Home Blog Page 2710

Banding Jaksa Dikabulkan, PT Perberat Hukuman Mantan SPB BRI Kabanjahe

Palu Hakim-Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengadilan Tinggi (PT) Medan perberat hukuman mantan Supervisor Penunjang Bisnis (SPB) PT Bank BRI KCP Kabanjahe, James Tarigan. Pasalnya, banding jaksa dikabulkan dan menghukum terdakwa korupsi pemberian fasilitas kredit modal kerja (KMK) fiktif ini menjadi 6 tahun penjara.

Majelis hakim banding diketuai Linton Sirait dalam amar putusannya, perbuatan terdakwa dinilai terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) junto (jo) pasal 18 Undang Undang (UU) No 31 tahun 1999 diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

“Mengubah putusan pengadilan negeri medan, menjatuhkan terdakwa James Tarigan oleh karenanya dengan pidana penjara 6 tahun, denda Rp300 juta, subsider 3 bulan kurungan,” ujarnya sebagaimana dikutip dari website PN Medan, Minggu (24/4).

Sebelumnya di pengadilan tingkat pertama terdakwa dihukum dengan pidana 4 tahun penjara dan membayar denda Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan, di Pengadilan Tipikor Medan, pada 24 Januari 2022.

Sementara terdakwa lainnya, Yoan Putra, PT Medan tetap menghukumnya selama 8 tahun penjara, denda Rp600 juta subsider 5 bulan kurungan. Selain itu, dikenakan pidana tambahan membayar uang pengganti kerugian keuangan negara sebesar Rp8.119.788.769.

Dengan ketentuan, satu bulan setelah perkaranya berkekuatan hukum tetap, maka harta benda terpidana disita oleh JPU. Bila juga tidak mencukupi menutupi kerugian keuangan negara maka diganti dengan pidana penjara 6 tahun.

Diketahui, sejak tahun 2014 sampai September 2017, terdakwa James Tarigan sebagai SPB dan bawahannya langsung, Yoan Putra dipercaya mengurusi fasilitas KMK kepada debitur/nasabah yang memerlukan modal tambahan untuk usaha.

Sejumlah nama debitur/nasabah yang diusulkan terdakwa kemudian disetujui Pimpinan Cabang BRI KCP Kabanjahe dengan sistem elektronik Loan Approval Sistem (LAS).

Data KMK langsung terbentuk ke rekening debitur/nasabah yang terkoneksi dengan sistem Brinets dan hanya dapat diaktifkan oleh James Tarigan saat adanya Instruksi Pencairan Kredit (IPK) dengan lebih dahulu membandingkan/mencocokkan berkas pinjaman manual debitur/nasabah dengan data statis dalam sistem Brinets.

Untuk rekening debitur/nasabah yang sudah aktif dapat melakukan penarikan uang KMK sewaktu-waktu sesuai nilai kelonggaran tarik kredit. Besarnya nilai kelonggaran tarik dihitung berdasarkan selisih antara nilai plafon kredit dengan jumlah total baki debet rekening pinjaman yang telah ditarik uangnya oleh debitur/nasabah.

Setiap melakukan penarikan uang KMK, maka debitur/nasabah seharusnya mengajukan permohonan penarikan pinjaman dengan menggunakan dan menandatangani Kwitansi Penarikan Tunai (Kwitansi KW-01) yang selanjutnya harus disetujui dan ditandatangani oleh petugas Maker, Checker dan Signer (MCS).

Selaku ADK dan Maker pada BRI, Yoan Putra melakukan penarikan uang KMK yang seharusnya membuat, menandatangani dan mendistribusikan Kwitansi KW-01 atas permohonan penarikan pinjaman KMK yang diajukan oleh debitur/nasabah. Selanjutnya diserahkan kepada atasannya langsung yaitu James Tarigan.

James Tarigan juga seharusnya melakukan pemeriksaan dan mencocokkan data antara berkas pinjaman manual debitur/nasabah dengan data statis dalam Brinets serta ditandatangani selaku Checker. Selanjutnya diserahkan kepada Amol yaitu Junaidi untuk ditandatangani selaku Signer.

