29 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 37

Promo IndiHome Warnai Kebersamaan Ramadan

Telkomsel menghadirkan promo khusus untuk pemasangan baru IndiHome seharga Rp50 ribu yang dapat dinikmati pelanggan hingga 31 Maret 2026.
Telkomsel menghadirkan promo khusus untuk pemasangan baru IndiHome seharga Rp50 ribu yang dapat dinikmati pelanggan hingga 31 Maret 2026.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ramadan menjadi momen untuk kembali menghangatkan suasana melalui kebersamaan. Pada bulan suci ini, Telkomsel menghadirkan promo khusus untuk pemasangan baru IndiHome seharga Rp50 ribu. Promo ini dapat dinikmati pelanggan hingga 31 Maret 2026.

General Manager Household Consumer Business Region Sumbagut Telkomsel, Riki A. Setiawan, mengatakan “Telkomsel hadir melalui promo pasang baru IndiHome khusus Ramadan  untuk memberikan kenyamanan dengan koneksi andal di rumah, sehingga semua jadi lebih mudah, tenang, dan terhubung satu sama lain.”

Promo pasang baru IndiHome spesial Ramadan ini berlaku untuk beberapa paket, antara lain Internet 50 – 200 Mbps, Internet+TV 50 – 200 Mbps, Telkomsel One, Internet + Game, dan Internet + Movie. Tak hanya itu, pelanggan Telkomsel Halo juga berkesempatan mendapatkan voucher GoPay Rp150 ribu selama persediaan masih ada.

Paket IndiHome memberikan kemudahan untuk mengakses internet dan menikmati hiburan digital lengkap, termasuk berlangganan CatchPlay, MAXStream, serta Prime Video dengan harga terjangkau. Pelanggan bisa menikmati semua promo tersebut melalui Aplikasi MyTelkomsel, GraPARI, Sobat IndiHome (SOBI), atau website tsel.id/daftarindihome.

“Kami berharap promo yang Telkomsel hadirkan dapat mendukung pelanggan untuk menjalani Ramadan sepenuhnya sebagai wujud nyata semangat kami untuk melayani sepenuh hati, ” tutup Riki.(rel)

Gotong Royong Sambut Ramadan, Indomaret dan Unilever Kembali Gelar Gerakan Masjid Bersih 2026

DELISERDANG, SumutPos.co- Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, suasana di Masjid Baitussalam, Sei Merah, Kelurahan Dagang Kerawang, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, terasa lebih hidup. Sejumlah perwakilan dari PT Indomarco Prismatama (Indomaret), pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), serta masyarakat sekitar berkumpul dalam satu tujuan yang sama: menyiapkan masjid agar lebih bersih dan nyaman untuk menyambut datangnya bulan penuh ibadah.

Aktivitas tersebut menjadi bagian dari Gerakan Masjid Bersih (GMB) 2026, program kolaborasi antara Indomaret dan Unilever Indonesia melalui brand Wipol yang tahun ini dilaksanakan di 25 masjid di berbagai wilayah cabang Indomaret. Tidak hanya berfokus pada pembersihan fisik masjid, program ini juga disertai dengan penyerahan bantuan berupa sarana kebersihan, sarana ibadah, serta paket produk kebersihan dari Unilever.

Program yang telah memasuki tahun ke-10 ini merupakan agenda rutin tahunan yang sejalan dengan peran perusahaan dalam mendukung kegiatan sosial berbasis komunitas.

“Melalui Gerakan Masjid Bersih 2026, Indomaret dan Unilever ingin terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai tempat berbelanja, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem sosial yang berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman. Kami berharap kegiatan ini dapat mendukung kelancaran aktivitas ibadah masyarakat di bulan Ramadan,” ujar, Yonanta Kusuma, Branch Manager Indomaret Cabang Medan.

Selain kegiatan utama di 25 masjid, Indomaret dan Unilever juga mendistribusikan bantuan berupa paket produk kebersihan untuk 150 masjid lainnya di berbagai daerah, dengan total sebanyak 1.000 paket. Distribusi ini diharapkan dapat membantu masjid-masjid menjaga kebersihan dan kenyamanan fasilitas ibadah selama Ramadan.

