Home Blog Page 40

Nasib Angkringan Kesawan dan Petisah Dikaji

M Odi Anggia Batubara.
M Odi Anggia Batubara.

Keberadaan pedagang angkringan di kawasan Kesawan dan Medan Petisah kini menjadi perhatian Pemerintah Kota Medan. Dinas Pariwisata Kota Medan tengah melakukan kajian menyeluruh terkait aktivitas para pedagang tersebut seiring rencana penerapan Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) yang segera direalisasikan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan M Odi Anggia Batubara, mengatakan kawasan Kesawan dan Petisah masuk dalam KSP 1 yang nantinya akan menjadi salah satu pusat destinasi wisata unggulan di Kota Medan.

“Kesawan dan Petisah itu masuk dalam KSP 1. Saat ini Peraturan Wali Kota (Perwal)-nya sudah ada, tinggal menunggu realisasinya. Pedagang angkringan itu memang sedang dianalisa dan dikaji tim kita, apakah keberadaannya masuk dalam KSP atau tidak,” ujar Odi, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, keberadaan angkringan tidak serta-merta akan dihapus. Pemerintah masih membuka peluang agar aktivitas UMKM tetap berjalan selama tidak melanggar aturan dan tidak mengganggu fungsi kawasan wisata maupun lalu lintas. “Makanya kita lihat dulu bagaimana hasil rumusannya nanti. Selama tidak melanggar aturan dan memungkinkan berjualan, maka akan kita siapkan lokasinya,” katanya.

Odi menjelaskan, apabila nantinya pedagang angkringan dinilai masih dapat beroperasi di kawasan KSP, maka Pemko Medan bersama organisasi perangkat daerah terkait akan melakukan penataan ulang agar kawasan tetap tertib, nyaman, dan memiliki nilai estetika wisata.

Namun sebaliknya, jika hasil kajian menunjukkan aktivitas jual beli tersebut berpotensi mengganggu arus lalu lintas, kenyamanan masyarakat, maupun pemilik ruko di sekitar lokasi, maka penertiban akan dilakukan.

“Jadi KSP ini bertujuan menciptakan ikon atau destinasi baru yang terkelola dan terkendalikan di Kota Medan. Kita tidak mau juga jika aktivitas berjualan yang ada malah merugikan pengguna jalan maupun pemilik ruko di lokasi. Kalau memang dampaknya tidak baik, maka akan kita tertibkan pedagang di sana,” tegasnya.

Saat ini, kawasan Kesawan dan beberapa titik di Medan Petisah memang dikenal ramai dengan aktivitas pedagang angkringan pada malam hari. Selain menjadi tempat nongkrong favorit masyarakat, kawasan tersebut juga dinilai ikut menghidupkan geliat ekonomi UMKM lokal.

Meski demikian, keberadaan pedagang di badan jalan dan trotoar kerap menimbulkan kemacetan serta persoalan parkir, terutama saat akhir pekan dan malam hari ketika jumlah pengunjung meningkat tajam.

Karena itu, sembari menunggu hasil final perumusan KSP, Pemko Medan mengimbau seluruh pedagang tetap menjaga ketertiban dan tidak mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

“Pak Wali juga memberi perhatian serius terhadap geliat UMKM. Oleh karena itu perumusan KSP ini masih kita lakukan. Namun saya tegaskan sekali lagi, selama tidak melanggar aturan akan kita akomodir. Namun tetap saja akan dilakukan penataan ulang lagi pedagang angkringan di dua lokasi tersebut,” pungkas Odi. (map/ila)

Harga MinyaKita Tembus Rp22 Ribu, Pemko Medan Didesak Gelar Operasi Murah

Hj. Sri Rezeki Amd.
Hj. Sri Rezeki Amd.

Lonjakan harga minyak goreng subsidi MinyaKita di Kota Medan mulai memicu keresahan masyarakat. Produk yang sebelumnya menjadi andalan warga berpenghasilan menengah ke bawah itu kini dijual hingga Rp20.000 sampai Rp22.000 per liter di sejumlah pasar tradisional, jauh di atas harga normal yang sebelumnya berkisar Rp15.700.

