29 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 38

Dorong Percepatan Infrastruktur, DPRD Sumut Minta BKP Kembali Digulirkan

Yahdi Khoir Harahap
Yahdi Khoir Harahap

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Sumatera Utara Yahdi Khoir Harahap, mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) untuk kembali merealisasikan Program Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) kepada kabupaten/kota se-Sumatera Utara.

Menurut Yahdi, program tersebut terbukti efektif dalam mempercepat pembangunan infrastruktur daerah, khususnya yang selama ini terkendala kewenangan dan keterbatasan anggaran di tingkat kabupaten/kota.

“Kalau yang paling menonjol saat reses itu memang infrastruktur. Banyak keluhan soal jalan penghubung kecamatan dan antar desa. Namun kewenangan itu berada di kabupaten/kota, sehingga kami anggota DPRD provinsi cukup kesulitan menanganinya,” ujar Yahdi, Kamis (19/2/2026).

Ia menjelaskan, aspirasi masyarakat yang paling dominan setiap masa reses berkaitan dengan kondisi jalan dan jembatan penghubung antarwilayah. Sementara itu, kewenangan pembangunan infrastruktur tersebut mayoritas berada di pemerintah kabupaten/kota.

Yahdi menilai, BKP menjadi solusi strategis karena bersumber dari APBD Provinsi, namun dialokasikan ke APBD kabupaten/kota melalui surat keputusan gubernur. Dengan mekanisme tersebut, pemerintah provinsi tetap dapat membantu pembangunan daerah tanpa melanggar batas kewenangan.

“Dana berasal dari provinsi, tetapi pelaksanaannya di kabupaten/kota berdasarkan surat keputusan gubernur. Program ini sebelumnya berjalan dan sangat membantu,” katanya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Sumut itu menambahkan, keberadaan BKP semakin penting di tengah kebijakan efisiensi anggaran dan pemotongan Transfer ke Daerah (TKD). Sebagian dana yang dikembalikan pemerintah pusat kini lebih difokuskan pada penanganan serta mitigasi bencana.

Ia mengkhawatirkan, tanpa dukungan BKP, banyak infrastruktur vital seperti jalan dan jembatan tidak tertangani secara berkelanjutan karena keterbatasan APBD kabupaten/kota.“Kalau hanya mengandalkan APBD kabupaten/kota, banyak jalan yang dari tahun ke tahun tidak tertangani,” tegasnya.

Yahdi mencontohkan keberhasilan program BKP di daerah pemilihannya, salah satunya pembangunan jembatan permanen sepanjang 19 meter yang menghubungkan Desa Sungai Beluru, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan dengan Desa Durian, Kecamatan Sungai Balai, Kabupaten Batubara.

Jembatan kayu yang telah berusia lebih dari 30 tahun itu sebelumnya kerap memicu kecelakaan. Melalui BKP dengan anggaran sekitar Rp1 miliar, jembatan tersebut kini berdiri permanen dan dapat dilalui kendaraan besar.“Masyarakat sangat terbantu, terutama untuk akses sekolah dan distribusi hasil pertanian,” tuturnya.

Selain itu, pembangunan jalan menuju kawasan wisata kebun jeruk di Desa Kandangan, Kabupaten Asahan, juga menjadi contoh dampak positif BKP. Dengan anggaran sekitar Rp1 miliar, jalan sepanjang 700 meter berhasil dibangun dan mendorong peningkatan kunjungan wisatawan. “Sekarang ribuan pengunjung datang ke sana. Ini berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat,” ungkapnya.

Yahdi mengatakan, BKP tidak hanya menyasar pembangunan jalan dan jembatan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk renovasi sekolah, rumah ibadah, dan fasilitas umum lainnya.

“BKP ini penting karena langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Kami akan terus meyakinkan gubernur agar program ini dapat kembali berjalan,” pungkasnya. (map/ila)

H Samsul Pimpin Upacara HKN di Pemkab Labura

UPACARA: Wabup Labura, Dr H Samsul Tanjung memimpin upacara memperingati HKN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Laburan di Halaman Kantor Bupati Labura, Rabu (18/2).
UPACARA: Wabup Labura, Dr H Samsul Tanjung memimpin upacara memperingati HKN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Laburan di Halaman Kantor Bupati Labura, Rabu (18/2).

