BERSAMA: Wali kota Sibolga, Syarfi Hutauruk foto bersama dengan para kepling se-kota Sibolga.
SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – Kepala Lingkungan (Kepling) se-Kota Sibolga diberikan Pembekalan Tugas dan Fungsi oleh Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk. Pembekalan dilaksanakan di Aula Topaz Hotel Wisata Indah Jalan Brigjen Katamso No.57 Sibolga, Senin (16/11).
BERSAMA: Wali kota Sibolga, Syarfi Hutauruk foto bersama dengan para kepling se-kota Sibolga.
Dalam sambutannya, Wali Kota Sibolga menjelaskan tentang fungsi dan tugas seorang kepling.
“Sesuai dengan Peraturan Wali Kota Sibolga Nomor : 130/37/2012 BAB II Pasal 4 bahwa masa kerja Kepling paling lama 3 (tiga) tahun dan umur maksimal 56 tahun. Diharapkan seluruh peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, sehingga Kepling dalam mengemban tugasnya benar-benar mengerti prinsip pelayanan masyarakat dalam pencapaian pembangunan di Kota Sibolga,” ungkapnya.
“Pada saat ini berada dalam tahun politik, karena sebentar lagi akan melaksanakan pesta demokrasi yaitu pemilihan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota pada tanggal 9 Desember 2020. Seluruh Kepling se-Kota Sibolga agar bijak melaksanakan tugasnya, jangan ikut-ikutan berpolitik praktis, jangan ada yang golput dan mengitimidasi warga untuk mengarahkan memilih salah satu pasangan calon, biarkan masyarakat memilih sesuai dengan hati nuraninya, jangan ada unsur paksaan kepada masyarakat karena kepling itu harus netral,” sambung Syarfi.
Sebelumnya, Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setdakot Sibolga, Ahmad Yani Nasution dalam laporannya menyampaikan, bahwa tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya aparat kelurahan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, sehingga tercipta lingkungan yang nyaman, aman, unggul, indah dan lestari serta mampu bekerja secara efisien, efektif dan profesional dalam melayani masyarakat.
“Kegiatan ini bertujuan untuk penegasan kepada para kepling agar melaksanakan tugasnya sesuai aturan,” tegasnya.
Turut hadir dalam pembekalan ini, para Staf Ahli dan Asisten, Pimpinan OPD se-Kota Sibolga, Camat dan Lurah se-Kota Sibolga, serta Kepling se-Kota Sibolga selaku peserta. (mag-8/ram)
HADIR: Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah saat menghadiri acara ‘Membangun Kerja Sama dengan Pihak Lain untuk Mewujudkan Kampung Bersih Berbasis Komunitas Peduli Sampah’, Senin (16/11), di Sekolah Alam Al-Ayman Plus Tahfiz, Jalan Aman Abadi Desa Tuntungan, Kecamatan Pancurbatu Kabupaten Deliserdang.
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Sampah selalu dikonotasikan dengan sesuatu yang sudah tidak berguna dan pantas untuk dibuang. Tidak banyak yang tahu kalau ternyata sampah juga bisa diolah kembali menjadi barang berguna hingga bernilai ekonomi. Jika masyarakat bijak dalam mengelola sampah, bisa dipastikan banyak manfaat yang akan diperoleh, baik dari segi kebersihan, kesehatan hingga ekonomi.
HADIR: Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah saat menghadiri acara ‘Membangun Kerja Sama dengan Pihak Lain untuk Mewujudkan Kampung Bersih Berbasis Komunitas Peduli Sampah’, Senin (16/11), di Sekolah Alam Al-Ayman Plus Tahfiz, Jalan Aman Abadi Desa Tuntungan, Kecamatan Pancurbatu Kabupaten Deliserdang.
Hal ini disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah saat menghadiri acara ‘Membangun Kerja Sama dengan Pihak Lain untuk Mewujudkan Kampung Bersih Berbasis Komunitas Peduli Sampah’, Senin (16/11), di Sekolah Alam Al-Ayman Plus Tahfiz, Jalan Aman Abadi Desa Tuntungan, Kecamatan Pancurbatu Kabupaten Deliserdang.
Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pula penyerahan alat pembuatan briket dan ekoenzim kepada empat kelompok masyarakat untuk membantu melakukan kegiatan pengelolaan sampah di wilayah masing-masing.
“Sampah tidak boleh kita sepelekan. Kita harus bijak mengelola sampah, karena dampaknya juga kita yang akan merasakan. Untuk itu, saya sangat mengapresiasi Rumah Briket milik Ibu Rena Arifa Simbolon yang berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Sumut untuk menuntaskan persoalan sampah di Sumut. Mudah-mudahan melalui alat yang kita serahkan hari ini, bermunculan kampung-kampung bersih berbasis komunitas peduli sampah di seluruh kabupaten/kota,” harap Wagub.