Kemudian, Kwitansi KW-01 diserahkan kepada teller bank ‘plat merah’ di Kabanjahe tersebut supaya dilakukan pencairan kepada debitur/nasabah yang harus dilakukan teller secara langsung kepada debitur/nasabah dengan lebih dahulu mencocokkan tanda tangan debitur/nasabah pada Kwitansi KW-01 dengan Kartu Contoh Tanda Tangan (KCTT) dan pada Sistem Komputer.

James Tarigan secara bertahap ‘nekat’ mencairkan dana pinjaman KMK tersebut. Belakangan terungkap bahwa nama berikut tanda tangan debitur/nasabah pemohon fasilitas KMK tersebut tidak sesuai dengan fakta sebenarnya alias fiktif.

Berdasarkan Hasil Perhitungan Kerugian Keuangan Negara dari Kantor Akuntan Publik Pupung Heru, pencairan rekening pinjaman untuk KMK pada tahun 2017 sampai tahun 2018 di BRI Cabang Kabanjahe, menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp8.119.788.769. (man/azw)

TNI AL Gagalkan Transaksi Sabu 3 Kg di Asahan

GAGALKAN: Petugas saat mengagalkan transaksi sabu 3 kg di Asahan, Sabtu (23/4).

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – TNI AL menangkap pelaku hendak transaksi narkoba jenis sabu di Asahan, Sabtu (23/4) malam. Petugas menyita barang bukti narkoba 3 kilogram (kg) yang hendak diedarkan di Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara.

Pelaku diketahui berinisial C, warga Tanjungbalai ditangkap petugas TNI Lanal Tanjungbalai Asahan di kawasan jalan Sudirman, Kelurahan Indrasakti, Kecamatan Tanjungbalai Selatan.

Ketika penangkapan di depan salah satu kedai kopi, pelaku tak berkutik saat petugas menemukan bungkusan plastik berisi narkoba jenis sabu sebanyak tiga kil gram yang akan dikirim ke sejumlah kota di Sumatra Utara.

Selain akan terus berkoordinasi dengan Sat Narkoba Polres Tanjungbalai, nantinya TNI AL juga akan melakukan patroli rutin di beberapa perairan asahan yang menjadi jalur pintu masuk penyeludupan khususnya narkoba akan mengerahkan KRI dan KAL milik TNI AL.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjungbalai Asahan, Letkol Laut (P) Aan P T Sebayang mengatakan, setelah tim intelijen dari Lanal Tanjungbalai mendapat laporan tentang peredaran narkoba, petugas gabungan dari TNI AL dan Satuan Narkoba Polres Tanjungbalai berhasil membekuk pelaku hendak transaksi narkoba jenis sabu seberat tiga kilogram,

“Pelaku dan barang bukti akan diserahkan ke Satuan Narkoba Polres Asahan untuk penyeledikan dan pengembangan,” katanya.

Saat ini, petugas TNI AL dan Polres Tanjungbalai masih mengejar bandar narkoba yang sudah diketahui identitas dan keberadaannya yang tidak menetap. (new/azw)

Polres Labuhanbatu Bubarkan Tauran Antarpemuda

BUBARKAN TAURAN:Tim gabungan Resmob Polres Labuhanbatu membubarkan tauran para pemuda di Labuhanbatu.fajar/sumut pos.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Tim gabungan Reserse Brimom (Resmob) Polres Labuhanbatu membubarkan tauran antarpemuda, di Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Sioldengan, Kecamatan Rantau Selatan, Sabtu malam (23/4).

Tim Resmob Gabungan Polres Labuhanbatu yang dipimpim oleh IPTU Eko Sanjaya awalnya bergerak dari Mapolres Labuhanbatu menuju Jalan By Pass, Jalan Baru Rantauprapat dan melakukan patroli di sekitar yang rawan terjadinya tindak pidana Kejahatan jalanan di malam hari. Seperti pencurian pemberatan (curat) dan pencurian dengan kekerasan (curas) yang kerap sering terjadi pelemparan batu oleh kepada pengendara mobil khususnya truk dan bus.

Sekira Pukul 22.00 Wib Tim Resmob Gabungan mendapat Informasi dari masyarakat telah terjadi tauran antarpemuda di Jalan Dewi Sartika Kelurahan Sioldengan Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu. Tim langsung menuju lokasi tauran dan begitu melihat petugas hadir para pemuda berhamburan melarikan diri.

Dari lapangan petugas berhasil menemukan senjata tajam berupa kelewang bergagang kayu sepanjang kurang lebih 1 meter yang ditinggalkan oleh pelaku tauran.

