32 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 286

Ucok Ibon Dituntut 4,5 Tahun Penjara, Dr Darmawan Yusuf Apresiasi JPU

SIDANG: Saifuddin Zuhri Marpaung alias Ucok Ibon saat mengikuti sidang di PN Tanjungbalai, Kamis (10/4).
SIDANG: Saifuddin Zuhri Marpaung alias Ucok Ibon saat mengikuti sidang di PN Tanjungbalai, Kamis (10/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – SUMUTPOS.CO-Saifuddin Zuhri Marpaung alias Ucok Ibon (51), warga Jalan Karya Lingkungan II, Kelurahan Selawan, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan-Sumut dituntut pidana penjara selama 4,5 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cristin dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungbalai.

Kamis (10/4/2025). Terdakwa Ucok Ibon dinilai terbukti menggunakan surat palsu dalam mengklaim tanah milik korban johan seluas 87 hektare di Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan, sebagaimana diatur dalam Pasal 263 KUHP.

Ucok Ibon menggunakan Surat Ganti Rugi tahun 2014 dari A Majid Sitorus sebagai dasar klaim kepemilikan. Namun, surat tersebut telah dinyatakan palsu berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor 1017 K/PID/2017, dan A Majid telah divonis dan menjalani hukuman 2 tahun penjara.

Kuasa hukum korban Johan, Pengacara Kondang Dr Darmawan Yusuf SH SE MPd MH dari Law Firm DYA-Darmawan Yusuf & Associates, menegaskan,, bahwa perkara ini bukan sekadar sengketa tanah, melainkan bentuk kejahatan pertanahan yang serius dan terstruktur.

“Terdakwa menggunakan surat yang sudah dinyatakan palsu oleh Mahkamah Agung. Ia juga diduga memalsukan stempel dan tanda tangan camat. Ini jelas kejahatan berat. Kami sangat mengapresiasi tuntutan JPU yang tegas dan berkeadilan, ujar Dr Darmawan usai persidangan..

“Proses hukum ini adalah bukti nyata bahwa negara hadir untuk melindungi hak-hak masyarakat atas tanah yang sah dimiliki. Kami harap majelis hakim menjatuhkan vonis maksimal agar ada efek jera bagi pelaku kejahatan serupa,” tambah Dr Darmawan.
Informasi terakhir didapat, putusan akhir terhadap Ucok Ibon dijadwalkan akan dibacakan minggu depan. (azw).

Partai Demokrat Dukung PT DPM Segera Beroperasi

JELASKAN: Anggota Komisi III DPR RI, Hinca Panjaitan didampingi Ketua DPC Partai Demokrat Dairi, Wanseptember Situmorang dan anggota Fraksi Demokrat, Halim Lumbanbatu, Bona Sitindaon saat menjelaskan dukungan untuk operasional PT DPM.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
JELASKAN: Anggota Komisi III DPR RI, Hinca Panjaitan didampingi Ketua DPC Partai Demokrat Dairi, Wanseptember Situmorang dan anggota Fraksi Demokrat, Halim Lumbanbatu, Bona Sitindaon saat menjelaskan dukungan untuk operasional PT DPM.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Partai Demokrat mendukung PT Dairi Prima Mineral (PT DPM) yang berada di Desa Sopo Komil, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, bisa segera beroperasi/berproduksi.

Dukungan itu disampaikan anggota Komisi III DPR-RI yang juga Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Hinca Panjaitan saat melakukan kunjungan reses di Kabupaten Dairi, Kamis (10/4/2025).

Hinca Panjaitan ditemui wartawan usai melakukan pertemuan dengan manajemen PT DPM di ruang Fraksi Demokrat DPRD Dairi, menegaskan dalam pertemuan yang dilakukan, sikap politik Partai Demokrat sepakat mendorong dan mendukung agar PT DPM segera beroperasi.