Kenaikan harga tersebut terjadi di tengah melonjaknya sejumlah bahan pangan pokok lainnya sepanjang Mei 2026. Kondisi itu membuat beban ekonomi masyarakat semakin berat, terutama kalangan ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil.

Menyikapi situasi tersebut, Anggota Komisi III DPRD Kota Medan, Hj. Sri Rezeki AMd, mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Medan segera turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar tradisional guna memastikan penyebab lonjakan harga.

“Saran saya, Pemko Medan segera melakukan peninjauan ke pasar-pasar. Jika selisih harganya sudah terlalu jauh, ini sangat berisiko disusupi spekulan,” ujar Sri Rezeki, Selasa (12/5/2026).

Politisi PKS itu menilai pemerintah tidak boleh lambat merespons persoalan kebutuhan pokok masyarakat. Ia meminta OPD terkait segera melakukan investigasi agar kenaikan harga tidak terus membebani warga.

“Jangan tunggu viral dulu baru bergerak. Cari tahu penyebabnya dan apa solusinya. Kondisi ekonomi masyarakat saat ini sedang menjepit, jangan ditambah susah lagi,” katanya.

Menurut Sri Rezeki, keluhan masyarakat terhadap mahalnya harga minyak goreng subsidi kini semakin sering terdengar, terutama dari kalangan ibu rumah tangga yang merasakan langsung dampaknya terhadap kebutuhan harian.

“Emak-emak yang belanja banyak mengeluh. Minyak goreng ini kebutuhan penting, hampir setiap rumah pasti pakai minyak. Jadi persoalan ini sangat mendesak,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kenaikan harga minyak goreng berpotensi memicu kenaikan harga makanan lain karena minyak menjadi salah satu kebutuhan utama dalam proses memasak maupun usaha kuliner. “Semua saling berkaitan. Kalau harga minyak naik, tentu bahan makanan yang menggunakan minyak juga ikut naik,” jelasnya.

Sebagai langkah konkret, Sri Rezeki meminta Pemko Medan segera menggelar operasi pasar maupun Pasar Murah guna menjaga daya beli masyarakat dan menekan laju inflasi daerah.

“Pemko harus cepat bergerak. Jangan hanya bilang sudah turun, tapi entah turun ke mana, karena hasilnya tidak ada dan masyarakat tidak merasakan perubahan,” tegasnya.

Tak hanya MinyaKita, sejumlah komoditas pangan lain di Medan juga tercatat mengalami kenaikan cukup signifikan. Harga minyak curah kini mencapai sekitar Rp21.000 per kilogram. Cabai rawit bahkan sempat menembus Rp80.000 hingga Rp90.000 per kilogram.

Sementara itu, harga bawang merah dan bawang putih berada di kisaran Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Daging ayam ras juga masih bertahan di harga tinggi, yakni sekitar Rp35.500 hingga Rp40.000 per kilogram. (map/ila)

15 Jam Berjuang di Tengah Lumpur, Dua Penambang di Medan Deli Ditemukan Tewas

CARI JASAD: Satu unit alat berat mencari jasad dua pria yang tertimbun longsor saat mengorek tanah yang diduga mengandung biji timah di kawasan Jalan KL Yos Sudarso, Kelurahan Kota Bangun, Medan Deli, Selasa (12/5/2026).
CARI JASAD: Satu unit alat berat mencari jasad dua pria yang tertimbun longsor saat mengorek tanah yang diduga mengandung biji timah di kawasan Jalan KL Yos Sudarso, Kelurahan Kota Bangun, Medan Deli, Selasa (12/5/2026).

Duka menyelimuti kawasan Jalan KL Yos Sudarso, Kelurahan Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, setelah dua penambang yang tertimbun longsor akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (12/5/2026). Proses pencarian dramatis yang berlangsung selama kurang lebih 15 jam itu melibatkan tim SAR gabungan, TNI, Polri, warga sekitar hingga bantuan alat berat.

