26 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 463

LPPM USU Edukasi Pengembangan Teknik Rehabilitasi Mangrove dengan Pola Tanam Layang-layang untuk Mitigasi Abrasi Pantai di Desa Rugemuk, Deli Serdang

PANTAI LABU, SUMUTPOS.CO- Pantai Alam Serdang merupakan salah satu tempat ekowisata yang ada di Desa Rugemuk, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang. Pantai ini dikelola oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Alam Serdang Bahari sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Desa Rugemuk Nomor 29 Tahun 2018.

Desa Rugemuk merupakan desa yang berbatasan langsung dengan garis pantai Timur Sumut. Sebagaimana layaknya daerah garis pantai, kehidupan penduduk Desa Regemuk berasal dari mata pencaharian sebagai nelayan dan juga pengelolaan wisata pantai di sekitar Desa Regemuk.

Pada November 2022, Desa Rugemuk dilanda banjir rob besar, sehingga mengakibatkan sebagian besar rumah warga tergenang air. Bahkan ada yang rusak, serta banyak juga kapal nelayan yang rusak.

Dampak banjir rob juga mengakibatkan rusaknya Pantai Alam Serdang yang dikelola KTH Alam Serdang Bahari beserta sarana dan prasarana wisata yang ada. Bahkan kolam silvofishery yang dibangun dari dana bantuan Lantamal 1 Belawan juga ikut hancur.

Demikian halnya dengan ekosistem hutan mangrove yang ada di Pantai Alam Serdang Bahari, terus mengalami kerusakan akibat abrasi pantai. Kondisi ini diperparah karena selama 2018 sampai akhir 2023 belum ada upaya maksimal dari pihak pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten, dalam mengurangi hantaman badai laut dan gelombang besar seperti alat pemecah ombak (APO).

Seiring berjalan waktu, KTH Alam Serdang Bahari juga telah melakukan beragam kegiatan penanaman mangrove bersama para pihak lain, baik swasta, pemerintah, maupun perguruan tinggi. Namun dalam kegiatan penanaman ini belum menerapkan pola tanaman yang tepat serta belum ada upaya kegiatan yang ditujukan untuk perlindungan habitat sehingga bibit pohon mangrove yang ditanam tersebut mengalami kerusakan kembali dan tidak tumbuh.

Beranjak dari kondisi tersebut Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat (PPM) melalui rehabilitasi mangrove dan penguatan daerah pesisir pantai guna mengurangi dampak abrasi air laut.

Beberapa kegiatan PPM yang dilakukan antara lain edukasi pengembangan rehabilitasi mangrove pola layang-layang, pembangunan kebun bibit rakyat yang menyediakan bibit pohon (khususnya mangrove), pengembangan silvofishery kepiting bakau, dan penanaman (rehabilitasi) mangrove dengan pola tanam layang-layang dan rumpun berjarak.

Tim pelaksana PPM yang terdiri dari 4 orang, yaitu Moehar Maraghiy Harahap, S.Hut., M.Sc., Dr. Oding Affandi, S.Hut., MP, Prof. Dr. Etti Sartina Siregar S.Si., M.Si. dan Dr. Ahmad Muhtadi, S.Pi., M.Si telah melakukan serangkaian kegiatan, yaitu survey ke lokasi mitra (KTH Alam Serdang Bahari), pembuatan pembibitan mangrove jenis api-api (Avicennia sp.), pembuatan demplot penanaman dengan pola layang-layang, dan edukasi pengembangan teknik rehabilitasi mangrove dengan pola tanam layang-layang.

Kegiatan survey lokasi dan diskusi dengan mitra PPM dilakukan sejak bulan Maret 2024. Dari hasil survey lapangan diketahui bahwa sebagian bangunan permanen maupun non-permanen yang ada di Pantai Alam Serdang Bahari mengalami kerusakan parah bahkan daratan dari pantainya semakin menyempit karena abrasi yang terus terjadi.

Pohon-pohon mangrove yang ada di pantai sebagian besar juga sudah rusak dan tumbang. Hasil diskusi lebih lanjut dengan mitra setelah survey, disepakati untuk melakukan kegiatan penanaman atau rehabilitasi melalui pola layang-layang.

Sebelum melakukan rehabilitasi mangrove, Tim Pelaksana PPM bersama mitra membuat dulu pembibitan mangrove guna ditanam saat pelaksanaan rehabilitasi.

Untuk memastikan keberhasilan pola tanam yang dipakai, maka di lokasi PPM juga dilakukan pembuatan demplot atau uji coba penanaman dengan pola layang-layang untuk melihat ketahanan pelindung dan respon tanaman terhadap ombak dan kondisi pasang.

Pembuatan demplot ini penting untuk dilakukan agar memberikan gambaran riil dan pengalaman empirik seperti apa plot penanaman mangrove yang harus dibangun di sekitar pantai agar mampu hidup dan bertahan di kemudian hari. Pada akhirnya plot penanaman diharapkan dapat tumbuh menjadi tegakan mangrove yang membentuk hutan sekunder pelindung daratan.