LABURA, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati (Wabup) Labuhanbatu Utara (Labura), Dr H Samsul Tanjung memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Laburan. Upacara tersebut dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Labura, Rabu (18/2).

Dalam amanatnya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa dalam beberapa hari ke depan umat Islam memasuki bulan suci Ramadan, bulan yang penuh berkah. Namun demikian, Ramadan juga identik dengan meningkatnya aktivitas dan mobilitas masyarakat.

Kegiatan ibadah, pasar Ramadan, buka puasa bersama, hingga persiapan mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri  berpotensi menyebabkan lonjakan volume kendaraan, terutama pada sore hari menjelang berbuka puasa dan malam hari setelah pelaksanaan ibadah tarawih.

“Kondisi ini menuntut kita semua untuk semakin meningkatkan kesadaran dan disiplin dalam berlalu lintas. Keselamatan di jalan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi merupakan tanggung jawab bersama,” ujar Wakil Bupati.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab bersama. “Jangan sampai momen kebahagiaan Idul Fitri ternodai oleh kecelakaan lalu lintas yang sebenarnya dapat dicegah,” harapnya.

“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan kepada kita semua serta menjadikan setiap perjalanan aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan,” pungkasnya. (ind/azw)

Ribuan Polisi Siap Jaga Kemanan Ramadan

BERJAGA: Polisi sedang melakukan pengamanan di masjid masjid di Sumut.(Istimewa/Sumut Pos)
BERJAGA: Polisi sedang melakukan pengamanan di masjid masjid di Sumut.(Istimewa/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) beserta seluruh Jajaran Kepolisian Resor (Polres) menyatakan kesiapan penuh dalam mengawal keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) datangnya Bulan Suci Ramadan. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh umat Muslim di Sumut dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan menyampaikan, bahwa pengamanan akan dilakukan secara komprehensif, mulai dari aspek lalu lintas hingga pengamanan titik-titik pusat aktivitas ibadah.

“Polda Sumut dan jajaran sudah memetakan potensi kerawanan menjelang Ramadan 1447 H. Fokus utama kami adalah memberikan rasa aman bagi masyarakat, baik saat menjalankan ibadah Shalat Tarawih, waktu sahur, maupun saat beraktivitas di pasar tumpah menjelang berbuka puasa,” ujarnya saat memberikan keterangan di Mapolda Sumut, Kamis (19/2).

Ferry menjelaskan, bahwa salah satu perhatian khusus kepolisian adalah fenomena ‘Asmara Subuh’ yang kerap diikuti dengan aksi balap liar oleh kalangan remaja. Polda Sumut akan menyiagakan personel di titik-titik rawan berkumpulnya massa setelah waktu sahur.

“Kami mengedepankan tindakan preventif dan humanis. Tim patroli gabungan akan rutin menyisir lokasi-lokasi yang biasa dijadikan tempat berkumpul pasca-sahur untuk mencegah balap liar maupun tawuran yang dapat mengganggu ketenangan warga,” tegasnya.

Selain pengamanan fisik di lapangan, sambungnya, Jajaran Polda Sumut juga berkoordinasi dengan pengurus masjid untuk mengatur lalu lintas dan parkir jamaah guna menghindari kemacetan. Di sisi lain, Satgas Pangan Polda Sumut juga mulai bergerak memantau ketersediaan bahan pokok di pasar-pasar tradisional maupun distributor.

“Satgas Pangan terus memantau fluktuasi harga dan stok sembako. Kami pastikan tidak ada praktik penimbunan yang dapat merugikan masyarakat di bulan suci ini. Jika ditemukan pelanggaran, kami tidak akan segan mengambil tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku,” tambahnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah Sumatera Utara yang dikenal dengan semangat toleransinya yang tinggi.

“Mari kita jadikan Ramadan tahun ini sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan melalui layanan Call Center 110 jika melihat adanya tindakan premanisme atau gangguan keamanan di lingkungan sekitar,” pungkasnya.

