29 C
Medan
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 440

Tangkahan Bulu Tolang Butuh Pembangunan Jembatan

MELINTAS: Hendri Syahputra Daulay melintasi jalan Desa Sei Siarti yang butuh peningkatan kualitas. (FAJAR/SUMUT POS)

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Kondisi sarana dan prasarana (sarpras) jalan darat di Desa Sei Siarti, Kecamatan Panai Tengah, Labuhanbatu, memperihatinkan.

Jalan darat yang minim kualitas. Dan juga sarana penyeberangan di sungai Barumun perlu diperhatikan. Padahal, kawasan tersebut merupakan sejarah awal berdirinya kabupaten Labuhanbatu.

Di sana, ada titik Pelabuhan Batu, awal mula adanya kabupaten Labuhanbatu di kemudian hari. Namun, puluhan tahun kondisi kawasan itu sangat jauh dari keideal-an kawasan yang mendukung masyarakat sejahtera seutuhnya.

Untuk meretas keterisoliran kawasan ini, masyarakat sangat memimpikan terbangunnya fasilitas jalan darat. Khususnya jembatan yang ideal untuk alat penyeberangan.

Masyarakat berharap kawasan Tangkahan Bulu Tolang agar dibangunkan fasilitas jembatan yang menghubungkan ke Tangkahan Sipege Desa Sei Siarti.

“Sudah ideal dibangunkan jembatan. Untuk memudahkan penyeberangan masyarakat dari dan ke Desa Sei Siarti,” kata warga dusun VI Sipege, Andi Pasaribu, Senin (7/10/2024).

Katanya, pilihan titik pembangunan jembatan di kawasan itu, karena di lokasi tersebut badan sungai Barumun paling terpendek. Sekitar 150 meter. Selama ini masyarakat di sana, untuk menyeberangi sungai hanya menggunakan transportasi boat bermotor.
Tentu saja, dampak rumitnya akses transportasi menyebabkan banyaknya hasil bumi dari kawasan itu terpaksa di jual ke luar wilayah kabupaten Labuhanbatu.

“Hasil bumi dari dusun kami dijual ke wilayah Desa Tanjung Medan Kabupaten Labusel,” imbuhnya.

Minimnya sarana transportasi di sana memaksa makin tingginya beban biaya ongkos penyeberangan boat yang dikeluarkan warga.

Misalnya, untuk dapat menyeberangi sungai Barumun warga dipatok Rp2.000 per orang. Kalau sepeda motor Rp10 ribu. Jadwal penyeberangan sampai jam 23.00 WIB.

Andi Pasaribu menjelaskan akses jalan di Tangkahan Bulu Tolang ke Tangkahan Sipege sebagai koridor penghubung dari dan ke Desa Sei Siarti, Desa Selat Pelancang dan Desa Selat Beting.

Sehingga, usulan untuk dilakukannya pembangunan jembatan di kawasan itu sudah menjadi fardhu kipayah bagi pemerintah. Sebagai jawaban pentingnya mensejahterakan masyarakat.

– Dialog politik
Ratusan masyarakat dari dusun Mayor Desa Sei Siarti kecamatan Panai Tengah Labuhanbatu menyambut kehadiran Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu, Hendri Syahputra Daulay dan Elya Rosa Siregar (HERO), Masyarakat juga melakukan upah-upah dan pemasangan kain ulos sebagai ungkapan rasa bahagia kehadiran paslon HERO ke Desa tersebut.

Masyarakat mengharapkan kepada paslon HERO agar menampung aspirasi masyarakat nantinya kedepan.

Khususnya memperhatikan rencana pembangunan jembatan di Tangkapan Bulu Tolang ke Tangkapan Sipege. Dalam orasi politiknya saat melakukan kampanye di dusun itu, Hendri Syahputra Daulay mengatakan persoalan krusial masyarakat luas adalah dalam tiga sektor. Pertama infrastruktur. Khsusunya kondisi prasarana jalan darat. Kemudian, ketersediaan fasilitas kesehatan dan fasilitas pendidikan.