Setelah berhasil mengamankan aksi tauran, Kapolres Labuhanbatu, Kasat Reskrim melalui tim resmob IPTU Eko Sanjaua memberikan imbauan kepada masyarakat agar di bulan yang baik ini jangan mudah terpancing.

“Berbuatlah hal yang positif marilah kita jaga situasi Kamtibmas yang sudah baik bersama untuk kepentingan kita semua,” tutur Eko. (fdh/azw)

Trenggiling Menjadi Kasus Tertinggi Perdagangan Satwa Di Dunia

Diskusi bertema Telusur Jejak Perdagangan Trenggiling di Kantor Sumatera Tropical Forest Journalism (STFJ) Jalan Melinjo Raya No.1 Medan Johor, Sabtu (23/4/2022).Ist/Sumut Pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Trenggiling (Manis javanica) merupakan satwa dilindungi yang bernilai tinggi di pasaran. Menurut data, trenggiling merupakan kasus tertinggi untuk perdagangan satwa dilindungi di Dunia. Berdasarkan data Wildlife Conservation Society  Tiongkok (WCS, 2020), selama satu dekade 2010 hingga 2020, tedapat 26 ribu trenggiling dari Indonesia diselundupkan ke Tiongkok.

“Selama masa pandemi 2020-2021, sekitar 300 kg sisik treggiling disita dari operasi penegakan hukum di pulau Sumatera,” kata Panut Hadisiswo Dewan Penasihat Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Center (YOSL-OIC) dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema Telusur Jejak Perdagangan Trenggiling yang diikuti oleh puluhan mahasiswa, jurnalis, dan aktivis lingkungan di Kantor Sumatera Tropical Forest Journalism (STFJ) Jalan Melinjo Raya No.1 Medan Johor, Sabtu (23/4/2022).

Ini karena di Tiongkok ada keyakinan bahwa Trenggiling memiliki khasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit dan meningkatkan vitalitas tubuh seperti diungkapkan Panut. Padahal lanjutnya, hingga kini belum ada penelitian ilmiah yang bisa membuktikan hal itu. Sehingga, keyakinan ini memicu timbulnya permintaan yang tinggi dari negeri tersebut sebagai end user. Penyelundupan dilakukan dengan modus jalur laut, kargo, dan melalui pelabuhan-pelabuhan kecil. Tujuan utama ke Tiongkok, yang sebagian besar transit di Malaysia.

Kepala Seksi Wilayah 1 Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Sumatera, Haluanto Ginting mengatakan pelaku bukan saja warga Indonesia tapi juga ada Warga Negara Asing (WNA).

“Di 2018 dua WNA asal Tiongkok jadi tersangka kasus 48 trenggiling ilegal. Selama 2021 ada tiga kasus yang datanya lengkap (P21) dan dilimpahkan ke pengadilan setempat,” ucap Ginting.

Sayangnya lanjut Ginting, hukuman bagi pelaku yang  berkisar 1-2 tahun ini belum memberikan efek jera. Karena, masih ada pelaku yang sudah menjalani masa hukuman, namun ketika kembali ke masyarakat, mereka melakukan hal yang sama.
Trenggiling hidup pada habitat dan ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah. Kerusakan habitat dan ekosistem merupakan ancaman bagi keberadaan Trenggiling.

Direktur STFJ, Rahmad Suryadi mengatakan, “Selain itu, ancaman bagi keberadaan spesies ini juga berasal dari semakin maraknya perburuan dan perdagangan satwa liar. Kegiatan ini untuk memberikan pemahaman bagi kita dan masyarakat luas untuk menurunkan angka perdagangan trenggiling dan sebisanya memberikan perubahan untuk hukum di Indonesia. Terutama UU No 5 Tahun 1990 yang harus dikaji ulang”.

