31 C
Medan
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 497

Telkomsel Berkomitmen Dukung Gelaran PON XXI Aceh-Sumut 2024

Telkomsel lakukan penandatanganan MoU Kerjasama bersama Panitia Besar PON di wilayah Sumatera Utara dan Aceh. Kerjasama ini bertujuan untuk mendukung kelancaran dan kesuksesan penyelenggaraan PON XXI yang akan berlangsung dari tanggal 8 – 20 September 2024 di dua Provinsi Sumut dan Aceh.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam mendukung gelaran “Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024, Telkomsel lakukan penandatanganan MoU Kerjasama bersama Panitia Besar PON di wilayah Sumatera Utara dan Aceh. Kerjasama ini bertujuan untuk mendukung kelancaran dan kesuksesan penyelenggaraan PON XXI yang akan berlangsung dari tanggal 8 – 20 September 2024 di dua Provinsi Sumut dan Aceh.

General Manager Consumer Business Sumbagut Telkomsel Teuku DA Ramdhani mengatakan “Kami sangat bangga dapat berpartisipasi dalam mendukung PON XXI di Sumatera Utara dan Aceh. Terinspirasi dengan semangat Indonesia untuk dapat mendorong kemajuan, Telkomsel sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan berkomitmen untuk memberikan kenyamanan dan pengalaman digital bagi seluruh atlet, tim pendukung, panitia serta pelanggan selama penyelenggaraan PON berlangsung melalui hadirnya jaringan, produk, dan layanan yang inovatif, unggul dan bernilai tambah.”

Penandatanganan ini menandai komitmen Telkomsel untuk berkontribusi dalam memajukan olahraga nasional dan memperkuat infrastruktur telekomunikasi selama perhelatan akbar tersebut. Dalam kerjasama ini, Telkomsel akan menyediakan berbagai layanan dan infrastruktur telekomunikasi yang mendukung kelancaran komunikasi dan informasi selama PON XXI berlangsung.

Telkomsel juga akan menyiapkan posko layanan dan bekerjasama dengan mitra outlet sebagai komitmen mensukseskan helatan PON XXI dengan menyediakan beragam produk dan layanan digital untuk mendukung kebutuhan komunikasi para atlet, panitia, serta pengunjung. Secara special Telkomsel juga akan menyediakan produk dan layanan khusus yang hanya ada selama gelaran PON berlangsung.

Hingga saat ini, Telkomsel telah melakukan optimalisasi dan peningkatanan kapasitas jaringan 4G di lebih dari 120 site yang ada di lokasi PON. Layanan 5G Telkomsel juga akan hadir di beberapa titik wilayah venue pertandingan sehingga akan memberikan experience broadband yang berbeda bagi para pengunjung. Selain itu, Telkomsel juga akan melakukan penambahan 11 Compact Mobile BTS (Combat) guna meningkatkan kelancaran akses broadband atau jaringan di wilayah PON XXI Sumut dan Aceh.

Telkomsel memastikan layanan jaringan yang telah digelar dapat mendukung kelancaran komunikasi dan penyebaran informasi terkait Gelaran PON XXI baik di wilayah Sumatera Utara maupun Aceh. Selain itu, Telkomsel juga melihat pentingnya kegiatan ini sehingga diharapkan dapat menjadi ajang olahraga terbesar di Indonesia yang akan melibatkan ribuan atlet dari seluruh penjuru tanah air.

“Dengan adanya kerjasama ini, Telkomsel tidak hanya menunjukkan dukungannya terhadap kemajuan olahraga nasional tetapi juga mempertegas perannya sesuai dengan visi dan misinya sebagai penyedia layanan telekomunikasi digital terbaik di regional yang mampu menjadikan masyarakat Indonesia berdaya saing tinggi dan meraih lebih banyak peluang”, pungkas Teuku.(rel)

Polri, TNI dan Dinsos Sergai Sinergi Tinjau langsung keberadaan ODGJ

Kadis Sosial Sergai Arianto dan Ipda Brimen serta petugas Satpol PP saat mandikan salah seorang ODGJ. (Fadli)

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Polri melalui Polsek Firdaus Polres Sergai bersama Dinas Sosial Sergai dan TNI melalui Koramil-12/SR Sei Rampah bertindak cepat dengan menindaklanjuti maraknya kehadiran orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) di Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sabtu (24/8/2024) petang.

