28 C
Medan
Thursday, April 2, 2026
Home Blog Page 344

Herry Suhasmin Jabat Kalapas Medan

SERTIJAB: Jabatan Kalapas Medan disertijabkan dari M Pithra Jaya Saragih kepada Herry Suhasmin (kanan). (Ist)
SERTIJAB: Jabatan Kalapas Medan disertijabkan dari M Pithra Jaya Saragih kepada Herry Suhasmin (kanan). (Ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jabatan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan resmi diserahterimakan dari M Pithra Jaya Saragih kepada Herry Suhasmin. Serah terima jabatan itu, langsung dipimpin Kepala Kantor Wilayah Sumatera Utara, Yudi Suseno, Selasa (21/1).

Pada kesempatan itu, Yudi memberikan apresiasi yang tinggi terhadap dedikasi dan komitmen Pithra Jaya Saragih dalam menjalankan tugasnya. Ia juga menyambut baik kepemimpinan Herry Suhasmin yang diharapkan mampu membawa inovasi dan penyegaran dalam manajemen pemasyarakatan.

“Saya yakin, dengan pengalaman dan visi yang dimiliki, Herry Suhasmin akan dapat melanjutkan tugas mulia ini dengan lebih baik, menciptakan Lapas Kelas 1 Medan yang lebih maju dan lebih humanis,” ujarnya.

Sementara, Herry yang diembankan tugas sebagai Kalapas, menyatakan kesiapan untuk melanjutkan tugas dengan penuh tanggung jawab. Ia berkomitmen untuk memperkuat program-program rehabilitasi dan reintegrasi sosial bagi warga binaan serta meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat.

“Ini adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan sepenuh hati. Saya berharap bisa bekerja sama dengan seluruh pihak untuk menjadikan Lapas Kelas I Medan sebagai tempat yang tidak hanya aman, tetapi juga memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memperbaiki diri,” ucapnya.

Sertijab Kalapas ini, diharapkan terwujudnya perubahan positif yang tidak hanya berdampak pada lembaga, tetapi juga pada kehidupan warga binaan yang memerlukan kesempatan kedua untuk memperbaiki diri. (man/han)

Murni Teguh Group dan Yonsei University Korea Jalin Kerja Sama Perkuat Kolaborasi Medis dan Pendidikan

JUMPA PERS: Presiden Direktur Murni Teguh Memorial Hospital DR dr Mutiara, MHA, MKT, Plt Direktur Murni Teguh Memorial Hospital dr Jong Khai, MARS, Professor, Chairperson, Department of Pathology, Wonju College of Medicine Yonsei University, Wonju, Korea Prof Jung Soon Hee, International Relation Manager dr Sharon Hanmy Angel, Mres, Rektor Universitas Murni Teguh Dr Chandra Situmeang, SE, MSM, Wadir Medis Murni Teguh Memorial Hospital Dr Bangbang Buhari, MKM, saat menggelar jumpa pers.
JUMPA PERS: Presiden Direktur Murni Teguh Memorial Hospital DR dr Mutiara, MHA, MKT, Plt Direktur Murni Teguh Memorial Hospital dr Jong Khai, MARS, Professor, Chairperson, Department of Pathology, Wonju College of Medicine Yonsei University, Wonju, Korea Prof Jung Soon Hee, International Relation Manager dr Sharon Hanmy Angel, Mres, Rektor Universitas Murni Teguh Dr Chandra Situmeang, SE, MSM, Wadir Medis Murni Teguh Memorial Hospital Dr Bangbang Buhari, MKM, saat menggelar jumpa pers.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Murni Teguh Memorial Hospital (MTMH) dan Universitas Murni Teguh resmi menjalin kerja sama strategis dengan Yonsei University Korea, salah satu universitas terbaik di Asia.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Medan, yang mencakup kolaborasi dalam bidang pendidikan medis, riset, serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia, pada Selasa (21/1).

Presiden Direktur PT Murni Sadar Tbk, DR dr Mutiara, MHA, MKT, menjelaskan bahwa kerja sama ini membuka peluang besar untuk pembelajaran dari Korea Selatan, terutama dalam bidang teknologi kesehatan yang sudah sangat maju.

“Mereka sudah selangkah lebih maju dengan precision medicine, IT yang canggih, serta teknik minimal invasive surgery. Dengan kerja sama ini, kami berharap dapat meningkatkan standar pelayanan kesehatan di Indonesia, sehingga masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar negeri,” ungkapnya saat memberikan keterangan kepada wartawan.

