24 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 53

Komisi II DPRD Soroti Masalah UHC Pemko Medan

RDP: Komisi II menggelar RDP bersama Dinkes Medan, BPJS Kesehatan Medan, dan Sejumlah RS di Kota Medan.
RDP: Komisi II menggelar RDP bersama Dinkes Medan, BPJS Kesehatan Medan, dan Sejumlah RS di Kota Medan.

MEDAN-Komisi II DPRD Kota Medan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, dan direksi berbagai rumah sakit di Kota Medan, Selasa (3/2/2026). Rapat ini digelar untuk mengevaluasi penerapan program Universal Health Coverage (UHC) Pemko Medan.
Ketua Komisi II DPRD Medan Kasman Marasakti Lubis, memimpin rapat yang dihadiri anggota Komisi II, perwakilan BPJS Kesehatan, dan para direksi rumah sakit. Dalam rapat, banyak masalah yang terungkap terkait pelayanan pasien UHC.
Anggota Komisi II, Afif Abdillah, menyoroti banyaknya keluhan masyarakat yang tidak bisa mendapatkan kamar rawat inap di rumah sakit penyedia BPJS. “Setiap tahun Pemko Medan menganggarkan lebih dari Rp200 miliar untuk UHC, tetapi masyarakat masih mengeluh tidak dapat kamar karena penuh. Ini sangat miris,” ujarnya.
Afif menegaskan bahwa RS tidak boleh menolak pasien UHC dengan alasan kamar penuh. “Kalau kamar kelas III penuh, pasien harus dititipkan ke kelas II atau I. Tidak ada alasan menolak pasien,” katanya.
Selain itu, Afif juga meminta BPJS Kesehatan untuk memperhatikan RS-RS yang memulangkan pasien setelah rawat inap selama tiga hari meskipun pasien tersebut masih membutuhkan pelayanan rawat inap. “Masih banyak pasien yang mengeluh dipulangkan dari RS, padahal kondisinya belum layak untuk pulang. Alasannya, pasien sudah dirawat selama tiga hari. Padahal kita tahu, tidak ada aturan BPJS Kesehatan rawat inap maksimal tiga hari,” cetusnya.
Menanggapi hal ini, perwakilan BPJS Kesehatan Kota Medan, Ikhwal Maulana, memastikan bahwa ketentuan penempatan pasien ke kelas yang lebih tinggi berlaku dan tidak ada batasan lama rawat inap.
“Selama dokter menyatakan pasien masih membutuhkan perawatan, pasien bisa tetap dirawat. Kami juga menyediakan layanan pengaduan untuk penolakan dengan alasan kamar penuh,” jelasnya.
Ikhwal juga memaparkan, pada 2025 Pemko Medan membayarkan premi UHC sebesar Rp225 miliar, sedangkan BPJS Kesehatan sudah membayar klaim ke RS lebih dari Rp300 miliar. “Meskipun ada defisit, BPJS akan terus memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Plt Kadis Kesehatan Kota Medan dr Surya Syahputra Pulungan, menambahkan bahwa Pemko Medan terus membenahi sistem pelayanan kesehatan agar program UHC berjalan lebih maksimal ke depannya. “Masih banyak kekurangan, tapi UHC akan terus dibenahi dan ditingkatkan,” pungkasnya.
Rapat tersebut dihadiri perwakilan dari lebih dari 15 rumah sakit, termasuk RS Siloam, RS Regina Maris, RS Elisabeth, RS Martha Friska, RS Bunda Thamrin, RS Muhammadiyah, RS Tere Margareth, RS Advent, RS Wulan Windy, RS Bina Kasih, RS Mitra Sejati, RS Royal Prima, RS Malahayati, dan RS Murni Teguh. (map/ila)

Tim Pelapis Juara Umum di Thailand Masters 2026, PBSI: Hasil Regenerasi

4 GELAR: Indonesia mendapatkan 4 gelar dari Thailand Masters 2026, dengan dua di antaranya berasal dari All Indonesian Finals. (Dok: PBSI)
4 GELAR: Indonesia mendapatkan 4 gelar dari Thailand Masters 2026, dengan dua di antaranya berasal dari All Indonesian Finals. (Dok: PBSI)

JAKARTA – Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Eng Hian menanggapi keberhasilan para pemain pelapis dan muda Pelatnas yang sukses jadi juara umum di Thailand Masters 2026. Ia menyebut keberhasilan ini hasil dari pembinaan dan regenerasi tahun lalu.

