30 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 270

dr Irvan Dalimunthe Terpilih sebagai Ketua PASI Kota Tebingtinggi

TERPILIH: dr Irvan Dalimunthe terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Pengkot PASI Kota Tebingtinggi dalam Muskot dihadiri Ketua KONI Tebingtinggi Anton dan PASI Sumut, M Irwan Pulungan. SOPIAN/SUMUT POS
TERPILIH: dr Irvan Dalimunthe terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Pengkot PASI Kota Tebingtinggi dalam Muskot dihadiri Ketua KONI Tebingtinggi Anton dan PASI Sumut, M Irwan Pulungan. SOPIAN/SUMUT POS

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO-Bertempat di kantor sekretariat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jalan Sudirman Kota Tebingtinggi, berlangsung acara Musyawarah Kota (Muskot) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Tebingtinggi untuk periode 2025-2029.

Kegiatan Muskot PASI dihadiri oleh perwakilan dari PASI Sumut, M Irwan Pulungan, serta Ketua KONI Kota Tebingtinggi, Anton.

Dalam sambutannya, Ketua KONI Tebingtinggi, Anton, menyampaikan bahwa PASI Kota Tebingtinggi telah lama vakum selama empat tahun. Ia berharap melalui musyawarah ini, organisasi atletik di kota ini dapat kembali bangkit dan berkembang.

“Tahun 2025 ini, kita mengadakan Musyawarah Kota PASI untuk memilih pengurus baru. Semoga ke depan, PASI Tebingtinggi mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat provinsi, nasional, maupun internasional,” ujar Anton, Kamis (1/5).

Sementara itu, perwakilan dari PASI Sumut, M Irwan Pulungan, menyampaikan bahwa musyawarah ini juga menjadi langkah awal dalam menyiapkan atlet-atlet yang akan mengikuti berbagai kompetisi seperti PPLP dan persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) di NTB dan NTT.

“Kita berharap, melalui musyawarah ini, PASI Tebingtinggi mampu menghasilkan atlet berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional,” katanya.

Sedangkan Ketua terpilih, dr Irvan Dalimunthe menyampaikan komitmennya untuk menata organisasi PASI Tebingtinggi ke arah yang lebih baik.

“Ke depan, organisasi ini akan diisi oleh pengurus-pengurus yang berkualitas sehingga mampu melahirkan atlet-atlet yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter dan berintegritas. Kita fokus pada peningkatan kualitas pelatihan dan pembinaan, agar mampu melahirkan prestasi secara kuantitas,” harap Irvan Dalimunthe.

Dengan terpilihnya dr Irvan Dalimunthe sebagai ketua, diharapkan PASI Tebingtinggi mampu bangkit dan menjadi kekuatan atletik yang diperhitungkan di tingkat provinsi maupun nasional. Semoga target dan harapan ini dapat tercapai melalui kerja keras dan sinergi semua pihak terkait. (ian/han)

Carnaval Rakyat di Rantauprapat Masuk Objek Pajak Hiburan

DATANGI: KaBapenda Labuhanbatu datangi lokasi hiburan Carnaval Rakyat (FAJAR/SUMUT POS)
DATANGI: KaBapenda Labuhanbatu datangi lokasi hiburan Carnaval Rakyat (FAJAR/SUMUT POS)

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Ka Bapenda) Kabupaten Labuhanbatu, Tuti Noprida Ritonga menegaskan acara Carnaval Rakyat Rantauprapat memenuhi syarat sebagai objek Pajak Hiburan. Salah satunya karena adanya pungutan bayaran dalam bentuk tiket permainan.

“Sesuai ketentuan Peraturan Daerah Kabupaten Labuhanbatu Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Kami hadir bukan untuk menghambat kegiatan masyarakat. Tapi untuk berkoordinasi dan mengimbau bahwa ada kewajiban yang harus dipenuhi dengan baik, ” ujar Tuti saat turun langsung ke lapangan untuk melakukan monitoring dan pengawasan pajak hiburan dalam kegiatan Carnaval Rakyat, Rabu 30 April 2025 di Lapangan Ex Pasar Baru Rantauprapat.