Selanjutnya dibuat satu buah demplot tanam pola layang-layang dengan jenis mangrove api-api (Avicennia sp.) sekitar 500 bibit dan diberi pelindung berupa bilah bambu
Selanjutnya Tim PPM melakukan kegiatan Edukasi Pengembangan Teknik Rehabilitasi Mangrove Dengan Pola Tanam Layang-Layang Untuk Mitigasi Abrasi Pantai Di Desa Rugemuk, Deli Serdang sekaligus diskusi yang dilaksanakan pada hari Senin, 26 Sepetember 2024 bertempat di area wisata Pantai Alam Serdang.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh seluruh Tim PPM USU. Pada kegiatan ini dihadiri juga oleh mahasiswa peserta merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) USU. Sementara itu dari pihak desa hadir Kepala Desa Rugemuk dan jajaran pemerintah desa, Tokoh Masyarakat, kelompok ibu rumah tangga, serta para pengurus KTH Alam Serdang Bahari.

Moehar Maraghiy selaku Ketua Pelaksana PPM, dalam sambutannya menyampaikan bahwa, kegiatan PPM ini bertujuan untuk percontohan dalam penerapan pola layang-layang dala kegiatan rehabilitasi mangrove pada areal pantai terabrasi. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi media pemberdayaan bagi warga Desa Rugemuk dan percontohan bagi daerah lainnya.

Dengan demikian diharapkan akan terbentuk kesadaran aksi bersama (collective action) di dalam pelestarian lingkungan dan antisipasi potensi bencana di daerah pesisir
Sementara itu Kepala Desa Rugemuk menyampaikan bahwa, pihak desa sangat menyambut baik program ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim Pelaksana Program PPM USU yang telah melakukan kegiatan dan mendampingi pemulihan lokasi pantai yang terabrasi, khususnya di areal wisata Pantai Alam Serdang melalui beragam kegiatan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Kami di desa mengharapkan agar ada upaya pencegahan abrasi pantai di wilayah pesisir yang ada di Desa Rugemuk ini. Daratan di sini semakin menyempit dari waktu ke waktu. Dan kami pun selalu was-was terjadinya banjir rob yang bisa masuk ke pemukiman,” papar kepala desa.

Di sisi lain, Oding Affandi dalam pemaparannya lebih menekankan pada penguatan kelembagaan dan kesiapan pengelola KTH Alam Serdang Bahari dalam mengelola areal wisata yang notabene masuk dalam kawasan hutan dengan fungsi hutan lindung.

“Langkah penting dari KTH adalah memahami apa saja yang harus dilakukan setelah mendapat Persetujuan Pengelolaan Perhutanan Sosial dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Yang paling mendasar adalah KTH segera menyusun Rencana Kelola Perhutanan Sosial (RKPS), Rencana Kerja Tahunan (RKT), serta membentuk dam menjalankan unit usaha atau Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) sesuai dengan potensi yang ada di areal kerja KTH,” jelas Oding.

Lebih lanjut Muhtadi Rangkuti dalam paparannya menyatakan, mangrove dan ekosistemnya berperan penting setidaknya dalam 3 hal. Yang pertama, secara biofisik mangrove berperan untuk mengurangi erosi dan abrasi pantai serta mencegah dan melindungi pantai dari intrusi air laut.

Kedua, secara ekologis mangrove berperan sebagai habitat flora dan fauna baik aquatik maupun terestrial, seperti udang, kepiting, ikan, dan berbagai satwa lainnya. Dan yang ketiga, secara sosial-ekonomi mangrove merupakan mata pencaharian masyarakat baik perikanan maupun kegiatan wisata bahari.

Kegiatan edukasi dan penyuluhan ditutup dengan sesi diskusi yang dipandu Ettti S Siregar. Peserta yang hadir banyak berharap agar kegiatan PPM yang dilakukan USU dapat dilakukan dalam jangka panjang.

Dalam penutupnya Etti Siregar menyampaikan, setelah kegiatan PPM reguler ini, semoga bisa dilanjutkan dengan Program PPM Desa Binaan sehingga ada pendampingan yang intensif dan terus menerus dari USU. “Di masa yang akan datang, kita juga berharap ada kerja sama dengan pihak lain, baik dari pemerintah daerah maupun swasta. Dan tentunya peran dari pemerintah desa bisa optimal dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya. (adz)

PDIP Ingatkan Penyelenggara Pemilu Awasi Bobby Selama Cuti Kampanye

Bendahara DPC PDIP Kota Medan, Boydo HK Panjaitan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan, Bobby Nasution menjadi salah satu kepala daerah yang akan mengambil cuti panjang karena kegiatan kampanye Pilkada Serentak 2024. Cuti tersebut berlaku mulai 25 September hingga 23 November 2024.

Diketahui pada Pilkada Serentak 2024 ini, Bobby Nasution menjadi Calon Gubernur Sumatera Utara yang berpasangan dengan Surya. Di tanggal 27 November 2024 nanti, pasangan Bobby Nasution – Surya akan ‘bertanding’ melawan pasangan Calon Gubsu dan Wagubsu, Edy Rahmayadi – Hasan Basri Sagala.

