Home Blog Page 672

Status tak Sekuat PNS, Seribu Guru PPPK di Aceh Belum Diperpanjang Kontrak

Ketum Forum Guru Honorer Negeri Lulus Passing Grade Seluruh Indonesia (FGHNLPSI) Heti Kustrianingsih.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kekhawatiran honorer terhadap status pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) akhirnya terbukti.

Ini setelah ribuan guru PPPK belum diperpanjang masa kontraknya, padahal sudah habis sejak Januari 2024. Kondisi ini mengingatkan masa awal pemerintah mencetuskan perekrutan PPPK pada Februari 2019 banyak penolakan dari honorer kategori dua (K2).

Honorer K2 menolak diangkat PPPK, karena takut akan diberhentikan sewaktu-waktu. Mereka ingin diangkat PNS agar bisa hidup tenang hingga pensiun. Kekhawatiran honorer K2 tersebut akhirnya terbukti.

Ketum Forum Guru Honorer Negeri Lulus Passing Grade Seluruh Indonesia (FGHNLPSI) Heti Kustrianingsih mengungkapkan, sekitar seribu guru PPPK di Provinsi Aceh kini statusnya tidak jelas. Seharusnya mereka sudah diperpanjang kontraknya, karena per 31 Januari 2024 telah selesai perjanjian kerjanya.

Namun, yang terjadi di luar dugaan guru PPPK. Sebab, hingga 21 Februari 2024 belum ada tanda-tanda akan ada perpanjangan. “Karena belum ada perpanjangan kontrak kerja, teman-teman guru PPPK di Aceh sejak Januari sampai hari ini tidak digaji. Ini bikin syok semua ASN PPPK, calon PPPK hingga honorer,” kata Heti Kustrianingsih, Selasa (21/2).

Dua bulan tidak gajian, kata Heti, membuat ASN PPPK hatinya sedih. Di satu sisi mereka harus bekerja maksimal mencerdaskan anak bangsa.

Sementara, sisi lainnya hak-haknya tidak diberikan. “Masa sejak Januari enggak digaji, sedangkan mengajar tetap jalan kan,” ucapnya.

Heti makin khawatir karena informasi rekan-rekannya, akan ada lagi angkatan kedua yang masa kontraknya berakhir 29 Februari 2024. Jika angkatan pertama (31 Januari 2024) belum dibereskan, lanjut Heti, bagaimana dengan yang kedua. Seharusnya, kata Heti, Pemda langsung memperpanjang secara otomatis terhadap kontrak kerja guru PPPK. Jangan sampai membuat guru PPPK khawatir dan tidak fokus bekerja. “Guru PPPK kan sudah dibebankan dengan berbagai kegiatan administrasi dan pembelajaran. Mengapa untuk perpanjangan kontrak kerja tidak dibikin mudah,” ujar Heti.

Dia menegaskan, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) sudah berupaya menutupi kebutuhan guru PPPK.

Jika upaya Kemendikbudristek itu diganjal pemda karena masalah perpanjangan kontrak, sangat disayangkan. Heti berharap kejadian di Aceh ini tidak menular pada daerah lain. “Mudah-mudahan perpanjangan kontrak kerja secata otomatis sampai batas usia pensiun bisa disetujui KemenPAN-RB dan dituangkan dalam PP Manajemen ASN,” tegas Heti. (jgp/ila)

Indosat dan Lintasarta Jalin Kerja Sama dengan Pemkab Tulang Bawang Barat Lampung Terkait Faskes

LAMPUNG, SUMUTPOS.CO – PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison, Indosat, atau IOH) melalui Authorized Channel Partner (ACP) Indosat Business yaitu PT Distribusi Sukses Mtandiri (DSM) bersama PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) melalui business unit-nya Owlexa Healthcare, mengumumkan kemitraan strategis untuk implementasi dan dukungan digitalisasi pada fasilitas kesehatan (Faskes) 16 Puskesmas dan 1 klinik di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan komitmen kerja sama antara Indosat Business, Lintasarta, DSM dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tubaba di Tulang Bawang Barat, Lampung pada awal Februari lalu.

Komitmen kerja sama tersebut ditandatangani oleh Senior Vice President (SVP) Head of Business to Business (B2B) Small Medium Business (SMB) Indosat Ooredoo Hutchison – Widirianto Hendro Trilaksono, Senior Vice President (SVP) Regional Commerce Lintasarta – Sigit Pramudyantoro, Direktur DSM – Ridwan Sani, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tubaba – Majril. Prosesi penandatangan kerja sama terkait aspek teknis dilakukan oleh Direktur DSM Ridwan Sani bersama pimpinan 16 Puskesmas dan 2 klinik yang mencakup teknis implementasi dan dukungan Sistem Informasi Manajemen (SIM) Puskesmas sebagai wujud komitmen digitalisasi di wilayah Tubaba, Lampung.

