MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polsek Helvetia menangkap tiga pelaku penculikan dan penganiayaan seorang pengacara, Agus Samosir SH. Ketiganya masing-masing, WZK, MR dan AS.
Agus mengapresiasi kinerja Polsek Helvetia. Sebab, hanya dalam tempo 3 x 24 jam para pelaku dapat diringkus.
“Kita berharap, petugas dapat menangkap dan mengamankan pelaku lainnya,” ucap Agus kepada wartawan, Minggu (20/10).
Kata Agus, tindak penculikan dan penganiayaan yang dilakukan para pelaku tidak lah manusiawi. Sebab, ia seorang diri dianiaya puluhan pelaku secara “bar-bar” tanpa alasan yang jelas.
“Selain dianiaya, saya juga diancam akan dibunuh. Kami sangat berharap kasus ini dapat diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Sementara, Ketua PD II GM FKPPI Sumatera Utara, Roby Irsan Damanik SH mendorong petugas Kepolisian segera menangkap pelaku lainnya yang belum tertangkap.
“Seingat korban dan berdasarkan keterangan yang kita dapat, masih ada pelaku yang belum ditangkap. Kita berharap, pelaku lainnya dapat segera ditangkap untuk memberi rasa aman bagi masyarakat dan terkhusus bagi korban,” paparnya.
Apalagi, kata Roby, sudah tidak zamannya lagi menggunakan cara kekerasaan untuk menyelesaikan suatu masalah.
“Negara kita negara hukum, tindakan mereka sudah jelas merupakan aksi kekerasaan dan premanisme. Kita dorong aparat kepolisian untuk segera memberantasnya,” imbuhnya.
“Memang otak pelakunya sudah berhasil diamankan, tapi kita sangat berharap pelaku lainnya segera tertangkap,” sambungnya.
Kasus ini dilaporkan Thamrin Samosir (abang korban) ke Polsek Helvetia pada 17 Oktober 2019. Laporan diterima dengan nomor STTLP/744/X/2019/SU/POLRESTABES MEDAN/SEK MDN HELVETIA.(map/ala)
FACHRIL/SUMUT POS
SEKARAT: Salah satu korban yang sekarat saat mendapat perawatan di RS PHC Belawan.
SEKARAT: Salah satu korban yang sekarat saat mendapat perawatan di RS PHC Belawan. FACHRIL/SUMUT POS
BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Dua sepeda motor, Yamaha RX King BK 5876 HG dan Suzuki Satria BK 6053 ACB terlibat kecelakaan. Akibatnya, 2 orang kritis dan 2 lainnya luka ringan.
Peristiwa terjadi terjadi di Jalan KL Yos Sudarso, Km 20, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Sabtu (19/10) malam. Para korban menjalani perawatan di RS PHC.
Dua korban kritis masing-masing, Rahima (20) dan Fadila (21). Keduanya warga Jalan Young Panah Hijau, Kelurahan Labuhandeli.
Sedangkan dua korban yang menderita luka ringan masing-masing, Sandrum Malau (18) warga Jalan Pulau Nias, Kecamatan Medan Belawan dan Dewa Ananta Surbakti (16) warga Jalan Pulau Seram, Kecamatan Medan Belawan.
Informasi diperoleh menyebutkan, sepedamotor Yamaha RX King yang ditunggangi Sandrum Malau bersama Dewa Ananta melintas dari arah Medan menuju ke Belawan.
Setibanya di lokasi, keduanya coba mendahului angkutan kota yang berhenti mendadak. Tak disangka, dari arah berlawanan datang sepeda motor Suzuki Satria yang ditunggangi Rahima dan Fadila.
Akibatnya, kedua sepedamotor itu kontra berhadapan dan terpental jatuh ke badan jalan. Warga sekitar langsung memberikan pertolongan dengan membawa keduanya ke RS PHC Belawan. Kasus kecelakaan itu telah ditangani Satlantas Polres Pelabuhan Belawan.
Kanit Lantas Posek Medan Labuhan, Iptu Lili Tavip mengatakan, pihaknya sudah menangani kasus kecelakaan itu. Peristiwa itu terjadi akibat salah satu sepedamotor terlalu melebar ke arah kanan jalan.