International Union for Conservation of Nature [IUCN] menetapkan statusnya Kritis [Critically Endangered/CR], atau selangkah menuju kepunahan di alam liar.
Di Indonesia, trenggiling termasuk satwa dilindungi berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 dan Peraturan Menteri LHK Nomor 106 Tahun 2018. Disebutkan, barang siapa yang memperdagangkan satwa dilindungi diancam hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda sebesar 100 juta Rupiah.(rel)

3 Bocah Tewas di Kolam Bekas Galian C

KORBAN: Tiga pelajar sekolah dasar (SD) tewas tenggelam di kolam bekas korekan galian C ilgal di Perumahan Granit di Dusun 3, Desa Bandar Labuhan Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (23/4) sekira pukul 14.30 WIB.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Tiga pelajar sekolah dasar (SD) tewas tenggelam di kolam bekas korekan galian C di Perumahan Granit di Dusun 3, Desa Bandar Labuhan Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (23/4) sekira pukul 14.30 WIB. Jasad ketiga korban ditemukan, Minggu (24/4) sekira pukul 07.30 WIB.

Ketiganya saat ditemukan sudah tak bernyawa lagi. Masing-masing korban, Muhammad Fauzan alias Fauzan (10), Ahmad Fauzi alias Fauzi (10), keduanya warga Dusun VI Desa Bandar Labuhan Kecamatan Tanjungmorawa Kabupaten Deliserdang. Jasad abang beradik (kembar) ini ditemukan di depan Perum Rorinata Bandar Labuhan Kecamatan Tanjungmorawa. Sementara, Rido Alfarizi alias Alif (12) warga Dusun VI Desa Bandar Labuhan Kecamatan Tanjungmorawa Kabupaten Deliserdang juga ditemukan di lokasi yang sama.

Kapolsek Tanjungmorawa Polresta Deliserdang AKP Firdaus Kemit SH didampingi Kanit Reskrim Iptu OJ Samosir SH Minggu (24/4), menyebutkan ketiga korban ditemukan sudah meninggal dunia.

Hasil dari keterangan saksi-saksi, katanya,

pada Sabtu (23/4), sekira pukul 14.30 wib, ketiga anak tersebut diketahui Arya (17) sedang mancing di seputaran Bendungan tali air yang berada di Dusun III Desa Bandar Labuhan Kecamatan Tanjungmorawa. Ketiga anak tersebut diantarkan Arya dengan menggunakan becak bermotor ke depan pintu Perumahan Granit Indah.

Selanjutnya Arya tidak mengetahui kemana ketiga anak tersebut setelah di antara ke pintu Granit Indah Desa Tadukan Raga Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deliserdang. Kemudian dilakukan pencarian terhadap ke tiga korban pada Minggu (24/4) sekira pukul 07.30 WIB, di kolam bekas korekan galian C ilegal yang ada di Perumahan Granit di Dusun III Desa Bandar Labuhan Kecamatan Tanjungmorawa Kabupaten Deliserdang. Dalam pencarian itu ditemukan dua korban Muhammad Fauzan alias Fauzan dan Ahmad Fauzi als Fauzi ( abang beradik/kembar), dalam keadaan telah meninggal dunia

Kemudian sekira pukul 09.00 WIB, ditemukan kembali korban Rido Alfarizi alias Alif di lokasi yang sama dalam keadaan telah meninggal dunia.

Selanjutnya para korban dibawa ke rumah orangtuanya. Orangtua korban keberatan dilakukan otopsi dan tidak bersedia dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi maupun pemeriksaan luar.

Dari hasil penyelidikan dan interogasi saksi saksi, bahwa ke tiga korban datang kelokasi tersebut untuk memancing ikan. Sebelumnya korban telah dilarang oleh masyarakat setempat agar tidak memancing di aliran sungai Bandar Labuhan karena mau buka puasa. Tetapi pergi ke kolam bekas korekan galian C ilegal yang berada di Perumahan Granit untuk memancing.

Dari lokasi korban ditemukan alat pancing yang dipakai oleh korban. “Pada tubuh korban tidak ada ditemukan tanda tanda kekerasan, dan terhadap korban dianjurkan untuk diotopsi namun keluarga korban keberatan dilakukan autopsi,” sebut Kapolsek Tanjungmorawa Polresta Deli Serdang AKP Firdaus Kemit SH. (btr/azw)

Bukber IKA-STIKP, Ajarkan Makna Silaturahmi di Bulan Suci

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah resmi terbentuk beberapa waktu lalu, untuk pertama kalinya Ikatan Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (IKA-STIKP), menggelar kegiatan buka puasa bersama di bulan suci Ramadan 1443 H, Jum’at (22/4/2022).

Berlangsung di Iso Coffee, Jalan Brigjen Katamso, Medan, kegiatan buka puasa bersama ini berlangsung penuh kehangatan. Apalagi hampir seluruh perwakilan alumni mulai dari angkatan 1987 sampai angkatan terakhir, turut hadir.

