Home Blog Page 5460

PPK Lantik 513 Ketua Kelompok Panitia Pemungutan Suara

SOPIAN/SUMUT POS DILANTIK: PPK melantik 513 Ketua KPPS di lima Kecamatan di Kota Tebingtinggi.
SOPIAN/SUMUT POS
DILANTIK: PPK melantik 513 Ketua KPPS di lima Kecamatan di Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Panitia Pemilu Kecamatan (PPK) di lima kecamatan yang ada di Kota Tebingtinggi, melantik 513 orang Ketua Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di lima lokasi berbeda, Rabu (27/3).

Kecamatan Rambutan menggelar pelantikan Ketua KPPS di Aula Dinas Kesehatan, Kecamatan Padanghilir, Padanghulu serta Bajenis di Aula Kantor Camat masing-masing. Sedangkan Kecamatan Tebingtinggi Kota melantik Ketua KPPS di Aula Kantor Camat.

Usai dilantik, 513 Ketua KPPS tersebut akan diberikan muatan pengetahuan dalam mengelola TPS. Selanjutnya, mendapat bimbingan teknis (Bimtek) terpadu oleh KPU Kota Tebingtinggi. “Kemudian, mendapat bimtek tambahan dari PPK sekawasan Kota Tebingtinggi,”ujar Anggota Komisioner KPU Kota Tebingtinggi Kordiv Parmas dan SDM, Emil Sofyan. “Saya berharap agar Ketua dan anggota KPPS dapat menjaga kesehatan sampai hari pemungutan nanti tetap segar bugar, pahami tupoksi sebagai penyelenggara Pemilu pada level paling bawah,”sambung Emil.

Dikatakan Emil, dengan memahami tupoksi secara paripurna akan meminimalisir kesalahan, terlebih dalam pengisian formulir C.

Emil juga mengingatkan kepada Ketua KPPS untuk menjaga soliditas di antara sesama anggota.”Janya dengan soliditas, lembaga menjadi kuat dan berwibawa,”tandasnya. (ian/han)

Pemkab Asahan Kembali Terima WTP

no picture
no picture

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Untuk keduakalinya secara berturut-turut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan menerima penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumatera Utara.

Penghargaan serupa juga diterima Kabupaten Tapanuli Utara, bersama pemerintah Kabupaten Asahan pertama se-Sumatera Utara menerima WTP.

Wakil Bupati Asahan H. Surya, BSc didampingi Ketua DPRD Kabupaten Asahan menerima langsung predikat WTP tersebut di Aula BPK Perwakilan Sumut, Kamis (28/3) 2019.

Kepala BPK Perwakilan Sumut Dra V.M. Ambar Wahyuni, MM, Ak, CA memberikan apresiasi atas kerja keras Pemerintah Kabupaten Asahan dalam mengelola dan mempertanggungjawabkan keuangan daerah tahun anggaran 2018. Ambar Wahyuni juga menyampaikan, bahwa pemberian opini WTP tersebut merupakan hasil dari pemeriksaan BPK atas laporan keuangan yang diserahkan Pemkab Asahan pada 18 Februari 2019, dan telah sesuai dengan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN).

“WTP yang diberikan BPK atas laporan keuangan yang cukup baik,”bilangnya. Ambar Wahyuni juga berpesan, agar DPRD Kabupaten/Kota wajib menerima laporan pertanggungjawaban bupati atas Laporan Keuangan Daerah sebelum masa laporan berakhir, terlebih apabila Pemerintah Kab/Kota tersebut mendapat predikat WTP dari BPK.

“Sesuai dengan amanat UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, sebelum laporan keuangan diserahkan kepada DPRD wajib diaudit oleh BPK,”bilangnya.

Sehingga, lanjut Ambar Wahyuni, apapun hasil nantinya, apakah Pemkab mendapat predikat WTP, WDP maupun tidak wajar (Disclaimer), pertanggungjawabah Kepala Daerah diterima oleh DPRD Kabupaten/Kota.