Kolaborasi ini menjadi ruang untuk memperluas pesan pentingnya kebersihan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan tempat ibadah. “Gerakan Masjid Bersih menjadi momentum bagi kami untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat. Bersama Indomaret, Wipol (Unilever) ingin ikut berperan dalam menciptakan suasana masjid yang bersih dan nyaman, agar jamaah dapat beribadah dengan lebih tenang dan khusyuk di Bulan Ramadan,” kata Rifka Auliya Febriani, Senior Marketing Manager Cleaners.

Di tahun ke-10 ini, sebut Rifka, mereka juga berkomitmen untuk memberikan kontribusi lebih. “Kami tidak hanya memberikan bantuan untuk kebersihan masjid, tetapi di periode ini 2,5% dari keuntungan penjualan produk Wipol akan kami donasikan untuk mengapresiasi Marbot-pahlawan yang telah berjasa untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan masjid kita dalam bentuk THR & Umroh,” terang Rifka.

Melalui rangkaian Gerakan Masjid Bersih 2026, Indomaret dan Wipol (Unilever) menegaskan komitmen untuk terus menjalankan program kolaboratif yang berorientasi pada peningkatan kualitas lingkungan masjid serta mendukung terciptanya suasana ibadah yang lebih nyaman dan khusyuk, terutama selama bulan suci Ramadan. (rel/adz)

Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026, Indonesia Tampil dengan Kekuatan Penuh

PERSIAPKAN: Atlet anggar putri Indonesia persiapkan diri jelang Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 di JCC Senayan, 20-27 Februari. (Istimewa)
PERSIAPKAN: Atlet anggar putri Indonesia persiapkan diri jelang Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 di JCC Senayan, 20-27 Februari. (Istimewa)

Di tengah puasa Ramadhan, atlet anggar putri Indonesia Jesyca Emilia menyatakan kesiapan tampil maksimal di nomor EP Putri. Dia dan rekan-rekan akan bertanding pada Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 di JCC Senayan, Jakarta, 20-27 Februari.

îIni pengalaman pertama menjalani pertandingan tepat dengan puasa. Pasti haus dan capek. Negara lain juga kan tenaganya besar,î ujar Jesyca Emilia.

Dia mengatakan punya strategi untik bisa prima saat tanding. Yakni asupan vitamin C dari sahur dan buka. îYa kalau habis sahur dikasih vitamin itu penting. Takutnya di pertengahan tidak kuat, karena latihan 2-3 jam,î ucap Jesyca Emilia.

Atlet asal Malang itu memastikan persiapan yang dilakukan sejauh ini berjalan dengan sangat baik dengan intens berlatih. Terlebih setelah sparring bersama negara lain seperti Taiwqnz India dan UAE.

Menurut dia, kesempatan berlatih tanding dengan sejumlah negara tersebut menjadi pengalaman berharga sebelum benar-benar turun ke lapangan pertandingan. Hal itu dinilai penting untuk mengukur kemampuan sekaligus mematangkan strategi.

Sebelum berangkat ke kejuaraan, Emilia dan tim telah menjalani program latihan jangka panjang yang mencakup fisik dan teknik. Latihan fisik dilakukan setiap hari untuk menjaga daya tahan, sementara penguatan teknik menjadi fokus utama karena dinilai sangat menentukan dalam pertandingan anggar.

Terkait persaingan di level Asia, Emilia mengakui kualitas lawan sangat berkualitas. Negara-negara seperti Jepang, Korea, dan Tiongkik disebutnya memiliki standar permainan yang sangat kuat.

Meski menghadapi lawan tangguh, tim Indonesia tetap memiliki ambisi besar. Selain meningkatkan teknik, mereka juga memaksimalkan daya tahan tubuh, terlebih saat ini para atlet tengah menjalani ibadah puasa. Menjaga endurance menjadi perhatian utama agar performa tetap stabil saat bertanding.

Untuk target pribadi, Emilia berharap dapat mempersembahkan medali bagi Indonesia. îTargetnya semoga bisa bawa medali lah, apapun itu, satu, dua, tiga, semoga bisa bawa medali,î ungkap dia.

