Home Blog Page 6143

Gerhana Bulan Total Terlama sejak 83 Tahun Terakhir

Gerhana bulan total bisa dilihat di Indonesia pada 28 Juli 2018.
Gerhana bulan total bisa dilihat di Indonesia pada 28 Juli 2018.

RIYADH, SUMUTPOS.CO – Gerhana bulan total akan bisa diamati di wilayah Arab Saudi dan negara-negara Teluk pada 27 Juli mendatang. Untuk tahun ini, gerhana bulan total akan bisa terpantau dalam durasi paling lama sejak delapan dekade terakhir.

Seperti dilansir Al Arabiya, Selasa (24/7/2018), anggota Serikat Arab untuk Astronomi dan Ilmu Luar Angkasa, Profesor Khalid al-Zaaq, melalui akun media sosialnya menyatakan warga Saudi akan bisa mengamati gerhana bulan total paling lama sejak 83 tahun terakhir.

Gerhana bulan total itu akan muncul dan bisa diamati di seluruh wilayah Saudi pada Jumat (27/7) malam waktu setempat.

“Gerhana bulan total akan berlangsung selama lebih dari 100 menit dan akan terlihat di berbagai belahan bumi pada level berbeda dan di Arab Saudi dan Teluk akan bisa diamati secara penuh,” sebut Al-Zaaq.

“Terjadi pukul 21.24 waktu setempat dan berakhir pukul 01.19 waktu setempat,” imbuhnya.

Momen gerhana bulan total yang juga disebut Blood Moon ini juga bisa diamati secara sempurna di wilayah India, Pakistan, Mesir, Afrika Selatan dan Afrika Tengah. Rata-rata belahan Bumi bagian timur yang akan bisa menyaksikan gerhana bulan total ini.

Untuk wilayah Indonesia, berdasarkan keterangan dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), gerhana bulan total akan bisa diamati pada Sabtu (28/7) dini hari nanti, mulai pukul 01.24 – 05.19 WIB. Untuk fase totalnya akan terjadi selama 43 menit, tepatnya mulai pukul 02.30 WIB hingga 04.13 WIB.

Gerhana bulan merupakan momen langka saat bayangan Bumi menutupi cahaya Matahari, sehingga akan memunculkan bayangan Bulan. Fenomena ini terjadi saat Bumi terletak di antara Matahari dan Bulan pada satu garis lurus, sehingga sinar Matahari tidak bisa mencapai Bulan.

Ada tiga jenis gerhana, yakni total, sebagian dan penumbra. Dari ketiganya, gerhana bulan total yang paling dramatis karena bayangan Bumi akan secara total menutupi Bulan.  (nvc/dtc)

Eks Koruptor, Mantan Gubernur Aceh Dicoret

Mantan Gubernur Aceh, Abdullah Puteh.
Mantan Gubernur Aceh, Abdullah Puteh.

ACEH, SUMUTPOS.CO – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, telah mengeluarkan berita acara hasil penelitian berkas bakal calon anggota DPD, Abdullah Puteh. Hasilnya, mantan Gubernur Aceh ini 2000-2004 ini, dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Komisioner KIP Aceh Munawarsyah, SHi, MA yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya menemukan bahwa Abdullah Puteh merupakan terpidana kasus korupsi.

“Berdasarkan surat edaran KPU meminta untuk mencoret bacaleg DPD yang diketahui adalah mantan narapidana korupsi,” kata Munawarsyah, Selasa (24/7).

Saat ini, kata Munawarsyah, devisi hukum KIP Aceh sedang berada di Jakarta untuk mengambil putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Meski begitu, KIP Aceh sendiri memang telah memiliki bukti-bukti seperti memori kasasi Abdullah Puteh atas perkara korupsi yang membelitnya.

“Memori kasasinya itu tolak MA, malah diperberat, karena itu kita mengeluarkan berita acara TMS tersebut,” katanya.

Seperti diketahui, Pasal 60 ayat 1 huruf j PKPU Nomor 14 Tahun 2018 tentang Pencalonan Perseorangan Peserta Pemilu Anggota DPD mengatur bahwa calon peserta pemilu bukan mantan terpidana bandar narkoba, kejahatan seksual terhadap anak, atau korupsi.

Sementara itu, Abdullah Puteh telah mengajukan permohonan sengketa kepada Panwaslu Aceh terkait hal tersebut.