“Mereka ‘laga kambing’, kendaraan mereka sudah kita amankan dan saksi sudah dimintai keterangan,” pungkasnya.(fac/ala)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang jambret beraksi di kawasan Jalan Petunia 7, Kelurahan Namo Gajah, Kecamatan Medan Tuntungan, Minggu (20/10) pagi sekira pukul 07.30 WIB. Pelaku babak belur dihajar massa hingga sekarat. Bahkan, sepeda motor Honda Beat BK 6992 AHA yang dikendarai pelaku hangus dibakar massa.
Awalnya pelaku yang belum diketahui identitasnya tersebut menjambret seorang wanita bernama Anisa Azara Sinaga (19) di Jalan Petunia 7. Saat itu, korban sedang mengendarai sepedamotor dan hendak pulang ke rumahnya usai berbelanja dari pasar.
“Jadi, berdasarkan keterangan dari korban, penjambretan terjadi saat korban hendak pulang ke rumahnya dan melintas di Jalan Petunia 7. Namun, tiba-tiba plastik kresek berisi uang yang digantung korban di gantungan sepeda motornya dirampas pelaku. Diduga kuat, pelaku telah membuntuti korban sebelumnya,” ungkap Kapolsek Deli Tua Kompol Efianto.
Spontan, korban berteriak jambret dan mengejar pelaku yang kabur mengendarai Honda Beat BK 6992 AHA. Upaya korban mengejar pelaku tak sia-sia.
Sekitar 500 meter dari TKP, ternyata korban dapat memegang badan pelaku dan menariknya. Akan tetapi, pelaku langsung menepis tangan korban. Akibatnya, laju sepedamotor korban tak seimbang hingga akhirnya terjatuh.
Saat bersamaan, warga sekitar yang mendengar teriakan korban juga ikut mengejar. Upaya massa berbuah hasil.
“Pelaku berhasil ditangkap massa di Jalan Bunga Pariama dan kemudian dibawa ke ladang bambu lalu dihajar habis-habisan. Bahkan, sepeda motor pelaku dibakar massa,” jelas Kompol Efianto.
Setelah puas melampiaskan kemarahannya, massa kemudian meninggalkan pelaku. Beruntung, personel Polsek Deli Tua yang mendapat kabar tiba di lokasi dan melarikan pelaku ke rumah sakit terdekat untuk diberikan perawatan.
“Personel yang tiba di lokasi langsung mengamankan korban dan membawanya ke (RSUP H) Adam Malik. Setelah agak membaik, korban kemudian diboyong ke (RS) Bhayangkara untuk perawatan. Selanjutnya, diboyong ke mako (Mapolsek Deli Tua) untuk proses hukum lebih lanjut,” terang Efianto.
Ditambahkan Efianto, korban telah diarahkan untuk membuat laporan pengaduan atas kejadian yang dialaminya. Sementara itu, sejumlah saksi warga sekitar telah dimintai keterangannya terkait aksi penjambretan pelaku.
“Pelaku masih dalam pemeriksaan penyidik. Akibat perbuatannya, dikenakan Pasal 365 KUHP,” tandasnya.(ris/ala)
TEWAS: Jasad Siti Rahma ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar rumahnya, Jumat (18/10) sekira pukul 23.35 WIB.
TEWAS: Jasad Siti Rahma ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar rumahnya, Jumat (18/10) sekira pukul 23.35 WIB.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Warga Jalan DI Panjaitan, Lingkungan IV, Kelurahan Rambung, Kota Tebingtinggi mendadak heboh. Seorang warga menemukan mayat perempuan dengan kondisi mengenaskan, Jumat (18/10) sekira pukul 23.35 WIB. Di leher korban terdapat luka gorokan benda tajam.
BELAKANGAN, korban diketahui bernama Siti Rahma Lubis. Wanita berusia 58 tahun itu merupakan seorang guru Sekolah Dasar (SD) di Kota Tebingtinggi.
Mayat korban pertama kali ditemukan oleh Syahrodji Mahadi (28) warga Jalan Pulau Sumbawa, Kecamatan Padang Hilir, Tebingtinggi.
Saat itu, Syahrodji melihat pintu depan rumah korban terbuka. Syahrodji datang dan langsung menutup pintu.
“Pas saya datang kondisi rumah gelap dan pintu terbuka. Kemudian saya tutup pintu dan langsung pergi menuju rumah kakak,” jelas Syahrodji.