Kejuaraan ini bukan pengalaman pertamanya di level regional. Sebelumnya, Emilia pernah tampil Islamic Solidarity Games (ISG) di Riyadh 2025 dengan raihan perunggu. Sedangkan kejuaraan ASEAN Senior di Bali, ia berhasil menembus babak 64 besar. Dengan bekal pengalaman dan persiapan matang, Emilia optimistis mampu memberikan penampilan terbaik dan bersaing di tengah ketatnya persaingan anggar Asia.

Sementara itu, Ketua Umum PB Ikasi Amir Yanto menyebutkan, Indonesia menurunkan sebanyak 24 atlet di kadet dan junior. Mereka akan bertanding di tiga nomor, yaitu floret, degen, dan sabel. Baik individu maupun beregu untuk putra dan putri.

îSebagai tuan rumah, Indonesia menurunkan kuota maksimal 24 atlet. Seluruh atlet tersebut akan tampil di semua nomor pertandingan individu dan beregu,î beber Amir Yanto.

Amir menjelaskan, peserta yang berpartisipasi sebanyak sebanyak 801 atlet dari 26 negara Asia dan Oseania. Negara-negara seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea, masih mendominasi anggar Asia. îIndonesia tetap memasang target realistis. Mudah-mudahan kita bisa menembus tiga besar sebagai langkah pembelajaran untuk lebih maju lagi,î kata Amir Yanto.

Soal persiapan tim Indonesia, Amir menilai sejauh ini persiapan dilakukan secara intensif melalui Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas). Para atlet yang ikut pelatnas sebelumnya menjalani seleksi nasional (Seleknas) yang digelar di Manado dan Bitung, Sulawesi Utara. Selain itu, beberapa atlet yang berlatih di luar negeri, termasuk di Amerika Serikat, juga dipanggil untuk memperkuat skuad Merah Putih.

îKami ingin membangun kekuatan dari bawah. Mudah-mudahan ke depan bisa membawa kejayaan lagi untuk tanah air. Saat ini kita memang masih merangkak, tetapi dengan kesabaran dan kerja keras, saya yakin hasilnya akan datang,î kata pria yang merupakan mantan JAM Intel Kejaksaan Agung RI itu.

Kejuaraan ini juga memiliki arti strategis karena menjadi bagian dari seleksi menuju Youth Olympic (Olimpiade Junior) 2026 di Dakar, Senegal. Karena itu, Amir meminta para atlet tampil maksimal dan tidak rendah diri.

îDengan kepercayaan sebagai tuan rumah, ini harus menjadi kebanggaan dan motivasi untuk berprestasi. Mental harus kuat,î tegas Amir Yanto.

Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia kali ini masuk kalender federasi internasional, dimana juaranya bisa lolos ke Youth Olympic di Dakar. Para atlet Indonesia tak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini. (jpc/tri)

Pesan Menpora kepada Para Games 2027, Jangan Terlena kesuksesan 2025

Menpora Erick Thohir
Menpora Erick Thohir

JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir memberikan pujian besar kepada kontingen Indonesia yang meraih kesuksesan di ASEAN Para Games 2025. Namun dia mengingatkan untuk tak terlena karena masih ada Asian Para Games 2026.

Pujian dan pesan itu disampaikan Erick Thohir saat menerima kunjungan Chef de Mission kontingen Indonesia di Asean Para Games 2025 Reda Manthovani di Kantor Kemenpora, Rabu (18/2). Erick ingin skuad Merah Putih mengalihkan fokus ke ajang bergengsi berikutnya

Kontingen Indonesia sukses besar pada ASEAN Para Games 2025 dengan menjadi runner-up. Mereka mengumpulkan 135 emas dan hanya kalah dari tuan rumah Thaialnd dengan 175 emas. îKita tidak ingin terus terlena akan hasil yang lalu, karena ajang besar Asian Para Games telah menanti,î kata Erick dalam keterangan resmi Kemenpora, Rabu (18/2).

îTak ada waktu lama bersantai, sekarang para atlet kembali lakukan persiapan karena mereka adalah duta bangsa terbaik yang mewakili Indonesia di level Asia,î tambah dia.

