Home Blog Page 623

Tingkat Kualitas BPR, Perbarindo Sumut Gelar Pelatihan Aplikasi SIPRo, SIPTKS dan SIP2RBB

PELATIHAN: Perbarindo Sumut gelar pelatihan Aplikasi SIPRo, SIPTKS dan SIP2RBB.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPD Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat (PERBARINDO) Sumatera Utara (Sumut) melaksanakan kegiatan Pelatihan Aplikasi SIPRo, SIPTKS dan SIP2RBB untuk tingkat kualitas Direksi dan Karyawan Bank Perekonomian Rakyar (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS).

Adapun Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Pertama pelatihan upgrade Aplikasi Digital SiPRo dan SIPTKS untuk Menyusun dan menyiapkan laporan Profil Risiko dan Tingkat Kesehatan BPR-BPRS, berlangsung 24-25 Juni 2024, dengan pelatihan Aplikasi Online Sistem Informasi Pelaksanaan dan Pengawasan Rencana Bank (SIP2RBB) berbasis teknologi Digital.

Kegiatan ini bertempat di Hotel Grand Central Premiere, Jalan Putri Merak Jingga No.3A Medan, dengan menghadirkan narasumber dari Creva Business Consulting, Fernando.A.Siahaan, S.E., M.M. yang juga dihadiri dan dibuka langsung oleh Bapak Bone Quary Kepala Bagian Pengawasan Perbankan dan Lembaga Jasa Keuangan mewakili Otoritas Jasa Keuangan.

Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang diwakili Kepala Bagian Pengawasan Perbankan Lembaga Jasa Keuangan, Bone Quary mengharapkan agar peserta pelatihan ini dapat menyerap apa yang disampaikan oleh narasumber.

“Sebetulnya ini cukup baik, apalagi BPR-BPRS sekarang ini untuk menghitung nilai kita tidak lagi pake manual, kalau tidak ada alat bantu oleh sistem yang memadai nanti akan repot,” kata Bone saat membuka acara pelatihan tersebut.

Bone mengatakan, dalam Bank umum biasanya anggaran untuk menghitung nilai itu bisa mencapai ratusan miliar. Tapi dengan adanya pelatihan yang diadakan Perbarindo Sumut ini diharapkan dapat mempermudah BPR-BPRS.

Ketua DPD Perbarindo Sumut, Hardey Sabar Silaban mengatakan, bahwa Perbarindo terus berupaya melakukan kegiatan peningkatan kapasitas bagi karyawan dan direksi BPR-BPRS di Sumut.

Dia mengatakan, pelatihan yang berlangsung ini juga mengacu pada POJK nomor 3 tahun 2022 dan POJK nomor 15 tahun 2021. “Semoga para peserta menyimak dan menyerap ilmu-ilmu yang di sampaikan narasumber,” kata Hardey.

Sementara itu, Sekretaris Perbarindo Sumut, Mery Sulianty Sitanggang melaporkan bahwa pelatihan ini dilaksanakan untuk membantu BPR-BPRS dalam membuat dan menyiapkan laporan-laporan wajib ke OJK. Pelatihan ini diikuti oleh 17 Peserta di hari Pertama dan 13 Peserta di hari Kedua yang berasal dari 14 BPR di Sumut.

“Digitalisasi pelaporan akan sangat membantu BPR baik dari sisi risiko kesalahan maupun waktu dibanding selama ini lebih banyak dilakukan secara manual. Pelaporan yang baik otomatis akan meningkatkan tata Kelola BPR yang lebih baik sehingga industri BPR-BPRS kedepannya akan lebih sehat dan memiliki daya saing tinggi”, ujar Mery.