Kedua korban diketahui bernama Fauzi dan Rinaldi. Mereka diduga tertimbun longsor saat mengorek tanah yang disebut-sebut mengandung biji timah di area lahan milik PT Gunung Gahapi pada Senin malam (11/5/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.

Menurut keterangan warga, saat kedua korban sedang melakukan penggalian, tebing tanah setinggi beberapa meter tiba-tiba runtuh dan langsung menimbun keduanya. Warga sekitar sempat berupaya melakukan pertolongan secara manual, namun besarnya material longsor membuat penyelamatan sulit dilakukan.

Komandan Regu Basarnas Kota Medan, Frawiro Simanullang, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian pada Selasa pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Tim SAR kemudian langsung bergerak ke lokasi bersama unsur gabungan untuk melakukan pencarian.

“Begitu menerima informasi dari warga dan kepala lingkungan, kami langsung menurunkan personel ke lokasi untuk melakukan pencarian bersama unsur SAR gabungan,” ujar Frawiro.

Proses evakuasi berlangsung penuh tantangan. Selain material longsor yang cukup tebal, area pencarian juga dipenuhi genangan air sehingga alat berat dan tim evakuasi harus bekerja ekstra hati-hati demi menghindari longsor susulan.

“Hambatan terbesar kami adalah adanya air yang menggenangi titik longsor. Karena itu, tim harus melakukan penyedotan menggunakan pompa air terlebih dahulu sebelum penggalian dilanjutkan,” jelasnya.

Suasana haru menyelimuti lokasi ketika satu per satu korban akhirnya ditemukan. Sekitar pukul 13.46 WIB, jenazah Fauzi berhasil ditemukan dalam kondisi mengenaskan di bawah timbunan tanah. Tak lama berselang, tepat pukul 14.26 WIB, korban kedua bernama Rinaldi juga berhasil dievakuasi.

Kedua jenazah kemudian dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. Tangis keluarga pecah saat proses evakuasi selesai dilakukan.

“Alhamdulillah kedua korban akhirnya berhasil ditemukan. Setelah proses evakuasi selesai, operasi pencarian resmi kami tutup,” pungkas Frawiro Simanullang. (san/ila)

Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, KAI Sumut Siapkan 1.368 Kursi Tambahan

KERETA API: Calon penumpang saat bergegas naik ke atas kereta api. Menyambut libur Kenaikan Yesus Kristus, KAI Divre I Sumut menambah kapasitas sebanyak 1.368 tempat duduk.
KERETA API: Calon penumpang saat bergegas naik ke atas kereta api. Menyambut libur Kenaikan Yesus Kristus, KAI Divre I Sumut menambah kapasitas sebanyak 1.368 tempat duduk.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara melakukan langkah proaktif guna mengantisipasi tingginya minat masyarakat yang akan menggunakan moda transportasi kereta api pada periode libur panjang Kenaikan Yesus Kristus yang berlangsung pada 14-17 Mei 2026.

Sebagai upaya mengakomodasi kebutuhan pelanggan, KAI Divre I Sumut menambah kapasitas sebanyak 1.368 tempat duduk. Dengan penambahan ini, total kapasitas yang tersedia meningkat dari semula 36.928 kursi menjadi 38.296 kursi selama periode empat hari masa libur panjang tersebut.

Plt Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan bahwa penambahan ini difokuskan pada rute-rute favorit yang mengalami peningkatan permintaan signifikan.

“Sebanyak 1.368 kapasitas tempat duduk tambahan tersebut kami siapkan pada perjalanan KA Sribilah Utama dan KA Sribilah Fakultatif relasi Medan – Rantauprapat maupun sebaliknya,” ujar Anwar, Selasa (12/5/2026).