Apresiasi juga disampaikan Wagub kepada Sekolah Alam Al-Ayman Plus Tahfiz yang mengusung konsep pembelajaran berbasis lingkungan. Model pendidikan seperti ini, menurut Wagub, akan melahirkan generasi muda yang cinta lingkungan.
“Di sekolah ini juga kita serahkan alat pembuatan briket dan ekoenzim. Mudah-mudahan anak-anak kita bisa belajar dan terapkan di lingkungan rumah masing-masing,” tuturnya.
Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemprov Sumut melalui Wagub Musa Rajekshah dan Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumut atas diselenggarakannya kegiatan yang bermanfaat tersebut di Sekolah Alam Al-Ayman Plus Tahfiz Pancurbatu, Deli Serdang. Diharapkan kegiatan hari ini, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Deli Serdang lainnya yang turut hadir untuk menjaga lingkungan sekitar, mengelola sampah rumah tangga dengan benar dan memotivasi untuk belajar mengolah sampah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.
Sebelumnya, Plt Kepala DLH Sumut Binsar Situmorang selaku Ketua Panitia Penyelenggara mengatakan bahwa tujuan diselenggarakannya kegiatan hari ini adalah untuk meningkatkan peran serta masyarakat untuk memilah dan memanfaatkan sampah organik. Kemudian, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mengapresiasi kelompok masyarakat yang telah berperan dalam melaksanakan pengelolaan sampah di tengah masyarakat.
“Pertambahan penduduk dan ragam aktivitas manusia tentunya berdampak pula pada pertambahan volume, jenis dan karakteristik sampah yang dihasilkan. Belum lagi keadaan ini juga diperparah dengan kesadaran masyarakat yang masih minim untuk mengelola sampah. Baik itu memilah, mendaur ulang atau bahkan manjadikan sampah bernilai ekonomi. Melalui kegiatan ini, semoga menjadi contoh dan wawasan bagi masyarakat bahwa sampah juga bisa disulap menjadi barang bernilai ekonomi,” jelas Binsar.
Sebagai salah satu solusi inovatif pengelolaan sampah, kata Binsar, pembuatan briket dan ekoenzim telah diterapkan melalui pelatihan-pelatihan kepada kelompok ibu, kelompok tani, komunitas lingkungan di Medan dan Deli Serdang sebanyak 7 kali pelatihan sejak 10 Mei 2020. Masing-masing pelatihan dihadiri 20 hingga 30 peserta.
“Jadi selama pelatihan, sekitar 170 peserta telah turut serta dan menghasilkan lebih dari 3.000 liter ekoenzim dari sekitar 1 ton sampah buah dan sayuran,” terang Binsar.
Pemilik Rumah Briket Rena Arifa Simbolon menyampaikan pujian dan apresiasi atas kepedulian Wagub Musa Rajekshah terhadap lingkungan khususnya pengrajin arang. Selanjutnya, Rena sepakat dengan Wagub bahwa sampah senantiasa dikonotasikan dengan sesuatu yang tidak berguna. Padahal, jika mampu mengelolanya, sampah bisa menjadi barang bernilai ekonomi. Contohnya, briket yang dibuat dari sampah organik kering dan ekoenzim dari sampah organik basah.
“Kedua benda hasil olahan sampah ini banyak manfaatnya dan bisa kita jual. Misalkan, briket bisa jadi bahan bakar, penyerap bau, debu, bakteri dan pemanas ruangan. Keunggulannya tidak berasap, tidak berapi, tidak berbau. Begitu pula ekoenzim, kaya manfaat bisa jadi pupuk dan sebagainya, Untuk itu, sekali lagi terima kasih kepada Bapak Wagub yang juga merupakan pembina pengrajin arang untuk dukungan dan kepedulian terhadap lingkungan,” ucap Rena.
Diketahui, kelompok masyarakat penerima bantuan alat pembuat briket dan ekoenzim adalah KSN Mentari dari Labuhanbatu, Perhimpunan Remaja Marindal II atau Permada dari Deli Serdang, Sekolah Alam Al-Ayman Plus Tahfiz Deli Serdang, Gugus Dharma Gema Medan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut mewakili unsur Forkopimda Deli Serdang, mewakili DLH kabupaten/kota, unsur muspika Pancurbatu, Pembina Yayasan Quantum Indonesia Ilyas Tarigan, Ketua Yayasan Quantum Indonesia Juarso, penerima bantuan, kelompok penggiat lingkungan dan masyarakat.(prn/ram)
KUNJUNGAN KERJA: Kepala BPBD Binjai menerima rombongan BNPB saat melakukan kunjungan kerja.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Binjai, Ahmad Yani menerima kedatangan kunjungan Kepala Sub Bidang Mitigasi, Irwan Amrun, di Kantor BPBD Kota Binjai, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 113, Kelurahan Mencirim, Binjai Timur, akhir pekan lalu.