Turut hadir pada saat Pembukaan tersebut Pengurus DPD Perbarindo Sumut antara lain Adi Junianto dan Hamonangan J.Gultom.(gus)

Sidang Penganiayaan Mahasiswi di Mal Center Point, Hakim Tegur Ibu Terdakwa

SIDANG: Agung Mangapul Beston Siagian tedakwa kasus penganiayaan mahasiswi, menjalani sidang di PN Medan, Selasa (25/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Sidang penganiayaan terhadap seorang mahasiswi di parkiran Mal Center Point yang sempat viral di media sosial mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Medan. Beragendakan keterangan saksi itu, hakim menegur ibu terdakwa yang menjadi saksi karena dinilai tak kooperatif.

Awalnya hakim menanyakan kepada korban yang bernama Jenettha Laurensiadari bagaimana penganiayaan itu terjadi yang dilakukan terdakwa bernama Agung Mangapul Beston Siagian.

Jenettha mengatakan, awal penganiayaan itu berawal dari korban melihat adanya pesan whatsapp yang masuk ke handphone milik Agung dari seorang wanita. Melihat itu, kemudian Jenettha mencoba menanyakannya. Sebab, Agung dan korban merupakan sepasang kekasih.

Saat ditanyakan hal tersebut, dijelaskan Jenettha, Agung langsung melakukan penganiayaan kepadannya. Ketika itu, korban sempat melakukan perlawanan dan ingin melarikan diri.

“Masuk pesan ada perempuan lain, terus saya tanyakan dan Agung tidak terima dan langsung memukuli saya di beberapa bagian tubuh saya. Saya ada dicekik, saya ada menjerit saya ada berusaha keluar dari dalam mobil, dan saya ditahan agar tidak keluar. Ada dipukul bagian bibir tiga atau empat kali sampai bengkak,” beber Jenettha di ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (25/6).

Ketika itu majelis hakim, menanyakan kepada korban apakah ia ada memukul Agung lebih dahulu atau mengucapkan kata kotor kepada Agung. Namun, korban menjelaskan bahwasanya dirinya tidak ada memulai memukul Agung ataupun mengucapkan kata kotor.

“Saya tidak ada pukul duluan, tidak ada maki-maki. Dia aja langsung melakukan penganiayaan itu karena saya tanya. Kemudian, setelah kejadian itu saya langsung laporkan ke Polsek Medan Timur untuk di visum. Saya sempat di opname sehari saja, karena ada pukul di kepala di ada bedarah,” sambungnya.

Setelah mendengar kesaksian dari Jenettha yang menjadi korban. Giliran saksi Lina yang merupakan ibu dari terdakwa Agung Mangapul Beston Siagian yang dimintai keterangannya.

Saat memberikan keterangan, ibu terdakwa tidak kooperatif ketika menjelaskan kepada majelis hakim. Bahkan ia terlihat sesekali menyela pertanyaan yang diajukan kepada majelis hakim.

Mendengar keterangan dari ibu terdakwa yang tidak kooperatif menjelaskan sampai mana pengetahuanya mengenai penganiayaan itu, majelis hakim mengatakan bahwasanya ibu terdakwa sedang menutupi sesuatu.

“Anda jangan emosi, saya disini hakim. Anda harus mendengarkan perkataan saya dulu. Anda seperti terlihat ada yang ditutupi jadinya, anda sudah disumpah tadikan,” ucap hakim Zufida Hanum.

Belum selesai memberikan kesaksian, melihat orang tua terdakwa yang tidak bisa menjaga emosinya saat memberikan kesaksiannya, majelis hakim pun menyarankan agar ia keluar dari ruang sidang.

Sementara itu, kuasa hukum korban, Marihot F Sinaga mengungkapkan, pihaknya berharap agar majelis hakim memberikan rasa keadilan dan menghukum terdakwa sebagaimana perbuatan yang dilakukannya terhadap korban.

“Kita berharap agar majelis hakim memberikan keadilan seadil-adilnya, karena kita juga khawatir dengan dakwaan tunggal dari jaksa. Karena itu juga tadi kita dari pihak korban memberikan bukti tambahan seperti sreenshot chat terdakwa kepada korban yang beri ancaman serta foto-foto luka korban yang diduga kuat tidak dilampirkan penyidik kepolisian dalam berkas perkara, sebab sebelumnya sudah kita sampaikan namun diabaikan,” jelasnya.