“Dimana-mana kami kampanye, harapan masyarakat agar sarana prasarana ketiga sektor agar dapat ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya,” urai Hendri.
Hendri mengatakan tidak dapat terlalu muluk memberikan janji politik. Karena, menurut dia hal utama adalah niat untuk berbuat. Sehingga, HERO akan memperhatikan hal tersebut.

Sementara itu, calon wakil Bupati Labuhanbatu, Elya Rosa Siregar mengatakan pihaknya hanya ingin membangun Labuhanbatu. Sehingga memohon dukungan masyarakat agar mendukung paslon HERO dalam mewujudkan visi misi.

“Kami ingin menampung aspirasi masyarakat. Terkhusus pembangunan jembatan di dusun Bulu Tolang. Ini sangat krusial untuk dilakukan pembangunannya,” tegas Elya.

Dia meyakini, paslon Bupati HERO dapat melakukan lobi permohonan pengerjaan pembangunan jembatan itu ke pihak Pemerintah pusat.

“Dengan upaya menjolok proyek tersebut akan dilakukan demi kesejahteraan masyarakat desa dan pengembangan kawasan tersebut,” tandasnya. (fdh/han)

Roadshow Edukasi Anugerah Jurnalistik Pertamina 2024, PGN Jadi Koordinator Wilayah Sumbagut

BERSAMA: Para jurnalis berfoto bersama manajemen Pertamina Group usai pemaparan tentang kompetisi Anugerah Jurnlisitik Pertamina 2024, di Medan, Jumat (4/10/2024).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Pertamina (Persero) melakukan pemaparan tentang kompetisi Anugerah Jurnlisitik Pertamina 2024 untuk kalangan media yang berada di Wilayah Sumatera Bagian Utara yang didukung juga oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk selaku koordinator wilayah tersebut. Acara ini berlangsung pada 4 Oktober 2024 diikuti dengan antusias oleh peserta yang hadir langsung di lokasi maupun secara daring. Adapun Wilayah Sumatera Bagian Utara ini meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Berbagai pemaparan diberikan kepada jurnalis untuk mendorong munculnya berbagai kreativitas dalam karya tulisan, peliputan televisi, essay foto, radio dan publikasi CSR/UMKM. Secara komperehensif disampaikan kriteria untuk berpartisipasi dalam kompetisi ini kemudian juga terdapat sesi berbagi pengalaman dari salah satu peserta kompetisi yang telah berhasil menang dalam periode sebelumnya. Pesertanya dapat diikuti oleh kalangan media seluruh Indonesia yang akan diawali dari tahap teritori wilayah hingga menuju puncak tingkat nasional.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso menyampaikan bahwa harapannya ajang ini dapat mempererat komunikasi dan hubungan baik Pertamina beserta seluruh anak usahanya dengan rekan media.

“Kami telah membuka ajang AJP 2024, sebagai apresiasi Insan Media untuk karya-karya terbaik di bidang jurnalistik,” ujarnya.

Berbagai unit usaha di Sub Holding Pertamina turut menyemarakkan acara ini dengan memberikan paparan terkait profil dan bisnis dari setiap Sub Holding di wilayah tersebut. Beberapa yang melakukan pemaparan adalah PGN, Patra Jasa, Pertamina Patra Niaga (PPN), Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) dan Pertamina Trans Kontinental (PTK).

Pada kesempatan ini, PGN yang diwakilkan oleh Area Head Medan, Muhammad Mirza menyampaikan Pulau Sumatera merupakan wilayah penjualan dan operasi SOR 1 dengan jumlah pelanggan 132.805 dan volume gas bumi terjualnya 136,59 BBTUD. Untuk penyediaan layanan ini gas bumi disalurkan melalui pipa sepanjang 5.274 km.

“PGN juga memiliki berbagai program kemitraan bisnis antara PGN grup dengan pihak swasta di Batam, Lampung, Palembang, Medan dan Pekanbaru,” ungkapnya.

Selanjutnya PPN menyampaikan kegiatan operasi di wilayah Sumatera Bagian Utara dalam penyaluran BBM dan LPG. Beberapa program Tanggung Jawab Lingkungan Sosial di wilayah setempat juga disampaikan dalam bidang pemberdayaan berkelanjutan dan pembinaan UMKM.

