Home Blog Page 275

USU dan KTH Penghijauan Maju Bersama Kembangkan Silvofisheri: Mangrove Terjaga Ekonomi Tumbuh

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Suasana hangat terasa di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat. Warga bersama tim pengabdian Universitas Sumatera Utara (USU) berkumpul di tepian tambak.

Mereka membawa bibit mangrove dan benih ikan, siap ditanam dan ditebar ke kawasan silvofisheri. Lumpur menempel di kaki, namun semangat tetap terjaga.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian dari Universitas Sumatera Utara bertajuk “Pengayaan Tanaman Mangrove dan Penguatan Pola Silvofisheri untuk Mendukung Kesejahteraan Masyarakat dan Pencapaian SDGs.” Yang dilaksanakan pada hari rabu 17 September 2025. Inti program ini sederhana namun penting: menjaga kelestarian mangrove sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga pesisir.

Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Penghijauan Maju Bersama Wahyudi menyampaikan, penerapan silvofisheri terbukti menjanjikan dalam memberikan tambahan pendapatan bagi para anggotanya. “Hasilnya sudah kami rasakan. Silvofisheri ini memang bisa menambah penghasilan masyarakat,” ungkapnya sambil mengatur penanaman bibit.

Meski begitu, bukan berarti tanpa kendala. Pintu air yang sering rusak menjadi tantangan terbesar dalam mengelola kawasan silvofisheri. Namun, hal ini tidak mematahkan semangat Wahyudi.

Dengan tekad yang kuat, ia bahkan bersedia menggunakan dana pribadinya untuk memperbaiki pintu air demi keberlanjutan pola silvofisheri di Pasar Rawa. “Kalau pintu air baik, silvofisheri bisa lebih maksimal. Kami tidak mau berhenti hanya karena kendala teknis,” tegasnya.

Dari pihak akademisi, Koordinator Tim Pengabdian USU, Dr. Ir. Bejo Slamet, S.Hut, M.Si, menekankan pentingnya pola silvofisheri sebagai solusi rehabilitasi. “Silvofisheri adalah jalan tengah. Mangrove tetap terjaga, sementara masyarakat tetap bisa memperoleh penghasilan. Salah satu kuncinya adalah pengayaan tanaman mangrove dan penebaran bibit ikan,” jelasnya.

Bejo menambahkan, pengalaman sukses KTH Pasar Rawa diharapkan bisa direplikasi di wilayah pesisir lain yang menghadapi persoalan serupa.

Lebih lanjut Bejo menyampaikan, kegiatan pengabdian ini juga merupakan salah satu wujud nyata komitmen USU dalam menjadikan kampus sebagai lembaga pendidikan yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sesuai dengan kebijakan kementrian Pendidikan Tinggi, Sains dan teknologi yaitu Kampus Berdampak.

Kegiatan pengabdian ini juga untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Melalui penerapan silvofisheri, masyarakat memperoleh tambahan penghasilan yang berkontribusi pada pengurangan kemiskinan (SDG 1) sekaligus mendukung ketahanan pangan melalui ketersediaan ikan hasil tambak (SDG 2). Pola ini juga membuka peluang usaha baru di sektor perikanan berkelanjutan sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal (SDG 8).

Dari sisi lingkungan, rehabilitasi mangrove membantu mengurangi dampak perubahan iklim dengan menyerap karbon (SDG 13), memperbaiki habitat pesisir sebagai tempat hidup biota laut (SDG 14), serta menjaga keberlanjutan ekosistem darat-pesisir yang kaya keanekaragaman hayati (SDG 15).

Selain itu, kolaborasi antara universitas, kelompok masyarakat, dan potensi dukungan pemerintah maupun swasta mencerminkan semangat kemitraan dalam mencapai tujuan pembangunan global (SDG 17).

Dengan demikian, program pengabdian desa binaan ini menjadi contoh nyata bagaimana inisiatif lokal mampu memberi manfaat ganda: memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus melestarikan lingkungan demi masa depan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Dr. Ir. Nurdin Sulistiyono, S.Hut, M.Si, IPU, menyoroti pentingnya kerja sama lintas pihak. “Pengelolaan mangrove tidak bisa hanya mengandalkan satu kelompok. Perlu kolaborasi antar stakeholder, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat,” ujarnya.

Dukungan masyarakat tampak nyata. Salah seorang anggota KTH, Wak Yung mengatakan bahwa kecintaan mereka terhadap mangrove menjadi alasan kuat untuk terus menjaga keberadaan pohon-pohon itu. “Rasanya sayang kalau sampai rusak. Mangrove sudah seperti pelindung bagi kami,” ucapnya singkat.

Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian bersama warga melakukan penanaman mangrove tambahan sekaligus menebar ribuan bibit ikan di tambak silvofisheri. Kawasan seluas 7 hektare yang dikelola selama ini telah menunjukkan hasil yang baik. Kini, KTH Penghijauan Maju Bersama tengah memperluas area hingga 20 hektare, tepat berdampingan dengan lokasi silvofisheri yang sudah berjalan.

Dengan langkah ini, masyarakat Desa Pasar Rawa semakin optimistis. Silvofisheri bukan hanya sekadar cara bertahan hidup, melainkan harapan masa depan: menjaga alam sambil menumbuhkan kesejahteraan. (adz)

USU Lakukan Penyuluhan Gizi Seimbang dan Sadari di SMP dan SMA Baktiraja, Humbahas

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Kejadian bencana hidometeorologi di Desa Simangulampe, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, pada tahun 2023, telah berdampak terhadap hidup dan kehidupan masyarakat baik aspek ekonomi, sosial, kesehatan maupun lingkungan. Oleh karena itu, desa Simangulampe terpilih menjadi salah satu program desa binaan Universitas Sumatera Utara (USU) periode tahun 2024-2025.

Tahun pertama, difokuskan pada reboisasi, pemetaan jalur hijau dan pendampingan pengembangan ekonomi bagi ibu-ibu melalui produksi bawang goreng. Pada tahun kedua, berfokus pada lingkungan yang dimanifestasikan dengan pembuatan pupuk kompos sedangkan aspek kesehatan berfokus pada manajemen diri yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup.

Mobilitas yang tinggi, dengan pola hidup yang cenderung kurang sehat, memunculkan banyak masalah kesehatan pada masyarakat termasuk remaja. Banyak remaja mengalami obesitas karena kurang bergerak dan pola makan yang kurang baik.

Oleh karena itu fokus manajemen diri remaja awal pada para siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Baktiraja mengusung tema “Pola Hidup Sehat dan Gizi Seimbang”.

Sedangkan pada remaja akhir, tepatnya para siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Baktiraja, mengusung tema “Periksa Payudara Sendiri (Sadari)”. Sadari merupakan deteksi dini terhadap kanker payudara yang angka kejadiannya setiap tahun terus meningkat.

Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada 12 Agustus 2025. Sesi pertama penyuluhan dilaksanakan di SMPN Baktiraja dengan tema “Pola Hidup Sehat dan Gizi Seimbang. Seimbang”. Penyuluhan dilaksanakan di Aula SMP Negeri Bakti Raja, Kecamatan Baktiraja Kabupaten Humbahas dan ikuti 90 siswa dari kelas 7, 8, dan 9 dengan rentang usia 11–15 tahun yang terdiri dari 37 siswa laki-laki dan 53 siswa perempuan.

Penyuluhan berlangsung interaktif dengan metode ceramah, diskusi, dan praktik langsung. Dalam penyuluhan ini digunakan media poster piramida makanan dan leaflet menu sehat untuk mempermudah pemahaman siswa dalam menerima informasi dan termotivasi untuk mengubah kebiasaan makan sehari-hari dengan menerapkan pola makan sehat.

Tim penyuluh dalam paparannya menyampaikan pentingnya gizi seimbang, kebiasaan sarapan, dan bahaya jajanan tidak sehat. Penyuluh juga menyampaikan pentingnya konsumsi makanan bergizi, beragam, dan berimbang untuk mendukung pertumbuhan fisik serta kecerdasan anak dan remaja.

“Kami ingin adik-adik remaja di Baktiraja menyadari bahwa menjaga kesehatan bukan hanya soal tidak sakit, tetapi bagaimana menerapkan pola hidup sehat sejak dini,” kata Dr. Rika Endah Nurhidayah,SKp.M.Pd, selaku koordinator tim pengabdian USU.

Dengan gizi seimbang, kata Dr Rika, maka tubuh lebih kuat. “Karenanya, perlu ada peningkatan pengetahuan dan sikap remaja terhadap pola makan sehat, serta mendorong mereka untuk mengurangi konsumsi makanan tidak sehat,” ujarnya.

Sementara Kepala SMP Baktiraja, Rodya Togatorop, S.Pd menyampaikan apresiasinya atas materi penyuluhan yang diberikan. “Kami merasa sangat terbantu dengan kegiatan ini. Selama ini anak-anak sering kurang memperhatikan pola makan sehari-hari. Banyak yang lebih suka jajanan instan, padahal belum tentu sehat,” kata Rodya.

Dengan penyuluhan gizi berimbang dari USU, Rodya berharap, para siswa jadi lebih paham akan pentingnya makan makanan yang bervariasi, mulai dari sayur, buah, sumber protein, hingga menjaga asupan air putih. “Saya yakin materi ini akan berpengaruh positif terhadap kebiasaan makan mereka, baik di sekolah maupun di rumah,” ujarnya.

