31 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 28

Rakor di Kemendagri: Bupati Dairi Dukung Program 3 Juta Rumah

RAKOR: Bupati Dairi, Vickner Sinaga (belakangi lensa) saat mengkuti rapat koordinasi dengan Kementerian PKP, Rabu (25/2).SUMUT POS/istimewa.
RAKOR: Bupati Dairi, Vickner Sinaga (belakangi lensa) saat mengkuti rapat koordinasi dengan Kementerian PKP, Rabu (25/2).SUMUT POS/istimewa.

DAIRI , SUMUTPOS.CO – Komitmen mendukung program strategis nasional kembali ditegaskan Bupati Dairi Vickner Sinaga, saat menghadiri rapat koordinasi (Rakor) program perumahan tahun 2026 di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Rabu (25/2).

Rakor tersebut dipimpin Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Imran, dan diikuti sejumlah kepala daerah di Sumatera Utara.

Usai pertemuan, Vickner Sinaga menyampaikan dukungan penuh terhadap program pembangunan 3 juta rumah yang menjadi prioritas nasional pemerintah pusat. Menurutnya, penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat harus menjadi agenda bersama antara pemerintah pusat dan daerah.

“Pertemuan ini menjadi bukti komitmen bersama dalam mewujudkan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat. Sinergi pusat dan daerah adalah kunci percepatan program strategis nasional ini,” ujar Vickner.

Sebagai tindak lanjut, ia langsung menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Dairi, Surung Charles Lamhot Bantjin, untuk segera berkoordinasi dengan Direktur Pembiayaan serta Direktur Pengadaan Lahan Kementerian PKP guna mematangkan rencana implementasi program tersebut di Kabupaten Dairi.

Sementara itu, Dirjen Perumahan Perdesaan Imran menegaskan bahwa rakor ini bertujuan memperkuat sinergi dan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam percepatan pembangunan perumahan dan kawasan permukiman di Provinsi Sumatera Utara.

Ia menjelaskan, fokus program tahun 2026 meliputi pengentasan kawasan kumuh dengan target 225 hektare, bantuan sanitasi sebanyak 3.000 unit di 10 titik lokasi, serta bantuan stimulan perumahan swadaya sebanyak 400.000 unit yang tersebar di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.

“Khususnya terkait penyediaan hunian layak, penanganan kawasan kumuh, dukungan terhadap program strategis nasional di bidang perumahan, serta percepatan pemulihan pascabencana di lokasi terdampak,” jelas Imran.

Melalui rakor ini, Pemerintah Kabupaten Dairi optimistis dapat mengambil peran strategis dalam mendukung target nasional, sekaligus mempercepat peningkatan kualitas permukiman bagi masyarakat di daerah itu. (rud/ila)

Kapolda Sumut Warning Jajaran: Jaga Marwah Polri, Disiplin Tanpa Kompromi

RAPIM: Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto dalam Rapim Tahun 2026, di Mapolda Sumut. Istimewa/Sumut Pos
RAPIM: Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto dalam Rapim Tahun 2026, di Mapolda Sumut. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komitmen menjaga marwah institusi dan menegakkan disiplin tanpa kompromi menjadi pesan utama dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Tahun 2026 yang digelar di Mapolda Sumut, Rabu (25/2).

Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Whisnu Hermawan Februanto, menegaskan bahwa seluruh jajaran harus berpegang teguh pada prinsip “zero pelanggaran” sebagai bentuk nyata menjaga kehormatan institusi Polri.

Rapim tersebut dihadiri para Pejabat Utama (PJU) Polda Sumut, Kapolres jajaran, PJU Polres, hingga para Kasatker se-Sumatera Utara. Dalam arahannya, Kapolda menekankan bahwa tidak boleh ada penyalahgunaan wewenang maupun tindakan yang dapat mencederai kepercayaan publik.

“Zero pelanggaran bukan sekadar slogan, tetapi komitmen nyata. Pengawasan internal harus diperkuat dan penegakan disiplin dilakukan tanpa kompromi,” tegasnya.