Dengan dimulainya Operasi Keselamatan Toba 2026 sebagai pembuka, Polda Sumut optimistis rangkaian ibadah Ramadan hingga Idul Fitri mendatang akan berjalan dengan aman dan lancar di seluruh wilayah hukum Sumut. (dwi/azw)

Tugu Juang Perbaungan jadi Ruang Hidup Masyarakat

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Langit Perbaungan siang itu membentang cerah. Di persimpangan strategis Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, berdiri megah Tugu Perjuangan Pelagan Medan Area. Monumen tinggi menjulang dengan bintang di puncaknya itu tampak kokoh menantang waktu. Seolah menjadi penanda bahwa di tanah ini pernah terjadi pertempuran besar demi mempertahankan kemerdekaan.

Namun hari ini, suasana di sekelilingnya jauh dari kesan sunyi dan sakral semata. Tugu Juang Perbaungan kini hidup. Ia berdenyut bersama langkah warga, tawa anak-anak, aroma kuliner UMKM, dan percakapan santai yang mengalun hingga senja.

Tugu Perjuangan Pelagan Medan Area didirikan sebagai penghormatan atas pertempuran sengit tahun 1947. Kala itu, pasukan Belanda melakukan invasi melalui wilayah pesisir Pantai Cermin dan menyusuri Sungai Ular-jalur strategis menuju Perbaungan dan Lubukpakam.

Sungai Ular menjadi saksi bisu bagaimana para pejuang dari berbagai daerah berkumpul, mempertaruhkan nyawa demi mempertahankan tanah air. Banyak yang gugur di medan laga. Nama mereka mungkin tak seluruhnya tercatat, tetapi semangat juangnya abadi dalam monumen yang berdiri tegak ini.

Tugu yang dibangun pada 1995 tersebut diresmikan oleh Gubernur Sumut ke-13 Raja Inal Siregar bersama Pangdam saat itu Letjen Arie Jeffry Kumaat serta Ketua Legiun Veteran RI Jenderal Achmad Tahir. Sejak saat itu, ia menjadi simbol heroisme rakyat yang pernah bertempur di wilayah yang kini masuk Kabupaten Sergai.

Di bagian bawah tugu, terpampang informasi sejarah yang mengajak siapa pun untuk berhenti sejenak dan membaca-merenungkan betapa mahalnya harga kemerdekaan.

Waktu berjalan. Kawasan ini sempat kehilangan daya tariknya sebagai ruang publik. Namun revitalisasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) di bawah kepemimpinan Bupati Darma Wijaya dan Wakil Bupati Adlin Tambunan mengubah semuanya.

Area sekitar tugu kini tertata lebih rapi. Lantai berpaving, penerangan yang memadai, fasilitas umum seperti toilet terpisah dan ruang salat, hingga sentra UMKM dengan konsep food court terbuka menghadirkan suasana yang lebih nyaman dan inklusif.

Stan-stan UMKM yang sebelumnya tersebar kini terpusat di kawasan ini. Meja dan kursi warna-warni tersusun rapi. Sore hari menjadi waktu favorit warga datang bersama keluarga-menikmati jajanan, bercengkerama, dan mengabadikan momen.

Tak hanya itu, hadir pula area bermain anak-anak. Ayunan, wahana kecil, hingga mini lintasan bermain membuat kawasan ini semakin ramah keluarga. Anak-anak berlarian riang, sementara orang tua duduk santai mengawasi. Tugu Juang kini bukan lagi sekadar monumen sejarah, tetapi ruang tumbuh kebersamaan.

Senin sore (16/2/2026), rombongan Forum Wartawan Hukum (Forwakum) Sergai turut merasakan atmosfer baru tersebut. Mereka berdiri di depan tugu, berfoto bersama, lalu duduk berdiskusi di salah satu sudut kawasan.

Bagi mereka, kunjungan ini bukan hanya agenda santai. Ini adalah momen merefleksikan peran sejarah dalam kehidupan modern. Di tengah geliat UMKM dan riuh pengunjung, mereka membaca kembali kisah perjuangan yang menjadi fondasi berdirinya monumen tersebut.

Seorang anggota Forwakum menyebut, sejarah tidak boleh hanya menjadi arsip. Ia harus terus diceritakan, ditulis, dan disampaikan kepada generasi berikutnya. Wartawan, katanya, memiliki peran penting sebagai jembatan informasi-menghubungkan masa lalu dengan masa kini.

