25 C
Medan
Wednesday, April 1, 2026
Home Blog Page 6

Pemko Gelar Tepung Tawar 223 Peserta Manasik Haji di Binjai

TEPUNG TAWAR: Calon jamaah haji saat mengikuti tepung tawar dan manasik haji di Pendopo Umar Baki Binjai.(Diskominfo Binjai/Sumut Pos)
TEPUNG TAWAR: Calon jamaah haji saat mengikuti tepung tawar dan manasik haji di Pendopo Umar Baki Binjai.(Diskominfo Binjai/Sumut Pos)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Binjai menggelar tepung tawar dan manasik haji yang diikuti sebanyak 233 peserta. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Umar Baki, Kamis (26/3/2026). Tujuan dari kegiatan ini untuk memantapkan kesiapan fisik dan mental para jamaah sebelum bertolak ke tanah suci.

Wakil Wali Kota Binjai Hasanul Jihadi menyatakan, ibadah haji merupakan kehormatan besar yang menuntut kesiapan menyeluruh dari pada jamaah. Kesiapan dimaksud baik dari sisi pemahaman maupun kondisi kesehatan.

Orang nomor dua di Pemko Binjai yang karib disapa Jiji itu menyebut, manasik haji merupakan sarana penting dalam memberikan edukasi terkait regulasi dan tata cara pelaksanaan ibadah haji secara komprehensif.

Fokus utama kegiatan ini adalah membentuk jamaah yang mandiri, sehingga mampu menjalankan seluruh rangkaian rukun haji dengan khusyuk tanpa kendala teknis di lapangan. Dari Kota Binjai, sebanyak 223 calon jamaah haji yang akan berangkat dengan pendampingan enam petugas profesional.

Seluruh jamaah asal Binjai dipastikan tergabung dalam Kloter 1, yang dinilai memberikan kemudahan dalam koordinasi keberangkatan.

Sebagai bentuk perhatian dan tradisi khas, Pemko Binjai juga membekali para jamaah dengan makanan khas daerah, seperti bumbu pecal, sambal teri kacang, dan permen jahe.

Bekal tersebut diharapkan dapat membantu menjaga selera makan sekaligus stamina jamaah selama berada di Arab Saudi. “Menu lokal ini disiapkan sebagai penawar rindu akan kampung halaman. Kami berharap bekal ini dapat meningkatkan selera makan jamaah sehingga kesehatan mereka tetap terjaga selama menjalankan ibadah,” kata Jiji.

Dia juga berpesan agar seluruh jamaah senantiasa meluruskan niat, menjaga kekompakan, serta mematuhi arahan petugas pembimbing. “Semoga seluruh jamaah diberikan kesehatan dan kekuatan hingga kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur,” pungkasnya. (ted/ila)

Promo Spesial Pre-Order Samsung Galaxy S26 Series Dapat Telkomsel Halo

Telkomsel menghadirkan promo pre-order Samsung Galaxy S26 Series dengan bundling spesial Halo+ untuk 12 bulan yang dapat diikuti pelanggan hingga 31 Maret 2026.
Telkomsel menghadirkan promo pre-order Samsung Galaxy S26 Series dengan bundling spesial Halo+ untuk 12 bulan yang dapat diikuti pelanggan hingga 31 Maret 2026.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Telkomsel menghadirkan promo pre-order Samsung Galaxy S26 Series dengan bundling spesial Halo+ untuk 12 bulan. Penawaran ini memberikan kesempatan kepada pelanggan Telkomsel untuk mendapatkan kuota internet 53GB dan kuota eSIM 8 GB per bulan selama 12 bulan, serta gratis langganan premium layanan digital, seperti Disney+, Vidio, WeTV, dan lainnya. Promo dapat diikuti pelanggan hingga 31 Maret 2026.