Muhammad Danny Buldansyah, Director and Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison menyatakan, Indosat Ooredoo Hutchison melalui Indosat Business bersama Lintasarta berkolaborasi untuk mendorong transformasi digital di sektor kesehatan sebagai upaya mendukung program pemerintah daerah. “Sebagai penyedia terdepan untuk sistem informasi manajemen Faskes dan konektivitas, Indosat Group telah siap untuk mendorong pertumbuhan akses layanan kesehatan melalui digitalisasi dalam lingkup daerah hingga nasional,” ungkap Danny.

Fitrah Muhammad, Commerce Director Lintasarta mengungkapkan, implementasi paket layanan SIMPuskesmas, solusi connectivity Indosat, dan tablet device menjadi satu paket solusi lengkap yang memenuhi kebutuhan dari sisi penyelenggara Faskes di daerah. Kolaborasi ini menjadi langkah besar transformasi pemerintah daerah dengan adanya kepercayaan dari pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten Tubaba, Lampung.
“Hal penting lainnya melalui implementasi digitalisasi ini, seluruh Faskes dengan pemerintah daerah akan terintegrasi secara real time, termasuk integrasi dengan instansi eksternal yaitu BPJS Kesehatan dan Satu Sehat dari Kementerian Kesehatan,” ungkap Fitrah.

Majril, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang Barat mengungkapkan, kendala yang selama ini ada terkait masih manualnya proses layanan di internal Faskes dan kebutuhan data pelayanan kesehatan di wilayah Tubaba sudah terselesaikan. “Implementasi digitalisasi melalui kolaborasi dengan Indosat Group tidak akan berhenti di sini karena solusi digitalisasi ini akan semakin berkembang dan akan diimplementasikan lebih jauh lagi dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan untuk masyarakat dan pemenuhan data strategis bagi pemerintah untuk pengambilan kebijakan yang cepat dan tepat,” kata Majril.

Ridwan, Direktur PT Distribusi Sukses Mandiri menambahkan, keunggulan Indosat Group sebagai penyedia solusi teknologi enterprise menjadi semakin lengkap dengan berkolaborasi bersama DSM yang menghadirkan sentuhan khas daerah yang sangat mengenal kebutuhan serta keinginan dari stakeholder di Tubaba atau Lampung umumnya. “Ke depannya, saya meyakini layanan ini akan beyond dari digitalisasi di sektor kesehatan yang ada dewasa ini karena adanya teknologi Artificial Inteligence (AI) dan teknologi lainnya serta akan menyebar implementasinya ke daerah lainnya,” ungkap Ridwan.

Pada akhirnya, kerja sama ini tidak akan selesai di Tubaba Lampung saja, namun akan semakin meluas ke daerah-daerah lainnya sebagai wujud komitmen Indosat dan Lintasarta dalam memajukan infrastruktur digital, transformasi dan inovasi pemerintah daerah di sektor kesehatan, serta mempercepat implementasi transformasi digital di sektor kesehatan sebagai visi Kementerian Kesehatan mewakili pemerintah pusat.

Melalui semangat gotong royong, kerja sama ini menunjukkan komitmen Indosat dan Lintasarta dalam membuka potensi sektor kesehatan digital Indonesia untuk kesejahteraan masyarakat secara luas. “Melalui kemitraan ini, Indosat Group akan menghubungkan antar pemangku kepentingan di sektor Kesehatan di setiap daerah dengan di pusat, dalam hal ini Kementerian Kesehatan, serta stakeholder lainnya yang terkait. Hal ini sesuai tujuan besar Indosat, yaitu menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia dengan mengakselerasi transformasi digital bangsa,” tutup Danny. (rel/ram)

Efektifkan Standar Akreditasi, Operasional, dan Kode Etik RS

CENDERAMATA: Ketua PERSI Sumut dr Syaiful M Sitompul menerima cenderamata di acara Medan Hospital Expo 2024.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Sumut, dr Syaiful M Sitompul berpesan kepada seluruh rumah sakit di Sumatera Utara mengefektifkan standar akreditasi, standar operasional, hingga kode etik rumah sakit.