Rodya menambahkan, materi gizi berimbang sangat sesuai dengan kondisi siswa di pedesaan yang sebagian besar masih terbiasa dengan pola makan sederhana.

Sementara penyuluhan sesi kedua, dilakukan di SMA Negeri Baktiraja dengan tema “Periksa Payudara Sendiri (Sadari)”, yang merupakan sebuah metode sederhana untuk mendeteksi dini kemungkinan adanya kelainan pada payudara. Kegiatan ini diikuti 97 siswi SMA dengan rentang usia 14-18 tahun yang merupakan siswi kelas 10, 11, dan 12.

Melalui penyuluhan ini, diharapkan kesadaran kesehatan reproduksi pada remaja putri semakin meningkat. Selain Penyuluhan, juga dilakukan demonstrasi Sadari dengan alat peraga. Para siswi diberi kesempatan untuk mencoba secara langsung sehingga tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membekali keterampilan praktis yang bisa dipraktikkan secara mandiri.

Dalam paparannya, Dr Rika Endah menyampaikan, kanker payudara bisa dicegah sedini mungkin jika kita rajin memeriksa sendiri. “Caranya gampang dengan Sadari, yaitu pemeriksaan payudara sendiri. Kalau ada benjolan kecil di payudara atau di ketiak, payudara bentuknya jadi aneh, kulitnya mengerut seperti kulit jeruk, putingnya masuk ke dalam atau keluar cairan yang tidak normal, atau terasa sakit terus, itu harus segera diberitahukan ke orang tua dan diperiksakan ke dokter,” terangnya.

Kemudian, Dr Rika mengajarkan waktu dan langkah sederhana melakukan Sadari. Menurutnya, waktu yang paling bagus melakukan Sadari itu, seminggu setelah hari pertama menstruasi, karena payudara tidak bengkak. “Caranya, lihat dulu di depan cermin, apakah ada perubahan. Lalu, raba dengan jari dari bagian luar ke dalam atau dari atas ke bawah. Jangan lupa juga periksa bagian ketiak dan puting,” bebernya.

Antusiasme para siswi terlihat dari keberanian mereka mencoba praktik Sadari dan mengajukan pertanyaan seputar kesehatan reproduksi. Dari hasil post-test lisan, sebagian besar siswi mampu menjelaskan kembali langkah-langkah Sadari dan memahami pentingnya dilakukan setiap bulan.

Seorang siswi SMA Baktiraja, Regardame mengaku sangat terbantu dengan penyuluhan tersebut. “Saya baru tahu cara melakukan Sadari. Ternyata mudah dilakukan sendiri di rumah. Informasi ini sangat bermanfaat bagi kami, apalagi untuk menjaga kesehatan ke depannya,” katanya.

Dalam kegiatan pengabdian ini, Tim pengabdian USU menekankan, penyuluhan ini bukan hanya sebatas kegiatan seremonial, tetapi langkah nyata dalam membangun budaya hidup sehat di kalangan generasi muda. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang gizi seimbang dan kesehatan reproduksi, diharapkan para siswa dapat tumbuh menjadi individu yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Kegiatan ini juga sejalan dengan misi USU untuk terus hadir di tengah masyarakat, membawa kontribusi nyata dalam menjawab berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan kesehatan yang dihadapi masyarakat pedesaan di Sumatera Utara. Kedua kegiatan ditutup dengan foto bersama serta penyerahan plakat, leaflet dan banner yang dapat dijadikan media pendidikan kesehatan di sekolah. (adz)

Landen Marbun Minta Korban Begal dan Tawuran Bisa Dicover UHC

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mulai 1 Oktober 2025, warga Sumatera Utara (Sumut) bisa berobat gratis hanya menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) dengan program Universal Health Coverage (UHC). Anggota DPRD Sumut Landen Marbun meminta agar korban begal, tauran, dan kecelakaan bisa dicover program yang pembiayaannya ditanggung APBD Provinsi Sumatera Utara ini.

“Perlu jadi catatan agar korban begal dan kecelakaan bisa tercover UHC, karena ini sangat penting,” katanya kepada wartawan Kamis (18/9/2025).

Politisi PDIP ini beberapa waktu lalu mendampingi korban tawuran hingga berobat ke rumah sakit. Saat itu pihak rumah sakit menyebut, korban tidak bisa dicover BPJS Kesehatan.

Landen menyebut, korban yang didampinginya adalah orang miskin, tak memiliki uang untuk berobat ke rumah sakit. “Jadi korban ini waktu keluar rumah tiba-tiba terkena panah orang yang lagi tawuran. Dia orang tidak mampu, tapi kenapa tidak bisa ditanggung biaya perobatannya oleh pemerintah dengan alasan teknis,” ungkapnya.