Dijelaskannya, sesuai amanat Undang – Undang, BPK merupakan satu – satunya lembaga eksternal auditor yang sejajar dengan Pemerintah, DPR, MPR, MK dan KY. Apa yang sudah merupakan hasil audit BPK terhadap pertanggungjawaban dari Pemerintah Kabupaten/Kota tidak perlu dikritisi.

Sementara itu, Bupati Asahan Drs H Taufan Gama Simatupang, MAP dalam sambutannya yang bacakan Wakil Bupati Asahan H. Surya, BSc mengucapkan terima kasih atas pemberian laporan hasil pemeriksaan yang diperoleh dari BPK Perwakilan Sumut.

Bupati juga memberikan apresiasi kepada seluruh instansi terkait karena tahun ini Pemkab Asahan kembali menerima predikat WTP dari BPK Perwakilan Sumatera Utara. Hal tersebut menandai prestasi Pemkab Asahan memperoleh predikat WTP selama 2 tahun berturut – turut.

“Predikat WTP yang didapat ini merupakan hasil usaha yang maksimal dari seluruh instansi terkait yang harus dipertahankan di tahun – tahun berikutnya,”bilangya.

Taufan Gama berharap kepada DPRD Kabupaten Asahan, agar tetap membina hubungan kerja sama dengan Pemkab Asahan untuk menindaklanjuti temuan BPK sekecil apapun.

Turut hadir dalam acara penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2019, Sekda Asahan, Asisten III, Ka. BPKAD, Inspektorat, Ka. Bappeda, Sekwan serta Bupati / Wali Kota dan Ketua DPRD se-Sumatera Utara. (omi/han)

Karo Krisis Air Bersih, Dirut PDAM Tirta Malem Dicopot

SOLIDEO/SUMUT POS. DICOPOT: Sekda Karo membaca surat pencopotan Dirut PDAM Tirta Malem.
SOLIDEO/SUMUT POS.
DICOPOT: Sekda Karo membaca surat pencopotan Dirut PDAM Tirta Malem.

KARO, SUMUTPOS.CO – Pengangkatan ini tertuang dalam Keputusan Bupati Karo nomor : 500/086/EK/2019 Tentang Penetapan Pelaksana Tugas Pengurusan Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Malem tertanggal 27 Maret 2019.

Keputusan Bupati tersebut diserahkan langsung oleh Kabag Perekonomian Setda Kabupaten Karo Rismawati, SE yang juga selaku Sekretaris Koordinator Pembinaan dan Pengawasan BUMD kepada Arvino Hamsyari, ST di Kantor PDAM Tirta Malem, Kamis (28/3).

Pemberhentian Direktur PDAM Tirta Malem ini mengacu pada PP No 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah, dan Perda Kabupaten Karo Nomor 02 Tahun 2017 tentang Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Malem.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karo, Drs Kamperas Terkelin Purba, MSi yang juga sebagai Ketua Tim Koordinator Pembinaan dan Pengawasan BUMD menjelaskan, Bupati Karo Terkelin Brahmana telah mengeluarkan keputusan bahwa Dewan pengawas PDAM Tirta Malem sebagai Plt Direktur PDAM Tirta Malem.

“Pemberhentian Direktur PDAM Tirta Malem sudah dilakukan sesuai dengan ketentuan aturan/undang undang yang berlaku, PP No 54 Tahun 2017 dan Perda Kabupaten Karo Nomor 02 Tahun 2017,”ungkap Kampreas.

Selanjutnya, Plt agar menginventarisir segala permasalahan yang ada di PDAM Tirta Malem dan berkoordinasi dengan Pemkab Karo untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. “Harapan kita semua agar permasalahan air di Kabupaten Karo dapat lancar dan teratasi dengan baik, sehingga masyarakat Kabupaten Karo dapat menikmati air bersih dengan baik,” ungkap Sekda. (deo/han)

Bisnis Start Up tanpa Bantuan Investor, Mungkinkah?

ist/sumut pos Co-Founder Dusdusan.com Christian Kustedi.
ist/sumut pos
Co-Founder Dusdusan.com Christian Kustedi.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Segudang pertanyaan terbersit oleh para Founder start up saat membangun bisnis mereka dari nol. Apakah produk atau jasa yang ditawarkan benar-benar dibutuhkan? Apakah platform yang sudah dikembangkan dan menelan biaya tidak sedikit bisa bertahan? Apakah pasar sudah cukup loyal atau hanya dengan sejentik “iming-iming” langsung pindah ke lain hati? Apakah tim bekerja menuju visi yang sama? Lalu, bagaimana mengembangkan bisnis dengan modal minim atau tanpa bantuan investor?