Anwar menjelaskan bahwa penambahan kapasitas ini dilakukan dengan menyisipkan satu kereta kelas eksekutif dan satu kereta kelas bisnis ke dalam rangkaian KA Sribilah Utama, guna memberikan kenyamanan ekstra bagi penumpang.

Tak ketinggalan, KA Sribilah Fakultatif pun turut diperkuat dengan tambahan satu kereta kelas ekonomi untuk memastikan lebih banyak masyarakat dapat terakomodasi dalam perjalanan liburan mereka.

Berdasarkan data hingga Selasa (12/5), tercatat sebanyak 15.380 tiket telah terjual untuk keberangkatan periode 14-17 Mei 2026. Meski demikian, Anwar memastikan bahwa ketersediaan tiket untuk berbagai tujuan masih mencukupi.

“Tiket dari Medan tujuan Tanjungbalai, Siantar dan Rantauprapat maupun sebaliknya masih cukup tersedia, terlebih dengan adanya penambahan kapasitas di KA Sribilah Utama dan Fakultatif ini,” ujarnya.

Mengingat tingginya animo masyarakat Sumatera Utara yang ingin memanfaatkan momen libur panjang ini untuk berkumpul bersama keluarga atau berwisata ke destinasi favorit, KAI mengimbau agar para pelanggan segera melakukan pemesanan.

Masyarakat disarankan untuk melakukan pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI, website booking.kai.id serta kanal penjualan resmi lainnya. Hal ini bertujuan untuk memastikan pelanggan mendapatkan tiket sesuai dengan harga resmi yang tertera.

Anwar menegaskan bahwa langkah penambahan kapasitas ini merupakan wujud nyata komitmen KAI Divre I Sumatera Utara dalam memberikan layanan prima kepada masyarakat.

“Penambahan kapasitas ini adalah bentuk komitmen kami untuk terus hadir melayani dan memberikan solusi transportasi yang andal. Kami berupaya memastikan masyarakat Sumatera Utara dapat merayakan momen libur panjang ini dengan perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan bersama kereta api,” pungkas Anwar.(san/ila)

Kodaeral I Dukung Trail Of The King–Lake Toba By UTMB 2026, Perkuat Sinergi untuk Sukseskan Ajang Internasional

DUKUNGAN: Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I) menunjukkan dukungannya terhadap penyelenggaraan ajang olahraga internasional Trail Of The King–Lake Toba By UTMB 2026 dengan menghadiri rapat persiapan lintas sektoral yang digelar di Aula Raja Inal Siregar (RIS), Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Selasa (12/5/2026).(Foto : Dispen Kodaeral I)
DUKUNGAN: Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I) menunjukkan dukungannya terhadap penyelenggaraan ajang olahraga internasional Trail Of The King–Lake Toba By UTMB 2026 dengan menghadiri rapat persiapan lintas sektoral yang digelar di Aula Raja Inal Siregar (RIS), Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Selasa (12/5/2026).(Foto : Dispen Kodaeral I)

MEDAN – Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I) menunjukkan dukungannya terhadap penyelenggaraan ajang olahraga internasional Trail Of The King–Lake Toba By UTMB 2026 dengan menghadiri rapat persiapan lintas sektoral yang digelar di Aula Raja Inal Siregar (RIS), Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Selasa (12/5/2026).

Dalam rapat tersebut, Kodaeral I diwakili oleh Kepala Staf Wilayah (Kakuwil) Kodaeral I Kolonel Laut (S) Eko Chirsyudianto ST Mtr Opsla. Kehadiran unsur TNI Angkatan Laut dalam forum itu menjadi bagian dari komitmen mendukung agenda strategis daerah, khususnya kegiatan internasional yang dinilai mampu memberikan dampak besar terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat di kawasan Danau Toba.

Rapat diikuti berbagai unsur pemerintah daerah, TNI/Polri, instansi teknis, serta pihak terkait lainnya. Pertemuan tersebut membahas sejumlah aspek penting dalam persiapan pelaksanaan kegiatan, mulai dari kesiapan infrastruktur, pengamanan jalur lomba, pelayanan kesehatan, pengaturan lalu lintas, hingga strategi promosi pariwisata daerah.