Terkait masa cuti tersebut, PDI Perjuangan, mengingatkan penyelenggara Pilkada Serentak 2024, yakni KPU dan Bawaslu Sumut untuk benar-benar memperhatikan setiap aturan yang berlaku pada kepala daerah yang mengambil cuti karena mengikuti kampanye Pilkada Serentak 2024.

Khususnya kepada Bobby Nasution yang akan cuti sebagai Wali Kota Medan untuk mengikuti kontestasi Pilgubsu 2024, Bawaslu Sumut diminta untuk melakukan pengawasan ekstra agar menantu Presiden Joko Widodo tersebut tidak mempergunakan fasilitas negara atau fasilitas kedinasannya selama berkampanye.

“Wali Kota Medan, Bobby Nasution akan cuti kampanye mulai 25 September nanti. Penyelenggara Pemilu harus melakukan pengawasan secara ketat, jangan sampai ada fasilitas negara ataupun fasilitas kedinasan yang dipergunakan selama masa kampanye tersebut,” ucap Bendahara DPC PDI Perjuangan Kota Medan, Boydo HK Panjaitan kepada Sumut Pos, Minggu (22/9/2024).

Diterangkan Boydo, selama berkampanye, para pejabat yang maju di Pilkada Serentak dilarang menggunakan fasilitas negara. Larangan ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Selain itu, cuti kampanye juga merupakan salah satu jenis cuti diluar tanggungan negara.

“Dalam melaksanakan kampanye, baik pejabat negara maupun pejabat daerah dilarang menggunakan fasilitas negara atau kedinasan. Aturan ini jelas tertuang di dalam Pasal 304 ayat (1) Undang-undang Pemilu. Fasilitas-fasilitas tersebut tidak boleh dipergunakan pejabat untuk kepentingan kampanye, mulai dari kendaraan dinas hingga rumah dinas,” ujarnya.

Diterangkan Boydo, di dalam UU Pemilu tersebut juga dijelaskan bahwa tak hanya kendaraan dinas hingga rumah dinas ataupun kantor-kantor milik pemerintah, Bobby Nasution sebagai kepala daerah yang nantinya akan cuti kampanye juga tidak boleh mempergunakan fasilitas telekomunikasi dan peralatan lainnya milik pemerintah.

“Selain fasilitas berupa benda, kepala daerah yang cuti kampanye juga tidak boleh mempergunakan kegiatan yang dibiayai oleh APBN/APBD untuk sarana berkampanye. Sebab sekali lagi, cuti kampanye adalah cuti diluar tanggungan negara,” katanya.

Tak cuma berupa benda (rumah, kantor, hingga kendaraan dinas) dan kegiatan yang dianggarakan di APBN/APBD, lanjut Boydo, kepala daerah yang cuti kampanye juga tidak boleh melibatkan para pegawai pada struktur pemerintahan yang ia pimpin untuk terlibat pada kegiatan kampanye yang ia jalani.

“Selain tidak boleh mempergunakan fasilitas negara, baik itu berupa benda ataupun kegiatan, penyelenggara Pilkada juga harus memastikan bahwa seluruh pegawai di pemerintahan, baik ASN maupun Non ASN untuk dapat bersikap netral dan tidak ikut terlibat dalam memenangkan salah satu paslon di Pilkada Serentak ini. Prinsip keadilan dan nilai-nilai demokrasi harus dijunjung tinggi,” pungkasnya.
(map/azw)

Dosen Vokasi USU Gelar Pelatihan Pembuatan Keju dari Susu Kambing di Arjuna Farm

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pengabdian masyarakat. Kali ini, kegiatan tersebut berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak di wilayah Deliserdang dengan mengadakan pelatihan pembuatan keju dari susu kambing segar.

Pelatihan yang berlangsung di Peternakan Arjuna Farm, Desa Mekar Sari, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deliserdang, ini dilaksanakan mulai 21 Mei hingga 10 Agustus 2024, dengan melibatkan sejumlah akademisi dan mahasiswa USU.

Pelatihan ini dilakukan Fakultas Vokasi, khususnya Program Studi D3 Kimia dan D3 Fisika, dengan tujuan untuk memberikan wawasan serta keterampilan baru kepada peternak dalam diversifikasi produk hasil peternakan.

Para peserta pelatihan, yang terdiri dari peternak setempat, mendapatkan bimbingan dari para ahli, di antaranya Agung Pratama, S.Si., M.Si., Juli Novita Sari, S.Si., M.Sc., Dr. Ir. Zikri Noer, S.Si., M.Sc., dan Marina Wulandari Nasution, S.Si., M.Sc. Mereka memberikan arahan mengenai berbagai teknik pembuatan keju, mulai dari proses pasteurisasi susu, fermentasi, hingga tahapan akhir dalam menghasilkan produk keju yang berkualitas tinggi.

Drs. Suhairi, M.Pd., pemilik Peternakan Arjuna Farm, bersama Yudhistira Adhitya Pratama, S.Kom., M.Kom, menyatakan rasa syukurnya atas pelaksanaan pelatihan ini. Menurut Suhairi, pelatihan ini membuka peluang baru bagi para peternak untuk meningkatkan nilai tambah dari susu kambing yang mereka produksi.

