26 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 523

Prodi Hukum USM Indonesia Menuju Unggul dan Berdaya Saing Global di Bidang Hukum Pidana

Dr Sherhan Munthe MH.(ISTIMEWA)

UNIVERSITAS Sari Mutiara (USM) Indonesia terus berpacu menuju menjadi perguruan tinggi unggul di Sumut. Termasuk Program Studi (Prodi) Hukum pada Fakultas Hukum USM Indonesia yang memiliki komitmen kuat untuk mencetak lulusan berkualitas.

Prodi hukum ini memiliki visi menjadi program studi yang unggul, berkarakter dan berdaya saing global khususnya dalam bidang hukum pidana pada tahun 2038.

”Fakultas Hukum USM Indonesia bertekad mempersiapkan sarjana generasi penerus yang tidak hanya menguasai hukum pidana tetapi juga mampu bersaing di tingkat internasional,” ungkap Rektor USM Indonesia Dr Ivan Elisabeth Purba, SH, M.Kes, melalui Dekan Fakultas Hukum USM Indonesia Dr Sherhan Munthe MH.

Dekan mengutarakan bahwa lulusan Fakultas Hukum USM Indonesia dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang komprehensif untuk berkarir sebagai pengacara, hakim, jaksa, notaris, konsultan hukum, dosen, peneliti, hingga profesional di organisasi non-pemerintah (NGO) yang fokus pada isu-isu hukum.

”Mereka juga dipersiapkan untuk menjadi penyidik yang kompeten di kepolisian dan mengisi berbagai posisi strategis di masyarakat,” kata Dr Sherhan Munthe MH kepada media di Medan, Senin (12/8).

Fakultas Hukum USM Indonesia telah membuktikan kualitasnya melalui berbagai prestasi yang diraih oleh dosen dan mahasiswanya.

Di tahun 2024, salah satu dosen terkemuka yakni Dr Sherhan Munthe MH (dekan Fakultas Hukum) menjadi nara sumber dalam talkshow ‘Sex Education’. Ia juga memperoleh sertifikasi sebagai penyelia halal, serta memiliki keahlian dalam negosiasi dan public speaking.

Dosen lainnya, Rolando Marpaung SH MH yang merupakan ketua program studi menjadi nara sumber dalam dialog di RRI Medan membahas polemik kampanye politik di tempat pendidikan.

Selanjutnya Dr Muzwar Irawan MH (kepala satuan penjaminan mutu fakultas) juga aktif menulis pada salah satu koran ternama terbitan Medan dan mengemukakan solusi bagi Pemko Medan terkait masalah ‘Pak Ogah’ di jalan raya. Dosen ini juga menulis buku ajar berjudul: ‘Hukum Lingkungan di Indonesia’.

Prestasi mahasiswa Prodi Hukum USM Indonesia juga tidak kalah gemilang. Diantaranya, juara II ajang Electronic National Moot Court Competition (E-NMCC) tahun 2022 yang menunjukkan kemampuan advokasi hukum. Prestasi lainnya adalah juara II lomba karya tulis jurnalistik pada Piala Janabadra 2022.

Kesuksesan Fakultas Hukum USM Indonesia, kata dekan, juga ditopang kerja sama strategis dengan berbagai instansi seperti Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara, Kepolisian Negara RI, Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Medan, Pengadilan Negeri Medan, Kejaksaan Negeri Deliserdang, Polda Sumut, Kodam I/BB dan Polrestabes Medan.

Kerja sama ini tidak hanya memperkuat jaringan akademik, tetapi juga membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman langsung di dunia kerja.

”Dengan visi yang jelas, prestasi yang membanggakan dan dukungan kerja sama yang kuat, Fakultas Hukum USM Indonesia berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan visi 2038-nya. Yakni mencetak lulusan yang unggul, berkarakter dan berdaya saing global dalam bidang hukum pidana,” tegas lanjut Dr Sherhan Munthe MH.

Dengan integritas, dedikasi dan inovasi, lanjut dekan, Fakultas Hukum USM Indonesia akan terus menjadi pilar pendidikan hukum yang membanggakan baik di tingkat Sumut, nasional maupun internasional. (dmp)

Burhanuddin Sitepu Imbau Warga Jangan Sepele Urus Akte Kematian dan Kelahiran

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan Burhanuddin Sitepu (tiga kiri) bersama para narasumber usai Sosperda VIII Tahun 2024 di Jalan Bunga Mawar Nomor 104, Kelurahan PB Selayang II Medan Selayang, Minggu (11/8/2024).

