24 C
Medan
Friday, January 2, 2026
Home Blog Page 654

Bupati Surya Kukuhkan Satlinmas Kabupaten Asahan

APEL: Forkopimda Kabupaten Asahan foto bersama usai pelaksanaan apel. (foto/ist).

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Bupati Asahan H Surya, BSc memimpin apel gelar pasukan dan mengukuhkan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di Alun-Alun Rambate Rata Raya Kisaran, Selasa (23/1/2024). Pengukuhan ini dalam rangka pengamanan Pemilihan Umum Tahun 2024 di Kabupaten Asahan.

Bupati Asahan mengatakan, Satlinmas merupakan perpanjangan tangan pemerintah yang berwenang menjaga kondusifitas di wilayah masing-masing baik Desa maupun Kelurahan.

“Selain sebagai pelindung masyarakat, baik dalam penanganan maupun pengurangan risiko bencana, Satlinmas juga memiliki peran strategis dalam memelihara keamanan, ketentraman ketertiban masyarakat pada saat Pemilihan Kepala Desa Pemilihan Kepala Daerah dan Pemilihan Umum serta membantu upaya pertahanan Negara,” ujarnya.

Bupati berharap anggota Satlinmas dapat mengambil bagian dalam membantu TNI-Polri dalam menjaga keamanan, ketentraman dan ketertiban umum serta pencegahan tindakan kriminal.

Ia juga berpesan kepada seluruh anggota Satlinmas dapat menciptakan situasi di masyarakat yang tentram dalam menghadapi tahun politik saat ini, selalu tanggap dalam menghadapi setiap situasi yang terjadi serta mengedepankan tugas sebagai pelindung masyarakat dan bangun budaya gotong royong serta selalu menjaga kebersamaan sehingga Citra Linmas diakui dan dipercaya masyarakat.

Terakhir Bupati mengatakan dirinya memahami bahwa tugas ini tidaklah mudah, namun keyakinannya, dengan semangat, dedikasi dan komitmen yang tinggi, Satlinmas Desa dan Kelurahan akan mampu menjalankan tugas dengan baik dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Selamat kepada anggota Satlinmas yang baru saja saya kukuhkan, semoga pemilu yang akan diselenggarakan tanggal 14 Februari 2024 mendatang bisa berjalan dengan kondusif dan aman,” ungkapnya. (mag-10/ram)

Hari Bhakti Imigrasi, Pegawai Lapas Medan Donor Darah

DONOR DARAH: Pegawai Lapas I Medan mendonorkan darah dalam rangka Hari Bhakti Imigrasi ke-74, Selasa (23/1/2024).

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Sebanyak 10 Orang pegawai Lapas Kelas I Medan, mendonorkan darah dalam rangka semarakkan Hari Bhakti Imigrasi ke-74, Selasa (23/1/2024).

“Semoga kegiatan donor darah ini dapat memberikan manfaat bagi banyak orang, terutama bagi kami petugas yang menjadi pendonor,” ujar Kepala Kesatuan Pengamanan, Eben Haezer Depari.

Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), kegiatan donor darah ini diharapakan dapat memberikan manfaat dari setiap tetes darah yang didonorkan kepada mereka yang membutuhkan sebagai penyempurnaan bakti untuk membantu sesama dengan semangat donor darah.

“Sebelum mendonorkan darahnya, calon pendonor diwajibkan mengisi formulir yang telah disediakan dan kemudian dilakukan pemeriksaan tekanan darahnya dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan dan kadar hemoglobin (Hb) oleh tenaga kesehatan,” jelasnya.

“Calon pendonor yang dinyatakan sehat dan memenuhi syarat sebagai pendonor kemudian dapat mengikuti kegiatan donor darah,” pungkasnya. (man/ram)

Kabupaten Sergai Raih Peringkat 1 Pelayanan Publik dari Ombudsman RI

PENGHARGAAN: Bupati Sergai H. Darma Wijaya saat menerima penghargaan dari Ombudsman RI di Medan (23/1/2024).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Serdangbedagai (Pemkab Sergai) membuka tahun 2024 dengan prestasi. Kabupaten yang dipimpin Bupati Darma Wijaya ini berhasil meraih penghargaan dari Ombudsman RI Perwakilan Sumut atas Penilaian Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2023.

