27 C
Medan
Thursday, January 1, 2026
Home Blog Page 649

PSI Gelar Konser Solidaritas Kampanye Akbar di Tembung, Dihadiri Kaesang Pangarep

HADIR: Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, di Lapangan Percut Seituan, Tembung Pasar 10 Medan, Rabu (24/1).Istimewa.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggelar Konser Solidaritas Kampanye Akbar, di Lapangan Percut Seituan, Tembung Pasar 10 Medan, Rabu (24/1). Hadir dalam acara tersebut, Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep beserta istri, Ketua DPW PSI Sumut, HM Nezar Djoeli, Penggiat Anti Korupsi, sekaligus Caleg DPR RI dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Irma Hutabarat, beserta lainnya.

Ketua DPW PSI Sumut sekaligus Caleg DPR RI, HM Nezar Djoeli mengatakan, 19 hari lagi rakyat Indonesia menuju momen yang ditunggu-tunggu, yakni Pemilihan Umum (Pemilu).

“Kita menuju momen yang ditunggu-tunggu, yakni Pemilu. Nanti di 14 Februari 2024, kita memilih perwakilan-perwakilan PSI, yang akan ditempatkan di DPR RI, DPRD Sumut dan kabupaten/kota. Kita akan memilih pemimpin yang akan meneruskan program Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) menuju Indonesia Maju. Kita tidak ingin lagi pihak-pihak asing yang menguasai aset-aset negeri ini,” ujar Nezar dihadapan ribuan masyarakat yang hadir di acara tersebut.

Penggiat Anti-Korupsi, sekaligus Caleg DPR RI dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Irma Hutabarat mempromosikan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat, khususnya di Sumatera Utara (Sumut). “Kalau PSI menang, kita akan perjuangkan supaya bapak ibu dan seluruh masyarakat di Sumut ini BPJS nya digratiskan dan itu jadi program kita jika PSI menang,” ujarnya.

Menurut Irma, kenapa harus gratis, dan program BPJS gratis?. Jadi program utama oleh partai besutan Kaesang Pangarep itu, bahwa dengan memberikan BPJS gratis akan memberikan kesetaraan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat khususnya di Sumut ini.

“Banyak yang tidak percaya, tapi PSI kalau menang akan wujudkan itu. Maka, bapak dan ibu harus menangkan PSI, lambangnya mawar merah dan nomor 15. Setuju?. Sepakat menangkan PSI ini?,” pekiknya dari atas panggung.

Dijelaskannya, mewujudkan BPJS gratis tidaklah sulit. Sebab,dengan anggaran kesehatan, yang kalau mengcover seluruh masyarakat hanya dibutuhkan Rp113 triliun. “Jadi, kalau memang mau sebenarnya tidaklah payah, dan itu pasti terwujud jika PSI menang.Dan dukunglah kami agar menang,” tandasnya.

Selain memilih Calon Presiden-Calon Wakil Presiden (Capres dan Cawapres), lanjutnya, tetapi juga memilih perwakilan-perwakilan PSI. “Kita minta bapak-bapak dan ibu-ibu nanti di Pemilu 2024, pada 14 Februari mendatang, jangan lupa pilih PSI dan perwakilan-perwakilannya ya,” pinta Nezar.

Sementara itu, Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep dalam Kampanye Akbar PSI mensimulasikan pencoblosan Capres dan Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di depan ribuan masyarakat yang hadir. Kemudian, ia juga mensimulasikan tata cara menyoblos PSI. “Jangan salah pilih ya bapak-bapak dan ibu-ibu. Insya Allah empat persen target kemenangan PSI dapat kita capai,” katanya.

Saat disinggung sejumlah wartawan terkait Jokowi dukung 02, Kaesang meminta agar menanyakannya kepada Jokowi sendiri. “Itukan bisa ditanyakan kembali ke bapak (Jokowi, red). Pilihannya bapak siapa, tapi balik lagi ya selama tidak menggunakan fasilitas kenegaraan. Saya rasa presiden berkampanye tidak masalah,” sebutnya, saat temu pers. (dwi/azw)

KPU Batubara Ajak PPK dan PPS Kerja Keras

istimewa BERSAMA: Ketua KPU Batubara Erwin, Unsur Polres Batubara, dan Pengurus PT Perkebunan Socfindo Tanahgambus saat menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara melalui aplikasi Sirekap di Aula Serbaguna PT Perkebunan Socfindo Tanahgambus, Limapuluh, Batubara, Rabu(24/1).