“Dengan keterampilan pembuatan keju, peternak tidak hanya akan bergantung pada penjualan susu mentah, tetapi juga dapat memproduksi keju yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” ungkapnya.

Hal ini diharapkan dapat memperbaiki taraf hidup para peternak dengan memperluas jenis produk yang bisa mereka tawarkan ke pasar.
Selain aspek teknis, antusiasme peserta pelatihan juga sangat tinggi selama sesi praktik langsung pembuatan keju.

Para peserta diberikan kesempatan untuk langsung mencoba mengolah susu kambing menjadi keju dengan panduan dari para pengajar. Hal ini memberikan pengalaman berharga bagi mereka, karena dapat memahami proses secara mendalam dan sekaligus meningkatkan rasa percaya diri mereka dalam memproduksi keju secara mandiri.

Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan produksi, tetapi juga untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk susu kambing. Dengan adanya produk baru seperti keju, diharapkan peternak dapat meningkatkan pendapatan mereka melalui diversifikasi usaha. Ini sejalan dengan visi USU untuk mendukung pengembangan ekonomi lokal, sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah pedesaan.

USU tidak berhenti pada pelatihan teknis pembuatan keju saja. Ke depan, tim pengabdian masyarakat USU berencana melanjutkan program ini dengan memberikan pelatihan tambahan terkait strategi pengemasan dan pemasaran produk keju.

Langkah ini diambil agar produk yang dihasilkan dapat lebih kompetitif dan mudah diterima di pasar yang lebih luas. Selain itu, monitoring berkala juga akan dilakukan untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan program ini.

“Kami optimis bahwa program ini akan memberikan dampak jangka panjang yang positif bagi komunitas peternak, tidak hanya dari sisi peningkatan keterampilan, tetapi juga dalam pengembangan usaha mereka,” ujar Agung Pratama.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan USU dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam hal pengabdian kepada masyarakat. Dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada, USU berharap dapat terus memberdayakan masyarakat di berbagai sektor, tidak hanya dalam bidang pertanian dan peternakan, tetapi juga di bidang lain yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Program ini diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah lain, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak komunitas peternak di seluruh Sumatera Utara. (rel/adz)

Gelar Pengabdian Masyarakat, Fakultas Teknik USU Ubah Minyak Jelantah Jadi Krayon Ramah Lingkungan

Para dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik USU, kepala yayasan, dan para siswa Yayasan Al–Kahfi Medan foto bersama usai mengikuti kegiatan penyuluhan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (FT-USU) melalui tim yang diketuai Ir. Gina Cynthia Raphita Hasibuan, S.T., M.Sc., Ph.D., dengan Ir. Muhammad Thoriq Al Fath, S.T., M.T. dan Dr. Ir.Ahmad Perwira Mulia, M.Sc serta 4 orang Mahasiswa Fakultas Teknik USU, melaksanakan pengabdian masyarakat di Yayasan Al Kahfi Medan Amplas pada Sabtu (21/9).

Kegiatan ini, yang dinamakan CRAY-OON (Creating cRAYon from Waste COoking Oil utilisatioN) ini bertujuan untuk mendaur ulang minyak jelantah yang berasal dari dapur yayasan dan rumah tangga di sekitar lokasi yang selama ini dibuang sembarangan dan berpotensi mencemari lingkungan. Minyak jelantah yang sering dianggap hanya sebagai limbah, kini diolah menjadi produk krayon ramah lingkungan.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat, Fakultas Teknik USU mengajak anak-anak Yayasan Al Kahfi Medan Amplas untuk mengubah limbah minyak jelantah menjadi krayon sekaligus meningkatkan kesadaran mereka tentang pentingnya pengelolaan limbah dan daur ulang.

“Kami ingin mengajarkan kepada anak-anak bahwa limbah yang selama ini dibuang ternyata bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Dengan cara ini, mereka tidak hanya belajar tentang daur ulang, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga lingkungan,” jelas Ir. Gina Cynthia Raphita Hasibuan, S.T., M.Sc., PhD. selaku ketua tim pengabdian.

Dalam kegiatan ini, belasan krayon berhasil diproduksi dari minyak jelantah yang dikumpulkan. Anak-anak Yayasan Al Kahfi Medan Amplas merasa senang dan bangga bisa berpartisipasi dalam proses pembuatan krayon yang digunakan untuk kegiatan kreatif mereka sehari-hari.

Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USU, yang secara aktif mendukung implementasi program pengabdian masyarakat di berbagai bidang.

“Kami sangat mengapresiasi program CRAY-OON yang telah memberikan manfaat nyata bagi anak-anak kami, baik dari sisi keterampilan maupun kesadaran lingkungan. Anak-anak tidak hanya mendapatkan krayon untuk belajar, tetapi mereka juga memahami bahwa limbah yang mereka lihat sehari-hari ternyata bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat,” ujar perwakilan Yayasan Al Kahfi Medan Amplas.

