32 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 3825

Survey Terkini, Elektabilitas Bobby-Aulia Ungguli Paslon AMAN

MEDAN, SUMUTPOS.CO — Elektabilitas pasangan calon nomor urut 2, Muhammad Bobby Afif Nasution dan Aulia Rachman mengalahkan pasangan Akhyar-Salman (AMAN).

Fakta itu terungkap lewat survey yang digagas Sentral Institut dan diumumkan kepada media di Medan, Sabtu (5/12/2020).

Roland Muwari selaku Direktur Sentral Institut menjelaskan bahwa survey tersebut dilakukan dalam rentang waktu dua pekan dan puncaknya pada 3 Desember 2020 lalu, disimpulkan beberapa hasil survey.

Pertama, paslon Bobby Nasution dan Aulia Rachman meraih popularitas sebesar 94 persen sedangkan Akhyar-Salman hanya 87,9 persen. Sementara like-ability pasangan Bobby-Aulia meraih 58,9 persen berbanding 52 persen.

Pada survey tersebut juga terungkap, bahwa elektabilitas Bobby Nasution dan Aulia Rachman meningkat tajam sebesar 40,6 persen berbanding 31,3 persen untuk Akhyar-Salman. Kemudian, survey juga merupakan jawab pertanyaan bahwa di tangan wali kota Medan yang baru akan ada perubahan.

“Masyarakat Medan mengeluhkan sulitnya ekonomi yang minim, harga kebutuhan yang tak stabil, dan sulitnya lapangan pekerjaan. Hal itu keluhan terbesar yang kami tanyakan kepada responden,” kata Roland Muwari.

Harapan masyarakat juga ditanya pada materi survey tersebut. “Masyarakat ingin terbukanya lapangan pekerjaan baru. Masyarakat ingin harga bahan pokok stabil. Dan masyarakat ingin wali kota baru yang membawa Kota Medan ke arah lebih baik,” kata Roland.

Survey tersebut diselenggarakan di Medan tepatnya di 21 kecamatan dengan sampel koresponden sebanyak 800 orang dengan metode random sampling dan margin eror sebesar 3,5 persen.

Salah satu poin survey, bahwa sebanyak 96 persen masyarakat Medan sudah mengetahui Pilkada Medan digelar pada 9 Desember 2020. Kemudian sebanyak 52 persen masyarakat Medan akan tetap datang ke TPS untuk mencoblos walaupun dalam masa pandemi Covid-19. (rel)

Debat Paslon Bupati Sergai Berakhir, Dambaan Optimistis Menang

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Debat ketiga atau terakhir Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Serdang Bedagai sudah selesai dilaksanakan, Sabtu (5/12/2020). Paslon nomor urut 1 Darma Wijaya atau Wiwik dan Adlin Umar Yusri Tambunan optimisti menang pada Pilkada 9 Desember mendatang.

“Kita optimis menang, karena memang rakyat butuh perubahan,” ujarnya saat ditemui usai debat kandidat di Hotel Grand Mercure Jalan Sutomo Medan, Sabtu (5/12).

Saat debat, Darma Wijaya mengenakan kemeja Putih kompak dengan wakilnya Adlin Umar Yusri Tambunan. Didampingi Istri dan para pendukungnya, ia menyempatkan diri untuk salat zuhur berjamaah di hotel.

Wiwik menambahkan selama ini para pemimpin lebih mementingkan kebutuhan pribadinya dibandingkan kepentingan rakyat. “Padahal banyak hak dan kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi. Sehingga Sergai butuh perubahan, ubah maindset dan pola pikirnya,”ujarnya.

Untuk itu, tambah Wiwik, dibutuhkan pemimpin yang pro rakyat, yang peduli akan nasib rakyat khsusunya rakyat kecil di Serdang Bedagai.
“Rakyat harus cerdas, kami mengajak masyarakat khususnya Serdang Bedagai, hadir ke TPS pada 9 Desember. Pilih nomor 1, Dambaan,” ujarnya lugas.

Sesuai dengan Visi Misi Dambaan, Maju Terus, Mandiri Sejahtera Religius. Sergai kedepan dipastikan berubah, baik wajahnya di sisi infrastruktur, pendidikan, layanan kesehatan serta layanan birokrasi pemerintahan.
Usai menghadiri debat, Haji Darma Wijaya disambut dengan Salawatan dari alim ulama yang ada di Sergai dan para pendukungnya.(*)

Debat Publik Pamungkas, Ijeck Dampingi Bobby-Aulia

MEDAN, SUMUTPOS.CO — Kehadiran Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara, Musa Rajekshah menambah semangat dan dukungan moral bagi calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution dan Aulia Rachman di Gtand Aston City Hall Medan, Sabtu (5/12/2020).

