31 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 368

BRGM RI Gelar Pelatihan Angkatan Muda Muhammadiyah Peduli Mangrove

PELATIHAN: BRGM RI saat menggelar Pelatihan Angkatan Muda Muhammadiyah Peduli Mangrove, di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumut, Kamis (12/12). Dewi Syahruni Lubis/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Restorasi Gambut dan Mangrove Republik Indonesia (BRGM RI) menggelar Pelatihan Angkatan Muda Muhammadiyah Peduli Mangrove, di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumut, Jalan Sisingamangaraja Medan, Kamis (12/12).

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Kelompok Kerja Edukasi dan Sosialisasi BRGM RI, Dr Ir Suwignya Utama, Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, M Azrul Tanjung, Pimpinan Wilayah Muhamadiyah Provinsi Sumut, Dr Irwansyah.

Kepala Kelompok Kerja Edukasi dan Sosialisasi BRGM RI, Dr Ir Suwignya Utama mengatakan, ini merupakan sebagai bentuk kerja sama antara BRGM dengan Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PP Muhammadiyah yang sudah terjalin sejak 2018.

“Nah bentuk pendekatannya, salah satunya moral keagamaan di dalam restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove. Dalam rehab mangrove, selain aspek menanam juga ada aspek penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), salah satunya adalah bagaimana aspek keagamaan yang bekerja sama dengan Muhammadiyah. Bentuknya yakni penyusunan materi yang terkait dakwah tema lingkungan dan loka latih, seperti pelatihan-pelatihan kepada kader muda Muhammadiyah untuk membangun cinta lingkungan,” katanya kepada sejumlah wartawan usai acara tersebut.

Dalam hal ini, lanjutnya, Presiden RI berkomitmen bahwa rehab mangrove ini sangat penting, sehingga pada tahun 2020 menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres), yakni BRGM.

“Tugasnya yang hanya memfasilitasi percepatan restorasi mangrove, ditambah pelaksanaan percepatan rehabilitasi mangrove. Kemudian Presiden RI juga memberikan target menunjukkan komitmen pentingnya merehab mangrove, karena kondisi mangrove memang perlu rehabilitasi,” imbuhnya.

Suwignya berharap, dengan adanya pelatihan ini, maka akan dicetak para kader yang peduli lingkungan. Selain memahami pentingnya melindungi lingkungan, juga dapat mencegah adanya kerusakan.

“Nah di sini adanya perilaku, yakni bagaimana cara saling mengingatkan berbagai kerusakan dan juga membangun kolaborasi bersama kader-kader di berbagai pihak, seperti kelompok-kelompok pemerhati lingkungan atau kelompok-kelompok pecinta mangrove, agar saling berkolaborasi untuk menjaga lingkungan di Sumut. Sebab, kerusakan lingkungan ini yang utamanya adalah dari manusia. Memang BRGM tidak bisa berwenang dalam segala hal untuk mencegah kerusakan. Ada pihak lain, seperti Kepolisian dalam menangani penebangan mangrove. Tetapi intinya, BRGM ini mengarah kepada rehabilitasi mangrove,” tandasnya.

Sementara itu, Pimpinan Wilayah Muhamadiyah Provinsi Sumut, Dr Irwansyah mengapresiasi acara tersebut. Menurutnya, Muhammadiyah sebagai organisasi massa Islam yang bukan hanya di bidang agama, tetapi juga di bidang sosial dan pendidikan.

Pihaknya menilai, acara ini memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan program kerja Muhammadiyah yang merupakan program dari MLH PP Muhammadiyah dan telah bekerja sama dengan BRGM RI. “Dan ini melibatkan anak-anak muda, maka kerja-kerja ini tentu perlu disemangati, karena terkait dengan alam, bukan pekerjaan yang ringan, sekaligus memantapkan gerakan dakwah perserikatan Muhammadiyah untuk bangsa dan negara,” katanya.