Kapolsek Firdaus Akp Andi Sujendral melalui Kanit Intel Ipda Sahban Hadibuan membenarkan kehadiran Polri, TNI dan Dinsos Pemkab Sergai bersinergi meninjau langsung keberadaan ODGJ agar mendapatkan penanganan optimal.

“Implementasi kepedulian kita. Perlu adanya kesadaran bersama antar lembaga lintas sektoral serta masyarakat guna kepedulian penanganan yang optimal bagi pasien ODGJ,” ujarnya.

Kepala Dinas Sosial Sergai, Arianto, menyatakan bahwa menindaklanjuti laporan maraknya kehadiran ODGJ di Sergai ini perlu menjadi kesadaran bersama melalui peran dari seluruh lapisan elemen, baik pemerintah, masyarakat, hingga pihak swasta dalam membantu rehabilitasi atau proses penyembuhan.

“Kami segera turun ke lokasi bersama lpda Brimen, Danramil, Polsek Firdaus dan Sat Pol PP. Seorang Pria dewasa ODGJ kita temukan di Jalinsum kemudian kita bersihkan tubuhnya dipakai pakaian yang layak dan kita bawa ke Rumah Sakit Sultan Sulaiman untuk penanganan medis,” ujar Arianto.

Direktur Rumah Sakit Sultan Sulaiman dr. Aldi Saragih melalui dr. Lidya Vera membenarkan telah menerima seorang pasien ODGJ dan telah dilakukan pelayanan medis.

“Pasien ODGJ telah mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan dari dokter kita,” ujarnya.

Tim dari Pemkab Sergai yaitu Dinas Sosial, Satpol PP, RSU Sultan Sulaiman serta Danramil Sei Rampah dan Polsek Firdaus. Kolaborasi kepedulian ini diharapkan dapat memastikan penanganan kasus yang komprehensif dan efektif. (fad/tri )

Pomparan Raja Silahisabungan Satukan Tekad Menangkan Mangatas Silalahi

PERTEMUAN; Suasana pertemuan Mangatas Silalahi dengan keluarga besar Pomparan Raja Silahisabungan Siantar dan sekitarnya. FOTO: PRA EVASI/SUMUT POS

SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Punguan Pomparan Raja Silahisabungan (PPRS) Siantar dan sekitarnya membulatkan tekad memperjuangkan Mangatas Silalahi agar menang dalam Pilkada Kota Siantar 2024.

Mangatas Silalahi yang merupakan Pomparan Raja Silahisabungan dianggap mumpuni menjadi Wali Kota Siantar. Selain putra asli Siantar, Mangatas Silalahi juga telah memiliki banyak pengalaman di dunia politik. Baik di partai politik maupun di DPRD beberapa periode.

Pertemuan yang digelar di Sekretariat PPRS Jalan Melanthon Siregar, Sabtu (25/8) kemarin dihadiri oleh pengurus Sektor dan juga Mangatas Silalahi. Seluruh pengurus sektor memberikan masukan dan menegaskan siap memenangkan Mangatas Silalahi.
Ketua PPRS John Hugo Silalahi dalam kesempatan itu berterimakasih kepada seluruh pengurus sektor dan seluruh Pomparan Raja Silahisabungan yang telah membulatkan tekadnya memenangkan Mangatas Silalahi.

“Mangatas Silalahi ini adalah keluarga kita, dia datang kepada kita dalam lingkup keluarga. Artinya adalah bahwa kitalah yang paling di depan untuk memperjuangkan Mangatas Silalahi sebagai wali kota Siantar,” ujar John Hugo Silalahi.

John Hugo Silalahi menambahkan, keseriusan Mangatas Silalahi untuk membangun Siantar sudah dibuktikan dengan mundurnya dari DPRD Kota Siantar.

“Saudara kita terpilih lagi menjadi DPRD Siantar, namun dengan kerelaannya Mangatas siap mengundurkan diri untuk maju sebagai Calon Walikota. Ini sebagai bentuk keseriusan maka seluruh Pomparan Raja Silahisabungan harus bergerak,” ujar John Hugo Silalahi.

Tak lupa juga John Hugo Silalahi menyampaikan terimakasih kepada tim yang setia mendampingi Mangatas Silalahi.