Kabupaten Sergai berada di peringkat teratas penilaian se-Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dengan status “Opini Kualitas Tertinggi”, Kategori A, Zona Hijau, dengan nilai 93,73.

Piagam penghargaan ini diterima langsung oleh Bupati Sergai H. Darma Wijaya yang didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sergai H. M. Faisal Hasrimy bertempat di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Medan Helvetia, Medan, Selasa (23/1/2024).

Dalam sambutannya, Bupati Sergai menyebut Penilaian Penyelenggaraan Pelayanan Publik bermaksud untuk meningkatkan kualitas dan menjamin penyediaan pelayanan publik sesuai dengan asas-asas umum pemerintahan dan korporasi yang baik serta untuk memberi perlindungan bagi setiap warga negara dan penduduk dari penyalahgunaan wewenang di dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

“Penghargaan ini adalah sebuah penghargaan yang luar biasa. Kami, Pemkab Sergai berterimakasih atas kehormatan yang dipercayakan kepada kami,” ungkapnya bangga.

Bupati Sergai menegaskan jika penghargaan yang diraih ini bukan untuk dirinya dan bukan pula untuk perangkat daerah di lingkungan Pemkab Sergai, tetapi untuk seluruh pengguna layanan yakni rakyat Sergai.

“Pemkab Sergai berkomitmen untuk mencapai visi “Maju Terus” yaitu Mandiri, Sejahtera dan Religius. Salah satu dari 5 misi Kabupaten Sergai, yaitu misi kedua, menyelenggarakan pelayanan publik dengan tata kelola pemerintahan daerah yang bersih dan baik atau clean and good governance,” terangnya lebih lanjut.

Komitmen tersebut, lanjut Bupati, dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sergai. Dengan hasil yang diperoleh hari ini, Bupati menyebut Pemkab Sergai telah mencapai target kinerja Indikator Kinerja Utama (IKU) di atas target yang telah direncanakan sejak tahun 2021.

Perolehan nilai ini, sambung Darma Wijaya, tidak terlepas dari pendampingan Ombudsman RI Perwakilan Sumut serta keseriusan perangkat daerah yang menjadi lokus penilaian tahun 2023 untuk terus meningkatkan pelayanan publik.

Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada pimpinan dan jajaran Ombudsman RI dan Ombudsman perwakilan Provinsi Sumut, dan dirinya berharap kiranya pendampingan ini terus berjalan.

“Kami tentu berharap kewajiban Pemkab Sergai untuk melayani setiap warga negara dan penduduk dalam memenuhi hak dan kebutuhan dasarnya dalam kerangka pelayanan publik yang merupakan amanat UUD 1945, dapat terwujud, dan kami tingkatkan menuju pelayanan publik yang prima,” tandasnya.

Di kesempatan serupa, Sekdakab Faisal Hasrimy menyampaikan jika prestasi ini merupakan kebanggaan bagi Kabupaten Sergai. Hal itu menurutnya dikarenakan Pemkab Sergai mampu berada di peringkat tertinggi dibandingkan kabupaten/kota se-Sumut.

“Syukur Alhamdullilah posisi Kabupaten Sergai mengalami peningkatan yang sangat baik di tahun ini. Prestasi ini semoga menjadi motivasi dan dorongan bagi setiap perangkat daerah di Sergai untuk terus menjaga, dan bahkan meningkatkan kualitas pelayanan publik,” harapnya.

Sebagai informasi, proses penilaian yang dilaksanakan oleh Ombudsman dilaksanakan di 7 lokus atau lokasi di Kabupaten Sergai yaitu Dinas Pendidikan, DPMPTSP, Disdukcapil, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Puskesmas Perbaungan, dan Puskesmas Pantai Cermin.

Ikut hadir dalam kegiatan ini di antaranya Pj. Gubernur Sumut Hassanudin yang diwakili oleh Sekdaprov Sumut Arief Sudarto Trinugroho, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumut James Marihot Panggabean, para Kepala Daerah se-Sumut, Asisten Administrasi Umum Kaharuddin, Kadis Pendidikan Suwanto Nasution, Kadis PMP2TSP Reza Firmansyah, Kadis Dukcapil Selamet Hartono, Kadis Kesehatan dr. Yohnly Boelian Dachban, Kadis Sosial Arianto, Kabag Organisasi Romian Parulian Siagian, Analis Kebijakan Bagian Organisasi Jonni Hutagalung, para Kapus, dan perwakilan OPD terkait. (fad/ram)

Polres Labusel Mediasi Kasus Pencurian 3 Anak Bawah Umur

Polsek Kota Pinang mediasi kasus pencurian libatkan anak pelajar. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Resor (Polres) Labuhanbatu Selatan (Labusel) menyelesaikan kasus pencurian yang dilakukan tiga anak di bawah umur.