Co-Founder Dusdusan.com Christian Kustedi membagikan poin-poin penting mengenai efisiensi budget dalam membangun start up. Poin pertama yaitu menunda reward. Menunda reward disini dalam arti menunda mengeluarkan budget yang tidak berdampak langsung bagi percepatan pertumbuhan bisnis.

“Saat pertumbuhan perusahaan cukup signifikan, seringkali Founder merasa cukup puas dan mulai masuk mode comfort zone. Mulai tercetus ide pindah ke gedung perkantoran elit atau renovasi kantor, dll. Saya menganjurkan sebaliknya. Ketika bisnis sudah bertumbuh, lihat kembali peta bisnis dan market size yang dituju. Tunda dulu hal-hal yang tidak mempercepat bisnis mencapai visi utamanya. Yang perlu diingat adalah setiap rupiah yang dikeluarkan harus berkontribusi pada pertumbuhan bisnis,” ujar Christian

Poin kedua yang diperhatikan adalah segi pemasaran. Di era digitalisasi ini semakin banyak marketing tools yang tersedia, salah satunya media sosial. Dibanding dengan metode pemasaran konvensional, pemasaran digital relatif memiliki keunggulan lebih cepat, efisien, mempunyai target yang jelas dan dapat dipantau secara real time.

“Setiap rupiah yang kita punya sangat berarti untuk bertahan di era digitalisasi ini. Dalam segi pemasaran, gunakan plaform-platform beriklan yang bisa diawasi dengan mudah dan jelas, misal Facebook dan Google Ads,” tambah Christian.

Poin ketiga adalah zero strategy. Yang dimaksud zero strategy dalam hal ini adalah strategi untuk memperbesar kapasitas bisnis dengan zero budget. Yang pertama dibentuk adalah mindset apa yang bisa dilakukan untuk membesarkan bisnis, baik secara awareness maupun revenue, tanpa menggunakan budget sama sekali, alias nol rupiah. (rel/ram)

Pelindo 1 Raih Apresiasi CFO Award

ist/sumut pos PIAGAM: Direktur Keuangan Pelindo 1, M Nur Sodiq saat menerima piagam di acara CFO BUMN Award 2019.
ist/sumut pos
PIAGAM: Direktur Keuangan Pelindo 1, M Nur Sodiq saat menerima piagam di acara CFO BUMN Award 2019.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – PT Pelindo 1 meraih apresiasi Bisnis Indonesia CFO (Chief Financial Officer) BUMN Award 2019 yang diselenggarakan oleh Harian Bisnis Indonesia.

Penghargaan dengan kategori The Most Transformative CFO diserahkan langsung kepada Direktur Keuangan Pelindo 1, M Nur Sodiq oleh Pimpinan Redaksi Bisnis Indonesia, Hery Trianto.

Bisnis Indonesia CFO Award 2019 mengusung tema Komitmen Membangun Negeri merupakan bentuk apresiasi kepada pimpinan tertinggi di bidang keuangan Badan Usaha Milik Negara yang telah melakukan inovasi dan transformasi.

Penghargaan ini diberikan oleh Panel Redaksi Bisnis Indonesia kepada Direktur Keuangan Pelindo 1, M. Nur Sodiq karena dinilai mampu membuat transformasi dalam proses bisnis pada tahap front end, back end, dan lini penunjang bisnis yang sekaligus meningkatkan kinerja perseroan.

Sebagai BUMN yang bergerak di bidang jasa kepelabuhanan, kepemimpinan CFO ini dinilai dapat mendorong peningkatan kecepatan layanan, pegendalian biaya, penambahan investasi alat, digitalisasi, dan otomasi.