Vice President Consumer Business Area Sumatera Telkomsel, Saki H. Bramono, mengatakan, “Promo spesial pre-order Samsung Galaxy S26 Series ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memiliki smartphone tipe terbaru dan keuntungan layanan komunikasi digital maksimal dengan harga terjangkau.”

Semua varian Samsung Galaxy S26 Series sudah dapat menggunakan eSIM Telkomsel. Keuntungan penggunaan eSIM pada Samsung seri terbaru ini dapat mengaktifkan 2 nomor sekaligus dalam 1 smartphone. Samsung Galaxy S26 Series pun sudah bisa digunakan di jaringan 5G Telkomsel.

Promo pre-order berlaku untuk produk Samsung Galaxy S26 Ultra, Samsung Galaxy S26+, dan Samsung Galaxy S26. Penawaran bisa didapatkan secara offline melalui outlet Erafone, Digiplus, BliBli, Samsung Store, dan Planet Gadget. Informasi selengkapnya dapat diakses melalui www.telkomsel.com/bundling/S26Series.

Hangatnya Pelayanan di KUA Medan Perjuangan: Menghapus Kakunya Birokrasi dengan Sajian Kue Lebaran

MEDAN, SumutPos.co– Ada yang berbeda di ruang tunggu Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Perjuangan, Kamis (26/03). Alih-alih disambut dengan wajah kaku di balik tumpukan berkas, warga yang datang justru disambut dengan senyuman hangat dan deretan stoples berisi aneka kue khas Idulfitri yang menggugah selera.

Suasana pasca-libur Lebaran yang biasanya identik dengan ketegangan administrasi dan antrean yang membosankan, disulap oleh instansi di bawah naungan Kementerian Agama ini menjadi momen silaturahmi yang penuh kehangatan.

Kepala KUA Medan Perjuangan, H. Ramlan, MA, mengungkapkan, langkah ini bukanlah sekadar basa-basi seremonial. Di balik sajian nastar dan putri salju yang tersusun rapi, terdapat filosofi pelayanan yang mendalam: memanusiakan manusia.

“Kami ingin memecahkan stigma bahwa kantor pemerintahan itu kaku dan menegangkan. Sebaliknya, kami ingin setiap tamu merasa seperti sedang berkunjung ke rumah kerabat sendiri,” ujar Ramlan sembari menyapa warga yang baru masuk.

Pria yang dikenal progresif ini tampak duduk bersahaja di sela kesibukannya. Sesekali ia mempersilakan warga mencicipi kudapan yang tersedia sebelum mereka mulai mengurus keperluan administratif.

Bagi Ramlan, pelayanan publik bukan hanya soal dokumen, melainkan tentang menyentuh sisi kemanusiaan..“Menyajikan kue Lebaran adalah cara sederhana kami agar masyarakat merasa lebih dekat. Kami ingin membangun kedekatan emosional, sehingga tidak ada lagi rasa sungkan atau canggung saat berurusan di sini,” tambahnya dengan nada rendah hati.

Visi yang diusung Ramlan sangat jelas: menjadikan KUA tempat yang nyaman, ramah, dan inklusif. Ia menegaskan bahwa setiap warga—tanpa memandang status atau tujuan kedatangannya—berhak mendapatkan perlakuan yang memuliakan. Kue-kue di atas meja itu adalah simbol bahwa pintu KUA Medan Perjuangan terbuka lebar bagi siapa saja.

Misi “manis” ini pun dijalankan dengan kompak oleh seluruh staf. Mereka tidak hanya sigap memeriksa kelengkapan dokumen pernikahan atau memberikan konsultasi keagamaan, tetapi juga luwes dalam menjamu warga. Sinergi inilah yang membuat atmosfer kantor terasa lebih hidup dan humanis.

Respon masyarakat pun sangat positif. Fatma, seorang calon pengantin yang sedang mengurus berkas pernikahan, mengaku terkejut sekaligus terkesan. “Sajian kue Lebaran ini sangat inspiratif. Saya melihat KUA hari ini adalah wajah instansi pemerintah yang dekat dan melekat kepada masyarakat. Saya berharap layanan seperti ini tidak hanya ada di momen Lebaran saja,” ungkap Fatma yang awalnya datang dengan raut wajah serius namun perlahan mencair setelah ditawari penganan kecil.