Pantauan wartawan, pria yang akrab disapa Ijeck terlihat mendampingi Bobby-Aulia keluar dari pintu lift lantai I, menuju grand ballroom, lokasi debat publik pamungkas Pilkada Medan 2020.

Keluar dari pintu lift, Bobby Nasution dan Aulia Rachman mempersilakan Ijeck keluar terlebih dahulu sebagai tanda menghormati ketua DPD Partai Golkar Sumut itu.

Namun sebaliknya, Ijeck ternyata lebih menghormati paslon nomor urut 2 tersebut.

Memakai kemeja putih dipadukan celana panjang hitam, Ijeck saat keluar dari pintu lift, mempersilakan pasangan Bobby-Aulia keluar dahulu dari pintu lift.

“Silakan, calon wali kota dan wakil wali kota dahululah,” kata Ijeck.

Kehadiran Ijeck mendampingi Bobby-Aulia mengikuti debat terakhir itu bukan tanpa alasan. Sebab, keduanya sama-sama memiliki itikad kuat menjadikan Kota Medan yang religius.

Salah satu buktinya, bila dipercaya memimpin Kota Medan, pasangan Bobby-Aulia akan menginisiasi terbitnya Peraturan Walikota (Perwal) tentang wajib belajar Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) yang perdanya sudah diterbitkan DPRD Medan 2014 lalu. Paling tidak, dengan adanya perwal itu maka akan mewajibkan murid SD untuk bisa membaca Alquran.

“Perdanya telah terbit 6 tahun yang lalu. Tapi sampai saat ini perwalnya yang menjadi petunjuk teknis pelaksanaannya belum ada,” kata Bobby.

Inisiasi penerbitan perwal itu bukan tanpa alasan. Mengingat, generasi muda mengalami krisis moral dan pendidikan agama sangat berperan penting untuk mengatasi masalah tersebut. Selain itu, pasangan Bobby-Aulia juga akan merealisasikan pembangunan Islamic Centre

Adapun Bobby rencana kembangkan luas lokasi Islamic Centre dari 22 hektare menjadi 100 hektare bila terpilih menjadi wali Kota Medan. Rencana pengembangan Islamic Center itu setelah Bobby Nasution menerima aspirasi dari masyarakat. Sejak 15 tahun lalu diwacanakan akan dibangun, namun hingga kini proyek tersebut belum dimulai.

Sekadar informasi, pada 2017 lalu lahan seluas 22 hektare telah dibebaskan, namun setelah Bobby menerima masukan dari masyarakat, luas lokasinya hendaknya diluaskan hingga 100 hektar.

“Sejak awal saya sudah punya konsern terkait Islamic Centre. Rencana dibangun sudah 15 tahun, tapi belum terealisasi. Insya Allah nanti kita akan lanjutkan. Bahkan kita akan tambah luas lokasinya hingga 100 hektare. Nanti kalau dapat lahannya 100 hektare baru kita buat desainnya. Itu tadi kemauan masyarakat. Karena bakal bisa dijadikan sumber perekonomian dan objek wisata baru di Medan,” ungkap Bobby. (rel)

KNPI Sumut Bantu Korban Banjir Kampung Lalang yang Kelaparan

MEDAN, SUMUTPOS.CO — Menerima kabar korban banjir di Kampung Lalang mengalami kelaparan, Ketua DPD KNPI Sumut Samsir Pohan bersama jajaran pengurus bergegas menyerahkan bantuan makan, minuman hingga makanan ringan kepada warga, Jumat (4/12/2020) malam.

Samsir Pohan yang didampingi jajaran pengurus DPD KNPI Sumut Sabaruddin Ahmad, Yafie Qobar Rambe, Oki Ferianda, Arwinsyah Hasibuan dan Edison Tamba menyampaikan rasa duka terhadap para korban.

Salah seorang warga Kampung Lalang, Zuraidah, 64, menyampaikan rasa terimakasih atas kepedulian kaum muda tersebut. “Terimakasih ya, nak atas kepeduliannya. Memang di sini tadi air sepinggang, kami baru siap bersih-bersihkan,” katanya.