Dari PNRE dipaparkan tentang PLTS dan PLTBG Sei Mangkei yang masing-masing berkapasitas 2 MWp dan 2,4 MWp. Saat ini PNRE sedang agresif untuk mengembangkan portfolio yang ramah lingkungan dan memberikan nilai tambah kredit karbon bagi Perusahaan.

PTK sebagai bagian dari bagian dari Subholding Pertamina International Shipping menyampaikan pengelolaan armadanya yang telah dimiliki sejumlah 370 unit. Lalu dalam Pengelolaan CSR di wilayah tersebut disampaikan Program Inkubasi Ekonomi Bahari dalam rangka optimalisasi sumber daya laut melalui hilirisasi yang memberikan nilai tambah

Patra Jasa dengan pengalamannya sebagai pengelola properti, hotel dan manajemen fasilitas pendukung Perusahaan. Salah satu produk unggulan yang disampaikan adalah akomodasi yang berlokasi di Danau Toba dengan menawarkan konsep pengalaman glamping.

Dengan mengusung tema “Ënergizing The Acceleration” sesuai tema HUT Ke-67 Pertamina diharapkan kompetisi AJP dapat menjadi kolaborasi yang positif bagi Pertamina dan jurnalistik Indonesia dalam mengangkat kontribusi industri migas nasional dan mengakselerasi program pemerintah mencapai net zero emission. (rel/ram)

Mahasiswa Antusias dengan Program Pendidikan dari Paslon SANDI

BERSAMA: Paslon 'SANDI' foto bersama mahasiswa.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Mahasiswa antusias dengan program – program bidang Pendidikan dari Paslon nomor urut 01, ‘SANDI’ Sofyan Nasution-Junaidi Parapat ‘SANDI’ yakni untuk memajukan Deliserdang di bidang pendidikan.

Paslon ‘SANDI’ membuat program-program real yang tepat sasaran dan sesuai permasalahan yang sedang terjadi saat ini, di antaranya program 1.000 beasiswa dan penambahan tiga-empat kampus terbaik di Deliserdang.

Hal ini diutarakan salah satu mahasiwa, Septi Nugroho, Minggu (6/10/2024). Mahasiswa yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Patumbak Deliserdang ini sedang berkuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Menteng, Medan.

Dia menyatakan, jika Paslon ‘SANDI’ mampu membuat tiga-empat kampus terbaik hadir di Deliserdang, menurutnya itu hal yang sangat bagus. “Sangat bagus, kita mendukung program bapak bisa terlaksana untuk meningkatkan pendidikan di Deli Serdang yang lebih maju sama seperti Kota Medan. Supaya Deliserdang dapat bersaing ke depannya dalam mengemban ilmu,” ujarnya.

Mahasiswi Universitas Negeri Medan (Unimed), Putri, saat mengikuti diskusi yang dihadiri Paslon ‘SANDI’ di Tembung, Minggu (6/10/2024), mempertanyakan program apa yang dimiliki paslon ini untuk memajukan bidang pendidikan.

Apalagi, sebutnya, generasi muda Deliserdang kebanyakan berkampus di kampus-kampus di luar Deliserdang. Artinya, bukan hanya UKT yang mahasiswa pikirkan, tetapi ada lagi biaya yang dikeluarkan misalnya biaya transportasi dan lain-lainnya.

Selain akan melakukan penambahan kampus terbaik di Deliserdang, Paslon ‘SANDI’ menyatakan pihaknya berkomitmen untuk memberikan 1.000 beasiswa bagi generasi muda Deliserdang dan akan ditambah setiap tahunnya. “Mau berapapun UKT, pasti akan berat bila mahasiwa tersebut memang sedang tidak punya uang.