Ramlan meyakini bahwa lingkungan yang nyaman akan membuat komunikasi antara petugas dan warga berjalan lebih efektif. Masalah-masalah pelik yang dikonsultasikan warga pun diharapkan dapat diselesaikan dengan kepala dingin karena diawali dengan suasana santai.

Sore itu, KUA Medan Perjuangan memberikan pelajaran berharga bagi dunia birokrasi: bahwa profesionalisme kerja bisa berjalan beriringan dengan kehangatan tradisi. Sebuah stoples kue mungkin terlihat sederhana, namun di sana tersimpan pesan besar tentang melayani dengan hati, menjadikan urusan pemerintahan terasa jauh lebih manis dan membumi. (omi/adz)

Wali Kota Medan Targetkan Perbaikan Total 31 Faskes Dalam Waktu Dekat

TINJAU: Wali Kota Medan meninjau Puskesmas Rengas Pulau di Jalan Marelan.
TINJAU: Wali Kota Medan meninjau Puskesmas Rengas Pulau di Jalan Marelan.

MEDAN – Komitmen Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan semakin nyata.

Ia mengungkapkan Pemko Medan akan melakukan pembangunan ulang dan revitalisasi terhadap puluhan Puskesmas dan Puskesmas Pembantu yang ada di Kota Medan.

Hal tersebut disampaikan Rico Waas usai meninjau Puskesmas Rengas Pulau di Jalan Marelan V Pasar II Barat, Kec. Medan Marelan, Kamis (26/3/2026).

Dalam kunjungannya itu, Rico Waas didampingi Kadis PKP2R Kota Medan John Ester Lase, Plt Kadis Kesehatan Kota Medan Surya Syahputra, Sekretaris Dinas Kominfo Kota Medan Budi Hariono, Kabag Prokopim Arafat Syam, Camat Medan Marelan Zulkifli S Pulungan, serta Kepala UPT Puskesmas Rengas Pulau, dr. Voidance Bakara.

Saat meninjau satu persatu ruangan, Rico Waas mendapati sejumlah fasilitas yang membutuhkan perbaikan. Selain ruangan yang sempit, sebagian plafon juga sudah ada yang rusak.

Untuk itu, Rico Waas memastikan Puskesmas Rengas Pulau ini menjadi salah satu prioritas utama untuk dibangun ulang. Apalagi Dirinya mengungkapkan bahwa wilayah tersebut memiliki kepadatan penduduk yang tinggi, sehingga membutuhkan fasilitas kesehatan yang lebih mumpuni, efektif dan efiien.

“Kami memastikan Puskesmas Rengas Pulau ini layak untuk dibangun ulang, nanti akan kami sesuaikan dengan ukurannya. Rencananya dalam satu atau dua bulan ke depan, proses pengerjaan sudah bisa dimulai,” kata Rico Waas.

Tidak hanya di Medan Marelan, proyek besar yang akan merubah wajah baru dunia kesehatan di ibu kota Provinsi Sumatera Utara itu rencananya akan dilakukan di 31 fasilitas kesehatan.

“Perbaikan total akan kita lakukan, tiga Puskesmas akan dibangun ulang, ada di Medan Tuntungan, Medan Marelan dan Medan Timur, sedangkan 28 lainnya akan dilakukan revitalisasi termasuk Puskesmas Pembantu,” ujar Rico Waas.

Rico Waas juga menegaskan bahwa inti dari perbaikan fasilitas pelayanan kesehatan ini adalah peningkatan kualitas dari pelayanan kesehatan itu sendiri.

