Home Blog Page 63

David PNS Tambunan Kembali Pimpin KADIN Dairi

PATAKA: Ketua KADIN Sumut Firsal Ferial Mutyara menyerahkan bendera pataka kepada Ketua KADIN Dairi David PNS Tambunan saat pelantikan, Rabu (29/4).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
PATAKA: Ketua KADIN Sumut Firsal Ferial Mutyara menyerahkan bendera pataka kepada Ketua KADIN Dairi David PNS Tambunan saat pelantikan, Rabu (29/4).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI — David Partahan Najogi Sasta Tambunan kembali terpilih sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kabupaten Dairi untuk masa bhakti 2026–2031. Ia terpilih kembali dalam Musyawarah Kabupaten (Mukab) V yang digelar di Sasta Hotel, Sidikalang, Rabu (29/4/2026).

Pemilihan tersebut menandai kepercayaan kedua kalinya bagi David atau yang akrab disapa Jogi Tambunan untuk kembali menakhodai organisasi dunia usaha di Kabupaten Dairi. Usai terpilih, Ketua KADIN Sumatera Utara KADIN Sumatera Utara, Firsal Ferial Mutyara, langsung melantik dan mengukuhkan kepengurusan baru KADIN Dairi.

Dalam sambutannya, David PNS Tambunan menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran KADIN dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Kami akan semakin kencang mendorong pertumbuhan ekonomi Dairi. Fokus utama kita adalah penguatan UMKM yang sejalan dengan program nasional,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, KADIN Dairi menggandeng Bank Sumut Cabang Sidikalang dalam program penguatan modal usaha melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dari kerja sama tersebut, sebanyak 11 pelaku UMKM telah menandatangani kesepakatan awal untuk mendapatkan akses pembiayaan.

Menurut Jogi, para pelaku UMKM tersebut diberikan fasilitas kredit dengan plafon hingga Rp200 juta tanpa agunan, dengan bunga nol persen pada tahun pertama implementasi program 2026.

Selanjutnya, bunga akan naik menjadi 3 persen pada tahun 2027, dan kembali normal di angka 6 persen pada tahun berikutnya.“Kita ingin UMKM benar-benar terbantu. Ini kesempatan untuk memperkuat usaha agar ekonomi masyarakat ikut tumbuh,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa kepengurusan KADIN Dairi kali ini akan lebih inklusif dengan melibatkan lebih banyak perempuan, yang dinilai memiliki peran penting dalam penggerak ekonomi di tingkat akar rumput.“Kami melibatkan banyak ibu-ibu karena mereka adalah penopang ekonomi keluarga dan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum KADIN Sumut Firsal Ferial Mutyara, dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada pengurus baru KADIN Dairi. Ia menegaskan bahwa KADIN harus menjadi wadah kolaborasi untuk memperkuat ekonomi daerah di tengah tantangan ekonomi nasional.

“Ekonomi saat ini memang tidak sedang baik-baik saja, tetapi dengan kepengurusan baru ini kita berharap ada dorongan positif bagi pertumbuhan ekonomi Dairi,” ujarnya.

Firsal juga menyoroti potensi besar Kabupaten Dairi yang bertumpu pada sektor pertanian, khususnya hortikultura. Komoditas seperti cabai, kopi, dan jagung disebut sebagai penopang utama ekonomi masyarakat.

Ia mencontohkan fluktuasi harga cabai yang sempat mengalami penurunan akibat melimpahnya produksi, sehingga diperlukan strategi hilirisasi dan diversifikasi produk agar nilai ekonomi petani meningkat.

“Ini peluang bagi pengusaha lokal untuk mengolah dan mengekspor hasil pertanian agar harga di tingkat petani tetap stabil,” katanya.

Ia juga meminta dukungan perbankan di Dairi untuk terus bersinergi dengan pelaku usaha lokal dalam memperkuat ekonomi daerah.

Dari sisi pemerintah daerah, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Dairi, Fatimah Boangmanalu, menyampaikan apresiasi atas peran KADIN dalam mendukung program pembangunan ekonomi daerah.

Ia menegaskan bahwa ekonomi Kabupaten Dairi masih didominasi sektor pertanian, dengan komoditas unggulan seperti kopi, jagung, dan hortikultura lainnya.