Dari Kampung Lalang, pengurus DPD KNPI Sumut juga turun ke lokasi korban Banjir Bandang di Jalan Flamboyan, Tanjung Selamat. Di lokasi perumahan De’ Flamboyan, terlihat air kembali naik. Sehingga ratusan warga posisinya sebagian besar di atap rumah masing-masing.

Ananta Sembiring, warga setempat, menjelaskan bahwa kondisi di dalam perumahan masih terdapat ratusan warga yang bertahan di rumah.

“Selain bantuan berupa makanan, jikalau ada obat-obatan, pakaian anak-anak, dewasa, pakaian dalaman serta alat evakuasi berupa sampan kerat,” pungkasnya. (rel/prn)

Pendukung Bobby-Aulia Salurkan Bantuan 200 Paket Sembako Bagi Korban Banjir

MEDAN, SUMUTPOS.CO — Meringankan beban para korban banjir di Kota Medan, PB Tako Indonesia pendukung Bobby Nasution-Aulia Rachman menyalurkan bantuan 200 paket Sembako, Jumat (4/12/2020).

Ratusan paket sembako itu disalurkan di empat titik lokasi terdampak banjir Medan, diantaranya Kampung Aur Kecamatan Medan Maimun dan kawasan seputar Masjid Bengkok, di mana berdiri Madrasah Al-Washliyah tertua di Medan yang berdiri sejak 1930.

Selain itu, bantuan itu disalurkan juga di Kecamatan Medan Helvetia dan Kecamatan Medan Johor.

Teguhsi, Ketua Tako Indonesia Medan menjelaskan bantuan 200 paket sembako itu merupakan bentuk rasa kemanusiaan pihaknya terhadap korban banjir di Medan.

Mengingat, di saat bencana seperti ini, para korban banjir sangat membutuhkan bantuan terkhusus sembako.

“Ini murni bantuan sosial dan bantuan ini merupakan inisiatif dari kawan-kawan Tako Indonesia,” jelas Teguhsi.

Ia mengharapkan bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi para korban banjir di Medan. Serta mengesampingkan asumsi politik Pilkada.

“Walau bantuannya tidak banyak, tapi setidaknya ratusan paket sembako itu dapat bermanfaat bagi para korban banjir,” ujarnya.

“Insya Allah kegiatan utk banjir ini terus kita tambah dan akan dilanjutkan dengan gotong royong dan pemberian alat kebersihan, seperti sabun dan lainnya di pemukiman yang berdampak,”.

Lebih lanjut Teguhsi menambahkan, Tako Indonesia Cabang Medan sebelumnya juga telah menggelar bakti sosial meringankan beban para warga Tako Indonesia di Medan dan sekitarnya.

“Memang kami kerap menggelar bakti sosial. Sebelumnya, kami juga memberikan bantuan untuk para warga Tako Indonesia di Medan,” ujarnya. (rel)

Korupsi dan Lemahnya Perencanaan Bikin Anggaran Pusat Minim ke Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO — Pemerintah kabupaten/kota tak terkecuali Medan, harus mampu menyelaraskan program daerah dengan program pemerintah pusat. Ini menjadi jaminan agar penyerapan dana alokasi khusus (DAK) terbuka lebar.

Sudah menjadi perbincangan publik, keterlambatan kemajuan Kota Medan diantaranya terjadi akibat kekurangan dana untuk membangun proyek strategis. Misalnya, infrastruktur pencegah banjir di kawasan Medan Bagian Utara dan pusat kota tentunya.

Mengandalkan APBD Kota Medan tentu saja tak cukup. Maka, salah satu harapan bantuan dana adalah dari DAK yang digelontorkan pemerintah pusat.

“Kalau DAU (Dana Alokasi Umum) itu sudah ada rumusannya seperti jumlah penduduk, jumlah PNS, luas wilayah dan lainnya. Karena umumnya DAU itu untuk membayar belanja operasional pemerintah daerah. Sedangkan DAK diberikan berdasarkan tujuan khusus, misalnya pembangunan infrastruktur pendukung, penugasan, daerah pinggiran dan tertinggal,” terang Pakar Ekonomi asal Universitas Sumatera Utara (USU), Wahyu Pratomo Sabtu (5/12/2020).

Kata Wahyu, DAK biasanya bersaing antardaerah tergantung dari tujuan pembangunan nasional. Kalau daerah itu tidak sinkron perencanaanannya dengan pusat maka tidak ada celah untuk mendapatkan DAK.