“Jangan sampai gedungnya sudah bagus, tapi pelayanannya masih minimal. Artinya pelayanan harus maksimal. Kita ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa dunia kesehatan kita mau berubah menjadi lebih baik, karena ini adalah wajah kesehatan yang mengena langsung ke masyarakat,” tegasnya seraya menambahkan jangan ada lagi masyarakat yang tertunda atau ditolak saat membutuhkan bantuan medis di Puskesmas. (map/ila)

Rico Waas Pimpin Apel Pasca Idulftri 1447 H, Ajak ASN Tancap Gas Bangun Kota dan Tingkatan Pelayanan

APEL: Wali Kota Medan Rico Wass saat pimpin Apel pasca Idulfitri.
APEL: Wali Kota Medan Rico Wass saat pimpin Apel pasca Idulfitri.

MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memimpin apel perdana pasca libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di halaman Kantor Wali Kota Medan, Rabu (25/3/26).

Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk kembali fokus bekerja dan “tancap gas” dalam melayani masyarakat serta membangun Kota Medan ke arah yang lebih baik.

Apel yang dihadiri Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap, Sekda Wiriya Alrahman dan segenap Pimpinan Perangkat Daerah, Camat, Lurah, hingga jajaran direksi perusahaan daerah ini menjadi momentum awal untuk mengembalikan ritme kerja setelah bulan Ramadan dan libur Lebaran.

“Apel pagi hari ini memiliki makna lebih dari sekadar rutinitas. Ini adalah momentum untuk menata kembali ritme kerja, menegaskan tanggung jawab, serta menyelaraskan arah pengabdian kita kepada masyarakat,” kata Rico Waas.

Mengawali arahannya, Rico Waas juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh jajaran Pemko Medan, seraya mengajak menjadikan semangat Ramadan sebagai kekuatan moral dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Rico Waas juga menyampaikan visi pembangunan Kota Medan ke depan, yakni mewujudkan Medan Berdaya yang inklusif, maju, dan berkelanjutan melalui semangat Transformasi Medan Satu Data.

Menurut Rico Waas, pembangunan kota harus dilakukan secara terarah, berbasis data, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. “Ke depan, setiap kebijakan tidak boleh hanya berdasarkan perkiraan, tetapi harus berbasis data dan riset agar tepat sasaran,” tegasnya.

Selanjutnya Rico Waas juga menekankan sejumlah prioritas pembangunan, di antaranya penguatan identitas kota berbasis budaya dan multikulturalisme, pemerataan pembangunan infrastruktur, serta peningkatan kualitas pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berbasis digital.

Selain itu, Rico Waas memberi perhatian khusus pada penataan kota, kebersihan lingkungan, serta kedisiplinan masyarakat dalam menaati aturan. Ia meminta camat, lurah, dan perangkat daerah memastikan kebersihan wilayah hingga ke tingkat lingkungan terkecil.

“Kota ini harus bersih, tertib, dan teratur. Tidak hanya di pusat kota, tetapi juga hingga ke wilayah pinggiran. Hal ini sejalan dengan program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto melalui gerakan ASTRI”, ujar Rico Waas.

Di sektor fasilitas publik, Rico Waas mengingatkan pentingnya menjaga dan merawat aset yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. Ia juga menyoroti perlunya peningkatan penerangan jalan di kawasan rawan guna mencegah kecelakaan dan tindak kejahatan. Termasuk mengaktifkan 2.001 poskamling di seluruh wilayah Kota Medan.

“Saya ingin di tahun ini seluruh poskamling di 2.001 lingkungan aktif agar siskamling dapat berjalan,” ucap Rico Waas.

Sementara itu, dalam bidang sosial, Pemko Medan tahun ini menargetkan tambahan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) bagi 10.000 warga. Rico Waas menegaskan bantuan tersebut harus tepat sasaran dan berbasis data.

Tak hanya itu, Rico Waas juga menyoroti persoalan kesehatan, khususnya masih ditemukannya kasus gizi buruk di Kota Medan.