“Kita melakukan problem solving kasus pencurian melibatkan tiga anak di bawah umur, dan kedua belah pihak sepakat berdamai,” kata Kapolres Labusel, AKBP Maringan Simanjuntak melalui Ps Kapolsek Kota Pinang, Krisnat Indratno, Selasa (23/1).

Dijelaskannya, kegiatan problem solving itu digelar di aula Mapolsek Kota Pinang pada Senin (22/1) sore.

Peristiwa pencurian itu dialami tiga korban, Reza Arbain (24), warga Desa Pekan Tolan Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labusel, Suparmin (36), warga Dusun Simaninggir, Desa Sosopan, Kecamatan Kota Pinang, Labusel dan Muhammad Efendi (35), warga Dusun Simaninggir, Desa Sosopan, Kecamatan Kota Pinang, Labusel.

Sedangkan pelaku adalah, SS (16), VNP (17) dan APH (16).

Dijelaskannya, pada Senin (22/1) sekira pukul 00.15 WIB, Kepala Dusun (Kadus) Simaninggir, Desa Sosopan dibantu warga setempat mengamankan tiga pelaku pencurian handphone (HP) milik ketiga korban.

“Kadus dibantu warga berhasil menangkap ketiga pelaku di sebuah ruko Dusun Simaninggir Desa Sosopan,” jelasnya.

Selanjutnya, kadus mengamankan ketiga pelaku ke Polsek Kota Pinang dan meminta bantuan agar permasalahan tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan karena pelaku masih berstatus pelajar.

“Setelah mendengarkan keterangan kedua belah pihak, dengan menerima arahan dari Kapolsek dan Bhabinkamtibmas kedua belah pihak sepakat berdamai secara kekeluargaan dan saling memaafkan, kemudian membuat surat kesepakatan perdamaian,” terangnya. (dwi)

Pegawai Puskesmas Tanjung Marulak Yang Viral Ditarik ke Dinkes

BERIKAN: Plt Kadis Kesehatan Kota Tebingtinggi, dr Henny Sri Hartati saat memberikan keterangan terkait ASN Puskesmas Tanjung Marulak yang viral.

TEBINGTINGG, SUMUTPOS.CO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tebingtinggi akhirnya melakukan pembinaan terhadap pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas dibagian pelayanan Puskesmas Tanjung Marulak Tebingtinggi yang menolak pasien BPJS Kesehatan berobat.

“Alhamdulillah semalam sudah kita mediasi. Tindakan yang kami lakukan terhadap ASN kita, pegawai bersangkutan sudah kita tarik dari Puskesmas Tanjung Marulak ke Dinas Kesehatan, untuk dilakukan pembinaan,” ujar Plt Kadis Kesehatan Tebingtinggi, dr Henny Sri Hartati di Kantor Dinkes Jalan Gunung Lauser Komplek Perkantoran BP7 Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi, Selasa (23/1/2024).

Masih kata dr Henny, pihaknya juga melakukan penyuluhan standar pelayanan di setiap puskesmas yang ada di Kota Tebingtinggi, untuk mencegah hal ini tidak terulang lagi.

“Kalau untuk Standar Operasi Pelayanan (SOP), Puskesmas sudah terakreditasi dan biasanya pengumuman persyaratan untuk berobat sudah ada tertera. Namun yang terpenting kita ingatkan agar setiap pegawai di Puskesmas agar tidak mencampurkan urusan pribadi saat bekerja,” tegas dr Henny.

dr Henny juga berharap hubungan kerja terkait kritik dan pemberitaan yang sudah baik selama ini tidak terganggu.

“Lakukanlah pelayanan itu sesuai SOP yang ada, karena semua sudah tertera dan tertulis. Jadi jangan masukkan urusan keluarga didalam melayani masyarakat, agar pelayanan terhadap masyarakat tidak terganggu,” tegas dr Henny Sri Hartati.

