28 C
Medan
Friday, February 6, 2026
Home Blog Page 2697

Medan Banjir Lagi, BWSS II Diminta Normalisasi Sungai

Warga membersihkan lumpur kotoran sisa banjir di Medan. Ist/Sumut Pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kota Medan pada Kamis (10/3) dini hari kembali banjir akibat meluapnya Sungai Deli dan sejumlah sungai lainnya di Kota Medan, membuat Badan Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II kembali menjadi sorotan.

Pasalnya hingga saat ini, kondisi normalisasi sungai-sungai di Kota Medan masih cukup jauh dari harapan. Akibatnya, sungai di Kota Medan, khususnya Sungai Deli kerap kali tak mampu lagi menampung debit air hujan yang tinggi sehingga membuat sungai meluap.

Anggota Komisi IV DPRD Medan Dedy Aksyari Nasution, meminta BWS Sumatera II untuk segera bergerak cepat dalam menormalisasi sungai-sungai yang ada di Kota Medan. Apalagi, normalisasi sungai telah disepakati oleh BWSS dalam beberapa kali pertemuan dan rapat khusus mereka dengan Pemko Medan.

Dikatakan Dedy, banjir pada Kamis dini hari kemarin merupakan banjir yang kesekian kalinya akibat sungai yang meluap. Tak dapat dipungkiri, kondisi sungai-sungai di Kota Medan memang sudah sangat memprihatinkan karena kondisinya yang semakin hari semakin dangkal dan menyempit.

“Dan kondisi ini diketahui jelas oleh BWSS, Pemko Medan juga sudah berkali-kali berkoordinasi soal kondisi ini dengan mereka (BWSS), tapi sampai saat ini kita tidak melihat adanya gerak cepat BWSS dalam mengatasi masalah ini. Akibatnya yang kita lihat, sungai-sungai terus meluap setiap kali hujan. Terakhir hari Kamis dini hari kemarin, Sungai Deli dan sungai-sungai yang lain kembali meluap,” ucap Dedy kepada Sumut Pos, Jumat (11/3).

Dikatakan Dedy, saat ini Pemko Medan sedang terus melakukan normalisasi drainase, mulai dari pengorekan hingga pembangunan drainase. Namun pada akhirnya air dari drainase akan mengalir ke sungai, sedangkan kondisi sungai masib belum siap menampung debit air yang besar dari drainase ketika hujan turun.

“Pemko Medan tidak bisa sendirian menyelesaikan masalah banjir ini, semua pihak harus ikut mendukung, salah satunya BWSS. Kalau begini terus, jangan harap program Medan Tajir (Tanpa Banjir) bisa terealisasi,” ujarnya.

Setidaknya, lanjut Dedy, BWSS harus mulai dari pengorekan sungai yang mengalami pendangkalan ataupun sedimentasi. “Selanjutnya, BWSS bisa bergerak lebih jauh dengan menertibkan bantaran sungai untuk kembali melebarkan sungai dan sempadannya,” katanya.

Selain itu, lanjut Dedy, Dinas PU Kota Medan juga harus terus memperhatikan kondisi pembangunan drainase di Kota Medan yang saat ini dilakukan dengan menggunakan U-Ditch.

“U-Ditch ini punya kelebihan lebih cepat dalam proses pengerjaannya. Akan tetapi bila tidak dikerjakan oleh kontraktor yang mumpuni, ini akan kacau balau dan kita khawatirkan U-Ditch tidak bekerja dengan maksimal dalam mengalirkan air,” lanjutnya.

Dedy pun meminta setiap pihak untuk sama-sama bertanggungjawab dalam menyelesaikan masalah banjir di Kota Medan. Tak cuma Pemko Medan dan BWSS, para pekerja kontraktor juga punya kewajiban dalam mengerjakan pekerjaannya sesuatu SOP dengan hasil terbaik.

“Ini sebenarnya lebih kepada rasa tanggungjawab. BWSS juga kita minta untuk terpanggil rasa tanggungjawabnya dalam menormalisasi sungai-sungai yang ada di Kota Medan,” pungkasnya. (map/ila)

JNE Resmikan Seragam Kurir Karya Ilustrator Marvel & DC Comics, Ario Anindito

BARU: Ksatria JNE berfoto bersama dengan menggunakan seragam baru yang dirancang oleh Ario Anindito yang merupakan komik artis.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Fresh dan ikonik, hal ini yang terlihat dari tampilan seragam para ksatria JNE terbaru karya Ario Anindito seorang professional komik artis yang karyanya telah dipercaya oleh banyak perusahaan hiburan besar di Amerika, seperti Marvel, DC dan lainnya. Sebanyak 25 ksatria JNE melakukan konvoi mengenakan t–shirt berwarna merah dengan ilustrasi super kurir yang ikonik menghiasi seragam baru yang diresmikan secara langsung di kantor JNE Pusat, Jl. Tomang Raya No. 11, Jakarta (7/3).