Menurutnya, marwah institusi Polri adalah harga diri organisasi yang wajib dijaga bersama. Setiap personel diminta menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas.

Selain soal disiplin internal, Kapolda juga menyoroti pentingnya respons cepat terhadap disinformasi yang berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat (public trust). Ia meminta seluruh jajaran proaktif melakukan klarifikasi, mencegah eskalasi opini negatif, serta mengedepankan komunikasi publik yang profesional, akurat, dan transparan.

Dalam menghadapi dinamika global, politik, reformasi hukum, serta perkembangan teknologi, seluruh personel juga diinstruksikan untuk terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan adaptasi.

“Pastikan Polri selalu hadir, terlihat, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui pelayanan prima serta tindakan yang cepat, tepat, dan terukur,” ujarnya.

Melalui Rapim 2026 ini, Polda Sumut meneguhkan komitmen memperkuat integritas, profesionalisme, dan soliditas internal guna mendukung program kerja pemerintah serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Sumatera Utara. (dwi/ila)

 

Jamin Keamanan Mudik 2026, KAI Divre I Sumut Pasang 2.293 Bantalan Sintetis

PASANG: Teknisi PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara memasang bantalan sintetis.
PASANG: Teknisi PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara memasang bantalan sintetis.

SUMUTPOS.CO – Menjelang dimulainya masa Angkutan Lebaran 2026 pada 11 Maret mendatang, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara telah menuntaskan pemasangan 2.293 batang bantalan sintetis.

Langkah ini merupakan bagian dari penguatan keandalan prasarana dengan mengganti bantalan kayu pada jembatan kereta api yang mengalami penurunan kualitas, sehingga perjalanan selama masa mudik tetap aman dan lancar.

Plt Manager Hubungan Masyarakat Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menyampaikan bahwa penyelesaian program ini merupakan langkah antisipatif untuk memastikan kesiapan lintas menjelang periode Angkutan Lebaran.

Menurut Anwar, penggantian bantalan menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api di wilayah Sumatera Utara.

“Selesainya pemasangan bantalan sintetis semakin memperkuat aspek keselamatan perjalanan kereta api. Material ini memiliki stabilitas yang baik serta lebih tahan terhadap pengaruh lingkungan,” ujar Anwar saat memberikan keterangannya, Kamis (26/2/2026).

Program penggantian bantalan di wilayah Divre I Sumatera Utara telah berlangsung sejak 2022 dan dilaksanakan secara bertahap berdasarkan skala prioritas teknis.

Hingga Februari 2026, total 2.293 bantalan sintetis telah terpasang pada 48 jembatan rangka baja yang tersebar di lintas Belawan–Rantauprapat, termasuk jalur menuju Siantar dan Tanjungbalai. Anwar menjelaskan bahwa pekerjaan ini difokuskan pada titik-titik yang membutuhkan peningkatan keandalan struktur.

Dari sisi teknis, Anwar menuturkan bahwa bantalan sintetis memiliki durabilitas tinggi serta ketahanan yang lebih baik terhadap perubahan cuaca maupun paparan zat kimia dibanding bantalan kayu konvensional. Selain itu, kemampuan peredaman getaran dan suara tetap terjaga sehingga tidak mengurangi kenyamanan operasional.

“Dengan usia pakai yang dapat mencapai puluhan tahun, bantalan sintetis memberikan nilai tambah dari sisi keandalan maupun efisiensi perawatan jangka panjang,” jelas Anwar.

Anwar mengatakan, penggunaan material sintetis juga sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung prinsip keberlanjutan. Peralihan dari bantalan kayu ke sintetis membantu mengurangi kebutuhan material berbasis kayu sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.

“KAI Divre I Sumatera Utara terus mendorong penerapan teknologi yang mendukung keselamatan sekaligus memperhatikan aspek keberlanjutan. Upaya ini kami lakukan agar layanan kereta api tetap andal sekaligus ramah lingkungan,” pungkas Anwar.