Ketua Panwaslu Aceh Faizah SP membenarkan jika Abdullah Puteh berencana melapor ke pihaknya. “Kemarin sudah datang kuasa hukumnya,” kata Faizah saat ditemui di kantornya, di kawasan Empreum, Banda Aceh. (zal)

KONI Aceh Optimis PORA ke XIII Tepat Waktu

Foto:  Masrizal/ Sumut Pos Sekretaris Umum PP PORA XIII Dasya Kusuma, saat mempersentasikan kesiapan tuan rumah di hadapan peserta rapat.
Foto:  Masrizal/ Sumut Pos
Sekretaris Umum PP PORA XIII Dasya Kusuma, saat mempersentasikan kesiapan tuan rumah di hadapan peserta rapat.

ACEH, SUMUTPOS.CO – Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Aceh, mengharapkan seluruh persiapan Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIII, telah rampung pada Oktober 2018 mendatang. Sehingga, even 4 tahunan itu dapat terlaksana sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Baik itu sarana maupun prasarana harus rampung tepat waktu,” kata Ketua Harian KONI Aceh Kamaruddin Abubakar, saat dikonfirmasi tentang hasil evaluasi kesiapan Aceh Besar sebagai tuan rumah PORA XIII.

Pria yang akrab disapa Aburazak ini mengatakan, KONI Aceh sebagai pengarah PORA XIII terus melakukan pemantauan kesiapan tersebut. Sejauh ini, kata Aburazak, persiapan berjalan sesuai jadwal.

“Pembangunan venue yang dipusatkan di Jantho Sport City, terlihat terus dipacu, hal ini juga sejalan dengan laporan PP PORA dalam rapat anggota KONI Aceh kemarin,” kata Abu Razak.

Namun demikian, sambungnya, KONI Aceh berharap pembangunan seluruh venue bisa lebih kencang lagi, sehingga pada Oktober 2018 sudah selesai.

KONI Aceh sendiri, kata Aburazak, juga telah mengucurkan dana Rp 15 miliar secara bertahap untuk pekerjaan-pekeraan non fisik untuk mendukung pelaksanaan PORA tersebut.

“Dalam beberapa hari ke depan, kita juga akan meninjau langsung kesiapan di lapangan, terutama di Jantho,” katanya.

Senada dengan Aburazak, Sekretaris Umum KONI Aceh M Nasir mengatakan, kondisi di lapangan menunjukkan optimisme akan tercapainya segala bentuk persiapan sesuai dengan jadwal.

“Misal pembangunan venue di Jantho Sport City, ini pekerjaan berjalan cukup masif. Ada begitu banyak pekerja yang dikerahkan, sehingga membangkitkan optimisme kita,” katanya.

Seperti diketahui, PORA XIII akan dipusatkan di Jantho, Aceh Besar. Even ini akan berlangsung sejak 18 November 2018 mendatang. (zal)

274 Modifikator Ikut Kontes Modifikasi Daihatsu di Medan

Salah satu Gran Max Pickup yang ikut kompetisi Daihatsu Dressup Challenge 2018 seri Medan.
Salah satu Gran Max Pickup yang ikut kompetisi Daihatsu Dressup Challenge 2018 seri Medan, di Ringroad City Walks, Medan pada 21 – 22 Juli 2018.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kontes modifikasi bertajuk Daihatsu Dress-up Challenge 2018 merupakan kontes adu kreasi bagi para modifikator dan kawula muda. Aktivitas dress-up di bidang otomotif dikenal sebagai perwujudan ekspresi kreatif kawula muda yang menggeluti hobi modifikasi kendaraan. Modifikasi yang baik adalah modifikasi yang tetap memperhatikan keamanan dan kenyamanan pengendaranya.

Kontes adu keren modifikasi yang terbuka untuk seluruh model Daihatsu kali ini berlangsung di Ringroad City Walks, Medan pada 21 – 22 Juli 2018. Sejak awal penyelenggaraan kontes, tercatat sebanyak Total 274 unit mobil Daihatsu yang tampil dalam kontes modifikasi ini, yang terdiri dari total 64 unit Xenia, 67 unit Gran Max dan Luxio, 45 Ayla, 36 Sirion, 31 Taruna, 20 Feroza, 5 Sigra, 3 Terios, 1 Hi-Max, 1 Zebra, dan 1 Delta.

