menunjukkan bahwa kampus-kampus di Sumut dan Aceh memiliki semangat kuat untuk menjalin kolaborasi lintas negara, dengan kegiatan nyata yang mendukung tridarma perguruan tinggi. Kegiatan ini menjadi ajang pembuktian bahwa kita tidak hanya bermimpi, tetapi juga bekerja secara ilmiah, terstruktur, dan kolaboratif,” ujarnya.

Diketahui, International Innovation Project Exhibition (IPROPEX) 2025 merupakan pameran dan kompetisi inovasi teknologi dari mahasiswa. Dalam ajang bergengsi ini, mahasiswa Indonesia berhasil meraih medali. Ini membuktikan kemampuan dan daya saing inovatif yang tidak kalah dari peserta internasional lainnya.

Selain mengikuti ajang IPROPEX 2025, juga digelar kegiatan CSR Internasional di Pulau Ketam, Perlis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini difokuskan pada literasi pendidikan dan pelestarian lingkungan.

Selain itu, juga digelar International Symposium. Forum akademik yang melibatkan dosen dan peneliti untuk mempresentasikan hasil riset serta membahas isu-isu strategis.

Kemudian Visiting Lecturer International, di mana beberapa dosen dari Indonesia memberikan kuliah tamu di PTSS Malaysia. Ada juga Student Exchange & Cross-Culture Session, yakni sesi pertukaran pengalaman, budaya, dan akademik antar mahasiswa dari tiga negara.

Tak kalah menarik, digelar ajang Poster Competition yakni lomba poster ilmiah yang diikuti oleh peserta internasional. Kemudian pertandingan persahabatan olahraga yang dirancang untuk memperkuat semangat kebersamaan. Dan terakhir, Business Plan Competition yakni kompetisi rencana bisnis kreatif berbasis inovasi dan teknologi.

Adapun peserta yang turut berpartisipasi dari Sumut dan Aceh yakni dari Universitas Harapan Medan (UnHar Medan), Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Universitas Labuhanbatu, Universitas Panca Budi (UNPAB), STIM Sukma, STIES Banda Aceh, Politeknik Cendana, Akademi Farmasi YPPM Mandiri, dan Akademi Perbankan (AKUBANK) Perlueak.

Kegiatan kolaboratif ini menjadi tonggak penting dalam sejarah kerja sama pendidikan tinggi regional. Selain membuka peluang kerja sama riset, pengabdian kepada maysarakat dan pengajaran, kegiatan ini juga membuka jalan bagi pengembangan mobilitas mahasiswa dan dosen, serta penguatan jejaring internasional yang berdampak pada daya saing institusi pendidikan Indonesia.

Dengan pencapaian mahasiswa Indonesia di ajang internasional seperti IPROPEX 2025, FKPT berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan sebagai bagian dari transformasi pendidikan tinggi menuju level global. (rel)

Soal Pelayanan Buruk Puskesmas Bahorok, HMI Langkat Minta Bupati Evaluasi

PERIKSA: Dokter pengganti yang datang lebih dari 30 menit periksa pasien atas nama Ramadhani Iskandar (44) di Puskesmas Bahorok.(Istimewa/Sumut Pos)
PERIKSA: Dokter pengganti yang datang lebih dari 30 menit periksa pasien atas nama Ramadhani Iskandar (44) di Puskesmas Bahorok.(Istimewa/Sumut Pos)

STABAT, SUMUTPOS.CO – Kepala Dinas Kesehatan Langkat, dr Juliana Tarigan tidak merespon konfirmasi wartawan saat ditanya pelayanan buruk yang diberikan Puskesmas Bahorok. Karenanya, Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kabupaten Langkat mendesak agar dr Juliana Tarigan dievaluasi.

Sikap bungkam yang dilakukan Kadinkes Langkat kompak dengan Kepala Puskesmas Bahorok, Purwanti. Menyikapi itu, HMI Cabang Langkat buka suara terkait buruknya pelayanan di Puskesmas Bahorok.

Adapun persoalannya adalah, absennya dokter jaga ketika pasien membutuhkan pertolongan medis hingga rujukan. Kabid PTKP HMI Cabang Langkat, Wahyu Ramadhan yang juga masyarakat Bahorok menyayangkan kondisi tersebut.

Bahkan, dia menilai, buruknya pelayanan pada Puskesmas Bahorok mencerminkan lemahnya sistem pelayanan kesehatan di kampung halamannya.