Namun, menurutnya, tantangan utama saat ini adalah masih rendahnya nilai tambah produk karena sebagian besar dijual dalam bentuk mentah.

“Kami mendorong KADIN untuk membantu pengolahan produk agar memiliki nilai tambah, sehingga kesejahteraan petani juga meningkat,” ujarnya.

Fatimah juga menyinggung program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang sedang dikembangkan pemerintah, dan berharap KADIN dapat menjadi mitra strategis dalam pengembangan usaha di tingkat desa. (rud/ila)

Pemkab Karo Tingkatkan PAD, Optimalkan Gate Parkir Otomatis

GATE: Pemkab Karo memasang gate parkir otomatis di lokasi wisata.
GATE: Pemkab Karo memasang gate parkir otomatis di lokasi wisata.

KARO – Bupati Karo Antonius Ginting melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Karo tengah melakukan langkah strategis untuk memodernisasi layanan publik melalui optimalisasi Gate Parkir atau Palang Parkir Otomatis di kawasan Open Stage Berastagi.

Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk meningkatkan efisiensi arus kendaraan, mempercepat proses transaksi, serta mengoptimalkan pengelolaan data parkir secara real-time. Optimalisasi perangkat teknologi ini bertujuan utama untuk meminimalisir kebocoran retribusi dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karo dari sektor perparkiran.

Sebelum dilakukan peluncuran (launching) secara resmi kepada masyarakat luas, Dishub Karo memastikan seluruh sistem pendukung telah siap beroperasi secara maksimal.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karo, Frolin A. Perangin-Angin, menyampaikan bahwa persiapan teknis mencakup pengujian menyeluruh terhadap mekanisme palang pada jalur masuk dan keluar. Selain kesiapan perangkat keras, petugas juga difokuskan pada penguasaan perangkat aplikasi pengelola data yang terintegrasi di dalam sistem tersebut.

“Kami sedang memastikan bahwa seluruh sistem, mulai dari alur kendaraan hingga aplikasi pencatatan data, berfungsi dengan sempurna. Hal ini penting agar saat launching nanti, masyarakat dapat merasakan kemudahan dan transparansi dalam bertransaksi,” ujar Kadishub.

Pemerintah Kabupaten Karo berharap hadirnya teknologi ini dapat mengubah budaya parkir menjadi lebih tertib dan efisien. Masyarakat yang berkunjung ke kawasan Open Stage Berastagi diimbau untuk selalu mematuhi aturan penggunaan fasilitas baru ini demi kenyamanan bersama.

“Kami sangat mengharapkan kerja sama dari setiap lapisan masyarakat. Kepatuhan terhadap aturan yang berlaku tidak hanya akan memperlancar lalu lintas, tetapi juga memastikan alat ini memberikan kebermanfaatan jangka panjang bagi pembangunan daerah,” ujarnya.

Melalui sistem otomatisasi ini, diharapkan pengelolaan parkir di titik-titik keramaian seperti Berastagi dapat menjadi percontohan bagi tata kelola transportasi yang lebih modern dan akuntabel di Kabupaten Karo. (deo/ila)

PKL Akhirnya Bertemu Wali Kota Binjai, Tawarkan Relokasi dan Bantuan CSR

BERDIALOG: Wali Kota Binjai Amir Hamzah saat berdialog dengan perwakilan PKL dari Jalan Bandung, Jalan Olahraga dan Jalan Sudirman. (Teddy Akbari/Sumut Pos)
BERDIALOG: Wali Kota Binjai Amir Hamzah saat berdialog dengan perwakilan PKL dari Jalan Bandung, Jalan Olahraga dan Jalan Sudirman. (Teddy Akbari/Sumut Pos)

BINJAI — Pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya ditertibkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akhirnya mendapat kesempatan bertemu langsung dengan Wali Kota Binjai Amir Hamzah dalam sebuah pertemuan di Ruang Rapat III Balai Kota Binjai, Rabu (29/4/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah dan para pedagang terkait penataan ulang lokasi berjualan di sejumlah titik kota.

Dalam pertemuan itu, Pemerintah Kota (Pemko) Binjai menawarkan tiga opsi lokasi relokasi bagi para PKL yang sebelumnya ditertibkan dari tiga kawasan utama, yakni Jalan Olahraga, Jalan Bandung, dan Jalan Sudirman.