“Selain itu mana yang lebih mendesak untuk diberikan karena ada kompetisi antardaerah serta pertimbangan khusus. Jika proposalnya disiapkan dengan bagus dan lengkap akan berpeluang untuk mendapatkannya,” lanjut Wahyu.

Integritas kepemimpinan dan faktor kepercayaan tentu saja jadi indikator yang memuluskan pencairan DAK. Sayang sekali pemerintahan sebelumnya tak punya legetimasi untuk menyedot anggaran dari pusat. Hal itu diperparah dengan korupsi yang merajalela di Pemko Medan.

“Di samping itu walaupun tidak tertulis, kinerja tata kelola pemerintahan secara tepat dan bertanggungjawab dapat menjadi faktor stimulus pencairan DAK,” imbuhnya.

Kemudian ada celah lain untuk menyerap dana bantuan dari pemerintah pusat. Namanya dana insentif daerah (DID).

“Bagi daerah yang memiliki SAKIP atau Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah akan dapat insentif. Daerah yang masih di bawah B, ya sulit mendapatkan DID. Dan, Medan SAKIP-nya di bawah B,” ungkap Wahyu.

Dengan reputasi Pemko Medan yang buruk ini, bukan tak mungkin pembangunan yang telah dicanangkan akan dibatalkan akibat ketidakpercayaan pusat.

Apalagi saat ini dan ke depan pemerintah pusat sudah merancang pembangunan sistem transportasi massal seperti LRT dan BRT.

Skema belanjanya dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta badan usaha yang dikenal dengan istilah KPBU atau Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha.

“Kalau daerah tidak menyiapkan anggaran pendamping bisa jadi pemerintah pusat membatalkan rencana pembangunan sistem transportasi massal di Medan. Alasannya daerah tidak sanggup,” katanya.

Karenanya publik mengharapkan wali Kota Medan ke depan harus dapat menyiapkan anggaran untuk pendampingan proyek yang bermanfaat untuk masyarakat.

Seluruh pemaparan ekonom tersebut agaknya bisa dilaksanakan dengan baik jika Pemko Medan kelak dipimpin wali kota muda yang punya akses luas ke pemerintah pusat.

Adalah Bobby Nasution, pasangan calon nomor urut 2 yang notabene menantu Presiden Jokowi. Program yang dicanangkan Bobby Nasution selalu dikatakannya harus berkolaborasi dengan pusat, juga kabupaten kota lainnya.

“Jadi pemimpin harus sampai ke atas dan cecah ke bawah. Di tingkat pusat didengar di masyarakat pun didengar. Insya Allah saya bertekad maju untuk wujudkan hal itu. Semua demi keberkahan masyarakat Medan,” kata Bobby. (rel)

Dishub Tebingtinggi Sosialisasikan Keselamatan Lalu Lintas

PAPARAN: Sekdako Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi didampingi Kadishub Saprin Harahap saat pelatihan keselamatan berlalulintas.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Daerah (Sekdako) Tebingtinggi, Muhammad Dimiyathi didampingi Kadis Perhubungan Saprin Harahap membuka kegiatan sosialisasi keselamatan lalu lintas di Aula Dinas Perhubungan, Jalan Gunung Lauser, Kota Tebingtinggi, Kamis (3/11).

PAPARAN: Sekdako Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi didampingi Kadishub Saprin Harahap saat pelatihan keselamatan berlalulintas.
PAPARAN: Sekdako Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi didampingi Kadishub Saprin Harahap saat pelatihan keselamatan berlalulintas.

Sekdako Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi, mengatakan masih ada ditemukan berbagai pelanggaran berlalulintas, maka dengan adanya sosialisasi ini, Pemerintah Kota Tebingtinggi mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat agar lebih mematuhi prosedur keselamatan dalam berkenderaan.

“Kami harap masyarakat yang menjadi peserta sosialisasi bisa memberikan contoh yang baik kepapa masyarakat lain, khususnya pengendara sepeda motor dan pengemudi atau supir mobil untuk benar benar mematuhi peraturan dalam bekendara dan mematuhi keselamatan dalam bekenderaan, seperti menataati peraturan lalulintas, artinya mentaati undang undang yang ada,” bilangnya.

Sementara Kadis Perhubungan Kota Tebingtinggi, Saprin Harahap menyatakan peserta yang mendapatkan pelatihan dari narasumber agar bisa menerapkan peraturan dalam keselamatan lalulintas. Artinya, masyarakat nantinya harus paham dan bisa menerapkan dalam tatanan baru, seperti mematuhi protokol kesehatan karena saat berkendaraan juga harus pakai masker.