Ajang Trail Of The King–Lake Toba By UTMB 2026 diproyeksikan akan menghadirkan peserta dari berbagai negara untuk mengikuti perlombaan lari lintas alam di kawasan Danau Toba. Even ini tidak hanya dipandang sebagai kompetisi olahraga semata, tetapi juga sebagai sarana memperkenalkan keindahan alam dan budaya Sumatera Utara kepada dunia internasional melalui konsep sport tourism.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Kodaeral I Kolonel Laut (L) Wahyu Kurniawan mengatakan keterlibatan Kodaeral I dalam rapat tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap penyelenggaraan kegiatan yang berdampak luas bagi masyarakat dan daerah.

“Keikutsertaan Kodaeral I dalam rapat persiapan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan Trail Of The King–Lake Toba By UTMB 2026. Even ini memiliki nilai strategis, bukan hanya dalam bidang olahraga, tetapi juga dalam memperkuat sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat di kawasan Danau Toba,” ujar Wahyu Kurniawan.

Ia menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memastikan kegiatan dapat berjalan aman, tertib, dan lancar. Menurutnya, koordinasi yang baik antarinstansi akan memberikan kenyamanan bagi para peserta maupun wisatawan yang datang ke Sumatera Utara.

“Seluruh pihak harus bekerja sama dan saling mendukung sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Dengan koordinasi yang kuat, kita berharap even internasional ini dapat memberikan pengalaman terbaik bagi peserta sekaligus memperkuat citra Sumatera Utara sebagai destinasi wisata unggulan,” katanya.

Selain itu, penyelenggaraan event internasional tersebut diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar. Kehadiran ribuan peserta dan wisatawan diperkirakan akan mendorong pertumbuhan sektor UMKM, transportasi, perhotelan, kuliner, hingga berbagai layanan pendukung lainnya di kawasan Danau Toba dan sekitarnya.

Para peserta rapat juga menekankan pentingnya kesiapan seluruh elemen pendukung, termasuk aspek keamanan dan keselamatan peserta selama perlombaan berlangsung. Pengamanan jalur lomba, kesiapan tenaga medis, hingga pengaturan arus lalu lintas menjadi perhatian utama agar kegiatan dapat berlangsung optimal.

Dengan dukungan lintas sektor, Trail Of The King–Lake Toba By UTMB 2026 diharapkan menjadi salah satu agenda sport tourism terbesar di Indonesia sekaligus momentum memperkuat posisi Sumatera Utara sebagai destinasi wisata kelas dunia yang memadukan keindahan alam, kekayaan budaya, dan semangat kolaborasi berbagai pihak.(san/azw)

Kapolres Palas Cek Sikap dan Tampang Personel

PEMERIKSAAN: Kapolres Palas, AKBP Dodik Yuliyanto Sik saat memimpin langsung pemeriksaan mendadak terhadap sikap tampang dan kerapian seluruh personelnya, Senin (11/5).
PEMERIKSAAN: Kapolres Palas, AKBP Dodik Yuliyanto Sik saat memimpin langsung pemeriksaan mendadak terhadap sikap tampang dan kerapian seluruh personelnya, Senin (11/5).

PALAS – Kedisiplinan personel kepolisian tidak hanya diukur dari kinerja di lapangan, tetapi juga dari penampilan fisik yang rapi dan prima. Penegakkan prinsip tersebut, Kapolres Padanglawas (Palas), AKBP Dodik Yuliyanto SIk memimpin langsung pemeriksaan mendadak terhadap sikap tampang dan kerapian seluruh personelnya, Senin (11/5).

Didampingi Wakapolres Kompol Sugianto SPd dan Pejabat sementara (Ps) Kasi Propam Iptu H Salim SSH, Kapolres menyisir barisan peserta apel pagi.