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batubara mengelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara serta pengguna aplikasi Sirekap dalam rangka persiapan Pemilu Serentak Tahun 2024, di Aula Serbaguna PT Perkebunan Socfindo Tanahgambus, Limapuluh, Batubara, Rabu(24/1).

Ketua KPU Batubara Erwin SE dalam sambutannya mengatakan bahwa simulasi dan pemungutan dan penghitungan suara serta penggunaan aplikasi Sirekap merupakan simulasi kedua.

“Kegiatan ini berguna untuk memberikan gambaran bahwa kegiatan pelaksanaan Pemilu 2024 pada tanggal 14 Februari seperti sosialiasi saat inilah rilnya,” jelasnya.

Menurut Erwin, pelaksanaan simulasi ini melibatkan para pemilih ril di tempat pemungutan suara (TPS) setempat.

Erwin juga menekankan kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) melalui bimbingan teknik agar bekerja sesuai regulasi, bekerja dengan hati, bekerja tanpa paksaan.

“Karena dengan hati yang baik dan semangat, semua tahapan Pemilu dapat terlaksana dengan lancar,” tandasnya. (mag-3/azw)

KST Bakar Empat Rumah Warga

net TEBAR TEROR: KelompoK Separatis Teroris (KST) tebar teror dengan membakar empat rumah warga.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Setelah sejumlah anggota tertembak, kelompoK separatis teroris (KST) mengamuk dengan membakar rumah warga. Satgas Damai Caetenz memastikan setidaknya empat rumah warga hasil bantuan Dinas Sosial dibakar oleh KST. Petugaa berupaya melakukan pengejaran terhadap KST yang membakar rumah warga tersebut.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2024 AKBP Bayu Suseno mengatakan, pembakaran rumah itu terjadi Senin sore (22/1) di Kabupaten Intan Jaya. Petugas mengetahui dari adanya kepulan asap yang begitu tebal. “Petugas lantas mendatangi asal asap itu,” paparnya.

Diketahui terdapat empat bangunan rumah yang dibakar oleh KST. Keempat rumah tersebut merupakan bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Intan Jaya. “Pembakaran dipastikan dilakukan KST,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya.

Karena kejadian tersebut, petugas meningkatkan intensitas patroli di Intan Jaya. Sehingga, maayarakat lebih aman karena ada jaminan keamanan. “Kami tingkatkan patrolinya dan dikejar pelakunya,” tegasnya.

Dia mengatakan bahwa untuk jumlah anggota KST yang tertembak pasukan gabungan TNI dan Polri juga mengalami penambahan. Bila sebelumnya diinformasikan terdapat tiga anggota KST, penelusuran terbaru memastikan ada empat anggota KST yang tertembak. “Tambah satu orang “ jelasnya.

Lalu, pada Selasa (23/1) KST juga melakukan penembakan terhadap pesawat yang ditumpangi Tim Penegakkan Hukum Satgaa Operasi Damai Cartenz. Petugas langsung memberikam serangan balasan terhadap KST. “Dalam serangan balasan itu seorang anggota KST kembali tertembak. Jenasah sedang proses evakuasi,” paparnya.

Namun, untuk senjata dan amunisi dsri pelaku dibawa kabur anggota KST lainnya. Dia mengatakan, jadi total anggota KST yang tertembak dalam pekan ini menjadi lima orang. “Kami akan terus berupaya menjaga keamanan di Papua,” paparnya.

Terpisah, Kodam XVII/Cenderawasih memastikan bahwa Kelompok Separatis Teroris (KST) bernama Melkias Matani sudah tewas. Yang bersangkutan kehilangan nyawa dalam kontak tembak yang terjadi di Kampung Kumbalaga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya pada Selasa (23/1).

Dia tewas dalam kontak tembak antara KST dengan Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Infanteri (Yonif) 330/Tri Dharma. Kontak tembak itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIT.

Wakil Sementara Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Letkol Infanteri Candra Kurniawan menyatakan, kontak tembak tersebut terjadi usai sebelas orang anggota KST mendekat ke Pos TNI Satgas Yonif 330/Tri Dharma.

Mereka mendekat sambil membawa dua pucuk senjata api laras panjang. Tidak hanya mendekat, mereka turut menyerang dan menembaki para prajurit TNI di pos tersebut. serangan itu langsung direspons oleh para prajurit yang berjaga di pos.