Ketua Panitia, Desi Pohan dalam kata sambutannya mengungkapkan antusiasme alumni yang bersedia hadir dalam buka bersama ini.

“Saya sangat berterima kasih atas atensi kawan-kawan yang hadir walaupun awalnya agak khawatir bakal sedikit yang hadir. Tapi syukur alhamdulillah di detik-detik terakhir banyak yang hadir,” ujarnya.

Afwandi, alumni 1987 yang turut memberi kata sambutan di acara bukber itu turur menyampaikan kabar duka sekaligus belasungkawa atas berpulangnya salah satu alumni yang begitu aktif dalam pembentukan ikatan alumni.

“Hari ini kita kehilangan senior kita, kakak kita alumni 1987, Chad Mardiana yang biasa kita sapa Kak Teti. Beliau sebenarnya sangat berniat hadir di acara ini. Tapi Allah SWT berkendak lain dan Allah lebih sayang kepada Almarhumah. Dan pada Kamis malam beliau wafat. Kita berdoa semoga almarhumah husnul khotimah,” ucapnya seraya mengajak seluruh alumni yang hadir membacakan Alfatiha.

Ketua Umum IKA STIKP yang baru terpilih Hendra DS dalam kesempatan itu mengungkapkan, bukber ini bukan hanya sekadar ajang berkumpul melepas rindu, namun diharapkan menjadi momen untuk meningkatkan persaudaran sesama alumni.

“Di samping itu, makna dari bukber ini adalah bagaimana kita memahami silaturahmi sesama alumni, terlebih di bulan suci Ramadan,” ungkapnya.

Legislator di DPRD Kota Medan ini juga berharap, buka bersama ini bisa menjadi motivasi bagi seluruh alumni untuk meningkatkan rasa peduli, bagaimana bisa bersama berperan serta dalam membesarkan kembali nama STIKP.

“Di moment ini kita juga berharap kita semua semangat dalam menghadapi pelantikan IKA STIKP yang rencananya akan kita gelar pada 28 Mei 2022 di Regale Convention,” tegasnya.

Sementara, usai bersantap bersama, kegiatan diakhiri dengan berfoto bersama dan saling bercengkrama.(rel)

Relawan Desa untuk Ganjar di Sumut Dukung Ganjar jadi Presiden

Sosoknya Mirip Jokowi, Mau Terjun ke Lapangan

DELI SERDANG, SUMUTPOS.CO – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kembali mendapatkan dukungan untuk maju sebagai presiden di kontestasi politik Pilpres 2024. Kali ini dukungan dideklarasikan oleh ratusan orang relawan desa untuk Ganjar yang ada di Provinsi Sumatera Utara.

Menurut Ketua Desa Untuk Ganjar Sumut, Wakil Karo Karo, Ganjar didukung karena sikapnya yang humanis, cerdas dan mau turun ke lapangan ketika menyelesaikan masalah yang ada masyarakat. Ia menyebut sikap Ganjar mau turun ke masyarakat ini mirip dengan Presiden Joko Widodo.

“Dia mirip dengan Presiden Joko Widodo, enggak beda jauh. Kalau menyelesaikan masalah itu terjun langsung ke masyarakat. Masyarakat yang kurang mampu, dia langsung bantu,” kata Wakil Karo di Desa Kuawa Simeme, Kec/Kab. Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, Minggu (24/4/2022).

Menurut dia, Ganjar merupakan sosok yang berpengalaman dan teruji dalam bidang legislatif dan eksekutif, terutama saat memimpin Jawa Tengah dua periode ini.

Ia menyebut salah satu keberhasilan Ganjar yakni angka kemiskinan di wilayah Jawa Tengah berkurang secara signifikan berdasarkan data yang diterimanya.

Wakil Karo mengungkapkan, hal itu juga diketahui oleh masyarakat di Sumut. “Warga Sumut mengenal Pak Ganjar melalui medsos dan dari media,” imbuhnya.

Wakil Karo Karo pun berkomitmen untuk memenangkan Ganjar di Pilrpes 2024 mendatang. Langkah yang dilakukannya kedepan yakni bersosialisasi sampai ke desa-desa di Sumut. Sumut sendiri terdiri dari 25 kabupaten, 8 kota, 450 kecamatan, 693 kelurahan, dan 5.417 desa.