Kepada pihak manajemen, Ia juga menambahkan pihaknya siap membantu panitia dalam menghitung besaran pajak yang harus dibayarkan. Sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari.

“Kami harap panitia bisa bekerjasama. Karena ini adalah bagian dari kewajiban bersama demi mendukung pembangunan daerah,” imbuhnya.

Tuti juga menegaskan tujuan utama pengutipan pajak hiburan adalah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang nantinya akan digunakan untuk pembangunan dan peningkatan pelayanan publik sesuai dengan visi misi Bupati Labuhanbatu menata kota membangun desa. (fdh/han)

Ibu Penggugat dan Tergugat Jadi Saksi Perkara Kepemilikan Rumah di Dairi

SIDANG PERDATA. Sidang perkara perdata terkait kepemilikan tanah dan bangunan rumah berlokasi di jalan Pahlawan, Kelurahan Batangberuh, Kecamatan Sidikalang antara penggugat, Mestron Siboro dan Rosintan Siboro di PN Sidikalang, Kabupaten Dairi, Rabu (30/4/2025). istimewa.
SIDANG PERDATA. Sidang perkara perdata terkait kepemilikan tanah dan bangunan rumah berlokasi di jalan Pahlawan, Kelurahan Batangberuh, Kecamatan Sidikalang antara penggugat, Mestron Siboro dan Rosintan Siboro di PN Sidikalang, Kabupaten Dairi, Rabu (30/4/2025). istimewa.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pengadilan Negeri (PN) Sidikalang, Kabupaten Dairi, kembali menyidangkan perkara perdata terkait kepemilikan rumah berlokasi di jalan Pahlawan, Kelurahan Batangberuh, Kecamatan Sidikalang.

Sidang perkara perdata terkait kepemilikan tanah dan bangunan rumah antara penggugat, Kombes Pol (Purn) Mestron Siboro dengan tergugat, Rosintan Siboro yang diketahui masih saudara kandung di gelar PN Sidikalang, Rabu (30/4/2025).

Sidang dipimpin Hakim Ketua, Mohammad Iqbal Fahri Junaedi Purba didampingi Hakim anggota, Satria Satronikhama Waruwu dan Guntar Frans Gerry.

Dalam sidang itu, pihak tergugat, Rosintan Siboro melalui Kuasa Hukum, Agustinus menghadirkan 3 orang saksi yakni, ibu kandung tergugat dan penggugat, Karolina Siboro (91) serta saudara kandung tergugat dan penggugat, Kolestra Siboro dan Suparman Siboro.

Kesaksian dimulai dari pengajuan pertanyaan Agustinus terkait kwitansi senilai Rp10 juta per 7 Februari 2012.

“Setelah ditolak dari RSUD Sidikalang lantaran sakit, benarkah saksi bersama anaknya singgah di rumah Mardongan Sigalingging di Jalan Pahlawan Sidikalang untuk memberi panjar?” tanya Agustinus ke Karolina.

Menurut Karolina, hari itu setelah makan pagi, mereka hendak berobat ke Medan. Dalam perjalanan, tampak plank bertuliskan rumah dijual. Rombongan sebanyak 7 orang di dalam 2 mobil. Dia berada di mobil Mestron.

Menurutnya, rombongan turun. Anaknya, Suparman mengambil uang sebanyak Rp10 juta diserahkan ke Mardongan. Pertemuan berlangsung selama 1 jam.

Seterusnya, perjalanan lanjut ke Medan dan menginap di rumah Mestron. Dia berobat di RS Adven tanggal 8 Februari , masuk di ruang UGD. Penanganan medis selama 3 hari. Kemudian kembali ke Sidikalang diantar pulang oleh Suparman.

“Dalam perjalanan pulang, kami berhenti di rumah Mardongan. Suparman menyerahkan uang pembayaran sebesar Rp250 juta kepada Mardongan”, kata Karolina.

“Dalam kondisi kesehatan serius, masih sempat ibu memikirkan negosisasi rumah? Secara analogi, ini sukar diterima”, ujar hakim Satria.