Kerja sama ini, lanjut Mutiara, diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia, tetapi juga menjadikan Murni Teguh Hospitals sebagai salah satu tujuan wisata medis terpercaya.

“Kami optimis, dengan kolaborasi ini, masyarakat dapat mendapatkan layanan medis berkualitas tanpa harus pergi ke luar negeri,” harappungkas dr Mutiara.

Seminar medis yang diadakan di MTMH dan Universitas Murni Teguh menjadi salah satu langkah awal kolaborasi. Seminar ini menghadirkan para ahli dari Yonsei University untuk berbagi teknologi dan metode terbaru dalam bidang medis, termasuk penanganan kanker, jantung, dan mata.

Selain seminar, rangkaian kegiatan ini juga mencakup bakti sosial pada 23 Januari 2025, yang akan diadakan di Mandoge, Kabupaten Asahan, dan Pematang Siantar. Kegiatan ini melibatkan dokter dari Yonsei University, Universitas Methodist Indonesia (UMI), dan Universitas Murni Teguh, yang memberikan pemeriksaan dan konsultasi medis gratis kepada masyarakat.

“Ini adalah wujud komitmen kami untuk membantu meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan,” tambah Plt Direktur MTMH, dr Jong Khai, MARS.

Sementara itu, Chairperson, Department of Pathology, Wonju College of Medicine, Yonsei University, Wonju, Korea Selatan, Prof Jung Soon Hee, menegaskan pentingnya kolaborasi ini. “Kami berbagi misi yang sama, yakni membina generasi baru dokter dan perawat yang akan menjadi pemimpin masa depan, serta membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Yonsei Wonju Health System, yang menjadi representasi dari Yonsei University, memilih MTMH sebagai mitra karena memiliki semangat dan visi yang sejalan, termasuk komitmen terhadap pendidikan dan pelayanan kesehatan berkualitas.

Menurut Jung Soon Hee, kolaborasi ini adalah langkah pertama Yonsei University di Indonesia. “Kami ingin memperkuat komunitas medis, khususnya di kota-kota yang bukan ibu kota, seperti Medan dan Wonju di Korea Selatan. Harapannya, pasien dapat menerima layanan medis berkualitas tanpa harus bepergian ke ibu kota,” jelasnya. Ia juga mengapresiasi MTMH yang telah membantu mempermudah pelaksanaan program bakti sosial di tengah berbagai tantangan.

Rektor Universitas Murni Teguh, Dr Chandra Situmeang, SE, MSM, menambahkan, bahwa kolaborasi ini menjadi momentum untuk meningkatkan daya saing global lulusan universitas. “Kami belajar dari praktik kesehatan di Korea, khususnya dalam membangun komunitas dokter yang andal di luar ibu kota. Ini sejalan dengan visi kami untuk mendukung masyarakat sehat dan berkelanjutan,” tutur Chandra.

Hadir dalam konferensi pers ini, International Relation Manager dr Sharon Hanmy Angel, MRes, dan Wakil Direktur Medis MTMH Dr Bangbang Buhari, MKM.

Sekadar diketahui, Yonsei University sendiri dikenal sebagai universitas peringkat ke-8 di Asia dan ke-91 dunia. Kehadiran mereka untuk pertama kalinya di Indonesia membawa angin segar bagi pengembangan kesehatan, pendidikan, dan riset di Tanah Air. (ila)

Kepala Dinas Kesehatan Provsu Apresiasi Peserta Capping dan Pinning Day

TERIMA ULOS: Kepala Dinas Kesehatan Provsu H Muhammad Faisal Hasrimy AP MAP (tengah) menerima ulos dan cendera mata saat hadiri capping dan pinning day STIKes Mitra Husada Medan. (ISTIMEWA)
TERIMA ULOS: Kepala Dinas Kesehatan Provsu H Muhammad Faisal Hasrimy AP MAP (tengah) menerima ulos dan cendera mata saat hadiri capping dan pinning day STIKes Mitra Husada Medan. (ISTIMEWA)

SUMUTPOS.CO – Kepala Dinas Kesehatan Provsu H Muhammad Faisal Hasrimy AP MAP memberi apresiasi terhadap mahasiswa peserta capping dan pinning day STIKes Mitra Husada Medan pada 18 Januari 2025.

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra Husada Medan melaksanakan upacara capping dan pinning day di Aula kampus STIKes Mitra Husada Medan. Upacara ini adalah seremonial dalam pendidikan keperawatan dan kebidanan yang merupakan langkah awal memasuki dunia profesi perawat dan bidan terjun ke wahana praktik.