“Peserta yang ikut seharusnya bisa menjadi corong bagi masyarakat lainnya, karena saat ini, banyak masih ditemukan masyarakat belum paham dengan keselamatan dalam berlalulintas,” pinta Saprin. (ian/han)

Wagubsu Lantik Pengurus IPHI Labuhanbatu

HADIRI: Wagubsu saat menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Labuhanbatu.
HADIRI: Wagubsu saat menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Labuhanbatu.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah, membacakan naskah pelantikan pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Labuhanbatu, Jumat (4/12), di Asrama Haji, Kabupaten Labuhanbatu, Jalan SM Raja, Rantauprapat.

HADIRI: Wagubsu saat menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Labuhanbatu.
HADIRI: Wagubsu saat menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Labuhanbatu.

Pelantikan Andi Suhaimi Dalimunthe selaku Ketua Pengurus IPHI Labuhanbatu itu sempat tertunda karena pandemi Covid-19. Pelantikan juga menerapkan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.

Di hadapan pengurus dan anggota IPHI Labuhanbatu, Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah yang merupakan Ketua IPHI Sumut berpesan, agar selalu mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan terhadap sesama.

Disisi lain, Ketua pengurus daerah IPHI Labuhanbatu Andi Suhaimi Dalimunthe mengucapkan selamat datang kepada ketua IPHI Sumatera Utara di Labuhanbatu. Andi Suhaimi berharap bimbingan dan arahan wagubsu dapat memberikan warna tersendiri untuk IPHI Labuhanbatu dalam mengisi pembangunan di Labuhanbatu.

Disebutkannya, IPHI akan terus berbenah ke arah yang lebih baik melalui program – program keumatan yang selalu berpihak kepada kepentingan masyarakat Labuhanbatu. Dalam rangkaian silaturahmi tersebut tausyiah oleh Ustaz Azhar Sitompul.

Sedangkan Pjs Bupati Labuhanbatu sebelumnya berharap kiranya IPHI Labuhanbatu mampu memberikan kontribusi terbaik untuk kabupaten Labuhanbatu dan lebih baik lagi dimasa mendatang, semoga dengan adanya IPHI silaturahmi sesama umat tetap terjaga.

Selain Wagubsu, Pjs. Bupati Labuhanbatu dan ketuai IPHI Labuhanbatu, Hadir dalam silaturahmi tersebut, Ketua MUI Labuhanbatu Darwis, LC, Ketua DMI Labuhanbatu Ustaz Rendi fitrayana, LC, Ketua BAZNAS Erwin Siregar, para anggota IPHI se Kabupaten Labuhanbatu dan majelis taklim kabupaten Labuhanbatu. (fdh/han)

Akhyar Berikan Semangat Korban Banjir di Kampung Aur dan DC Barito

TEMUI: Akhyar Nasution temui warga pasca banjir di Jalan DC Barito, Medan Polonia

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menjelang debat kadidat ketiga, Calon Walikota Medan, Ir Akhyar Nasution menyempatkan diri untuk meninjau banjir di Kampung Aur dan juga di Jalan DC Barito, Kelurahan Sukadamai, Medan Polonia, Sabtu (5/12/2020).

Selain meninjau, Akhyar turut menyemangati para warganya agar tetap tabah dengan musibah ini.

“Kemarin di sini itu sepinggang sampai ke dada. Bahkan di sana itu pak rumah hanyut,” beber Harsini, warga Lingkungan 4 Kampung Aur sembari menunjuk salah satu rumah yang hanyut saat berbincang dengan Akhyar di jembatan Jalan Letjend Suprapto.

Begitupun, Harsini bersama warga lainnya tetap tabah dan siap menerima risiko tinggal di daerah aliran sungai. “Ibarat pepatah, berani tinggal di pantai, berani diterjang ombak. Kita pernah juga debat ke BWS, kita bilang itu (kanal) proyek gagal,” bilangnya.

Begitupun, Harsini mengaku, dia tetap mendukung Akhyar – Salman pada pilkada Medan ini. “Harapan kami kalau bapak duduk jadi Walikota, dapat mengatasi banjir yang ada di Kota Medan ini pak, supaya kami tidak diejek salah memilih,” pintanya.

Usai berbincang di sana, Akhyar pun mencoba turun ke sebuah tangga menuju pemukiman warga tepatnya di samping jembatan.