Seperti diberitakan sebelumnya, viral di media sosial dan pemberitaan terkait penolakan pasien berobat di Puskesmas Tanjung Marulak yang tidak membawa kartu BPJS Kesehatan. Pasca viral tersebut Dinkes Kota Tebingtinggi memfasilitasi mediasi antara oknum ASN tersebut dengan pasien dan berakhir damai. (ian/ram)

Pj Sekdako Tebingtinggi Ajak Remaja Hindari Pernikahan Dini

FKP DPPKB: Pj Sekdako Tebingtinggi Kamlan Mursyid didampingi Kadis PPKB Kota Tebingtinggi, Nina Zahara dalam forum konsultasi publik kebijakan Pemko Tebingtinggi dalam penurunan angka stunting.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO- Pj Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Tebingtinggi Kamlan Mursyid, mengikuti Forum Konsultasi Publik (FKP) pada Kebijakan Pemerintah Dalam Percepatan Penurunan Stunting di Kota Tebingtinggi yang digelar Pemerintah Kota Tebingtinggi melalui Dinas Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana (DPPKB) di aula Dinas Jalan Gunung Lauser Kota Tebingtinggi, Selasa (23/1/2024).

Dalam kesempatan itu, Pj Sekda Kota Tebingtinggi Kamlan Mursyid selaku narasumber mengatakan pernikahan dini merupakan salah satu permasalahan yang cukup mendesak dalam penanganan stunting.

“Kami kaji disini adalah permasalahan stunting, ada hal-hal yang sangat mendesak terhadap permasalahan stunting ini, salah satunya yaitu banyaknya pernikahan dini,” papar Kamlan.

Lebih lanjut dikatakan Kamlan, bahwa pernikahan dini kurang tepat dilakukan oleh pasangan pernikahan. Karena menurutnya usia wanita dalam pernikahan dini belum siap untuk mengalami proses kehamilan, yang mana jika hal ini dilakukan dapat berpengaruh terhadap kesehatan janin yang menjadi penyebab stunting pada anak.

“Bahwasanya pernikahan dini itu kurang elok, kenapa saya katakan kurang elok, karena tingkat umur yang seharusnya dalam kehamilan itu belum layak untuk rahim menanggung beban janin. Sehingga dari sisi kesehatannya akan berpengaruh terhadap pertumbuhan janin yang mana ini dapat menjadi salah satu penyebab stunting pada anak,” jelas Pj Sekdako Kamlan Mursyid.

Dikatakan Kamlan, bahwa salah faktor penyebab terjadinya pernikahan dini adalah pergaulan bebas remaja. “Jangan akibat pergaulan bebas membuat kita terperangkap pada sesuatu yang menjadikan terpaksa pernikahan dini. Sementara secara aturan mengatakan usia minimal untuk wanita melakukan pernikahan adalah 19 tahun, sama halnya dengan usia minimal pria untuk melakukan pernikahan,” bilangnya.

Terkait hal itu, Kamlan mengajak peserta FKP untuk memperhatikan anak, teman ataupun saudaranya agar terhindar dari pergaulan bebas dan pernikahan dini. “Kita disini mengajak semua anak-anak kita, saudara kita, teman kita supaya menghindari pergaulan bebas dan pernikahan dini. Sehingga salah satu penyebab dari permasalahan stunting ini dapat kita atasi secara bersama-sama,” bebernya.

Sebelumnya Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Nina Zahara menyampaikan tentang standar prosedur pelayanan perkawinan, yang mana salah satunya adalah tidak memberikan rekomendasi perkawinan bagi calon pasangan pernikahan yang tidak memenuhi syarat usia minimal untuk melakukan perkawinan.

“Jadi mereka, calon pengantin di bawah umur yang datang ke DPPKB, bilangnya Pengadilan Agama minta rekom dari kita (DPPKB), sementara kita dengan Pengadilan Agama sudah menjalin MoU agar tidak memberikan rekomendasi perkawinan bagi calon pasangan perkawinan di bawah umur,” tegas Nina.

Nina juga berharap agar permasalahan stunting ini menjadi tanggung jawab bersama, masyarakat dan semua pihak terkait, sehingga dalam penanganannya juga dapat dilakukan secara bersama-sama dengan bersinergi dan berkolaborasi.