Begitu juga dengan korban kecelakaan dan begal. Politisi PDI Perjuangan ini meminta agar dicarikan formulasi agar kedua hal tersebut mampu dicover oleh BPJS Kesehatan melalui program UHC. Landen menyebut, saat ini Kota Medan dan sekitarnya sangat rawan tindakan kriminal begal.

“Bayangkan, ojol yang harus mencari nafkah di malam hari, dia kena begal atau kecelakaan. Tentu tidak ada orang yang ingin terkena musibah, tapi ini harus diantisipasi. Niat kita mau membantu warga kurang mampu, jadi harus bisa tercover semua,” tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution mengungkapkan, warga Sumut bakal bisa berobat hanya dengan menggunakan Karta Tanda Penduduk (KTP) mulai 1 Oktober 2025.

“Sehingga per 1 Oktober 2025, masyarakat yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) di wilayah Sumut, bisa dilayani di fasilitas kesehatan (Faskes) atau rumah sakit dengan hanya menunjukkan KTP saja,” kata Bobby saat melakukan pertemuan dengan Deputi Direksi BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah I Nuim Mubarak, Selasa (9/9).

Bobby menjelaskan, Universal Health Coverage (UHC) merupakan program prioritas mereka. Hal itu disebut merupakan bentuk tindak lanjut Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.

“UHC merupakan salah satu program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, sekaligus menindaklanjuti dari Asta Cita pemerintahan Bapak Prabowo-Gibran. Salah satunya adalah memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, dan lainnya,” ucapnya. (adz)

Sumut Siap Jalankan UHC Prioritas, Dinkes dan BPJS Kesehatan Lakukan Supervisi Faskes

MEDAN, SMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) Prioritas. Pada Rabu (17/9/2025), Dinas Kesehatan Provinsi bersama BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah I melakukan supervisi langsung ke sejumlah fasilitas kesehatan di Kota Medan untuk memastikan kesiapan menghadapi implementasi program tersebut.

Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Faisal Hasrimi, didampingi Deputi Direksi Wilayah I BPJS Kesehatan, Nuim Mubaraq, yang secara khusus mengunjungi Rumah Sakit Umum Haji Medan dan Puskesmas Glugur Kota.

Dalam sambutannya, Faisal menyampaikan bahwa pelaksanaan UHC Prioritas merupakan amanat nasional untuk memperkuat sistem kesehatan serta menjamin akses layanan yang merata dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.

Ia menegaskan bahwa supervisi yang dilakukan bukan sekadar formalitas, melainkan langkah awal untuk mengidentifikasi dan mengatasi potensi hambatan di lapangan.

“Sinergi antara pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan adalah kunci. Fasilitas kesehatan seperti RSU Haji dan Puskesmas Glugur adalah garda terdepan dalam menjamin pelayanan yang berkualitas dan terjangkau,” ujar Faisal.

Senada, Nuim Mubaraq menjelaskan bahwa supervisi ini menitikberatkan pada evaluasi kesiapan sistem informasi, teknologi, sumber daya manusia, serta kepatuhan fasilitas terhadap janji layanan. Ia berharap, implementasi UHC Prioritas di Sumatera Utara akan memperluas cakupan kepesertaan JKN, menyederhanakan proses pelayanan, dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

“Dengan sistem rujukan berjenjang yang efisien, kita ingin memastikan tidak ada kendala berarti saat program ini dijalankan,” kata Nuim.

Di RSU Haji Medan, rombongan mengevaluasi kesiapan layanan tingkat lanjut dan mekanisme rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).

Direktur RSU Haji Medan, Sri Suriani Purnamawati, menyatakan bahwa rumah sakitnya siap mendukung penuh program ini, dengan sistem layanan yang semakin terintegrasi dan SDM yang mumpuni.

“Ini adalah bentuk nyata dukungan kami terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” tegas Sri.

Selanjutnya, kunjungan berlanjut ke Puskesmas Glugur Kota. Di sana, rombongan disambut oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan dan jajaran staf puskesmas. Kesiapan puskesmas ditinjau secara menyeluruh, mulai dari ruang pelayanan hingga sistem komputerisasi. Faisal dan Nuim mengapresiasi semangat para tenaga kesehatan dan memberi masukan untuk penyempurnaan layanan menjelang implementasi UHC Prioritas.