KUNJUNGAN KERJA: Kepala BPBD Binjai menerima rombongan BNPB saat melakukan kunjungan kerja.
Dijelaskan Yani, kedatangan rombongan Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang dipimpin jenderal purnawiran tersebut, dalam rangka kunjungan kerja. “Kedatangan dari BNPB ini, tujuannya untuk mendukung kegiatan Bidang Perubahan Perilaku Satgas di masa Pandemi Covid-19,”ungkap Yani, Senin (16/11).
Menurutnya, materi yang dibahas bersama rombongan BNPB cukup penting. Terlebih bagaimana cara BPBD Kota Binjai dalam memberi seruan atau imbauan kepada masyarakat menghadapi pandemi Covid-19 yang saat ini masih berkepanjangan.
“Di sini perlu dijelaskan, adapun maksud dari perubahan perilaku Satgas Covid-19 yakni menangani permasalahan penularan dengan mendorong percepatan perubahan perilaku di masyarakat,” kata Yani.
Dia menambahkan, perubahan perilaku dinilai penting. Bahkan, sebagai kunci pencegahan. “Dengan demikian, diharapkan bahwa penyadaran dan perubahan perilaku tersebut dapat memutus rantai. Caranya dengan menggunakan masker, menjaga jarak serta menghindari dari kerumunan,” beber Yani.
“Kunjungan yang dilakukan oleh BNPB adalah merupakan bagian dari sejumlah rangkaian program kerja antara pusat dan daerah termasuk di Kota Binjai dalam rangka penanganan Pandemi Covid-19,” pungkasnya. (ted/han)
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Hampir sebulan, pencarian 3 bocah yang hilang saat bermain di sekitar lokasi galian masih dilakukan. Bahkan saat ini, Ditreskrim Poldasu bersama Polres Langkat telah membentuk tim khusus untuk mencari keberadaan ketiga bocah malang itu.
ilustrasi
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Poldasu, Kombes Irwan Anwar, Minggu (15/11) malam, mengatakan pihaknya telah mengintensifkan penyelidikan terhadap 3 bocah itu.
“Sejauh ini, personel Ditreskrimum Poldasu bersama Polres Langkat dibantu sejumlah relawan serta warga masih terus mengintensifkan penyelidikan terkait pencarian 3 bocah hilang itu” ujarnya.
Selain pencarian secara intensif, lanjut Irwan Anwar, pihaknya juga melakukan tahap penyelidikan terkait adanya unsur-unsur lain yang menyebabkan hilangnya ketiga bocah tersebut.
Bahkan agar pencarian semakin intensif, pihaknya juga telah membetik tim khusus untuk mengungkap hilangnya 3 bocah itu tersebut. “Tim telah melakukan pengecekan areal galian yang disebut sebagai lokasi awal hilangnya ketiga bocah. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan. Kepolisian optimis penyebab hilangnya ketiga bocah akan segera terungkap,” pungkasnya.
Ketiga bocah yang hilang itu bernama Yogi Tri Herlambang (7), Nizam Auvar Reja (7), dan Alviza Zahra (7). Ketiganya warga Desa Naman Jahe Kecamatan Salapian, Langkat, hilang sejak Minggu (18/10).
Sebelum hilang, ketiganya masih terlihat bermain di lokasi timbunan, namun mereka tak kunjung pulang hingga dilaporkan menghilang.
Kapolsek Salapian, Iptu Sutrisno mengatakan, saksi-saksi sempat menyebut ketiga anak itu awalnya melihat-lihat alat berat yang sedang bekerja mencuci parit batas, sekitar pukul 10.30 WIB. Alat berat itu kemudian berhenti bekerja dan pindah lokasi berjarak 1 km.
Dan para saksi juga sempat melihat ketiga anak itu bermain perosotan di bekas timbunan tanah. Dan sekitar pukul 11.00 WIB, saksi Efi melihat ketiga bocah itu bermain di dekat pos palang kembar area perkebunan PT Langkat Nusantara Kepong (LNK) Kebun Tanjung Keliling. Hingga pukul 14.00 WIB, anak-anak tersebut tak kunjung pulang.(mag-1/han)
SERAHKAN: Ketua KPU Binjai, Zulfan Effendi menyerahkan sertifikat kepada Wartawan Sumut Pos, Teddy Akbari, meraih juara 3 pada lomba karya tulis KPU Binjai, yang digelar di Pendopo Umar Bakri, Jalan Veteran, Kelurahan Tangsi, Binjai Kota, Senin (16/11).TEDDY AKBARI/SUMUT POS.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Binjai mengumumkan pemenang lomba karya tulis yang digelar Pendopo Umar Bakri, Jalan Veteran, Kelurahan Tangsi, Binjai Kota, Senin (16/11).