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Akta kematian terkesan masih kurang familiar di tengah masyarakat. Ini terbukti, masih banyaknya warga yang belum membuat akta kematian bila ada keluarganya yang meninggal dunia.

Padahal, fungsi akta kematian tak kalah penting dengan surat kependudukan lain seperti akta kelahiran, e-KTP, ataupun Kartu Keluarga. Karenanya, mengurus akta kematian jangan dianggap sepele.

Hal ini disampaikan Ketua Fraksi Partai Demokrat Burhanuddin Sitepu menyikapi keluhan warga yang hendak menjual rumah warisan.

ketika menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) VIII Tahun 2024, Perda Nomor 03 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan di Jalan Bunga Mawar No 104, Kelurahan PB Selayang II Medan Selayang, Minggu (11/8/2024).

Dalam sosialisasi tersebut, Ernawati, warga Medan Johor, menyampaikan keluhannya karena urung menjual rumah warisan di Bogor, Jawa Barat, gara-gara tidak memiliki akte kematian orangtuanya. “Kebetulan ada warisan orangtua saya di Bogor. Jadi baru-baru ini saya berangkat, dengan membawa surat keterangan meninggal orangtua saya. Sampai di sana, sana ditertawai. Kata mereka, yang dibutuhkan akte kematian bukan surat keterangan kematian. Akhirnya saya harus pulang lagi ke Medan untuk mengurus akte kematiannya,” ungkap Ernawati.

Menyikapi hal ini, Burhanuddin Sitepu menyampaikan, itulah pentingnya mengurus akte kematian ketika ada anggota keluarga yang meninggal dunia. “Surat (keterangan) kematian itu berbeda dengan akte kematian. Kalau surat keterangan kematian, itu diterbitkan oleh pihak kelurahan, sedangkan Akte Kematian itu dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil,” terang Burhanuddin.

Dijelaskan Burhanuddin, maksud dan tujuan pengurusan akte kematian ini adalah untuk validasi data kependudukan, agar yang sudah meninggal tidak masuk lagi dalam data base kependudukan. “Selain itu, akte kematian dapat digunakan untuk mengurus asuransi, perbankan, Taspen, warisan, dan lainnya,” bebernya.

Setiap kematian, lanjut Burhanuddin, wajib dilaporkan kepada Disdukcapil paling lambat 30 hari sejak tanggal kematian. Jika lewat dari ketentuan itu, akan dikenakan denda sesuai peraturan yang berlaku

Untuk itu, Burhanuddin pun mengimbau masyarakat untuk segera mengurus administrasi kependudukan, seperti akte kematian, akte kelahiran, akte perkawinan, dan lainnya. “Jadi ketika kita punya kepentingan di kemudian hari, tidak repot lagi,” ujarnya.

Politisi senior Partai Demokrat ini pun menyayangkan warga tadi yang batal mengurus warisan di Bogor gara-gara lalai mengurus akte kematian orangtuanya. “Kenapa setelah sampai di Bogor Ibu baru tau kalau yang dibutuhkan itu akte kematian? Berarti ibu kurang komunikasi. Harusnya tanya dulu ke kelurahan, sebelum ibu ke Bogor,” ujarnya.

Mantan Ketua DPC Partai Demokrat ini pun meminta Disdukcapil dan pihak kelurahan, agar proaktif menyosialisasikan pentingnya administrasi kependudukan ini kepada masyarakat, khususnya akte kematian, akte kelahiran dan lainnya. “Jika ada warga yang dipersulit atau ada oknum yang meminta biaya dalam pengurusan ini, laporkan kepada saya,” tegas Burhan.

Sementara, staf ahli DPRD Medan Haris Ricardo Sipahutar yang memandu kegiatan sosialisasi Perda ini menambahkan, ada pun persyaratan untuk mengurus akte kematian ini yakni, surat keterangan kematian asli. “Kalau meninggalnya di rumah sakit, bisa minta surat keterangan dari rumah sakit. Tapi kalau meninggalnya di rumah, bisa dibuat surat pernyataan di atas materai,” ujarnya.