“Kami sangat bangga dengan penghargaan yang diberikan Harian Bisnis Indonesia kepada Pelindo 1. Penghargaan ini merupakan bagian dari kerja keras tim Pelindo 1 dalam membangun transformasi bisnis untuk mempercepat kinerja perseroan, sehingga bisa memberikan pelayanan terbaik kepada para pengguna jasa, efisiensi biaya operasional, dan efektivitas kegiatan operasional,” terang M Nur Sodiq, Kamis (28/3).

Penilaian yang diterapkan oleh Bisnis Indonesia CFO BUMN Award 2019 dengan melalui penilaian kualitatif dan kuantitatif yang melibatkan juri yang kompeten dan berpengalaman.

Adapun yang menjadi juri dalam ajang ini adalah Sigit Pramono (Chairman Indonesiaan Institute for Corporate Directorship), Mas Ahmad Daniri (Ketua Komite Nasional Kebijakan Governance), Martiono Hadianto (Ketua Yayasan Pendidikan Pembinaan Manjemen), Ito Warsito (Dewan Pengurus IAI) dan Arif Budisusilo ( Direktur Pemberitaan Harian Bisnis Indonesia).

M. Nur Sodiq menambahkan melalui penghargaan ini diharapkan mampu terus memotivasi Pelindo 1 untuk terus bertransformasi dalam mengelola finansial perusahaan dan mengoptimalkan keuangan perusahaan untuk kepentingan publik. (fac/ram)

Berbasis Teknologi Terdepan, OYO Transformasi Hotel Lokal Hanya dalam 14 Hari

ist/SUMUT POS TRANSFORMASI: OYO Transformasi hotel lokal dalam waktu hanya 14 hari. Biasanya, membutuhkan waktu 90 hari.
ist/SUMUT POS
TRANSFORMASI: OYO Transformasi hotel lokal dalam waktu hanya 14 hari. Biasanya, membutuhkan waktu 90 hari.

MEDAN– Jaringan hotel berbasis teknologi OYO Hotels telah menetapkan standar baru dalam mentransformasi dan merenovasi properti dalam waktu yang singkat, hanya 14 hari. Hal ini sangat kontras dengan standar industri yang membutuhkan waktu hingga 90 hari.

Country Head OYO Hotels & Homes , Rishabh Gupta mengatakan, dengan memiliki lebih dari 1.200 insinyur dan desainer di Indonesia, India, China, dan pasar internasional lainnya, OYO Hotels mampu melakukan transformasi ke lebih dari 360 properti di seluruh Indonesia dalam rentang waktu 4 bulan sembari mempraktikkan pembangunan infrastruktur berkelanjutan di sektor hospitality.

“OYO bertumbuh pesat menjadi mitra jaringan hotel pilihan di Indonesia dengan bermitra lebih dari 340 pemilik aset dan mengelola lebih dari 360 hotel serta 11.000 kamar di 40 kota. Pertumbuhan tersebut mencapai 10 kali lipatnya hanya dalam waktu 4 bulan,” katanya melalui siaran pers yang diterima Sumut Pos, Rabu (27/3).

Adapun dari 360 properti ini, lanjut dia, lebih dari 260 hotel beroperasi dan sisanya sedang dalam proses transformasi. Mitra yang telah bergabung dalam jaringan OYO rata-rata mengalami peningkatan okupansi hingga 75%. Untuk memonitor renovasi dan transformasi, OYO Hotels menggunakan teknologi aplikasi OYO Optimus, yang khusus yang membantu tim OYO dalam memahami kebutuhan transformasi sebuah properti sembari menghitung estimasi biaya dan memungkinkan seluruh pihak berkepentingan.

“Termasuk pemilik aset dan tim OYO, untuk memonitor proses transformasi yang berlangsung.

OYO Hotel juga menggunakan pendekatan desain berbasis kecerdasan buatan. Teknologi tersebut mampu mengevaluasi kritik dan saran dari tamu hotel sekaligus mengidentifikasi preferensi desain mereka,” katanya.