Simbol yang Tak Pernah Padam

Menjelang malam, lampu-lampu di sekitar kawasan mulai menyala. Cahaya menerangi tubuh tugu yang menjulang tinggi. Bintang di puncaknya tampak bersinar di antara langit yang mulai menggelap.

Di bawahnya, aktivitas tetap berlangsung. Remaja bercengkerama, keluarga menikmati hidangan, pedagang melayani pembeli, anak-anak tertawa tanpa beban. Ekonomi kecil bergerak. Interaksi sosial tumbuh. Ingatan sejarah tetap terjaga.

Tugu Perjuangan Pelagan Medan Area hari ini bukan hanya simbol perlawanan masa lampau. Ia telah menjadi ruang hidup masyarakat-tempat sejarah, ekonomi rakyat, rekreasi keluarga, dan identitas daerah berpadu dalam satu lanskap.

Di Perbaungan, masa lalu tidak ditinggalkan. Ia berdiri kokoh, menyatu dengan kehidupan hari ini. Dan di bawah bintang perjuangan itu, masyarakat Sergai terus melangkah-mengingat, merawat, dan menghidupkan kembali semangat yang tak pernah padam. (fad)

Pemkab Karo Komitmen Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah

MEETING: Bupati Karo Antonius Ginting dan Komando Tarigan, dalam kegiatan entry meeting.
MEETING: Bupati Karo Antonius Ginting dan Komando Tarigan, dalam kegiatan entry meeting.

KARO, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Karo menegaskan komitmennya dalam meningkatkan tata kelola keuangan daerah yang transparan dan akuntabel. Hal itu ditunjukkan dengan keikutsertaan Bupati dan Wakil Bupati Karo, Antonius Ginting dan Komando Tarigan, dalam kegiatan entry meeting pemeriksaan interim laporan keuangan pemerintah daerah se-Provinsi Sumatera Utara Tahun 2025 yang dilaksanakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan.

Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting tersebut diikuti seluruh pemerintah daerah se-Sumatera Utara sebagai tahapan awal pemeriksaan interim. Turut hadir dalam kesempatan itu Inspektur Kabupaten Karo Sodes Sembiring, SE, M.Si, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Bupati Karo menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Karo berkomitmen penuh mendukung proses pemeriksaan sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola keuangan yang baik dan bertanggung jawab.

“Melalui pemeriksaan ini, kami terus mendorong peningkatan kualitas pengelolaan keuangan guna menunjang pelayanan publik yang lebih baik serta pembangunan daerah yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan keuangan yang tertib dan sesuai ketentuan menjadi fondasi penting dalam mendukung program pembangunan daerah.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan BPK, Pemkab Karo optimistis mampu menghadirkan sistem pengelolaan keuangan yang semakin transparan, akuntabel, dan berkualitas, demi mendukung pelayanan publik yang optimal bagi masyarakat. (deo/ila)

Bupati Karo Tekankan Pemenuhan Lima Klaster Hak Anak

GUGUS: Bupati Karo memimpin rapat kordinasi KLA
GUGUS: Bupati Karo memimpin rapat kordinasi KLA

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Antonius Ginting memimpin Rapat Koordinasi Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) Kabupaten Karo Tahun 2026 di aula Rakoetta Brahmana, kantor Bupati Karo, Kamis (19/2).

Rapat ini menjadi momentum krusial bagi Pemerintah Kabupaten Karo dalam memulai tahapan Evaluasi Mandiri KLA Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung sejak 18 Februari hingga 30 April 2026 mendatang.

Dalam arahannya, Bupati Karo menekankan bahwa pemenuhan hak anak merupakan tanggungjawab bersama yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan langkah nyata mewujudkan IDOLA (Indonesia Layak Anak) pada tahun 2030.

“Pertemuan ini adalah momen penting bagi kita semua dalam rangka pelaksanaan Evaluasi Mandiri KLA Kabupaten Karo Tahun 2026. Saya berharap setiap OPD dan stakeholder dapat bersinergi memberikan data dan dokumen yang dibutuhkan secara akurat,” ujar Bupati Karo.