Irwansyah menuturkan, bahwa Muhammadiyah sangat peduli dengan lingkungan. “Yang paling penting kegiatan ini dapat bermanfaat untuk melestarikan lingkungan kita,” tuturnya.

Ia berharap, kegiatan ini tidak hanya berhenti sampai di sini saja. Semoga dapat terus berkelanjutan dan bukan hanya seremonial biasa, tetapi juga menghasilkan perubahan-perubahan nyata untuk perbaikan alam ke depannya, karena alam ini sudah mengalami kerusakan di mana-mana.

“Kami juga berharap agar kerusakan-kerusakan dapat diminimalisir atau bisa dicegah, meski belum bisa diperbaiki. Tetapi setidaknya kita bisa menghijaukan hutan mangrove kita sekaligus memberdayakan orang-orang di sekitar kita,” pungkasnya. (dwi/han)

Peringatan Hakordia di Langkat dengan FGD, Wujudkan ASN Berinterigritas

FGD: Pemkab Langkat menggelar FGD dalam rangka memperingati Hakordia.(Diskominfo Langkat/Sumut Pos)

STABAT, SUMUTPOS.CO – Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia di Kabupaten Langkat diperingati dengan menggelar fokus grup diskusi atau FGD yang mengangkat tema, gerakan membangun budaya anti korupsi untuk mewujudkan aparatur sipil negara yang berintegritas. FGD itu dihadiri Sekretaris Daerah Langkat, Amril dan berlangsung di Stabat, Selasa (10/12/2024).

Sekda menekankan pentingnya budaya anti korupsi sebagai landasan utama dalam menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Ia juga mendorong seluruh ASN untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas dengan integritas tinggi.

“Dengan adanya FGD ini, semoga kita dapat bersama-sama berkomitmen memperkuat budaya anti korupsi dalam setiap lini pemerintahan, untuk mewujudkan ASN yang berintegritas,” ujar Amril dalam sambutannya.

Selain pemerintah daerah, kegiatan ini juga melibatkan pihak kejaksaan sebagai narasumber strategis. Perwakilan dari kejaksaan menyoroti pentingnya kolaborasi untuk membangun budaya anti korupsi, terutama di kalangan ASN.

Menurutnya, kejaksaan memiliki peran sentral dalam memastikan praktik pemerintahan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Diskusi interaktif yang diadakan turut menghadirkan berbagai narasumber, termasuk pakar hukum dan pejabat dari instansi terkait.

Mereka memberikan wawasan dan strategi untuk menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari korupsi. Peserta FGD juga diajak menyusun langkah-langkah konkrit dalam menerapkan prinsip-prinsip integritas di setiap aspek pekerjaan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semua elemen pemerintah dan masyarakat dapat semakin memahami serta mengimplementasikan nilai-nilai antikorupsi. Hal ini sejalan dengan visi Pj Bupati Langkat untuk menciptakan pemerintahan yang berintegritas dan Kabupaten Langkat yang lebih baik dan bebas dari korupsi.

Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Langkat untuk menguatkan gerakan budaya anti-korupsi dan menjadikan ASN sebagai teladan integritas di tengah masyarakat. (ted/han)

Kejari Medan Hentikan Perkara Mahasiswi Curi Perhiasan

BERDAMAI: Tersangka dan korban pencurian perhiasan, didamaikan kejaksaan melalui restorative justice. (Kejari Medan/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, menghentikan perkara dugaan pencurian perhiasan melalui restorative justice (RJ) terhadap tersangka seorang mahasiswi berinisial NLS, setelah adanya perdamaian dengan korban.

“Kasus ini melibatkan seorang mahasiswi berinisial NLS alias Maya (21), yang semula terancam hukuman penjara karena mencuri perhiasan milik korban RHS,” ungkap Kasipidum Kejari Medan, Deny Marincka Pratama, Rabu (11/12).

Namun, lanjut dia, pihaknya memutuskan untuk menghentikan proses hukum terhadap tersangka dengan menggunakan pendekatan keadilan restoratif.