Usai menutup pintu, saksi pergi menjemput kakaknya yang berada di Jalan Cemara Kota Tebingtinggi. Kemudian bersama kakaknya, Syahrodji kembali ke rumah korban untuk menghidupkan listrik yang mati.
Tetapi dirinya terkejut melihat kondisi Siti Rahma tewas dengan kondisi telungkup bersimbah darah di kamar.
“Terkejut saya saat menghidupkan lampu. Langsung kami memanggil warga untuk memberikan informasi adanya kejadiaan ini,” bilangnya.
Mendapat informasi adanya kasus pembunuhan seorang guru, pihak Kepolisian dan Tim Inafis Polres Tebingtinggi turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Hasilnya, korban tewas dengan luka gorokan di bagian leher menggunakan senjata tajam.
Saat ini, mayat korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk diautopsi.
Kasat Reskrim Polres Tebingtinggi, AKP Ramadani membenarkan kasus pembunuhan tersebut. Pihaknya masih melakukan oleh TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi.
“Motif kasus ini masih dalam penyelidikan. Barang bukti benda tajam yang digunakan pelaku belum ditemukan dan barang-barang berharga milik korban yang hilang masih dalam pencarian,” tegasnya.
Diketahui, korban seorang diri dan belum pernah menikah. Korban juga jarang berinteraksi dengan tetangga.(ian/ala)
PELANTIKAN: Mhd. Darwis Batubara MPd saat pelantikan Anggota DPRD Deli Serdang Periode 2019-2024.
PELANTIKAN: Mhd. Darwis Batubara MPd saat pelantikan Anggota DPRD Deli Serdang Periode 2019-2024.
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Sosok tokoh politik muda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Deliserdang yang terpilih dan diberi kepercayaan kembali oleh masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) I Kecamatan Lubuk Pakam, Beringin, Pantai Labu, Pagar Merbau dan Galang sebagai wakil rakyat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Deli Serdang Periode Tahun 2019-2024 yakni Mhd Darwis Batubara MPd mempunyai visi dan misi “Berinovasi, Kesungguhan Untuk Kesejahteraan” rakyat Deli Serdang dengan berbagai terobosan baru pada potensi pariwisata, pendidikan dan infrastruktur yang dapat meningkatkan pendapatan daerah, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan pelayanan kesehatan yang lebih baik.
Mengawali karier politik nya di PKS Mhd. Darwis Batubara MPd yang biasa dipanggil bang Awis hanya sebagai kader partai yang diberi tugas sebagai staf honorer partai di Fraksi PKS DPRD Deli Serdang. Kemudian beliau pada tahun 2004 maju ikut dalam kontestan Pemilihan Legislatif (Pileg) sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) no urut 6 dan akhirnya mendapat kesempatan Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Sumut, Arifin Nainggolan yang pindah dari PKS ke Partai Demokrat untuk masa jabatan 15 Januari 2009 sampai dengan 15 September 2009.
DIABADIKAN: Anggota DPRD Deli Serdang Periode 2019-2024 Fraksi PKS bersama Ketua DPD PKS Deli Serdang Sunarman SAg dan Wakil Ketua DPD PKS Deli Serdang Junaidi Parapat.
Pada tahun 2009 bang Awis kembali diperintah partai untuk maju sebagai Caleg DPRD Deli Serdang Dapil. Lubuk Pakam, Beringin, Pantai Labu mendapat nomor urut 1 dan tidak terpilih karena tidak mendapat suara terbanyak. Tak mau menyerah dengan perjuangan sebelumnya, bang awis kembali maju pada Pileg 2014 di Dapil yang sama dan terpilih sebagai Anggota DPRD Deliserdang Periode Tahun 2014-2019. Untuk jabatan struktural di internal kepengurusan PKS Deli Serdang, beliau pernah dipercaya sebagai Bendahara PKS Deli Serdang Periode Tahun 2005-2010, Sekretaris PKS Deli Serdang Periode Tahun 2010-2015 dan Periode Tahun 2015-2018.