Tapi juga akan terasa tidak mahal bila mahasiswa tersebut punya penghasilan sendiri. Tapi, pendidikan itu adalah hak. Kita sudah buat program 1.000 beasiswa gratis S1 full. Dan setiap tahunnya jumlah penerima beasiswa akan naik. Anak-anak yang tamat SMA juga

Selain itu, pihaknya akan menambah skill para lulusan SMA untuk punya penghasilan. “Lulusan SMA harus punya skill. Makanya kita akan berikan pelatihan-pelatihan. Kita akan mendorong lulusan SMA membuat UMKM.

Kita ada program modal usaha. Kok bisa modal usaha? Caranya, adik-adik buat kelompok, mengajukan proposal, kita akan tunjuk satu unit di BUMD untuk melakukan coaching, training sampai pelatihan packaging. Adik-adik ini harus di bawah naungan pemerintah. Jadi per kelompok. Misalnya adik-adik berkelompok, ikut coaching kita, dikasi modal.

Binaan kit aitu menjual (produknya) ke pemerintah dalam hal ini BUMD. Dari binaan kita, harganya akan lebih tinggi dari harga pasar. Jadi tengkulak akan terpangkas. Jadi kita bukan lagi cerita tentang mencari pekerjaan tetapi malah memberikan lapangan pekerjaan melalui UMKM. Jadi jangan cepat-cepat berpikir untuk kerja, kejar pendidikan lebih tinggi, kita punya beasiswa full,” ujar Sofyan. (ila)

SSB Patriot Juara Kompetisi Medan Cup 2024 U 15-16

DIABADIKAN: Keempat tim sepakbola U 15-16 diabadikan sebelum bertanding pada laga final Kompetisi sepak bola Medan Cup 2024, Minggu (6/10). FOTO: ISTINEWA/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hujan deras yang mengguyur lapangan Mayang Putra, yang berada di Desa Sei Semayang, Deliserdang tidak menyurutkan semangat para pemain dari empat SSB yang masuk ke babak final pada Kompetisi sepak bola Medan Cup 2024, Minggu (6/10).

Kompetisi sepak bola Medan Cup yang dilaksanakan oleh Asosiasi Kota (Askot) PSSI Medan ini, Tim sepakbola SSB Patriot keluar sebagai juara pertama, disusul juara dua oleh SSB NSP dan juara tiga diraih SSB Cadika, serta juara empat diraih Tim Sepakbola Generasi Medan.

Dari dimulai awal kompetisi, panitia juga menentukan empat kategori lainnya,
yakni pemain terbaik yang diraih oleh Raditya dari SSB NSP, pelatih terbaik yaitu Fajar dari SSB NSP, kemudian tim terbaik diraih SSB Cadika, dan terakhir adalah kategori Top Score yang di raih pemain dari SSB Patriot atas nama Fachry.

“Alhamdulillah kegiatan ini berjalan dengan baik dan seluruh pemain dari seluruh SSB bermain dengan sportif. Walaupun hari ini kita diguyur hujan yang sangat deras, namun kegiatan ini bisa diikuti oleh seluruh pemain dan para supporter dengan semangat yang tiada surut” ujar Kamaludin Tanjung, Ketua Kompetisi Askot PSSI Medan, yang juga merupakan Exco dari Askot PSSI Medan, yang menghadiri kegiatan tersebut.

Sementara itu, Exco Askot PSSI Medan lainnya, El Barino Shah, SH menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh SSB yang telah mengikuti kompetisi yang digelar selama kurang lebih 2 bulan ini.

“Kami juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh SSB yang sudah mengikuti kegiatan kompetisi Medan Cup ini, baik yang masuk final hari ini, maupun yang sudah gugur dalam babak penyisihan. Kami atas nama Askot PSSI Medan sangat bangga kepada seluruh pemain yang mampu bermain dengan sportif” tambah El Barino.

Kegiatan tersebut juga sepenuhnya didukung oleh seluruh Exco Askot PSSI Medan lainnya, Syaiful Amri, S.Sos, dan juga pengurus Askot PSSI Medan yaitu Reza Pahlevi Lubis, S.Kom, Wakil Ketua Askot PSSI Medan, dan Bendahara Askot PSSI Medan, Rommy Van Boy.

Pada kompetisi Medan Cup tersebut belum semua SSB yang berada pada naungan Askot PSSI Meda.