Pada dakwaan jaksa, kasus ini bermula pada 22 Oktober 2023 sekira pukul 19.30 WIB, korban Jennetha Laurensia sedang berada di dalam mobil yang dikendarai oleh terdakwa Agung Mangapul Beston Siagian dan parkir di parkiran mal Centre Point.

Saat itu keduanya sedang menunggu ibu terdakwa yaitu saksi Lina yang sedang berada di mal Center Point. Kemudian saat itu tiba-tiba masuk pesan di aplikasi whatsapp pada handphone milik terdakwa, korban membaca pesan tersebut yang dikirim oleh seorang perempuan bernama S di kontak handphone milik terdakwa.

Kemudian, korban menanyakan kepada terdakwa dan terjadi cekcok mulut dan mengakibatkan terdakwa emosi dan menampar pipi saksi korban sebelah kiri dengan menggunakan tangan terdakwa lalu saksi korban memegang kedua tangan terdakwa agar tidak memukul saksi korban sambil meminta penjelasan dari terdakwa mengenal wanita bernama Selfi tersebut.

Saat ditanyakan hal itu, terdakwa mengaku tidak mengenalnya kemudian ketika saksi korban akan menelepon perempuan tersebut dari handphone terdakwa, terdakwa berusaha merebut handphone tersebut dari tangan saksi korban.

Ketika itu handphone tersebut jatuh ke lantai mobil sehingga terdakwa marah kepada saksi korban dan langsung memukul wajah korban dengan menggunakan tangannya yang mengenai bagian bibir saksi korban yang mengakibatkan bibir saksi korban bengkak dan mengeluarkan darah.

Tidak hanya memukul, terdakwa juga mencekik leher korban dari belakang dengan menggunakan tangannya dan mengakibatkan saksi korban hampir tidak bernafas dan meronta kemudian terdakwa melepaskan tangannya.

Terdakwa juga mencengkeram tangan saksi korban sebelah kiri dan menindih badan saksi korban menggunakan sikut tangan terdakwa hingga saksi korban menjerit kesakitan lalu terdakwa melepaskan tangannya dan berhenti menindih badan saksi korban.

Korban juga sempat ingin berusaha keluar dari dalam mobil namun ditahan oleh terdakwa sehingga saksi korban tidak bisa keluar dari dalam mobil.

Akibat perbuatan terdakwa tersebut, saksi korban mengalami luka memar pada sudut mata kiri dengan panjang satu sentimeter, lebar satu sentimeter. Lalu luka memar pada pipi kanan dengan panjang empat sentimeter lebar tujuh sentimeter, bengkak dan memar pada bibir atas dengan panjang dua sentimeter lebar satu sentimeter. (man)

Temukan Kenyamanan Dengan Menikmati Escaada Longstay di The Reiz Suites, Artotel Curated

MEDAN, SUMUTPOS.CO – The Reiz Suites, ARTOTEL Curated kembali hadirkan promo longstay selama bulan Juni sampai dengan Juli 2024 bertajuk “Escapade Longstay”.

“Escapade Longstay” merupakan program promo longstay dimana tamu akan mendapatkan harga spesial untuk tipe deluxe room seluas 100m2 dengan harga Rp 8.050.000 untuk 7 malam dengan benefit tambahan potongan harga untuk layanan laundry sebesar 15 persen dan voucher diskon sebesar 15 persen untuk F&B di cafe The Stepping Stone yang diberikan pada saat tamu checkin.

The Reiz Suites yang berlokasi strategis di Jl. Tembakau Deli No.1 Medan, dan terletak di pusat kota dan dikelilingi tempat hangout, rekreasi dan pusat perbelanjaan, menjadikan pilihan ideal bagi tamu yang ingin menikmati liburan panjang dengan suasana yang berbeda, ditambah akses menuju hotel yang juga sangat mudah dijangkau.