Melalui penggunaan teknologi inovatif bernama alat CRAY-OON, minyak jelantah yang sebelumnya dianggap tak berguna diubah menjadi krayon berwarna-warni yang aman dan ramah lingkungan. Anak-anak yayasan dilibatkan dalam seluruh proses, mulai dari penyaringan minyak jelantah, mencampurkannya dengan lilin lebah dan pewarna alami, hingga mencetak krayon yang kemudian digunakan untuk kegiatan belajar mengajar mereka sehari-hari.

Dosen Fakultas Teknik USU yang turut serta, Ir. Muhammad Thoriq Al Fath, S.T., M.T, menjelaskan, pemanfaatan minyak jelantah yang diolah menjadi krayon juga memberikan nilai tambah bagi minyak yang selama ini dianggap hanya sebagai limbah. “Program ini menjadi salah satu solusi nyata untuk mengurangi dampak buruk pembuangan minyak jelantah ke lingkungan. Dengan alat CRAY-OON, kami bisa memproduksi krayon berkualitas yang dapat digunakan anak-anak. Anak-anak juga dapat mewarnai buku gambar secara langsung,” ujarnya.

Program CRAY-OON ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendikbudristek dalam skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Tahun Anggaran 2024. Selain memberikan manfaat lingkungan, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan keterampilan anak-anak dalam hal kreativitas dan pengelolaan limbah.

Anak-anak Yayasan Al Kahfi Medan Amplas kini tak hanya menggunakan krayon yang mereka hasilkan sendiri dalam kegiatan mewarnai, tetapi juga membagikan pengetahuan tersebut ke keluarga dan teman-teman mereka tentang cara mengelola limbah minyak jelantah dengan lebih baik. Harapannya, program ini dapat memberikan dampak berkelanjutan guna menciptakan generasi mendatang yang sadar akan lingkungan dan mampu menginspirasi lebih banyak orang di komunitas sekitar. (rel/adz)

AMPI Deli Serdang Deklarasikan Dukungan untuk Asri – Lom Lom

DELI SERDANG – Organisasi sayap Partai Golkar, Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia atau AMPI menegaskan dukungannya kepada pasangan Calon Kepala Daerah (Cakada) dr Asri Ludin Tambunan dan Lom Lom Suwondo pada Pemilikan Kepala Daerah (Pilkada) Deli Serdang mendatang.

Keseriusan ini disampaikan Ketua DPD AMPI Kabupaten Deli Serdang Herman Nauli pada acara Deklarasi Dukungan Asri – Lom Lom di Baba Kupie, Lubuk Pakam, Sabtu (21/9/2024). Disampaikannya AMPI baru saja melaksanakan Rapat Pleno yang hasilnya wajib untuk dijalankan diantaranya adalah mendukung cakada yang telah disajkan atau didukung Partai Golkar.

“Point b, Pilkada serentak tahun 2024, AMPI mewujudkan dukungan pada pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang diusung Partai Golkar. Berdasarkan hal tersebut, saya selalu Ketua DPD AMPI Deli Serdang menegaskan kepada seluruh kader bahwa wajib kita mendung pasangan Asri Ludin Tambunan dan Lom Lom Suwondo, saya tegaskan AMPI harus tegak lurus,” ujarnya.

Lanjutnya, pihaknya akan menggerakkan pengurus AMPI hingga ke sub rayon untuk memenangkan pasangan Asri Ludin Tambunan dan Lom Lom Suwondo. “Kita akan menggerakkan roda-roda rayon hingga sub rayon untuk memenangkan pasangan Bapak Asri Ludin Tambunan dan pasangannya Lom Lom Suwondo,” ujarnya sembari mengatakan Asri Ludin Tambunan juga telah menjadi Anggota Dewan Kehormatan AMPI Deli Serdang.

Menanggapi hal ini, dr Asri Ludin Tambunan atau akrab disapa dr Aci menyampaikan apresiasinya kepada AMPI. Dukungan ini menurutnya akan menambah semangat dan ‘daya gedor’ di masyarakat dalam memenangkan dirinya bersama Lom Lom Suwondo.

“Alhamdulilah, dukungan ini akan menambah daya gedor dan daya juang kami, jadi salah satu kuncin kemenangaan Asri Ludin Tambunan san Lom Lom Suwondo. Sebagai kader Partai Golkar dan hari ini menjadi Anggota Dewan Kehormatan DPD AMPI Deli Serdang tentu saya harus ikut dalam barisan memperjuangan kemenangan ini, kemenaangan untuk Golkar dan AMPI,” katanya.

“Semoga kita bisa menang dan bisa bersama-sama membangun Deli Serdang untuk lima tahun ke depan,” tambahnya.(rel)

KPU Tetapkan DPT Pilkada Medan 1.799.421 Pemilih

REKAPITULASI: Ketua KPU Medan Mutia Atiqah pada Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPSHP dan Penetapan DPT pada Pilkada Serentak tahun 2024 tingkat Kota Medan di Hotel Le Polonia Medan, Jumat (20/9/2024) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada Medan sebanyak 1.799.421 pemilih dengan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 3.326.

Hal itu disampaikan Ketua KPU Medan Mutia Atiqah pada Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPSHP dan Penetapan DPT pada Pilkada Serentak tahun 2024 tingkat Kota Medan di Hotel Le Polonia Medan, Jumat (20/9/2024) malam.