“Bahwa masalah stunting ini bukan hanya Dinas PPKB, tapi adalah tanggungjawab semua, masyarakat dan OPD terkait. Untuk itu, mari kita bersama-sama bersinergi dan berkolaborasi dalam mengatasi permasalah percepatan penurunan stunting di Kota Tebingtinggi ini,” tambah Nina. (ian/ram)

Kejar Pendapatan Optimal, Dirut PUD Pasar Minta Jajarannya Perkuat Kolaborasi dan Koordinasi

RAPAT: PUD Pasar Kota Medan mengadakan rapat optimalisasi realisasi pendapatan yang diadakan Senin (22/1/2024) sore.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kolaborasi dan koordinasi yang baik merupakan salah satu faktor untuk mengahasilkan pendapatan yan optimal. Hal ini terungkap pada rapat optimalisasi realisasi pendapatan yang diadakan PUD Pasar Kota Medan, Senin (22/1/2024) sore.

Saat memimpin rapat, Dirut PUD Pasar Medan Suwarno didampingi Dirops Ismail Pardede, Dirkeu/Adm Fernando Napitupulu dan Dirbang/SDM Imam Abdul Hadi, mengatakan bahwa rapat tersebut diadakan untuk mengetahui proyeksi dari target pendapatan.

Dalam rapat yang diikuti para Kepala Cabang, para Kepala Bagian dan para Kepala Pasar se-jajaran PUD Pasar Medan itu, juga dibahas mengenai langkah-langkah untuk menggali potensi agar memberikan dampak meningkatnya pendapatan secara signifikan.

“Sebaik apapun program yang direncanakan, apabila tidak dijalankan dengan mengedepankan kolaborasi, koordinasi dan komunikasi yang baik, tentu akan sulit tercapai. Untuk itu, perkuat kolaborasi dan koordinasi antara kita,” ucap Suwarno.

Oleh sebab itu, Suwarno meminta setiap pegawai PUD Pasar Kota Medan untuk saling mengingatkan antar bagian terhadap program yang sedang dan akan berjalan. Suwarno juga meminta setiap pegawai agar bergerak cepat (gercep) dalam memberikan pelayanan.

“Mari satukan gerak, kolaborasi, dan jalankan tupoksi kita masing-masing. Sehingga kedepan apa yang direncanakan dapat memperoleh hasil yang optimal,” pungkasnya.
(map/ram)

Tampil Memukau, Mahfud Layak Dinobatkan Pemenang Debat Cawapres

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti mengatakan, Cawapres nomor urut 3 Mahfud MD tampil memukau dalam debat Pilpres 2024, kemarin. Ray menilai, Mahfud layak dinobatkan sebagai pemenang dalam debat Cawapres kedua tersebut.

“Mahfud, seperti biasa, tampil memukau. Penguasaan materi, cara menyampaikan, data yang disajikan dan menopang visi mereka dengan rekam jejak keberhasilan,” kata Ray kepada wartawan, Senin (22/1).

“Pak Mahfud layak dinobatkan sebagai pemenang dalam debat ini. Dan karenanya mendapat poin 3. Cak Imim dan Gibran seimbang, mandapat poin masing-masing 1,” ujarnya.

Ray menyebut, cawapres nomor 1 Muhaimin Iskandar alias Cak Imin juga tampil lebih baik dari debat sebelumnya. Menurutnya, Cak Imin lebih siap menghadapi debat kali ini dengan sejumlah materi yang disampaikan semalam.

“Sekalipun diledek Gibran karena baca catatan, tetapi jelas ada perkembangan dari debat pertama. Dua celetukan Cak Imin soal Gibran lumayan menggelitik: satu yang penting bukan catatan dari Mahkamah Konstitusi dan kedua soal keberlanjutan kekuasaan,” ujarnya.

Sementara itu, kata Ray, cawapres nomor 2 Gibran Rakabuming Raka tampil lebih menyerang. Ia sudah memprediksi debat kedua cawapres sebagai ajang “balas dendam”. “Balas dendam” atas situasi debat sebelumnya yang menimbulkan banyak tangis di kalangan pemilih Prabowo Subianto.