Menurut Erick, kesuksesan tim Indonesia di ASEAN Para Games 2025 pada Januari lalu tak lepas dari peran dan kinerja Reda selaku CdM. Dia pun memberikan kredit khusus kepada Reda yang merupakan seorang Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel).

îDengan kepemimpinan beliau, kontingen kita terus terpacu untuk menjawab tantangan dan mempersembahkan yang terbaik. Pak Reda telah memberikan contoh bahwa komitmen akan berbuah keberhasilan,î ujar Erick.

Lebih lanjut, Erick mengatakan bahwa pemerintah terus berkomitmen memberikan dukungan penuh sejak fase persiapan hingga pertandingan internasional. Salah satu wujud dukungan tersebut ialah keberadaan Paralympic Training Center di Karanganyar, Jawa Tengah, yang sebelumnya dia tinjau pada Sabtu (14/2).

îSeluruh atlet mendapatkan fasilitas pelatihan yang terpadu, terukur dan berkelanjutan,saya ingin kehadiran pusat pelatihan ini dapat memperkuat kesiapan atlet dalam mengasah kemampuan mereka serta tetap bersemangat dan berprestasi di ajang multievent internasional para atlet,î tandas Erick. (jpc/tri)

Ferrel Arda Santoso Jalani Operasi Lutut, Absen Bela PSS Sleman Hingga Akhir Musim

PERAWATAN: Arda Santoso perawatan usai operasi, hingga akhir musim ia dipastikan absen di PSS Sleman.
PERAWATAN: Arda Santoso perawatan usai operasi, hingga akhir musim ia dipastikan absen di PSS Sleman.

JAKARTA – Kabar terbaru datang dari kubu PSS Sleman. Gelandang muda mereka, Ferrel Arda Santoso, dipastikan harus menepi hingga akhir musim setelah menjalani operasi pada lutut kirinya.

Tindakan medis tersebut dilakukan untuk menangani cedera di lokasi yang sama seperti yang dialaminya beberapa bulan lalu. Kepastian operasi ini disampaikan langsung oleh Manajer Tim PSS, Kim Jeffrey Kurniawan.

Dalam pernyataan resminya di Omah PSS, Rabu (18/2) yang dikutip pssleman.id, ia menyebut prosedur berjalan sesuai rencana tanpa kendala berarti. Menurut Kim, operasi dilakukan untuk merekonstruksi bagian lutut kiri yang sebelumnya menjadi keluhan utama Ferrel.

Tim medis menilai langkah ini sebagai opsi terbaik demi menjaga karier jangka panjang sang pemain. Hasil tindakan pun disebut positif dan sesuai dengan harapan tim.

Meski demikian, proses pemulihan tidak bisa dilakukan secara instan. Cedera lutut dengan tingkat keparahan seperti yang dialami Ferrel membutuhkan rehabilitasi panjang, bertahap, dan konsisten.

Tim medis PSS akan memantau perkembangan kondisi sang pemain secara berkala guna memastikan tidak ada komplikasi lanjutan. Manajemen klub juga menegaskan bahwa Ferrel dipastikan absen hingga kompetisi musim ini berakhir.

Keputusan tersebut diambil demi memberi waktu yang cukup bagi proses penyembuhan total sebelum ia kembali ke lapangan. Klub tak ingin mengambil risiko dengan mempercepat comeback yang justru bisa memperburuk kondisi.

Absennya Ferrel tentu menjadi tantangan tersendiri bagi lini tengah PSS Sleman. Sepanjang musim ini, ia kerap menjadi opsi penting dalam rotasi permainan, terutama dalam menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang. Namun tim pelatih diyakini telah menyiapkan alternatif untuk menjaga stabilitas skuad.

Di sisi lain, dukungan moral terus mengalir untuk sang pemain. Manajemen, staf pelatih, serta rekan-rekan setim berharap Ferrel dapat menjalani masa rehabilitasi dengan disiplin dan semangat tinggi.

Fokus utama kini bukan sekadar kembali bermain, tetapi memastikan ia pulih sepenuhnya. Dengan operasi yang berjalan lancar, langkah berikutnya adalah memastikan proses pemulihan maksimal.