Dalam rapat itu Mutia didampingi 4 Komisioner KPU lainnya yakni Divisi Teknis Penyelenggaraan Muhammad Taufiqurahman Munthe, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM Bobby Niedal Dalimunthe, Divisi Hukum dan Pengawasan: Zefrizal dan Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi: Saut Haornas Sagala.

Dari total pemilih di Pilkada Medan 2024, dengan rincian 871.250 pemilih laki-laki dan 928.238 pemilih perempuan.

Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi: Saut Haornas Sagala dalam kesempatan itu menyebutkan jumlah pemilih terbanyak berada di Medan Deli dengan 135.528 pemilih, dengan rincian 67.354 pemilih laki-laki dan 68.174 pemilih perempuan dengan jumlah TPS 246.

Sementara jumlah pemilih terendah ada Kecamatan Medan Baru dengan 27.027 pemilih, dengan rincian 12.481 laki-laki dan 14.546 perempuan dengan jumlah TPS sebanyak 53.

Dikatakan, jumlah DPT berkurang sebanyak 6.029 pemilih dari DPS sebelumnya 1.805.517 pemilih.

Berkurangnya jumlah pemilih itu disebabkan beberapa faktor yakni karena meninggal, pindah domisili, perpindahan identitas.

Selain pengurangan ada beberapa penambahan pemilihan karena pensiunan TNI/POLRI.

Berikut jumlah pemilih di 21 Kecamatan yang berhasil medanbisnisdaily.com himpun dari Rapat Pleno Terbuka :

1. Medan Kota, jumlah pemilih 64.116 dengan rincian 30.276 laki-laki, dan 33.840 perempuan dengan jumlah TPS sebanyak 120.

2. Medan Sunggal, jumlah pemilih 96.215 dengan rincian 45.981 laki-laki, dan 50.234 perempuan dengan jumlah TPS sebanyak 185.

3. Medan Helvetia, jumlah pemilih 123.121 dengan rincian 59.112 laki-laki, dan 64.009 perempuan dengan jumlah TPS sebanyak 225.

4. Medan Denai, jumlah pemilih 124.823 dengan rincian 60.941 laki-laki, dan 63.882 perempuan dengan jumlah TPS sebanyak 239.

5. Medan Barat, jumlah pemilih 66.773 dengan rincian 31.927 laki-laki, dan 34.845 perempuan dengan jumlah TPS sebanyak 119.

6. Medan Deli, jumlah pemilih 135.528 dengan rincian 67.354 laki-laki, dan 68.174 perempuan dengan jumlah TPS sebanyak 246.

7. Medan Tuntungan, jumlah pemilih 70.805 dengan rincian 33.794 laki-laki, dan 37.011 perempuan dengan jumlah TPS sebanyak 145.

8. Medan Belawan, jumlah pemilih 74.281 dengan rincian 37.296 laki-laki, dan 36.985 perempuan dengan jumlah TPS sebanyak 143.

9. Medan Amplas, jumlah pemilih 93.715 dengan rincian 45.269 laki-laki, dan 48.446 perempuan dengan jumlah TPS sebanyak 170.

10. Medan Area, jumlah pemilih 85.590 dengan rincian 41.335 laki-laki, dan 44.255 perempuan dengan jumlah TPS sebanyak 153.

11. Medan Johor, jumlah pemilih 113.108 dengan rincian 54.551 laki-laki, dan 58.557 perempuan dengan jumlah TPS sebanyak 209.

12. Medan Marelan, jumlah pemilih 133.250 dengan rincian 66.244 laki-laki, dan 67.006 perempuan dengan jumlah TPS sebanyak 239.

13. Medan Labuhan, jumlah pemilih 96.201 dengan rincian 48.124 laki-laki, dan 48.077 perempuan dengan jumlah TPS sebanyak 189.

14. Medan Tembung, jumlah pemilih 109.920 dengan rincian 53.165 laki-laki, dan 56.755 perempuan dengan jumlah TPS sebanyak 192.

15. Medan Maimun, jumlah pemilih 38.328 dengan rincian 18.439 laki-laki, dan 19.889 perempuan dengan jumlah TPS sebanyak 69.

16. Medan Polonia, jumlah pemilih 43.358 dengan rincian 20.740 laki-laki, dan 22.618 perempuan dengan jumlah TPS sebanyak 76.

17. Medan Baru, jumlah pemilih 27.027 dengan rincian 12.481 laki-laki, dan 14. 546 perempuan dengan jumlah TPS sebanyak 53.

18. Medan Perjuangan, jumlah pemilih 79.777 dengan rincian 38.193 laki-laki, dan 41.584 perempuan dengan jumlah TPS sebanyak 143.

19. Medan Petisah, jumlah pemilih 55.919 dengan rincian 26.282 laki-laki, dan 29.637 perempuan dengan jumlah TPS sebanyak 108.

20. Medan Timur, jumlah pemilih 90.432 dengan rincian 42.989 laki-laki, dan 47.445 perempuan dengan jumlah TPS sebanyak 163.

