30 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 57

Dosen STIK-P Tekankan Pemilihan Langsung Jadi Ruang Komunikasi Publik

Dosen STIK-P Medan, Dr H Arianda Tanjung SIKom MKom.I (Dok Pribadi)
Dosen STIK-P Medan, Dr H Arianda Tanjung SIKom MKom.I (Dok Pribadi)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIK-P) Medan, Dr. H. Arianda Tanjung S.I.Kom, M.Kom.I, menegaskan bahwa pemilihan langsung memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi, terutama jika ditinjau dari perspektif Ilmu Komunikasi.

Menurutnya, pemilihan langsung bukan sekadar mekanisme politik untuk memilih pemimpin, melainkan ruang komunikasi publik yang memungkinkan terjadinya interaksi antara masyarakat dan elite politik.

“Pemilihan langsung adalah sarana komunikasi politik yang paling nyata. Di sana terjadi pertukaran pesan antara kandidat dan pemilih, baik melalui kampanye, debat publik, maupun media massa dan media sosial,” ujar Arianda, kemarin.

Ia menjelaskan, dalam kajian Ilmu Komunikasi, pemilih diposisikan sebagai komunikan aktif yang memiliki hak untuk menilai, menyaring, serta memaknai pesan politik yang disampaikan oleh para kandidat. Oleh karena itu, pemilihan langsung memberi ruang partisipasi yang lebih luas bagi masyarakat.

“Melalui pemilihan langsung, masyarakat tidak hanya memilih, tetapi juga belajar menilai kredibilitas komunikator politik. Ini penting untuk membangun kesadaran kritis dan partisipasi politik yang sehat,” katanya.

Arianda juga menyoroti peran media dalam proses pemilihan langsung. Menurutnya, media massa dan media digital memiliki fungsi strategis dalam membentuk opini publik melalui framing dan penyajian informasi politik.

“Media memiliki tanggung jawab besar sebagai penyalur informasi. Jika framing media tidak berimbang, maka pesan politik yang diterima publik juga akan bias,” ujarnya.

Di era digital, lanjut Arianda, tantangan komunikasi politik semakin kompleks dengan maraknya disinformasi dan hoaks. Kondisi tersebut menuntut peningkatan literasi media di kalangan masyarakat agar pemilihan langsung tidak terjebak pada politik emosional semata.

“Pemilihan langsung harus menjadi sarana pendidikan politik, bukan sekadar kontestasi popularitas. Di sinilah pentingnya etika komunikasi politik dan literasi media,” tegasnya.

Ia menambahkan, dari sudut pandang Ilmu Komunikasi, penghapusan atau pembatasan pemilihan langsung berpotensi mempersempit ruang komunikasi antara rakyat dan pemimpin, serta mengurangi kualitas partisipasi publik dalam demokrasi.

“Pemilihan langsung adalah bentuk pengakuan terhadap hak komunikasi warga negara. Demokrasi yang sehat hanya bisa tumbuh jika komunikasi politik berjalan terbuka dan bertanggung jawab,” pungkasnya. (dek)

Lewat Program SuperSUN, PLN Listriki SD Negeri 339 Pulo Tamang Mandailing Natal

Senyum dan semangat pada Guru dan Siswa SD Negeri 339 Pulo Tamang, Pulau Pulo Tamang, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal.
Senyum dan semangat pada Guru dan Siswa SD Negeri 339 Pulo Tamang, Pulau Pulo Tamang, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal.

MANDAILING NATAL- Komitmen PT PLN (Persero) dalam menghadirkan keadilan energi kembali diwujudkan melalui Program SuperSUN, yang kali ini membawa listrik berbasis energi terbarukan ke SD Negeri 339 Pulo Tamang, Pulau Pulo Tamang, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal.

Kehadiran listrik ini menjadi titik balik bagi proses belajar mengajar di sekolah yang sebelumnya belum terjangkau jaringan listrik konvensional.