Rizki Apry Ramadhan, Operational Manager The Reiz Suites, ARTOTEL Curated – Medan mengatakan, pihaknya sangat senang bisa menawarkan promo longstay kepada tamu kami.

“Ini adalah cara kami untuk memberikan lebih banyak kenyamanan dan nilai tambah bagi mereka yang memilih untuk menginap lebih lama. Kami percaya bahwa setiap tamu pantas mendapatkan pengalaman menginap yang istimewa, dengan fasilitas lengkap dan layanan terbaik yang membuat mereka merasa seperti di rumah sendiri. “kata Rizky Apry.

Rizky menambahkan, pemesanan kamar dengan promo ini hanya dapat dilakukan melalui aplikasi Artotel Wanderlust yang dapat diunduh di Google Store maupun App Store.

“Terdapat keuntungan tambahan dan eksklusif jika para tamu mendaftar sebagai member Artotel Wanderlust maka tamu akan mendapatkan tambahan diskon sebesar 10 persen untuk setiap melakukan pemesanan kamar dan diskon hingga 15 persen untuk F&B jika melakukan transaksi langsung di aplikasi Artotel Wanderlust untuk pemesanan kamar selanjutnya.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi The Reiz Suites, ARTOTEL Curated – Medan di Whatsapp Official 061-50300603, sebutnya. (rel/han)

Pilkada 2024, KPU Dairi Lantik 912 Pantarlih

SAMPAIKAN: Komisioner KPU Dairi Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Asih Firmansyah (kanan) bersama Komisioner KPU, Ridwan Hendra Agustinus Samosir dan Rono Anto Sinaga sampaikan ada pengurangan TPS pada Pilkada Dairi, 27 November 2024 mendatang.RUDY SITANGGANG.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Dairi, Ariyanto Tinendung melalui Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) masing-masing Desa, melantik sebanyak 912 petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih).

Pelantikan Pantarlih telah dilakukan di masing-masing sekretariat PPS, Senin (24/6/2024).

Demikian diterangkan Komisioner KPU Dairi Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Asih Firmansyah Solin bersama Komisioner, Ridwan Hendra Agustinus Samosir dan Rono Anto Sinaga, Selasa (25/6/2024).

Pantarlih akan bekerja untuk pemutakhiran dan pencocokan penelitian data pemilih (Coklit) sesuai daftar penduduk potensial pemilih pemilihan (DP4).

“Selanjutnya, hasil pencoklitan data dimaksud akan dimasukkan ke daftar pemilih sementara (DPS) sebelum ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap (DPT),”ujar Asih.

Teknisnya, kata Asih, diatas 400 pemilih, 2 orang Pantarlih. Dan dibawah 400 pemilih, hanya 1 orang Pantarlih. Dan jumlah DP4 diterima KPU Dairi dari Kementerian Dalam Negeri sebanyak 230.581.

“Sementara DPT Dairi terakhir yakni pada pemilihan anggota legislativ lalu, jumlah DPT sebanyak 227.220 pemilih. Dan pada DP4 itu, jumlah kepala keluarga (KK) Dairi sebanyak 92.585,”ungkap Asih.

Kemudian, pada pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bupati/Wakil Bupati Kabupaten Dairi, 27 November 2024 mendatang, jumlah tempat pemungutan suara (TPS) berkurang sebanyak 403 TPS dibanding pemilihan umum (Pemilu) anggota legislativ pada, 14 Februari 2024 lalu.

Adapun jumlah TPS pada Pemilu lalu, sebanyak 938 TPS. Tetapi, pada Pilkada nanti, hanya 535 TPS atau berkurang sebanyak 403 TPS. Pengurangan TPS itu, sesuai regulasi.