Untuk pedagang di Jalan Olahraga, Pemko menawarkan relokasi ke pelataran Masjid Agung Binjai, area samping perpustakaan Kantor MUI, serta pelataran Stadion Binjai. Sementara bagi pedagang di Jalan Bandung, opsi relokasi diberikan ke Pasar Rambung, pelataran Rumah Sakit Bangkatan, dan Taman PUPR.

Adapun untuk PKL di Jalan Sudirman, pemerintah menyediakan lokasi relokasi di Pasar Bundar serta Jalan Mahkamah sebagai tempat berjualan baru yang dinilai lebih tertata.

Namun, tidak semua pedagang menyetujui opsi yang ditawarkan. Dari ratusan PKL yang terdampak penertiban di tiga titik tersebut, sebagian menerima relokasi, sementara lainnya masih bertahan dengan keinginan untuk tetap berjualan di lokasi semula.

Mewakili pedagang Jalan Olahraga, Firman mengatakan sekitar 50 PKL telah menyetujui relokasi ke pelataran Masjid Agung Binjai. “Para pedagang di Jalan Olahraga setuju berjualan di halaman Masjid Agung,” ujarnya.

Sementara itu, pedagang dari Jalan Bandung masih menginginkan lokasi di pelataran RS Bangkatan, sedangkan pedagang Jalan Sudirman sebagian besar bersikukuh tetap ingin berjualan di lokasi awal dan menolak relokasi.

Perbedaan pandangan ini membuat jalannya dialog antara Wali Kota dan para pedagang berlangsung cukup dinamis dan sempat berjalan alot. Meski demikian, suasana tetap kondusif dengan adanya ruang diskusi antara kedua pihak.

Selain menawarkan lokasi relokasi, Pemko Binjai juga memberikan perhatian berupa bantuan bagi para pedagang terdampak. Bantuan tersebut berupa gerobak dan steling yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Sumut.

Firman alias Wak Man menyebutkan bahwa bantuan tersebut disambut positif oleh para pedagang. “Pak Wali menjanjikan bantuan gerobak dan steling gratis untuk semua pedagang. Bantuan ini berasal dari Bank Sumut dengan total sekitar Rp127 juta untuk 84 pedagang di tiga lokasi,” ujarnya.

Wali Kota Binjai Amir Hamzah menegaskan bahwa relokasi dilakukan tanpa pungutan biaya dan bertujuan untuk menata kota agar lebih tertib dan nyaman. “Kami sudah menawarkan tempat relokasi untuk pedagang berjualan. Semua gratis, tidak ada biaya,” tegasnya.

Amir menjelaskan, untuk pedagang Jalan Bandung yang bersedia, mereka dapat langsung berjualan di Taman PUPR dan Pasar Rambung tanpa menunggu waktu lama. Namun, untuk opsi pelataran RS Bangkatan masih memerlukan koordinasi lebih lanjut karena lahan tersebut merupakan aset milik PTPN I, bukan Pemko Binjai.

“Kalau hari ini atau besok mereka mau berjualan di Taman PUPR dan Pasar Rambung, silakan. Tapi kalau di RS Bangkatan masih perlu proses karena bukan aset pemerintah kota,” jelasnya.

Sementara itu, untuk PKL Jalan Sudirman, Pemko memastikan relokasi ke Pasar Bundar dan Jalan Mahkamah akan difasilitasi penuh, termasuk kebutuhan sarana dagang.

Untuk pedagang di Jalan Olahraga, pemerintah menawarkan tiga alternatif lokasi yang dinilai lebih tertata, yakni halaman Stadion, samping perpustakaan MUI, dan pelataran Masjid Agung Binjai.

Wali Kota menegaskan bahwa seluruh kebijakan ini merupakan bagian dari upaya penataan kota agar lebih rapi tanpa mengabaikan keberadaan pedagang kecil.

“Kami sangat berpihak kepada pedagang. Tapi penataan kota juga harus dilakukan agar masyarakat lebih nyaman dan lalu lintas lebih tertib,” katanya.

Ia juga memastikan bahwa realisasi bantuan CSR dari Bank Sumut akan segera direalisasikan melalui koordinasi dengan Sekretaris Daerah dan pihak terkait.