Mendapatkan inspirasi di kehidupan sehari – hari untuk menciptakan karakter sering dilakukan Ario untuk dituangkan dalam karyanya. Hal itu juga yang dituangkan Ario dalam karya JNE X Ario Anindito, dimana penggambaran ksatria JNE yang selalu dibutuhkan masyarakat setiap harinya untuk mengantarkan paket yaitu Joni Super Kurir.

“Berangkat dari pemikiran bahwa kurir ini? merupakan pahlawan bagi orang – orang yang memerlukan waktu dan tenaga ekstra, ikon Joni ini merupakan seorang kurir yang siap membantu misalnya UMKM yang memerlukan pengantaran untuk produk yang dijualnya, bahkan yang paling simple seorang anak yang tidak bisa kirim kado ke orang tuanya karena pandemi, jadi Joni ini dilengkapi peralatan dengan kekuatan super yang bisa membantu pekerjaannya untuk lebih ontime dan cepat, serta membantu sesama sesuai dengan nilai – nilai yang ada di JNE,” ujar Ario.

Presiden Direktur JNE, M. Feriadi Soeprapto, dalam sambutannya mengatakan, sesuai dengan tagline JNE yaitu Connecting Happiness, penggambaran ksatria JNE merupakan bukan hanya mengantarkan paket, namun lebih jauh dari itu JNE harus dapat bermanfaat seluas – luasnya bagi masyarakat.

“JNE yang merupakan perusahan asli Indonesia, turut bangga dan mengapresiasi karya anak bangsa ini dapat turut mewarnai cerita JNE untuk terus mengantarkan kebahagiaan,” ungkapnya.

Sebelumnya kolaborasi JNE dan Ario Anindito telah dilakukan dengan menghasilkan karya komik strip JONI Super Kurir dalam rangka ulang tahun JNE ke – 31 November 2021, dan mulai 12 Maret 2022 seragam JNE X Ario Anindito ini akan mulai digunakan secara resmi di Jakarta khusus di hari Sabtu dan Minggu, dan bertahap di seluruh cabang JNE di Indonesia. Harapannya selain bentuk apresiasi kepada para ksatria JNE , penggunaan seragam ini juga dapat membuat penampilan para ksatria JNE tetap rapi dengan gaya casual di hari libur. (rel/ram)

Pastikan Penyebab Warga Keracunan Gas, Operasional PT SMGP Distop Sementara

Ilustrasi.

MADINA, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi meminta operasional PT Sorik Merapi Geothermal Power(SMGP) dihentikan sementara agar ada kepastian penyebab warga Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Kabupaten Mandailing Natal(Madina) mengalami keracunan gas.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumatera(Gubsu) Edy Rahmayadi para rapat pertemuan dengan PT SMGP dan Pemkab Madina terkait 59 warga keracunan gas H2S (Hidrogen Sulfida) di Medan, Kamis (10/3).

“Apa persoalan sampai rakyat ini mengalami keracunan, kan dia (racun itu) H2S. Tetapi dari hasil paparan dia (PT SMGP-red) pada rapat, pihak perusahaan tidak ada tanda tanda dari asam sulfida berarti ada yang salah. Untuk itu, dibentuk tim untuk memastikan penyebab warga keracunan gas.

“Operasionalnya diberhentikan. Saya selaku Gubernur Sumut punya wewenang untuk itu(menutup sementara operasional PT SMGP). Diberhentikan, dipastikan terlebih dahulu kenapa rakyat seperti itu (keracunan),” tegas Gubsu Edy Rahmayadi.

Mantan Pangdam I Bukit Barisan itu, menjelaskan PT SMGP merupakan perusahaan pembangkit listrik yang sudah menghasilkan 90 megawatt. Meskipun memberikan pasokan listrik bagi Provinsi Sumut, tapi perusahaan itu harus memikirkan kesehatan dan keselamatan masyarakat.