Dari data yang ada lebih kurang dari 40 SSB yang sudah mendaftar menjadi “anak” Askot PSSI Medan, tetapi yang mengikuti untuk Medan Cup ini hanya setengahnya yang mendaftar, selebihnya mengikuti kompetisi lainnya, seperti primiere liga 1 dan 2, yang akan segera kembali di gelar.

Selain itu, Kamal juga menyampaikan terkait kompetisi selanjutnya yang akan digelar adalah Piala Soeratin yang akan digelar dalam waktu dekat.

“Untuk menjawab semua pertanyaan-pertanyaan yang datang kepada kami terkait Piala Soeratin, itu akan menjadi pembahasan kami selanjutnya. Dan untuk SSB yang berada di naungan Askot PSSI Kota Medan yang sudah memenuhi syarat-syarat, untuk mempersiapkan diri” tambah Kamal lagi yang pada saat itu didampingi langsung Exco Askot PSSI Medan Dedy Murphy Siregar, dan turut hadir juga, Sekeretaris Askot PSSI Medan, Muhammad Iqbal Sinaga, pengurus Askot PSSI Medan lainnya juga hadir, yaitu Agus Surono, Mustafa Lubis, dan Yunus Saragih.(mag-2)

Janjikan Pekerjaan Proyek di Kampus UINSU, Syamsul Dituntut Jaksa 41 Bulan Penjara

TUNTUTAN: Syamsul Chaniago terdakwa kasus penipuan, menjalani sidang tuntutan di PN Medan, Senin (7/10). FOTO: AGUSMAN/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Terdakwa Syamsul Chaniago (52) warga Jalan SM Raja, Medan Amplas ini dituntut jaksa 41 bulan penjara. Dia dinilai terbukti melakukan penipuan Rp700 juta kepada korban, dengan modus menjanjikan pekerjaan proyek di Kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU).

Jaksa penuntut umum (JPU), Novalita dalam nota tuntutannya, perbuatan terdakwa dinilai melanggar Pasal 378 KUHPidana.

“Meminta kepada hakim yang menyidangkan perkara ini, menuntut terdakwa Syamsul Chaniago oleh karena itu dengan pidana penjara selama 3 tahun 5 bulan,” tegasnya di ruang Cakra 5 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (7/10).

Menurut JPU, hal yang memberatkan terdakwa, perbuatannya telah menimbulkan kerugian bagi korban. Sedang hal meringankan, kata JPU, terdakwa mengakui perbuatannya, berterus terang dan belum pernah dihukum.

Usai mendengarkan tuntutan, hakim ketua Leni Napitupulu memberikan kesempatan kepada terdakwa dan penasehat hukumnya, untuk menyampaikan nota pembelaan (pledoi) pada sidang pekan depan.

Sebagaimana dalam dakwaan, pada Januari 2021, saksi korban bernama Mhd Zulfan Tanjung bersama dengan Abdullah Harahap alias Asrul (belum tertangkap), terdakwa Syamsul datang ke kantor saksi korban H Ricky Winardi Azwir di Jalan Syailendra, Medan.

Lebih lanjut, di Kampus UINSU ada pengerjaan beberapa jenis proyek, dan dari beberapa proyek sudah sedang dikerjakannya, sebagian masih sedang di proses.

Selanjutnya terdakwa mengatakan kepada saksi korban, bahwa ada proyek pembangunan pagar di Desa Sena Kabupaten Deliserdang milik Kampus UINSU, yang katanya nilai proyeknya sebesar Rp40.000.000.000, dan ada lagi katanya proyek lainnya sehingga nilai proyek seluruhnya sebesar Rp60.000.000.000.

Dan untuk mendapatkan proyek besar ini, perlu ada teman untuk kerjasama modal, dan terdakwa meyakinkan korban bahwa adik kandung terdakwa merupakan Rektor UINSU.

Dari keterangan terdakwa dan Abdullah Harahap, korban merasa yakin akan memperoleh pengerjaan proyek dari terdakwa dan Abdullah Harahap, maka saksi korban setuju untuk ikut memberi modal.