SERAHKAN: Ketua KPU Binjai, Zulfan Effendi menyerahkan sertifikat kepada Wartawan Sumut Pos, Teddy Akbari, meraih juara 3 pada lomba karya tulis KPU Binjai, yang digelar di Pendopo Umar Bakri, Jalan Veteran, Kelurahan Tangsi, Binjai Kota, Senin (16/11).TEDDY AKBARI/SUMUT POS.
Ketua KPU Binjai, Zulfan Effendi mengatakan, rangkaian kegitan yang dilaksanakan berdasarkan PKPU Nomor 5 Tahun 2020. Adalah melakukan sosialisasi untuk seluruh masyarakat demi meningkatkan partisipasi pemilih. “Ini (lomba) juga bagian dari sosialisasi untuk mengajak seluruh masyarakat dapat berpartisipasi menyukseskan dan mengingatkan bersama agar dapat hadir ke TPS pada Rabu 9 Desember 2020,” ujar dia.
Zulfan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat umum dan insan pers yang telah ikut berpartisipasi dalam lomba tersebut. Bagi dia, semua karya yang telah dikirim adalah terbaik. “Mari sama-sama kita mendukung Kamtibmas yang kondusif agar Pilkada dapat berjalan aman, lancar dan sukses,” ujar dia.
Sementara, Ketua Divisi Sosialisasi, Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat KPU Binjai, Robby Effendi yang mengumumkan pemenang lomba karya tulis untuk kategori masyarakat umum dan insan pers. Pada kesempatan ini, wartawan Sumut Pos, Teddy Akbari meraih juara 3. “Ada 44 tulisan yang masuk untuk kategori masyarakat umum dan pers. Dari jumlah ini, 14 di antaranya adalah pers,” ujar dia.
“Saat penjurian, cukup sulit. Semua tulisan yang dikirim bagus-bagus. Namun kami, memilih yang terbaik dari yang terbaik,”sambung Robby sembari mengucapkan selamat kepada para pemenang.
Sedangkan untuk lomba karya tulis kategori masyarakat umum, Juara 1 diraih oleh Endhika Sri Syafitri, Juara 2 Khairunia Hasanah, Juara 3 Malinda Sari Sembiring, Harapan 1 Agus Purwanto, Harapan 2 Labayk Simanjorang, Harapan 3 Andi Fahroji, Harapan 4 Syamsul Agus, Harapan 5 Juniper Silitonga dan Harapan 6 Anugrah Robby Syahputra. (ted/han)
METERAN: BerandaMas yang dibangun di kawasan Bekasi dilengkapi dengan meteran untuk memudahkan pengguna menggunakan bahan bakar gas bumi.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sejalan dengan Tema HUT PT Pertamina (Persero) sebagai Holding Migas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dalam memperluas pemerataan dan pemanfaatan energi, kali ini PGN Group menawarkan layanan terintegrasi agar nilai lebih gas bumi sebagai sumber energi yang bersih dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas.
METERAN: BerandaMas yang dibangun di kawasan Bekasi dilengkapi dengan meteran untuk memudahkan pengguna menggunakan bahan bakar gas bumi.
Melalui BerandaMas yang dikelola PT Permata Graha Nusantara (PGN Mas) selaku Anak Perusahaan PGN, mendukung upaya PGN dalam pengelolaan gas bumi dengan menyediakan kawasan hunian pintar berbasis gas bumi dan ramah lingkungan.
BerandaMas berada di kawasan yang cukup strategis dan terpadu di Kawasan Vida Bekasi, Jalan Raya Narogong km 11, Bentargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat yang mengintregrasikan kawasan hunian dan komersial.
Direktur Komersial PGN Faris Azis menjelaskan bahwa BerandaMas merupakan Indonesia First Energy Base House Estate. BerandaMas didukung oleh fasilitas dan infrastruktur dari PGN Group, seperti jaringan pipa gas rumah tangga (jargas), fasilitas internet yang tersambung melalui jaringan Fiber Optik PGNCOM, jaringan utilitas listrik dari PLN, dan menggunakan solar panel. Semua jaringan tersebut berada di bawah tanah, sehingga tidak ada kabel-kabel bersliweran antar rumah.
“Dengan jargas akan lebih aman karena pemasangan pipa gas dilakukan oleh teknisi yang bersertifikasi di bidangnya dan akan selalu dimonitor secara berkala. Jargas juga lebih ramah lingkungan dan praktis dengan gas yang mengalir 24 jam. Dengan jargas yang harganya lebih murah, akan dapat menghemat biaya energi sekitar 50% setiap bulannya,” jelas Faris, (12/11/2020).