“Penghentian perkara ini merupakan bagian dari upaya untuk mengharmoniskan hubungan sosial antara pelaku dan korban,” ujarnya.

Dia mengatakan pengembalian keadaan semula tersebut, tentunya hanya dapat terjadi apabila pelaksanaan perjanjian mediasi pidana telah dilaksanakan secara tuntas.

“Kemudian kesepakatan kedua belah pihak melalui restorative justice yang disetujui oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI,” sebutnya.

Menurut dia, langkah ini sesuai dengan pedoman pada Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020 tentang penghentian penuntutan dengan pendekatan keadilan restoratif.

“Dimana tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana, ancaman hukumannya tidak lebih dari lima tahun penjara, dan yang terpenting adalah antara tersangka dan korban saling memaafkan,” sebut dia.

Pihaknya mengatakan penghentian penuntutan tersebut adalah lebih menekankan kepada penerapan hati nurani dan melihat esensi dari perkaranya.

“Keadilan restoratif bertujuan untuk mengembalikan kondisi sosial yang terganggu akibat perbuatan kriminal, tanpa menambah beban hukuman bagi pelaku yang memiliki itikad baik untuk bertanggung jawab,” urainya.

Dia menjelaskan, kasus ini bermula saat tersangka yang diketahui menumpang tinggal di rumah korban, mengambil beberapa perhiasan berharga, yakni satu kalung emas beserta liontin, satu cincin emas, dan dua anting-anting emas.

“Setelah mengambil barang-barang tersebut, tersangka kemudian menjual hasil curian tersebut dengan total hasil penjualan sebesar Rp7 juta lebih,” pungkasnya. (man/han)

Dosen dan Mahasiswa Magister Psikologi UMA Gelar PKM di Hatyai Wittayakarn School, South Thailand

SUMUTPOS.CO – Universitas Medan Area (UMA) kembali melaksanakan kiprah internasionalnya dengan menggelar Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang inovatif dan berorientasi pada penguatan karakter siswa.

Dosen dan mahasiswa Magister Psikologi Pascasarjana UMA, 18 November 2024 lalu, mengunjungi Hatyai Wittayakarn School, South Thailand , untuk menyampaikan materi bertema “Pentingnya Self-Compassion dalam Pendidikan di Sekolah” kepada para siswa.

Kegiatan ini bukan sekadar pengabdian biasa; ini adalah wujud kolaborasi strategis antara Program PKM dan Widyakarya Program Studi Magister Psikologi UMA. Dengan mengintegrasikan pengabdian internasional ke dalam Widyakarya, UMA berhasil menciptakan sinergi positif antara akademisi, penelitian, serta pengabdian nyata kepada masyarakat global.

Langkah ini menegaskan komitmen UMA dalam menghadirkan pendekatan pendidikan yang berdampak luas, melampaui batas wilayah, budaya, dan bahasa.

Mengangkat Isu Self-Compassion: Pilar Karakter Siswa Tema “Pentingnya Self-Compassion dalam Pendidikan di Sekolah” dipilih bukan tanpa alasan.

Di era kompetisi global yang semakin ketat, siswa rentan mengalami tekanan akademik, tantangan sosial, dan guncangan emosional. Self-compassion, atau sikap welas asih terhadap diri sendiri, menjadi kunci untuk membangun fondasi mental yang kokoh.

Dengan memilikinya, siswa akan:
1. Lebih Tangguh Menghadapi Tekanan
Mereka belajar menerima kesalahan sebagai bagian dari proses belajar, alih-alih menyerah atau mencela diri sendiri.

2. Menumbuhkan Sikap Peduli Terhadap Sesama
Memahami diri sendiri dengan baik akan memperluas empati terhadap orang lain, mengurangi perilaku perundungan (bullying) dan mendorong terciptanya lingkungan belajar yang harmonis.

3.Meningkatkan Kesehatan Mental
Self-compassion membantu siswa menjaga keseimbangan emosi, sehingga mereka dapat bertumbuh menjadi pribadi yang lebih stabil dan berdaya tahan dalam menghadapi tantangan masa depan.