“Sangat disayangkan sebuah fasilitas kesehatan yang seharusnya menjadi garda terdepan pelayanan masyarakat justru tidak menyediakan dokter,” jelasnya, Senin (5/5/2025).

“Puskesmas tanpa dokter ibarat sekolah tanpa guru, keberadaannya menjadi formalitas tanpa fungsi. Masyarakat datang dengan harapan untuk sembuh, bukan untuk pulang dengan kecewa,” sambungnya.

Tidak ada tenaga medis paling dasar seperti dokter, kata dia, adalah bentuk kelalaian manajerial yang serius. Jika puskesmas tidak mampu memastikan kehadiran tenaga medis yang paling dasar, maka ada yang salah dalam sistem pengelolaannya.

“Harap dilakukan evaluasi menyeluruh dan perbaikan segera. Karena ini bukan sekadar soal layanan buruk, ini soal nyawa manusia,” tegasnya.

Permintaan evaluasi demi menjaga citra baik fasilitas kesehatan di Kabupaten Langkat. Terlebih lagi, dengan harapan kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Kami dari HMI Cabang Langkat menegaskan bahwa kesehatan adalah hak dasar warga. Pemerintah daerah harus hadir dan bertanggung jawab penuh. Kami akan terus mengawal persoalan ini hingga ada perbaikan nyata, karena diam adalah bentuk pembiaran,” tukas Ketua HMI Cabang Langkat, Alfi Syahrin.

HMI Cabang Langkat mendesak dinas kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Langkat untuk segera mengambil langkah konkret serta transparan, dalam memperbaiki sistem pengelolaan fasilitas kesehatan, khususnya pada Puskesmas Bahorok.

Pukesmas Bahorok kembali disorot keluarga pasien. Soalnya, sikap Puskesmas Bahorok yang tidak memberikan pelayanan prima kepada masyarakat itu bukan terjadi kali ini saja.

Adapun pasien yang masuk ke Puskesmas Bahorok itu adalah Ramadhani Iskandar (44), Jum’at (2/5/2025) malam. Setibanya di Puskesmas Bahorok, pasien ditangani oleh perawat saja.

Sementara dokternya tidak ada. “Sangat disayangkan pelayanan di Puskemas Bahorok, tidak seperti yang diharapkan. Tidak ada dokter jaga di tempat, pasien nunggu lama,” kata perwakilan keluarga pasien, Aqsa.

Alhasil, pasien tersebut sempat tertunda untuk dirujuk.

“Perawat yang jaga tidak berani ambil keputusan, karena bukan wewenang mereka,” sambungnya.

Puskesmas Bahorok juga pernah tidak memberikan pelayanan prima kepada pasien atas nama Suparmin warga Kelurahan Pekanbahorok yang hendak dirujuk. Adapun pelayanan dimaksud adalah, pasien tidak dirujuk dengan menggunakan ambulans Puskesmas Bahorok, melainkan ambulans milik Desa Empus, Kecamatan Bahorok.

Padahal di Puskesmas Bahorok, ada 2 unit ambulans yang bersedia. Satu di antaranya dalam kondisi sehat dan satunya lagi kondisinya rusak. (ted/han)

Pimpinan DPRD Medan Dukung Kepolisian Tindak Tegas Aksi Tawuran di Belawan

Wakil Ketua DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Golkar, Hadi Suhendra.((Markus Pasaribu/Sumut Pos))
Wakil Ketua DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Golkar, Hadi Suhendra.((Markus Pasaribu/Sumut Pos))

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pimpinan DPRD Kota Medan, Hadi Suhendra, mendukung langkah Kapolrestabes Belawan, AKBP Oloan Siahaan yang menindak tegas para pelaku tawuran di Kecamatan Medan Belawan. Pasalnya, aksi tawuran yang penuh dengan tindakan anarkis dan aksi kriminalitas itu sudah sangat lama menjadi momok yang meresahkan masyarakat, khususnya warga Belawan.

“Aksi tawuran di Belawan sudah lama terjadi dan seolah tidak ada habisnya. Pihak kepolisian sudah berkali-kali mengajak masyarakat untuk menjaga kondusifitas, tetapi aksi tawuran masih terus terjadi. Sebagai Pimpinan DPRD Medan saya mendukung langkah tegas Kapolres Belawan, Pak Oloan Siahaan yang memberikan tindakan tegas kepada para pelaku tawuran,” ucap Hadi Suhendra kepada Sumut Pos, Senin (5/5/2025).