Pada sisi kriteria penilaian, kontes kali ini memberikan perhatian yang mencakup 8 aspek, meliputi aspek overall build; exterior; interior; paint; engine; undercarriage; car audio & video; dan presentation. Para modifikator bersaing memperebutkan elite point yang akan diakumulasi pada setiap seri sampai final dengan total hadiah hingga ratusan juta rupiah.

Selama babak penyisihan, juri memilih total 14 peserta terbaik dengan dua kategori pemenang (Best dan Runner Up) pada setiap produk line-up Daihatsu di setiap kota penyelenggara. Kontes ini diselenggarakan dengan total 16 kota di Indonesia. Setelah Medan, kontes modifikasi ini siap sambangi Batam, Makassar, Manado, Palangkaraya, Balikpapan, Palembang, Bandar Lampung, dan terakhir babak final di Jakarta.

Daihatsu Dress-up Challenge 2018 juga dapat diikuti baik oleh perorangan, maupun klub atau komunitas dengan menghubungi panitia di nomor 0815-937-1128. Peserta dapat mendaftarkan modifikasi mobil kreasi Daihatsu seperti Sirion, Ayla, Xenia, Sigra, GranMax dan Luxio, Terios, dan mobil Daihatsu lainnya yang terselenggara berkat kerjasama dengan Hot Import Night (HIN) dan merupakan bagian dari pameran Indonesia Auto Modified (IAM).

“Melalui acara ini, kami berharap, selain sebagai sarana penyaluran kreatifitas para modifikator, acara ini juga dapat menjadikan para pecinta modifikasi lebih dekat dengan Daihatsu,” ujar Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM). (rel/mea)

Pemkab Aceh Besar Buru Pembaca hingga ke Pelosok

Foto:  Masrizal/Sumut Pos Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Besar, Anita, SKM, M. Kes, (Kanan) saat meninjau mobil Perpustakaan Keliling di salah satu desa pedalaman di Aceh Besar.
Foto:  Masrizal/Sumut Pos
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Besar, Anita, SKM, M. Kes, (Kanan) saat meninjau mobil Perpustakaan Keliling di salah satu desa pedalaman di Aceh Besar.

ACEH, SUMUTPOS.CO – Banyak cara dapat dilakukan untuk menumbuhkan minat membaca bagi masyarakat, terutama yang berada di pelosok pedesaan.

Seperti dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Melalui Dinas Perpustakaan setempat, Pemerintah Aceh Besar meluncurkan mobil pustaka keliling dan menghadirkan perpustakaan di Warung Kopi dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Saban hari, empat unit bus yang disulap menjadi perpustakaan ini mengunjungi beberapa desa pedalaman dan pesisir yang berada di sejumlah Kecamatan di Aceh Besar. Seperti di desa pedalaman di Kemukiman Lamteuba, Kecamatan Seulimuem, Kemukiman Saree, Kecamatan Lembah Seulawah dan beberapa desa pesisir lainnya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Besar, Anita, SKM, M. Kes, mengatakan langkah ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah di daerah pelosok dan pesisir Aceh Besar.

Selama ini, kata Anita, minat baca masyarakat masih sangat rendah akibat tidak tersedianya fasilitas penunjang.

“Program ini untuk memberikan fasilitas dan ruang belajar bagi masyarakat dan anak-anak sekolah di pelosok Aceh Besar. Dan sambutannya sangat bagus,” ujar Anita kepada media ini, Senin (23/7).

Dengan diluncurkannya Pustaka Keliling tersebut, sambung Anita, diharapkan dapat meningkatkan pelayanan perpustakaan untuk mendorong minat baca serta meningkatkan pengetahuan masyarakat dan pelajar.

“Karena terbatas anggaran, sementara ini kita aktifkan empat unit. Kedepan kita akan upayakan menambah unit sehingga dapat menjangkau semua daerah. Selain itu, kita juga akan menambah perpustakaan di Wakop dan Puskesmas di Aceh Besar,” pungkasnya. (zal)

Pengusaha Cantik Tabrak Mati Kekasih

Rusnah menangisi jenazah Asril Gunawan Saragih yang meninggal karena ditabraknya.
Rusnah menangisi jenazah Asril Gunawan Saragih yang meninggal karena ditabraknya.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Kisah cinta Rusnah (40) dan Asril Gunawan Saragih (41) berakhir memilukan. Keinginan menghalangi kekasihnya pergi ke Malaysia, justru berujung maut. Saragih meninggal dunia ditabrak sang pujaan hati.