“Sudah saya minta segera diproses. Termasuk koordinasi dengan PTPN terkait lokasi RS Bangkatan juga akan segera dilakukan,” pungkasnya. (ted/ila)

Polsek Kotapinang Turun Dalam Perbaikan Jembatan Titi Kembar

PERBAIKAN: Polsek Kotapinang, Labuhanbatu Selatan bersama para pekerja pengaspalan, dengan fokus pada perbaikan bagian badan jembatan serta sisi kiri dan kanan akses lintasan Kampung Bedagai.
PERBAIKAN: Polsek Kotapinang, Labuhanbatu Selatan bersama para pekerja pengaspalan, dengan fokus pada perbaikan bagian badan jembatan serta sisi kiri dan kanan akses lintasan Kampung Bedagai.

KOTAPINANG, SUMUTPOS.CO – Upaya meningkatkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat terus dilakukan jajaran kepolisian. Pada Rabu (29/4), kegiatan pengaspalan badan Jembatan Titi Kembar di Jalan lintas lingkungan Kampung Bedagai, Kelurahan Kotapinang, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) resmi dilaksanakan hingga selesai dalam kondisi aman dan terkendali.

Kegiatan ini melibatkan personel Polsek Kotapinang, Labuhanbatu Selatan bersama para pekerja pengaspalan, dengan fokus pada perbaikan bagian badan jembatan serta sisi kiri dan kanan akses lintasan.
Perbaikan tersebut bertujuan untuk

memperlancar mobilitas warga yang selama ini melintasi jalur tersebut dalam aktivitas sehari-hari.
Kapolres Labuhanbatu Selatan, AKBP Aditya SP Sembiring M SIk melalui Kapolsek Kotapinang, AKP Maruli Tua Siregar SH MH menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Perbaikan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman
dan nyaman bagi masyarakat pengguna jalan, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi warga di sekitar Kampung Bedagai.” ujar Kapolsek.

la juga menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung pembangunan di wilayah hukum, terutama yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Sejumlah warga setempat menyambut baik kegiatan

tersebut. Mereka mengaku akses jembatan kini jauh lebih layak dilalui. Terutama saat cuaca hujan yang sebelumnya membuat permukaan jembatan licin dan rawan kecelakaan.

Dengan selesainya pengaspalan ini, diharapkan Jembatan Titi Kembar dapat menjadi jalur penghubung yang lebih representatif dan aman, sekaligus memperkuat hubungan antara aparat kepolisian dan masyarakat melalui aksi nyata di lapangan.(rel/azw)

Partai Gelora Gelar 3 Agenda Besar di Medan: Pertajam Ideologi dan Siapkan Kader untuk Indonesia Superpower Baru

MEDAN, SumitPos.co– Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia bersiap menghentakkan konstelasi politik di wilayah Sumatera bagian utara dengan menggelar rangkaian agenda strategis nasional. Bertempat di Hotel AIHO Medan, partai besutan Anis Matta dan Fahri Hamzah ini dijadwalkan melaksanakan tiga kegiatan besar secara simultan pada 2 – 3 Mei 2026.

Rangkaian agenda tersebut meliputi Ideologisasi Partai Tingkat Dasar, Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) I, dan Training for Facilitator (TFF). Kegiatan yang menjadi momentum krusial bagi perjalanan organisasi ini akan dihadiri langsung oleh jajaran narasumber elite dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gelora Indonesia yang bertolak dari Jakarta untuk memberikan pembekalan eksklusif bagi para kader di daerah.

Ketua DPW Partai Gelora Sumatera Utara, Muhammad Nasir, didampingi Sekretaris Purna Irawan menegaskan, langkah ini diambil sebagai bentuk penguatan fondasi partai. Menurutnya, Sumatera Utara memiliki posisi geopolitik yang sangat strategis dalam peta pengembangan Partai Gelora di kawasan barat Indonesia.

“Kami ingin Partai Gelora tumbuh dengan kekuatan gagasan dan kualitas kader yang mumpuni. Pembinaan ideologi dan peningkatan kapasitas bukan sekadar rutinitas, melainkan keniscayaan agar kader Gelora hadir membawa solusi nyata di tengah masyarakat, bukan sekadar pelengkap dalam politik elektoral,” ujar Nasir kepada wartawan, Rabu (29/4/2026).