Sesuai penjelasan Karolina, kata Satria, bahwa saksi telah ‘disuapi’ makanan ‘hati lembu’ akibat sakit. Acara dilakukan secara kekeluargaan dan adat.

Dalam kebiasaan, itu artinya, umur bakal tidak panjang. Kalau saya konstruksikan, keterangan Karolina tidak sinkron dengan keterangan saksi yang diajukan Mestron.

“Tolong ibu bicara jujur. Yang berperkara adalah anak kandung saksi. Setiap keterangan berimplikasi hukum,”tandas Satria.

Satria kemudian bertanya, uang siapa untuk pembelian rumah. Menurut Karolina, dana pembelian ditalangi 3 putranya, yakni Mestron, Suparman dan Kolestra. Namun dia tidak tahu uang siapa paling banyak.

“Masya ibu tidak tahu”, kata Satria. Ketika memberi kesaksian, Karolina didampingi putrinya, Dewi Siboro.

Kehadirannya, untuk membantu menerjemahkan atau memperjelas pertanyaan. Namun, Satria mengeluarkan Dewi lantaran mempengaruhi.

“Keluar”, tegas Satria. Perempuan itu melangkah lalu duduk di kursi pengunjung.

Karolina menerangkan, Rosintan bersama Merdi Simanjuntak pindah dari Samosir ke Sidikalang.

Itu akibat Simanjuntak sakit di bagian perut. Sesudahnya muncul lagi penyakit di bagian tenggorokan. Menantu tidak bisa bicara tetapi bisa bekerja dan menyetir mobil.

Penjelasan Karolina, Merdi tidak ikut ketika saksi hendak berobat ke Medan. “Kenapa Merdi tidak ikut? Kan menantu? Bisanya nyetir,”tanya Satria.

Pada kesempatan itu, Satria berbicara dengan nada tinggi.

“Di sini, banyak bukti palsu. Tolong ibu bicara jujur. Dalam kesaksian lainnya, Mardongan menyebut, tidak pernah menandatangani kwitansi Rp250 juta.”, tegas Satra.

Satria menyebut, sesuai keterangan Karolina, Merdi bisa beraktivitas. Namun dalam akte jual beli, menantu tidak ikut tanda tangan. Padahal, rumah itu adalah untuk suami istri.

“Mungkin dilarang anakku. Begitulah”, jawab Karolina.

Karolina memaparkan, Mestron pernah marah meminta sertifikat diberikan. Mereka diusir. Karenanya, ia dan Rosintan pindah ke Lae Mbulan. Namun di sana, dia kurang sehat.

Karolina minta tolong kepada putranya, Kuatson Siboro beralamat di Batang Beruh. Tujuannya, agar diijinkan tinggal di rumah dimaksud. Diakui, sertifikat telah diserahkan melalui Kuatson.

Menjawab pertanyaan kuasa hukum penggugat, Tahi Purba dan Ranto Sibarani, Karolina menerangkan, memiliki 11 anak. Pun begitu, tidak ada yang memberi perhatian khusus.

Karolina menyebut, dia pernah dibawa Mestron berobat ke Penang. Istri kedua Mestron, Lina Sihite pernah memberinya perhiasan emas.

“Ku jualnya itu, biar ada makanku”, kata Karolina. Iqbal memaparkan, perkara ini bisa didamaikan. Sebenarnya, bisa diselesaikan di keluarga. Tidak perlu sampai ke pengadilan. Tergantung ibu. Penggugat menggaransi, ibu tetap tinggal di sana selama hidup

“Berilah keterangan jujur, Bicara seperti air mengalir. Sebenarnya, uang siapa yang membeli rumah itu”, kata Iqbal.

Karolina tetap bersikukuh, uang pembelian berasal dari Mestron, Suparman dan Kolestra. Dia tidak tahu bagaimana pembayaran atas kekurangan dari harga jual beli rumah Rp500 juta.

Sidang dilajut mendengar keterangan saksi lainnya. Gugatan diajukan lantaran Mestron merasa rumah tersebut merupakan haknya.