PSS Sleman menargetkan Ferrel Arda Santoso bisa kembali dalam kondisi prima pada musim mendatang, bahkan tampil lebih kuat setelah melewati fase sulit ini. (jpc/tri)

Hujan Deras, Sungai di Medan Meluap

TERGENANG: Pemukiman warga di Kecamatan Medan Maimun tergenang banjir akibat hujan deras yang mengguyur selama dua hari, sejak Rabu (18/2/2026) sore hingga Kamis (19/2/2026).
TERGENANG: Pemukiman warga di Kecamatan Medan Maimun tergenang banjir akibat hujan deras yang mengguyur selama dua hari, sejak Rabu (18/2/2026) sore hingga Kamis (19/2/2026).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hujan deras yang mengguyur wilayah pegunungan sejak Rabu (18/2/2026) sore hingga Kamis (19/2/2026) dinihari menyebabkan sejumlah sungai di Kota Medan meluap dan menggenangi beberapa kawasan permukiman warga.

Beberapa sungai yang dilaporkan meluap antara lain Sungai Deli, Sungai Babura, Sungai Sikambing, dan Sungai Belawan. Luapan air sempat merendam sejumlah ruas jalan serta permukiman masyarakat di beberapa titik kota.

Kepala BPBD Kota Medan Yunita Sari, menjelaskan bahwa tingginya curah hujan di daerah pegunungan menjadi penyebab utama meningkatnya debit air sungai.

“Hujan deras di wilayah pegunungan membuat sejumlah sungai di Kota Medan meluap dan menggenangi sebagian ruas jalan dan permukiman warga sejak kemarin sore,” ujar Yunita Sari, Kamis (19/2/2026).

Menurutnya, ketinggian air di setiap sungai bervariasi, namun rata-rata mengalami kenaikan hingga sekitar 50 sentimeter. Beberapa wilayah terdampak genangan antara lain Kelurahan Aur dan Kelurahan Sei Mati di Kecamatan Medan Maimun. Selain itu, genangan juga terjadi di sebagian kawasan Kecamatan Medan Helvetia.

Meski demikian, kondisi berangsur membaik pada Kamis pagi. Air dilaporkan mulai surut dan aktivitas masyarakat kembali normal. “Untuk pagi ini kondisinya sudah surut, semuanya aman dan terkendali,” ujarnya.

BPBD memastikan tidak ada warga yang dievakuasi maupun mengungsi akibat peristiwa tersebut. Kendati demikian, pihaknya tetap melakukan pemantauan intensif terhadap debit air sungai guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya luapan susulan, mengingat curah hujan di wilayah hulu masih tergolong tinggi.

“Tidak ada evakuasi, tidak ada yang mengungsi. Hingga saat ini, kita terus memantau kondisi sungai-sungai di Kota Medan,” pungkas Yunita.

Pemerintah mengimbau masyarakat yang bermukim di bantaran sungai agar tetap waspada dan segera melaporkan kepada pihak berwenang jika terjadi peningkatan debit air secara signifikan. (map/ila)

DPRD Sumut Minta MBG Tetap Jalan Selama Ramadan

Ketua Komisi E DPRD Sumut, Subandi
Ketua Komisi E DPRD Sumut, Subandi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Komisi E DPRD Sumatera Utara, Subandi, menegaskan bahwa program Pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG) harus tetap dilaksanakan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah dengan penyesuaian teknis sesuai petunjuk pelaksanaan.

Menurut Subandi, program MBG memiliki peran strategis dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Karena itu, pelaksanaannya tidak boleh terhenti meski memasuki bulan suci.

“Program ini sangat penting dan tidak boleh berhenti, termasuk di bulan Ramadan. Kita ingin memastikan anak-anak tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup agar pertumbuhan mereka sesuai dengan usianya,” ujarnya kepada Sumut Pos, Kamis (19/2/2026).

Ia mengakui, pelaksanaan selama Ramadan membutuhkan penyesuaian teknis, terutama terkait jenis makanan yang dibagikan. Komisi E meminta dapur umum maupun penyedia makanan menyesuaikan menu agar tetap relevan bagi penerima manfaat yang menjalankan ibadah puasa.

“Kita minta penyedia makanan menyesuaikan. Misalnya memberikan makanan atau kue yang bisa bertahan satu hingga dua hari dan dapat dibawa pulang ke rumah. Jadi tetap bermanfaat dan tidak terbuang,” jelasnya.