“Kami relawan Desa untuk Ganjar akan merangkul semua elemen untuk bahu membahu mencintai dan mendukung dari hati bapak Ganjar Pranowo sebagai calon presiden Republik Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Sekum Dewan Perwakilan Daerah Persatuan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) Provinsi Sumatera Utara, Kusdiantoro, menyebut sosok Ganjar sudah dikenal oleh masyarakat di daerahnya dari mulai muda hingga tua.

Menurut dia, Ganjar dipandang masyarakat sebagai sosok yang ramah, berwibawa dan memiliki jiwa kepimpinan yang bagus. Ia menyebut kalangan desa sudah mengenal Ganjar  termasuk pedagang, tukang beca, petani hingga perantau di Sumut.

“Penampilannya Pak Ganjar itu merakyat dan sikapnya membumi. Pak Ganjar sudah di hati dan pikirannya masyarakat Sumut,” tuturnya.

Dalam deklarasi digelar borong dagangan UMKM untuk buka puasa bersama. Ada sekitar 10 UMKM yang diundang dalam deklarasi tersebut. Relawan juga menampilkan kesenian tradisional seperti Tari Tor Tor Siboru Batak.

Hadir juga puluhan Becak motor dalam deklarasi tersebut. Mereka berkonvoi di jalanan dengan menggunakan atribut yang bertulis dan bergambar Ganjar Pranowo. Selain itu, relawan juga membagikan ratusan sembako bagi tukang becak dan warga tidak mampu.(Rel)

PDI Perjuangan Sumut Tunaikan Janji, Berikan 265 Paket Seragam Sekolah ke PW Al Washliyah

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPD PDI Perjuangan memenuhi janjinya memberikan langsung 265 paket seragam sekolah kepada anak didik di beberapa Yayasan Pendidikan Al Washliyah yang berstatus yatim piatu pada acara Buka Puasa Bersama di Kantor PW Al Washliyah, Jalan Sisingamangaraja Medan, Sabtu (23/4/2022).

Penyerahan 265 Paket seragam sekolah berupa sepatu, celana/rok, baju dan tas tersebut langsung diserahkan Ketua DPD PDI Perjuangan Rapidin Simbolon didampingi Sekretaris Sutarto, Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting kepada 20 perwakilan anak didik yatim piatu yang disaksikan Ketua PW Al Wasliyah Dr Dedi Iskandar Batubara.

Dedi Iskandar yang juga senator (anggota DPD RI) perwakilan Sumut ini, menyampaikan rasa terima kasih tiada terhingga atas bantuan yang diberikan PDI Perjuangan kepada anak-anak yatim piatu asuhan Yayasan Pendidikan Al Wasliyah.

“Ada 700 yayasan pendidikan Al Wasliyah di Sumut, tentunya kami tidaklah memiliki kemampuan mengurusnya satu persatu, bantuan dan sumbangan dari berbagai pihak salah satunya dari PDI Perjuangan sangat membantu beban kami dan juga bantuan dari Ketua DPRD Sumut,” ujar Dedi sembari mendoakan, semoga Allah memberikan kemudahan dan kemenangan bagi PDI Perjuangan ke depan.

Rapidin Simbolon selaku Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut menyampaikan rasa syukurnya, karena janji yang disampaikan beberapa waktu lalu dapat dilaksanakan saat Bulan Ramadan ini.

Selanjutnya Rapidin yang juga didampingi beberapa pengurus DPD PDI Perjuangan Sumut seperti Jumiran Abdi, Syahrul Siregar, Aswan Jaya, Meryl R Saragih, Alamsyah Hamdani, Sarma Hutajulu, Meinarty dan Tesya yang mewakili Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut menyatakan, PDI Perjuangan sering difitnah anti Islam,

“Partai kami ini sering difitnah anti Islam, ini yang selau membuat kami sedih. Padahal komitmen PDI Perjuangan dalam beragama itu sangat kuat dan haram bagi kami untuk anti salah satu agama, apalagi Islam,” ucap Rapidin dengan penuh haru.

“Pada umumnya kantor-kantor partai kami ada berdiri bangunan musala atau masjid, itu membuktikan bahwa PDI Perjuangan sangat dekat dan merupakan bagian dari perjuangan politik umat Islam itu sendiri,” lanjut Rapidin.