“Dia (PT SMGP) sudah menghasilkan energi sampai 90 megawatt. Ini juga sangat menguntungkan bagi rakyat Sumatera Utara,” tutur mantan Ketua Umum PSSI itu.

Untuk itu, lanjut Gubsu Edy Rahmayadi, tim Polres Madina sedang melakukan penyelidikan apakah ada dugaan kelalaian atau keceroboan.

“Jangan sampai terjadi tiga kali. Makanya harus bisa dipastikan penyebab warga keracunan. Kalau memang itu human eror, ya harus kita tindak dong. Tetapi kalau memang itu tuntutan perusahaan, perusahaan harus melakukan seperti itu, harus dicari win win solution, apakah dilakukan relokasi desa, tapi kan harus pasti,” terangnya.

Maka demikian, sambung Gubsu Edy Rahmayadi, menunggu tim gabungan melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab persis gas beracun H2S itu bisa keluar, sehingga mengakibatkan puluhan warga keracunan.

“Operasional perusahaan harus ditutup sementara sampai diketahui penyebabnya. “Tak bisa kita mengandai-andai. Belum bisa mereka jawab. Makanya saya berhentikan dulu sampai ada kepastian. Harus ada kepastian, gak boleh main-main sama nyawa orang,” pungkasnya.(gus/han)

Warga Binjai Utara Belum Terima Bantuan PKH

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Warga Kelurahan Jati, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, mengeluh sampai sekarang belum menerima bantuan dari Program Keluarga Harapan (PKH). Hal ini terungkap dalam reses yang digelar Anggota dewan Kota Binjai dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fitriyani AMd di Jalan Yos Sudarso 12, Lingkungan II, Kelurahan Jati Utomo, Binjai, Rabu (9/3) lalu.

Seperti yang disampaikan Sri Wahyuni, warga Jalan Yos Sudarso, yang mengaku hingga kini belum menerima bantuan dari Program Keluarga Harapan (PKH). “Seharusnya kami warga miskin sudah menerima bantuan PKH, seperti bantuan pangan dan gizi seperti yang dijanjikan pemerintah Tapi kenyataannya, sampai sekarang belum ada,” kata Sri.

Sementara Naning, peserta reses lainnya juga ikut menyampaikan keluh kesahnya. “Di masa pandemi seperti ini, jaminan kesehatan sangat penting, bagi kami warga kurang mampu sulit untuk bisa membayar BPJS Mandiri. Apalagi saat ini, semua serba mahal. Maka saya usul sudah selayaknya warga yang tidak mampu mendapatkan KIS,” harapnya.

Selain bantuan PKH dan KIS, warga juga mengeluhkan kondisi drainase yang rusak dan lampu penerangan jalan umum yang tidak berfungsi. “Ini sangat berbahaya. Apalagi di malam hari, rawan kecelakaan dan begal,” kata Yunita.

Menanggapi keluhan warga, politisi PKS ini berjanji akan menyampaikan keluhan warga kepada dinas terkait. “Saya akan perjuangkan semaksimal mungkin apa yang menjadi harapan warga. Saya berharap warga tetap memiliki semangat dan selalu berdoa kepada Allah SWT, sehingga kita dapat melewati masa masa sulit paska pendemi covid 19,” katanya.

Selain menggelar reses di Jalan Yos Sudarso, Fitriyani juga menggelar resesnya di tiga tempat berbeda, yaitu di Jalan Tengku Umar, Kelurahan Nangka, Pasar 2, Binjai Utara, Minggu (6/3/2022). Kemudian di Jalan Jawa No 62, Kelurahan Damai, Binjai Utara, Senin (7/3/2022). Dan di Jalan Madura, Kelurahan Kebun Lada, Binjai Utara, Selasa (8/3/2022).

Reses kali ini juga dihadiri Plt Kadis Catatan Sipil Kota Binjai, Rahmad Situmorang, Koordinator PKH Kota Binjai, Saiful Khalifah, Kasie PMK Kelurahan Jati Utomo Serly Lumbantoruan SSos, dan Ketua Perwiritan Muslimah Sri wahyuni. Acara digelar dengan tetap menjalankan protokol kesehatan, mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan menjaga jarak. (adz)

Kafe Remang Marak di Humbahas, Bupati Ancam akan Turun Lakukan Penertiban

Ilustrasi.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Itu disampaikan Dosmar dalam membuka kegiatan konsultasi publik Ranwal RKPD Kabupaten Humbahas tahun 2023, Kamis (10/3). Menurut Dosmar, keberadaan warung-warung itu banyak menyebabkan dampak negatif sebagai salah satu pemicu maraknya aksi kriminialitas. Dan, disinyalir sebagai tempat maksiat seperti transaksi prostitusi , dan narkoba.