Dengan supervisi ini, Sumatera Utara menunjukkan langkah nyata dalam memastikan setiap lapisan fasilitas kesehatan siap menyambut era pelayanan kesehatan yang lebih inklusif, berkualitas, dan berpihak pada rakyat. (ila)

20 Tahun Bersama Indonesia, Daewoong Raih Penghargaan “Best Innovation in Biotechnology 2025” dan Kucurkan Investasi Rp5,26 Triliun

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Perusahaan farmasi dan bioteknologi asal Korea Selatan, Daewoong, merayakan kiprahnya selama 20 tahun di Indonesia dengan pencapaian gemilang. Daewoong berhasil meraih penghargaan Best Innovation in Biotechnology pada ajang Prominent Awards 2025, sebuah apresiasi bergengsi yang setiap tahun diberikan kepada perusahaan lintas industri yang dinilai mampu berkontribusi besar dalam pembangunan nasional.
Dengan tema “Transforming Indonesia”, tahun ini sebanyak 15 perusahaan dinobatkan sebagai pemenang. Daewoong menjadi perusahaan Korea Selatan pertama yang berhasil meraih penghargaan tersebut, menegaskan perannya sebagai mitra strategis Indonesia dalam mengembangkan industri kesehatan.
“Penghargaan ini adalah tonggak baru setelah 20 tahun perjalanan kami di Indonesia. Daewoong berkomitmen untuk terus menghadirkan obat-obatan inovatif, teknologi mutakhir, serta mendorong pertumbuhan bersama industri farmasi dan bioteknologi nasional,” ujar Baik In Hyun, Head of Indonesian Business Division Daewoong, dalam keterangan resminya.

Pionir Sejumlah “Yang Pertama” di Indonesia

Sejak kehadirannya di Indonesia, Daewoong dikenal sebagai pelopor berbagai terobosan di sektor farmasi.
•2012: Mendirikan Daewoong Infion, pabrik biofarmasi pertama di Indonesia dengan standar cGMP (current Good Manufacturing Practice).
•2017: Meluncurkan Epodion, biosimilar pertama di Indonesia yang diproduksi secara lokal.
•2020: Epodion menjadi biofarmasi berbasis sel hewan pertama di dunia yang mendapatkan sertifikasi halal, diikuti oleh produk Easyef untuk ulkus kaki diabetik.
•2023: Mendirikan pabrik terapi sel punca di Cikarang yang kini sudah bersertifikasi GMP, mampu memproduksi terapi berbasis sel seperti sel punca autologous, sel NK, eksosom, hingga media kultur.
Kehadiran fasilitas ini tidak hanya menjadikan Indonesia lebih mandiri dalam biofarmasi, tetapi juga membuka peluang besar bagi pasien untuk mendapatkan terapi regeneratif dan pengobatan presisi yang sebelumnya sulit diakses.

Bangun Ekosistem Riset Bersama UI, ITB, dan IPB

Selain memperkuat produksi domestik, Daewoong juga menaruh perhatian besar pada pengembangan sumber daya manusia dan riset ilmiah.
Melalui Daewoong Foundation, perusahaan menjalin kerja sama dengan Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk mendirikan empat lembaga riset. Lembaga ini menjadi pusat pengembangan riset mutakhir di bidang sel punca, gene editing, organoid, hingga sistem penghantaran obat.
Hingga kini, lebih dari 700 peneliti dan mahasiswa berbakat telah mendapat dukungan, mulai dari beasiswa hingga program pendampingan riset. Langkah ini menegaskan visi Daewoong untuk membangun ekosistem R&D yang berkelanjutan di Indonesia.

Komitmen Investasi Rp5,26 Triliun Hingga 2028

Sejak beroperasi di Indonesia, Daewoong telah menanamkan investasi sebesar Rp2,9 triliun. Ke depan, jumlah ini akan ditingkatkan hingga Rp5,26 triliun pada 2028, dengan target ambisius menjadi perusahaan farmasi dan bioteknologi nomor satu di Indonesia pada 2030.
Investasi ini meliputi berbagai lini, termasuk alih teknologi produksi toksin botulinum, pengembangan obat inovatif, biofarmasi, terapi sel punca, perangkat medis, estetika, hingga inisiatif wellness. Selain memperkuat industri kesehatan, langkah ini juga diharapkan menciptakan lapangan kerja baru dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.

Mitra Strategis Kesehatan Indonesia

Dengan rekam jejak inovasi, pengembangan riset, dan ekspansi investasi yang konsisten, Daewoong menegaskan posisinya sebagai mitra jangka panjang bagi Indonesia dalam menghadapi tantangan kesehatan global.
“Visi kami jelas, yakni tumbuh bersama Indonesia dan mendukung terciptanya ekosistem farmasi serta bioteknologi yang kuat. Dengan inovasi, kolaborasi, dan investasi, kami yakin Indonesia dapat menjadi pusat pengembangan bioteknologi terkemuka di Asia,” tutup Baik In Hyun.(rel)

Antonius Simamora Pimpin PGSI Kota Medan

Ketua Umum KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal bersama pengurus dan peserta Musorkot PGSI Kota Medan. (Dok pribadi)
Ketua Umum KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal bersama pengurus dan peserta Musorkot PGSI Kota Medan. (Dok pribadi)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Antonius Simamora terpilih sebagai Ketua Pengurus Kota (Pengkot) Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Medan periode 2025-2029. Dia terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) PGSI di Kantor KONI Kota Medan, Jalan Kemiri II, Kelurahan Sudirejo II, Medan Kota, Rabu (17/2025).