Bupati memaparkan bahwa pada tahun 2025, Kabupaten Karo telah berhasil meraih penghargaan KLA tingkat Pratama. Meski merupakan pencapaian yang patut dibanggakan,mengingat hanya 21 dari 33 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara yang meraih penghargaan serupa,Bupati mendorong seluruh tim untuk tidak berpuas diri.

“Penghargaan tingkat Pratama adalah tahap awal dan tantangan selanjutnya adalah bagaimana kita bisa meraih capaian yang tingkatnya lebih tinggi lagi. Indikator KLA jangan hanya berhenti menjadi sederet checklist evaluasi, tetapi harus menjadi acuan dalam memenuhi hak anak secara holistik dan terintegrasi,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut, ditekankan kembali lima klaster utama pemenuhan hak anak yang harus dipenuhi oleh Kabupaten Karo yang meliputi hak sipil dan kebebasan. Lingkungan Keluarga dan pengasuhan alternatif. Kesehatan dasar dan kesejahteraan. Pendidikan, pemanfaatan waktu luang, dan kegiatan seni budaya dan perlindungan khusus.

“Usaha pemenuhan hak anak ini adalah bagian dari upaya kita menuju Karo Beriman, Karo Berbudaya, Karo Modern, dan Karo Unggul guna mewujudkan Kabupaten Karo yang sejahtera dan berkelanjutan,” pungkasnya. (deo/ila)

Sambut Ramadan, Lapas Binjai Gotong Royong Bersihkan Masjid Al-Ikhlas

BERSIH-BERSIH: Jajaran petugas dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Binjai bergotong royong membersihkan Masjid Al-Ikhlas yang berada di dalam area lapas.
BERSIH-BERSIH: Jajaran petugas dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Binjai bergotong royong membersihkan Masjid Al-Ikhlas yang berada di dalam area lapas.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, suasana berbeda tampak di lingkungan Binjai, Rabu (18/2/2026). Sejak pagi, jajaran petugas dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Binjai bergotong royong membersihkan Masjid Al-Ikhlas yang berada di dalam area lapas.

Debu-debu yang menempel di sudut ruangan dibersihkan, lantai dipel hingga mengilap, sementara halaman masjid dirapikan dari daun-daun kering yang berserakan. Tak hanya ruang utama ibadah, teras, tempat wudhu, hingga lingkungan sekitar masjid pun dibersihkan secara menyeluruh.

Kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti biasa. Ada semangat menyambut Ramadan yang terasa hangat di antara mereka. Petugas dan warga binaan bekerja berdampingan tanpa sekat, menciptakan suasana kebersamaan yang sederhana namun penuh makna.

Kepala Lapas Binjai Wawan Irawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, sehat, dan religius, sekaligus mendukung program pembinaan kepribadian bagi warga binaan.

“Terima kasih kepada jajaran petugas dan warga binaan yang ikut melakukan bersih-bersih dengan semangat, sebagai bentuk kepedulian bersama,” ujar Wawan, Kamis (19/2/2026).

Wawan pun turut ambil bagian dengan menyapu halaman masjid. Baginya, kebersihan masjid bukan hanya soal kenyamanan fisik, tetapi juga tentang kesiapan hati menyambut bulan penuh ampunan.

Masjid Al-Ikhlas sendiri menjadi pusat kegiatan keagamaan di dalam lapas. Di tempat inilah warga binaan melaksanakan salat berjamaah, mengikuti pengajian, serta berbagai kegiatan pembinaan rohani. Karena itu, menjaga kebersihan dan kesuciannya menjadi tanggung jawab bersama.

Lebih dari sekadar membersihkan ruangan, kegiatan ini juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta kebersamaan kepada warga binaan. Di balik dinding pembatas, mereka diajak untuk belajar tentang makna kebersihan sebagai bagian dari iman.

“Harapannya ke depan, melalui kegiatan ini kita bisa bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan agar tetap bersih dan sehat,” pungkas Wawan.

Menjelang Ramadan, lantai masjid kini tampak bersih berkilau. Namun yang tak kalah penting, semangat kebersamaan dan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik juga ikut dibersihkan dan disiapkanmenyongsong bulan suci dengan hati yang lebih lapang. (ted/ila)