Saat menjabat sebagai Anggota DPRD Deliserdang Periode 2014-2019, beliau pernah menduduki posisi sebagai Anggota Badan Kehormatan Dewan (BKD). Pada tahun 2017-2018, Mhd. Darwis Batubara MPd mendapatkan apresiasi dari BKD sebagai anggota DPRD Deli Serdang dengan tingkat kehadiran 100 persen tidak pernah bolos serta taat, patuh dan disiplin dalam rapat-rapat resmi alat kelengkapan DPRD baik di rapat komisi, rapat banggar, rapat banmus, sidang paripurna dan ringan langkah dalam menghadiri setiap acara formal. “Jadi Anggota Dewan itu tidak boleh malu, orang politik harus berani menunjukkan kemampuannya dan dekat dengan rakyat,”katanya. Saat ditemui di kediamannya di Jalan Thamrin Kecamatan Lubuk Pakam, Rabu (16/10) lalu.
Darwis Batubara mengungkapkan keberhasilannya terpilih kembali 2 periode menjadi Anggota DPRD Deli Serdang sudah teruji di masyarakat karena saya gampang dihubungi kapanpun, apalagi miscall, karena saya tau arti miscall (miskin calling), saya juga gampang dijumpai dan semampunya membantu. Anggota dewan itu harus mengajarkan pendidikan politik bagi masyarakat, bahwa anggota dewab yang pilih harus kalian datangi dan sampaikan aspirasi. Saya disetiap pertemuan dengan masyarakat selalu memberikan nomor handphone, merespon, menanggapi aspirasi rakyat,”ungkapnya .
Potensi pariwisata di Kabupaten Deli Serdang bisa menambah pendapatan daerah seperti objek wisata daun linting yang berada di Kecamatan STM Hulu, peninggalan sejarah rambutnya putri hijau di Delitua perlu dikelola dengan baik dan didukung adanya Usaha Kecil Menengah (UKM) di sekitar lokasi objek wisata tersebut. Kemudian kuliner Deli Serdang yakni pisang barangan yang berasal dari Tiga Juhar Kecamatan STM Hulu. Dimana setiap pekannya hasil panen pisang barangan bisa mencapai minimal satu truk yang dijual ke jakarta,”ujar Darwis.
Darwis juga menambahkan bahwa keberhasilan pendidikan di Deli Serdang selama ini sudah baik akan tetapi perlu juga ditingkatkan kualitas tenaga pengajar, fasilitas belajar mengajar sehingga bisa meluluskan peserta didik yang handal dan berprestasi. Selain itu juga masih kurangnya SDM kesehatan yakni tenaga medis dokter sub spesialis baik di RSUD Deli Serdang maupun Puskesmas. Untuk itu beliau berharap bagi Pemerintah Kabupaten Deli Serdang agar mensekolahkan para dokter dengan adanya ikatan dinas dan menambah tunjangan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkualitas,”harapnya.
Cita-cita Sang Ayah
Dulu ayahku supir tahun 80an, setiap bawa bosnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD dia melihat anggota dewan yang gagah pakai jas, safari dan dasi panjang. “Enak juga ya punya anak jadi anggota DPR,” ungkapnya ayahnya kepada Darwis yang akhirnya cita-cita sang ayah dikabulkan Allah SWT. (*)
SOSIALISASI: Suasana sosialisasi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) kepada calon dokter FK UISU.
SOSIALISASI: Suasana sosialisasi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) kepada calon dokter FK UISU.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK UISU), dr Indra Janis MKT diwakili Wakil Dekan Kemahasiswaan Alumni dan Kewirausahaan, dr. Alamsyah Lukito, M.Kes melaksanakan sosialisasi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) kepada calon dokternya.
Dalam kesempatannya, dr Alamsyah menyampaikan, PKM ini merupakan wadah yang dibentuk Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dalam memfasilitasi potensi yang dimiliki mahasiswa Indonesia untuk mengkaji, mengembangkan, dan menerapkan ilmu dan teknologi yang telah dipelajarinya di perkuliahan kepada masyarakat luas.
Oleh karena itu, dr Alamsyah mengajak dan mendorong para calon dokter FK UISU untuk membuat proposal penelitian sebanyak-banyaknyanya. Dengan harapan, judul proposal yang dibuat mendapatkan hibah penelitian dan pengabdian masyarakat dari Menristek Dikti.
“Semoga akan ada judul PKM yang dapat kita tampilkan di tingkat nasional nanti,” harap Alamsyah ketika diwawancarai, Minggu (20/10).