Terdakwa kembali meyakinkan korban, jika nantinya terdakwa akan menyerahkan surat tanah atau Sertifikat Hak Milik Tanah, pada pertemuan selanjutnya.

Kemudian, Abdullah Harahap meminta saksi korban agar menyerahkan sebagian dulu untuk dipakainya yaitu sebesar Rp250.000.000. Saat itu juga pada tanggal 19 Januari 2021 sekira pukul 19.00 Wib, korban menyerahkan mata uang Dolar Singapore, sebanyak 23 lembar yang setara nilai rupiah sebesar Rp250.000.000.

Korban lalu menyerahkan kepada Abdullah Harahap, namun yang menerima adalah terdakwa dan selanjutnya korban membuat tanda terima uang di dalam Kwitansi bermaterai 6000. Setelah itu, korban mengirimkan pesan whatsapp, yang mengatakan bahwa hasil penukaran dari 23 lembar Dolar Singapore tersebut tidak senilai Rp250.000.000, dan masih kurang sebesar Rp4.000.000.

Pada 26 Januari 2021 sekira pukul 19.00 Wib, terdakwa bersama dengan saksi Mhd Zulfan Tanjung dan Abdullah Harahap datang lagi ke kantor saksi korban kemudian meminta lagi uang sebesar Rp250.000.000, yang kata Abdullah Harahap saat itu untuk keperluan Rektor UINSU, lalu saksi serahkan juga dengan mata uang Dolar Singapore sebanyak 23 lembar dengan nilai sebesar Rp250.000.000.

Lalu pada April 2022, korban menghubungi Abdullah Harahap untuk menanyakan proyek tersebut. Namun Abdullah mengatakan masih dalam proses. Begitulah jawaban Abdullah setiap bulan, ketika ditagih korban

Hingga setahun lebih saksi korban menunggu, namun proyek tersebut belum didapatkan lalu pada bulan April 2022 saksi korban dihubungi oleh Abdullah Harahap bahwa pihak kampus UINSU sudah akan memberikan proyek namun harus menambah biaya lagi sebesar Rp200.000.000.

Lalu, permintaan tersebut saksi korban berikan juga dengan 2 kali penyerahan yaitu Rp150.000.000 dan Rp50.000.000. Setelah uang tersebut korban serahkan, sampai sekarang proyek yang dijanjikan oleh terdakwa dan Abdullah Harahap tersebut tidak ada dan uang saksi korban juga tidak dikembalikan. Atas kejadian tersebut, saksi korban mengalami kerugian sebesar Rp700.000.000. (man/han)

Kombes Gidion Arif Setyawan Jabat Kapolrestabes Medan

LANTIK: Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto saat melantik sejumlah pejabat di jajaran Polda Sumut. Sumut Pos/Dokumen Pribadi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto resmi melantik Kombes Pol Gidion Arif Setyawan menjadi kepala Kepolisian Tesor Kota Besar (Kapolrestabes) Medan menggantikan Kombes Pol Teddy John Sahala Marbun.

Pelantikan dan serah terima jabatan (Sertijab) yang digelar, di Aula Tribrata Markas Polda Sumut tersebut, dihadiri Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Rony Samtana, para Kapolres Jajaran dan Pejabat Utama (PJU) Polda Sumut, Senin (7/10).

Pelantikan Kombes Pol Gidion Arif Setyawan sebagai kapolrestabes Medan berdasarkan Surat telegram Kapolri Nomor: ST/2098/IX/KEP/2024, Tertanggal 20-9-2024.

Kombes Gidion yang sebelumnya menjabat Kapolres Metro Jakarta Utara itu dilantik menggantikan Kombes Teddy yang dimutasi ke Lemdiklat Polri sebagai Widyaiswara Kepolisian Madya TK I Sespimti Sespim.

Selain Gidion, Kapolda Whisnu juga melantik AKBP Doni Satria Sembiring sebagai direktur Reserse Siber Polda Sumut, yang merupakan Satker baru dibentuk. Pelantikan AKBP Doni ini berdasarkan Surat telegram Kapolri Nomor: ST/2100/IX/KEP/2024 tanggal 20 September 2024.