“Saya sudah pernah meminta kepada Kasatpol PP yang baru diangkat segera melakukan pembersihan kafe remang-remang. Karena sudah meresahkan masyarakat,” tegas Dosmar. Dalam perintahnya itu, ia minta untuk segera dilaksanakan. Jika tidak, dua minggu ke depan dirinya akan turun untuk menutup.

“Dua minggu kedepan kalau masih ada, saya akan turun. Kalau boleh di Humbahas jangan ada lagi,” perintahnya. Selain memerintahkan menutup, Bupati Dosmar juga meminta Kepala Dinas Perizinan untuk melakukan pendataan lokasi kafe yang sempat diberikan izin membuka usaha.

“Semua perizinan hanya dari Kadis Perizinan tidak boleh dari siapapun,” tegas Dosmar. Kepala Satpol PP Humbahas Vandeik Simanungkalit, yang dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, biarpun berita pesan terkirim, Vandeik enggan menjawab.

Terpisah, Ketua KNPI Kabupaten Humbahas, Dina Situmeang mendukung atas langkah Bupati Dosmar Banjarnahor yang memerintahkan Kasatpol PP untuk menutup kafe remang-remang di Humbahas. ” Kami mendukung penuh atas keputusan Bupati untuk menutup kafe remang-remang. Terlebih khusus di kota Dolok Sanggul ini,” ujar Dina.

Menurut Dina, langkah yang dilakukan Bupati adalah tepat, karena kafe remang-remang rawan peredaran minuman keras, dan juga narkoba.

Selain itu, langkah itu juga agar generasi muda terhindar dari kasus HIV/Aids. ” Karena ini tugas kita untuk mengamankan generasi muda agar tidak terlanjur melangkah terlalu jauh yang menyebabkan mereka menderita penyakit yang tidak bisa diobati. Hal ini juga merupakan bentuk untuk melindungi warga agar terhindar dari penyakit sosial dan penyakit menular seksual,” tegas Dina. (des/han)

Bupati Asahan Ingatkan Camat & Kapus Percepatan Vaksinasi Covid

RAKORPEM: Bupati Asahan H. Surya BSc membuka rakorpem. Darmawan/sumut pos.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Bupati Asahan H. Surya, BSc membuka Rapat Koordinasi Pemerintahan (Rakorpem) di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Jumat (11/3). Pada kesempatan itu, bupati meminta agar seluruh camat dan Kepala {Kapuskesmas) dalam upaya percepatan vaksinasi Covid-19.

Dalam bimbingan dan arahannya, Bupati Asahan H. Surya, BSc mengatakan Rakorpem ini akan rutin dilaksanakan setiap bulannya dengan tujuan sebagai tempat saling mendengar, menyampaikan dan menyelesaikan hal-hal yang menjadi pokok permasalahan yang ada di Kabupaten Asahan.

Kemudian, mendapatkan berbagai informasi penting dan strategis serta mensinkronisasikan penyelenggaraan pelaksanaan tugas-tugas Pemerintah Daerah yang berkesinambungan efektif dan terarah.

Bupati Asahan juga berharap kepada seluruh ASN tetap menjaga kekompakan dalam melaksanakan tugas, serta loyal kepada pimpinan dan berdedikasi dalam bekerja.

Selain itu, Bupati Asahan berharap seluruh Camat dan Kepala Puskesmas (Kapus) dapat membantu percepatan vaksinasi covid-19, sehingga target vaksinasi Covid-19 dapat dicapai.

“Dengan tercapainya target vaksinasi covid-19 di Kabupaten Asahan, maka kita dapat mencegah penyebaran covid-19 di Kabupaten Asahan,” ucap Bupati Asahan.

Selanjutnya Bupati Asahan mengatakan, kepada seluruh OPD segera membuat perjanjian kinerja kepada setiap jajarannya sebagai alat ukur sampai dimana loyalitas dan dedikasi mereka dalam membantu Pemerintah Kabupaten Asahan mensukseskan visi dan misinya “mewujudkan Asahan Sejahtera yang Religius dan Berkarakter”.