Selain itu, teknologi terdepan OYO juga memungkinkan perusahaan untuk melakukan transformasi dan renovasi menyeluruh selagi melakukan peningkatan terhadap infrastruktur yang telah ada, termasuk lantai, saluran air, AC, cat, serta listrik. Hal ini memungkinkan OYO untuk mengurangi biaya dan waktu yang dikeluarkan. (rel/prn/ram) 

HUT ke-21 Kementerian BUMN, INALUM Gelar Kelas Kreatif di Kabupaten Batu Bara

ist for Sumut Pos BERSAMA: Peserta Kelas Kreatif BUMN berfoto bersama dengan pemateri di Multi Purpose Hall (MPH) Kompleks Perumahan INALUM Tanjung Gading (23/3).
ist for Sumut Pos
BERSAMA: Peserta Kelas Kreatif BUMN berfoto bersama dengan pemateri di Multi Purpose Hall (MPH) Kompleks Perumahan INALUM Tanjung Gading (23/3).

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pengembangan skill kewirausahaan di kalangan masyarakat sekitar perusahaan.

Hal itu dibuktikan melalui kelas kreatif BUMN yang diselenggarakan dalam rangka HUT ke-21 Kementerian BUMN di Multi Purpose Hall (MPH) Komplek Perumahan INALUM Tanjung Gading pada Sabtu (23/3), INALUM memberikan pelatihan terkait pengembangan usaha kuliner kepada 83 orang pengusaha kuliner yang berdomisili di sekitar Kabupaten Batu Bara dan Kompleks Perumahan INALUM Tanjung Gading.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Departemen CSR & PKBL INALUM Susyam Widodo menjelaskan maksud dilaksanakannya kegiatan kelas kreatif BUMN ini.

“Dalam rangka HUT ke-21 Kementerian BUMN, INALUM sebagai salah satu BUMN yang juga Induk Holding Industri Pertambangan diamanahkan untuk menyelenggarakan Kelas Kreatif BUMN yang salah satunya yaitu Kelas Kuliner yang dilaksanakan pada hari ini. Dengan adanya kelas yang mengajarkan tentang bagaimana memperbaiki cita rasa, penyajian makanan dan pengembangan usaha kuliner ini, diharapkan para peserta dapat mengembangkan usahanya,” ungkap Susyam.

Lebih lanjut, Bupati Batu Bara Ir. Zahir, M.AP dalam sambutannya mengungkapkan terima kasihnya kepada INALUM sekaligus secara resmi membuka kelas kreatif BUMN. “Terima kasih kepada INALUM telah menyelenggarakan kelas kreatif BUMN, INALUM telah mengadakan acara yang luar biasa konstruktif disini sehingga para Ibu dan Bapak dapat duduk bersama disini untuk belajar terkait usaha kuliner,” jelas Zahir.

Kelas Kreatif Kuliner ini berisi materi terkait motivasi usaha, manajemen bisnis, tips sukses usaha kuliner, model pemasaran bisnis kuliner, kuliner lokal Sumatera Utara, serta praktik pembuatan Jus Lemon dan Kue kering dengan pemateri yaitu Supriadi Adiguna dan Yuniarti yang merupakan pengusaha kuliner berpengalaman asal Medan.

Selain itu, pada kelas kreatif BUMN ini, INALUM akan membuka 4 kelas, kelas pertama yaitu kelas kuliner yang telah dilaksanakan pada tanggal 23 Maret 2019, dilanjutkan dengan kelas E-Commerce yang akan dilaksanakan pada 25 Maret 2019 dan kelas Make Up pada tanggal 27 Maret 2019 serta kelas difabel dengan total peserta sebanyak 332 orang.

Selain kegiatan kelas kreatif BUMN, INALUM juga melaksanakan kegiatan lain dalam rangka HUT ke-21 Kementerian BUMN yaitu program sembako murah, sunat massal dan padat karya tunai.

Pada kesempatan terpisah, Sekretaris Perusahaan INALUM Ricky Gunawan mengungkapkan bahwa kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan bentuk komitmen INALUM dalam rangka mengembangkan perekonomian masyarakat di sekitar perusahaan.

“INALUM pada HUT ke-21 Kementerian BUMN ini melaksanakan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan perekonomian masyarakat di sekitar perusahaan, hal ini juga selaras dengan program BUMN Hadir Untuk Negeri yang senantiasa dilaksanakan oleh setiap BUMN tak terkecuali oleh INALUM,” jelas Ricky. (rel/tri/ram)

Sakit Tak Menghalangi Rasa Syukur

no picture
no picture

Ubay tak sekadar meminta sakit sepanjang hayat, tapi disertai dengan ungkapan: sakit yang tidak menghalangiku berjuang di jalan Allah.