“Hal-hal yang belum bisa diselesaikan mereka, kami akan membantunya agar bisa segera beroperasi. Karena satu-satunya yang diharapkan energi baru untuk Dairi juga Pakpak Bharat dan Karo adalah PT DPM ini,” kata Hinca.

Didampingi Ketua DPC Partai Demokrat Dairi, Wanseptember Situmorang yang juga sebagai Wakil Ketua DPRD Dairi, serta anggota Fraksi Partai Demokrat, Halim Lumban Batu, Rukiatno Nainggolan, Bona Sitindaon, Cipta Karokaro, Sumitro Lumban Batu, dan Selloh Cibro anggota DPRD Pakpak Bharat, dengan tegas mengatakan, sikap politik Partai Demokrat, mendorong dan mendukung agar DPM segera beroperasi.

Lanjut Hinca, Dukungan terhadap perusahaan tambang timah dan seng itu, untuk pengembangan wilayah Karo, Dairi, Pakpak Bharat, dimana Partai Demokrat akan mengembangkan konsep seperti Jabodetabek.

“Namanya kita buat, Kardaiba (Karo, Dairi, Pakpak Bharat). Kalau nggak sama-sama ini dibikin, mungkin butuh 100 tahun itu Pakpak Bharat baru bisa naik. Mungkin kita juga tertatih-tatih Dairi ini. Tapi kalau sekali tarik ini, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, ini satu kawasan yang kita kembangkan. Karena itu, memulai konsep itu, hari ini kami mengundang direksi atau top eksekutif DPM,” ujar Hinca.

Politisi Demokrat itu mengatakan, jika PT DPM tidak beroperasi merupakan sebuah kerugian bagi Kabupaten Dairi.

“Kalau sampai dia (PT DPM) pulang ke kampungnya, penyesalan di kita semua. Namun demikian, kami mendukung itu bukan titik, dukung koma. Komanya apa? Manfaat kesejahteraannya harus kita terima, menjaga lingkungannya dan hal-hal lain,” katanya.

Disebutkan Hinca, dalam pertemuan yang dilakukan adalah mempertanyakan kepada managemen PT DPM apa yang menjadi kendala selama 28 tahun tak kunjung beroperasi.

Dan menurut pengambil kebijakan di PT DPM, masalah Amdal. Menurut mereka, sudah 90 persen beres, tinggal 10 persen lagi masih terkendala.

Dalam pertemuan tersebut, lanjut Hinca, mereka juga mengajukan kritik PT DPM yang kurang baik berkomunikasi kepada masyarakat, sehingga menimbulkan persepsi buruk. Pro kontra masih terjadi, dan itu diakui pihak PT DPM.

Menurut Hinca, pembangunan selalu ada yang pro dan kontra. “Yang pro, kita terus pupuk, dan yang kontra kita jelaskan. Apa yang perlu dijelaskan adalah manfaatnya. Kelemahan DPM adalah nggak mampu menjelaskan manfaat apa yang diterima, sebut Hinca lagi.

Pimpinan PT DPM yang hadir Chief Operating Officer (COO) Patrick, Manager External PT DPM David Liang Shuang serta Humas, Paulina Tobing.(rud/han)

Bupati Simalungun Janji Perbaiki Jembatan Putus

LIHAT: Bupati melihat jembatan penghubung desa yang rusak. FOTO: PRA EVASI/SUMUT POS
LIHAT: Bupati melihat jembatan penghubung desa yang rusak. FOTO: PRA EVASI/SUMUT POS

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih meninjau jembatan putus di Nagori Dolok Hataran Kecamatan Siantar, Simalungun, Rabu (9/4/2025).

Jembatan yang terputus tersebut terbentang melintasi Sungai Bah Hilang dan merupakan sarana vital bagi masyarakat khusunya masyarakat Huta (Dusun) Sidomulyo Kampung Tengah Nagori Dolok Hataran dalam beraktifitas sehari-hari, terutama bagi anak sekolah.

N Saragih, salah seorang masyarakat yang berada di lokasi menjelaskan bahwa putusnya jembatan diakibatkan air sungai Bah Hilang meluap dan menggerus tembing sungai sehingga memutuskan jembatan di tepi sungai.