Lebih jauh, Nasir memaparkan bahwa agenda Ideologisasi Dasar merupakan proses krusial untuk memastikan setiap fungsionaris memahami tiga pilar utama: destinasi (goals) partai, alasan (reasoning) di balik cita-cita tersebut, serta peta jalan (roadmap) untuk mencapainya.

Dalam sesi ini, para peserta akan digembleng dengan materi-materi berat yang relevan dengan tantangan zaman, mulai dari analisis Krisis Global, dinamika Dunia Islam dan Nasional, hingga pemahaman mendalam mengenai Perang Kognitif.

Salah satu materi inti yang menjadi sorotan adalah “Roadmap Indonesia Menuju Super Power Baru Dunia”. Partai Gelora meyakini bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin global jika dikelola dengan gagasan yang tepat. Materi “The Great Realities” serta analisis mendalam mengenai bonus demografi Indonesia, khususnya di Sumatera Utara, juga menjadi poin utama dalam pengkaderan ini.

“Dari pemahaman materi-materi inilah kami berharap lahir keyakinan kuat di hati para kader. Perjuangan ini adalah wujud cinta dan tanggung jawab terhadap bangsa Indonesia, sebagai amanah dari Tuhan Yang Maha Esa dan para founding fathers kita,” tambah Nasir.

Ia juga menekankan pentingnya pemahaman ideologi ini hingga ke tingkat lingkungan (PAC) agar masyarakat luas dapat ikut mengambil peran dalam perubahan nasional.

Di sisi lain, agenda Training for Facilitator (TFF) akan diikuti oleh perwakilan delegasi dari lima provinsi yang tergabung dalam Badan Pemenangan Teritorial (BPT) 10 Sumbagut, yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau. Program ini dirancang khusus untuk melahirkan instruktur-instruktur politik yang kompeten.

Ketua Panitia Pelaksana, Herry AH, didampingi Koordinator Acara Syaiful Arifin, menjelaskan bahwa TFF bertujuan melahirkan fasilitator terbaik yang akan menjadi penggerak organisasi di daerah masing-masing.

“Fasilitator inilah yang akan menjadi ujung tombak dalam pendidikan politik, kaderisasi, dan penguatan struktur partai di tingkat akar rumput. Kami ingin proses pembinaan kader berjalan sistematis, terukur, dan berdampak luas,” jelas Herry.

Menurutnya, partai yang besar tidak hanya diukur dari jumlah suara, tetapi dari kualitas kader yang memahami arah perjuangan dan memiliki integritas moral yang tinggi. Dengan hadirnya fasilitator yang andal, internalisasi nilai-nilai dasar dan visi misi partai dapat tersampaikan secara utuh hingga ke pelosok desa.

Melengkapi dua agenda pengkaderan tersebut, Rakorwil I Partai Gelora Sumut akan menjadi wadah evaluasi program kerja dan perumusan strategi politik ke depan. Agenda ini akan menyatukan langkah organisasi dalam memberikan pelayanan masyarakat yang lebih efektif.

Partai Gelora menegaskan komitmennya bahwa politik harus menghadirkan solusi nyata, mendorong kemajuan bangsa, dan memperkuat persatuan nasional. Melalui tiga agenda besar ini, Gelora memposisikan diri sebagai partai masa depan yang modern, berintegritas, dan berorientasi penuh pada kepentingan rakyat demi membawa Indonesia terbang lebih tinggi di kancah internasional. (adz)

Tifatul Sembiring: Keadilan Sosial Kunci Harus Diaplikasikan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

MEDAN, SumutPos.co– Anggota DPR RI Fraksi PKS, Ir. H. Tifatul Sembiring, menegaskan, pengamalan nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia merupakan solusi fundamental dalam mengatasi berbagai problematika bangsa yang masih terjadi hingga saat ini. Hal tersebut disampaikannya dalam agenda Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang berlangsung di Hotel Grand Darussalam, Jalan Darussalam, Medan, Selasa (17/3).

Dalam paparannya, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika era Presiden SBY ini menyoroti sejumlah isu krusial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, mulai dari keterbatasan lapangan kerja, mahalnya biaya pendidikan berkualitas, hingga ketimpangan fasilitas kesehatan.