Sebelum adanya Program SuperSUN, aktivitas pendidikan di SD Negeri 339 Pulo Tamang sangat bergantung pada genset yang kerap mengalami gangguan. Kondisi tersebut membatasi pemanfaatan sarana pembelajaran modern, bahkan memaksa para guru membawa genset secara mandiri agar kegiatan belajar tetap berlangsung.

Kini, dengan hadirnya listrik dari energi surya yang andal dan ramah lingkungan, sekolah tersebut merasakan perubahan nyata.

Salah satu tenaga pengajar SD Negeri 339 Pulo Tamang, Ibu Faridah, mengungkapkan rasa syukur atas dukungan PLN melalui Program SuperSUN.

“Kami sangat senang dan bersyukur atas hadirnya listrik dari PLN. Sekarang proses belajar mengajar dapat berjalan lebih baik dan lancar. Bantuan pendidikan dari pemerintah bisa dimanfaatkan secara maksimal, serta kami sudah mulai menggunakan komputer dan perangkat digital untuk mendukung pembelajaran di era sekarang,” ungkap Ibu Faridah.

Manager PLN UP3 Padangsidimpuan Irham Sofwan, menyampaikan bahwa Program SuperSUN merupakan solusi konkret bagi wilayah yang secara geografis sulit dijangkau jaringan listrik konvensional.

“Program SuperSUN menjadi jawaban atas tantangan geografis di wilayah terpencil. Melalui pemanfaatan energi surya, PLN menghadirkan listrik yang bersih, andal, dan berkelanjutan untuk mendukung aktivitas pendidikan dan kehidupan masyarakat. Kami berharap kehadiran listrik ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membuka peluang kemajuan bagi masyarakat Pulau Pulo Tamang,” jelas Irham.

Apresiasi juga disampaikan oleh General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Utara Mundhakir, menekankan bahwa listrik merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan bangsa.

“Listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi membuka akses terhadap pengetahuan, teknologi, dan masa depan yang lebih baik. Ketika sekolah-sekolah di wilayah terluar dan terpencil mendapatkan listrik yang andal, di situlah harapan tumbuh dan kualitas generasi penerus mulai dibangun. Program SuperSUN merupakan wujud nyata kehadiran negara melalui PLN untuk memastikan tidak ada anak bangsa yang tertinggal karena keterbatasan energi,” ujar Mundhakir.

Ia menambahkan bahwa pemanfaatan energi surya melalui SuperSUN sejalan dengan arah pembangunan nasional menuju bauran energi bersih dan rendah emisi, khususnya untuk wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Melalui Program SuperSUN, PLN terus memperluas akses energi terbarukan sebagai bagian dari komitmen mendukung pemerataan pendidikan dan percepatan transisi energi nasional. Ke depan, PLN UP3 Padangsidimpuan berkomitmen melanjutkan inovasi layanan kelistrikan berwawasan lingkungan guna mendukung pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas pendidikan.

Bagi para guru dan siswa SD Negeri 339 Pulo Tamang, hadirnya SuperSUN bukan sekadar penerangan, melainkan terang harapan untuk masa depan yang lebih baik. (ila)

Tingkatkan Keandalan Listrik, PLN UP3 Rantauprapat Lakukan Grebek Penyulang

Tim pelayanan teknik melakukan pengecekan dan pemeliharaan jaringan.
Tim pelayanan teknik melakukan pengecekan dan pemeliharaan jaringan.

Rantauprapat – Dalam upaya menjaga keandalan pasokan listrik serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan, PLN UP3 Rantauprapat melaksanakan kegiatan Grebek Penyulang sebagai langkah pemeliharaan preventif dan terencana.

Kegiatan ini melibatkan sinergi lintas fungsi, mulai dari Tim Jaringan dan Konstruksi, Team Leader Teknik ULP, Koordinator dan Petugas Yantek PT Sanobar, hingga PT PLN Electricity Services, dengan tujuan memastikan sistem distribusi listrik beroperasi secara aman, andal, dan berkelanjutan.