Kemudian KTP dan KK asli yang meninggal, KTP asli pasangan yang meninggal (jika ada pasangan dan masih hidup). Pelapor harus ahli waris langsung almarhum atau almarhumah usia minimal 21 tahun atau sudah menikah. Jika belum menikah, bisa dikuasakan. Dan terakhir, KTP dan KK pelapor. (adz)

PLN ULP Tebingtinggi Lakukan Peningkatan Jaringan Listrik

Team Leader K3 PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tebing Tinggi melakukan briefing sebelum melakukan pekerjaan peningkatan pasokan listrik (10/8).

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Sebagai bagian dari upaya untuk terus meningkatkan kualitas suplai listrik bagi pelanggan di Kota Tebingtinggi dan sekitarnya, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara melalui PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tebingtinggi melaksanakan kegiatan pemeliharaan jaringan secara intensif pada Sabtu (10/8/2024).

Kegiatan pemeliharaan ini melibatkan berbagai langkah strategis, termasuk perintisan (penebangan) pohon yang mendekati jaringan listrik serta rekonfigurasi jaringan atau pemecahan beban penyulang.

Langkah-langkah ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk menjaga dan meningkatkan keandalan infrastruktur kelistrikan demi kenyamanan dan keamanan pelanggan.

Manager PLN UP3 Pematangsiantar, Hasudungan Siahaan, menekankan pentingnya pemeliharaan jaringan dalam memastikan suplai listrik yang optimal bagi masyarakat.

“Pemeliharaan jaringan ini sangat penting untuk memastikan kualitas suplai listrik yang optimal bagi pelanggan. Kami berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dan peningkatan infrastruktur demi pelayanan yang lebih baik,” ujar Hasudungan.

General Manager PLN UID Sumatera Utara, Saleh Siswanto, juga menegaskan pentingnya menjaga keandalan pasokan listrik, terutama dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79.

“PLN terus berupaya memastikan pasokan listrik yang andal, terutama dalam momen penting seperti perayaan kemerdekaan Republik Indonesia. Kami ingin seluruh masyarakat dapat memperingati dan memeriahkan hari kemerdekaan dengan penuh sukacita, tanpa khawatir akan gangguan listrik,” kata Saleh.

PLN juga memahami bahwa kegiatan pemeliharaan ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi pelanggan. Namun, perusahaan berkomitmen untuk meminimalkan dampak yang mungkin terjadi. Tim PLN bekerja keras untuk menyelesaikan pekerjaan ini sesegera mungkin, dengan tujuan agar pasokan listrik kembali normal sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Selain itu, Hasudungan berharap bahwa peningkatan suplai listrik di Kota Tebingtinggi akan mendukung aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

“Terima kasih kepada seluruh tim yang telah bekerja keras untuk memastikan pemeliharaan jaringan berjalan dengan lancar. PLN akan terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan PLN,” ungkap Hasudungan.

Melalui langkah pemeliharaan ini, PLN menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan listrik bagi seluruh pelanggan di wilayahnya. Kegiatan ini merupakan bukti nyata dari upaya PLN dalam memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan. (ila)

Jemput Paulus Tarigan Dikabarkan Hanyut di Sungai Lae Renun Dairi

MENCARI: Warga setempat mencoba menusuri aliran sungai Lae Renun di Desa Bertungen Julu, Kecamatan Tigalingga, Dairi untuk mencari korban hilang, Jemput Paulus Tarigan (30) yang dikabarkan hanyut, Jumat (9/8).(Istimewa)

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Jemput Paulus Tarigan (30) warga Desa Bertungen Julu, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi, hilang setelah dikabarkan hanyut di sungai Lae Renun, Jumat (9/8).

Kapolsek Tigalingga, AKP Yan Heriadi Ujung kepada wartawan, Minggu (11/8) membenarkan kejadian. AKP Yan menyebut, laporan diterima, Sabtu (10/8). Sementara kejadian, Jumat (9/8), katanya.

Kapolsek menuturkan, keterangan rekan korban sebagai saksi, Serentak Angkat (49), pagi sebelum kejadian, mereka berangkat dari rumah naik sepeda motor.

Tujuan keduanya, hendak mendulang emas di sungai bernama Lae Renun. Setelah tiba di lokasi, keduanya bekerja dengan jarak sekitar 30 meter.

Jelang siang hari, saksi keluar dari permukaan air untuk mengajak rekannya, makan siang. Namun, saksi tidak melihat korban lagi ada dilokasi.

Saksi berusaha mencari korban, tetapi tidak terlihat. Keterangan saksi, barang-barang korban ada dilokasi.