Dikatakan Wakil Ketua DPRD Medan dari Fraksi Partai Golkar yang akrab disapa Suhendra itu, tindakan tegas yang diambil AKBP Oloan Siahaan merupakan langkah yang memang harus diambil. Pasalnya, mobil dinas Oloan Siahaan sempat dihadang dan diserang oleh puluhan remaja yang terlibat aksi tawuran di kawasan Tol Belmera.

“Saat itu Pak Kapolres Belawan sedang memantau situasi keamanan dan menemukan adanya remaja yang tawuran di Tol Belmera, para remaja ini kemudian menghadang mobil dinas beliau (Kapolres Belawan). Beliau turun untuk membubarkan aksi tawuran, tapi para remaja ini justru menyerang dengan kelewang ke arah Kapolres,” ujar Suhendra.

Karena mendapatkan serangan, sambung Suhendra, AKBP Oloan Siahaan mencoba untuk melepaskan tembakan peringatan sebanyak tiga kali. Namun, tembakan peringatan itu tidak juga diindahkan dan para pelaku tetap melakukan penyerangan dengan menembakkan mercon dan melemparkan batu ke arah AKBP Oloan.

“Melihat situasi yang semakin tidak terkendali, Kapolres Belawan terpaksa melepaskan tembakan ke arah para pelaku tawuran yang ingin menyerangnya. Jadi saya fikir, ini murni bentuk pembelaan diri,” katanya.

Di luar dari peristiwa itu, sebagai wakil rakyat asal Belawan, Hadi Suhendra secara pribadi juga seringkali mendapatkan pengaduan dari masyarakat tentang maraknya aksi tawuran di Belawan. Akibatnya, masyarakat kerap dihantui rasa takut setiap kali beraktivitas.

“Tidak ada yang lebih utama dari terciptanya situasi yang aman bagi masyarakat. Untuk itu, saya dan masyarakat Belawan sangat mendukung segala upaya yang dilakukan Polres Belawan untuk memberantas aksi tawuran guna terciptanya situasi yang aman dan nyaman untuk masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Hadi Suhendra juga meminta Polda Sumut untuk tidak ‘menutup mata’ atas aksi tawuran yang kerap terjadi di Belawan. Sebagai tokoh dari Medan Utara, Hadi Suhendra meminta Polda Sumut untuk ikut turun tangan dalam mengatasi maraknya aksi tawuran di Belawan.

“Polda Sumut juga jangan membiarkan Polres Belawan bekerja sendiri, sementara aksi tawuran di Belawan sudah sangat meresahkan. Kondisi ini sudah berlangsung cukup lama, dan warga Belawan sangat berharap masalah ini bisa segera selesai sehingga situasi yang kondusif bisa dirasakan masyarakat secara keseluruhan,” pungkasnya.(map)

Respon Cepat Polres Langkat Bina Pelaku Pungli di Tanjungpura

STABAT, SUMUTPOS.CO- Jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Langkat merespon cepat informasi dari masyarakat terkait banyaknya perbuatan premanisme berupa pungutan liar (pungli) di Jalan Lintas Medan-Banda Aceh, tepatnya pada perlintasan rel kereta api, Desa Paya Perupuk, Tanjungpura, belum lama ini.

Atas informasi itu, Polri hadir di tengah masyarakat dengan menindaklanjuti informasi tersebut.

Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Pandu Batubara menjelaskan, informasi adanya dugaan premanisme berupa pungli itu ditindaklanjuti dengan penyelidikan.

“Personel langsung menuju tempat kejadian perkara dan diamankan 1 pria dewasa yang sedang berdiri dan menyenter kendaraan yang melintas,” kata Pandu, Senin (5/5/2025).

Saat diinterogasi, terduga pelaku pungli berinisial J (33) itu mengakui perbuatannya. “Yang bersangkutan dan barang bukti dibawa ke Polsek Tanjungpura untuk dilakukan pembinaan,” bebernya.

Dia mengajak kepada masyarakat untuk jangan ragu melaporkan aksi premanisme berupa dugaan pungli. Sebab, Polri hadir di tengah masyarakat dan negara tidak boleh tunduk pada premanisme.

“Langkat harus jadi rumah yang aman,” pungkasnya.

Dalam pembinaan ini, J yang mengakui perbuatan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. (ted/han)