27 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 517

Dosen Teknik Kimia USU Berdayakan Masyarakat Desa Kelambir Melalui Budidaya Jamur Merang

Pemasangan instalasi kumbung jamur dan proses penyemaian bibit jamur pada media sabut kelapa yang telah diolah dilakukan di Desa Kelambir, Deliserdang.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Sebuah inisiatif pemberdayaan masyarakat yang inovatif, baru saja diluncurkan di Desa Binaan Universitas Sumatera Utara (USU), Desa Kelambir, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Program yang melibatkan dosen USU ini, merupakan hasil dari penelitian mendalam tentang potensi ekonomi lokal dan pengelolaan limbah industri kelapa.

Ketua Tim Desa Binaan Prof. Dr. Ir. Rosdanelli Hasibuan dengan koordinator kegiatan Budidaya Jamur Merang menggunakan limbah kelapa merupakan dosen dari Departemen Teknik Kimia Universitas Sumatera Utara (USU), Ir. Rivaldi Sidabutar, S.T., M.T dengan anggota Dr. Ir. Bambang Trisakti, M.Si dan Farida Hanum, S.T., M.T.

Jamur merang dikenal dengan nilai gizi tinggi dan harga jual yang kompetitif, dipilih sebagai komoditas utama dalam program ini. Sementara itu, penggunaan limbah sabut kelapa sebagai media tanam, tidak hanya mengatasi masalah penumpukan limbah di daerah tersebut, tetapi juga menawarkan solusi berkelanjutan untuk industri pertanian skala kecil. “Kami telah melakukan studi selama beberapa bulan sebelum memulai program ini,” kata Ir. Rivaldi Sidabutar, S.T., M.T.

Menurut Rivaldi Sidabutar, Desa Kelambir ini memiliki potensi besar dalam produksi kelapa, namun limbah sabutnya sering kali terbuang percuma. “Dengan menggunakan limbah ini sebagai media tanam jamur merang, kami menciptakan siklus produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” ungkapnya

Dalam pelaksanaan program, tim dosen tidak hanya memberikan peralatan, tetapi juga melakukan pelatihan intensif kepada warga desa. Mereka mengajarkan teknik budidaya jamur merang dari awal hingga akhir, termasuk persiapan media tanam, penanaman bibit, perawatan, hingga pemanenan dan pengolahan pasca panen.

Instalasi peralatan budidaya jamur merang dilakukan dalam sebuah kumbung atau rumah jamur yang dibangun khusus untuk program ini. Kumbung tersebut dirancang untuk mengoptimalkan pertumbuhan jamur merang dengan memperhatikan faktor suhu, kelembaban, dan sirkulasi udara.

Kepala Desa Kelambir, Sahrial SE, menerima secara resmi peralatan budidaya dari tim desa binaan USU. “Ini adalah langkah besar bagi desa kami,” ujarnya.

“Kami berharap, program ini tidak hanya meningkatkan ekonomi warga, tetapi juga membuka wawasan kami tentang pentingnya inovasi dalam pertanian dan pengelolaan limbah,” imbuhnya.

Aminah, seorang warga desa yang ikut serta pada penyerahan alat budidaya jamur merang itu, mengungkapkan antusiasnya. “Saya tidak pernah menyangka limbah sabut kelapa bisa dimanfaatkan seperti ini. Ini membuka peluang baru bagi kami para ibu rumah tangga untuk memiliki penghasilan tambahan,” katanya.

Program ini juga mendapat perhatian dari semua pihak terutama pemerintah daerah Kabupaten Deliserdang yang menyatakan dukungannya dan berharap inisiatif serupa dapat diterapkan di desa-desa lain di kabupaten tersebut.

Selain aspek ekonomi, program ini juga memiliki dampak positif terhadap lingkungan. Penggunaan limbah sabut kelapa sebagai media tanam mengurangi penumpukan limbah organik dan potensi pencemaran lingkungan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong praktik pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Tim desa binaan USU berencana untuk terus memantau perkembangan program ini dan memberikan bimbingan lanjutan kepada warga desa. Mereka juga berharap hasil dari program ini dapat dipublikasikan sebagai studi kasus keberhasilan kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam pembangunan ekonomi pedesaan.