Pelaksanaan Grebek Penyulang dilakukan di wilayah kerja ULP Aek Kota Batu, ULP Rantauprapat Kota, ULP Aek Kanopan, dan ULP Labuhan Bilik.

Adapun pekerjaan yang dilakukan meliputi pemeliharaan komponen jaringan, pemangkasan pelepah dan ranting pohon yang berpotensi mengganggu jaringan listrik, pelurusan tiang miring, pemasangan animal guard (ranjau hewan), serta penambahan komponen penyaluran energi petir. Seluruh kegiatan tersebut bertujuan menjaga kontinuitas aliran listrik dan meningkatkan keandalan pelayanan kepada pelanggan.

Manager PLN UP3 Rantauprapat Dwita A.S., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen PLN dalam menghadirkan layanan kelistrikan yang andal dan berkelanjutan.

“Melalui pemeliharaan ini, kami terus melakukan perbaikan secara konsisten pada sistem kelistrikan di wilayah kerja UP3 Rantauprapat. Upaya ini penting agar pasokan listrik tetap andal sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujar Dwita.

Sejalan dengan hal tersebut, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Utara, Mundhakir, menegaskan bahwa Grebek Penyulang merupakan bagian dari strategi jangka panjang PLN dalam menjaga keandalan sistem distribusi.

“Keandalan listrik tidak hadir secara kebetulan, melainkan melalui kerja terencana, disiplin pemeliharaan, dan kolaborasi seluruh insan PLN. Grebek Penyulang menjadi upaya preventif untuk mencegah potensi gangguan serta memastikan listrik tetap menyala guna mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat,” ungkap Mundhakir.

Sebagai pendukung layanan kepada pelanggan, PLN juga menghadirkan aplikasi New PLN Mobile yang memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai layanan kelistrikan, seperti pembayaran listrik, pelaporan gangguan, serta pengajuan pasang baru dan tambah daya secara digital.

Bagi PLN, menghadirkan listrik yang andal bukan sekadar menyalurkan energi, tetapi juga menjaga kepercayaan publik serta mendukung keberlanjutan aktivitas dan pertumbuhan masyarakat di wilayah Rantauprapat dan sekitarnya. (ila)

PLN Tegaskan Bahaya Listrik Ilegal: Picu Kebakaran dan Ancaman Keselamatan Jiwa

Petugas PLN mengedepankan sikap PS4 saat melakukan pemeriksaan.
Petugas PLN mengedepankan sikap PS4 saat melakukan pemeriksaan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Praktik penggunaan listrik ilegal dan pencurian tenaga listrik bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan ancaman serius terhadap keselamatan jiwa, lingkungan, serta keandalan sistem kelistrikan. Sambungan listrik tidak sah, instalasi tidak standar, hingga manipulasi alat ukur terbukti menjadi salah satu pemicu utama kebakaran rumah dan bangunan, khususnya di kawasan padat penduduk.

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Utara menegaskan bahwa listrik ilegal sangat berbahaya karena umumnya tidak memenuhi standar keselamatan ketenagalistrikan.

Penggunaan kabel tanpa isolasi memadai, beban berlebih, serta sistem pengaman arus yang tidak sesuai standar berpotensi menimbulkan korsleting listrik, sengatan listrik fatal, hingga kebakaran hebat.

General Manager PLN UID Sumatera Utara Mundhakir, menegaskan bahwa upaya penertiban listrik ilegal dilakukan bukan semata-mata untuk penegakan aturan, melainkan sebagai bentuk perlindungan keselamatan masyarakat.

“Kami ingin menegaskan bahwa listrik ilegal adalah bahaya nyata. Banyak kasus kebakaran dipicu oleh instalasi yang tidak standar. Risiko ini bukan hanya bagi pelaku, tetapi juga keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar. Keselamatan jiwa adalah hal yang tidak bisa ditawar,” tegas Mundhakir.