“Inilah pak mau dibagi-bagikan untuk warga. Kita amankan semuanya pak, jangan takut,” ucap Wina sembari mengayuh ban yang dia tumpangi saat membagikan nasi bungkus kepada warga.

Di sisi lain, Akhyar juga menjelaskan, sungai ini adalah miliknya BWS. Dia pun akan mengintegrasikan penyelesaiannya ini. “Sungai milik BWS, ini yang harus diintegrasikan. Saya akan integrasikan dengan pusat, dan provinsi,” ucapnya.

“Bahkan 1 periode bapak juga belum cukup,” timpal Harsini lagi.

Sembari berjalan melihat lokasi, di Posko IPK persis di samping jembatan, Akhyar diminta warga untuk berfoto bersama. Meski banjir, warga tampak ikhlas dengan cobaan ini.

“Nomor satu. Walaupun kenak banjir, yang penting AMAN,” teriak ibu-ibu di sana.

Selesai melihat banjir di Kampung Aur, Akhyar kembali melanjutkan perjalanan untuk melihat kondisi banjir lainnya. Kali ini, Akhyar menuju lingkungan 1 Jalan DC Barito, Kelurahan Sukadami, Medan Polonia.

Tiba di sana, Akhyar menyapa warga yang tengah membersihkan lumpur sisa banjir.

“Ini sama seperti 10 tahun lalu. Banjirnya 2 sampai 3 meter,” ujar warga DC Barito.

Menurut warga lainnya, Ijal, banjir sudah mulai terlihat pada pukul 01.00 Jumat kemarin. “Jam 2 sudah kerendam, masuk ke rumah warga. Biasanya masih bisa sempat mengangkati, ini udh enggak. Makanya banyak TV yang rusak dan barang elektronik lainnya,” jawab Ijal. (*)

KPUD Labuhanbatu Distribusikan APD ke 1.061 TPS

LEPAS: Ketua KPU Kabupaten Labuhanbatu, Wahyudi beserta lainnya saat pemecahan kendi pelepasan APD Pilkada tahun 2020.fajar/sumutpos.
LEPAS: Ketua KPU Kabupaten Labuhanbatu, Wahyudi beserta lainnya saat pemecahan kendi pelepasan APD Pilkada tahun 2020.fajar/sumutpos.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Labuhanbatu melepas truk pembawa logistik non pemilu berupa alat pelindung diri (APD), Jumat (4/12), di halaman KPU Jalan WR Supratman, Rantauprapat.

LEPAS: Ketua KPU Kabupaten Labuhanbatu, Wahyudi beserta lainnya saat pemecahan kendi pelepasan APD Pilkada tahun 2020.fajar/sumutpos.
LEPAS: Ketua KPU Kabupaten Labuhanbatu, Wahyudi beserta lainnya saat pemecahan kendi pelepasan APD Pilkada tahun 2020.fajar/sumutpos.

Logistik TPS akan didistribusikan ke 1.061 TPS pada Pilkada Labuhanbatu 9 Desember tahun 2020.

Ketua KPU, Wahyudi sesaat sebelum melakukan pelepasan truk pembawa logistik non pemilu itu menjelaskan, seperti kebiasaan, mereka ada melakukan seremonial dengan memecahkan sebuah kendi tanah yang berisikan air.

Dikatakan Wahyudi, seremonial pemecahan kendi berisikan air bersih tersebut, secara filosofis akan menimbulkan rasa sejuk, dingin, sehat dan tenteram terhadap semua yang berkaitan, baik penyelenggara, peserta hingga masyarakat.

Dijelaskannya, pengiriman pertama tersebut masih dalam kategori APD yang akan dibutuhkan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) serta pemilih yang terdaftar.

“Hari ini masih pengirimannya selesai semua untuk 9 kecamatan atau 98 desa dan kelurahan. Jenisnya masih APD dan bukan jenis logistik. Itu kebutuhan untuk PPK, PPS, KPPS dan pemilih dengan sebaran 1.061 TPS,” ujarnya.

Lebih jauh dipaparkan Wahyudi, adapun jenis APD antisipasi penyebaran Covid-19 yang telah didistribusikan yakni, handsanitizer, sabun cair cuci tangan, cairan disinfektan, masker kain, semprotan/sprayer, tisu towel sheet, fasilitas cuci tangan (tong air tambah kran).

Selanjutnya, sarang tangan plastik, kantong plastik tempat sampah, pelindung wajah, masker sekali pakai, sarung tangan karet/latex, thermometer infrared/thermogun serta baju hazmat. (fdh/han)