Dengan adanya program inovatif ini, Desa Kelambir diharapkan dapat menjadi contoh sukses pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal dan pengelolaan limbah yang efektif. Keberhasilan program ini dapat menjadi batu loncatan bagi pengembangan ekonomi kreatif di daerah pedesaan lainnya di Sumatera Utara dan bahkan di seluruh Indonesia. (rel/adz)

USM Indonesia Tuan Rumah Pembekalan Green Volunteer, Rektor Ajak Masyarakat Sukseskan PON

PEMBEKALAN: Dr Parlindungan Purba MM (tengah) bersama pemateri, panitia dan peserta pembekalan relawan green volunteer PON di USM Indonesia.(ISTIMEWA)

SUMUTPOS.CO – UNIVERSITAS Sari Mutiara (USM) Indonesia menjadi salah satu tuan rumah pembekalan relawan green volunteer mendukung kesuksesan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 2024 yang dilaksanakan di Aceh dan Sumut.

Pembekalan di Hall Ign Washington Purba Kampus USM Indonesia dihadiri Ketua Yayasan Sari Mutiara Dr Parlindungan Purba MM dan Rektor USM Indonesia Dr Ivan Elisabeth Purba MKes diwakili Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan USM Indonesia Ns Johansen Hutajulu AP MKep PhD.

Kegiatan pembekalan secara keseluruhan dipusatkan di Universitas Sumatera Utara (USU) yang dihadiri Kadispora Provsu H Baharuddin Siagian dan Kadisnaker Provsu Ismail P Sinaga. Pembekalan relawan PON XXI juga digelar di Universitas HKBP Nommensen, BPSDM dan beberapa tempat lainnya.

Pembekalan untuk wilayah Sumut yang berlangsung pada 12-14 Agustus merupakan bagian penting dalam mempersiapkan relawan yang akan terlibat dalam penyelenggaraan PON XXI di Sumut.

Ketua Yayasan Sari Mutiara Dr Parlindungan Purba MM mengapresiasi 400 peserta pembekalan yang antusias dalam mengikuti pembekalan. Semoga semangatnya tetap menyala sampai pada pelaksanaan PON.

”Yayasan Sari Mutiara mengelola USM Indonesia dan Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Lubuk Pakam. USM Indonesia sebagai salah satu tempat pelaksanaan pembekalan selalu berkomitmen untuk berkontribusi dalam acara-acara nasional, seperti PON XXI yang digelar dalam waktu dekat,” kata Dr Parlindungan Purba MM.

Ia meminta pembekalan ini menjadi langkah awal bagi semua relawan untuk mengenal pola kerjanya nanti dalam menyukseskan PON XXI, khususnya di Sumut.

”Relawan PON bukan sekadar bekerja sebagai volunteer. Sikap Anda yang profesional dan penuh integritas harus selalu dijaga agar kita bisa memberikan kesan positif dan menjamin kesuksesan PON XXI, khususnya di Sumut. Anda harus menjadi relawan yang memiliki tanggung jawab yang tinggi,” kata ketua Yayasan Sari Mutiara.

Tokoh Sumut yang pernah menjadi anggota DPD RI juga mengingatkan para relawan betapa penting kolaborasi dan kerja sama. Relawan adalah tulang punggung dari keberhasilan penyelenggaraan PON XXI.

Disebutkan dia, relawan harus punya kepedulian ketika melihat ada sesuatu yang kurang baik untuk segera diinformasikan ke pihak terkait atau paling tidak ikut meredamnya agar masalah tersebut tidak membesar.

Pada acara pembukaan, Kadispora Provsu H Baharuddin Siagian menyampaikan bahwa pembekalan mencakup pengetahuan dan keterampilan sehingga dapat menjalankan tugas dengan baik. Kemudian membuka wawasan para relawan untuk menjadi bagian penting kesuksesan pelaksanaan PON di Sumut.

Relawan yang terlibat, lanjut H Baharuddin Siagian, diharapkan dapat memberikan kontribusi maksimal dalam penyelenggaraan PON XXI Aceh-Sumut sehingga acara sukses dan memberi dampak positif bagi masyakat, atlet dan kemajuan olahraga nasional.

Dari Inggris, Rektor USM Indonesia Dr Ivan Elisabeth Purba MKes mengajak masyarakat berperan aktif menyukseskan PON XXI di Sumut. Hal tersebut disampaikan Dr Ivan Elisabeth Purba MKes saat dihubungi via selular disela-sela lawatan pendidikan di Inggris, Senin (12/8).

Penyelenggaraan PON di beberapa kota/kota di Sumut, kata rektor, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah, khususnya pelaku ekonomi seperti bisnis restoran, perhotelan, hiburan dan UMKM yang menjual makanan dan oleh-oleh khas Sumut.