Hal ini untuk memotivasi peningkatan kompetensi dan pelayanan service excellent. Penyematan cap dan Pin kepada mahasiswa perawat dan bidan sebagai suatu simbolis bahwa masa pembekalan dan pembinaan intelektual, keterampilan serta sikap perawat dan bidan bagi mahasiswa yang telah memenuhi syarat untuk menapaki tahap selanjutnya. Yaitu praktik klinik keperawatan dan kebidanan di lahan praktik untuk belajar sekaligus mengaplikasikan ilmu yang sudah didapatkan di pendidikan.

Caping dan pinning day dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provsu H Muhammad Faisal Hasrimy AP MAP, Kepala LLDikti Wilayah I Prof Saiful Anwar Matondang MA PhD, Ketua IBI Sumut Betty Mangkuji SST MKes, Ketua PPNI Sumut Mahsur Al-Hazkiyani SKep Ns dan undangan yang memberi apresiasi terhadap para mahasiswa STIKes Mitra Husada Medan.

Pada kesempatan ini juga dilaksanakan sharing session Alya Ghina Aqila Arham (PhD Candidate) dari Norwegian University of Science and Technology (NTNU) dan Muhammad Iffan Hannanu PhD dari Norwegian University of Science and Technology, Trondheim, Norway.

Hasil dari kegiatan ini, terbentuknya mahasiswa kebidanan dan keperawatan yang menjunjung tinggi kode etik profesi sejak praktek klinik dengan mengimplementasikan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka sehingga mampu menginternalisasi kode etik profesi dalam setiap memberikan asuhan. (dmp)

Perluas Kebun Tebu, PGKM Optimis Tingkatkan Produksi Gula

PANEN: Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas saat panen tebu di Kebun Kwala Madu.(Istimewa/Sumut Pos)
PANEN: Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas saat panen tebu di Kebun Kwala Madu.(Istimewa/Sumut Pos)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pabrik Gula Kwala Madu (PGKM) di Desa Sidomulyo, Kecamatan Binjai, Langkat, mendapat kunjungan dari Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan dan rombongan. Kedatangan rombongan tamu dari pusat itu menambah semangat PGKM untuk lebih optimis dalam meningkatkan produksi gula.

PGKM yang semula dikelola PTPN II kini sudah beralih ke PTPN III dan PT Sinergi Gula Nusantara yang mengelolanya atau holding. Pada 2024, PT SGN merealisasikan 269,5 ton tebu digiling dengan hasil produksi 14,4 ribu ton.

Tahun 2025 ini, PT SGN menargetkan produksi gula hingga 21 ribu ton. Direktur PT SGN, Mahmudi menjelaskan, pihaknya akan melakukan ganti varietas tebu yang ditanam, demi meningkatkan produktivitas.

“Saat ini 70 ton per hektar dan meningkat menjadi 85 per hektar, dengan random-nya yang juga nanti akan kita tingkatkan, yang saat ini 6,5 menjadi 8 persen. Artinya dengan 3 tahun ke depan pada tahun 2027, kita ditugaskan untuk memproduksi gula 2 kali lipat,” ujar Mahmudi.

Ia menjelaskan, PT SGN cuma mendukung 20 persen kebutuhan gula di Sumut ini. Karenanya dalam 3 tahun ini, PT SGN akan memperluas wilayah tanam capai 60 persen.

“Saat ini luas kebun kita sekitar 6.200 hektar dan nantinya di tahun 2027, kita sudah merencanakan 9.000 hektar,” bebernya.

PT SGN juga memiliki 2 pabrik gula yang menampung hasil panen tebu dari Kebun Kwala Madu dan Sei Semayang. Ia menambahkan, pihaknya siap mempercepat program swasembada pangan Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Dan tadi kita juga ditugaskan untuk memperluas tebu rakyat. Kebetulan kita sudah berkomunikasi dengan Pak Bupati dan Wali Kota Binjai, nanti akan kita follow up untuk mempercepat lagi tugasnya,” kata Mahmudi.

Ia juga menyinggung soal varietas yang ada sekarang, yaitu varietas BZ. “Sebetulnya itu varietas BZ sudah ditinggal di masa lalu. Nah sekarang akan menggunakan varietas nusantara, kebetulan kita punya varietas nusantara 1, 2, 3 kemudian PS, dan nanti akan introduksi di Sumatera Utara,” ujarnya.