“Permasalahan bangsa hari ini seyogianya dapat kita selesaikan jika keadilan sosial diaplikasikan secara sempurna dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Tifatul di hadapan para tokoh agama dan pemuda Kota Medan.

Menurutnya, sila kelima Pancasila harus menjadi kompas dalam pengambilan kebijakan agar tidak ada lagi diskriminasi di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang setara untuk mengakses pendidikan bermutu dan jaminan kesehatan tanpa terkecuali.

“Ke depan, tidak boleh ada lagi sekat atau diskriminasi. Semua rakyat Indonesia harus memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan pekerjaan dan hidup layak,” tambahnya.

Selain menyinggung persoalan domestik, Tifatul juga mengajak masyarakat untuk mensyukuri keberagaman suku, agama, ras, dan golongan yang ada di Indonesia. Ia memandang perbedaan bukan sebagai pemecah belah, melainkan anugerah yang justru memperkuat soliditas bangsa.

Di sisi lain, dalam konteks kemanusiaan internasional, Tifatul secara konsisten mengajak konstituennya untuk terus memberikan dukungan penuh terhadap perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina. Ia menegaskan bahwa segala bentuk kolonialisme harus dihapuskan dari muka bumi.

Sosialisasi ini juga menjadi ruang edukasi mengenai pilar kebangsaan lainnya, yakni Pancasila sebagai dasar negara, UUD NRI 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa.

Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari peserta yang hadir. Salah satu peserta mengungkapkan bahwa edukasi mengenai Empat Pilar sangat krusial bagi generasi muda guna memupuk rasa cinta tanah air dan memperkokoh rasa nasionalisme di era modern. (adz)

Tasyakuran Juara 1 Forsa Idol 2026: DPW Forsa Sumut Tepung Tawari Syifa Ramadhani

Syifa Ramadhani menyerahkan Piala Bergilir Forsa Idol 4 Tahun 2026 kepada Ketua DPW Forsa Sumut Burhanuddin Sitepu SH, di sela tasyakuran yang digelar di Kantor DPW Forsa Sumut, Jalan TB Simatupang Medan, Selasa (28/4/2026).
Syifa Ramadhani menyerahkan Piala Bergilir Forsa Idol 4 Tahun 2026 kepada Ketua DPW Forsa Sumut Burhanuddin Sitepu SH, di sela tasyakuran yang digelar di Kantor DPW Forsa Sumut, Jalan TB Simatupang Medan, Selasa (28/4/2026).

MEDAN, SumutPos.co– Suasana penuh kekeluargaan menyelimuti Sekretariat DPW Fans of Rhoma Irama and Soneta (Forsa) Sumatera Utara di Jalan TB Simatupang, Medan, pada Selasa (28/4/2026). Puluhan anggota dan pengurus berkumpul menggelar tasyakuran atas prestasi gemilang Syifa Ramadhani.

Syifa Ramadhani, duta berbakat dari Sumatera Utara, baru saja dinobatkan sebagai Juara 1 Forsa Idol 2026 dalam babak final yang digelar di Jakarta beberapa waktu lalu. Kemenangan ini menjadi kebanggaan besar bagi insan musik dangdut, khususnya para penggemar Raja Dangdut Rhoma Irama di Sumatera Utara. Keberhasilan ini juga tidak lepas dari soliditas pengurus di bawah komando Burhanuddin Sitepu SH dan Eko Blangkon.

Ketua DPW Forsa Sumut, Burhanuddin Sitepu SH, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras Syifa yang mampu membawa pulang piala bergengsi tersebut ke tanah Deli.

Burhanuddin menekankan, prestasi ini merupakan buah dari disiplin dan kecintaan yang tulus terhadap karya-karya Rhoma Irama. “Kemenangan Syifa membuktikan talenta musik di Sumut tetap diperhitungkan di kancah nasional,” kata Burhanuddin.

Burhanuddin menegaskan, keberhasilan Syifa Ramadhani menjuarai Forsa Idol 2026 bukanlah titik akhir, melainkan awal dari kebangkitan talenta-talenta muda Forsa di Sumatera Utara. “Kemenangan Syifa adalah bukti bahwa pembinaan yang kita lakukan berjalan di jalur yang benar. Ke depan, target kami adalah menjadikan DPW Forsa Sumut sebagai barometer nasional dalam pelestarian karya Bang Haji Rhoma Irama,” tegasnya.