Untuk mendukung kesuksesan PON, Dr Ivan Elisabeth Purba MKes mendorong mahasiswa untuk ikut berpartisipasi menjadi volunteer PON. Rektor juga mengajak masyarakat untuk menjaga ketertiban, keamanan dan keramahtamahan dalam menyambut para atlet, official dan masyarakat dari provinsi lain yang bertamu ke Sumut.

”Ini kesempatan emas bagi warga Sumut. Akan banyak tamu yang datang ke Sumut selama PON yang digelar 8-20 September,” ujar rektor seraya berharap aparat keamanan meningkatkan patroli sehingga PON di Sumut berlangsung dengan lancar tanpa ada gangguan. (dmp)

Polres Tebingtinggi Gelar Patroli Dialogis, Sejumlah Pengendara Motor Diperiksa

PATROLI: Jajaran Personil Polres Tebingtinggi ketika melakukan pemeriksaan terhadap kenderaan bermotor pada Patroli Dialogis Polres Tebingtinggi. (SOPIAN/SUMUT POS)

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kembali jajaran Polres Tebingtinggi melakukan patroli dialogis di wilayah hukum Polres Tebingtinggi dalam menciptakan suasana kondusif jelang Pilkada, Selasa (13/8) malam.

Saat pelaksanaan patroli dialogis, sejumlah pengendara motor khususnya anak-anak remaja tidak luput dari pemeriksaan personil kepolisian, mulai dari surat-surat kendaraan bermotor hingga barang bawakan di dalam jok, hal ini juga untuk memastikan bahwa pengendara tidak terlibat dalam peredaran narkoba dan membawa senjata tajam.

Kasi Humas Polres Tebingtinggi AKP Agus Arianto, Rabu (14/8) mengatakan bahwa pelaksanaan patroli dialogis ini bertujuan untuk pemberantasan geng motor, penindakan aksi balapan liar dan kejahatan jalanan yang mengganggu aktifitas masyarakat.

“Dengan dilaksanakan patroli ini dapat menekan angka kejahatan jalanan dimalam hari, sehingga masyarakat dan pengguna jalan raya dapat beraktifitas dengan nyaman,” jelas AKP Agus Arianto.

Lanjutnya, patroli dialogis yang di pimpin Iptu Aris Darma Barus dan Ipda Robinsar Sitinjak dengan menyusuri jalan inti kota seperti Jalan Pahlawan, Jalan Suprapto, Jalan Sudirman, Jalan Juanda, Jalan Gunung Leuser, Jalan HM Yamin, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan SM Raja Kota Tebingtinggi.

Dari hasil pelaksanaan patroli masih ditemukan adanya masyarakat yang menggunakan kenderaan yang tidak sesuai spesifikasi, diantaranya penggunaan knalpot brong, tidak memasang plat nomor kenderaan dan memodifikasi kendaraannya.

“Terhadap pelanggar lalu lintas dilakukan penindakan berupa penilangan oleh Satuan Lalulintas,” tutup AKP Agus Arianto. (ian/han

Monash University Indonesia Bentuk Aliansi Strategis sebagai Gerbang Para Changemaker Mewujudkan Indonesia Emas 2045

BERSAMA: Aliansi Monash University Indonesia bersama 9 mitra universitas lokal di Indonesia, Hotel pulman Jakarta, Rabu (14/8/ 2024).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sejumlah universitas swasta nasional telah bergabung dalam aliansi Monash University Australia, meliputi Universitas Bunda Mulia, Universitas Ciputra Surabaya, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Universitas Kristen Maranatha, Universitas Kristen Petra, Universitas Multimedia Nusantara, Universitas Pelita Harapan, Universitas Pembangunan Jaya, dan Universitas Pradita.

Mengatasi tantangan global dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dalam hal ini, mahasiswa akan dibekali dengan keahlian yang tepat, mulai dari pemikiran kritis, kemampuan beradaptasi, hingga kepekaan terhadap globalisasi, yang akan berpengaruh terhadap perkembangan karir mereka di masa depan.

Kemitraan ini turut menggarisbawahi komitmen bersama antara Monash University, Indonesia dan para mitra universitas dalam mempersiapkan lulusan pascasarjana yang mampu menghadapi tantangan global, seraya memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan bangsa. Dengan saling bekerjasama, seluruh universitas yang terlibat dalam aliansi dapat meningkatkan standar akademik, memfasilitasi pertukaran mahasiswa dan fakultas, serta mendorong kolaborasi inovasi dan riset.