“Terimakasih kepada seluruh tim termasuk juga dari keluarga besar Partai Golkar yang senantiasa menjaga dan membantu anak kami ini Mangatas Silalahi. Semoga apa yang kita cita-citakan diwujudkan oleh Tuhan yang Maha Kuasa,” terang John Hugo.

Dalam kesempatan itu, Mangatas Silalahi dalam sambutannya, mengatakan bahwa PPRS adalah keluarga dan rumahnya. Sehingga dirinya yakin dan percaya atas semangat seluruh Pomparan Raja Silahisabungan maka impiannya untuk membangun Siantar akan tercapai.

“Terimakasih untuk semua dukungan dan doanya. Semoga persatuan dan keakraban kita di keluarga besar di PPRS tetap terjalin dengan baik,” ujar Mangatas Silalahi. (mag7/han)

Putusan MK, 5 Partai di Binjai Tanpa Koalisi Dapat Usung Paslon

Ketua KPU Binjai, Anton Indratno didampingi jajaran komisioner saat memberikan keterangan kepada jurnalis. (Teddy Akbari/Sumut Pos)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Jelang dibuka pendaftaran bakal pasangan calon, Komisi Pemilihan Umum Kota Binjai membeberkan sejumlah tahapan yang sudah dilakukan. Termasuk dalam menyikapi putusan Mahkamah Konstitusi, KPU telah mengeluarkan surat nomor 1692/PL.02.2-SD/05/2024 yang telah diterbitkan pada 23 Agustus 2024.

Ketua KPU Binjai, Anton Indratno, menjelaskan pihaknya akan melakukan penerimaan pendaftaran Bapaslon pada Selasa (27/8/2024) hingga Kamis (29/8/2024). “Pada tanggal 27 Agustus 2024 dan 28 Agustus 2024, waktu pendaftaran dibuka pukul 08.00 WIB sampai dengan 16.00 WIB. Dan hari terakhir 29 Agustus 2024, dibuka pendaftaran pada pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 23.59 WIB,” kata Anton, Minggu (25/8/2024).

Setelah menerima berkas pendaftaran bapaslon, sambung dia, KPU Binjai akan melakukan pemeriksaan yang berlangsung pada 28 Agustus 2024 sampai dengan 2 September 2024. Bapaslon akan menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Haji Medan.

“Kami sudah survei 3 rumah sakit yakni, Adam Malik, Haji dan Putri Hijau. Dan yang memenuhi kriteria Rumah Sakit Haji Medan, Insya Allah akan dilaksanakan penandatanganan kerjasama untuk pelaksanaan pemeriksaan kesehatan bakal pasangan calon pada Senin (26/8/2024),” urainya.

Koordiv Teknis KPU Binjai, Hendri Nauli Rambe menjelaskan terkait sikap atas putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 60/PUU-XXII/2024 dan 70/PUU-XXII/2024. “Ada beberapa pertimbangan (dalam putusan MK) yang diadopsi KPU yang akan dituangkan dalam PKPU. Untuk Kota Binjai, DPT atau daftar pemilih tetap tidak mencapai 250 ribu, diambil 10 persen dari jumlah suara sah. SK sebelumnya kita cabut dan kita akan mengeluarkan SK ketetapan yang baru yang menuangkan apa yang menjadi putusan MK,” kata dia.

“Dilihat dari jumlah suara sah sebanyak 158.580 suara, maka 10 persennya menjadi 15.858 suara. Maka parpol yang memiliki suara 16 ribu, dapat mendaftar tanpa koalisi atau gabungan,” tukasnya.

Dengan ini, ada 5 parpol yang dapat mengusung bapaslon tanpa koalisi. Adalah Partai Golkar (29.393 suara), Partai Demokrat (27.342 suara), PKS (19.751 suara), Gerindra (18.186 suara) dan PDI-Perjuangan (16.930 suara). (ted/tri)

Cuma Rapelan Transport, Uang Jajan Atlet PON Binjai Beku

Wali Kota Binjai, Amir Hamzah foto bersama dengan Ketua KONI Binjai beserta jajaran, Kadispora Binjai dan atlet usai memberikan uang transport. (Teddy Akbari/Sumut Pos)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Sejumlah atlet dari beberapa cabang olahraga asal Kota Binjai yang bertanding dalam Pekan Olahraga Nasional XXI Sumut-Aceh mengeluhkan tak cairnya uang saku. Namun begitu, mereka menerima rapelan uang transport yang namanya tercatat dalam surat keputusan yang dikeluarkan Komite Olahraga Nasional Indonesia Kota Binjai.