KAI Divre I Sumatera Utara akan terus melakukan pemantauan dan perawatan prasarana secara berkala guna memastikan seluruh perjalanan kereta api selama masa Angkutan Lebaran 2026 berjalan selamat, aman, dan tepat waktu.(san/ila)

Kunjungi Sumut, Jaksa Agung Lakukan Evaluasi Internal

KETERANGAN: Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna, memberikan keterangan terkait kunjungan Jaksa Agung ke Sumut di Kantor Kejati Sumut, Kamis (26/2/2026).
KETERANGAN: Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna, memberikan keterangan terkait kunjungan Jaksa Agung ke Sumut di Kantor Kejati Sumut, Kamis (26/2/2026).

SUMUTPOS.CO – Kunjungan ST Burhanuddin ke Sumatera Utara (Sumut) dipastikan murni dalam rangka kerja dan evaluasi internal. Hal ini ditegaskan pihak Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk meluruskan isu yang berkembang, termasuk soal penahanan tiga unit mobil di Kejaksaan Negeri Medan serta dinamika mutasi kepala kejaksaan negeri (Kajari).

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Anang Supriatna, menyampaikan bahwa agenda Jaksa Agung ke Sumut bertujuan memastikan penegakan hukum berjalan profesional, berintegritas, serta tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

“Tidak ada kaitannya dengan penahanan tiga mobil itu. Kunjungan ini untuk memastikan penegakan hukum dilakukan secara profesional, menjunjung tinggi integritas, asas praduga tak bersalah, serta menghormati hak asasi manusia,” ujar Anang di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Rabu (26/2/2026).

Dalam rangkaian kunjungannya, Jaksa Agung menyambangi sejumlah satuan kerja, di antaranya Kejaksaan Negeri Deliserdang, Kejaksaan Negeri Langkat, hingga Kejari Medan. Selain mengevaluasi penanganan perkara, perhatian juga diberikan pada kondisi sarana dan prasarana kantor.

Menurut Anang, beberapa bangunan kantor kejaksaan di daerah dinilai sudah cukup lama, sementara volume barang bukti yang ditangani terus meningkat. Kondisi ini dinilai perlu pembenahan agar pelayanan publik dan tata kelola administrasi, khususnya barang bukti, dapat berjalan lebih tertib dan optimal.

Disinggung mengenai mutasi Kajari di Deliserdang dan Padanglawas, Anang membenarkan adanya penarikan pejabat sebagai bagian dari proses evaluasi. Ia menegaskan, mutasi dilakukan berdasarkan tiga pertimbangan utama, yakni aspek kepemimpinan (leadership), potensi konflik kepentingan (conflict of interest), serta profesionalisme dalam penanganan perkara.

“Ada yang dipromosikan secara diagonal ke jabatan fungsional. Artinya bukan demosi, tapi evaluasi jabatan struktural. Prinsipnya, jika ada aduan yang dinilai serius dan berdampak pada profesionalitas, maka segera kita tarik untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tegasnya.

Terkait dugaan pungutan liar yang sempat menyeret nama salah satu Kejari di Sumut, pihaknya menyatakan masih melakukan pendalaman. Proses akan berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. “Kalau ada pelanggaran etik tentu diproses. Tapi saat ini masih sebatas aduan. Kita profesional, tidak bisa hanya berdasarkan dugaan,” katanya.

Di sisi lain, Jaksa Agung disebut turut mengapresiasi capaian kinerja Kejati Sumut, terutama dalam penanganan perkara dan pemulihan kerugian negara. Kehadiran pimpinan tertinggi korps Adhyaksa itu diharapkan menjadi suntikan semangat bagi seluruh jajaran agar tetap bekerja secara hati-hati, bermartabat, dan berkeadilan. (man/ila)

40 Ribu Pekerja Informal di Medan Terdaftar BPJS

WAWANCARA: Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas saat diwawancarai wartawan.
WAWANCARA: Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas saat diwawancarai wartawan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komitmen Pemerintah Kota Medan dalam memperkuat jaring pengaman sosial kembali ditegaskan Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas melalui peluncuran Upgrade New Empowering Kepala Lingkungan dan OPD Pemko Medan bersama BPJS Ketenagakerjaan, di Hotel Grand Central, Rabu (25/2/2026). Program ini dinilai strategis karena langsung menyasar perlindungan pekerja informal sekaligus mencegah munculnya keluarga miskin baru.