21. Medan Selayang, jumlah pemilih 78.562 dengan rincian 37.498 laki-laki, dan 41.064 perempuan dengan jumlah TPS sebanyak 140. (map)

Polisi Amankan Pencuri Kabel Telekomunikasi

DIAMANKAN: Pelaku pencuri kabel telekomunikasi saat diamankan.

LABURA, SUMUTPOS.CO – Unit Reskrim Polsek Aek Natas, Polres Labuhan batu menangkap seorang pelaku pencurian kabel milik PT. Dayamitra Telekomunikasi di kawasan Tower Site RAP253, Desa Kampung Yaman, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhan batu Utara, di daerah Jalan Dusun Dalam, Aek Nabara, Kecamatan Bilah Hulu, Jumat (20/9/2024).

Pelaku seorang pria berinisial M ,31, warga Lingkungan Kampung Tengah, Kelurahan Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu.

Peristiwa pencurian ini dilaporkan oleh Arif Anwar Harahap, seorang karyawan swasta yang merupakan sebagai perwakilan dari PT. Dayamitra Telekomunikasi.

Arif melaporkan bahwa pada tanggal 16 Agustus 2024, perusahaan mengalami kehilangan kabel power RRU sepanjang 12 meter di area tower tersebut, dengan kerugian mencapai Rp34 juta.

Berdasarkan penyelidikan dan laporan dari masyarakat setempat, Pelaku M diketahui membawa kabel dari lokasi pencurian pada 15 hingga 16 Agustus 2024. Meskipun M merupakan karyawan kontraktor, ia tidak bekerja untuk PT. Dayamitra Telekomunikasi. Polisi pun segera bergerak melakukan pencarian setelah laporan diterima.

Kasi Humas Polres Labuhan batu AKP Syafrudin menyatakan apresiasinya terhadap kinerja Polsek Aek Natas. Pelaku ditangkap tanpa perlawanan dan dibawa ke Polsek Aek Natas untuk penyidikan lebih lanjut.

“Saat ini pelaku sedang dalam proses penyidikan lebih lanjut. Polres Labuhan batu akan terus melakukan pengawasan di berbagai titik strategis untuk mencegah kejadian serupa terulang*, kata kasi Humas tersebut.(Ind/han)

PLN UID Sumut Sukses Hadirkan Listrik Berkualitas di PON XXI Aceh – Sumut

Petugas Pelayanan Teknik secara berkala memastikan pasokan listrik andal saat penutupan PON XXI Aceh - Sumut,(20/9).

DELISERDANG – PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara berhasil menghadirkan pasokan listrik berkualitas selama pergelaran PON XXI Aceh – Sumut yang berlangsung dari tanggal 8 hingga 20 September 2024.

Keberhasilan ini ditandai dengan suksesnya upacara penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 di Stadion Utama Sumatera Utara pada Jumat (20/9/2024) malam.

Mewakili Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof DR Muhadjir Effendy, MAP menyatakan bahwa perhelatan PON XXI Aceh-Sumut merupakan pelaksanaan pertama yang diadakan di dua provinsi sekaligus.

Ajang ini juga mencatat sejarah baru dengan keterlibatan 13.000 atlet, lebih dari 6000 official, dan 39 kontingen dari 38 provinsi di Indonesia serta 1 dari Ibu Kota Nusantara.
“Saya mewakili Presiden Republik Indonesia dengan ini menyatakan PON XXI 2024 resmi ditutup,” ujar Muhadjir.

Muhadjir juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan ini berjalan dengan sukses. Dia juga memberikan selamat kepada para atlet yang telah meraih juara dan prestasi.

Dalam kesempatan yang sama, Pj Gubernur Sumatera Utara, Agus Fatoni, mengucapkan terima kasih atas penunjukan Aceh dan Sumatera Utara sebagai tuan rumah perhelatan olahraga nasional 2024.

Ia berharap perhelatan ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di dua provinsi tersebut.

“Perekonomian di Sumatera Utara terus menggeliat. Pelaku UMKM merasakan dampak positif sejak perhelatan ini dimulai,” ungkap Agus.

Sementara itu, General Manager PLN UID Sumatera Utara, Saleh Siswanto, menegaskan bahwa PLN berkomitmen menjaga pasokan listrik tetap andal sejak pembukaan, pelaksanaan, hingga penutupan PON XXI Aceh – Sumut.

“Alhamdulillah, PLN UID Sumatera Utara berhasil menjaga pasokan listrik pada acara puncak perhelatan PON XXI Aceh – Sumut 2024. Tercatat, beban puncak saat penutupan sebesar 2.431 Mega Watt (MW) dengan Daya Mampu Pasok sebesar 3.187 Mega Watt (MW),” ujar Saleh.

Saleh juga menegaskan komitmen PLN dalam menghadirkan listrik berkualitas, termasuk dalam penerapan budaya AKHLAK selama 5 tahun kepemimpinan Erick Thohir. (ila)

GM PLN UIP SBU Lakukan Site Visit, PLTA Asahan 3 Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini

VISIT: GM PLN SBUnHening Kyat Pamungkas saat site visit ke PLTA Asahan 3 di Kabupaten Asahan, Kamis (19/9/2024).