PLN mencatat bahwa praktik pencurian listrik menimbulkan dampak luas, antara lain:
– Meningkatkan risiko kebakaran rumah dan fasilitas umum,
– Membahayakan nyawa penghuni, terutama anak-anak dan lansia,
– Mengganggu keandalan pasokan listrik pelanggan lain akibat ketidakseimbangan beban,
– Menimbulkan kerugian negara yang berdampak pada kualitas layanan publik.

“Ketika satu pihak menggunakan listrik secara ilegal, ada pihak lain yang dirugikan. Ini bukan hanya soal listrik, tetapi soal keadilan dan keselamatan bersama,” tambah Mundhakir.

PLN menegaskan bahwa pencurian tenaga listrik memiliki konsekuensi hukum yang tegas. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, setiap orang yang menggunakan tenaga listrik bukan haknya secara melawan hukum dapat dikenakan sanksi pidana dan/atau denda.
Selain itu, melalui mekanisme Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL), PLN berwenang melakukan:
– Pengenaan denda pemakaian listrik susulan sesuai perhitungan energi yang digunakan secara tidak sah,
– Pembongkaran instalasi listrik ilegal,
– Pemutusan sementara hingga pemutusan permanen sambungan listrik,

Dalam konteks hukum pidana umum, praktik pencurian listrik juga dapat dikenakan pasal pencurian sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Pendekatan Humanis dan Ajakan Kepatuhan
Meski tegas dalam penegakan aturan, PLN tetap mengedepankan pendekatan humanis melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kami mengajak masyarakat untuk beralih ke sambungan listrik resmi. Prosedurnya mudah, terjangkau, dan yang terpenting jauh lebih aman. Jangan mempertaruhkan keselamatan keluarga hanya karena praktik listrik ilegal,” tutup Mundhakir.

PLN UID Sumatera Utara mengimbau masyarakat untuk menggunakan listrik secara legal serta melaporkan indikasi praktik listrik ilegal melalui kanal resmi PLN demi menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. (ila)

Bentuk Empati atas Bencana Sumatera, INTI Sumut Ajak Masyarakat Beragama Buddha Rayakan Imlek tanpa Euforia

MEDAN, SumutPos.co- Sebagai bentuk rasa empati kepada masyarakat yang tengah berduka akibat bencana yang menerpa Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Ketua Harian Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Sumut, Indra Wahidin mengimbau agar momen Imlek 2026 tidak dirayakan secara berlebihan, seperti pesta kembang api besar-besaran dan sejenisnya.

“Kita mengimbau untuk tidak dilaksanakan secara euforia yang berlebihan,” kata Indra dalam keterangannya, Senin (26/1/2026).

Imbauan tersebut disampaikan Indra pada kegiatan rapat bersama para Tokoh Buddha Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor Wilayah Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Sumut, Polonia Medan.

Sejumlah Perhimpunan Indonesia Tionghoa daerah juga menyatakan akan meniadakan pesta kembang api saat malam perayaan Imlek 2026, salah satunya Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Sumut, Medan.

Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Sumut Janlie SE Ak juga menegaskan, tidak ada pesta kembang api saat malam perayaan Imlek 2026 di Medan. Menurut Janlie, imbauan tersebut disampaikan dengan mempertimbangkan kondisi nasional, khususnya bencana banjir bandang yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang telah menimbulkan korban jiwa serta kerugian besar bagi masyarakat setempat.

“Kepekaan sosial menjadi penting agar perayaan tidak melukai rasa kemanusiaan saudara-saudara kita yang sedang terdampak bencana,” tegas Janlie.

Selain mengajak menahan euforia, Janlie juga meminta masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama momentum pergantian tahun, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan maupun risiko kebencanaan di wilayah masing-masing.

Kendati demikian, Janlie menyebutkan, perayaan Imlek harus tetap diadakan di Medan meski dengan cara sederhana. Sebab, kata Janlie, Medan merupakan kota terbesar ke tiga di Indonesia dan merupakan kota global sehingga Medan akan disorot oleh dunia.