Rapelan yang diterima para atlet sebesar Rp1,4 juta dengan uraian per bulannya Rp200 ribu. Mereka menerima rapelan dari Januari sampai dengan Juli 2024.

“Uang saku ini diperlukan untuk atlet, makanya kami bertanya-tanya kok tidak ada uang saku,” ujar atlet salah satu cabor yang akan bertanding dalam PON XXI Sumut-Aceh, Minggu (25/8/2024).

Puluhan atlet beserta belasan pelatih dilepas Wali Kota Binjai, Amir Hamzah dalam acara seremoni di Pendopo Umar Baki, Sabtu (24/8/2024). Pelepasan ini juga diiringi dengan pemberian uang transport yang dikemas dalam amplop putih.

Tidak hanya Amir saja yang hadir dalam seremonial pelepasan atlet tersebut. Juga ada Ketua KONI Binjai, Agus Supriantono dan jajarannya beserta Kadispora, Iwan Setiawan serta pejabat bidang terkait yang berkaitan.

Atlet yang enggan menuliskan identitasnya ini bilang, sebenarnya ogah membandingkan dengan PON sebelumnya. Namun saat ditanya dalam ajang PON Papua, sumber mengakui, ada mendapatkan uang saku.

“Beda uang saku dengan uang transport. Waktu berangkat ke Papua, kami ada dikasih uang saku dan uang transport,” jelasnya.

“Beberapa daerah lain kami dengar-dengar ada dikasih uang saku untuk atlet PON tahun ini. Kami kan bertanding untuk mengharumkan nama kota kesayangan kami, kota lahir kami, tapi kenapa begini, tidak seperti daerah lain, ada dikeluarkan pemerintah daerahnya,” sambungnya.

Karena menjadi pertanyaan, kata dia, sejumlah atlet juga sempat menyoalnya ke Sekretariat KONI Binjai. Sayang, jawaban yang diterima kurang memuaskan.

“Menurut KONI sudah pres kali, gak ada lagi (untuk uang saku). Uang saku ini ya ditunggu, untuk jaga-jaga kami,” katanya.

*Ketua KONI Kampanyekan Amir 2 Periode*

Dalam kesempatan seremoni, Ketua KONI Binjai, Agus Supriantono menyerukan agar atlet kebanggaan masyarakat Kota Rambutan dapat meraih 3 emas dalam ajang olahraga bergengsi skala nasional tersebut. Seruan 3 emas ini disampaikan Ketua KONI Binjai yang akrab disapa Tono tersebut dalam sambutannya di hadapan wali kota dan para atlet.

Bahkan dia juga mengkampanyekan Amir Hamzah untuk lanjutkan memimpin Kota Binjai selama 5 tahun kedepan atau 2 periode. “Namanya kita orang politik, harus tunjukkan warna lah,” jawab Tono saat ditanya alasannya mengkampanyekan Amir Hamzah dalam kesempatan pelapasan atlet.

Dia menjelaskan, ada 54 atlet dan 11 pelatih yang dilepas Amir Hamzah untuk berangkat bertanding dalam ajang PON XXI. Pembukaannya dijadwalkan pada 8 September 2024 di Banda Aceh.

“PON lalu (Papua) hanya 1 emas, ini kita tuan rumah, minimal 3 emas disumbangkan untuk Sumut,” kata Tono dalam sambutannya.

Selain dalam kata sambutan Tono mengkampanyekan Amir Hamzah untuk lanjutkan pembangunan periode kedua, Tono juga menyerukan hal serupa saat foto bersama usai pembagian uang transport. Di sana juga ada Kadispora saat teriakan lanjutkan dua periode Amir Hamzah menggema di Pendopo Umar Baki.

Sementara, Sekretaris KONI Binjai, Yusdi Ghazali mengakui, amplop yang dibagikan kepada para atlet saat seremoni pelepasan adalah uang transport mereka yang dirapel 7 bulan. Disoal uang saku, menurut dia, memang tidak ada.