ASAHAN – GM PLN UIP SBU Hening Kyat Pamungkas melakukan site visit ke PLTA Asahan 3 di Kabupaten Asahan dan Toba, Kamis (19/9/2024).

Turut hadir dalam rombongan, Hidbar R Saragih (SRM Perencanaan), Nanda Dani Andrianto (SRM OK 2), Parlindungan (Manager UPP SBU 4), Saur Sinaga (Manajer K3 dan Kam) dan Khoiril Fadlil (Asman Pengendalian Proyek UPP SBU 4).

Dalam kesempatan, GM PLN UIP SBU dan rombongan melihat langsung progress pekerjaan di PLTA Asahan 3 setelah beberapa saat yang lalu baru saja energize Extension Bay Line 1 Gardu Induk Simangkuk – Transmission Line 150 kV Asahan 3 Simangkuk Sirkit 1 – Bay Line 1 dan Bay LST Gardu Induk Asahan 3.

Selain itu, jajaran manajamen PLN UIP SBU tersebut juga meninjau kesiapan kontraktor untuk pekerjaan perbaikan Access Road PLTA Asahan 3.

Pantauan di lapangan, beberapa titik yang dikunjungi adalah GI PLTA Asahan 3, Power House dan Intake Weir. Progress Pekerjaan di PLTA Asahan 3 sendiri sudah mencapai 99,66%, dimana saat ini fokus pekerjaan adalah pada pelaksanaan pengujian dan komisioning pembangkit agar dapat beroperasi pada TW IV tahun ini.

Disela kegiatan, GM PLN UIP SBU Hening Kyat Pamungkas mengatakan bahwa pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk menuntaskan proyek ini sesuai target.

“Dengan selesainya pembangunan PLTA Asahan 3, tentunya upaya PLN dalam meningkatkan keandalan listrik khususnya di Kabupaten Asahan dan Toba bisa terealisasi dan pemerintahan setempat bisa menjamin ketersediaan listrik bagi investor yang akan menanamkan modalnya,” ujar Hening.

Di samping itu, lanjutnya, beroperasinya PLTA Asahan 3 juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di kedua kabupaten tersebut. (ila)

Percepatan Pendaftaran Tanah yang Belum Memiliki SHM untuk Meningkatkan Ekonomi dan Pencegahan Konflik di Desa Mariendal-I

MARIENDAL-I: Pelatihan dan pendampingan terhadap masyarakat yang belum memiliki SHM di Balai Desa Marindal-I, Deliserdang.(ISTIMEWA)

DOSEN Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah melaksanakan pelatihan dan pendampingan terhadap masyarakat yang belum memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) di Balai Desa Marindal-I, Deliserdang.

Kegiatan percepatan pendaftaran tanah yang belum memiliki SHM tersebut untuk meningkatkan ekonomi dan pencegahan konflik di Desa Mariendal-I. Kegiatan ini merupakan pengabdian yang didanai Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian Masyarakat (DRTPM) dengan nomor kontrak induk: 123/E5/PG.02.00/PM.BARU/2024 dan nomor kontrak turunan: 102/LL1/AL.04.03/2024; 059/LPIMUMNAW/B.07/2024.

Pelatihan dan pendampingan terhadap masyarakat yang belum memiliki SHM diadakan di Balai Desa Marindal-I pada 16-18 September 2024.

Dr Anwar Sadat Harahap SAg MHum selaku ketua pelaksana pengabdian menjadi nara sumber pada acara pelatihan dan pendampingan proses pendaftaran tanah terhadap tanah yang belum memiliki SHM ke Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Deliserdang.

Kepala Desa Marindal-I Ir Ardianto Ir M Shaleh dari Kantor BPN Kabupaten Deliserdang juga menjadi nara sumber kegiatan tersebut. Pendaftaran tanah ke Kantor BPN Kabupaten Deliserdang sebanyak 43 KK dari 97 yang ditargetkan.

Pada kegiatan ini juga dilaksanakan pelatihan dalam proses di pengurusan dan pelengkpan berkas pendaftaran tanah. Kemudian membentuk Kelompok Masyarakat Pendaftar Tanah (KMPT) yang terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara dan 15 anggota.

Tugas pokok KMPT melakukan pendampingan dalam proses pendaftaran tanah secara terus menerus dan berkesinambungan.
Masyarakat yang hadir diberi tugas untuk menyusun berkas yang diperlukan dalam pengurusan pendaftaran penerbitan sertifikat hak milik selama sebulan setelah pelatihan dengan didampingi oleh seluruh tim pelaksana.

Masyarakat sangat senang dan menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka berharap supaya terus didampingi sampai mereka memperoleh SHM tanahnya.
Program ini terus berjalan sebagaiman yang direncanakan dan terus berkelanjutan melalui KMPT yang terus menerus bertugas memberikan materi tentang tata cara pendaftaran tanah ke Kantor BPN sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Keberadaan KMPT ini di-SK-kan oleh kepala desa dengan menggunakan dana desa dan dana yang berasal dari swadaya masyarakat Marindal-I. (dmp)