“Karena, pada Pemilu lalu, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) maksimal 300 pemilih satu TPS. Sementara, pada Pilkada nanti maksimal 600 pemilih per TPS,”ungkap Asih.(rud/han)

Mantan Wali Kota Abdillah Menilai Sosok Rico Waas, Layak Pimpin Kota Medan

Mantan Wali Kota Medan, Abdillah.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Keputusan DPP Partai NasDem menugaskan Wakil Ketua DPW NasDem Sumut, Rico Waas untuk maju menjadi Calon Wali Kota Medan di Pilkada 2024, sudah layak dan sangat tepat.

Hal itu diungkapkan oleh mantan Wali Kota Medan, H. Abdillah, kepada wartawan di kediamannya Jalan Perak, Kecamatan Medan Area, Kota Medan, Senin (24/6), usai menerima kunjungan silaturahmi Rico Waas.

“Partai NasDem sangat tepat mengusung Rico Waas menjadi calon Wali Kota Medan. Rico merupakan kader terbaik NasDem, makanya dia dideklarasikan,” kata Abdillah, dalam keterangannya, Selasa (25/6).

Dalam pertemuan itu, Abdillah juga menyampaikan kepada Rico bahwa pertarungan untuk merebut jabatan Wali Kota Medan bukan hal yang mudah. Diperlukan perjuangan dan kerja keras. Sebab, Pilkada di Kota Medan berbeda dengan daerah-daerah yang lain.

“Kota Medan ini keras. Makanya tadi saya sudah menceritakan pengalaman selama memimpin Medan. Tujuannya agar Rico betul-betul berjuang dan bertarung dalam mendapatkan jabatan ini,” ujar Wali Kota Medan ke-14 itu.

“Setelah mendapat jabatan Rico juga harus bekerja keras, bekerja sama dan sama-sama bekerja dengan masyarakat. Dan jika dinilai dari segi pengetahuan, ilmu dan wawasannya, sosok Rico ini sudah layak dan mencukupi untuk memimpin Kota Medan,” jelas Abdillah.

Sementara itu, Rico mengatakan, pasca dideklarasikan Partai NasDem menjadi Bacalon Wali Kota Medan di Pilkada, Abdillah adalah tokoh pertama yang dikunjungi untuk menjalin silaturahmi sekaligus meminta nasehat dan petuah terkait kepemimpinan.

“Saya sudah menganggap Pak Abdillah sebagai orang tua sendiri. Dan hari ini saya mendapatkan banyak nasehat dan petuah tentang bagaimana menjalankan kepemimpinan, terutama di Kota Medan. Nasehat dan petuah yang disampaikan ke saya menjadi masukan yang sangat berharga,” kata Rico.

Menurut alumni SMA Negeri 2 Medan ini, Pilkada ke depan membutuhkan kerja ekstra dan rapi agar bisa memenangkan apa yang diharapkan Partai NasDem dan partai pendukung lainnya.

“Saya mengucapkan terima kasih atas nasehat, wejangan dan support yang telah diberikan Pak Abdillah, dalam rangka kontestasi di Pilkada Medan 2024,” ujarnya.

“Pilkada ke depan ini membutuhkan kerja-kerja yang sangat ekstra. Ke depan, saya juga akan mendatangi tokoh Kota Medan lainnya. Karena membangun Medan, semangatnya kita harus bekerja sama dan sama-sama bekerja,” tandas Rico.(gus/han)

Nonton Bareng Film Lafran Bersama Zulkifli Ikhwan Harahap

FILM LAFRAN: Nonton bareng Film Lafran di Bioskop CGV Focal Point Medan.DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS.

RATUSAN warga dari berbagai elemen hadir pada kegiatan nonton bareng Film Lafran di Bioskop CGV Focal Point Medan, akhir pekan lalu. Film yang baru tayang sejak 20 Juni 2024, berkisah tentang kehidupan masa kecil Lafran Pane hingga menjadi pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Nonton bareng film untuk tontonan semua umur ini diikuti Ir Zulkifli Ikhwan Harahap MSi (area head BNI Wilayah Medan/alumni HMI), H Dadang Darmawan Pasaribu SSos MSi (sekretaris umum MW KAHMI Sumut) dan Nilam Sari (sesepuh KAHMI).