Tim bulu tangkis Indonesia mampu menorehkan prestasi gemilang di Thailand Masters 2026. Empat wakil berhasil keluar sebagai juara sekaligus membuat skuad Merah Putih jadi juara umum.

Mereka adalah Moh Zaki Ubaidillah (tunggal putra), Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana (ganda putra), Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi (ganda putri), dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil (ganda campuran). Hanya tunggal putri saja yang gagal mendapatkan gelar.

Prestasi ini mendapatkan apresiasi besar dari Eng Hian, selaku Kabid Binpres PP PBSI. Ia menyebut para wakil Indonesia yang juara merupakan hasil dari program pembinaan tahun 2025.

“Prestasi di awal tahun 2026 ini merupakan hasil dari program pembinaan tahun 2025, di mana PBSI memfokuskan diri pada program regenerasi,” ucap Eng Hian, Senin (2/2).

“Harapannya, prestasi yang diraih oleh atlet-atlet muda Indonesia dapat terus meningkat secara berkelanjutan,” tambahnya dalam keterangan resmi PP PBSI.

Kesuksesan ini terasa istimewa karena Thailand Masters 2026 jadi gelar BWF World Tour Super 300 pertama mereka. Selain itu, keempat wakil tersebut juga bukan lah andalan di sektornya masing-masing, melainkan pelapis.

Zaki Ubaidillah memang baru saja ‘lulus’ dari level junior pada 2025. Lalu Leo/Bagas akhirnya bangkit setelah terakhir juara di Korea Masters 2024.

Kemudian Fadia/Tiwi merupakan gelar pertama sejak dipasangkan pada awal tahun. Serta Adnan/Indah akhirnya bisa juara setelah sebelumnya hanya meraih gelar International Challenge dan Super 100.

Eng Hian menambahkan, sederet prestasi pada 2026 ini sesuai dengan target PP PBSI. Yakni menjadikan tahun ini sebagai tahun prestasi setelah pada 2025 pihaknya melakukan pembinaan secara berkelanjutan.

Karena itu, harapannya prestasi lain terus muncul sepanjang 2026. Eng Hian menilai hal itu diharapkan oleh PBSI sebagai modal untuk Kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028 yang akan dimulai pada Mei tahun depan.

“Kami menginginkan hasil dari program yang telah dijalankan pada tahun 2025 dapat dilanjutkan dengan peningkatan pencapaian prestasi, khususnya pada turnamen level Super 500 ke atas, sebagai bagian dari persiapan menuju kualifikasi Olimpiade yang akan dimulai pada Mei 2027,” terang Eng Hian.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Didi itu berharap capaian juara umum Thailand Masters 2026 sekaligus keberhasilan para atlet meraih gelar Super 300 pertama menjadi indikator positif dari arah pembinaan dan regenerasi yang dijalankan PBSI.

“Evaluasi dan peningkatan program akan terus dilakukan agar prestasi yang diraih tidak bersifat sementara, melainkan berkelanjutan dan mampu bersaing di level yang lebih tinggi,” ucapnya. (JPC/TRI)

Fraksi NasDem Dukung Program Pembinaan Atlet KONI Medan

BERSAMA: Ketua Fraksi NasDem DPRD Medan, Afif Abdillah bersama Ketua Umum KONI Medan Aswindy Fachrizal, Ketua Bidang Pembinaan Hukum dan Keolahragaan Gerald Siahaan, Wakil Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Novita Sari dan lainnya. (ist)
BERSAMA: Ketua Fraksi NasDem DPRD Medan, Afif Abdillah bersama Ketua Umum KONI Medan Aswindy Fachrizal, Ketua Bidang Pembinaan Hukum dan Keolahragaan Gerald Siahaan, Wakil Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Novita Sari dan lainnya. (ist)

MEDAN – Ketua Fraksi NasDem DPRD Medan, Afif Abdillah mendukung program pembinaan atlet yang dijalankan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Medan dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.

Dukungan tersebut disampaikan Afif saat menerima audiensi pengurus KONI Kota Medan di ruang kerjanya,Senin (2/2). Hadir dalam pertemuan itu Pengurus KONI Medan yakni Ketua Umum KONI Medan Aswindy Fachrizal, Ketua Bidang Pembinaan Hukum dan Keolahragaan Gerald Siahaan, Wakil Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Novita Sari, serta Ketua Bidang Media dan Humas Budi Heriadi.