“Sekitar bulan Februari lalu jembatan tersebut putus, disebabkan di ujung jembatan tergerus air. Karena kalau hujan deras sungai ini meluap, dan sekarang kami buat jembatan sementara,” uelas N Saragih.

Ia juga mengakui bahwa jembatan ini sangat penting bagi masyarakat terutama bagi warga dan anak sekolah yang akan melakukan aktifitas nya sehari-hari.

Menurut N Saragih, sudah tiga kali jembatan ini putus diakibatkan meluap sungai Bah Hilang dan sebelum pilkada lalu jembatan ini juga putus. “Kami bergotong royong bersama Pangulu untuk memperbaiki jembatan ini agar bisa kami lintasi,” ujarnya.

Sementara itu Camat Siantar M Iqbal yang turut menjelaskan bahwa jembatan Bahilang merupakan penghubung dusun 4, 5 dan 6 di Nagori Dolok Hataran ini putus akibat meluapnya air sungai pada bulan Februari lalu.

“Jembatan ini merupakan satu-satunya jembatan penghubung warga dusun 4, 5 dan dusun 6 ataupun menuju ke Kantor Nagori (Kepala desa) maupun ke Kota Siantar, sehingga warga sekitar yang berjumlah sekitar 450 kepala keluarga susah kalau mau berurusan ke kantor nagori,” ujar Iqbal.

Dalam kesempatan itu, Kalak BPBD Simalungun, Resman Saragih mengutarakan bahwa pihaknya sudah menerima laporan sejak terputusnya jembatan Bah Hilang ini.

“Kami dari BPBD sudah membuat perencanaan pembangunan jembatan ini dan segera kita ajukan ke Bupati Simalungun,” kata Resman yang didampingi Sekretaris BPBD Manaor Silalahi.

Bupati Simalungun, di sela-sela peninjauan tersebut mengatakan, akan segera menindaklanjuti perbaikan jembatan Bah Hilang tersebut.

“Jembatan ini sangat penting untuk akses masyarakat, yang menurut laporan ada kurang lebih 450 kepala keluarga,” kata Bupati.

Usai meninjau jembatan putus tersebut, selanjutnya Bupati bersama rombongan bersilaturahmi dengan masyarakat Nagori Dolok Hataran. (mag-7/han)

Pemko Binjai Halal Bihalal dengan Tenaga Pendidik di Tengah Tamsil 2024 Belum Lunas

Halal bihalal pemerintah kota dengan tenaga pendidik di GOR Binjai.(Diskominfo Binjai/Sumut Pos)
Halal bihalal pemerintah kota dengan tenaga pendidik di GOR Binjai.(Diskominfo Binjai/Sumut Pos)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Binjai menggelar halalbihalal dengan tenaga pendidik di Gedung Olahraga, Rabu (9/4/2025).

Halalbihalal bersama tenaga pendidik atau guru itu di tengah tambahan penghasilan (tamsil) mereka yang tidak dilunaskan pada tahun 2024.

Sebagaimana diketahui tamsil guru itu cair 4 kali dalam setahun. Pada tahun 2024, guru cuma menerima pencairan tamsil sebanyak 2 kali saja.

Sementara tahun ini, tamsil guru cair sejatinya pada Maret 2025. Sebab, pencairannya tiap 3 bulan sekali.

Namun hingga April 2025, tanda-tanda pencairan tamsil belum menunjukkan titik terang. Meski begitu, pemerintah kota bersama badan amil zakat menggelar halal bihalal dengan tenaga pendidik.

Wali kota, Amir Hamzah dan wakil wali kota, Hasanul Jihadi dan pejabat penting lainnya hadir pada kesempatan tersebut. Halal bihalal ini diawali dengan penampilan nyanyian lagu daerah dan nasional yang dibawakan oleh siswa-siswi SMP negeri dan swasta.