Uang pembelian Rp500 juta adalah miliknya yang diserahkan ke Rosintan untuk pembayaran rumah pada tahun 2012. Belakangan, rumah dialihkan atas nama Rosintan tanpa sepengetahuan Mestron, Kini, sertifikat berada di tangan Mestron tetapi tidak bisa dialihkan. (rud/han).

Aniaya Jukir Hingga Tewas, Pemilik RM ACC Divonis 3,5 Tahun Penjara

SIDANG: Tiga terdakwa kasus penganiayaan jukir hingga tewas, menjalani sidang putusan di PN Medan, Rabu (30/4/2025)
SIDANG: Tiga terdakwa kasus penganiayaan jukir hingga tewas, menjalani sidang putusan di PN Medan, Rabu (30/4/2025)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemilik rumah makan ACC Tanjungsari, Medan, Didi Yudi Wardana (38) dan istrinya Rinawati br Tarigan (40) divonis hakim 3,5 tahun penjara. Hukuman yang sama juga diberikan kepada H Iqbal Tarigan, yang terbukti bersalah menganiaya Ardani Laia (jukir) hingga tewas.

Majelis hakim diketuai Firza Andriansyah meyakini ketiganya terbukti melanggar dakwaan alternatif kesatu sebagaimana Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP.

“Menjatuhkan pidana kepada para terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 3 tahun dan 6 bulan,” tegasnya, dalam sidang di ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, (30/4/2025).

Menurut hakim, hal yang memberatkan, perbuatan para terdakwa mengakibatkan korban meninggal dunia. “Keadaan yang meringankan, para terdakwa belum pernah dihukum dan para terdakwa bersikap sopan selama menjalani persidangan,” kata Firza.

Setelah membacakan putusan, hakim memberikan waktu kepada para terdakwa dan JPU untuk berpikir-pikir selama 7 hari, apakah menerima putusan atau mengajukan upaya hukum banding.

Vonis hakim diketahui lebih ringan dari tuntutan JPU Kejari Medan, yang sebelumnya menuntut para terdakwa masing-masing 9 tahun penjara.

Diketahui, kasus ini terjadi di depan rumah makan ACC Jalan Setia Budi Medan pada 1 Oktober 2024 lalu. Awalnya, korban meminta uang parkir kepada Iqbal, akan tetapi Iqbal tak terima dipinta parkir dan terjadilah cekcok antara korban dengan Iqbal.

Kemudian pada malam harinya sekitar pukul 21.00 WIB, Didi melihat korban di depan rumah makan ACC dan seketika mereka bertengkar. Saat itu, Didi juga cekcok dengan dua teman korban lainnya.

Selanjutnya, Didi menghubungi Iqbal yang mengaku dipukuli oleh teman korban. Tak berapa lama kemudian, Iqbal datang dan menantang korban sambil membawa kunci roda. Berselang beberapa saat, korban mendatangi Iqbal dan terjadilah keributan.

Disitu, Iqbal memukul wajah korban dan Didi memukul bagian dagu korban. Rinawati pun ikut memukul korban dengan memakai ekor ikan pari kering sampai keluar darah dari hidung dan mulut korban.

Melihat itu, warga sekitar pun berupaya menyelamatkan korban dengan membawanya ke rumah sakit. Namun nahas, nyawa korban tidak tertolong dan kemudian korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan. (man/han)

Salurkan 10.800 Telur, Alfamidi Medan Rampungkan Program “Protein Cegah Stunting

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam upaya mengatasi stunting di Indonesia, Alfamidi cabang Medan berhasil menuntaskan program penyaluran bantuan ‘Protein Cegah Stunting’ yang dilakukan berkelanjutan selama enam bulan. Dimulai sejak November 2024 hingga April 2025 kegiatan Corporate Social Responsibility ini telah menyalurkan 10.800 telur kepada 30 anak terindikasi stunting di wilayah Kota Medan pada Selasa (29/4/2025).

Penyaluran bantuan dilakukan melalui empat puskesmas, yakni Puskesmas Desa Lalang, Puskesmas Kampung Baru, Puskesmas Kedai Durian, dan Puskesmas Medan Sunggal. Setiap balita menerima telur secara berkala selama enam bulan sebagai bagian dari intervensi gizi berbasis protein hewani.