Insiden maut terhadap pria asal Jalan Belibis, Rantauprapat tersebut berlangsung di Jalan WR.Supratman, Rantauprapat pada Minggu (22/7/2018) siang kemarin sekira pukul 12.00 wib.

Sebelum kejadian, korban dan Rusnah yang merupakan pengusaha kosmetik sempat terlibat cekcok. Pertengkaran pasangan kekasih ini disebabkan keinginan Rusnah pergi ke Penang, Malaysia.

Diduga tak ingin menjalin hubungan jarak jauh dan takut wanita idamannya direbut pria lain, korban melarang keinginan Rusnah. Namun oleh si cewek, larangan tersebut tidak digubris. Rusnah tetap bersikeras ingin berangkat ke Penang.

Masih dalam pengaruh emosi, perempuan asal Jalan Diponegoro, Rantauprapat ini nekat pergi sendiri ke Medan dengan menyetir sendiri mobil pribadinya, Toyota Yaris BK 1077 Y.

Melihat kekasihnya membandel, Saragih tetap berusaha menghalangi. Dia mengejar dengan mengendarai Honda Vario putih BK 3859 YBF. Korban berusaha memepet untuk menghentikan laju mobil Rusnah dari sisi kiri.

Namun nahas, situasi itu malah membuat Rusnah panik. Persis di lokasi kejadian, mobil hilang kendali hingga menabrak motor korban. Seketika Saragih terpental jauh dan masuk parit.

Korban sempat dievakuasi ke RS Elpi Aziz. Akan tetapi, nyawa mantan sekuriti Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP) Rantauprapat ini tak dapat tertolong.

“Ya, sebelumnya mereka ada konflik,” ujar Kasatlantas Polres Labuhanbatu, AKP Sonny Harsono saat dikonfirmasi wartawan melalui selularnya.

Diutarakan Sony, korban berusaha melarang kekasihnya itu pergi. Tapi Rusnah tetap bersikukuh pergi dengan mengendarai mobil dan dikejar korban menggunakan motor Vario.

“Sesampainya di TKP, Rusnah tak menduga menginjak gas. Akibatnya, mobil menabrak motor yang dikendarai korban. Korban sempat terpental sejauh 5 meter dan akhirnya masuk parit. Sejauh ini unsurnya kelalaian dan kita tangani. Kalau ada perkembangan baru, bukti baru akan dilimpahkan ke Reskrim,” tandasnya.

Sementara, usai diotopsi, jenazah korban langsung dibawa pihak keluarga ke Pematang Siantar untuk dikebumikan. Sedangkan Rusnah hingga kini masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Labuhanbatu. (fir/pjs/ras)

Iman Suami Meleleh Lihat Putih Mulus Rekan Kerja

SUMUTPOS.CO –  Sungguh kasihan Subiarti (32)- nama samaran- ini. Bayangkan, 7 tahun nikah baru tahu bahwa suaminya, sebut saja Murdani (36) sudah poligami selama 4 tahun.

Orang poligami motifnya macam-macam. Ada karena ingin meningkatkan derajat wanita yang dikawini, tapi kebanyakan sekedar meningkatkan gairah syahwat karena ketemu barang baru.

Maka yang jadi sasaran poligami rata-rata yang masih semlohai. Tapi ada nilai tambah kaum pologamiwan itu, paling tidak badannya menjadi lebih bersih karena sering mandi.

Murdani Alisarap tidak cermat menyikapi surat Anisa ayat 3. Di situ Qur’an memang membolehkan lelaki menikahi wanita 1 sampai 4, tapi kalau mampu.

Jika tak mampu cukup satu saja. Nah, Murdani ini memang sarap betul, gaji pas-pasan saja berani poligami. Akibatnya ekonominya kedodoran sampai jadi lelaki istikomah alias: istri tiga kontrak rumah.

Tujuh tahun lalu dia sudah berumahtangga dengan Subiarti, 2 anak juga telah lahir sebagai hasil kerjasama nirlaba itu. Kala itu juga tak ada niatan sebersitpun untuk menjadi lelaki praktisi poligami macam Puspa Wardoyo juragan ayam bakar Wong Solo. Tapi tak dinyana tak diduga, di kantornya ada pegawai baru yang cantiknya selangit, namanya Lilik (25). Kontan ukuran celananya berubah, dari L menjadi XL.