Pada kesempatan ini, Amir mengajak semua pihak bersama-sama menyatukan hati, niat, dan ikhtiar serta tekad, untuk menjadikan momentum Idul Fitri 1446 H sebagai tonggak awal membuka lembaran baru.

“Saya juga berharap pada momentum halal bihalal ini kita dapat melapangkan hati untuk saling memaafkan, sehingga di masa depan hubungan baik, dan sinergitas antar semua yang hadir di sini dapat terus kita tingkatkan lagi,” pesannya.

“Atas nama Pemerintah Kota Binjai, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H, minal aidin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin kepada kita semua,” tutupnya.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Binjai bersama Wakil Wali Kota Binjai memberikan penghargaan kepada sekolah pemberi zakat/infaq terbaik. (ted/han)

Telkomsel Surprise Deal: Nelpon Hingga 20.000 Menit Ke Semua Operator!

Telkomsel kembali memberikan kejutan untuk pelanggan setianya dengan menghadirkan program spesial bertajuk Surprise Deal Nelpon. Dalam program ini, Pelanggan dapat memilih paket Surprise Deal dengan kuota nelpon hingga 20.000 menit ke semua operator.
Telkomsel kembali memberikan kejutan untuk pelanggan setianya dengan menghadirkan program spesial bertajuk Surprise Deal Nelpon. Dalam program ini, Pelanggan dapat memilih paket Surprise Deal dengan kuota nelpon hingga 20.000 menit ke semua operator.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Telkomsel kembali memberikan kejutan untuk pelanggan setianya dengan menghadirkan program spesial bertajuk Surprise Deal Nelpon. Dalam promo terbatas ini, pelanggan bisa mendapatkan kuota nelpon mulai dari 80 menit dengan masa aktif 1 hari.

Selain itu, tersedia juga pilihan paket dengan masa aktif hingga 30 hari, yang menawarkan kuota mulai dari 180 menit dengan harga terjangkau. Menariknya, pelanggan juga dapat memilih paket Surprise Deal dengan kuota nelpon hingga 20.000 menit ke semua operator. Beragam pilihan paket lainnya juga tersedia, sehingga pelanggan dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan masing-masing. Promo spesial ini hanya berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 10 dan 11 April 2025.

General Manager Consumer Business Region Sumbagut Telkomsel Agung E Setyobudi, menyampaikan “Melalui Surprise Deal Nelpon, kami ingin mempermudah pelanggan untuk tetap terhubung dengan orang-orang terdekat maupun untuk kepentingan profesional, tanpa perlu khawatir kehabisan pulsa. Dengan cakupan layanan yang luas, kami hadirkan solusi nelpon berkualitas tinggi untuk berbagai kebutuhan harian.”

Untuk mengaktifkan paket ini, pelanggan bisa memilih berbagai cara mudah seperti melalui aplikasi MyTelkomsel, layanan UMB di *888*50#, laman web telkomsel.com, atau langsung datang ke outlet Telkomsel terdekat. Informasi selengkapnya bisa diakses melalui situs resmi Telkomsel di www.telkomsel.com/surprisedeal.

Sebagai bagian dari komitmennya di era digital, Telkomsel terus menghadirkan inovasi yang relevan untuk menunjang kebutuhan komunikasi masyarakat. Kami mengajak seluruh pelanggan untuk tidak melewatkan penawaran terbatas ini dan menikmati pengalaman berkomunikasi yang lebih hemat dan fleksibel.(rel)

Kapolres Labusel Halal Bihalal Bersama Wartawan

HALALBIHALAL: -Kapolres Labuhanbatu Selatan (Labusel) AKBP Aditya SP Sembiring SIK bersama jajaran halalbihalal bersama wartawan, Rabu (9/4). KHAIRUDDIN/SUMUT POS
HALALBIHALAL: -Kapolres Labuhanbatu Selatan (Labusel) AKBP Aditya SP Sembiring SIK bersama jajaran halalbihalal bersama wartawan, Rabu (9/4). KHAIRUDDIN/SUMUT POS