Nikmat sehat dan kesempatan merupakan dua nikmat yang sering kali dilalaikan oleh manusia. Banyak sekali di antara manusia yang lupa bersyukur ketika dia diberi nikmat sehat dan kesampatan oleh Allah subhanahu wata`ala. Baru setelah kedua nikmat itu dicabut, timbullah rasa penyesalan yang mendalam untuk mendambakan nikmat itu kembali, bahkan berjanji untuk bersyukur. Seandainya manusia benar-benar mensyukuri kedua nikmat tersebut, niscaya syukur dan sabar akan mampu dilakukan sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan dunia menuju akhirat.

Orang yang tak pandai bersyukur, tidak akan mungkin pandai bersabar. Kalau manusia pada umumnya: mana yang anda pilih punya kesempatan dan sehat wal afiat apa tidak punya kesempatan dan sakit-sakitan? Bisa ditebak pasti jawabannya: ingin punya kesempatan sekaligus sehat. Tentu saja ini jawaban yang lumrah dan normal.

Jika kita mau jeli membaca sejarah emas sahabat Nabi Muhammad ternyata ada yang menyalahi jawaban tadi. Ada sahabat yang memiliki permohonan unik kepada Allah. Permohonannya menyalahi kebanyakan manusia. Ia malah ingin sakit sepanjang hayat. Ia tetap bersyukur meski dalam kondisi sakit. Siapakah gerangan sahabat yang unik itu? Berikut kisahnya:

“Bersumber dari Sa`id al-Khudri ia menceritakan bahwa ada salah seorang lelaki dari kalangan orang muslim bertanya: Ya Rasulallah apa pendapatmu tentang penyakit yang menimpa kami, kami dapat apa? Nabi menjawab: “Sebagai kaffarat (penebus dosa).” Lalu Ubay bin Ka`ab bertanya: “Ya Rasulallah meski penyakit itu ringan?” Rasul menjawab: “Meskipun hanya terkena duri, atau yang lebih kecil darinya.” Lalu Ubay berdoa agar tidak dipisahkan dari penyakit demam hingga meninggal dunia, dan meminta agar penyakit demam itu tidak menghalangi dirinya untuk haji, umrah, jihad dan shalat wajib secara berjama`ah.

Abi Sa`id al-Khudri berkata: “Tidak seorangpun yang menyentuh Ubay pasti merasakan panas padanya hingga ia meninggal dunia”. Di riwayat lain dijelaskan: Ubay berkata: “Ya Rasulallah apa ganjaran orang kena penyakit demam?” Rasulullah menjawab: “Kebaikan akan mengalir pada yang ditimpanya.” Lalu Ubay berdoa: Ya Allah sungguh aku meminta pada-Mu sakit demam yang tidak menghalangiku keluar di jalan-Mu. Maka (setelah itu) tidaklah Ubay disentuh, melainkan terkena penyakit demam(HR: Ahmad, Ibnu Hibban dan Thabrani)”.

Riwayat itu menjelaskan kepada kita keunikan sahabat yang bernama Ubay bin Ka`ab. Sahabat kawakan yang pakar dan piawai dalam bidang qira`ah. Ia sangat disiplin, zuhud, dan termasuk sahabat yang terdepan dalam masalah keilmuan. Ia juga merupakan satu-satunya sahabat yang Allah memerintahkan Nabi-Nya langsung membacakan ayat-ayat-Nya dari langit ke tujuh kepadanya langsung.

Perhatikan betapa aneh permintaannya!. Ia ingin diberikan sakit demam sepanjang hayatnya. Kalau kita amati benar-benar penggalan riwayat di atas kita akan menemukan pelajaran yang berharga. Sebagaimana manusia pada umumnya, sebenarnya ia juga menginginkan kondisi yang sehat. Tetapi pada umumnya kesehatan den kesempatan ternyata banyak yang membuat orang terlena.