Faris melanjutkan, teknologi Fiber Optic Network dapat membuat akses internet di BerandaMas dapat lebih cepat dan eksklusif, dengan kecepatan hingga 10Mbps dan koneksi internet yang lebih stabil.
Kemudian Solar panel berfungsi untuk menyerap energi sinar matahari yang dikonversi menjadi listrik. Dengan kapasitas 1300 (WP) Wattpeak, maka dapat menghemat penggunaan listrik saat siang hari. Dampak yang dapat dirasakan, adanya penghematan yang bisa mencapai 40% per bulan.
Dengan didesain oleh Andra Martin, yang merupakan Desainer Top Kenamaan Dunia, BerandaMas mengedepankankan Green Living Concept yang mengutamakan pencahayaan dan sirkulasi udara alami. Selain itu, juga dilengkapi dengan pedestrian yang nyaman untuk pejalan kaki, club house, dan taman besar di tengah kompleks sehingga dapat menjadi pusat orientasi dari keseluruhan kompleks.
Adapun jarak antar tembok dengan jarak tertentu agar sinar matahari untuk memberikan ruang bagi sinar matahari dan sirkulasi udara. Desain ini juga dapat mencegah merambatnya api jika terjadi kebakaran di salah satu rumah.
“BerandaMas juga berkonsep Smart Home Concept yang memudahkan penghuni untuk menyalakan dan mematikan perangkat elektronik di dalam rumah dengan menggunakan smartphone,” tambah Faris.
Dari sisi keamanan, BerandaMas didesain satu pintu (one gateway) untuk memasuki kawasan perumahan yang disertai CCTV. Selain itu, dilengkapi dengan IP Live Camera sehingga penghuni dapat mengontrol keamananan rumah dari jarak jauh sekalipun.
Beberapa fasilitas penunjang lainnya yang dapat memberikan kenyamanan dan kemudahan tinggal di BerandaMas, seperti rumah sakit, sekolah, POM Bensin, kantor polisi, dan sport club. Tak lupa, fasilitas penunjang yang dapat memudahkan mobilisasi penghuni, seperti akses shuttle bus menuju titik-titik di Jakarta, dekat dengan Stasiun KAI Bekasi Barat dan Bekasi Timur, LRT, Pintu Tol Jatiasih, dan Tol JORR 2.
“BerandaMas dapat dimiliki oleh masyarakat umum, tidak hanya karyawan PGN saja. Semua unit juga available atau ready stock dengan harga mulai dari Rp 800 juta. Jadi siap huni kapan saja. Bagi yang tertarik dan ingin visit ke BerandaMas dapat membuat appointment dengan tim marketing yang selalu siap menemani,” ujar Faris.
Semua unit BerandaMas memiliki 2 lantai dengan empat tipe interior yaitu Tanagi (60/ 66), Banu (72/ 75), Anila (84/ 89), dan Adanu (105/ 109).
Lebih lanjut, Faris menjelaskan, pembayaran bisa secara kredit melalui Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dengan bank yang sudah bekerjasama seperti Bank BTN, Mandiri, BRI, BNI, BNI Syariah, dan BSM. Selain bank-bank tersebut, juga tetap dapat diajukan KPR ke bank lainnya, karena sertifikat BerandaMas sudah pecah sehingga akan mudah untuk dibantu proses ke bank lain.
“PGN mengupayakan layanan yang terintegrasi. BerandaMas menjadi salah satu wujud realisasinya yakni menyediakan kawasan hunian masa kini yang pintar dan hemat energi. BerandaMas merupakan wujud pilot project layanan beyond gas bumi yang sebentar lagi akan diperluas dalam layanan terintegrasi perwujudan salah satu Program Gasifikasi Nasional, Sapta PGN, bagi masyarakat Indonesia. Hal ini sejalan dengan tujuan PGN dalam menyalurkan energi baik gas bumi yang efisien dan ramah lingkungan,” ujar Faris. (rel/ram)
SUMUTPOS.CO – Sapu lidi asal Sumatera Utara menembus pasar internasional. Sapu lidi yang dipandang sebelah mata ini diekspor ke India untuk tahap awal sebanyak 50 ton dengan nilai 23.250 dolar AS.
ilustrasi Ekspor
“Ekspor perdana lidi Sumut, pengiriman pertama dilakukan awal November dan selanjutnya Desember” ungkap eksportir lidi asal Sumut, Rianto Aritonang, dalam keterangan tertulis, Senin (16/11).
Rianto menjelaskan pihaknya melakukan ekspor sapu lidi dengan bahan baku lidi nipah dan lidi sawit. Kemudian, masing-masing kontrak ekspornya sebanyak 50 ton dan 75 ton. Angka yang baik dalam pengembangan ekspor di Sumut.