LABUSEL, SUMUTPOS.CO – Kapolres Labuhanbatu Selatan (Labusel) AKBP Aditya SP Sembiring SIK halalbihalal Bersama wartawan Labuhanbatu Selatan yang digelar Kantin 17 Kota Pinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Rabu (9/4).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Labuhanbatu Selatan AKBP Aditya Sembiring didampingi Wakapolres Kompol Ramsen Sembiring, Kasatresnarkoba AKP Iwan Mashuri S.H, Kasatreskrim AKP Endang R Ginting SH, Humas Polres Labusel AKP Sujono serta jajaran PJU Polres Labusel.

Kegiatan tersebut merupakan mempererat silaturahmi dan dapat bersinergi dalam memberikan informasi kepada masyarakat tentang Informasi hukum di wilayah hukum Labuhanbatu Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres AKBP Aditya menerima keluhan maupun masukan dari sejumlah wartawan, diantaranya tentang pemberantasan narkoba maupun kejahatan pencurian tandan buah kelapa sawit yang sangat meresahkan masyarakat pemilik kebun.

“Kita akan menerima semua tanggapan dari rekan rekan media, semoga media dapat memberikan informasi yang akurat demi untuk penegakan hukum di wilayah hukum Labuhanbatu Selatan,”ujar Kapolres Labusel.

AKBP Aditya juga mengharapkan para awak media dapat membantu dalam memberantas sejumlah kejahatan, baik narkoba maupun kriminal agar Labuhanbatu Selatan bersih dari tindak kejahatan.(mag4/han)

Pemkab Labura Buka Bimbingan Manasik Haji, Siapkan Calon Jamaah Mandiri Melaksanakan Ibadah Haji

BERSAMA: Bupati LABURA, Dr.Hendriyanto Sitorus SE MM dsn Wakil Bupati Dr.H. Samsul Tanjung ST, MH foto bersama peserta manajik haji. ISTIMEWA/SUMUT POS
BERSAMA: Bupati LABURA, Dr.Hendriyanto Sitorus SE MM dsn Wakil Bupati Dr.H. Samsul Tanjung ST, MH foto bersama peserta manajik haji. ISTIMEWA/SUMUT POS

LABURA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara melalui Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu Utara menyelenggarakan bimbingan manasik haji di tingkat kecamatan se- Labura di Kantor Kemenag, Rabu (9/4/2025).

Hadir Bupati Dr.Hendriyanto Sitorus SE MM, bersama Wakil Bupati Dr.H. Samsul Tanjung ST, MH, Kepala Kantor Kemenag Labura Agus Priyadi, S.Ag., M.Si, Ketua DPRD Labura Rimba Bertuah Sitorus, SE,.MM dan Ketua TP.PKK Labura Ny. dr. Rama Dhona Hendriyanto Sitorus M.Ked(Ped), Sp.A.

Wakil Bupati mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan bertujuan agar calon jemaah haji menambah pengetahuan, lebih siap dan mandiri dalam melaksanakan ibadah haji sesuai dengan tuntunan agama, sehingga memperoleh haji mabrur.

Calon jemaah haji diingatkan mengenai masalah fisik dan mental. Mereka akan menghadapi dua hal suasana berbeda dengan daerah asal, yaitu cuaca panas. Oleh karena itu, mereka dianjurkan untuk berserah diri kepada Allah SWT dan memohon perlindungan-Nya agar sebagai tamu Allah dapat melaksanakan ibadah haji dengan sempurna, tambah Wakil.

Sebanyak 186 orang calon jemaah haji dari Kabupaten Labuhanbatu Utara dijelaskan, bahwa ibadah haji membutuhkan gerakan fisik seperti tawaf, sai, wukuf, mabit di Muzdalifah, dan melempar jumrah.