Menurut Alam, sosialisasi yang dilakukan pada Jumat kemarin ba’da shalat Jumat, diikuti sebanyak 30 dosen dan 80 mahasiswa.
Sosialisasi yang dihadirkan pemateri Pandu Prabowo dan Desy Novita dari Rektorat, mendapat sambutan yang positif dari mahasiswa. Di mana, mereka sangat antusias dengan program penelitian tersebut.
“Pada penutupan kemarin, kita mengajak mahasiswa dan dosen untuk segera menindaklanjuti kagiatan ini. Sebab, ini kesempatan emas buat kita untuk menunjukkan jati diri kita kepada masyarakat luas,” jelasnya.
Tak hanya itu, lanjut Alam, kesuksesan PKM ini juga kesuksesan bagi para calon dokter dan FK UISU.
“Kita mendorong terus, baik mahasiswa dan dosen kita untuk berpartisipasi dalam program ini, sehingga dapat mendukung akreditasi kita, baik akreditasi Fakultas Kedokteran UISU, maupun akreditasi Institusi UISU,” tandasnya. (rel/adz)
ist
SERVICE: Tekhnisi Mitsubishi sedang menservice mobil pelangan, belum lama ini.
SERVICE: Tekhnisi Mitsubishi sedang menservice mobil pelangan, belum lama ini.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mengumumkan program Field Fix Campaign atau kampanye perbaikan untuk model kendaraan Mitsubishi Triton.
Program ini duluncurkan sebagai wujud kepatuhan terhadap ketentuan yang diatur di dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku khususnya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 33 Tahun 2018 Tentang Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor dan Nomor PM 53 Tahun 2019 Tentang Tata Cara Penarikan Kembali Kendaraan Bermotor. Kampanye perbaikan ini akan melibatkan unit kendaraan Mitsubishi Triton tahun 2015-2016.
Berpotensi komponen Side Foot Step Shade dapat terlepas atau jatuh akibat dari pengait (rivet) Side Foot Step Shade pada kendaraan terputus akibat korosi yang terjadi seiring dengan berjalannya waktu.
“Sebagai bentuk komitmen kami dalam memastikan keamanan dan kenyamanan berkendara bagi para pelanggan setia Mitsubishi Motors di Indonesia, kami berupaya untuk terus menjaga kualitas kendaraan secara berkesinambungan serta memberikan jaminan layanan purna jual yang berkualitas,” kata Naoya Nakamura, President Director PT MMKSI dalam rilis yang diterima Sumut Pos, Jumat (18/10).
Nakamura menambahkan, “Hal ini salah satunya diwujudkan melalui aktivitas kampanye perbaikan. Kami mengundang para konsumen setia Mitsubishi dengan model dan tahun kendaraan yang dimaksud untuk dapat melakukan pemeriksaan kendaraannya di dealer resmi kami dengan prosedur yang mudah serta kompensasi penggantian part yang terkait tanpa biaya.”
MMKSI melalui dealer kendaraan penumpang Mitsubishi di seluruh Indonesia akan mengirimkan surat undangan kampanye perbaikan kepada konsumen yang kendaraannya terlibat dalam kampanye ini tanpa dikenakan biaya apapun. Perbaikan dilakukan dengan penggantian komponen baru yang telah dikembangkan lebih baik dengan estimasi waktu perbaikan sekitar 1,5 jam untuk penggantian Baut & Mur Side Foot Step Shade.
Kampanye ini akan dimulai tanggal 18 Oktober 2019 di seluruh dealer kendaraan penumpang Mitsubishi di Indonesia. Konsumen dapat meng hubungi dealer kendaraan penumpang Mitsubishi terdekat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kampanye perbaikan ini, sekaligus melakukan Service Booking untuk kemudahan dalam pengaturan waktu perbaikan. Informasi lokasi dan kontak dealer terdekat dapat dilihat di www.mitsubishi-motors.co.id/cari-dealer. (rel/ram)
ist
PERIKSA: Petugas PGN tengah memeriksa instalasi jaringan gas di Kota Pasuruan, Jawa Timur.
PERIKSA: Petugas PGN tengah memeriksa instalasi jaringan gas di Kota Pasuruan, Jawa Timur.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kebutuhan gas bumi yang terus meningkat di Jawa Timur membuat PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk menambah pasokan ke wilayah tersebut. PGN tengah membangun fasilitas Liquid Natural Gas (LNG) Terminal di Pelabuhan Tanjung Perak, Teluk Lamong, Surabaya yang terbagi dalam tiga fase dan ditargetkan beroperasi akhir tahun ini.
Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengatakan untuk fase pertama LNG terminal yang beroperasi akhir tahun ini memiliki kapasitas 40 MMSCFD (million standard cubic feet per day). “Total kapasitas 180 MMscfd beroperasi penuh pada 2023 mendatang,” katanya Kamis (17/10).
PGN bekerja sama dengan dengan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) untuk pembangunan terminal LNG tersebut. Sementara, fase kedua adalah pembangunan terminal pengisian LNG skala kecil menggunakan ISO Tank ukuran 20-40 kaki kontainer untuk mendistribusikan gas alam cair di luar sistem pipa ataupun menggunakan truk.
Sedangkan fase ketiga yakni pembangunan tangki LNG permanen ukuran 50 ribu cbm dan dapat ditingkatkan hingga 180 cbm. Menurutnya, LNG terminal itu sangat penting untuk memenuhi kebutuhan gas di Jawa Timur.
LNG terminal tersebut diharapkan jadi langkah antisipatif jika ada kendala terkait pasokan gas bumi di Jatim. “Selama ini, pasokan gas di Jatim hanya mengandalkan sumur gas kontrak kerja sama minyak dan gas di sekitar wilayah tersebut,” paparnya.
Meski demikian, secara umum LNG Terminal Teluk Lamong itu juga bakal mendukung pasokan gas bumi untuk wilayah lain. Diharapkan, fasilitas tersebut bisa jadi solusi dan sarana untuk membuka pasar ritel baru di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Terminal LNG Teluk Lamong akan meregasifikasi pasok LNG dan dialirkan ke jaringan pipa. Fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk pengisian LNG trucking dengan memanfaatkan ISO tank yang dapat mendistribusikan kebutuhan gas bumi ke wilayah yang belum dijangkau infrastruktur pipa.
Integrasi moda transportasi gas bumi baik berbasis pipa maupun non pipa yang diupayakan dapat menjangkau seluruh wilayah pasar merupakan cara agar pemanfaatan gas bumi domestik dapat meningkat. Terlebih jika pipa transmisi Gresik-Semarang sepanjang 267 kilometer rampung. Pembangunan pipa gas Gresik-Semarang ditargetkan kelar pada Maret tahun depan dengan progres pembangunannya sudah lebih dari 90 persen.
Selain pipa transmisi, PGN juga bakal membangunan pipa distribusi Semarang-Kendal-Ungaran sepanjang 96 kilometer. Di Sumatera, PGN juga tengah mengerjakan pembangunan pipa transmisi Duri-Dumai tahap II sepanjang 67 kilometer.
“Selain infrastruktur gas bumi yang sedang digenjot, pemenuhan kebutuhan gas bumi untuk menekan subsidi energi dari sisi pasok harus mulai diperhatikan,” ujarnya.
Saat ini sebagai sub-holding migas, total jaringan pipa gas PGN sepanjang lebih dari 10.000 Km. Selain itu, PGN juga mengoperasikan 2 FSRU, 1 land-based regasification terminal, 64 stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) dan 4 mobile refueling unit (MRU). Diterangkannya, bila target bauran energi minimal 22 persen pada 2024 tercapai, negara bisa menghemat triliunan rupiah.
Impor bahan bakar minyak dan LPG akan berkurang sehingga berpotensi menghemat Rp 62 triliun. Kemudian, subsidi untuk BBM dan LPG juga bisa dipangkas hingga Rp 13 triliun dan bauran energi juga memberi nilai tambah hingga Rp 60 triliun. (rel/ram)
ist
IMEI: Mendag, Menperin, dan Menkominfo, berjabat tangan usia penandatanganan peraturan IMEI di Jakarta.
IMEI: Mendag, Menperin, dan Menkominfo, berjabat tangan usia penandatanganan peraturan IMEI di Jakarta.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Aturan validasi IMEI sudah ditandatangani tiga kementerian. Lantas apa efek bagi pengguna dan pedagang?
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan penandatanganan Peraturan Menteri dari tiga kementerian ini sebagai langkah awal implementasi validasi IMEI. Di mana setelah diterbitkan, masing-masing tim dari tiga kementerian akan melakukan konsolidasi dan sosialisasi terhadap aturan tersebut dalam enam bulan ke depan.