“Kembali pada daerahnya, gak semua daerah sama,” jawab Yusdi menanggapi pemerintah daerah lain memberikan uang saku kepada atlet PON XXI Sumut-Aceh.

“Memang kalau urusan uang ini pening kita. Dikasih salah, gak dikasih apalagi,” sambungnya.

Terpisah, Kadispora Binjai, Iwan Setiawan menyebut, pelepasan atlet PON XXI yang dilakukan langsung wali kota bukan urusan dinas yang dipimpinnya. “Yang punya kegiatan KONI, awak (saya) pun diundang,” kata Iwan.

Dia menyarankan jurnalis untuk konfirmasi ke KONI Binjai. Disinggung uang saku, menurut dia, Dispora Binjai menggelontorkan dana hibah ke KONI Binjai.

Oleh KONI Binjai menyalurkan dana hibah tersebut ke masing-masing pengurus cabang olahraga hingga atlet. “Kita kan hibah secara gelondongan, rincian penggunaan KONI yang buat. Sumber dana APBD,” tukasnya. (ted/tri)

Terkait Putusan Kasus Dugaan Tanda Tangan Palsu, LSM dan Warga Minta Hakim Putuskan Adil

Muhammad Sudandi dari LSM TERKAMS bersama Kasi Intel Kajari Sergai Romel Tarigan saat audensi . (Fadli/Sumut Pos)

SEIRAMPAH, SUMUTPOS CO – Muhammad Dandi, selaku kepala Bidang Investigasi dari LSM Terima Keluhan Aspirasi Masyakarat (TERKAMS) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dan warga Desa Pasar Baru meminta Hakim Maria Christina Natalia Barus SH MH memberikan putusan seadil-adilnya atas dugaan Pemalsuan tandatangan dokumen PAPBDes Pasar Baru tahun 2020 dengan terdakwa Kepala Desa (Kades) Pasar Baru, Suriadi alias Rudi Armada. Hal itu diungkapkan Dandi saat dikonfirmasi awak media, Jumat (23/8/2024).

Menurut Dandi, dari beberapa sidang yang diikuti dia meyakini bahwa adanya dugaan terdakwa telah melakukan pelanggaran serius serta berulang kali menyalahgunakan wewenang sebagai kepala desa, ia pun berharap nantinya majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sei Rampah akan memutuskan seadil-adilnya pada sidang putusan yang akan di gelar pada 27 Agustus 2024 mendatang.

“Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang lalu dianggap terlalu ringan karena dituntut tiga tahun penjara, padahal ancaman hukuman untuk kasus pemalsuan tanda tangan bisa mencapai enam tahun penjara,” tegas Dandi.

Dandi pun menambahkan bahwa ini bukan kali pertama Suriadi tersandung kasus hukum. Sebelumnya, ia pernah terlibat dalam kasus Tuntutan Ganti Rugi (TGR) Ambulance pada tahun 2020 sekitar Rp250 juta dan diproses di Polres Sergai dan BLT di tahun 2022 sebanyak Rp199 juta lebih dan telah diproses di Kejaksaan Negeri (Kajari) Serdang Bedagai, dan telah mengembalikan kerugian negara.

Hal senada diungkapkan salah seorang warga berinisial SP (50), atas kekecewaannya kepada kepala desanya yang diduga melukan tindak pidana tersebut.

“Kami berharap hakim memberikan hukuman sesuai perbuatannya agar kasus ini menjadi pelajaran bagi kepala desa yang lain,” ungkap SP.

Masyarakat dusun 1 Desa Pasar Baru Kecamatan Teluk Mengkudu kembali menyuarakan kekecewaannya terhadap dugaan keterlibatan kasus tanda tangan palsu yang diduga diketahui oleh kepala desa mereka.

Suriadi alias Rudi Armada kali ini diduga terlibat memalsukan tanda tangan dalam perubahan Rencana Anggaran Biaya (RAB) APBDes Tahun Anggaran 2020, milik Kaur Pemerintahan Siti Zubaidah.

Kasus ini semakin menguatkan pandangan masyarakat bahwa korupsi di tingkat desa masih menjadi masalah serius. Warga berharap kasus ini dapat menjadi momentum untuk membersihkan pemerintahan desa dari praktik-praktik korupsi dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap aparat desa.