Wali Kota menegaskan kolaborasi pemerintah daerah dengan BPJS Ketenagakerjaan bukan sekadar program administratif, melainkan upaya konkret menjamin masa depan masyarakat. Ia menjelaskan manfaat kepesertaan sangat besar, mulai dari pembiayaan kecelakaan kerja hingga santunan kematian, bahkan beasiswa pendidikan anak sampai kuliah jika peserta terdaftar minimal tiga tahun.

Menurutnya, pemerintah tidak ingin muncul persoalan sosial baru akibat kepala keluarga meninggal dunia tanpa perlindungan.

“Karena itu, pemberdayaan kepala lingkungan menjadi ujung tombak sosialisasi dan rekrutmen peserta di tingkat warga,” ujarnya dalam kegiatan yang dihadiri Kepala BPJS Medan Kota Jefri Iswanto, sejumlah pimpinan OPD, camat, lurah, serta perwakilan kepala lingkungan se-Kota Medan.

Ia menyebutkan, tahun lalu setiap kepala lingkungan ditargetkan mendaftarkan 25 peserta. Hingga 24 Februari 2026, dari target 50.025 peserta, realisasi mencapai 40.435 orang atau 80,83 persen dari total 2.001 lingkungan. Bahkan, ada kepala lingkungan yang berhasil mendaftarkan hingga 300 peserta. Ke depan, target tersebut akan ditingkatkan menjadi 50 peserta per kepala lingkungan.

Rico Waas juga mengungkapkan hasil diskusinya dengan Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumatera Bagian Utara, I Nyoman Swarjaya, yang memastikan biaya perawatan kecelakaan kerja dapat ditanggung penuh tanpa batas nominal selama sesuai ketentuan. Hal ini dinilai menjadi bukti pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat.

Selain peluncuran program, Wali Kota juga menyerahkan secara simbolis beasiswa dan klaim santunan kepada ahli waris peserta. Hingga kini tercatat 1.915 warga telah menerima manfaat beasiswa pendidikan dari program tersebut.

Wali Kota menegaskan keberlanjutan program menjadi prioritas karena pelayanan publik sejatinya merupakan interaksi langsung pemerintah dengan masyarakat.

Ia berharap sinergi antara pemerintah kota, BPJS Ketenagakerjaan, dan perangkat daerah terus diperkuat agar perlindungan pekerja meningkat sekaligus menumbuhkan kepercayaan publik.

“Ini bukan hanya program, tetapi ikhtiar memastikan masa depan masyarakat lebih terjamin dan risiko sosial dapat dicegah sejak awal,” tegasnya. (map/ila)

Tindaklanjuti Instruksi Kapolri dalam Rapim 2026, Kapoldasu Gelar Tes Urine Serentak

TES URINE: Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto saat memimpin langsung pelaksanaan tes urine, di Aula Tribrata Mapolda Sumut. Istimewa/Sumut Pos
TES URINE: Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto saat memimpin langsung pelaksanaan tes urine, di Aula Tribrata Mapolda Sumut. Istimewa/Sumut Pos

SUMUTPOS.CO – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto memimpin langsung pelaksanaan tes urine terhadap Jajaran Pejabat Utama (PJU) dan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) se-Sumut, dalam rangkaian Rapat Pimpinan (Rapim) Tahun 2026, di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Rabu (25/2) sebagai tindak lanjut instruksi Kapolri guna memastikan internal Polri bersih dari penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan yang digelar hingga sore tersebut itu diikuti Wakapolda, seluruh Pejabat Utama (PJU) Polda Sumut, Kapolres jajaran, para Kasatker, serta Kasat Narkoba Polres.

Kapolda Whisnu mengatakan, tes urine ini merupakan langkah konkret memperkuat pengawasan internal sekaligus wujud komitmen menjaga marwah institusi.