“Kami akan memperkuat konsolidasi hingga ke tingkat DPC agar semakin banyak ‘Syifa-Syifa’ baru yang lahir, yang tidak hanya pandai bernyanyi, tetapi juga mampu mengamalkan pesan moral serta dakwah yang terkandung dalam musik Soneta,” pungkasnya.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris DPW Forsa Sumut, Eko Blangkon, menambahkan bahwa keberhasilan Syifa diharapkan dapat memotivasi anggota Forsa lainnya di Sumatera Utara untuk terus berkarya dan menjaga marwah organisasi. “Syifa diharapkan terus konsisten menyebarkan pesan moral dalam lagu-lagu Rhoma Irama,” harap Eko.

Dalam sambutan singkatnya, Syifa Ramadhani menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh keluarga besar Forsa Sumut yang telah memberikan dukungan luar biasa selama ia berjuang di Jakarta. “Ini adalah kemenangan kita bersama. Terima kasih kepada Bapak Burhanuddin, Mas Eko, dan seluruh rekan-rekan Forsa Sumut yang sudah menjadi rumah sekaligus sistem pendukung terbesar bagi saya,” ujar Syifa dengan haru.

Acara tasyakuran diisi dengan tepung tawar dan marhaban serta ditutup dengan sesi ramah tamah dan makan siang bersama sebagai simbol syukur serta upaya mempererat tali silaturahmi antaranggota. (adz)

Rayakan Hari Kartini, The Reiz Suites Hadirkan Make Up Class Eksklusif dengan Cara Mastershade Architect Bersama Make Over

MEDAN, SumutPos.co- Dalam rangka memperingati Hari Kartini, The Reiz Suites menghadirkan pengalaman spesial yang memadukan keindahan, kepercayaan diri, serta nilai budaya melalui kolaborasi bersama Makeover pada tanggal 21 April 2026 kemarin. Mengangkat semangat emansipasi perempuan masa kini, kegiatan ini diwujudkan dalam bentuk Make Up Class dengan pendekatan personal melalui treatment Mastershade Architect dari Makeover.

Sesi ini diawali dengan proses analisa karakter wajah setiap peserta mulai dari bentuk, tone, hingga fitur unik untuk menentukan gaya riasan yang paling sesuai. Pendekatan ini menekankan bahwa setiap perempuan memiliki keunikan tersendiri, yang dapat ditonjolkan melalui teknik makeup yang tepat.

Setelah sesi analisa, para peserta melanjutkan ke kelas makeup yang dipandu langsung oleh profesional dari Make Over, sehingga tidak hanya mendapatkan hasil riasan yang optimal, tetapi juga pemahaman mendalam mengenai teknik aplikasi yang sesuai dengan karakter masing-masing. Melalui rangkaian ini, Make Over menghadirkan pengalaman kecantikan yang tidak hanya berfokus pada tampilan luar, tetapi juga pada peningkatan rasa percaya diri.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh Raden Ajeng Kartini, seluruh peserta diwajibkan mengenakan dress code kebaya, menciptakan suasana yang anggun dan sarat makna. Selaras dengan semangat tersebut, seluruh karyawan The Reiz Suites juga turut berpartisipasi dengan mengenakan kebaya dan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia, menghadirkan atmosfer budaya yang kuat di seluruh area properti.

Bapak Anton Subiyakto, Cluster General Manager menyatakan, “Melalui kolaborasi bersama Make Over, kami ingin menghadirkan pengalaman yang relevan dengan perempuan masa kini bahwa kecantikan tidak hanya tentang penampilan, tetapi juga tentang memahami diri sendiri dan berani mengekspresikannya. Semangat inilah yang kami yakini sejalan dengan nilai-nilai Kartini yang terus hidup hingga hari ini”.

Melalui inisiatif ini, The Reiz Suites berharap dapat terus menghadirkan program yang tidak hanya memberikan pengalaman, tetapi juga makna, sekaligus menjadi ruang yang mendukung perempuan untuk tumbuh, berekspresi, dan percaya diri. (adz)