Rudiantara pun memastikan tidak ada dampak aturan IMEI bagi masyarakat. Karenanya dia meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan nasib ponsel yang digunakan sekarang.
“Tidak ada perubahan di sisi pelanggan sekarang. Setelah enam bulan baru ada, itu pun hanya user yang membawa ponsel dari luar,” ujarnya di kantor Kemenperin, Jakarta, Jumat (18/10).
Hal tersebut kemudian ditekankan lagi oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto. Dikatakannya sistem yang digunakan untuk validasi IMEI tidak akan mengganggu pengguna ponsel di Tanah Air.
“Pengguna ponsel (sekarang) aman, nggak ada yang terganggu. Baik yang dibeli dari dalam maupun luar negeri,” ujar Airlangga di kesempatan yang sama.
Bicara pedagang, baik Menperin maupun Menteri Perdagangan Eng gartiasto Lukita menjamin tidak akan terganggu. Mereka diberikan waktu enam bulan untuk menghabiskan stok ponsel black market yang dijualnya.
“Kami sudah baik kasih enam bulan habiskan sisa-sisa barang, asalkan tidak ketahuan. Salahnya sendiri masukin (ponsel) nggak bayar (pajak). Kalau ketahuan ya nasibnya tidak baik,” kata Enggar. “Jadi kami tidak melarang impor, asalkan sesuai aturan,” pungkasnya. (dtc/ram)
ist/Sumut Pos
LAYANI: Pedagang kebutuhan pangan, bawang merah dan putih sedang melayani pembeli di Pasar Tradisional Simpang Limun, Medan.
LAYANI: Pedagang kebutuhan pangan, bawang merah dan putih sedang melayani pembeli di Pasar Tradisional Simpang Limun, Medan.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Harga bahan pokok beberapa hari belakangan ini merangkak naik. Hal ini dikarenakan cuaca buruk di beberapa daerah yang membuat panen tidak maksimal. Dampaknya, pasokan di tingkat pedagang mulai menipis.
Pedagang sayur di Pasar Tradisional Simpang Limun Medan, Aat mengatakan kenaikan harga untuk saat ini tidak terlalu tinggi. Karena, masih adanya stok dan memang masyarakat yang belanja juga sedikit.
“Naiknya masih sedikit lah. Kenaikan ini pun karena cuaca hujan yang terus terjadi,” tutur Aat.
Beberapa harga bahan pokok yang naik seperti, tomat menjadi Rp8.000 per kilogram, yang sebelumnya Rp 4 ribu per kilogram. Cabai merah saat ini masih berada di harga Rp40.000 per kg, harga cabai hijau Rp 30.000 per kg.
“Masih harga biasa. Kemarin ada naik Rp3.000 per kg tapi udah kembali normal lagi,” tambahnya.
Hal yang sama diungkapkan Salmi, salah seorang pedagang sayur di Pasar Tradisional Kampung Durian yang mengatakan harga bawang merah ada kenaikan. Diprediksinya, dalam waktu dekat harga juga akan kembali naik.
“Naik sedikitlah bisanya bawang merah Rp15.000 sekarang Rp18.000 ada juga yang Rp20.000 tergantung ukuran bawangnya. Begitu juga dengan harga tomat naik sedikit kemarin Rp 5.000 per kg sekarang Rp8.000 sampai Rp10.000 per kg tergantung ukurannya juga,” jelas Salmi.
Sementara itu, untuk harga ikan basah juga masih mahal karena tidak adanya pasokan. Seperti diketahui, sejak beberapa minggu lalu, Kota Medan selalu dilanda hujan yang membuat para nelayan takut untuk melaut.
“Ikan kembung sudah Rp45.000 per kg, ikan dencis juga naik menjadi Rp38.000 per kg. Biasanya ikan kembung hanya Rp 30.000 sampai Rp35.000 per kg. Begitu juga ikan dencis biasanya hanya Rp25.000 per kg. Lalu ikan tongkol saat ini Rp 35.000 per kg. Bahkan kita gak bisa dapat banyak karena memang nelayan juga gak dapat banyak saat melaut,” ujar Uci, pedagang ikan di Pasar Simpang Limun.(gus/ram)