Dirinya meminta seluruh jajaran kewilayahan aktif melakukan pendataan dan penanganan cepat terhadap kasus serupa.
“Tidak boleh ada lagi anak dengan gizi buruk di kota ini. Jika ditemukan, segera laporkan dan bawa ke fasilitas kesehatan untuk ditangani,” tegas Rico Waas.

Di sisi lain, Rico Waas juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelatihan keterampilan, penguatan UMKM, serta pemanfaatan platform digital agar pelaku usaha lokal dapat naik kelas.

Di akhir sambutannya, Rico Waas menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Jangan ada lagi pungli, jangan ada pelayanan yang berbelit. Kita harus bekerja dengan tulus, ikhlas, dan penuh integritas,” pesan Rico Waas

Rico Waas juga mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan momentum Idul Fitri sebagai titik awal semangat baru dalam membangun Kota Medan.

“Libur sudah selesai, mari kita tancap gas. Selesaikan pekerjaan yang tertunda dan bersama-sama kita perbaiki Kota Medan yang kita cintai,” pungkas Rico Waas.

Usai apel, Wali Kota Medan Rico Waas dan Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap bersama Sekda bersalaman dan saling memaafkan dengan Pimpinan Perangkat Daerah serta Camat dan Lurah, dan seluruh ASN. Kemudian dilanjutkan dengan silaturahmi dan halal bihalal. (map/ila)

Salat Idulfitri 1447 H, Rico Waas Ajak Warga Perkuat Persatuan dan Bangun Medan untuk Semua

SALAT: Wali Kota Medan Rico Tri Putri Bayu Wass bersama jamaah saat Salat Idulfitri.
SALAT: Wali Kota Medan Rico Tri Putri Bayu Wass bersama jamaah saat Salat Idulfitri.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah yang digelar Pemko Medan di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu (21/3/2026).

Ribuan masyarakat memadati lokasi sejak pagi hari untuk menunaikan ibadah sekaligus merayakan hari kemenangan bersama.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas hadir bersama Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Sekretaris Daerah Wiriya Alrahman, Ketua TP PKK Kota Medan Ny. Airin Rico Waas, serta istri Wakil Wali Kota Medan Ny. Martinijal Zakiyuddin Harahap serta Ketua Dharmawanita Kota Medan Ny Ismiralda Wiriya Alrahman serta Tokoh masyarakat dan Tokoh agama.

Kehadiran jajaran Pemko Medan di tengah masyarakat menambah hangatnya suasana Idulfitri yang penuh makna.

Pada pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 H ini bertindak sebagai Khatib Ir. H. Tifatul Sembiring dan Imam salat Adnan Tumangger, Spd.

Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas mengajak seluruh lapisan masyarakat menjadikan Idulfitri sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan dalam membangun kota. Dengan semangat Medan untuk Semua, ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mendorong kemajuan di berbagai sektor.

“Idulfitri ini menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali bersatu, memperkuat kebersamaan, dan bersama-sama membangun Kota Medan yang kita cintai,” kata Rico Waas.

Rico Waas menyadari bahwa Kota Medan yang majemuk membutuhkan pendekatan yang tidak sederhana dalam menyatukan berbagai elemen masyarakat. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan dan pendekatan yang tepat kepada setiap kelompok.

“Semua elemen harus dirangkul satu per satu dengan cara komunikasi yang berbeda-beda. Kita paham Medan ini sangat majemuk, jadi tidak bisa sekali jalan langsung selesai. Ini butuh proses terus-menerus,” jelas Rico Waas

Lebih lanjut, Rico Waas juga memaknai Idulfitri sebagai waktu yang tepat untuk melakukan refleksi dan otokritik, khususnya dalam upaya pembangunan kota. Ia menyinggung peristiwa banjir yang sempat melanda sejumlah wilayah di Medan sebagai pengingat penting bagi semua pihak.