Musorkot ini dibuka oleh Ketua Umum KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal SE. Dalam sambutannya, Aswindy mengakui kepengurusan PGSI Kota Medan sebelumnya sudah sangat baik. Terbukti gulat Sumut bisa meraih juara di beberapa kejuaraan.

Untuk itu, dia berharap agar kepengurusan yang terpilih bisa lebih baik lagi. “Kepengurusan sebelumnya sudah sangat baik. Saya berharap agar kepengurusan selanjutnya bisa lebih baik lagi dengan meraih prestasi,” pesan Aswindy.

Musorkot ini dihadiri 15 klub gulat di kota Medan. Mereka sepakat memilih Antonius Simamora. “Karena hanya satu calon yang mendaftar dan didukung semua klub yang hadir, maka Antonius Simamora terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengkot PGSI Medan periode 2025-2029,” ujar Wakil Ketua Harian Pengprov PGSI Sumut, Basri Sitohang membacakan keputusan.

Usai terpilih, Antonius Simamora mengucapkan terima kasih kepada semua klub yang telah memberi kepercayaan. Dia mengajak semua pihak untuk bekerja sama membesarkan PGSI Kota Medan.

“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu, mari bekerja sama untuk membawa PGSI Medan ini lebih baik lagi,” ujar Antonius Simamora.

Antonius mengakui masih banyak yang bisa dikerjakan. Apalagi PGSI Kota Medan ingin lebih baik dari sebelumnya, khususnya melahirkan atlet-atlet berprestasi.

“Kita harus memberikan yang terbaik bagi atlet, sehingga atlet juga memberikan prestasi terbaik. Untuk itu, mari semua bergerak,” ajaknya.

Musorkot ini juga dihadiri Ketua Pengkot PGSI Medan sebelumnya, Mangasi Simangunsong. Dia mengucapkan selamat kepada ketua terpilih dan siap memberikan masukan jika diperlukan. (dek)

Kolaborasi PTPN IV Lawan Stunting di Serdang Bedagai: Dari Rumah Layak hingga Nutrisi untuk Generasi Sehat

Serdang Bedagai, Sumatera Utara — Upaya menekan angka stunting kembali diperkuat lewat Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang digelar di Desa Seibamban, Kabupaten Serdang Bedagai. Program ini menjadi cermin nyata dari sinergi antara berbagai elemen: Sub Holding PTPN III (Persero) PTPN IV PalmCo, pemerintah daerah, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemendukbangga), hingga masyarakat setempat.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan komitmen perusahaan bukan sekadar memberikan bantuan, melainkan menanam investasi sosial jangka panjang demi masa depan anak-anak dan keluarga di kawasan itu. “Ini bukan sekadar program bantuan, tapi wujud tanggung jawab sosial kami terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujar Jatmiko dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (17/9/2025).

Sejak tahun lalu, PalmCo telah menyalurkan dana lebih dari Rp7,4 miliar untuk mendukung berbagai program penurunan stunting, termasuk membangun rumah layak huni, jamban sehat, serta menyediakan paket makanan bergizi. Hingga kini, tercatat lebih dari 4.200 anak yang berisiko stunting dibina dan didampingi secara langsung. Sementara untuk bulan ini, sebanyak 200 keluarga di Serdang Bedagai mendapat perhatian khusus. Mereka akan menerima Makanan Tambahan Bergizi Stunting selama berkesinambungan untuk 6 bulan ke depan.

“Alhamdulillah, secara umum PTPN IV di lingkungan internalnya mampu zero stunting. Ini yang akan kita perluas ke masyarakat di sekitar kita,” katanya.

Untuk itu Jatmiko meyakini kolaborasi yang kuat menjadi kunci menekan prevalensi stunting. “Terimakasih untuk Kemendukbangga yang sudah memfasilitasi PTPN grup dalam progam ini. Juga kepada BKKBN Sumut dan Pemkab Serdang Bedagai yang sangat proaktiv. Dengan kolaborasi seluruh elemen insha Allah stunting bisa kita tekan bersama,” ujarnya.

Angka stunting di Sumatera Utara masih menjadi tantangan serius. Survei Status Gizi Indonesia 2024 menunjukkan prevalensi stunting di provinsi ini mencapai 22 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional 19,8 persen. Lebih mengkhawatirkan, di Serdang Bedagai angka tersebut melonjak dari 14 persen pada 2023 menjadi 19 persen pada 2024.