Tahun ini PT SGN sudah menggunakan varietas nusantara di lahan seluas 600 hektar. “Tahun 2025 produksinya meningkat, kemarin masih 13 ribu ton, tahun ini Insya Allah di 21 ribu ton,” seru Mahmudi.

Sementara, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan datang bersama Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Holding PTPN III M Abdul Ghani dan lainnya. Pejabat berkacamata yang akrab disapa Zulhas itu membeberkan alasan harga gula lebih mahal di Sumut, jika dibanding provinsi lain.

“Setelah kita melihat kebun dan pabrik Pak Ghani dan Pak Mahmudi andalan kita, karena Sumatera Utara kebutuhan gula sebanyak 150 ribu ton setahun, sementara dari sini baru 25 sampai 30 ribu ton. Makanya 120 ribu ton datang dari jauh, sehingga harga gula di Sumatera Utara selalu lebih mahal,” ujar Zulhas.

Kata dia, harga gula Rp17 ribu per kilogram di Jawa, Lampung hingga Bali, maka jangan heran di Sumut harganya lebih mahal jadi Rp18 ribu. Pun demikian, Ketum PAN ini melihat adanya secercah harapan swasembada pangan yang dapat disumbang PT SGN dari sisi produksi gula.

“Saya melihat secercah harapan kalau kita bisa swasembada pangan. Karena Bapak Presiden, Prabowo Subianto sangat mendukung apa-apa yang kita perlukan,” ujar Zulhas.

“Dan Bapak Presiden semangatnya, keinginannya, dukungannya luar biasa, jadi kalau kita malas-malas malu. Sebelumnya swasembada ditargetkan pada tahun 2029, tapi saat ini menjadi tahun 2027,” sambungnya.

Zulhas dan rombongan juga melihat kondisi hingga berkesempatan panen tebu di Kebun Kwala Madu. Setelahnya, juga melihat pabrik produksi gula hingga melakukan penandatanganan sebagai bentuk membakar semangat PT SGN agar memproduksi gula lebih tinggi lagi.

Zulhas pun mewajibkan, varietas tebu di Sumut dapat diperbarui. “Harus diperbaiki varietasnya, pabriknya sudah ada, bahkan mau bikin satu lagi. Tentu kita bisa meningkat (produksi) sampai 60 sampai 70 ribu ton atau sudah 100 persen itu, dengan lahan yang ada,” tandasnya. (ted/han)

Ketum PBSI Dr Effendi MS Simbolon Hadiri Pemakaman Ibunda Ephorus HKBP Ompui Pdt Dr Victor Tinambunan

Ketum PSBI, Dr Effendi MS Simbolon menghadiri dan menyaksikan langsung proses pemakaman ibunda Ephorus HKBP Ompui Pdt Dr Victor Tinambunan MST, Nursia Br Sihotang (Op. Bottor Boru, 88 thn), di Huta Siringoringo Sihotang Hasugian (Sihas) Dolok I, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbahas
Ketum PSBI, Dr Effendi MS Simbolon menghadiri dan menyaksikan langsung proses pemakaman ibunda Ephorus HKBP Ompui Pdt Dr Victor Tinambunan MST, Nursia Br Sihotang (Op. Bottor Boru, 88 thn), di Huta Siringoringo Sihotang Hasugian (Sihas) Dolok I, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbahas

HUMBANG HASUNDUTAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Umum Punguan Simbolon Dohot Boruna se-Indonesia (Ketum PSBI) Dr Effendi MS Simbolon menghadiri dan menyaksikan secara langsung proses pemakaman ibunda Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Ompui Pdt Dr Victor Tinambunan MST, Nursia Br Sihotang (Op. Bottor Boru, 88 thn), di Huta Siringoringo Sihotang Hasugian (Sihas) Dolok I, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) Senin sore, (20/1).

“Selamat jalan Inong Boru Sihotang naburju, Sahatma ho pajumpang dohot Tuhanta Yesus Kritus di surgo (selamat jalan Ibu boru Sihotang yang baik sampailah kamu bertemu dengan Tuhan Yesus di surga. Tuhan memberkati,”ujarnya.

Effendi mengaku merasa bersyukur dapat menyaksikan perjalanan panjang kehidupan ibunda Nursia Boru Sihotang yang telah mencapai usai sampai 88 tahun.
“Dengan kerendahan hati bunda terkasih melahirkan 8 putra/putri dan berketurunan dengan baik sehingga hal ini menjadi teladan dan khotbah yang hidup bagi kami dan terima kasih Tuhan Engkau berikan kami Inong Boru Sihotang Naburju,” ucapnya.