Ia terkesima mendengar penjelasan Rasulullah bahwa sakit merupakan kaffarat bagi dosa. Sakit juga merupakan kebaikan yang mengalir pada yang ditimpanya, tentu saja kalau pasrah dan ikhlas karena-Nya. Tapi yang unik ialah Ubay tak sekadar meminta sakit sepanjang hayat, tapi disertai dengan ungkapan: sakit yang tidak menghalangiku berjuang di jalan Allah.

Ya Allah, Allahu Akbar. Siapa yang berani di antara kita yang bersikap seperti Ubay bin Ka`ab. Melalui media sakit, dia bisa selalu bersyukur dan ingat kepada Allah. Ia tahu betul bahwa kesempatan dan kesehatan justru banyak melenakan orang. Dengan meminta sakit sepanjang hayat yang tak menghalanginya berjuang di jalan Allah, dia memiliki dua keuntungan sekaligus: dosa-dosanya akan senantiasa terhapus, dan dia akan selalu dialiri kebaikan, karena sakit tak menghalanginya untuk berjuang di jalan Allah.

Inilah salah satu keunikan generasi sahabat, sakitpun bisa dihikmahi dan diarifi sedimikian rupa untuk mengharap ridha Allah subhanahu wata`ala. Lalu bagaimana dengan kita yang masih punya banyak kesempatan dan masi sehat bugar ini? Kebaikan apa yang bisa dilakukan di masa yang akan datang? Apakah kita bisa menjadi hamba yang bersyukur dengan kenikmatan yang diberi Allah, atau malah menjadi hamba yang kufur? (hidayatullah/ram)

50 Persen Calon Jamaah Haji sudah Berusia Lanjut

Dedi jaelani/sumut pos REKAM: Calon Jamaah Haji (CJH) di Mandailing Natal saat pembuatan paspor untuk berangkat haji. Usai pelunasan, CJH bersiap untuk melakukan rekam biometrik untuk keperluan pembuatan visa haji.
Dedi jaelani/sumut pos
REKAM: Calon Jamaah Haji (CJH) di Mandailing Natal saat pembuatan paspor untuk berangkat haji. Usai pelunasan, CJH bersiap untuk melakukan rekam biometrik untuk keperluan pembuatan visa haji.

MADINA, SUMUTPOS.CO – Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal H. Ikhwan Siddiqi mengharapkan rekam medik untuk Calon Jamaah Haji (CJH) asal Mandailingnatal dapat dilakukan di Panyabungan atau Padangsidimpuan. Hal ini karena jarak tempuh dari yang sangat jauh sehingga ditakutkan dapat menggaggu kesehatan CHJ yang pada umumnya berusia lanjut.

Menurut Ikhwan Siddiqi mulai tahun ini Pemerintah Arab Saudi memberlakukan ketentuan dan kebijakan baru pengajuan visa haji, para CJH terlebih dahulu melakukan perekaman biometrik. Dan CJH yang bisa melakukan perekaman biometrik adalah mereka yang sudah memiliki paspor.

“Seluruh CJH Kabupaten Mandailing Natal yang akan berangkat pada tahun 1440/2019 ini sudah memiliki paspor, dan kita hanya menunggu gilirian dan panggilan dari Kanwil Kementerian Agama Sumatera Utara kapan waktu pelaksanaan perekaman biometrik tersebut,” ujarnya.

Sebenarnya peekaman biometrik bagi para CJH telah diberlakukan sejak tahun yang lalu, hanya saja tahun yang lalu dilakukan di Asrama Haji, sehari sebelum berangkat ke Tanah Suci Arab Saudi.

“Serta tidak menjadi persyaratan dalam pengajuan visa haji, dan proses perekaman biometrik ini tidak berlangsung lama, hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit per CJH,” katanya.

Ikhwan berharap sangat kepada pihak Imigrasi untuk proses perekaman biometrik bagi para CJH Kabupaten Mandailing Natal yang berjumlah 477 orang ini dapat dilakukan di Panyabungan, dengan mengoperasional mobile paspor, atau paling tidak di kota Padangsidimpuan, jangan sampai ke Medan agar para CJH tidak mengalami kesulitan dalam perakaman nantinya.