Afif yang juga Anggota Komisi II DPRD Kota Medan ini menilai program-program yang dipaparkan KONI Medan sejalan dengan visi pembinaan atlet muda di Kota Medan. Ia menegaskan Fraksi NasDem siap memberikan dukungan penuh agar program tersebut dapat berjalan optimal dengan dukungan Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

ìAlhamdulillah hari ini kami menerima audiensi pengurus KONI Medan. Program-program yang disampaikan sangat baik dan perlu didukung pemerintah kota. Kami dari Fraksi NasDem akan berupaya memberikan yang terbaik agar program KONI bisa berjalan maksimal dengan dukungan Pemko Medan melalui Dispora,î ujar Afif.

Dia menambahkan bahwa Kota Medan memiliki banyak atlet muda berpotensi yang perlu dibina secara serius. Dengan kepengurusan KONI saat ini, ia optimistis pembinaan bisa berjalan lebih terarah sehingga mampu melahirkan atlet berprestasi yang menyumbang medali emas, perak, dan perunggu di berbagai ajang.

“Untuk KONI Medan kita berharap bisa membina atlet yang kita miliki saat ini, aset-aset kita, anak-anak muda kita yang sebenarnya banyak berpotensi. Kami yakin KONI dengan kepengurusan saat ini bisa memfasilitasi dan mendukung mereka,” katanya

“Kita berharap KONI bisa menghasilkan medali-medali baik itu emas, perak, dan perunggu. Mudah-mudahan akan semakin banyak kita bisa berprestasi lagi,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Kota Medan, Aswindy Fachrizal, mengapresiasi dukungan Fraksi NasDem dan Afif Abdillah, khususnya terkait perencanaan penambahan anggaran untuk pembinaan atlet di Kota Medan pada tahun 2026 ini.

Menurut Aswindy, dukungan anggaran sangat krusial mengingat pada November mendatang atlet Kota Medan akan mengikuti Porprovsu, sementara pada 2026 Kota Medan juga akan menggelar Porkot.

ìKami berterima kasih atas dukungan Fraksi NasDem dan Pak Afif. Harapan kami ada penambahan anggaran karena prestasi tidak bisa dicapai tanpa dukungan dana yang memadai. Kami optimistis di Porprovsu mendatang Medan bisa kembali menjadi juara umum,î kata Aswindy. (dek)

Tigapanah Dikembangkan Jadi Kawasan Kuliner

TINJAU: Bupati Karo meninjau kegiatan gotong royong di Tigapanah
TINJAU: Bupati Karo meninjau kegiatan gotong royong di Tigapanah

KARO – Kecamatan Tigapanah berpotensi dikembangkan menjadi kawasan kuliner yang bersih dan nyaman, seiring upaya pemerintah daerah menata lingkungan dan meningkatkan kebersihan wilayah. Hal ini ditegaskan Bupati Karo Antonius Ginting, saat meninjau kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong di Kecamatan Tigapanah, Jumat (30/1).

Bupati Antonius menekankan pentingnya gotong royong sebagai pondasi menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan. “Jika Kecamatan Tigapanah ini bersih dan tertata dengan baik, ke depan dapat kita kembangkan menjadi kawasan kuliner yang menarik, sehingga menjadi tempat persinggahan dan tujuan wisata bagi masyarakat maupun wisatawan yang melintas,” ujarnya.

Kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong di Tigapanah juga dirangkaikan dengan berbagai layanan publik, antara lain pelayanan administrasi kependudukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Karo, pemeriksaan kesehatan gratis, serta donor darah. Secara simbolis, Bupati Antonius menyerahkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik yang baru selesai dibuat kepada perwakilan siswa-siswi SMA Negeri Tigapanah.

Selain itu, Kelompok Tani Mulawari menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Karo terhadap sektor pertanian dan peternakan. “Tahun lalu kami mendapat bantuan untuk peternakan melalui PPL Kecamatan Tigapanah berupa kambing dan domba, dan pada kesempatan ini kami membawa produk hasil bantuan tersebut berupa Susu Kambing Karo,” ujar perwakilan kelompok tani tersebut.