Tim Pelaksana kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Salamiah Sari Dewi, S.Psi, M.Psi, bersama delapan mahasiswa Magister Psikologi UMA Sahrani Anggraini, Titin Dimayanti, Afriyanti, Nurhafni Zahara, Fuad Hasan Daulay, Laila Ramadhani, Sasa Raci, dan Chenrika Arabella Tjeriawan mendapat sambutan hangat dari Kepala Sekolah Hatjaivitayakarn School.

Kehadiran tim ini mencerminkan semangat anak muda Indonesia yang ingin terlibat langsung dalam membangun karakter generasi penerus bangsa, tidak hanya di tanah air, tetapi juga di pentas dunia.

Kegiatan PKM ini membuktikan bahwa pendidikan tidak boleh berhenti di dalam kelas. Interaksi lintas budaya yang hangat, transfer pengetahuan yang bermakna, dan proses saling belajar yang kaya dapat membentuk generasi muda yang berwawasan luas.

Lebih dari sekadar angka dan nilai akademik, pendidikan sejatinya berfungsi sebagai katalis terbentuknya pribadi yang berintegritas, berempati, dan berani menghadapi kompleksitas dunia modern.

Diharapkan, langkah strategis UMA, M.Psi ini akan menginspirasi institusi pendidikan lain untuk mengembangkan program serupa, memajukan dialog internasional, serta menekankan pentingnya membangun karakter positif dalam generasi masa depan.

Seiring berjalannya waktu, semoga benih self-compassion yang ditanamkan di Hatyai Wittayakarn School, South Thailand dapat tumbuh subur, menguatkan pendidikan global yang bermakna, inklusif, dan berkelanjutan.

Dengan semangat kolaborasi lintas batas, UMA,M.Psi menunjukkan bahwa pengetahuan bisa menjembatani perbedaan dan mengubah dunia satu langkah kecil yang bermakna, satu hati yang lebih peduli. (mag-2)

REI Sumut akan Tanam 2 Pohon Setiap Rumah

TANAM: Ketua Umum REI, Joko Suranto saat menanam pohon pada aksi ‘Penanaman Seribu Pohon’ yang merupakan program REI pusat di areal Citraland Tanjungmorawa, Selasa (10/12).

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – DPD Real Estat Indonesia (REI) Sumut melaksanakan seremoni aksi ‘Penanaman Seribu Pohon’ yang merupakan program REI pusat di areal Citraland Tanjungmorawa, Selasa (10/12). Aksi ini sebagai wujud rasa tanggung jawab para develover kepada bumi.

Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto mengatakan, kegiatan yang dicanangkan DPP Real Estat Indonesia ditarget terealisasi dalam empat tahun kepengurusan DPP REI.

“Kenapa kita konsern dengan pohon? Satu, kita tahu adalah perubahan iklim, ada ancaman emisi karbon yang harus ditangkap, harus didaur ulang oleh pohon dan satu-satunya yang akan menemani kita ke depan, anak, cucu kita adalah pohon. Dan yang kedua adalah amal jariah karena pohon menghasilkan oksigen,” ujarnya.

Joko Suranto menegaskan, bahwa penanaman pohon ini akan memberikan estetika tersendiri, baik untuk rumah itu sendiri serta kompleks perumahan.

“Bukan hanya itu, rumah akan terasa teduh dan membuat pemandangan menjadi tenang,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPD REI Sumut, Andi Atmoko Pangabean mengatakan target untuk Sumut pada penanaman seribu pohon ini berkisar 50 ribu pohon pada tahun 2025 mendatang.

“Kita akan menanam dua pohon disetiap satu rumah. Satu di depan atau halaman, dan kedua di belakang rumah,” ujarnya.

Dijelaskannya, target 50 ribu itu akan berlebih karena penanaman pohon bukan hanya di rumah saja, tetapi daerah sekitar kompleks juga akan ditanam pohon untuk menambah rasa sejuk, dan proyek pembangunan akan lebih enak dilihat.