“Terkait Peringatan Hari Jadi Kabupaten Asahan ke-76, kepada Dinas dan OPD terkait diharapkan dapat mempersiapkan rangkaian kegiatan tersebut, sehingga pelaksanaan kegiatan Hari Jadi Kabupaten Asahan ke-76 dapat berjalan dengan sukses,”pungkasnya.(dat/han)

Cegah Lakalantas dan Kerusakan Badan Jalan, Polres Tebingtinggi Operasi ODOL,

ODOL: Jajaran Satlantas Polres Tebingtinggi melakukan operasi over dimensi dan over loading kepada pengemudi supir truk, trailer dan kendaraan angkutan lainnya.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Satuan Lalulintas Polres Tebingtinggi melaksanakan operasi over dimensi dan over loading dan imbauan edukasi serta sosialisasi bagi pemilik mobil angkutan berat, truk dan trailer di Simpang Beo Jalan KL Yos Sudarso Kota Tebingtinggi, Jumat (11/3).

Kasat Lantas Polres Tebingtinggi AKP Doraria Simanjuntak, mengatakan operasi peningkatan ODOL dilakukan agar para pemilik mobil, sopir Truk, dan Trailer untuk tidak melanggar ketentuan muatan, ataupun merubah dimensi kenderaan.

“Over Dimensi dan Over Loading agar tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku sesuai dengan buku uji yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan,” bilangnya.

Dijelaskan AKP Doraria, over dimensi dan over loading di jalan dapat menimbulkan terjadinya kecelakaan lalu lintas, hingga menimbulkan kerusakan infrastruktur jalan.

“Dengan adanya edukasi dan sosialisasi tentang bahaya over dimensi dan over loading, dapat mencegah terjadinya kecelakaan lalulintas,”pungkasnya.(ian/han)

Polres Nias Tambal Jalan Berlubang di Gunungsitoli

TAMBAL JALAN: Peduli keselamatan lalulintas, Personel Satuan Lantas Polres Nias tambal jalan berlubang di seputaran Jalan Karet, Kota Gunungsitoli, Selasa (8/3).adi laoli/sumut pos.

GUNUNGSITOLI, SUMUTPOS.CO – Personel Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Nias menambal jalan berlubang di seputaran Kota Gunungsitoli, Selasa (8/3). Kegiatan sosial itu dilakukan dalam rangkaian kegiatan Operasi Keselamatan Toba Tahun 2022.

“Bakti sosial yang kita laksanakan ini sebagai bentuk kepedulian Polres Nias terhadap pengguna jalan, agar dapat terhindar dari kecelakaan lalulintas,” kata Kepala Satuan (Kasat) Lantas Polres Nias AKP Galih Ramadhan Hariomursid kepada wartawan.

Menurutnya, ada beberapa titik, di wilayah Kota Gunungsitoli ditemukan jalan rusak dan berlubang. Dan itu sangat membahayakan pengendara apabila melintas.

AKP Galih menyebutkan, jalan berlubang yang ditambal di sepanjang Jalan Karet Kota Gunungsitoli ada empat titik yakni di simpang jalan SD Negeri 2, depan SD Negeri 2 simpang Tabita dan di depan Gereja Santa Maria. Material penambalan jalan menggunakan kerikil, pasir, dan semen.

“Walaupun daya tahannya penambalan ini tidak bertahan lama namun setidaknya dapat bermanfaat dan membantu masyarakat kita dalam berkendara sehingga dapat terhindarkan dari kecelakaan lalulintas,” sebutnya.

Seorang yang melintas diwawancarai Sumut Pos mengaku salut dan bangga dengan kepedulian Polres Nias khususnya personel Satuan Lantas.

Ia mengatakan, bakti sosial itu juga dapat menjadi penyemangat bagi pemerintah selaku pihak yang paling bertanggungjawab terhadap perbaikan jalan.

“Saya selaku Masyarakat Kota Gunungsitoli sangat berterima kasih kepada personel Satuan Lantas Polres Nias. Walaupun hanya sekadar ditambal, namun untuk sementara waktu sangat bermanfaat,” katanya.

“Mestinya perbaikan jalan berlubang ini adalah tanggung jawab pemerintah kota setempat. Semoga dengan adanya bakti sosial ini, pemerintah dapat memberi perhatian,” pungkasnya. (adl/azw)

Majelis Cendekia Diraja Kesultanan Negeri Serdang Dikukuhkan

BERSAMA: Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar foto bersama usai acara pengukuhkan Majelis Cendekia Diraja Kesultanan Negeri Serdang bertempat di Wing Hotel Kualanamu, Kecamatan Batangkuis, Kamis (10/3) .batara/sumut pos.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar mengukuhkan Majelis Cendekia Diraja Kesultanan Negeri Serdang bertempat di Wing Hotel Kualanamu, Kecamatan Batangkuis, Kamis (10/3).