“Kontrak ke depan senilai 51.750 dolar AS. Untuk sementara, ekspornya masih ke India dan selanjutnya ke Pakistan dan Nepal,” jelas Rianto.
Selain itu, sapu lidi akan menebus pasar ekspor ke Nepal dengan total 25 ton. Dalam dekat akan dikirim. Rinto mengatakan kebutuhan sapu lidi di negara tersebut besar.
“Peluang ekspor lidi kelapa sawit dan nipah masih sangat besar. Terutama India, Nepal dan Pakistan masih cukup besar. Karena kebudayaan mereka mirip,” ungkap Rianto.
Adapun ketersediaan bahan baku atau lidi itu dalam negeri khususnya Sumut, Riau, Jambi dan Aceh cukup banyak karena ada perkebunan kelapa sawit dan kelapa.
“Perusahaan mengambil lidi itu dari petani dan pedagang pengumpul,” ujar Rianto.
Dia menyebutkan, harga lidi nipah lebih mahal harganya dari lidi sawit. “Lidi yang diekspor itu diinformasikan untuk kebutuhan rumah tangga termasuk untuk hiasan,” ujar Rianto.
Tenaga Ahli Bidang Akses Kepabeanan dan Prosedur Ekspor-Free Trade Agreemen (FTA) Center Medan, Irsan Lubis, menyebutkan, FTA Center Medan terus mengedukasi dan membantu pengusaha berbagai produk untuk bisa memasuki pasar ekspor.
Produk asal Sumut sangat besar peluangnya untuk memasuki pasar ekspor sehingga pengusahanya, ujar Isan perlu mendapat bimbingan. FTA Center merupakan proyek percontohan di bawah pengawasan Kementerian Perdagangan didirikan tahun 2018.
FTA dibentuk untuk memperbaiki defisit neraca perdagangan dan menggenjot ekspor lewat perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement). FTA Center berperan untuk memberikan pelayanan konsultasi, edukasi, dan advokasi tentang perjanjian perdagangan bebas.
“FTA Center mendorong masyarakat dan dunia usaha memahami dan memanfaatkan FTA untuk mengembangkan usaha dan menembus pasar global, ” tandasnya.(gus/ram)
RESMI: Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut Wiwiek Sisto Widayat meresmikan Learning Center milik Kelompok Tani, Juli Tani di Deliserdang.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bank Indonesia (BI) terus melakukan pembinaan terhadap kelompok tani, Juli Tani untuk meningkatkan produksi pertanian di Kabupaten Deliserdang. Dengan pembinaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemasaran sehingga memberikan keuntungan bagi petani.
RESMI: Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut Wiwiek Sisto Widayat meresmikan Learning Center milik Kelompok Tani, Juli Tani di Deliserdang.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut Wiwiek Sisto Widayat saat meresmikan bangunan Learning Centre, Senin (16/11). Wiwiek mengatakan pihaknya mengaku puas dengan pencapaian Kelompok Tani Juli Tani dalam menghasilkan produk cabai merah dan juga padi.
Sebab biasanya dari satu hektar, produktivitas cabai merah hanya 10 hingga 11 ton. Akan tetapi kelompok tani tersebut mampu menghasilkan 21 ton cabai dari satu hektar.
Usai meresmikan bangunan Learning Center, Wiwiek menjelaskan bagunan tersebut sebagai tempat untuk peningkatan capacity building, tetapi sudah menjadi sumber ekonomi baru.
“Tidak hanya sebagai peningkatan Capacity Building saja namun sudah bisa menimbulkan penginapan, sudah bisa memunculkan usaha berjualan yang dilakukan masyarakat sekitar lokasi sehingga menjadi sumber ekonomi baru,”ungkap Wiwiek
“Maka pembangunan Learning Center ini merupakan salah satu upaya BI untuk melakukan pendampingan, mulai dari sisi hulu hingga hilir,” sebutnya.
Dijelaskannya, tahun ini menjadi tahun untuk memperbaiki infrastruktur, memperbaiki struktur ekonomi, termasuk memperbaiki produktivitas komoditi.
“Sehingga nantinya di 2021, pada saat tekanan ekonomi naik kembali, dan tekanan inflasi akan kita alami, maka tidak ada lagi masalah isu ketersediaan pasokan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Wiwiek juga mendorong Kelompok Juli Tani untuk berani mengekspor produk pertanian yang dihasilkan. Apalagi saat ini, Juli Tani juga sudah mengelola peternakan.
“Tahap awal kita bisa titipkan kepada yang sudah punya nomor induk kepabeanan,” ucapnya.
Ketua Kelompok Tani Juli Tani Yareli, ST mengatakan, Learning Center yang dibangun atas bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) sudah menarik minat petani dari luar Deli Serdang untuk datang dan belajar.
“Jadi manfaat bangunan ini sudah mulai dirasakan petani dari daerah lain,” katanya.