“Bisa pohon apa saja, seperti trambesi, atau pohon buah-buahan juga,” ungkapnya.

Untuk memenuhi target penanaman pohon, Andi Atmoko Pangabean mengatakan pihaknya sudah bekerja sama dengan UPTD Pembibitan Dinas Pertanian Sumut agar dapat memenuhi permintaan bibit.

“Dan sebelumnya, DPP REI menyalurkan dua ribu bibit pohon kepada DPD. Dan tentu saja, ini bisa menjadi bisnis baru untuk anggota REI,” ungkapnya.

Andi Atmoko Pangabean menegaskan proyek pembangunan

Sementara itu, General Manager Citraland Tanjungmorawa, Taufik Hidayat mengatakan rasa syukurnya karena pihaknya dilibatkan dalam penanaman pohon ini.

Ia mengakui selama ini, setiap proyek Ciputra selalu memperhatikan soal lingkungan terutama soal menanam pohon. Jika REI merekomendasikan 1 rumah 2 pohon, maka Ciputra sudah menerapkan 1 rumah 10 pohon.

Menurut Taufik, Ciputra Tanjungmorawa akan membangun 1.500 rumah. Berarti bakal ada sedikitnya 15 ribu pohon di wilayah proyeknya. “Itu belum termasuk pohon di ruang terbuka hijaunya,” ungkapnya. (ram)

Kepling IX Harjosari 2 Janji Selesaikan Akte Kelahiran Secepatnya

Kepling IX Kelurahan Harjosari 2, Medan Amplas, Gustinawati. (Foto: Dokumen pribadi untuk Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Lingkungan IX, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Medan Amplas, Gustinawati mengaku siap memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakatnya. Dia pun mengklarifikasi perihal tudingan pungutan liar (pungli) sebesar Rp240 ribu yang ditujukan kepadanya terkait pengurusan dua akte kelahiran.

Diakuinya, pada 2023 lalu ada warganya bernama Veri Eni Sari, mengurus akte kelahiran untuk dua orang anaknya yang sudah berusia di atas 10 tahun. Anak pertama sudah berusia 18 tahun dan anak kedua berusia 15 tahun. Namun hingga saat ini, kedua akte kelahiran tersebut belum juga selesai.

Kepling yang akrab disapa Tina ini mengaku, dirinya sudah berusaha menyelesaikan akte kalahiran tersebut. Namun saat dikrosceknya ke Kantor Camat Medan Amplas, ternyata akte kelahiran atas nama kedua anak tersebut sudah pernah diterbitkan pada 2015 lalu.

“Saya akui, itu merupakan kelalaian saya dalam melaksanakan tugas. Untuk pengurusan dua akte lahir itu, saya siap bertanggung jawab dan akan menyelesaikannya dengan cepat,” kata Tina kepada SumutPos.co, Selasa (10/12) sore.

Menurutnya, dia sudah berusaha menyelesaikan permasalahan tersebut dengan mendatangi rumah warganya itu. Namun ternyata, warga tersebut sudah tidak tinggal di lingkungannya lagi, pindah ke Desa Marendal 1, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang. “Walau begitu, saya berjanji akan terus berusaha menyelesaikan akte lahir tersebut secepatnya,” tegas Tina.

Sementara, saat SumutPos.co berusaha mengkonfirmasi Veri Eni Sari dengan mendatangi rumahnya sesuai dengan alamat yang disampaikan Tina, ternyata dia tidak berada di rumah. Menurut informasi, dia sedang berada di Rumah Sakit Mitra Medika menemainya anaknya yang diopname.

Kemudian difasilitasi Tina, SumutPos.co melakukan video call dengan Veri Eni Sari. Dia mengaku, dirinya ada menyerahkan berkas untuk pengurusan akte lahir anaknya kepada Kepling Tina.