Selanjutnya Rapidin mengharapkan kepada Ketua PW Al Wasliyah Dedi Iskandar Batubara dan seluruh jajaran pengurus Al Wasliyah untuk menyampaikan kepada jamaahnya tentang komitmen keislaman PDI Perjuangan.

Dia pun berpesan kepada anak-anak yatim piatu, agar tetap semangat. “Percayalah masih banyak yang sayang dan akan terus memberikan kasih sayang kepada seluruh anak yatim piatu, yang terpenting terus belajar hingga menjadi sukses,” pungkas Rapidin. (adz)

Tanoto Foundation Fasilitasi Guru Pelatihan Menulis di Media

KARO, SUMUTPOS.CO – Guna memotivasi para guru agar lebih giat menulis, Tanoto Foundation menggelar pelatihan penulisan Praktik Baik Pendidikan untuk tenaga pendidik di Kabupaten Karo pada (21/4) lalu bertempat di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Karo.

Peserta  mendapatkan pembekalan tentang tips dan trik menulis di media massa. Acara yang dirangkaikan dengan silaturahmi dan buka puasa bersama mitra program PINTAR Tanoto Fooundation ini turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo Anderiasta Tarigan, M.Si dan Kabid Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan Kabupaten Karo Laksana Ketaren, SPd MPd serta para  Fasilitator Daerah (Fasda) program PINTAR Kabupaten Karo.

Communication Spesialis Tanoto Foundation, Mutazar mengatakan,  pelatihan ini merupakan bagian dari program PINTAR Tanoto Foundation dan sudah memasuki tahun ketiga. Jika selama ini pelatihan digelar dalam pertemuan virtual,  kali ini dilaksanakan dalam bentuk tatap muka.

Kegiatan ini ditujukan  mendorong  guru mendokumentasikan dan menulis praktik baik pembelajaran yang sudah dilakukan di sekolah masing-masing. Dengan pelatihan ini, diharapkan  para guru mampu menuliskan praktik baik yang telah dilakukan maupun pengalaman guru lain yang nantinya dapat ditulis dan dipublikasikan di media massa.

Sehingga praktik baik tersebut dapat ditiru dan dikembangkan oleh guru lain.  Selama ini, ujarnya, lewat program ini sudah banyak guru-guru yang sudah menghasilkan karya tulisnya. Baik di media lokal maupun nasional.

‘’Kita membuka kesempatan kepada guru-guru yang sudah tergabung di program ini untuk terus menulis.  Menulis itu harus dipaksa, harus ada niat dan kemauan yang kuat,’’ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabuaten Karo Anderiasta Tarigan mengapresiasi kegiatan pelatihan dan pendampingan penulis yang difasilitasi Tanoto Foundation ini. Dikatakannya, banyak sekali manfaat yang didapat dari menulis. Dia berharap, para peserta pelatihan yang sudah mendapatkan pembekalan materi bisa langsung  praktik. ‘’Belajar menulis ya dengan menulis,’’sebutnya.

Pelatihan ini menghadirkan pemateri Asih Astuti, Pemimpin Redaksi Sumut Pos. Asih memaparkan teknik penulisan berita di media cetak. Materi yang disampaikan antara lain, terkait karakteristik berita media cetak, jenis-jenis berita, unsur berita, dan nilai berita seperti timeliness atau kejadian yang menyangkut kebaruan/hangat, proximity yakni kejadian yang dekat secara emosional maupun lokalitas-geografis dengan kehidupan pembaca, human interest, hal unik dan sebagainya.

Asih juga berbagi ide terkait materi yang bisa dijadikan bahan tulisan.  ‘’Banyak hal di sekitar kita yang bisa dijadikan bahan tulisan. Tergantung kejelian kita mengambil sudut yang menarik.

Ketrampilan menulis akan didapat dari kebiasaan sering menulis. Karena itu, penulis harus berani menuangkan ide dan gagasan sesering mungkin.  Perbanyak  membaca berita, semakin banyak membaca maka tulisan kita akan semakin bagus,’’ujarnya.

Asih juga menjelakan beberapa rubrikasi di Sumut Pos. Salah satunya rubrik pendidikan yakni Merdeka Belajar yang bisa dimanfatkan para guru yang ingin mengirimkan tulisannya.  (sih)