“Tetapi yang jelas saya tidak ingin kita menampakkan kemewahan berlebihan dan tidak punya empati dengan apa yang terjadi dengan saudara-saudara kita yang ada di Sumatera,” pungkas Janlie. (adz)

Anggota BAP DPD RI Penrad Siagian Desak Evaluasi Menyeluruh dan Rekrutmen Ulang Pendamping Desa di Sumut

JAKARTA, SumutPos.co- Anggota Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI Pdt Penrad Siagian, menyoroti persoalan tidak direkrut-ulangnya ribuan Tenaga Pendamping Profesional (TPP) di Sumatera Utara yang tidak tercantum dalam SK Nomor 733 Tahun 2025. Ia menilai, proses penerbitan SK tersebut tidak sejalan dengan Kepmendesa Nomor 294 Tahun 2025 dan berpotensi melanggar prinsip keadilan serta mekanisme yang berlaku.

Hal itu disampaikan Penrad dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) di Kompleks DPD RI, Rabu, 21 Januari 2026. Penrad mengungkapkan, dari sekitar 2.400 TPP di seluruh Indonesia yang tidak direkrut ulang, hampir setengahnya berasal dari Sumatera Utara.

Ia mempertanyakan dasar kebijakan tersebut, terlebih setelah Kepala BPSDM Kemendesa PDTT Agustomi Masik menyebut, salah satu indikator pemberhentian pendamping desa adalah karena dianggap penipu atau tidak kompeten. “Apakah setengah dari TPP Sumut ini orang bodoh atau penipu? Karena indikator lain tidak memungkinkan. Mereka sudah bekerja 10 tahun dan nilai evaluasinya A dan B,” ujar Penrad dalam keterangannya, Minggu (25/1/2026).

“Jadi, penting ini dijawab biar kami tahu, apakah orang Sumut seperti bapak bilang di luar skema, di luar mekanisme, tukang menipu karena menipu laporan, begitu tadi bapak bilang ‘kan? Kan tadi itu indikasi-indikasinya, biar saya tahu,” sambungnya.

Menurutnya, dalam regulasi yang berlaku, TPP yang tidak direkrut ulang seharusnya hanya mereka yang memiliki nilai evaluasi C atau D, meninggal dunia, atau mengundurkan diri. Namun fakta di lapangan menunjukkan, banyak pendamping desa dengan nilai baik justru diberhentikan.

“Ternyata ada juga yang bermasalah misalnya double job, kemudian yang nilainya D malah lulus. Saya meminta melalui forum ini supaya dilakukan cek ulang data-data dan evaluasi menyeluruh dari pendamping desa yang ada di Provinsi Sumatra Utara,” tuturnya. Penrad juga menyinggung adanya dugaan praktik tidak sehat dalam proses rekrutmen, termasuk rekaman permintaan uang telah dimiliki pihak kementerian.

“Pak Pendeta, kami sudah punya dan sudah mendengarkan,” ucap Kepala BPSDM Kemendesa PDTT Agustomi Masik menjawab pernyataan Penrad Siagian.

Lebih lanjut, Penrad mempertanyakan mengapa SK tetap diterbitkan meskipun indikasi tersebut sudah diketahui. Ia menegaskan, meskipun TPP masuk dalam nomenklatur pengadaan barang dan jasa, namun objek kebijakan ini adalah manusia yang memiliki kehidupan dan keluarga, sehingga harus diperlakukan secara adil dan manusiawi.

Penrad meminta pemerintah segera membuka ulang data, mengevaluasi kebijakan SK 733 Tahun 2025, dan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap proses rekrutmen pendamping desa di Sumatra Utara.