Mengetahui rekanya hilang, ia pun pulang ke rumah memberitahukan kejadian kepada keluarga korban, katanya.

Ayah korban, Saring Tarigan (61) membuat laporan ke Polsek Tigalingga. AKP Yan Ujung menambahkan, begitu menerima laporan pihaknya ikut membantu pencarian keLokasi peristiwa tepatnya di sungai Lae Renun di Desa Bertungen Julu, ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dairi, Roy Tumanggor dikonfirmasi, membenarkan peristiwa dimaksud.

Roy mengatakan, sudah minta bantuan Basarnas Medan untuk upaya pencarian. “Mereka sudah sedang perjalanan menuju Dairi,”kata Roy. (rud/azw)

Masyarakat Medan Diminta Tingkatkan Sadar Kebersihan Lingkungan

DPRD Medan Fraksi Partai Golkar, M Rizki Nugraha.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kota Medan menghasilkan sampah sebanyak 1.800 ton lebih setiap harinya. Bahkan saat ini, ketinggian sampah yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pemko Medan yang terletak di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan sudah mencapai 40 meter.

Hal ini terungkap saat Anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Golkar, M Rizki Nugraha, menggelar sosialisasi Perda Kota Medan Nomor 6 tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan di Jalan Sempurna, Kelurahan Sudirejo I Kecamatan Medan Kota, Minggu (11/8).

Dikatakan Rizki, saat ini pihaknya tengah menggodok anggaran tahun 2025 di Badan Anggaran DPRD Medan. Sebab untuk mengatasi masalah sampah yang ada di masyarakat, butuh biaya yang cukup besar.

“Pemko Medan sudah studi banding ke luar negeri untuk mempelajari pengolahan sampah menjadi energi terbarukan. Biaya untuk mewujudkan itu gak sedikit, cukup besar. Mulai dari pengadaan armada angkut hingga teknologi bermesin canggih. Karena itu saya mengimbau kepada bapak dan ibu semua, sebelum armada dan mesin itu ada, mari kita tingkatkan kesadaran kita gak buang sampah sembarangan,” ucap Rizki Nugraha.

Menyelesaikan persoalan sampah di Kota Medan, sebut Anggota Komisi III DPRD Medan tersebut, tak perlu saling menyalahkan satu sama lain. Masyarakat hanya diminta untuk saling meningkatkan kesadaran untuk menjaga lingkungan.

“Bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan, ada sanksi yang menanti. Bagi lembaga atau perusahaan, dikenakan denda Rp10 juta atau kurungan selama 3 bulan penjara. Tapi masih menunggu terbitnya Perwal. Bukan berarti kita bebas buang sampah sembarangan, jangan ya bapak dan ibu,” pintanya.

Sementara itu Lurah Sudirejo I Kecamatan Medan Kota, Said Hamadi, mengajak warganya untuk meletakkan sampah di tempat yang tepat dan pada waktu yang tepat. Sehingga petugas kebersihan bisa mengangkut sampah tersebut sesuai dengan jadwal.

“Kalau sampah dibuang sembarangan di jalan, bisa mengundang sampah-sampah liar. Selain itu, sampah yang tak terangkut bisa menyebabkan sampah bertumpuk dan menimbulkan bau tak sedap,” ujarnya.

Selain itu, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, M Indra Utama, meminta kepada masyarakat Kelurahan Sudirejo I agar tidak membuang sampah basah mereka dan mau mengolahnya sendiri. Pasalnya, sampah basah tersebut jika diolah dengan cara-cara tertentu, bisa menjadi pupuk alami yang berguna bagi penyuburan tanaman.

“Kalau ada sisa sayuran jangan dibuang. Dicincang kemudian dicampur dengan air cucian beras dan belacan, diendapkan ke dalam ember beberapa hari bisa jadi pupuk kompos cair yang organik. Ini juga bisa menjadi nilai ekonomi. Kalau bapak ibu butuh pelatihannya, kami siap memfasilitasinya,” pungkasnya.
(map/azw)

Jangan Sampai Warga Luar yang Nikmati Program UHC Kota Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Program Universal Health Coverage (UHC) Jaminan Kesehatan Medan Berkah (JKMB) saat ini merupakan program unggulan yang dijalankan Pemko Medan, sebagai wujud peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Apalagi, kesehatan termasuk salah satu program prioritas Wali Kota Medan Bobby Nasution di masa kepemimpinannya.