Perjalanan dari Jamarat ke Mina dan kembali berjarak sekitar 3 kilometer sekali jalan, sehingga membutuhkan energi, dan agar memanfaatkan bimbingan manasik haji ini sebaik-baiknya.(ind/han)

250 Peserta Antusias Ikuti Seminar Adat Batak dan Kekristenan Persekutuan Ama Distrik X Medan Aceh

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Suasana hangat penuh semangat memenuhi Aula Lantai 3 Kantor Distrik HKBP X Medan Aceh, Jalan Uskup Agung Sugiopranoto, Medan, Rabu (9/4/2025).

Sekurangnya, 250 peserta seminar dari perwakilan Persekutuan Bapak di 50-an HKBP ressort di Distrik X Medan Aceh hadir dalam Seminar Adat Batak dan Kekristenan yang diselenggarakan oleh Persekutuan Ama HKBP Distrik (PAD) X Medan Aceh. Seminar dimulai pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga petang harinya.

Seminar ini dibuka dengan ibadah yang dipimpin Pdt Darwin Sihombing STh, dilanjutkan sambutan dari Praeses Distrik X Medan Aceh, Pdt Suwandi Sinambela STh MPsi, serta Ketua PAD X Medan Aceh periode 2024-2026, Prof Dr Efendi Napitupulu MPd.

Dalam sambutannya, ketiganya menekankan pentingnya membangun pemahaman yang harmonis antara adat Batak dan iman Kristen. Sebagai pembicara sesi pertama, Dr Sukanto Limbong, Ketua STT HKBP Pematangsiantar, menyampaikan refleksi mendalam soal peran adat dalam kehidupan gereja.

Menurutnya, gereja dan budaya tidak perlu berlawanan, tapi bisa berjalan bersama dalam harmoni menghadapi masa depan. Ia menyoroti peran seorang bapak dalam keluarga, terinspirasi dari tokoh Ayub di Alkitab.

“Bapak itu punya tanggung jawab untuk memanggil, menguduskan, dan mendoakan anak-anaknya. Dia adalah imam pertama di rumah,” ujarnya.

Ia juga mengangkat lima pendekatan Kekristenan terhadap budaya, mulai dari yang menolak sepenuhnya, hingga yang berusaha mentransformasi budaya melalui nilai-nilai Injil. “Budaya itu bukan musuh, tapi harus dibawa dalam terang Kristus,” tegasnya.

Sesi kedua diisi oleh Manguji Nababan SS MA, pakar budaya Batak dari Universitas HKBP Nommensen. Ia mengingatkan bahwa adat tidak boleh dimaknai sekadar seremoni, tapi harus dilihat dari esensinya. “Adat itu alat pendidikan, bukan beban,” kata Manguji.

Ia memperkenalkan prinsip 3E dalam memahami adat: Esensial, Efektif, dan Efisien. Adat juga, menurutnya, harus diterangi oleh kasih dan tidak boleh mengurangi ke-Mahakuasaan Tuhan. “Lebih baik jadi orang beriman yang beradat, daripada beradat tapi tidak punya iman,” tuturnya disambut anggukan para peserta.

Acara yang dimoderatori Pdt Darwin Sihombing dan St Mangasi Panjaitan ini ditutup dengan penyerahan plakat kepada para pembicara oleh Prof Dr Efendi Napitupulu bersama Sekretaris PAD X Medan Aceh CSt Dr Valdesz Junianto Nainggolan dan Ketua Panitia St Rio Sibarani.

Seluruh peserta pun berfoto bersama, menandai akhir kegiatan yang penuh makna. Seminar ini bukan hanya jadi ruang diskusi, tapi juga jadi ajakan untuk terus menggali kekayaan budaya tanpa kehilangan arah iman.

Karena adat dan kekristenan tak harus saling menjauh, tapi bisa saling menguatkan asalkan dijalani dalam kasih dan terang Firman Tuhan. (rel/adz)

RSJ Prof Ildrem Siap Bertransformasi Mental, Menuju Rumah Sakit Umum

WAWANCARA: Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof Dr M Ildrem, drg Ismail Lubis saat diwawancarai wartawan.
WAWANCARA: Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof Dr M Ildrem, drg Ismail Lubis saat diwawancarai wartawan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof Dr M Ildrem akan mengembangkan layanan tidak hanya untuk pasien gangguan jiwa berat, namun juga membuka layanan medis umum dan ruang rehabilitasi yang lebih manusiawi dan inklusif. Hal ini dikatakan Dirut RSJ Prof Dr M Ildrem drg Ismail Lubis.