“Aliansi strategis antara Monash University, Indonesia dan para mitra universitas dirancang untuk memberikan pengalaman pendidikan yang unik dan kaya bagi mahasiswa.” ungkap Profesor Matthew Nicholson, President and Pro Vice-Chancellor Monash University, Indonesia, Rabu (14/8).

Menambahkan “Kemitraan ini tidak hanya membuka peluang akademik tingkat lanjut namun juga membekali mahasiswa dengan keterampilan dan pengetahuan yang mereka perlukan untuk berkembang di era globalisasi.”

Pada acara kemitraan ini turut menggarisbawahi komitmen bersama antara Monash University, Indonesia dan para mitra universitas dalam mempersiapkan lulusan pascasarjana yang mampu menghadapi tantangan global, seraya memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan bangsa. Dengan saling bekerjasama, seluruh universitas yang terlibat dalam aliansi dapat meningkatkan standar akademik, memfasilitasi pertukaran mahasiswa dan fakultas, serta dosen.

Selain itu, aliansi strategis ini juga memungkinkan satu akademisi dari setiap mitra universitas meraih kesempatan beasiswa program doktoral di Monash University, Indonesia. Kesempatan tersebut berpeluang meningkatkan kredensial dari para akademisi terpilih, seraya membina ikatan serta mengasah kapasitas profesionalnya.

Tantia Dian Permata Indah, COO & VP (Operations and Enterprises) Monash University, Indonesia, mengatajan, “Aliansi yang dibentuk bersama para mitra universitas dirancang untuk memberdayakan mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan. Kemitraan ini akan memfasilitasi proyek penelitian bersama, program pertukaran mahasiswa, dan serangkaian manfaat prioritas lainnya, seperti kuliah tamu oleh pakar industri alumni Monash di berbagai mitra universitas.”

Tidak hanya itu, lanjut Tantia Dian Permata, mereka juga bisa merasakan manfaat langsung dari aliansi strategis yang terbentuk. Mulai dari berbagai aktivitas kuliah umum dengan pakar ternama dari Monash University hingga peluang kolaborasi riset di tiga isu yang menjadi fokus Monash University di seluruh dunia: isu iklim, keamanan geopolitik, dan pemberdayaan komunitas.

Menariknya lagi seluruh mahasiswa dari mitra universitas yang berhasil diterima di Monash University, Indonesia juga berkesempatan mengikuti Global Community Program, yang memberikan kesempatan kuliah satu tahun di Indonesia dan enam bulan di Australia.(ari/han)

Fakta Sidang, Saksi-saksi Sebut Samsul Tarigan Tak Kuasai Lahan PTPN II

PESAKITAN: Samsul Tarigan saat duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa UU Perkebunan.(Teddy Akbari/Sumut Pos)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Sejumlah saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Binjai menyebut, terdakwa Samsul Tarigan tidak ada menguasai lahan PTPN II di Kelurahan Tunggurono, Binjai Timur.

Ini diungkapkan kuasa hukum terdakwa, Sunari yang diwawancara usai sidang di Pengadilan Negeri Binjai, Rabu (14/8/2024).

Sunari menegaskan, saksi-saksi yang hadir bersaksi dalam sidang tidak ada menyebut kalau terdakwa menguasai, mengerjakan atau menyuruh orang lain untuk menggarap lahan milik negara tersebut.

“Sesuai dengan fakta persidangan, jika saksi-saksi yang sudah diperiksa di persidangan selama ini, tidak pernah mengetahui secara langsung bahwa terdakwa menguasai, mengerjakan, atau menyuruh orang lain menggarap lahan PTPN,” ujar Sunari dari Kantor Hukum Landen Marbun.

Dalam sidang juga terungkap bahwa PTPN II selaku pemilik lahan telah melayangkan somasi kepada terdakwa. Namun, terdakwa dalam sidang menepis bahwa yang bersangkutan tidak pernah menerima somasi tersebut.

Bahkan, perangkat PTPN II yang melayangkan somasi pun tak mengetahui persis, apakah surat somasi dimaksud telah diterima atau tidak.

“Dan diketahui juga terkait somasi yang diberikan, tidak hanya terdakwa Samsul Tarigan saja, ada beberapa orang lain yang disomasi,” ujar Sunari.

Sidang dipimpin Hakim Ketua, Bakhtiar didampingi anggota, Diana Gultom dan Muchtar. Bakhtiar merupakan Ketua PN Binjai.