Untuk itu, program ini diharapkan dapat berjalan dan bermanfaat bagi warga Kota Medan, khususnya yang kurang mampu. Namun belakangan ini, muncul fenomena baru, di mana banyak warga dari luar, “eksodus” ke Kota Medan dengan berbagai cara agar memiliki KTP Medan untuk berobat gratis melalui program UHC.

“Ini harus kita cermati, jangan sampai program ini dimanfaatkan warga dari luar Kota Medan. Kepada lurah, camat, dan Disdukcapil agar jangan sembarangan menerbitkan KTP bagi masyarakat yang tidak jelas domisilinya,” kata Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan, H Parlindungan SH MH ketika menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) VIII Tahun 2024; Perda Nomor 04 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di Lapangan Olahraga Al Ulum Terpadu, Jalan Tangkul I Lingkungan 16, Kelurahan Sidorejo Hilir, Medan Tembung, Minggu (11/8/2024).

Parlindungan pun berharap, jangan sampai anggaran triliun rupiah dari APBD Kota Medan yang dikucurkan untuk program tersebut, malah dinikmati oleh warga di luar Kota Medan. “Makanya perlu dilakukan sosialisasi yang lebih intens kepada masyarakat Kota Medan. Pasalnya, meski program ini sudah berjalan dua tahun, tapi masih banyak warga Medan yang belum mengetahui secara maksimal program tersebut,” ujar politisi senior Partai Demokrat ini.

Dikatakan Parlindungan, kesehatan adalah hak dasar setiap masyarakat. Sehingga tidak ada apapun yang bisa menghalanginya. “Fasilitas kesehatan juga jangan menjadi halangan. Makanya, siapapun nanti yang terpilih menjadi wali kota berikutnya, pelayanan kesehatan ini harus menjadi program prioritas” tegasnya.

Dia pun berharap, fasilitas kesehatan di Puskesmas harus lebih ditingkatkan. Pasalnya, Puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan bagi masyarakat. “Pihak puskesmas juga harus terus meningkat pelayanan kepada masyarakat,” tandasnya.

Sementara Panca Junita SKep Ners, Kepala Puskesmas Sering mewakili Dinas Kesehatan Kota Medan mengungkapkan, program UHC ini sudah dua tahun dilaksanakan Pemko Medan. Bahkan, Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution baru-baru ini menerima penghargaan atas suksesnya program ini. “Program ini diberikan kepada warga Medan. Bagi yang penyakitnya emergency, bisa langsung berobat ke rumah sakit hanya dengan membawa KTP,” katanya. (adz)

Zakiyuddin Terima Banyak Masukan Para Tokoh Medan Utara

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bakal Calon Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, menerima banyak masukan dan aspirasi dari tokoh-tokoh masyarakat Medan Utara di Kelurahan Sicanang, Belawan, Kota Medan, Sabtu, 10 Agustus 2024. Kegiatan itu diinisiasi Anggota DPRD Medan sekaligus Ketua PAC Partai Gerindra Belawan, Jaya Saputra.

Hadir para tokoh masyarakat dan adat seperti Ketua PW Generasi Muda Masjid (Gema) Indonesia Sumatera Utara, Masdar Tambusai, Badlun Alkhoili, Ali Nafiah Marbun, dan Ketua Gema Indonesia Kota Medan, Hariman Siregar.

Para tokoh dalam temu ramah tersebut menyampaikan sejumlah persoalan yang dirasakan warga Medan Utara hingga saat ini. Antara lain aspek pembangunan yang sampai sekarang masih tertinggal, banyaknya anak-anak usia produktif yang putus sekolah, kemiskinan ekstrem hingga sulitnya putra daerah Medan Utara mendapat pekerjaan di wilayahnya sendiri.

“Berdasarkan riset dari tiga perguruan tinggi negeri di Sumut, menyatakan bahwa Belawan ini problemnya unik punya potensi besar untuk maju tetapi daerah dan masyarakatnya justru banyak di bawah garis kemiskinan. Jika Bang Zaki serius ingin membenahi Medan Utara, kami siap bekerjasama untuk memberikan seperti apa langkah dan upayanya,” ujar Ali Nafiah Marbun dalam sesi dialog.