Subandi menambahkan, makanan yang dibagikan bisa berupa makanan siap santap yang tahan lama atau kue bergizi yang dapat dikonsumsi saat berbuka puasa maupun sahur. Dengan pola distribusi tersebut, manfaat program tetap dirasakan tanpa mengganggu ibadah.

Ia juga menegaskan bahwa nilai bantuan dalam program MBG tetap sebesar Rp10.000 per orang. Anggaran tersebut diharapkan cukup untuk menyediakan makanan bergizi sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Nilai bantuannya tetap Rp10.000 per orang. Yang terpenting kualitas gizinya tetap terjaga dan tepat sasaran,” katanya.

Komisi E, lanjut Subandi, akan terus melakukan pengawasan agar pelaksanaan program berjalan optimal, transparan, dan benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak yang membutuhkan.

Menurutnya, kesinambungan program menjadi kunci agar capaian perbaikan gizi tidak kembali ke titik awal. Ia mengingatkan bahwa gangguan terhadap program berpotensi memengaruhi asupan gizi anak dan menghambat target jangka panjang pemerintah dalam menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan berdaya saing.

Dengan komitmen bersama antara pemerintah, DPRD, dan para penyedia layanan, diharapkan program MBG tetap menjadi langkah strategis dalam mendukung kesehatan dan masa depan generasi muda, termasuk selama Ramadan. (san/ila)

Faisal Arbie Dorong UPT BPBD dan Perahu Karet di Medan

SOSIALISASI: Faisal Arbie saat Sosialisasi Perda Kota Medan tentang Penanggulang Bencana di Medan Deli, Minggu (15/2/2026).
SOSIALISASI: Faisal Arbie saat Sosialisasi Perda Kota Medan tentang Penanggulang Bencana di Medan Deli, Minggu (15/2/2026).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai NasDem, dr Faisal Arbie MBiomed, mendukung Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah-wilayah rawan banjir, khususnya di kawasan Medan Utara seperti Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Marelan, dan Medan Deli.

Bahkan, Faisal Arbie mengusulkan dibentuknya relawan-relawan tanggap bencana guna untuk membantu masyarakat pada saat bencana seperti yang terjadi pada 27 November 2025 lalu.

Hal itu dikatakan Faisal Arbie saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 2 tahun 2018 tentang Penanggulang Bencana yang dilaksanakan di Jalan Platina Komplek Bank, Kelurahan Titipapan, Kecamatan Medan Deli, Minggu (15/2/2026).

“Saya secara pribadi dan Fraksi NasDem di DPRD sangat setuju sekali dengan dibentuknya UPT BPBD di wilayah-wilayah rawan banjir khususnya di Kecamatan Medan Deli ini yang merupakan kawasan rasan banjir,” ucap Faisal Arbie kepada seluruh warga yang menghadiri kegiatan tersebut.

Dikatakan Faisal Arbie, untuk merealisasikan pembentukan UPT BPBD di wilayah-wilayah rawan banjir, Fraksi NasDem akan memperjuangkan penambahan anggaran di Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Medan tahun 2026.

“Kita (Fraksi NasDem) siap untuk memperjuangkan adanya penambahan anggaran untuk pembentukan UPT BPBD di Kecamatan rawan banjir, dan harus juga dipastikan ada pembentukan tim relawan tanggap bencana,” ujarnya.

Masih dalam kesempatan itu, selain pembentukan UPT BPBD, Faisal Arbie juga mendukung disediakannya perahu karet di tiap kelurahan, khususnya di daerah rawan banjir.

Pentingnya perahu karet di tiap kelurahan, katanya, belajar dari bencana banjir yang terjadi pada 27 November 2025 lalu, Pemko Medan sangat penting untuk memiliki perahu karet untuk mempermudah evakuasi terhadap masyarakat yang terdampak banjir.

“Selama ini penanganan sering terlambat karena terpusat di satu titik. Jika UPT dan penyediaan perahu karet  ada di setiap wilayah rawan, penanganan bisa dilakukan lebih cepat, masyarakat pun merasa lebih aman,” pungkasnya. (map/ila)