Senator asal Sumatra Utara ini juga mendorong agar kebijakan tersebut direvisi jika terbukti terjadi kesalahan prosedur. “Jangan yang begitu dibiarkan. Mumpung ada forum ini, kita selesaikan. Selesainya ya betul-betul selesai berdasarkan aturan dan peraturan yang berlaku,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPSDM Kemendesa PDTT Agustomi Masik menyatakan evaluasi menyeluruh memang diperlukan dilakukan. Salah satu opsi yang disampaikan adalah melakukan rekrutmen ulang bagi seluruh TPP, baik yang lama maupun peserta baru, untuk memastikan yang terpilih benar-benar yang terbaik.

“Menurut hemat kami, jalan terbaik untuk melakukan evaluasi menyeluruh itu adalah dengan rekrutmen ulang semuanya. Artinya TPP yang ada sekarang ikut tes, peserta baru ikut tes, dan nanti kita ambil yang terbaik,” ungkap Agustomi Masik. (adz)

AQL Laznas Peduli Gandeng FUIB, dan JATTI Gelar Trauma Healing Hingga Pengobatan Gratis bagi Korban Banjir

Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan oleh tim Medis di Kampung Kota Lintang, Kecamatan Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang dengan latar belakang program Trauma Healing, Kolaborasi pelayanan korban banjir dari AQL Laznaz Peduli, FUIB dan JATI, Sabtu (24/1/2026). Foto: Istimewa
Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan oleh tim Medis di Kampung Kota Lintang, Kecamatan Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang dengan latar belakang program Trauma Healing, Kolaborasi pelayanan korban banjir dari AQL Laznaz Peduli, FUIB dan JATI, Sabtu (24/1/2026). Foto: Istimewa

ACEH TAMIANG, SumutPos.co— Memasuki fase pemulihan pasca banjir bandang, tim gabungan relawan lintas organisasi melaksanakan aksi kemanusiaan bertempat di Masjid Al Ikhsan, Kampung Kota Lintang, Kecamatan Kota Kualasimpang, Sabtu (24/1/2026). Mengusung program “Pulihkan Aceh dari Masjid”, kolaborasi ini menyasar pemulihan kesehatan fisik, mental, hingga pemenuhan kebutuhan dasar warga.

Pemilihan program “Pulihkan Aceh dari Masjid” diinisiasi Ustadz Bachtiar Nasir, selaku Pembina AQL Grup sekaligus Ketua Nasional Jaringan Alumni Timur Tengah. Program Pulihkan Aceh dari Masjid ini bukanlah tanpa alasan. Masjid dinilai sebagai pusat spiritualitas dan titik kumpul sosial, khususnya bagi masyarakat Aceh.

Dengan memulai pemulihan dari rumah ibadah, diharapkan semangat bangkitnya masyarakat dapat tertular secara luas ke seluruh pelosok kampung di Aceh Tamiang. Kegiatan ini melibatkan sinergi antara Ar Rahman Qur’anic Learning (AQL) Divisi Laznas dan Divisi AQL Peduli, Forum Umat Islam Bekasi (FUIB), dan Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI).

“Menyadari bahwa dampak bencana tidak hanya merusak infrastruktur tetapi juga menyisakan beban emosional, kolaborasi ini membagi fokus pelayanan menjadi dua pilar utama,” kata Koordinator AQL Sumut-Aceh, Affan Lubis.

Dia menyebutkan, pertama Trauma Healing (AQL Laznas Peduli), Tim relawan AQL Laznas Peduli memberikan pendampingan psikososial bagi anak-anak dan orang dewasa di Kampung Kota Lintang. Melalui pendekatan spiritual dan edukasi ceria, program ini bertujuan mengembalikan keceriaan warga serta meminimalisir dampak stres pasca-bencana.

Selanjutnya, pada program kedua, Pelayanan Kesehatan Gratis, guna mengantisipasi munculnya penyakit pascabanjir. Tim medis dari FUIB dan JATI menggelar pengobatan gratis. Warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan menyeluruh serta pemberian obat-obatan secara gratis.

Lebih lanjut, Affan menambahkan, relawan menyertakan program Mushafku (Indonesia Menulis Al Qur’an) yang bertujuan sebagai bekal kegiatan anak-anak pada bulan suci ramadhan di akhir Februari 2026 mendatang.