“Saya salah satu yang konsern dengan bidang pendidikan selama ini. Untuk hal ini, saya bersedia nantinya membantu Bang Zaki gimana cara membenahi sistem pendidikan berkualitas di Kota Medan terkhusus Medan Utara. Hanya saja saat ini, kondisi yang riskan di Medan Utara adalah soal pengangguran. Di sini justru banyak orang luar Medan Utara yang bekerja bukan putra daerah asli,” ujar Badlun Alkhoili.

Jaya Saputra menambahkan, terkhusus di Kelurahan Sicanang saat ini sangat membutuhkan pelebaran jalan dampak pasang rob, serta pembangunan SMK negeri yang perlu didorong sebagai akses pendidikan bagi generasi Medan Utara.

“Dahulu sudah sempat direncanakan dengan matang pembangunan SMK Negeri 15 Plus di Sicanang ini, saat masa Prof Wan Syaifuddin sebagai Kadisdik Sumut. Sudah oke waktu itu lahan seluas 5 hektare. Hanya saja beliau tidak menjabat lagi, akhirnya buyarlah rencana itu. Harapan kita, ketika nanti Bang Zakiyuddin duduk menjadi wakil wali Kota Medan, dapat kembali mendorong rencana tersebut apalagi beliau ke depan fokus sekali dengan pendidikan,” kata Jaya.

Bergandengan Tangan

Zakiyuddin Harahap merespon semua masukan para tokoh tersebut, mengajak untuk bergandengan tangan dalam memajukan Medan Utara, sebab pemerintah tidak bekerja sendiri tanpa dukungan elemen masyarakat dan semua stakeholders.

“Dalam bayangan saya ke depan, saya punya mimpi agar Medan Utara atau di Belawan ini seperti Ancol. Karena terkadang kita di Medan ini bingung kalau mau malam mingguan kemana. Ke Berastagi jauh dan macet. Begitu juga ke Parapat, sudahlah jauh, macet dan biayanya besar. Jika besok ada Ancol di Belawan, nantinya orang Medan yang datang malam mingguan dan weekend di sini,” kata anak kelima Bupati Tapanuli Selatan periode 2000-2004, Alm. H Salah Harahap.

Zaki mengatakan fokusnya ke depan ingin membenahi sektor kesehatan dan pendidikan di Kota Medan termasuk wilayah Medan Utara.

“Janji saya tidak muluk-muluk dan ini sudah saya komunikasikan dengan Calon Wali Kota Rico Waas. Saya kepingin nanti berkantor di RSUD Pirngadi. Saya ingin membenahi pelayanan di situ, fokus akan kebersihan rumah sakit itu. Karena RS Pirngadi ini tempatnya berobat warga kurang mampu, jadi mesti mendapat perhatian penuh,” kata wakil ketua Gerindra Sumut tersebut.

Bahkan untuk membenahi dua sektor tersebut di Medan Utara, ia berjanji akan lebih sering turun ke wilayah tersebut guna mendengarkan aspirasi dan masukan dari masyarakat.

“Nantinya satu bulan sekali saya akan turun ke Medan Utara. Berkunjung ke puskesmas-puskesmas, ke RS milik Pemko Medan, dan fasilitas kesehatan yang ada. Begitu juga dengan satuan pendidikan di Medan Utara, hal ini akan jadi fokus saya dan Rico Waas ke depan,” katanya.

Siap Menangkan

Ketua Gema Indonesia Sumut, Masdar Tambusai, berkomitmen untuk memenangkan Zakiyuddin Harahap di Pilkada Medan, 27 November 2024. Ada alasan emosional kenapa pihaknya wajib mendukung dan memenangkan Zakiyuddin.

“Bang Zaki ini merupakan anak ulama besar dan dulunya adalah dosen kami di IAIN, Alm. Bapak Saleh Harahap. Saya sampaikan kepada teman-teman di Gema Medan, bahwa kita punya emosional yang kuat kalau calonnya Bang Zaki. Ini saatnya kami balas jasa ayahanda Bang Zaki, untuk memenangkan Bang Zaki di Pilkada Medan,” katanya.

Ia mendorong Gema Medan secara intens berkoordinasi dengan Zakiyuddin Harahap dalam rangka pemenangan.

“Bagi kami Bang Zaki jangan putus komunikasi. Duduk manis saja dan kami semua siap bergerak untuk memenangkan abang. Kami ikhlas dalam perjuangan ini apalagi sudah komitmen dengan Bang Zaki untuk memajukan Medan Utara,” katanya.
(map/azw)