“Memang untuk pengurusan akte lahir, saya langsung berurusan dengan kepling tersebut tahun 2023. Kalau dikatakan saya sudah pernah buat akte kelahiran itu pada 2015, saya tidak tahu. Saya hanya berharap, akte lahir anak saya itu bisa cepat selesai,” tegas Veri.

Sementara, Lurah Harjosari 2 Medan Amplas, Muhammad Adi Kurniawan ST MSP yang dikonfirmasi SumutPos.co, mengaku sudah memberikan sanksi tegas kepada Kepling IX, Gustinawati. “Kepling tersebut sudah saya panggil dan sudah saya berikan surat peringatan keras pada Senin (9/12) kemarin,” ujar Adi.

Dia pun mengingatkan Kepling lainnya, jangan sekali-kali melakukan pungutan liar kepada masyarakat dalam memberikan pelayanan. “Bila masih ada lagi Kepling melakukan pungli, saya tidak akan segan-segan memberikan tindakan tegas. Layani warga dengan baik dan ikhlas tanpa ada imbalan apapun,” pungkasnya. (omi/adz)

Kisah Ibu Budi, UMKM Kuliner Sukses dari Batang Toru

Budi Widia Wati yang akrab disapa Ibu Budi sedang mengemas jajanan tradisional. (Dokumen PTAR)

BATANGTORU, SUMUTPOS.CO – Siapa sangka, pelaku usaha kecil-kecilan yang berawal dari dapur rumah sederhana menjelma menjadi pelaku usaha kuliner yang sukses. Dialah Budi Widia Wati yang akrab disapa Ibu Budi, warga Desa Telo, Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Dengan keluletan niat dan tangan cekatannya, ia mampu menjadikan jajanan tradisional menjadi ladang uang yang menjanjikan.

Untuk sampai ke titik saat ini perjuangan Ibu Budi tidak mudah. Sama dengan kebanyakan UMKM lainnya, ia menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari pengetahuan mengenai manajemen usaha hingga kesulitan dalam memasarkan produk. Namun, titik balik terjadi saat ia menjadi UMKM binaan PT Agincourt Resouces (PTAR).

Selama menjadi binaan, Ibu Budi mendapatkan dukungan yang sangat komperhensif dari pengelola Tambang Emas Martabe itu. Mulai dari pelatihan peningkatan kualitas prouk, manajeman usaha, pemasaran, bahkan PTAR juga membantu dalam urusan perizinan serta penyediaan alat produksi yang lebih modern.

Sekarang usahanya telah berkembang sangat pesat. Produk-produk yang awalnya hanya dikenal oleh masyarakat sekitar Desa Telo, kini telah merambah ke pasar yang lebih luas. Dalam sebulan Ibu budi mampu memproduksi hingga 3.000 snack box dengan omzet hingga puluhan juta rupiah setiap bulannya.

“Dulu produk-produk saya itu banyak diragukan, setelah saya mendapatkan perizinan, pelatihan dan juga bantuan promosi pemasaran dari PTAR, kiniproduk saya semakin mendapat kepercayaan dari konsumen,” ujarnya.

Berkat dukungan ini, Ibu Budi kini mampu memberikan penghidupan yang layak kepada keluarganya. Dengan berdagang jajanan tradisional sekarang dia mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga ke jenjang perguruan tinggi. Lebih dari itu, kini ia telah mampu mambuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.

“Saya tidak pernah berpikir akan sejauh ini bisa membuka lapangan pekerjaan, mendapatkan ilmu saja saya sudah sangat bersyukur. Alhamdulillah anak-anak saya telah lulus sarjana berkat meningkatnya ekonomi dalam keluarga saya,” ugkapnya.

Setelah merasakan manfaat dari program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat PTAR, Ibu Budi berharap agarlebih banyak lagi pelatihan dan dukungan yang diberikan kepada masyarakat lainagar para UMKM lokal dapat megembangkan usaha mereka diberbagai bidang.