Menurutnya, Mahfud dan Cak Imin bisa menangkis serangan dari anak sulung Presiden Joko Widodo itu. Ray pun menyinggung soal pernyataan Jokowi yang menginginkan debat tak menyerang personal. Ia mengatakan Gibran juga sempat mendapat teguran karena terlalu bersemangat.

“Saya jadi teringat komentar pak Jokowi atas debat ke tiga sebelumny. Pak Jokowi menyatakan agar di dalam debat tidak ada serangan personal dan bertujuan untuk pendidikan politik. Apakah kiranya debat malam ini merupakan contoh debat beretika dan penuh pendidikan politik?” ujarnya. (adz)

Ijeck Terima Penghargaan di Taxpayer Awards Kanwil DJP Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) periode 2018-2023, H Dr Musa Rajekshah menerima penghargaan dari Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumut 1 pada malam Taxpayer Awards 2023 yang digelar di JW Marriot Hotel Medan, Senin (22/1/2024).

Dalam acara itu, pria yang akrab disapa Ijeck tersebut menerima penghargaan sebagai tokoh masyarakat yang secara aktif berkontribusi dalam pembayaran pajak (PPh, PPN, PPnBM dan PBB PSL) pada tahun 2023 di lingkungan Kanwil DJP Sumut 1.

Kepala Kanwil DJP Sumut 1, Arridel Mindra dalam acara tersebut mengatakan, bahwa pihaknya sengaja mengundang dan memberikan sesuatu yang spesial kepada para wajib pajak yang hadir dalam acara tersebut.

“Terima kasih karena sudah menjadi pejuang APBN. Apalagi seperti kita ketahui bahwa 2023 merupakan tahun yang memberikan kontribusi komposisi pajak tertinggi dalam lima tahun terakhir ini,” ujarnya.

Total penerimaan pajak untuk Sumatera Utara 1 pada tahun ini mencapai 67,37 persen. Dari jumlah ini penghasilan pajak terbesar masih bersumber dari pajak di Kota Medan.

“Tentu tidak ada alasan lain lagi bagi kami untuk memberikan penghargaan ini. Untuk diketahui 81 wajib pajak yang kami berikan rewards hari ini telah menyumbang hampir Rp10 triliun ke APBN. Makanya sangat wajar kami memberikan apresiasi ini,” ujarnya.

Salah satu wajib pajak yang menerima penghargaan itu adalah Ijeck. Caleg DPR RI dari Dapil Sumut 1 tersebut mengucapkan terima kasih kepada Kanwil DJP Sumut 1 yang telah memberikan penghargaan tersebut kepadanya.

“Pertama kita mau berterima kasih. Mudah-mudahan ini menjadi perangsang dan bisa memotivasi wajib pajak lainnya untuk aktif membayar pajak,” sebut Ijeck.

Selain itu, Ijeck juga berharap ini dapat ditiru oleh wilayah lainnya untuk memberikan penghargaan kepada wajib pajak. Karena pajak ini sangat penting dalam memajukan pembangunan daerah.

“Semua sektor tadi sudah dipaparkan. Dan pembangunan kita tidak akan berjalan dengan baik kalau pajak kita tidak mencapai target. Jadi mudah-mudahan ini menjadi penyemangat wajib pajak lainnya agar secara aktif membayar pajak,” harap Ketua DPD Partai Golkar Sumut tersebut. (rel/sih)

Desa Cikaso Raih Juara 2 Nugraha Karya Desa BRILiaN 2023 dengan BRImo dan BRI Merchant

Bawang merah menjadi salah satu potensi yang dimiliki Desa Cikaso. (Dok. BRI)

SUMUTPOS.CO – Terus berinovasi mengembangkan potensi wilayahnya, Desa Cikaso, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat (Jabar) berhasil meraih Juara 2 Nugraha Karya Desa BRILiaN 2023 pada Rabu (10/1/2024).

Program Desa BRILiaN merupakan program inkubasi desa yang diinisiasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI guna menghasilkan role model dalam pengembangan desa.

Inovasi yang dikembangkan Desa Cikaso patut mendapat acuan jempol. Mulai dari pertanian padi dan bawang merah, lumbung pangan berkapasitas 100 ton, hingga pengembangan kawasan Wisata Sawah Lope.