Bupati Antonius menyambut baik inisiatif warga dan menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui program-program tepat sasaran dan berkelanjutan, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Karo.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab bersama siswa dan warga sekitar Kecamatan Tigapanah, sebagai bentuk interaksi langsung pemerintah dengan masyarakat. (deo/ila)

Monitoring RSUD Sidikalang, Bupati Dairi Akui RS Kekurangan Ruang Rawat

MONITORING. Bupati Dairi Ir Vickner Sinaga (dalam mobil) didampingi Ketua TP PKK Rita Puspita Situmorang, monitoring ke RSUD Sidikalang, Sabtu (31/1).SUMUT POS/istimewa.
MONITORING. Bupati Dairi Ir Vickner Sinaga (dalam mobil) didampingi Ketua TP PKK Rita Puspita Situmorang, monitoring ke RSUD Sidikalang, Sabtu (31/1).SUMUT POS/istimewa.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi Ir Vickner Sinaga mengakui bahwa rumah sakit yang ada di Kabupaten Dairi saat ini masih mengalami kekurangan ruang rawat inap. Hal tersebut disampaikannya saat melakukan monitoring ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang, Sabtu (31/1).

Seperti dilansir dari akun resmi media sosial Pemerintah Kabupaten Dairi, monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan ruang rawat serta meninjau langsung kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.

Dalam kunjungannya, Bupati Vickner Sinaga menegaskan bahwa kehadirannya bertujuan untuk melihat langsung tingkat keterisian ruang rawat (occupancy rate) dan memastikan pelayanan di RSUD Sidikalang berjalan dengan baik dan lancar.

“Banyak hal yang masih harus kita benahi di rumah sakit ini, mulai dari fasilitas kesehatan, pelayanan, hingga berbagai aspek pendukung lainnya,” ujar Vickner.

Ia menjelaskan, berdasarkan indikator perencanaan layanan kesehatan wilayah, dengan jumlah penduduk Kabupaten Dairi saat ini, idealnya tersedia 400 ruang perawatan. Standar tersebut mengacu pada rasio 1 tempat tidur per 1.000 penduduk, yang juga digunakan oleh World Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan sebagai alat ukur kecukupan fasilitas rumah sakit di suatu daerah.

“Indikator ini menjadi acuan apakah suatu daerah mengalami kekurangan atau kelebihan tempat tidur rumah sakit,” jelasnya.

Namun faktanya, lanjut Vickner, Kabupaten Dairi saat ini baru memiliki 146 ruang rawat di RSUD Sidikalang dan 50 ruang rawat di RS Serenafita, sehingga totalnya masih jauh dari angka ideal.
“Karena itu, kami terus berkonsultasi dengan para pakar dan tokoh kesehatan untuk mencari solusi terbaik. Ini adalah bagian dari perjuangan kita, di samping terus meningkatkan kualitas pelayanan,” ungkapnya.

Bupati juga berharap dukungan dan doa dari masyarakat agar ke depan pelayanan kesehatan di Kabupaten Dairi dapat semakin baik dan merata.

Di akhir kunjungannya, Vickner Sinaga turut mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah memviralkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Semua pelayanan kesehatan memiliki standar operasional prosedur (SOP). Contohnya Sisrute (Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi). Ambulans tidak bisa diberangkatkan tanpa kepastian rumah sakit penerima melalui sistem tersebut,” terangnya.

Menurutnya, SOP tersebut diterapkan untuk mencegah pasien terlantar di rumah sakit tujuan. Meski demikian, ia menegaskan Pemkab Dairi terus berbenah secara bertahap demi memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat. “Perlahan tapi pasti, kita terus melakukan perbaikan,” pungkasnya. (rud/ila)

Bawang Hasil Panen Petani Dibeli PT BPJ, Bupati Deliserdang: Alsintan Dipakai Gratis

TINJAU: Bupati Deliserdang, dr H Asri Ludin Tambunan ketika meninjau saluran irigasi di lahan pertanian milik Poktan Jaya Tani di Dusun Madiun, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Sabtu (31/1).
TINJAU: Bupati Deliserdang, dr H Asri Ludin Tambunan ketika meninjau saluran irigasi di lahan pertanian milik Poktan Jaya Tani di Dusun Madiun, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Sabtu (31/1).

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Menjelang musim tanam pada Maret mendatang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang melalui istansi terkait melakukan persiapan dengan normalisasi saluran irigasi, tersedianya rotari dan mesin tanam.

“Normalisasi irigasi ini penting untuk menjamin keberlanjutan produksi pertanian, khususnya menjelang musim tanam,” jelas Bupati Deliserdang, dr H Asri Ludin Tambunan ketika meninjau saluran irigasi di lahan pertanian milik Kelompok Tani (Poktan) Jaya Tani di Dusun Madiun, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Sabtu (31/1).

Di sana juga Asri Ludin bersama petani melaksanakan panen bawang merah di Dusun PW Asri A, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin. Sempat berdialog dengan petani disana. Dan Asri Ludin memastikan akan ketersedian mesin rotari dan mesin tanam, sebagai penunjang produktivitas pertanian. Penyaluran peralatan tersebut melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT).