Satu per satu personel diperiksa secara mendetail. Mulai dari kerapian rambut, kesesuaian seragam dinas (gampol), kelengkapan atribut, hingga kebersihan pribadi.

AKBP Dodik Yuliyanto menegaskan bahwa penampilan merupakan aspek krusial dalam membangun kepercayaan masyarakat (public trust).

Menurutnya, masyarakat akan merasa lebih segan dan terlayani dengan baik jika melihat sosok polisi yang rapi.

“Penampilan adalah cerminan kepribadian dan profesionalisme kita. Sebelum melayani masyarakat, kita harus tertib ke dalam dulu. Masyarakat menilai dari apa yang mereka lihat pertama kali, maka sikap tampang wajib dijaga,” tegas AKBP Dodik di sela-sela pemeriksaan.

Senada dengan Kapolres, Wakapolres Kompol Sugianto menambahkan bahwa aturan mengenai rambut dan atribut bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk penghormatan terhadap institusi Polri.

“Disiplin dan penampilan yang baik adalah wujud dedikasi terhadap tugas. Kita ingin seluruh personel selalu siap tampil prima di tengah masyarakat,” ujar Kompol Sugianto.

Sementara itu, dari sisi pengawasan internal, PS Kasi Propam Iptu H Salim mengingatkan bahwa kerapian fisik harus dibarengi dengan perilaku yang santun.

Ia menekankan agar personel Polres Palas selalu mengedepankan sisi humanis dalam bertugas.

“Kita hadir untuk melayani, melindungi, dan mengayomi. Mulailah dari penampilan yang bersih, sikap yang santun, dan pelayanan yang tulus,” kata Iptu H Salim.

Kegiatan yang berlangsung tertib ini merupakan bagian dari upaya rutin Polres Padanglawas dalam menjaga integritas personel. Dengan penampilan yang profesional, diharapkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Padang Lawas semakin meningkat, menciptakan rasa aman dan nyaman di setiap sudut wilayah hukum Polres Palas. (mag-12/azw)

Sebanyak 65 Lanjut Usia Diwisuda

LANSIA DIWISUDA: Momen para lansia mengikuti acara wisuda di Ruang Data Balai Kota Pematangsiantar, Selasa (12/5).
LANSIA DIWISUDA: Momen para lansia mengikuti acara wisuda di Ruang Data Balai Kota Pematangsiantar, Selasa (12/5).

SIANTAR – Sebanyak 65 lanjut usia (lansia) dari dua kecamatan di Kota Pematangsiantar, Siantar Selatan dan Siantar Timur, diwisuda. Mereka merupakan lulusan Sekolah Lansia Mandiri Kota Pematangsiantar program Lansia Berdaya (Sidaya) Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN).

Wisuda dipimpin oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Fatmawati bersama Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi serta Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Pematangsiantar dr Aulia Syukri, di Ruang Data Balai Kota Pematangsiantar, Selasa (12/05/2026).

Wali Kota Wesly Silalahi dalam sambutannya menyampaikan wisuda lansia merupakan momen yang sangat bersejarah. Sebagai wali kota, Wesly mengaku bangga dan bahagia dapat hadir di tengah-tengah para lansia.

Menurut Wesly, Sekolah Lansia adalah salah satu program Quick Win Kemendukbangga yang bernama Sidaya.

“Sidaya merupakan program yang sangat mulis. Karena memberikan kesempatan kepada para lansia untuk terus belajar, berkembang, dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Saya percaya, usia tidak pernah menjadi Batasan untuk belajar dan berkembang,” kata Wesly.

Kepada para wisudawan/wisudawati, Wesly mengucapkan selamat atas keberhasilan menyelesaikan Program Sekolah Lansia.

“Saya yakin, ilmu dan pengalaman yang didapatkan selama ini akan sangat bermanfaat bagi kehidupan seharai-hari dan masyarakat sekitar. Saya juga ingin mengajak bapak/ibu sekalian untuk terus aktif dan berkontribusi dalam masyarakat,” sebutnya.