“Selama ini rumah sakit jiwa dikenal hanya untuk layanan gangguan jiwa. Tapi sekarang, kita menuju transformasi mental. Kita ingin pasien merasa seperti di rumah sendiri, bukan seperti sedang dikurung,” ujar Ismail, Rabu (9/4/2025) pagi.

Pihak rumah sakit telah menyelesaikan proses perencanaan dan pelelangan untuk pembangunan gedung rawat inap medis umum. Rencana ini termasuk pembangunan ruang rawat inap Bukit Barisan dan Dolok Sanggul yang dilengkapi ruang terbuka hijau (RTH).

Ismail menekankan pentingnya RTH sebagai bagian dari penyembuhan. “Ketika pasien ingin duduk santai, tidur, atau menenangkan diri, mereka bisa melakukannya di taman. Suasana seperti ini mempercepat pemulihan, bukan hanya secara fisik, tapi juga mental,” ujarnya.

RSJ Prof Ildrem berdiri di atas lahan seluas 3,8 hektare dengan bangunan mencapai 25.800 meter persegi. Namun, untuk mewujudkan rencana besar ini, rumah sakit membutuhkan anggaran signifikan.

“Kami berharap dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan untuk membantu merealisasikan cita-cita ini, dan ke depan RSJ ini tidak lagi menjadi rumah sakit jiwa, tapi menjadi rumah sakit umum. Di mana, layanan jiwa merupakan layanan unggulan di sini,” ucapnya.

Sebagai satu-satunya rumah sakit jiwa tipe A di Sumatera Utara, RSJ Prof Ildrem juga akan menjadi rumah sakit pengampu bagi 10 RS jiwa kabupaten/kota. Pengampuan ini mencakup peningkatan SDM, infrastruktur, dan layanan sesuai standar visitasi.

“Ini semua bagian dari tanggung jawab kita sebagai rumah sakit rujukan utama. Target kami, lama rawat (LOS) maksimal 35 hari. Dengan lingkungan yang nyaman, pasien bisa lebih cepat pulih dan kembali ke masyarakat,” terang Ismail.

Ismail juga menyoroti perlunya dukungan pemerintah daerah terkait pembiayaan pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa(ODGJ) yang tidak terdaftar BPJS. Ia mendorong adanya kerja sama antara RSJ dan pemerintah kabupaten/kota melalui skema unregistered fund agar tidak ada pasien yang tertinggal.

“Pasien ODGJ rata-rata berasal dari keluarga ekonomi lemah. Negara harus hadir untuk mereka. Harus ada MOU dengan kabupaten/kota agar pembiayaan tidak terhambat,” tegasnya.

Dari sisi pendidikan dan pengembangan sumber daya, RSJ Prof Ildrem juga telah menyiapkan langkah menuju akreditasi rumah sakit pendidikan. Rumah sakit ini juga menjadi tempat stase pendidikan bagi mahasiswa kedokteran, keperawatan, dan psikologi.

Lebih lanjut, drg Ismail menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam perawatan pasien, termasuk pendekatan spiritual. “Kita ingin kembalikan pasien ke fitrahnya. Ketahanan mental seseorang bisa diperkuat dengan spiritualitas. Karena itu, tempat ibadah juga akan disiapkan,” ujarnya.

Data dari SIMRS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit) menunjukkan bahwa mayoritas pasien ODGJ berasal dari Kabupaten Tapanuli Utara dan Mandailing Natal, dengan penyebab terbanyak adalah konflik keluarga, perceraian, tekanan ekonomi, dan masalah pekerjaan. (ila)