“Kita baru saja melewati bencana. Ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih memperhatikan lingkungan dan sesama. Pembangunan infrastruktur harus diperkuat agar masyarakat lebih berdaya dan kota kita semakin tangguh ke depan,” ujar Rico Waas

Menurut Rico Waas pembangunan yang dilakukan harus berorientasi pada kepentingan masyarakat luas, bukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Dengan demikian, hasil pembangunan benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh warga.

Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas juga menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda, khususnya Gen Z di Kota Medan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif serta memanfaatkan teknologi secara bijak.

Orang nomor satu di Pemko Medan ini juga menyoroti tiga hal utama yang harus dihindari generasi muda, yakni penyalahgunaan narkoba, praktik judi, serta penggunaan teknologi yang tidak produktif.

“Kita yang harus mengendalikan teknologi, jangan sampai kita yang dikendalikan. Gunakan gadget untuk hal-hal yang produktif, untuk berusaha dan membangun masa depan, bukan sekadar menjadi penonton,” jelas Rico Waas.

Terkait hari raya Idulfitri, Rico Waas berharap semangat Idulfitri yang sarat dengan nilai kebersamaan, keikhlasan, dan saling memaafkan dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya saat hari raya.

Dirinya optimistis, dengan dukungan dan kolaborasi seluruh masyarakat, Kota Medan dapat terus berkembang menjadi kota yang lebih maju, inklusif, dan sejahtera.

“Semoga semangat Idulfitri ini terus kita bawa dalam setiap langkah kita membangun Medan, menjadikan kota ini rumah yang nyaman untuk semua,” pungkasnya.

Sebelumnya dalam tausyiah yang disampaikan Khatib Ir H Tifatul Sembiring menyampaikan pada hari ini dengan berhati kita meninggalkan bulan suci Ramadan nan penuh berkah. Di mana Allah SWT pada hari-harinya telah mencurahkan rahmah, memberikan kucuran magrifahnya serta membebaskan manusia dari siksaan api neraka.

“Mudah-mudahan segala perjuangan amal ibadah kita, rukuk kita sujud kita, qiyam kita diterima Allah SWT. Semakin Taqarrub kita kepada Allah SWT serta memberikan buah ibadah yang dijanjikan itu derajat Taqwa”, katanya.

Di momentum Idulfitri 1447 H, Tifatul Sembiring berharap Allah SWT dapat menjauhkan kita dari musibah. Mengingat belakangan ini banyak musibah yang menimpa negeri yang kita cintai.

“Semoga kita semua rakyat di negeri tercinta Indonesia ini dijauhkan dari segala macam musibah dan bencana,” ucapnya. (map/ila)

Selamatkan Hutan Lindung: Sinergi Multi-Pihak Larang Penanaman Sawit di Perhutanan Sosial Mariah Nagur

SERDANG BEDAGAI – Upaya menjaga integritas hutan lindung kembali diperkuat melalui langkah preventif dan edukatif. Kelompok Tani Hutan (KTH) Lestari Hutan bersama Yayasan Conservation Development Forest (CDF), WALHI Sumatera Utara, dan KPH Wilayah II Pematangsiantar melakukan pemasangan plang imbauan larangan penanaman kelapa sawit di Desa Mariah Nagur, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai pada 10-12 Maret 2026.

Langkah tegas ini diambil menyusul temuan analisis citra satelit yang mengidentifikasi adanya aktivitas penanaman sawit seluas 30 hektare dari total 690 hektare area Perhutanan Sosial di kawasan tersebut. Padahal, status lahan tersebut merupakan hutan lindung yang berfungsi vital sebagai penyangga kehidupan dan pengatur tata air.

Dalam rapat koordinasi di Kantor Balai Desa Mariah Nagur, KPH Wilayah II Pematangsiantar menegaskan bahwa seluruh area harus dikelola sesuai prinsip kelestarian. Tanaman kelapa sawit yang telah terlanjur ditanam wajib dibersihkan secara bertahap. Sebagai gantinya, masyarakat didorong mengoptimalkan tanaman hutan kayu atau Multipurpose Tree Species (MPTS) yang memiliki nilai ekonomi sekaligus menjaga fungsi ekologis.