Di tempat yang sama, Koordinator Relawan AQL Laznas Peduli, Novita Mariana mengatakan, kegiatan pada Sabtu (24/1/2026) ini merupakan kerja sama AQL Islamic Center, AQL Laznas, AQL Peduli, FUIB dan JATTI. “Adapun kegiatan yang kami laksanakan seperti mengadakan pengobatan gratis, psikososial untuk anak-anak, serta berbagi logistik,” kata Novita.

“Kami juga membagikan ‘Mushafku’, salah satu program Indonesia Menulis Al-Qur’an. Ini menjadi bagian dari trauma healing untuk melatih motorik anak-anak, yang nantinya akan menjadi bekal kegiatan mereka di bulan Ramadhan.” Imbuhnya.

Novita menceritakan, kegiatan yang digelar ini mengundang antusiasme warga yang sangat tinggi. “Hari ini sekitar 30-40 anak mengikuti trauma healing, dan Alhamdulillah hingga pukul 11.00 WIB saja, ada sekitar 60 pasien telah mendapatkan pengobatan gratis. Kami juga menyalurkan perlengkapan ibadah seperti sarung, sajadah, mukena, serta bantuan pakaian layak pakai,” bebernya.

Di tempat yang sama, Perwakilan FUIB dan JATI, Adam Nurrachman mengatakan, untuk aksi hari ini pihaknya memboyong tenaga profesional dari berbagai institusi syariah di Bekasi, yang di antaranya; RS Syariah Ridhoka Salma (Cikarang Barat) Mengirimkan 2 dokter dan 2 perawat, Yayasan Ponpes Al-Imaroh Mengirimkan 1 dokter dan 2 guru, dan Yayasan Qobasat Annur mengirimkan 3 herbalis dan 2 guru.

dr. Andy Roni, salah satu dokter dari FUIB menjelaskan, mayoritas warga mulai mengeluhkan penyakit metabolik dan infeksi kulit. “Di titik keenam ini, kami menemukan banyak pasien mengeluhkan gatal-gatal, asam urat, hingga hipertensi. Hipertensi ini diduga dipicu oleh faktor psikologis pascabencana serta pola makan tinggi garam. Kami juga mewaspadai ISPA karena debu sisa banjir masih tebal, namun kesadaran warga memakai masker cukup tinggi,” ujar dr Andy Roni.

Selain pengobatan medis konvensional, FUIB juga menghadirkan layanan Thibbun Nabawiyah (pengobatan alternatif) seperti bekam dan akupuntur yang ditangani oleh tenaga herbalis pria dan wanita profesional. Kehadiran tim medis di tengah pemukiman menjadi tumpuan bagi warga yang kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan umum. Syafaruddin (50), salah satu warga yang memeriksakan diri, mengungkapkan rasa syukurnya.

“Semenjak pascabanjir ini saya mengeluh kolesterol tinggi, karena makanan yang tidak menentu, gula juga ada. Dengan adanya tim medis ini kami sangat terbantu, apalagi pengobatan gratis. Kami kesulitan ke Rumah Sakit karena kendala kendaraan dan jarak yang jauh. Alhamdulillah, terima kasih banyak,” ujar Syafaruddin.

Salah satu poin unik dalam aksi ini adalah program “Mushafku” dari Ar Rahman Qur’anic Learning (AQL) Lahnaz Peduli. Selain nilai ibadah, menulis Al-Qur’an digunakan sebagai instrumen terapi motorik bagi anak-anak agar tetap produktif dan tenang di tengah masa pemulihan pasca bencana.

Kolaborasi ini membuktikan bahwa sinergi antara organisasi AQL Laznaz Peduli dari Jakarta, FUIB dan JATI dari Bekasi Jawa Barat, mampu memberikan dampak nyata dalam mempercepat pulihnya kondisi sosial masyarakat Aceh Tamiang dari pusat spiritualitas mereka, yakni masjid. (adz)