“Tetapi anehnya bahwa yang dilaporkan ke pihak kepolisian hanya terdakwa Samsul Tarigan. Sementara banyak orang lain yang telah disomasi. Jadi dalam penegakan hukumnya saya lihat ada diskriminasi terkait dengan pembuatan laporan kepolisian,” sambungnya.

Jika memang PTPN II dapat menunjukkan alas hak lahan dimaksud, Sunari mempersilahkan untuk ambil.

“Terkait HGU, itukan ada pilar-pilar. Bahwa ini lahan PTPN dan ada batas-batasnya. Tapi ini tidak kita temukan. Serta di dalam persidangan terfaktakan tidak adanya pilar-pilar itu. Dan yang mana objek PTPN juga belum tau,” tukasnya.

Sidang dilanjutkan pekan depan, Rabu (21/8/2024) mendatang, dengan agenda mendengar keterangan saksi ahli yang dihadirkan jaksa penuntut umum. Dalam dakwaan jaksa, Samsul Tarigan didakwa menguasai lahan PTPN II yang tercatat masuk dalam Kebun Sei Semayang seluas 80 hektar.

Rinciannya, lahan seluas 75 hektare ditanam kelapa sawit dan 5 hektare sisanya dibangun usaha diskotek yang sebelumnya bernama Titanic Frog dan berganti nama menjadi Cafe Flower. Terdakwa langsung yang melayangkan permohonan atau pendaftaran ke PT Perusahaan Listrik Negara sebagai pelanggan untuk menerangi usaha diskoteknya.

Permohonan yang diajukan terdakwa ke PT PLN pada 17 April 2017 dan mulai aktif 29 Mei 2017. Terdakwa diancam pidana melanggar pasal 55 huruf a Jo pasal 107 huruf a Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 Tentang Perkebunan. (ted/han)

Wawako Binjai Apresiasi Baksos Lapas Peduli Balita Stunting

PERIKSA KESEHATAN: Wawako Binjai, Rizky Yunanda Sitepu saat melihat pemeriksaan kesehatan terhadap warga binaan.(Diskominfo Binjai/Sumut Pos)

BINJAI, SUMUTPOS.CO- Wakil Wali Kota Binjai, Rizky Yunanda Sitepu mengapresiasi langkah bakti sosial yang digelar Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Binjai, Selasa (13/8/2024). Pasalnya, baksos yang dilakukan Lapas Binjai menyasar 34 balita stunting dan keluarga risiko stunting di Binjai Barat.

Rizky mengungkapkan apresiasinya saat menghadiri baksos yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pengayoman Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia ke-79 tahun. Baksos yang digelar Lapas Binjai merupakan kerjasama dengan pemerintah kota dan rumah sakit TNI.

Rizky juga mengucapkan selamat memperingati Hari Pengayoman ke-79 tahun kepada keluarga besar Lapas Binjai.

Dalam usianya yang sudah 79 tahun ini, dia berharap, Kemenkumham khususnya Lapas Binjai dapat terus bertransformasi dan berkomitmen kuat untuk menghadirkan pelayanan yang bermutu hingga berdampak baik kepada masyarakat.

“Kami pemerintah daerah dan masyarakat Kota Binjai tentunya merasa sangat bersyukur dengan perhatian dari Lapas Kelas IIA Binjai melalui kegiatan bakti sosial ini. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan Hari Pengayoman saja, tetapi juga menunjukkan peran pentingnya dalam memperkuat hubungan dengan masyarakat sekitar melalui aksi nyata yang bermanfaat,” ujar Wawako.

“Kami yakin, apa yang dilaksanakan oleh jajaran Lapas Kelas IIA Binjai merupakan salah satu hal yang dapat memperkuat hubungan dengan masyarakat, serta meningkatkan kepedulian sosial dari semua pihak untuk saling membantu, saling membahu, dan bergandengan tangan dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera,” lanjutnya.

Dia juga berharap, kedepannya sinergi antara Lapas Binjai dengan pemerintah daerah dan masyarakat yang sudah terjalin baik semakin erat. Sementara, Kalapas Binjai, Theo Adrianus Purba mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja sama yang baik dengan pemerintah kota serta seluruh stakeholder terkait.

Sebab, Lapas Binjai dinilai memiliki komitmen tinggi untuk menekan angka stunting di kota rambutan. “Luar biasa sekali dukungan dari seluruh stakeholder. Saya berharap, kita saling mendukung segala program pemerintah dalam upaya menekan angka stunting di Kota Binjai, untuk mempersiapkan generasi sehat dan cerdas,” tukasnya. (ted/han)