Dalam pelaksanaannya, program ini bekerja sama dengan pihak puskesmas setempat untuk melakukan pemantauan pertumbuhan balita. Hasil dari pendampingan selama enam bulan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

Selama program berlangsung, tercatat 16 balita mengalami kenaikan tinggi badan secara bertahap, sedangkan 17 balita mengalami peningkatan berat badan. Dari seluruh peserta program, 9 anak telah dinyatakan keluar dari status stunting dan mencapai kategori sehat. Kemajuan signifikan juga tercatat terjadi antara pemberian tahap ke-3 hingga ke-5, menunjukkan efektivitas protein hewani, seperti telur, dalam mempercepat pemulihan pertumbuhan anak.

“Program Protein Cegah Stunting ini adalah bagian dari visi besar Keluarga Sehat Alfamidi. Kami ingin menjadi bagian dari solusi atas masalah gizi anak di Indonesia. Selama enam bulan terakhir, kami melihat bagaimana perhatian kecil seperti ini dapat berdampak besar bagi masa depan anak-anak,” kata Kepala Cabang Alfamidi Medan, Martadi.

Martadi juga menambahkan, Alfamidi berkomitmen untuk terus mendukung upaya perbaikan gizi masyarakat dan berharap program serupa dapat dilanjutkan secara berkelanjutan dengan dukungan lintas sektor.

Program “Protein Cegah Stunting” merupakan bagian dari inisiatif sosial berkelanjutan “Keluarga Sehat Alfamidi”, yang bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga melalui akses pangan bergizi. (ila)

PLN UP3 Bukit Barisan Perkuat Sinergi Dengan Pemeritah Kabupaten Dairi, Pastikan Keandalan Listrik Terjaga Selama Libur May Day 2025

Penyerahan Plakat dari PLN UP3 Bukut Barisan Sebagai wujud Sinergi dengan Pemkab Dairi.
Penyerahan Plakat dari PLN UP3 Bukut Barisan Sebagai wujud Sinergi dengan Pemkab Dairi.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2025, PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bukit Barisan melakukan kunjungan resmi ke Kantor Bupati Kabupaten Dairi. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara PLN dan Pemerintah Daerah dalam memastikan kenyamanan dan keamanan pasokan listrik selama libur nasional.

Dalam kunjungan yang berlangsung pada 29 April 2025 tersebut, Manager PLN UP3 Bukit Barisan, Ramses Hutajulu, beserta jajaran disambut langsung oleh Bupati Kabupaten Dairi, Ir. Vickner Sinaga, M.M.

PLN UP3 Bukit Barisan menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat, terutama dalam menghadapi momen libur nasional. Ramses menyampaikan bahwa PLN telah menyiapkan langkah strategis, termasuk personel siaga dan pemantauan sistem kelistrikan secara menyeluruh untuk memastikan keandalan selama periode libur.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat Kabupaten Dairi dapat merayakan libur Hari Buruh dengan nyaman, tanpa khawatir akan gangguan pasokan listrik. PLN hadir dengan kesiapan penuh, baik dari sisi teknis maupun koordinasi dengan pemerintah daerah,” ujar Ramses.

Pertemuan ini juga menjadi forum strategis untuk mempererat komunikasi dan membahas peluang kerja sama jangka panjang dalam pengembangan infrastruktur kelistrikan di wilayah Dairi. Ramses menekankan bahwa PLN bukan hanya penyedia listrik, tetapi juga mitra pembangunan daerah.

“Kami berkomitmen untuk mendukung visi pembangunan Kabupaten Dairi melalui elektrifikasi desa, peningkatan mutu jaringan, dan edukasi pemanfaatan listrik yang aman dan efisien,” tambahnya.

Bupati Dairi, Ir. Vickner Sinaga, M.M., mengapresiasi kontribusi PLN dalam mendukung kegiatan masyarakat dan pelayanan publik melalui penyediaan energi yang andal.