Kemudian Hadi Sukmono (ketua bidang MW KAHMI Sumut), Komis Simanjuntak dari Asahan, drg Sulfia Dewi Rambe, Yenny Susanti Siregar ST, Serasi Malem Sitepu SPd (presidium MW Forhati Sumut), Elva Citra Sari SE (sekum Forhati Sumut), Andi Williandi, Forhati Binjai dan Leriadi (koordinator pelaksana nonton bareng Film Lafran).

Lafran Pane merupakan pahlawan nasional dari Sumut yang tinggal di Sipirok, lalu melanjutkan pendidikan di Sibolga dan Pulau Jawa. HMI yang didirikan Lafran Pane, kini merupakan salah satu organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia.

HMI didirikan di Yogyakarta tanggal 14 Rabiul Awal 1366 Hijrah atau 5 Februari 1947. HMI didirikan di Sekolah Tinggi Islam (STI) yang berubah nama menjadi Universitas Islam Indonesia (UII).

Diawal film disebutkan bahwa sebagai negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia, Indonesia telah menjadi arus utama Islam yang terbuka, toleran, modern dan menjunjung tinggi perbedaan. Film ini bercerita tentang semangat perjuangan dari masa penjajahan Belanda dan Jepang hingga era proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Dalam film ini juga terdapat pertemuan Lafran Pane dengan H Adam Malik. Lalu ditempat terpisah bertemu dengan Jenderal Sudirman.

Dalam suatu pertemuan HMI yang baru terbentuk, Jenderal Sudirman mengungkapkan istilah santri yang intelek dan intelektual yang santri. Ia yakin HMI bisa melaju semakin kencang.

”Bekerjalah dan berjuang dalam kegembiraan. Bukan hanya demi Islam, juga demi Indonesia. Sebab HMI bukan sekedar Himpunan Mahasiswa Islam. Tapi juga Harapan Masyarakat Indonesia,” pesan Jenderal Sudirman.

Dalam film ini, Lafran Pane menegaskan bahwa HMI bertujuan untuk mempertahankan Negara Republik Indonesia, mempertinggi derajat rakyat Indonesia serta menegakkan dan mengembangkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin.

”Yaitu Islam yang terbuka, Islam yang toleran, Islam yang modern dan Islam yang berorientasi pada kemajuan serta menghormati kemajemukan bangsa,” tegas Lafran Pane.

Usai nonton bareng, Sekretaris Umum MW KAHMI Sumut Dadang Darmawan Pasaribu SSos MSi mengutarakan harapan agar kegiatan ini untuk tahu tentang kebangsaan dan Keislaman yang menjadi dua instrumen penggerak HMI.

”Berjuang dan menegakkan tujuan kemerdekaan sekaligus memperkuat nilai-nilai Keislaman dalam praktik Keindonesiaan itu sendiri,” sebut sekretaris umum.

Dadang Darmawan Pasaribu SSos MSi menambahkan bahwa kegiatan nonton bareng Film Lafran akan terus berlanjut di Sumut dan daerah lainnya di Indonesia. (dmp)

Kapolres Tebingtinggi Buka Pertandingan Bola Voli Antar Polsek

LEPAS: Kapolres Tebingtinggi AKBP Andreas Luhut Jaya Tampubolon didampingi Ketua KONI Anton, Kadisporapar Syahdama Yanto, Ketua DPRD Basyaruddin Nasution memukul bola ditandai kejuaraan bola voli.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO- Kapolres Tebingtinggi AKBP Andreas Luhut Jaya Tampubolon resmi membuka kegiatan turnamen pertandingan bola voli perebutan piala Kapolres dalam rangkaian HUT Bhayangkara ke 78 kerjasama Polres Tebingtinggi dan KONI Tebingtinggi di Gedung Olahraga Asber Nasution Jalan Gunung Lauser Kota Tebingtinggi, Senin (24/6).