“Saya yakindengan semakin banyaknya warga mendapatkan kesempatan untuk pengembangan usaha mereka, perekonomian di daerah akan semakin meningkat dan berguna untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Keberhasilan Ibu Budi membuktikan bahwa UMKM lokal juga dapat bersaing dan memiliki potensi untuk berkembang di pasar yang lebih luas. Dengan dukungan dari berbagai pihak, UMKM lokal juga dapat tumbuh menjadi kuat dan berkontribusi dalam peningkatan ekonomi daerah.

“Jangan mudah menyerah pada keadaan. Dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah, kita pasti bisa meraih kesuksesan,” tambahnya. (dek)

Lestarikan Keanekaragaman Hayati Batang Toru, Agincourt Resources Lakukan Pengayaan Meranti Tembaga

PTAR mengembangkan pohon meranti tembaga. (Dokumen PTAR)

BATANGTORU, SUMUTPOS.CO – PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, melakukan pengayaan meranti tembaga yang merupakan tanaman endemik melalui metode Nursery, untuk kemudian ditanam di hutan asli sekitar wilayah operasional tambang dan area reklamasi tambang.

Superintendent Environmental Site Support Agincourt Resources, Syaiful Anwar, mengatakan pengayaan meranti tembaga merupakan upaya untuk menjaga kelestarian hayati dengan menyebarkan bibit-bibit tanaman endemik yang terancam punah ke area hutan asli yang lain agar terjadi pemerataan flora di hutan Batang Toru.

“Upaya pengayaan ini kami lakukan melalui penyemaian di lokasi Nursery yang berada di Tambang Emas Martabe, yang tujuannya memperbanyak dan mengembangkan spesies-spesies seperti meranti tembaga yang ada pada hutan asli Batang Toru secara lebih efisien dan optimal,” jelasnya.

Dimulai dengan penyelamatan bibit-bibit berupa biji dan semai alami dari hutan original, program ini berupaya untuk mengkonservasi tanaman berstatus endangered yang berada di wilayah operasional tambang. Bibit-bibit yang telah diselamatkan kemudian dilakukan perawatan secara intensif di fasilitas Nursery milik PT Agincourt Resources (PTAR).

Dengan nursery tanaman ini, spesies-spesies yang ada di hutan original mendapatkan perawatan dan pengembangan secara optimal. Setelah melewati masa perawatan di nursery, bibit-bibit yang telah berusia 3-4 bulan kemudian ditanam di lokasi akhir. Lokasi penanaman dipilih secara cermat dengan mempertimbangkan kondisi lahan dan jumlah spesies yang ada di hutan asli.

Sebanyak 700 pohon meranti tembaga telah berhasil dikembangkan di Nursery yang berada di PTAR dan jumlahnya bakal terus ditingkatkan.

Syaiful menambahkan upaya tersebut tidak hanya bermanfaat bagi kelestarian lingkungan di hutan Batang Toru, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

“Dengan terjaganya keanekaragaman hayati, ekosistem hutan akan lebih stabil dan mampu memberikan berbagai manfaat seperti menyediakan air bersih, mengendalikan erosi, serta melestarikan habitat bagi satwa liar,” ujarnya.

Selain spesies Meranti Tembaga, juga terdapat spesies Gaharu (Aquilaria malaccensis), Merkuyang Putih (Shorea Johorensis), Meranti Lengkung Daun (Shorea platycarpa), Damar (Agathis borneensis), dan Keruing (Dipterocarpus grandiflorus).

Pengayaan Meranti Tembaga pada hutan original dengan metode Nursery di Tambang Emas Martabe telah mendapat Silver Award for Ecosystem Protection Eco-tech Pioneer Sustainability Awards (EPSA) 2023.

Selain inisiatif kolaboratif, PTAR menyelenggarakan berbagai kegiatan konservasi keanekaragaman hayati berskala besar dengan sejumlah pihak eksternal pada 2023. Upaya ini salah satunya yakni memproduksi 26.095 benih lokal di fasilitas pembibitan (Nursery), mereklamasi 4,72 hektar lahan, dan menanam 8.105 benih tanaman lokal di wilayah asli untuk pengayaan spesies. (dek)