“Kami menyambut baik kunjungan dan komitmen PLN. Sinergi ini penting untuk memperkuat layanan dasar yang berdampak langsung pada kehidupan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Bupati.

General Manager PLN UID Sumatera Utara, Agus Kuswardoyo, menyampaikan apresiasi atas inisiatif PLN UP3 Bukit Barisan dalam membangun kolaborasi aktif dengan pemerintah daerah demi memastikan layanan terbaik kepada pelanggan, terutama di momen penting nasional.

“Hari Buruh adalah momen yang dirayakan oleh banyak elemen masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat menikmati momen ini dengan nyaman dan aman dari sisi kelistrikan. PLN UID Sumut siap mendukung penuh seluruh unit kerja untuk menjamin keandalan listrik selama libur May Day dan seterusnya,” tegas Agus.

Sebagai bagian dari transformasi pelayanan, PLN juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi PLN Mobile sebagai kanal digital utama untuk berbagai kebutuhan kelistrikan, mulai dari pembelian token, pelaporan gangguan, hingga pengajuan pasang baru.
Dengan koordinasi yang solid dan kesiapsiagaan teknis, PLN UP3 Bukit Barisan optimis dapat memberikan pelayanan terbaik dan menjaga keandalan pasokan listrik di momen Hari Buruh, sekaligus memperkuat kerja sama pembangunan kelistrikan jangka panjang di Kabupaten Dairi. (ila)

66 Calon Jamaah Haji PTPN IV Regional I Dilepas dalam Suasana Khidmat dan Penuh Doa

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 66 calon jamaah haji dari keluarga besar PTPN IV Regional I resmi dilepas dalam acara Doa Selamat yang berlangsung khidmat di Aula Sawit, Kantor Regional, Jalan Sei Batanghari No. 2 Medan. Para calon jamaah terdiri dari 14 karyawan aktif beserta keluarga dan 52 pensiunan dan batih.

Region Head PTPN IV Regional I, Rurianto, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan niat ibadah selama di tanah suci.

Ia juga berharap para jamaah dapat menjadi teladan ketika kembali ke tanah air. “Ibadah haji bukan hanya ibadah fisik, tapi juga spiritual. Kami titip doa untuk kemajuan PTPN IV Regional I dan kesejahteraan seluruh insan perusahaan,” ujarnya.

Perwakilan jamaah, Idham Haryadi, menyampaikan apresiasi kepada manajemen atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Ia berharap seluruh jamaah dapat meraih haji yang mabrur dan mabruroh serta membawa keberkahan sepulangnya dari tanah suci.

Acara turut diisi dengan tausiyah oleh Al-Ustad Prof Dr H. Muzakkir, MAg, yang mengangkat makna mendalam dari perjalanan haji sebagai bentuk penyempurnaan iman dan ketulusan hati.

Dihadiri oleh jajaran pimpinan, pengurus SPBUN, serta tamu undangan, kegiatan ini menjadi bentuk nyata dukungan moril dan spiritual perusahaan terhadap calon jamaah haji dari keluarga besar PTPN IV Regional I. (ila)

Dukung Sumut Run Festival 2025, PLN UP3 Lubuk Pakam Pastikan Keandalan Listrik di Stadion Utama Sumut

Petugas Siaga kelistrikan di Stadion Utama Sumatera Utara
Petugas Siaga kelistrikan di Stadion Utama Sumatera Utara

LUBUK PAKAM, SUMUTPOS.CO – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Lubuk Pakam menunjukkan komitmen dan kesiapsiagaannya dalam menyukseskan Sumut Run Festival 2025, yang berlangsung pada 25–27 April 2025 di Stadion Utama Sumatera Utara, Desa Sena, Deliserdang.

Acara yang melibatkan ribuan peserta dari berbagai daerah ini memerlukan keandalan pasokan listrik sebagai salah satu faktor utama keberhasilannya. Menjawab kebutuhan tersebut, PLN UP3 Lubuk Pakam telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk memastikan sistem kelistrikan berjalan aman dan andal selama kegiatan berlangsung.