“Medan sangat jauh dari sini, harus ditempuh sekitar 14 jam perjalanan darat, serta kondisi para CJH yang hampir 50 persen sudah berusia lanjut,” tutupnya.

Kepada para Calon Jemaah Haji (CJH) usai melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), maka para CJH bersiap siap untuk melakukan perekaman biometrik. Hal ini disampaikannya di ruang kerjanya, Kamis, 28 Maret 2019.(mag-6/ram)

Erdogan Kembalikan Fungsi Hagia Sophia

Hagia Sophia
Hagia Sophia

TURKI, SUMUTPOS.CO – Erdogan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, hari Rabu mengumumkan akan mengubah fungsi museum Hagia Sophia di Istanbul menjadi masjid.

“Ayasofya (Haghia Sophia) tidak akan lagi disebut museum. Statusnya akan berubah. Kami akan menyebutnya masjid,” kata Erdogan dalam program siaran langsung televise Turki, sebagaimana dikutip Anadolu Agency, Rabu (27/3).

“Kami pikir waktunya telah tiba mengambil langkah itu dengan mempertimbangkan permintaan dari warga Turki,” ucap Erdogan dikutip AFP.

Menurut Erdogan, status Hagia Sophia dikembalikan menjadi masjid setelah melalui pemilihan badan-badan lokal pada 31 Maret 2019 mendatang. Saat ini, tiket masuk museum Hagia Sophia berharga senilai 60 Lira atau setara 10 dolar AS.

Menjawab kritik kalangan asing keputusan ini, Erdogan justru mengingat kebisuan mereka atas serangan terhadap Masjid Al-Aqsha, tetapi justru sibuk mengurusi Hagia Sophia.

“Mereka yang tetap diam dalam serangan (Masjid al Aqsha) ini tidak berhak memberikan nasihat kepada kami apa yang harus dilakukan (mengenai status Hagia Sophia),” tegas Erdogan.

Hagia Sophia, dijuluki “Keajaiban Dunia ke-8 oleh para sejarawan, merupakan salah satu museum yang paling banyak dikunjungi di dunia dalam hal seni dan sejarah arsitektur. Hagia Sophia dibangun pada 537 Masehi di Abad Pertengahan, yang awalnya merupakan Gereja Kristen Ortodox Yunani di era Kaisar Byzantium, Justinian.

Pada tahun 1453, tempat ini diubah menjadi masjid oleh Sultan Mohammad al Fatih atau Sultan Mehmed Sang Penakluk ketika Kekhilafahan Utsmaniyah (Ottoman) menaklukkan Kristen Bzantium.

Bangunan yang dibangun pada abad keenam itu diubah menjadi museum saat Turki berada di bawah pemerintahan sekuler, menyusul pekerjaan restorasi selama era Utsmaniyah dan penambahan menara oleh arsitek Mimar Sinan, Hagia Sophia menjadi salah satu monumen terpenting arsitektur dunia.

Selama beberapa tahun pemerintahan Erdogan, ada peningkatan aktivitas Muslim di museum itu, termasuk pembacaan Al-Quran dilakukan pada waktu tertentu.

Bahkan pada tahun 2016, Pemerintah Yunani marah dan mengecam langkah pemerintah Erdogan yang telah membolehkan al-Quran dan suara adzan berkumandang dari Hagia Sophia. Yunani khawatir bahwa Pemerintah Presiden Tayyip Erdogan sedang berupaya mengubah situs Hagia Sophia kembali menjadi masjid.

Namun Departemen Luar Negeri Turki mengecam Yunani karena mengritik pembacaan al-Quran dan panggilan adzan saat Ramadhan diadakan di Ayasofya (Hagia Sophia) di Istanbul.

“Kementerian Luar Negeri Yunani, bukannya menyampaikan ucapan selamatnya kepada orang-orang Turki pada bulan suci Ramadan dan ‘Malam Kekuatan (Kadir Gecesi), memilih untuk mendistorsikan pembacaan Quran dan menyerukan shalat di Hagia Sophia,” kata Kementerian Luar Negeri Turki. (bbs/ram)