Dengan adanya tekanan dari masyarakat dan berbagai pihak, diharapkan majelis hakim dapat memberikan putusan yang adil dan tegas dalam kasus ini. Hukuman maksimal bagi Suriadi tidak hanya akan memberikan efek jera bagi pelaku, tetapi juga menjadi pesan kuat bagi kepala desa lainya agar tidak melakukan tindakan serupa.(fad/tri )

Tiang Listrik Tak Kunjung Dipasang, Warga Keluhkan Kinerja Kades Denai Kuala

Kabel listrik yang terlihat berbelit di pohon kelapa sawit warga. (Fadli)

PANTAILABU, SUMUTPOS.CO – Warga Dusun 1, Gg Keluarga, Desa Denai Kuala Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang mengaku kecewa dengan kinerja kepala desanya. Hal ini dikarenakan permohonan warga agar dipasang tiang listrik sudah bertahun tahun lamanya belum juga terealisasi. Adapun hanya satu yang terpasang tiang listrik dengan kondisi kabel wayarnya berbelit belit di pohon kelapa sawit milik warga.

Dari amatan awak media dilokasi, terlihat banyaknya kabel wayar listrik masih aktif yang berbelit belit mengenai pohon kelapa sawit, apabila keadaan hujan dikhawatirkan akan membahayakan warga saat akan memanen buah kelapa sawit, yang rentan tersengat aliran listrik sehingga dapat membahayakan anak-anak saat bermain disekitar lokasi.

Birul (40), salah seorang warga sekitar saat diwawancarai awak media di lokasi, Jumat (23/8) mengungkapkan kekecewaannya kepada Kepala Desa (Kades) Denai Kuala, Swardi dan Kepala Dusun (Kadus) Dusun 1, Harizal .

“Sudah pernah kami bilang Kadus dan Kades, katanya permohonannya sudah dimasukan, sampai sekarang sudah bertahun tahun belum juga dipasang. Padahal Kadusnya sering lewat sini, seharusnya diapun gak pala dibilangin lagi,” cetus Birul.

Birul menambahkan, dia pun heran orang itu yang gak leso leso wayarnya dipasang tiang. Dia berharap Kades lebih serius dalam menghadapi permasalahan masyarakatnya.

Kadus Dusun I Desa Denai Kuala, Harizal saat dikonfirmasi menjawab, belum pernah dimohonkan ke PLN, tapi ada kawan minta tolongkan telpon orang PLN.

“Untuk permohonan tiang listrik kepada PLN belum ada, cuma ada kawan tukang lampu dikampung itu, minta tolong telpon orang PLN,” ungkapnya.

Kadus juga meminta solusi kepada awak media yang membuat awak media menjadi bingung. Seharusnya hal seperti ini sudah dikoordinasikanya dengan Kepala Desa karena menyangkut kepentingan warganya .

Sementara itu kepala Desa Denai Kuala, Swardi saat ditemui dikantornya tidak berada ditempat. Ketika dikonfirmasi awak media via Whatsapp Kades juga tidak menjawab, hanya di baca.

Ditempat terpisah, salah seorang tokoh pemuda Kecamatan Pantai Labu yang enggan disebutkan namanya angkat bicara. Menurutnya sangat dipertanyakan kinerja Kepala Desa Denai Kuala selama ini, sebab hingga hari ini permintaan warga akan tiang listrik belum juga terealisasi.

“Kinerja kepala Desa Denai Kuala sangat disayangkan sebab hingga hari ini tiang listrik yang dimohonkan warga belum juga terealisasi, padahal permohonan dari warga sudah bertahun tahun dimohonkan kepada Kadus dan Kades,” tegasnya.

Dia pun mengingatkan jangan sampai masyarakat dan anak-anak di sekitar menjadi korban, baru di pasang tiang baru. “Kalau kita lihat kondisi kabel sangat berbahaya, bisa terjadinya konsleting listrik atau arus pendek yang menyebabkan rumah warga kebakar,” ungkapnya

Warga sekitar berharap permohonan mereka teralisasi. Apabila dalam waktu dekat belum ada kabarnya, warga berencana akan langsung ke pihak Kabupaten Deli Serdang guna meminta Pj Bupati mengakomodir permintaan mereka. (fad/tri)