Pikiran Murdani makin gonjang-ganjing ketika Lilik ditaruh sebagai anak buahnya. Tentu saja setiap hari kerja di ruangan yang sama, sehingga si cantik itu tiap saat kemata (terlihat). Batin Murdani Alisarap sering mengeluh, “Kenapa kamu baru muncul sekarang? Coba 8 tahun lalu, pasti kamu yang saya kawini bukan Subiarti.”

Setan paling demen ketemu lelaki model demikian. Langsung saja Murdani diajak berkoalisi, tanpa syarat Capres maupun Cawapres. Yang penting nanti Lilik bisa “dipres” di ranjang. Murdani mulai dimotivasi lewat bisikan-bisikan mautnya.

Adik Dibawa Kawin Lari, Ibu dan Anak Ditikam

Korban penikaman.
Korban penikaman.

TAMORA, SUMUTPOS.CO – Kesal karena adiknya diajak kawin lari ke Kota Pinang Labusel, JAB (37) warga Desa Dagang Kerawang, Tanjung Morawa, mengamuk dan menikam seorang ibu serta anaknya.

Peristiwa penikaman itu berawal karena JAB merasa emosi akibat adik perempuanya dibawa pergi oleh Viddi Alriza Harahap, anak laki-laki dari Faridah Hanum (51). Dimana Viddi membawa adik perempuan tersangka ke Kota Pinang dan menikah di sana. Hal itu membuat JAB tidak senang kepada keluarga Farida. Dia lantas mendatangi kediaman Faridah Hanum, Sabtu (21/7/2018) kemarin sore. Sesampai di sana, tanpa basa-basa dia langsung menikam perempuan tersebut yang kebetulan duduk di teras rumah.

Namun, anak Ny Faridah berinisial IF (17), yang kebetulan berada di rumah coba menghalangi JAB dan minta agar ibunya tidak dianiaya. Ucapan itu malah membuat JAB semakin emosi. Dia pun langsung menikam IF pada lengan kirinya.

Akibat peristiwa itu, Ny Faridah Hanum mengalami luka di bagian kepala, sedangkan IF terluka di bagian lengan. Usai menikam ibu dan anak tersebut, JAB langsung kabur meninggalkan keduanya yang berlumuran darah.

Seorang anak Ny Faridah lainnya kemudian berteriak meminta tolong kepada warga dan tetangga. Warga sempat mengejar JAB, namun pria itu berhasil meloloskan diri.

Sementara itu, kedua korban kemudian dibawa ke rumah sakit GrandMed di Lubukpakam. Usai mendapat perawatan kedua korban selanjutnya langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Tanjung Morawa.

Personel Polsek Tanjung Morawa yang mendapat laporan dan kini sedang memburu JAB. (syaf/mjc/int)

Mayat Bayi Perempuan Ngapung di Sungai Kera

Mayat bayi yang ditemukan warga mengapung di Sungai Kera.
Mayat bayi yang ditemukan warga mengapung di Sungai Kera.

LABUHAN, SUMUTPOS.CO – Temuan jasad bayi perempuan terapung di sungai membuat warga seputar pinggiran Sungai Kera, Dusun VIII Tanah Tinggi, Desa Pematang Johar, Kec. Labuhan Deli, Deli Serdang menjadi heboh.

Senin (23/7) sekira pukul 14.00 wib itu, seorang warga meneruskan temuannya kepada Babinkamtibmas, Aiptu H. Simanjuntak. Selanjutnya, Simanjuntak melaporkannya ke Kapolsek Medan Labuhan.

Atas Informasi tersebut, Kapolsek memerintahkan Pawas, Iptu AW. Nasution dan Kanit Reskrim serta Padal Reskrim Panit 3, Ipda R. Silalahi mendatangi TKP.

Setiba disana, petugas segera melakukan olah TKP serta mencari dan meminta keterangan saksi-saksi. Diperkirakan bayi tersebut berusia satu hari. Berikutnya, jasad di evakuasi ke RS Bayangkara Medan guna dilakukan otopsi.(wal/ras)

Disemprot Prabowo, Arief Membangkang

Arief Poyuono
Arief Poyuono

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menegur wakilnya, Arief Poyuono. Prabowo mengultimatum politikus Gerindra yang terkenal ceplas-ceplos itu meminta maaf ke Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan keluarga besar Partai Demokrat (PD).