Manager PLN UP3 Lubuk Pakam, Hiro Pingkir Pardede, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan penting, antara lain:
– Pemeriksaan dan penguatan infrastruktur kelistrikan di area stadion dan sekitarnya.
– Penempatan tim siaga teknis yang standby selama 24 jam di lokasi acara.
-Pemantauan sistem kelistrikan secara berkala untuk mengantisipasi potensi gangguan.

“Kami menyadari bahwa listrik yang andal menjadi bagian penting dari kesuksesan Sumut Run Festival 2025. Oleh karena itu, kami memastikan segala aspek teknis kami siaga dan optimal di lapangan,” ujar Hiro.

General Manager PLN UID Sumatera Utara, Agus Kuswardoyo, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan kesiapsiagaan yang ditunjukkan oleh tim PLN UP3 Lubuk Pakam.

“PLN UID Sumut sangat mengapresiasi pelaksanaan Sumut Run Festival sebagai bentuk kegiatan positif yang mendukung gaya hidup sehat dan kebersamaan masyarakat. Kami berkomitmen penuh memberikan dukungan terbaik melalui keandalan kelistrikan,” ungkap Agus.

PLN, lanjutnya, akan terus hadir dan terlibat aktif dalam setiap kegiatan masyarakat yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan sosial, serta menjadi mitra pembangunan daerah melalui pelayanan kelistrikan yang prima.

Melalui dukungan di Sumut Run Festival 2025, PLN UID Sumatera Utara menegaskan kembali perannya sebagai penyedia energi andal, aman, dan berkelanjutan. Komitmen untuk menjaga kelancaran acara ini sejalan dengan semangat PLN dalam menghadirkan listrik yang terang dan berdampak nyata bagi seluruh lapisan masyarakat. (ila)

Mengenal Sosok Kartini PLN dari Medan Denai: Tri Rahayu, Srikandi Tangguh Penerang Negeri

Ayu saat melakukan pengecekan kelengkapan peralatan.
Ayu saat melakukan pengecekan kelengkapan peralatan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Semangat Kartini masa kini terpancar kuat dalam sosok Tri Rahayu, Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) Medan Denai. Di balik perannya sebagai pemimpin unit, Tri Rahayu adalah seorang ibu dari dua orang anak yang tak pernah lelah mempersembahkan terang nyata bagi masyarakat. Sejak pagi hingga malam, ia sigap memastikan pasokan listrik tetap andal bagi pelanggan, tanpa melupakan perannya sebagai ibu dalam keluarga.

Dedikasi dan ketangguhan Ayu, sapaan akrabnya, menjadi cerminan nyata bagaimana perempuan mampu menjalankan peran ganda dengan penuh tanggung jawab.

“Memimpin sebuah unit adalah tantangan luar biasa, tapi sebagai perempuan kuat, kita pasti bisa asal bertanggung jawab, disiplin, dan terus mau belajar,” ungkap Ayu saat ditemui di sela aktivitasnya.

Di tengah kesibukan melistriki negeri, Ayu tetap mampu membagi waktu untuk keluarga. Ia menjadi teladan bagaimana profesionalisme dan kasih sayang sebagai ibu bisa berjalan beriringan. Semangatnya tak pernah padam dalam memastikan layanan PLN berjalan optimal bagi pelanggan di Medan Denai.

General Manager PLN UID Sumatera Utara, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh srikandi PLN yang telah menunjukkan dedikasi dan kepemimpinan luar biasa.

“Kami bangga dengan para perempuan hebat di PLN, seperti Ibu Ayu, yang tetap tangguh memimpin unit, menjaga keandalan listrik, dan tetap mengabdi dengan tulus kepada keluarga. Inilah semangat Kartini sesungguhnya di era modern,” ungkapnya.

Tri Rahayu dan para srikandi PLN lainnya membuktikan bahwa perempuan tak hanya mampu berdiri sejajar, tetapi juga memimpin dengan integritas dan hati.

Mereka adalah Kartini masa kini yang menerangi negeri, tidak hanya dengan cahaya listrik, tetapi juga dengan semangat, keteladanan dan dedikasi tanpa batas. (ila)