Hadir Kadis Porabudpar Kota Tebingtinggi Syahdama Yanto, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tebingtinggi Anton, Komandan Koramil 13 Tebingtinggi Kapten Inf Yudi, Ketua DPRD Basyaruddin Nasution, Kaden Brimob Detasemen B Tebingtinggi dan Ketua PBVSI Kota Tebingtinggi Jamnas Arianto dan Kapolsek se wilayah hukum Polres Tebingtinggi.

Kapolres Tebingtinggi AKBP Andreas Luhut Jaya Tampubolon mengatakan kejuaraan bola voli memperebutkan piala Kapolres ini merupakan rangkaian panjang menyambut Hut Bhayangkara ke 78 dan nantinya juga dilaksanakan kejuaraan sepak bola dan run 10 kilometer.

“Ini merupakan inisiatif Pemko Tebingtinggi dan Polres Tebingtinggi bersama KONI Kota Tebingtinggi dalam menyambut Hut Bhayangkara,” ungkap AKBP Andreas Luhut Jaya.

Ungkap AKBP Andreas Luhut Jaya, dimana ada kerja keras, sportivitas dan disiplin atlet, maka semua akan berhasil. Kepada atlet juga dipesankan untuk tetap komitmen menjadi sportivitas tinggi, karena kalah dan menang itu biasa dalam sebuah pertandingan.

“Sedangkan kepada PBVSI Kota Tebingtinggi kami mengucapkan terima kasih karena sudah berupaya keras mensukseskan kegiatan pertandingan bola voli menyambut Hut Bhayangkara ke 78,” beber AKBP Andreas Luhut.

Ketua umum KONI Kota Tebingtinggi, Anton mengatakan dalam memperingati Hut Bhayangkara ke 78 dan Hut Pemkot Tebingtinggi ke 107, Polres dan Pemko Tebingtinggi melalui KONI menggelar perebutan piala Kapolres Tebingtinggi.

Selain itu, bilang Anton, KONI Kota Tebingtinggi dalam waktu dekat juga akan melaksanakan Pekan Olahraga Kelurahan se Kota Tebingtinggi. “Menanggapi Pekan Olahraga Kelurahan se Kota Tebingtinggi ini kita berharap masyarakat Kota Tebingtinggi agar memasyarakatkan olahraga dan mencintai olahraga, karena banyak bibit-bibit baru untuk menciptakan dan melahirkan atlet yang bisa berpartisipasi baik tingkat daerah, nasional dan internasional dari Kota Tebingtinggi,” bilang Anton.

Ketua DPRD Kota Tebingtinggi Basyaruddin Nasution menjelaskan bahwa piala Kapolres Tebingtinggi ini nantinya akan memajukan dan memasyarakatkan olahraga di Kota Tebingtinggi. Diharapkan kepada atlet-atlet yang bertanding untuk tetap menjaga kesehatan.

“Kami DPRD tetap komitmen mendukung kegiatan ini, tentunya atas kegiatan ini mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Tebingtinggi, kepada peserta hadir untuk tetap menjunjung sportivitas tinggi, membentuk karakter, sportifitas dan kedisiplinan kepada atlet,” jelasnya.

Ketua PBVSI Kota Tebingtinggi Jamnas Arianto mengatakan adapun kegiatan dikuti 7 Polsek se wilayah hukum Polres Tebingtinggi dan Brimob serta Koramil 13 Tebingtinggi, 8 tim dibagi dua klub, kejuaraan tanggal 24-30 Juni 2024, diharapkan peserta turnamen bisa menjaga sportif dalam bertanding. Pertandingan perdana, Tim Kesebelasan Bola Voli Polsek Bandar Khalifah berlaga dengan Polsek Sipispis. (ian)