Prabowo menegur Arief melalui surat. Kopian surat bertanggal 23 Juli 2018 itu juga beredar di kalangan wartawan.

Dalam surat teguran itu, Prabowo mengaku kecewa dengan pernyataan Arief yang meyebut AHY sebagai boncel atau anak kecil di politik. Padahal, Prabowo sedang dalam masa-masa penjajakan untuk menjalin koalisi dengan partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

“Saudara Arief Poyuono, saya sangat menyesal mendengar Anda membuat komentar tentang rencana kita berkoalisi dengan Partai Demokrat,” ujar Prabowo.

Menurutnya, AHY jelas bukan anak kecil. Bahkan, Prabowo menyebut mantan tentara dengan pangkat terakhir mayor itu punya kapabilitas.

“Saya tidak menganggap Saudara AHY seorang anak kecil. Pengalaman beliau selama di TNI dan juga sekolah beliau di dalam dan luar negeri menunjukan beliau memiliki kapabilitas,” tutur mantan Danjen Kopassus yang terkenal dengan julukan 08 itu.

Namun, agaknya Arief membangkang kepada Prabowo. Ia mengaku enggan meminta maaf kepada Partai Demokrat terkait ucapannya tersebut.

“Saya enggak mau minta maaflah. Ngapain,” ujar Arief saat dihubungi, Senin (23/7).

Arief mengaku apa yang disampaikan dirinya pada AHY memiliki tujuan yang baik, supaya bisa menjadi kuat. Bahkan bukan hanya dirinya yang mengungkapkan AHY belum punya pengalaman dalam pemerintahan.

“Tujuan saya bener kok supaya AHY jadi kuat. Kan yang ngomong bukan saya saja. Banyak juga yang ngomong AHY seperti itu,” katanya.

Menurut Arief, apa yang disampaikannya adalah benar. Bukan sekadar omongan bohong belaka. Memang kenyataanya AHY belum memiliki pengalaman. Karena itu AHY perlu dikuatkan lagi.

“Saya ngomong apa adanya, ini yang terjadi. Pandangan di masyarakat soal AHY seperti itu,” pungkasnya.

 

Berikut isi surat Prabowo Subianto kepada Arief Poyuono:

Saudara Arief Poyuono, saya sangat menyesal mendengar Anda membuat komentar tentang rencana kita berkoalisi dengan Partai Demokrat.

 Pernyataan tersebut di luar wewenang Anda dan sangat tidak memiliki dasar. Dalam Rakornis per tanggal 11 April 2018, sudah saya katakan bahwa bagi Partai Gerindra dalam politik demi kepentingan yang lebih besar dan kepentingan negara, tidak ada yang tidak mungkin.

 Saya tidak menganggap Saudara AHY seorang anak kecil. Pengalaman beliau selama di TNI dan juga sekolah beliau di dalam dan luar negeri menunjukan beliau memiliki kapabilitas.

 Apa pun yang terjadi ke depan ini jauh di luar wewenang Anda karena sudah saya tegaskan beberapa kali bahwa setiap pejabat hanya boleh berbicara di bidangnya masing-masing.

 Masalah politik hanya satu pintu, yaitu Ketua Dewan Pembina atau yang ditunjuk langsung oleh Ketua Dewan Pembina dan pada umumnya yang sering ditunjuk langsung adalah Sekretaris Jenderal Partai Gerindra.

 Ini merupakan teguran, saya berharap Anda dapat membuat statement keterangan pers untuk mencabut pernyataan Anda dan juga menyampaikan permohonan maaf kepada Partai Demokrat.

 Saya minta Anda juga berkonsultasi dengan Sekjen Partai Gerindra tentang hal ini. Saya kira perlu ada pelurusan karena kita dalam tahap-tahap yang sangat penting dalam menyusun rencana-rencana penyelamatan Bangsa Indonesia.

 Sekali lagi saya berharap kepatuhan dan loyalitas Anda jika Anda memang setia kepada Partai Gerindra.

Jakarta, 23 Juli 2018 Prabowo Subianto (gwn/jpg/jpc/ala)