“Pendirian plang ini adalah simbol komitmen bersama. Dengan penanda yang jelas, pengawasan aktivitas lahan akan lebih efektif,” ujar Drs. Mardan Saragih, Ketua Yayasan CDF Sumatera Utara.

Menyadari pentingnya aspek kesejahteraan, lembaga pendamping tidak hanya memberikan larangan, tetapi juga solusi nyata. Fritz Octo, Direktur Eksekutif CDF, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama WALHI Sumut telah memfasilitasi bantuan 10.000 bibit pohon karet dari PTPN 4 Gunung Para.

“Kami berkomitmen membantu proses transisi ini. Penggantian sawit ke tanaman hutan akan didukung dengan bantuan bibit dari berbagai instansi rehabilitasi hutan agar ekonomi masyarakat tetap terjaga,” tegas Fritz.

Pemerintah desa turut dilibatkan untuk melakukan sosialisasi langsung kepada anggota KTH yang terdampak. Pemasangan plang di titik strategis diharapkan menjadi pengingat visual agar tidak ada lagi aktivitas yang menyalahi aturan.

Kolaborasi ini membuktikan bahwa program Perhutanan Sosial dapat berjalan beriringan antara kelestarian alam dan kesejahteraan warga, selama pengawasan dan pendampingan dilakukan secara berkelanjutan. (rel/adz)

THR Spesial dari Telkomsel di Hari Raya Idulfitri

Telkomsel menghadirkan Program THR sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan setia dengan hadiah utama berupa satu unit motor New Honda Beat Streat yang dapat diikuti pelanggan mulai 14 – 28 Maret 2026 melalui pembelian paket di Aplikasi MyTelkomsel atau by.U.
Telkomsel menghadirkan Program THR sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan setia dengan hadiah utama berupa satu unit motor New Honda Beat Streat yang dapat diikuti pelanggan mulai 14 – 28 Maret 2026 melalui pembelian paket di Aplikasi MyTelkomsel atau by.U.

Medan – Telkomsel menghadirkan Tebar Hadiah Lebaran (THR) bagi pelanggan SIMPATI dan by.U yang berada di Wilayah Sumatera. Program ini memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk mendapatkan beragam hadiah menarik hanya dengan belanja paket sebanyak-banyaknya melalui Aplikasi MyTelkomsel atau by.U.

Program THR merupakan bentuk apresiasi Telkomsel kepada pelanggan setia dengan hadiah utama berupa satu unit motor New Honda Beat Streat. Tak hanya itu, pelanggan juga berkesempatan mendapatkan hadiah lainnya, seperti smartphone, kamera, smart watchearphone, serta saldo e-wallet ratusan ribu rupiah. Program ini dapat diikuti pelanggan mulai 14 – 28 Maret 2026.

General Manager Consumer Business Growth and Channel Partnership Area Sumatera Telkomsel, Fachrul Rizzal, mengatakan, “Program Tebar Hadiah Lebaran memberikan kesempatan kepada pelanggan setia kami untuk mendapatkan tambahan THR dari Telkomsel di Hari Raya Idulfitri sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas pelanggan.”

Untuk mengikuti program ini, pelanggan cukup membeli paket dengan akumulasi transaksi minimal Rp1.000.000. Pengumuman pemenang akan dilakukan melalui Instagram @telkomselsumatera dan dihubungi langsung melalui call center resmi 188 paling lambat 30 hari setelah program berakhir. Seluruh hadiah tidak dapat ditukar dengan uang tunai atau pun produk lainnya.

“Ke depannya kami akan konsisten menghadirkan beragam program menarik dan berharap Telkomsel dapat selalu memenuhi kebutuhan komunikasi digital pelanggan di Sumatera,” tutup Fachrul.(rel)