Kapolda juga menyerahterimakan jabatan Kapolres Tebingtingi dari AKBP Andreas Luhut Jaya Tampubolon kepada AKBP Simon Paulus Sinulingga, yang sebelumnya menjabat Kabagbinopsnal Ditreskrimum Polda Sumut.

Kemudian Kapolres Labuhanbatu Selatan (Labusel) dari AKBP Maringan Simanjuntak kepada AKBP Arfin Fachreza, yang sebelumnya menjabat Kasubdit 3 Dit Reskrimum Polda Kalimantan Utara (Kaltara).

Kepada pejabat yang baru dilantik, Whisnu meminta untuk menindak tegas geng motor, pelaku narkoba dan tindak kejahatan lainnya. Jenderal bintang dua itu mengingatkan anggotanya untuk tidak bermain-main.

“Tindak tegas geng motor. Tidak ada yang bermain-main dengan narkoba, tegas dan tindak para pelakunya, siapapun pelaku jaringan dan bandar,” kata Whisnu dalam sambutannya.

Khusus untuk Kombes Teddy, Whisnu mengucapkan terima kasih atas pengabdiannya selama menjadi Kapolrestabes Medan. Sementara kepada Kapolrestabes yang baru, Whisnu meminta untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Terima kasih kepada Pak Kombes Teddy Marbun atas segala dedikasinya dalam menjaga kamtibmas medan sebagai barometer Sumut. Untuk Kapolrestabes yang baru, Kombes Gidion, tantangan di depan mata adalah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), rangkul semua lapisan masyarakat, ajak bersama-sama menciptakan pilkada damai sejuk dan aman, serta wujudkan kamtibmas kondusif,” pungkasnya. (dwi/han)

Dimotivasi Plt Wali Kota, Atlet Paralympic asal Binjai Raih Emas di Peparnas XVII

DATANGI; Plt Wali Kota Binjai, Rizky Yunanda Sitepu saat mendatangi atlet paralimpic di Solo.(Diskominfo Binjai/Sumut Pos)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pelaksana Tugas Wali Kota Binjai, Rizky Yunanda Sitepu didampingi Plt Ketua TP-PPK, Winda Widya br Sebayang memberi motivasi kepada atlet paralimpic yang berkompetisi di ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII di hotel mereka, Minggu (6/10/2024). Setelahnya, Rizky dan istri juga mengikuti pembukaan Peparnas XVII di Stadion Manahan Solo.

Saat di hotel menemui atlet, Rizky dagang bersama Kadis Kominfo, Sofyan Siregar memberi motivasi sekaligus memberi uang pembinaan. Dalam kesempatan tersebut, Rizky berpesan kepada para atlet untuk junjung tinggi prinsip sportivitas dan fair play selama berlaga di Peparnas 2024.

“Pesan saya jaga nama baik Kota Binjai, bertanding dengan sportif. Berikan hasil terbaik, harumkan nama Kota Binjai di kancah nasional,” kata dia.

Tercatat atlet paralimpic atas nama Riadi Saputra meraih medali emas dalam Peparnas XVII dari cabang olahraga atletik. Perolehan medali emas ini adalah sebuah kebanggaan Kota Binjai.

Sementara, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang membuka Peparnas XVII di Stadion Manahan Solo. Dalam sambutannya, Presiden Jokowi bangga dengan prestasi yang ditorehkan para atlet penyandang disabilitas Indonesia.

Sebab, NPC Indonesia sukses mempertahankan gelar juara di ajang ASEAN Paragames sejak 2017.

“Kita semua patut berbangga, karena para atlet penyandang disabilitas Indonesia, daya juangnya luar biasa, prestasinya juga sangat membanggakan,” ungkapnya.

“Oleh sebab itu, mari kita sukseskan pekan Paralimpiade Nasional ini, yang tidak hanya sebagai ajang untuk melahirkan atlet-atlet potensial. Tapi juga sebagai panggung kesetaraan bagi para atlet penyandang disabilitas untuk menampilkan kemampuan terbaiknya,” pungkasnya. (ted/han)