Kelompok Tani Juli Tani yang fokus pada budidaya cabai merah dan padi serta saat ini mengembangkan peternakan kambing sudah menjadi mitra binaan BI Provinsi Sumut sejak tahun 2017 lalu. (gus)
PUKUL GONG: Pembina Ikajara Kota Medan, H Syamsul Arifin pukul gong sebagai tanda pembukaan raker perdana Ikajara Kota Medan periode 2020-2023 yang dipimpin Ari Ismail, di Hotel Grand Kanaya Jalan Darussalam Medan, Sabtu (14/11).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Medan mengungkapkan Ikatan Alumni Jaka dan Dara (Ikajara) Kota Medan mempunyai peran penting dalam mempromosikan ibukota Provinsi Sumatera Utara kepada dunia. Sehingga wisatawan baik lokal maupun mancanegara semakin banyak datang ke Kota Medan, dan akhirnya ekonomi masyarakat dapat terdongkrak.
PUKUL GONG: Pembina Ikajara Kota Medan, H Syamsul Arifin pukul gong sebagai tanda pembukaan raker perdana Ikajara Kota Medan periode 2020-2023 yang dipimpin Ari Ismail, di Hotel Grand Kanaya Jalan Darussalam Medan, Sabtu (14/11).
Demikian disampaikan Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Medan, Arief Sudarto Trinugroho diwakili Kepala Dinas Pariwisata Medan, Agus Suriyono saat membuka rapat kerja perdana Ikajara Kota Medan periode 2020-2023, di Hotel Grand Kanaya Jalan Darussalam Medan, Sabtu (14/11).
“Tahun depan akan dilaksanakan Pemilihan Jaka dan Dara dari 21 kecamatan yang ada di Kota Medan. Jaka dan Dara ini sangat bermanfaat untuk mempromosikan segala budaya dan pariwisata yang ada di Kota Medan. Ikajara juga sebagai duta wisata di Kota Medan dan sebagai cerminan wajahnya Kota Medan, sangat penting perannya dalam mendatangkan wisatawan domestik maupun mancanegara ke kota yang kita cintai ini,” ujarnya. Agus berpesan dalam raker perdana Ikajara tersebut nantinya, setiap bidang-bidang dapat membuat program kerja yang visioner. Terlebih saat ini merupakan era digital dan memasuki industri 4.0.
Sementara itu, Ketua Ikajara Kota Medan, Ari Ismail menyambut baik tantangan yang disampaikan Pjs Wali Kota melalui kepala Dinas Pariwisata Medan. Ia mengakui mengemban amanah sebagai ketua Ikajara Kota Medan sampai tiga tahun mendatang, bukanlah pekerjaan ringan. Mengingat dirinya saat ini juga dipercaya memimpin masyarakat Kelurahan Sei Mati, Medan Labuhan, sebagai lurah. Adapun kepengurusan Ikajara Kota Medan 2020-202; Bidang OKK, Ekonomi Koperasi UKM & Perbankan, Seni, Budaya, Pariwisata &Industri Kreatif, Humas Sosial Kemasyarakatan Pemberdayaan Lingkungan, Bidang Hukum, Hubungan Antar Lembaga dan Lintas, Bidang Pengembangan Kerohanian, Pembinaan Mental Olahraga & Kesehatan. (prn/ila)
“Tugas yang cukup berat sebenarnya bagi saya selaku penerima amanah dari kawan-kawan keluarga besar Ikajara. Di satu sisi saya mesti memimpin warga saya di Kelurahan Sei Mati, kemudian organisasi untuk menyatukan pemikiran-pemikiran hebat yang bervariasi dari setiap anggota yang ada secara visioner,” katanya.
Ditambah lagi kondisi pandemi Covid-19 saat ini, menurut Ari Ismail, menjadi tantangan tersendiri dalam memajukan Ikajara Kota Medan mendatang. “Namun saya sikapi sebagai tantangan yang akan membuat Ikajara bisa semakin maju di masa mendatang dan tanpa ada dukungan dari kepala-kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di Kota Medan, tidak akan mungkin Ikajara bisa maju. Sebab Ikajara tidak ada anggarannya namun merupakan wajah dari Kota Medan,” katanya.
Pihaknya pun bersyukur, setelah diberi mandat dan amanah pada Musyawarah Besar ke-1 September lalu, untuk menjalankan laju organisasi Ikajara Kota Medan. Terutama dengan momentum istimewa berhimpun mulai dari angkatan tahun 1991-2019.
“Kami merasa sangat bersyukur dikarenakan kepengurusan kami dalam tempo yang singkat, dengan kemandirian rekan-rekan dan juga dukungan para tokoh masyarakat dan OPD-OPD Pemko Medan, mampu melaksanakan raker pertama,” katanya.