Wakil Bupati Serdang Bedagai, Adlin Tambunan, menyatakan angka ini sebagai peringatan penting yang harus memacu semua pihak untuk bergerak lebih masif dan terkoordinasi.

“Kami tidak bisa bergerak sendiri, kolaborasi dengan PalmCo memberi energi baru agar upaya edukasi dan intervensi benar-benar sampai ke tingkat keluarga,” ujarnya.

Pemerintah daerah juga menggencarkan program Dapur Sehat Atasi Stunting di seluruh kecamatan, serta memperkuat peran Tim Pendamping Keluarga yang tidak hanya mendistribusikan nutrisi tambahan, tapi juga memantau kondisi gizi, sanitasi, dan sumber air bersih.

Sementara Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Utara, dr Fatmawati, menggarisbawahi bahwa penanganan stunting adalah tanggung jawab bersama, melibatkan pemerintah, swasta, akademisi, media, dan masyarakat. “Melalui GENTING, kita buktikan bahwa kolaborasi mampu menciptakan solusi nyata,” katanya.

Menurut dr Fatmawati, terdapat lebih dari 44 ribu keluarga berisiko stunting di Sumatera Utara. Peran mitra strategis seperti PalmCo sangat krusial untuk menjangkau keluarga-keluarga tersebut.

Salah satu penerima manfaat paket gizi mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Bantuan ini membuat anak saya lebih sehat. Saya berharap program ini terus berjalan, bukan hanya untuk anak saya, tapi juga untuk semua anak di daerah ini yang berisiko stunting,” ujarnya penuh haru.

Perjuangan menurunkan angka stunting di Serdang Bedagai menjadi bukti bahwa kerja bersama, dari pemerintah hingga sektor privat, mampu membangun fondasi generasi emas Indonesia yang sehat dan kuat. (ila)

Perkuat Akses Pendidikan dan Kesehatan di Medan, Bank Mandiri Serahkan Ambulans ke YPSIM

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bank Mandiri kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya pada sektor pendidikan dan kesehatan. Melalui semangat “Dari Hati, untuk Memberi Arti”, Bank Mandiri menyerahkan satu unit ambulans kepada Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM) di Medan, Senin (8/9/2025).

Regional CEO Region I/Sumatera 1 Bank Mandiri I Gede Raka Arimbawa menilai, pendidikan yang berkualitas dan kesehatan yang merata adalah dua fondasi penting bagi kemajuan bangsa. Menurutnya, ambulans ini bukan sekadar kendaraan, tetapi sarana penyelamat yang menjawab kebutuhan mendesak ribuan siswa dan mahasiswa di bawah naungan YPSIM, serta masyarakat padat penduduk di sekitar Jalan Sunggal, Medan.

Selama ini, Klinik Umum ST Bhinneka yang didirikan dr Sofyan Tan telah menjadi tumpuan layanan kesehatan bagi civitas akademika YPSIM maupun warga sekitar. Namun, keterbatasan transportasi kerap menjadi kendala saat menghadapi kondisi darurat.

Dengan adanya ambulans dari Bank Mandiri, rantai kepedulian tersebut kini semakin lengkap, menghadirkan akses kesehatan yang lebih cepat sekaligus menopang keberlangsungan pendidikan yang aman dan terjamin.

“YPSIM tidak hanya mencetak generasi unggul, tetapi juga memiliki hati untuk melayani lingkungannya. Nilai ini sejalan dengan komitmen kami di Bank Mandiri, bahwa keberhasilan mitra dan masyarakat adalah keberhasilan kami,” ujar I Gede Raka Arimbawa, dalam keterangan resminya pada Selasa (16/9).

Acara penyerahan ambulans turut dihadiri Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto yang menegaskan, pendidikan tinggi merupakan jalur strategis menuju keberhasilan bangsa. Kehadirannya memberi pesan kuat bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak bisa dilepaskan dari dukungan kesehatan yang memadai.

Bagi dr Sofyan Tan, pendiri YPSIM sekaligus Anggota DPR RI, momen ini menjadi buah perjalanan panjang perjuangannya. “Tujuan Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda yang saya dirikan 38 tahun lalu, hari ini saya lihat terjawab. Saya tidak melanjutkan karir sebagai dokter untuk mengobati orang sakit satu per satu, melainkan untuk menjadi pengobat bagi anak-anak kurang mampu agar mendapat akses pendidikan,” ungkapnya.