Sementara itu, Kepada Perwakilan BKKBN Provinsi Sumut Fatmawati mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Wesly Silalahi dan Ketua TP PKK Ny Liswati Wesly Silalahi yang memiliki dedikasi agar para lansia di Kota Pematangsiantar bisa tetap sehat, ceria, mandiri, dan bahagia.

“Ini kegiatan bermakna. Angka harapan hidup terus meningkat, termasuk di Pematangsiantar. Agar optimal, lansia jangan menjadi tanggaungan keluarga. Tapi harus tetap semangat dan mandiri,” katanya.

Di Sekolah Lansia, lanjutnya, para lansia bertemu, mendapat edukasi tentang kesehatan, dan harus tes kesehatan sebelum masuk kelas. Sehingga diharapkan tetap sehat sepanjang hayat.

“Ini para lansia ingin lanjut ke Standar 2 (S2) dan Standar 3 (S3). Semoga bisa kita fasilitasi, dengan bekerja sama dan berkolaborasi,” sebutnya.

“Selamat wisuda. Terharu ada wisudawan yang anak-anaknya sudah wisuda, dan kini dia yang wisuda,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas P2KB Pematangsiantar Aulia Syukri dalam laporannya menyampaikan, kegiatan wisuda sebagai bentuk apresiasi atas semangat belajar para lansia.

“Sekolah Lansia untuk meningkatkan proporsi lansia, meningkatkan angka harapan hidup, dan meningkatkan kualitas hidup lansia. Melalui pelatihan, agar mereka dapat menjalani hidup sehat, sejahtera, dan berkualitas. Sehingga bisa beradaptasi positif, bukan menjadi beban keluarga,” jelasnya.

Diterangkan Aulia, peserta wisuda ada 65 orang, yaitu 30 orang dari Kecamatan Siantar Selatan dan 35 orang dari Kecamatan Siantar Timur.

Acara juga diisi dengan penyampaian pesan dan kesan dari perwakilan wisudawan/wisudawati, yakni Juniar Hutagaol (65) dari Kecamatan Siantar Selatan dan St Malonni Sertiani Saragih (82) dari Kecamatan Siantar Timur.

Menurut Juniar, ia dan teman-temannya sesame lansia sudah menantikan masa wisuda. Dalam kesempatan tersebut ia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah kota hingga pemerintah pusat, yang telah memberikan ruang/wadah kepada lansia untuk belajar.

“Kami bahagia. Orang tua yang sudah mencetak banyak sarjana, hari ini kami jadi sarjana lansia. Ini karena kepedulian pemerintah. Kami sangat bersyukur,” sebutnya.

Ia mengajak untuk bersyukur dan mendoakan pemerintah agar ke depan bisa lebih memberikan pelayanan khusus kepada lansia.

Hal senada disampaikan Malonni Sertiani Saragih. Ia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Pemko Pematangsiantar yang dipimpin Wali Kota Wesly Silalahi.

“Kami banyak dapat pembelajaran. Kami ingin menerapkan semua ilmu yang kami dapat. Kami senang bisa bertemu para dokter yang memeriksa kesehatan, berolahraga, dan lainnya. Semoga kami semua bisa mandiri, mengelola pilihan sendiri, dan sebagainya. Terima kasih Pak Wali yang hadir untuk mewisuda kami, para sarjana lansia,” tukasnya.

“Semoga Sekolah Lansia bisa berjalan di semua kecamatan dan kelurahan. Karena banyak teman-teman kami di kecamatan lain juga ingin Sekolah Lansia,” sambungnya. (pra/azw)

Soroti Sengketa Tanah di Dusun 24 Sampali, DPRD Sumut Minta Semua Pihak Duduk Bersama

RAPAT: Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait persoalan ganti rugi tanah dan bangunan di Dusun XXIV Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Selasa (12/5/2026).
RAPAT: Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait persoalan ganti rugi tanah dan bangunan di Dusun XXIV Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Selasa (12/5/2026).