“Ini bentuk keteladanan pimpinan. Dimulai dari saya, Wakapolda, hingga seluruh pejabat utama dan kapolres. Kami ingin memastikan tidak ada ruang bagi penyalahgunaan narkoba di tubuh Polri,” katanya.

Ia menegaskan, kebijakan tersebut selaras dengan arahan Kapolri agar seluruh jajaran melakukan langkah preventif dan pengawasan melekat guna mencegah pelanggaran yang dapat mencederai kepercayaan publik.

Menurut dia, komitmen “zero pelanggaran” harus diwujudkan secara nyata, bukan sekadar slogan. Setiap personel yang terbukti melanggar akan diproses sesuai ketentuan disiplin maupun hukum yang berlaku. “Kepercayaan masyarakat adalah modal utama kami. Karena itu, penguatan integritas harus dimulai dari internal,” ujarnya.

Selain pelaksanaan tes urine, Kapolda Whisnu dalam arahannya juga mengingatkan seluruh jajaran agar terus meningkatkan profesionalisme, responsif terhadap dinamika sosial, serta cepat melakukan klarifikasi terhadap informasi yang berpotensi menurunkan public trust.

Rapim 2026 tersebut sekaligus menegaskan kesiapan Polda Sumut mendukung dan mengamankan program kerja pemerintah tahun 2026 di wilayah Sumut dengan tetap mengedepankan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. (dwi/ila)

Dosen dan Mahasiswa Institut Kesehatan Deli Husada, Terapkan Teknologi Irigasi di Gayo Lues

PROGRAM: Dosen dan Mahasiswa Institut Kesehatan Deli Husada menjalankan Program Pemberdayaan Masyarakat di Dusun Telusung Desa Pers Rigeb Kecamatan Dabun Gelang Kabupaten Gayo Lues, Aceh, kemarin.
PROGRAM: Dosen dan Mahasiswa Institut Kesehatan Deli Husada menjalankan Program Pemberdayaan Masyarakat di Dusun Telusung Desa Pers Rigeb Kecamatan Dabun Gelang Kabupaten Gayo Lues, Aceh, kemarin.

ACEH – Pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah Aceh pada akhir 2025, ratusan hektare lahan pertanian terdampak akibat rusaknya sistem irigasi.

Di Dusun Telusung Desa Pers Rigeb Kecamatan Dabun Gelang Kabupaten Gayo Lues, para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Tangguh Bencana bahkan sempat terancam gagal panen karena aliran air sawah terputus.

Menjawab kondisi tersebut, tim mahasiswa bersama dosen Institut Kesehatan Deli Husada melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui penerapan teknologi irigasi alternatif berbasis pompa air portable dan reservoir penampung air.

Program ini difokuskan pada pemulihan akses air irigasi sebagai langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan desa. Pompa air portable dimanfaatkan untuk mengalirkan air dari sumber air Sungai terdekat menuju lahan persawahan, sementara reservoir berfungsi menstabilkan distribusi air ke setiap petakan sawah agar pengairan lebih merata dan efisien.

Aliah, salah satu petani anggota Kelompok Tani Tangguh Bencana, mengungkapkan bahwa sebelum adanya bantuan tersebut para petani kesulitan mengairi sawah akibat saluran irigasi sawah yang rusak akibat banjir bandang.

“Setelah bencana, sawah kami sulit diairi karena saluran rusak. Dengan adanya pompa dan bak penampung ini, kami bisa kembali menyelamatkan padi yang telah ditanam dan berharap hasil panen membaik,” ujarnya.

Tidak hanya menghadirkan teknologi, program ini juga memperkuat kelembagaan kelompok tani melalui pelatihan pengoperasian alat, penyusunan jadwal distribusi air, serta pembentukan sistem pengelolaan dan iuran perawatan secara kolektif. Hasilnya, lebih dari 70 persen lahan sawah yang sebelumnya terdampak kini berhasil diselamatkan dan kembali memasuki masa panen. (rel/lek/azw)