Kepala Desa Cikaso Hidayat mengatakan bahwa sejumlah inovasi tersebut telah meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

Menurutnya, sejumlah program yang telah dijalankan membuat perekonomian warga tumbuh sebesar 4,7 persen pada 2023.

Hidayat mengatakan, pertanian menjadi tulang punggung masyarakat Desa Cikaso. Sebanyak 63 persen atau 170 ha area di Desa Cikaso merupakan lahan pertanian.

Pertanian padi, bawang merah, dan tanaman hortikultura mendominasi desa yang dihuni oleh 4.845 jiwa tersebut.

“Dengan modal itu, kami mengembangkan sentra produksi bawang merah, kluster usaha jamur Cikaso, agrowisata terpadu, pabrik gabah, pengelolaan sampah terpadu, klinik pengendalian hama terpadu (PHT),” jelas Hidayat.

Di samping itu, potensi wisata Desa Cikaso juga tak bisa dipandang sebelah mata. Kehadiran Bumi Perkemahan dan Agrowisata Hortikultura serta Kolam Renang Cimalati turut mendongkrak perekonomian warga.
Bahkan, Wisata Sawah Lope kini menjelma sebagai destinasi wisata hit di Kabupaten Kuningan. Area ini tak pernah sepi dari pengunjung yang senang menikmati suasana alam sekitar.

Menurut Hidayat, pengembangan potensi Desa Cikaso yang gencar tak terlepas dari peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sangga Emas.
“Eksistensi BUMDes Sangga Emas Desa Cikaso berhasil menggerakkan perekonomian masyarakat dan menyerap lapangan kerja lewat pengelolaan 10 unit usahanya. Saat ini, sebanyak 86 warga desa bekerja di unit-unit usaha itu,” jelas Hidayat.

Unit-unit usaha tersebut adalah Wisata Sawah Lope, Centra UMKM, Kolam Renang Cimalati, BRILink BUMDes, Bumi Perkemahan dan Agrowisata Bukit Panagaran, Bangsal Pascapanen, Lumbung pangan masyarakat, bibit benih hortikultura, penyewaan kios dan jasa angkut sampah, serta peternakan kambing. Kehadiran unit-unit usaha tersebut juga menguatkan inklusi keuangan masyarakat setempat. Salah satunya dengan penggunaan QRIS BRI dan pembayaran melalui QRIS BRImo.

“QRIS BRI sudah digunakan di pasar tradisional, pintu loket wisata, restoran di area wisata, dan unit-unit usaha lain yang dikelola BUMDes Sangga Emas,” ujar Hidayat.

Kehadiran QRIS yang BRI di unit usaha BUMDes Sangga Emas mendorong inklusi keuangan masyarakat desa sekaligus memudahkan pelaku usaha memantau transaksi. (Dok. BRI)

Adapun kode QRIS BRI di unit usaha BUMDes Sangga Emas dan pelaku usaha di Desa Cikaso didapat setelah mendaftarkan diri sebagai Merchant BRI. Selain itu keuntungan menjaadi Merchant BRI adalah memiliki aplikasi BRI Merchant yang mempermudah pelaku usaha untuk memantau transaksi secara real-time dengan berbagai macam fitur dan layanan. Pelaku UMKM bisa mengunduh BRI Merchant di Play Store.

Hidayat menambahkan, penghargaan Nugraha Karya Desa BRILiaN menjadi bukti kolaborasi kuat antara masyarakat desa, BUMDes, dan BRI yang terus memberikan dukungan terhadap inklusi keuangan Desa Cikaso.
Menurut Hidayat, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Desa Cikaso. Lebih dari itu, dia juga berharap, penghargaan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk terus bergerak maju melalui program pembangunan berkelanjutan.

“Semoga visi Desa Cikaso untuk mewujudkan desa yang maju, sejahtera, berdaya saing modern, dan berakhlak mulia dapat tercapai,” imbuh Hidayat.

Langkah yang ditempuh masyarakat desa Cikaso patut diduplikasi dimana pun di Indonesia dengan mengikuti program Desa BRILiaN dari BRI. Segera kunjungi dan hubungi kantor BRI unit terdekat untuk bergabung dengan program tersebut. Mantri BRI Unit akan membantu pendaftaran desa untuk ikut program Desa BRILiaN.

Jadikan desamu menjadi Desa BRILiaN selanjutnya! (*/rel)