MEDAN – Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait persoalan ganti rugi tanah dan bangunan di Dusun XXIV Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Selasa (12/5/2026).

Rapat tersebut menghadirkan berbagai pihak, mulai dari PTPN I Regional I, BPN Sumut, BPN Deliserdang, Pemkab Deliserdang, Camat Percut Seituan, Pemerintah Desa Sampali, hingga perwakilan masyarakat.

Namun, dalam rapat itu, pihak PTPN I Regional I dan perusahaan pemilik HGU yang disebut sebagai Jewel Group/Jewel Infinity dilaporkan tidak hadir.

Dalam forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang melalui Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Deliserdang, Zainal Abidin Hutagalung menegaskan komitmennya untuk mendukung penyelesaian persoalan secara persuasif melalui dialog dan pendekatan hukum yang berlaku.

“Pemkab Deliserdang mendukung penyelesaian secara persuasif melalui dialog dan mengedepankan ketentuan hukum yang berlaku. Kami akan terus melakukan pemantauan situasi di lapangan agar tetap kondusif,” ujarnya.

Ia menyampaikan, Pemkab Deliserdang juga memastikan upaya menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap menjadi prioritas di tengah persoalan yang berlangsung.

Sementara itu, Kepala Desa Sampali Muhammad Ruslan yang diwakili sekretaris desa menyampaikan dukungan terhadap langkah-langkah penyelesaian yang dinilai mampu menghadirkan rasa keadilan bagi semua pihak.

“Kami mendukung apapun yang diupayakan bapak dan ibu untuk mendapatkan keadilan. Siapapun itu, baik unsur pengusaha maupun masyarakat, kami akan tetap mendukung,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya mencari jalan tengah melalui musyawarah dan mufakat agar konflik tidak terus berkepanjangan.

Di sisi lain, Anggota Komisi A DPRD Sumut, Irham Buana, mengatakan pihaknya tidak akan berhenti memfasilitasi penyelesaian persoalan tanah yang telah lama terjadi di kawasan tersebut.

“Pada prinsipnya semua sepakat persoalan tanah Dusun 24 Desa Sampali dapat terselesaikan. Kami tidak pernah bosan memfasilitasi dan mengundang berbagai pihak untuk menyelesaikan persoalan ini,” tuturnya.

Politisi Golkar itu menilai, persoalan agraria di Sumatera Utara ibarat ‘gunung es’ yang sewaktu-waktu dapat meledak jika tidak ditangani secara komprehensif. Ia menyebut Komisi II DPR RI juga telah memberikan perhatian serius terhadap konflik-konflik tanah yang terjadi di Sumut.

Menurutnya, masyarakat kerap dirugikan dan termarginalkan akibat persoalan hukum yang rumit, termasuk dalam kasus penguasaan lahan seluas 65 hektare yang disebut diperoleh berdasarkan putusan pengadilan dengan penghapusbukuan aset PTPN II.

“Masyarakat berharap relokasi dan ganti rugi, tetapi hingga kini belum ada realisasi. Karena itu perlu sinergi pemerintah desa, kecamatan, kabupaten hingga BPN untuk menyelesaikan persoalan ini,” katanya.

Dalam rapat tersebut, perwakilan masyarakat juga mempertanyakan legalitas perusahaan yang disebut terlibat dalam penguasaan lahan.

“Tolong Pak Sekdes berikan kami nama lengkap perusahaan dan alamat lengkapnya. Setelah kami cek di Kemenkumham, nama perusahaan itu tidak terdaftar. Mohon ini menjadi pertimbangan dalam menyelidiki identitas perusahaan tersebut,” ujar salah seorang warga.

Rapat akhirnya diskors dan akan dijadwalkan kembali pada waktu mendatang dengan harapan seluruh pihak terkait dapat hadir untuk mencari solusi konkret bagi masyarakat Dusun XXIV Desa Sampali. (map/azw)