Dalam penyampaiannya Ali Yusuf mengatak bahwa adat bersendikan hukum syara, hukum syara bersendikan kitabullah adalah pepatah melayu yang melandasi hukum di Negeri Serdang.

“Pepatah tersebut sangat berpegang teguh kepada Syariat Islam, ini menjadi bukti bahwa masyarakat Negeri Serdang adalah masyarakat madani yang berpedoman dengan Alquran dan nilai-nilai Islam,” ujarnya.

Berlandaskan hal tersebut, kegiatan pengukuhan yang baru saja dilakukan itu merupakan hal yang sangat baik untuk memajukan Islam di tengah tantangan globalisasi saat ini.

Majelis Cendikia yang bergerak atas dasar nilai-nilai keagamaan, keilmuan, dan moralitas yang akan ditanamkan kepada seluruh masyarakat diharapkan dapat mencetak generasi- generasi muda yang andal di bidang akademik, sains dan teknologi, teknokrasi, leadership dan entrepreneurship serta progresif di bidang vokasi dan sekaligus berjiwa Qurani.

Atas nama Pemkab Deliserdang, Wakil Bupati mengucapkan selamat atas dikukuhkannya Majelis Cendekia Diraja Negeri Serdang. “Dengan dikukuhkannya kepengurusan yang baru, diharapkan akan semakin menguatkan peran dan kiprahnya baik dalam rangka kelangsungan roda organisasi. Mengakomodir segala aspirasi generasi muda, dapat menjadi pendorong, motivator maupun fasilitator dalam membangun generasi madani, yang maju serta berkualitas.

Sebelumnya, Sultan Serdang Tuanku T Achmad Thala’a Shariful Alam Shah menjelaskan latar belakang pembentukan Majelis Cendekia Diraja Kesultanan Serdang yang terdiri dari para profesor dan doktor sesuai bidang keahlian masing masing. Hal ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan pemberian gelar datuk kepada tokoh-tokoh Pendidikan Sumatera Utara untuk memperkuat SDM dan cakrawala berpikir di jajaran kerapatan dan masyarakat adat Kesultanan Serdang.

Kepada Majelis Cendikia, Sultan Serdang bertitah agar para datuk mau memberikan ide dan menyumbangkan pemikiran brilian untuk memajukan kesultanan kerapatan adat, dan masyarakat adat di wilayah Negeri Serdang. (btr/azw)

Warga Bongkar Barak Narkoba di Payaroba

DIBONGKAR: Gubuk yang dijadikan lapak atau barak isap narkoba di Jalan Pakis Kelurahan Payaroba Kecamatan Binjai Barat dibongkar.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Puluhan masyarakat yang didominasi dari emak-emak menggeruduk barak narkoba di Jalan Pakis, Kelurahan Payaroba, Binjai Barat, Kamis (10/3). Informasi dirangkum, barak atau lapak isap narkoba ini diduga milik oknum ketua organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP). Emak-emak yang resah terhadap keberadaan barak itu langsung beraksi ke lokasi. Mereka datang menggerebek tanpa ada yang perintahkan.

Sesampai di lokasi, suasana memanas. Seorang pria yang diduga penjaga atau pengawas barak tersebut, coba menghalang-halangi.

Alhasil, terlibat adu mulut antara mereka. Bahkan ada juga yang menyebutkan pria tersebut merupakan pemilik narkoba.

Dia datang untuk mengahalau agar emosi massa tidak memuncak. “Bakar saja ini. Suami awak, anak awak sudah datang ke mari. Ayo kita bakar,” seru seorang emak-emak di antara kerumunan massa.

Tak lama berselang, polisi masyarakat atau Babinkamtibmas tiba di lokasi untuk menenangkan emosi massa. “Ya benar, ada masyarakat datangi ke lokasi tersebut,” kata Kapolsek Binjai Barat, AKP Siswanto Ginting ketika dikonfirmasi, Jum’at (11/3).

Barak atau lapak isap narkoba itu dikelilingi pohon sawit. Suasananya seperti perkampungan.

Kapolsek menambahkan, hasil pengumpulan informasi yang dilakukannya, barak narkoba ini baru saja dibangun. “Belum ada seminggu,” pungkasnya. (ted/azw)