Bagi Bank Mandiri, pendidikan yang kuat tidak bisa berdiri sendiri tanpa ditopang oleh layanan kesehatan yang responsif. Karena itu, melalui bantuan ambulans ini, Bank Mandiri tidak hanya hadir sebagai lembaga keuangan, melainkan sebagai mitra yang peduli dan berkomitmen mendukung lahirnya generasi Indonesia yang sehat, tangguh, dan berdaya saing. (adz)

Fakultas Teknik USU Laksanakan Pengabdian Masyarakat Daur Ulang Kertas Bekas Ramah Lingkungan

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO- Tim Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (FT-USU) menggelar pengabdian masyarakat di Yayasan SMP IT Jabal Noor Medan Krio, Kecamatan Sunggal, Deliserdang, Kamis (4/9/2025). Kegiatan ini mengangkat tema KREATIF (Kertas Ramah lingkungan Edukatif Anak-anak dengan Teknologi Inovatif dan Fungsional).

Tim ini dipimpin Ir. Nisaul Fadilah Dalimunthe S.T., M.Eng. dengan anggota Ir. Muhammad Thoriq Al Fath, S.T., M.T. dan Ir. Gina Cynthia Raphita Hasibuan, S.T., M.Sc., Ph.D., serta dibantu 6 orang mahasiswa FT USU.

Menurut ketua tim Ir. Nisaul Fadilah Dalimunthe S.T., M.Eng, pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendaur ulang limbah kertas yang dapat berasal dari yayasan, sekolah, maupun perkantoran di sekitar sekolah SMP IT Jabal Noor yang selama ini belum diolah dengan baik. “Limbah kertas tersebut dapat diproses kembali menjadi kertas yang dapat digunakan kembali,” kata Nisaul.

Dikatakannya, dalam pengabdian ini, Tim FT USU mengedukasi para siswa Yayasan SMP IT Jabal Noor untuk mengubah limbah kertas menjadi kertas yang dapat dimanfaatkan serta meningkatkan kewaspadaan mereka terhadap pentingnya mengolah limbah dan daur ulang.

“Kami ingin menanamkan kepada para siswa bahwa limbah yang biasanya dianggap tidak berguna, sebenarnya dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat. Melalui cara ini, mereka tidak hanya memahami pentingnya proses daur ulang, tetapi juga belajar bagaimana tindakan kecil mereka dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan,” jelas Nisaul.

Dalam kegiatan ini, para siswa SMP IT Jabal Noor berhasil mengolah limbah kertas menjadi kertas yang dapat digunakan kembali. Dengan alat yang dinamakan “Mixer-Mould” yang digunakan pada kegiatan KREATIF ini, limbah kertas yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat diubah menjadi kertas yang dapat digunakan kembali.

Para siswa ikut serta dalam proses pengolahan, mulai dari pemotongan dan perendaman limbah kertas didalam air, meneteskan pewarna dan mencampurkan larutan tepung kanji, hingga pencetakan dan pengeringan kertas yang kemudian dapat digunakan dalam kegiatan belajar mengajar para siswa tersebut. “Para siswa merasa senang karena dapat berkontribusi dalam proses pengolahan limbah kertas menjadi kertas yang dapat digunakan pada aktivitas sehari-hari,” ungkapnya.

Dijelaskan Nisaul, kegiatan ini mendapat dukungan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (DPPM Kemendiktisaintek RI) dalam skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, yang selama ini konsisten mendorong implementasi program pengabdian masyarakat di berbagai bidang.

Dukungan tersebut semakin memperkuat tujuan program KREATIF dalam memberikan manfaat nyata bagi generasi muda. Pimpinan Yayasan SMP IT Jabal Noor menyampaikan. “Kami berterima kasih atas program KREATIF yang tidak hanya menambah keterampilan anak-anak kami, tetapi juga menumbuhkan kesadaran lingkungan. Melalui kegiatan ini, anak-anak juga memahami bahwa limbah yang mereka jumpai setiap hari bisa diolah kembali menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat,” kata Pimpinan Yayasan SMP IT Jabal Noor.

Sementara Dosen Fakultas Teknik USU, Ir. Muhammad Thoriq Al Fath, S.T., M.T., menjelaskan, pengolahan limbah kertas melalui program ini tidak hanya mengurangi volume sampah yang mencemari lingkungan, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah pada material yang selama ini dianggap tidak berguna.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu solusi nyata dalam mengatasi permasalahan pembuangan limbah kertas. “Dengan memanfaatkan alat KREATIF, limbah kertas dapat diolah kembali menjadi kertas daur ulang yang berkualitas dan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan belajar anak-anak di sekolah,” katanya.

Para siswa Yayasan SMP IT Jabal Noor kini dapat menggunakan kertas yang mereka olah kembali dari limbah menjadi sesuatu yang dapat digunakan kembali, mereka juga mampu menyebarkan pengetahuan dan kesadaran terhadap cara mengelola limbah kertas secara baik.

Program ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan dengan membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Lebih dari itu, mereka juga diharapkan mampu menjadi teladan dan menginspirasi masyarakat di sekitarnya untuk ikut berperan aktif dalam menjaga kelestarian bumi. (adz)