Ephorus HKBP Ompui Pdt Dr Victor Tinambunan MST berharap kiranya sepeninggal ibu tercinta seluruh keturunan dan keluarga tetap saling mengasihi dan menyayangi satu dengan yang lainnya.

“Kami berharap semua keturunan ibu yang kami kasihi tetap terawat. Saling mengasihi, bersilaturami, dan hidup rukun sebagai tanda terima kasih atas seluruh kebaikan ibu yang kami kasihi,” imbuhnya.

Dia mengungkapkan ada dua hal kebaikan dan teladan hidup yang mereka ingat dari ibunda tercinta semasa hidupnya.

“Pertama beliau (Ibu) ini tidak mau menuntut apa-apa dari anak-anaknya. Paling penting baginya mendengar anak-anaknya baik-baik dan tidak buat masalah di rantau. Kedua, kalau dihubungi, dia rutin telepon (minta), kalau ada waktu pulang ke kampung,” ungkapnya.

“Sebetulnya hanya yang dua itu yang paling penting baginya. Emang kalau ada kirim duit senang juga tapi hal itu diurutan yang kesekian, jadi kami sangat bersukacita selama hidupnya,” tambahnya.

Untuk itu dia mengatakan, seluruh kebaikan dan kasih yang telah diberikan oleh ibunda tercinta semasa hidupnya menjadi kenangan dan akan diwariskan kepada seluruh keturunannya.

“Kami akan mewariskan apa yang telah diteladankan dan diajarkan ibu kepada semua cucu-cucunya, karena memang dia (Ibu) sangat dekat dengan cucu-cucunya sehingga semua cucu-cucunya juga betul-betul sedih dan menangis karena merasa kehilangan atas kebaikan dan kasih dari Oppungnya,” pungkasnya.

Sebelum dimakamkan, Nursia Br Sihotang terlebih dahulu disemayamkan di Gereja HKBP Siringoringo Ressort Ebenezer Parluasan. Selanjutnya jenazah dibawa ke pemakaman dengan menggunakan ambulans.

Nursia Br Sihotang (Op. Bottor Boru, 88 tahun), ibunda Ephorus HKBP Ompui Pdt Dr Victor Tinambunan MST sebelumnya meninggal di Rumah Sakit HKBP Balige, pada Sabtu (18/1/2025), sekitar pukul 09.30 WIB. Sebelum menghembuskan napas terakhir Nursia Br Sihotang sempat dirawat dan opname setelah didiagnosa dan menderita penyakit gangguan infeksi paru-paru dan kemungkinan ada faktor gula. (ila)

Direktur RSJ Prof dr Muhammad Ildrem Terima Kunjungan Forwakes Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Direktur R BBSJ Prof dr Muhammad Ildrem, drg Ismail Lubis, MM, didampingi Wadir Umum dan Keuangan Rita Hartuti menerima kunjungan dari Forum Wartawan Kesehatan (Forwakes) Sumatera Utara (Sumut).

Kunjungan itu dalam rangka silahturahmi sekaligus bertukar informasi terkait RSJ Prof dr Muhammad Ildrem.

Pada silahturahmi tersebut, Direktur RSJ Prof dr Muhammad Ildrem, drg Ismail Lubis, menyampaikan bahwasanya silahturahmi itu sangatlah baik dilakukan dalam hal bekerjasama untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait RSJ Prof dr Muhammad Ildrem.

“Tentu kita sangat terbuka terkait informasi ya. Jadi jika ada teman-teman wartawan yang membutuhkan informasi untuk bahan pemberitaan di media-nya, kita tentunya sangat terbuka akan hal itu. Maka saya rasa, pertemuan ini sangat bagus sekali karena kita dapat saling bertukar ilmu khususnya terkait pemberitaan media,” kata Direktur RSJ Prof dr Muhammad Ildrem, drg Ismail Lubis, MM, Senin (20/1/2025).

Pada kunjungan itu, Direktur RSJ Prof dr Muhammad Ildrem, drg Ismail Lubis, MM, yang didampingi dr. Rita Hartuti Wadir Umum dan Keuangan dan Forwakes berdiskusi terkait fasilitas pelayanan kesehatan, dan perkembangan kesehatan pasien Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ).

Selain itu, Direktur RSJ Prof dr Muhammad Ildrem itu juga menyampaikan adanya rencana untuk membuat program pembinaan kepada pasien yang sudah memasuki tahap tenang agar nantinya mereka lebih produktif.