Ari menambahkan, sudah pihaknya bahas beberapa poin penting dalam kepengurusan organisasi untuk rencana aktivitas satu tahun mendatang yang bisa dikolaborasikan bersama internal di Pemko Medan, serta eksternal BUMN dan pihak swasta melalui dana CSR tiap tahunnya.
Adapun kepengurusan Ikajara Kota Medan 2020-2023 dilengkapi dengan enam bidang diantaranya; Bidang OKK, Ekonomi Koperasi UKM & Perbankan, Seni, Budaya, Pariwisata &Industri Kreatif, Humas Sosial Kemasyarakatan Pemberdayaan Lingkungan, Bidang Hukum, Hubungan Antar Lembaga dan Lintas, Bidang Pengembangan Kerohanian, Pembinaan Mental Olahraga & Kesehatan.
Turut hadir dalam raker tersebut, Datok Seri Lelawangsa, H Syamsul Arifin (Ketua PB.MABMI ) sekaligus Pembina Ikajara Kota Medan, Aryanto selaku Ketua Panitia raker I Ikajara Medan 2020, serta Dewan Pertimbangan Ikajara serta seluruh pengurus Ikajara. (prn/ila)
PENGHARGAAN: Plt Kajatisu Aditia Warman, Gubsu Edy Rahmayadi, Kapoldasu Irjen Pol Martuani Sormin dan Pangdam I/BB Mayjend TNI Irwansyah, saat menerima penghargaan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), di Adi Mulia Hotel Medan, Senin (16/11).
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Martuani Sormin menerima penghargaan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang diserahkan langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Himawan Arief Sugoto, yang berlangsung di Adi Mulia Hotel, Senin (16/11).
PENGHARGAAN: Plt Kajatisu Aditia Warman, Gubsu Edy Rahmayadi, Kapoldasu Irjen Pol Martuani Sormin dan Pangdam I/BB Mayjend TNI Irwansyah, saat menerima penghargaan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), di Adi Mulia Hotel Medan, Senin (16/11).
Selain Kapolda Sumut, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Plt Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Aditia Warman diwakili oleh Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut Jacob Hendrik Pattipeilohy dan Pangdam I/BB Mayjend TNI Irwansyah juga menerima penghargaan atas partisipasi dan dukungannya dalam membantu Kementerian ATR/BPN dalam menyelesaikan masalah agraria di Sumut.
Sebagai Kapolda saya berharap kerja sama dapat berlangsung dengan baik untuk menyukseskan masalah pertanahan. Hukum adalah alternatif terakhir.”
Irjen Martuani Sormin Kapolda Sumut
Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Himawan Arief Sugoto secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sumut dan unsur Forkopimda yang telah mendukung Kementerian ATR/BPN dalam mensukseskan program strategis Nasional seperti program infrastruktur yang saat ini masih terus berjalan.
“Pada dua hari ini, kami akan menggelar Rakerda dan melakukan evaluasi kinerja pada seluruh satker yang ada dan semoga dari Rakerda ini kita bisa mempersiapkan program di 2021 dengan lebih baik dari tahun ini, ujarnya.
Sementara itu, Kakanwil BPN Provinsi Sumut, Dadang Suhendi menyampaikan apresiasi kepada Gubernur dan unsur Forkopimda dalam mensukseskan program strategis nasional Kementerian ATR/BPN menyelesaikan konflik-konflik agraria di Sumut.
Rakerda tahun ini, katanya, mengusung tema ‘Mewujudkan Nilai-Nilai Kementerian ATR/BPN Melayani, Profesional, Terpercaya Melalui Peningkatan Kualitas SDM Unggul, menjadi salah satu modal utama dalam menciptakan SDM yang siap mendukung kesuksesan program strategis nasional.
“Rakerda ini diikuti oleh seluruh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota, Kepala Bidang, Kabag TU, para pejabat pengawas dan para pejabat pelaksana yang nantinya sebagai ujung tombak bagaimana melakukan satu perubahan sikap dan perilaku, agar nilai-nilai ATR/BPN benar-benar bisa terwujud,” ujar Dadang.
Kapolda Sumut, Irjen Martuani Sormin menuturkan, agar rekan-rekan di BPN memberikan penjelasan yang jelas kepada masyarakat yang mengurus permasalahan tanah. “Sebagai Kapolda saya berharap kerja sama dapat berlangsung dengan baik untuk menyukseskan masalah pertanahan. Hukum adalah alternatif terakhir,” tegas Martuani.
Selanjutnya, Sekjen Kementerian ATR/BPN Himawan Arief Sugoto didampingi Gubernur Edy Rahmayadi serta unsur Forkopimda melakukan pemukulan gong sebagai tanda dimulainya Rapat Kerja Daerah Kanwil BPN Sumut. (mag-1/ila)