“Saya pastikan musim tanam di Maret, alat tersebut sudah ada. Silakan dipinjam melalui kepala UPT,” tegas Bupati.
Bahkan Asri Ludin menegaskan soal pemanfaatan peralat dan mesin pertanian (alsintan) tidak dikenakan biaya sewa.

“Bagi petani yang ingin meminjam Alsintan, silakan datang ke UPT. Tidak ada biaya sewa, namun isi minyaknya sesuai kebutuhan,” sebutnya.

Disebutkan saat panen bawang merah dilakukan petani. Hasilnya sekitar satu ton bawang merah diareal empat rante. Dengan estimasi keuntungan sekitar Rp5 juta per empat rante. Bawang hasil panen diketahui memiliki daya tahan hingga satu bulan.

Kesempatan itu Asri Ludin mendorong agar hasil panen bawang dipasarkan di wilayah Deli Serdang serta membuka peluang kerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bhinneka Perkasa Jaya (BPJ) sebagai offtaker.

“Kita ingin hasil panen petani terserap dengan baik di daerah sendiri. BUMD kita siap mengambil bawang hasil panen, tidak hanya satu ton, tetapi ratusan ton juga akan ditampung,” terangnya.

Ajakan tersebut disambut positif para petani yang sepakat menjalin kerja sama, dengan harapan pemasaran hasil panen lebih terjamin dan berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Manager Sumatera Utara 1 PT Pupuk Indonesia, Rizki Putra Phonna menyampaikan dukungan teknis bagi petani, khususnya terkait kualitas tanah dan penggunaan pupuk.

“Kami memiliki mobil uji tanah yang bisa dimanfaatkan untuk melihat kualitas tanah. Sebelum bulan tiga, mobil uji tanah sudah bisa kami usulkan untuk digunakan di sini,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya penggunaan pupuk organik untuk menjaga kesuburan tanah.

“Kami punya alokasi pupuk organik yang cukup. Jangan sungkan membeli pupuk organik. Idealnya tiga sampai empat musim tanam harus menggunakan organik, karena tanah sudah sering terpapar pupuk kimia,” pesannya. (btr/azw)

Kemenkum HAM Sumut Kunjungi Korban Penggusuran

KUNJUNGAN: Kantor Wilayah Kemenkum HAM Sumut mengunjungi korban penggusuran di lahan Padang Halaban, Senin (2/2)
KUNJUNGAN: Kantor Wilayah Kemenkum HAM Sumut mengunjungi korban penggusuran di lahan Padang Halaban, Senin (2/2)

LABURA, SUMUTPOS.CO – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) Sumut mengunjungi korban penggusuran di lokasi lahan Padang Halaban. Kedatangan tim disambut seratusan warga yang tergabung dalam kelompok Tani Padang Halaban sekitarnya (KTPHs), Senin (2/2)

Kakanwil Kemenkum HAM Sumut DR Flora Nainggolan SH Mhum menerangkan, hadirnya ke tengah masyarakat korban penggusuran bertujuan untuk meninjau langsung kondisi lapangan dan mengusut dugaan pelanggaran hukum.

“Ini merupakan komitmen Kanwil Kemenkumham untuk hadir di tengah masyarakat yang terdampak penggusuran, guna memastikan hak-hak hukum warga negara terlindungi, serta merespons laporan masyarakat terkait konflik tanah,” ujar Flora Nainggolan.

Ia menyadari, bahwa konflik tanah tersebut dilihat dari sisi yuridis memang sudah keputusan inkrah. Namun dari keputusan itu harus melihat sisi lain dan dampaknya ke depan. Seperti dampak hak atas rumah warga, hak rasa aman dan hak bertahan hidup. Atas dampak itu semua maka akan menjadi tanggung jawab Negara.

“Walaupun ini tidak bisa diselesaikan sendiri secara kelembagaan Kemenkum HAM, ada kementrian lain yang harus diajak berkolaborasi untuk penyelesaiannya,” kata Flora.

Pada kesempatan itu, Ketua KTPHS, Misno menerangkan akan tetap bertahan dari tanah leluhur mereka yang selama ini telah dirampas . Karena tanah ini bukan lagi masuk dalam Hak Guna Usaha ( HGU ) PT Smart, HGU telah mati pada 2024.

“Kami bermohon jangan diperpanjang lagi HGU PT Smart, cabut HGU PT Smart dan berikan kepada rakyat”, tegasnya. (ind/azw)