“Saya juga berkeinginan untuk membuat seperti pelatihan refleksi, pangkas, doorsmeer dan pembinaan lainnya kepada pasien yang sudah di tahap tenang. Hal itu harapan saya nantinya bisa membuat mereka lebih produktif. Sebab, ada beberapa pasien kita yang walau sudah tenang, dia (pasien) tidak diterima oleh keluarganya,” ucap Ismail.

Pada silahturahmi tersebut, Forwakes Sumut juga menyampaikan beberapa hal yang untuk mempererat sinergitas dan silahturahmi antara RSJ Prof dr Muhammad Ildrem dan Forwakes. Salah satunya agenda untuk mengadakan seminar yang dimana RSJ Prof dr Muhammad Ildrem menjadi narasumber untuk mensosialisasikan pentingnya kesehatan mental. (ila)

Sekdaprov Sumut Tekankan 2025 Layanan RS Haji Harus Lebih Baik

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Armand Effendy Pohan memimpin apel pagi di halaman Rumah Sakit Haji Medan, Senin (20/1).

Dalam arahannya, Effendy menekankan agar pada tahun 2025 ini layanan di RS Haji Medan lebih baik lagi.

“Sepengetahuan kami kinerja rumah sakit ini sudah baik. Namun tetap harus kita perbaiki apa yang kurang. Apa-apa yang sudah kita laksanakan harus berdasarkan visi dan misi. Oleh karena itu harus tahu visi dan misi rumah sakit ini,” katanya.

Effendy juga memberikan sejumlah poin penting bagaimana meningkatkan kinerja ASN, yang dimulai dari direktur, jabatan struktural, hingga pada petugas kebersihan dan keamanan. Pertama dengan memberikan bimbingan teknis kepada seluruh jajaran pegawai baik ASN dan Non ASN.

Bimbingan itu, lanjutnya, berupa pemahaman mengenai visi dan misi dari RS Haji Medan. Kemudian dengan memberikan pemahaman kepada jajaran mengenai rencana strategis, serta membuat kebijakan dan indikator kinerja sebagai tolok ukur kesuksesan.

“Kedua dengan memberikan motivasi dan pengembangan SDM. Caranya dengan memberikan pelatihan, mengevaluasi, memberikan penghargaan dan pengakuan kepada seluruh jajaran pegawai yang mempunyai kinerja yang baik. Dan yang terpenting adanya keseimbangan kerja dan kehidupan. Jangan sampai waktunya habis untuk bekerja, tapi ada ruang buat keluarga juga,” ucapnya.

Effendy melanjutkan, dalam mencapai suatu tujuan, komunikasi yang efektif sangat penting dilakukan. Dirinya menyarankan agar setiap jajaran mulai dari direktur, kepala bidang, ASN dan pegawai yang ada di rumah sakit ini membuat saluran komunikasi terbuka dan transparan. Selain itu membuat pertemuan regular dengan melakukan diskusi.

“Inti dari semua ini adalah kerja sama tim dan kolaborasi. Tidak ada hebatnya rumah sakit ini kalau petugas kebersihan gak kerja. Orang gak mau datang kalau rumah sakit ini jorok dan kotor. Begitupula dengan para dokternya, meski bersih rumah sakit ini kalau dokternya tidak bekompeten maka tidak akan ada pasien yang datang. Tugas Dirut atau Wakil Direktur itulah memastikan semua berjalan dengan baik,” terangnya.

Jika semua ini dilakukan dengan baik, kata Effendy, maka diyakini RS Haji Medan bisa menjadi rumah sakit unggulan di Provinsi Sumut. Untuk itu, Effendy memberikan semangat dalam bekerja untuk seluruh jajaran pegawai RS Haji Medan.

“Dengan semangat maka kita bisa meningkatkan kinerja kita ke depan. RS Haji Medan dapat mencapai tujuan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya

Usai melaksanakan apel, Effendy pun menghampiri sejumlah pegawai RS Haji Medan. Kemudian melihat sejumlah foto para Direktur RS Haji Medan dari masa ke masa. Mulai dari Khainir Akbar (2019-2021), Wahid Khusyairi (2018-2019), Diah Retno (2013-2017), dan lainnya.

Turut hadir pada apel pagi itu, Direktur Umum RS Haji Medan Rehulina Ginting dan seluruh jajaran pegawai RS Haji Medan. (ila)