Usai kontak tembak itu, Kodam XVII/Cenderawasih mendapat informasi bahwa Melkias tertembak dan meninggal dunia. “Gerombolan itu tidak pernah berhenti melakukan aksi terornya. Bukan hanya kepada aparat keamanan, namun juga kepada masyarakat. Baik membunuh warga sipil maupun membakar rumah dan fasilitas pelayanan serta tempat ibadah,” beber perwira menengah dengan dua kembang di pundak tersebut.

Candra memastikan, Kodam XVII/Cenderawasih terus melakukan langkah-langkah dalam tugas perbantuan penegakan hukum dengan Polri. “Penegakan hukum terus dilakukan oleh TNI – Polri. Baik secara terukur maupun mempedomani HAM,” kata dia menegaskan.

Informasi tersebut turut dibenarkan oleh Kepala Penerangan (Kapen) Kogabwilhan III Kolonel Czi Gusti Nyoman Suriastawa. Dia memastikan, petugas di lapangan terus meningkatkan kewaspadaan di Intan Jaya.  Menurut Suriastawa, jenazah Melkias dibawa oleh anggota KST lainnya. “Satu KST atas nama Melkias Matani meninggal dunia dan dibawa lari anggota KST lainnya,” terang dia.

Dia menyatakan bahwa petugas TNI dan Polri di lapangan terus bersiaga untuk mengantisipasi aksi lanjutan yang dilakukan oleh KST. Beberapa hari terakhir kelompok tersebut terus melancarkan aksi. Mereka menyerang aparat keamanan dan masyarakat sipil. (idr/syn/jpg/ila)

Lambat Tahan Eddy, KPK Digugat di Praperadilan

PAJANG FOTO: Polisi berjaga mendampingi aksi aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) yang memajang foto poster Harun Masiku di depan gedung Merah Putih KPK Kuningan Jakarta, Senin (15/1) lalu. Tak hanya kasus Harus Masiku, kali ini Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menggugat praperadilan KPK di PN Jakarta Selatan.MUHAMAD ALI/JAWAPOS.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Tak hanya kasus Harus Masiku, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) kembali menggugat praperadilan KPK di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Gugatan itu terkait tak kunjung ditahannya Eks Wamenkumham Edward Omar Sharif Hiariej, meski telah ditetapkan tersangka.

Gugatan yang didaftarkan pada Selasa (23/1) itu, MAKI menginginkan agar KPK berlaku adil. “Dengan segera melakukan penahanan terhadap Eddy,” ucap Koordinator MAKI Boyamin Saiman.

Ada beberapa pertimbangan mengenai desakan itu. Di antaranya, adalah kerangka kasus itu sendiri. KPK telah menahan pengusaha tambang Helmut Hermawan yang menjadi penyuap Eddy. Namun, Eddy sebagai penerima duit belum ditahan.

Padahal, berdasar Pasal 5, 6 , 11 dan 12 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi, untuk kasus suap, ancaman hukuman penjaranya bagi pejabat penerima lebih tinggi daripada pemberi suap. “Bahkan bisa maksimal 20 tahun, sedangkan pemberi suap maksimal 5 tahun,” katanya.

Artinya, dilihat dari sisi ancaman hukuman, semestinya titik berat pada oknum pejabat penerima suap. Sehingga semestinya jika pemberi ditahan maka penerima semestinya dilakukan penahanan.

Kini Eddy sedang berupaya lolos dari jerat tersangka lewat gugatan praperadilan, KPK tetap bisa melakukan penahanan. “Apalagi gugatan yang diajukan Edy Hariej belum diputus oleh PN Jaksel,” paparnya.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata pada 9 November 2023 Eddy sudah ditetapkan sebagai tersangka. Eddy lewat dua orang kepercayaanya Yosi dan Yogi diduga telah menerima suap dan gratifikasi dari Helmut Hermawan. Total yang diterima ditaksir mencapai Rp8 miliar.

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri merespon soal tak kunjung ditahannya tiga orang tersangka di lingkungan kasus suap Kemenkumham ini. “ Ya itu kan kebutuhan dalam proses penyidikan nanti penyidik yang akan menentukan,” terangnya.

Dia memastikan, tidak ada tersangka KPK yang tidak ditahan. Kecuali, memang kemudian tidak memenuhi syarat yang sangat permanen dan sebagainya. Pertimbangan lebih lanjut untuk dilakukan penahanan pasti ada.

“Ini kan salah satu teknis dalam penahanan perkara. Terkait kasus ini,” paparnya. Tidak kemudian menghentikan proses penyidikannya atau mengurangi substansi dari proses penyidikannya. (elo/jpg/ila)