Hal ini disampaikan pada kegiatan Medan Hospital Expo 2024, berlangsung di Santika Premiere Dyandra Hotel, pada 21-23 Februari 2024. Kegiatan ini digelar oleh PERS Sumut.

Pada kegiatan itu setidaknya ada 41 stand diisi oleh perusahaan alat-alat kesehatan, dan rumah-rumah sakit yang mempromosikan layanan-layanan dan fasilitas kesehatannya.

Hadir pada kegiatan itu, PJ Gubernur Sumut yang diwakilkan Staf Ahli Gubernur Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur dan Pemberdayaan Masyarakat, Dirjen Pelayanan Kesejahteraan Kemenkes RI, Ketua Umum PERSI, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Kadis Kesehatan Sumut, Kadis Kesehatan Medan, dan sejumlah Ketua Organisasi Profesi Kesehatan diantaranya Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumut, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), dan Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI).

dr Syaiful M Sitompul juga menyampaikan hal yang yang tak kalah penting dalam kegiatan itu, seperti terkait Undang-undang (UU) Kesehatan no 17 tahun 2023, dimana bahwa regulasi yang terdahulu sudah dicabut namun peraturan pelaksanaannya masih ada dan tidak bertentangan dengan UU tahun 2023 yang baru itu. “Misalnya berupa peraturan pemerintah dan juga peraturan menteri kesehatan,” ungkapnya.

Dipembukaan kegiatan itu juga dijelaskan Syaiful bahwa UU Kesehatan yang baru telah diundangkan pada 8 Agustus 2023 lalu dan peraturan pelaksana dari UU ini harus ditetapkan paling lama 1 tahun sejak diundangkan.

Tentunya, lanjut dia, ini tentu saja berdampak pada bidang perumahsakitan. Karenanya ia mengajak agar para insan perumahsakitan cermat akibat dari kebijakan regulasi itu.

“Rumah sakit harus mampu mengefektifkan organisasi meliputi struktur, tata kelola RS, tata kelola klinis dan tak kalah penting adalah kelompok fungsional yang langsung di bawah Direktur antara lain Komite Medis, Komite Keperawatan, Komite Mutu, Komite Farmasi dan Terapi, Komite Etik dan Hukum OSB,” ujarnya.

“Efektifkan standar akreditasi, standar operasional, kode etik rumah sakit” imbuh Syaiful.

Ia mengharapkan rumah sakit di Sumut menjadi rumah sakit yang bermutu dengan memperhatikan keselamatan pasien, sehingga kepercayaan pasien terhadap rumah sakit menjadi meningkat.

Syaiful juga menjelaskan bahwa Medan Gospital Expo ini merupakan ke 12 kalinya mereka gelar sedangkan workshop dan seminar merupakan kegiatan yang ke -14 kali pada tahun ini.

Kegiatan ini akan diisi mulai dari seminar juga workshop, dengan mengangkat tema Kesiapan Rumah Sakit dalam Tranformasi Kesehatan di era digital.
Workshop itu dilakukan dalam enam sesi dengan membahas antara lain seputar kelengkapan rekam medis sebagai dasar audit koding dan optimalisasi klaim JKN, implementasi peningkatan mutu dan keselamatan pasien. (ila)

Faizal Amri Siregar layak jadi Bupati Labuhanbatu 2024

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Sosok Faizal Amri Siregar digadang-gadang masyarakat luas menjadi Calon Bupati Labuhanbatu 2024. Pasalnya pria yang sudah malang melintang di Birokrasi ini diyakini sudah berpengalaman untuk membawa Kabupaten Labuhanbatu berbenah ke arah yang lebih baik.

“Sosok seperti bang Faisal Amri ini sangat layak untuk menjadi Bupati Labuhanbatu. Pengalaman dan pemikirannya diharapkan untuk membenahi kondisi Labuhanbatu yang saat ini krisis dan kehilangan sosok akibat terpuruk dengan proses hukum,” ujar salah seorang warga Rantauptapat, Marwan kepada wartawan, Selasa (20/2/2024)

Ditambahkannya, Faizal Amri pada perhelatan Pilkada sebelumnya juga pernah menjadi calon wakil Bupati Labuhanbatu berpasangan dengan Andi Suhaimi Dalimunthe. Namun kalah dalam pertarungan PSU.

“Mudah mudahan setelah mencalon, berhasil dipilih masyarakat dan bisa menuangkan pemikiran dan dedikasinya buat Kabupaten Labuhanbatu ini,” jelasnya.

Terpisah Faizal Amri Siregar, menyatakan dirinya siap maju menjadi Balon Bupati Kabupaten Labuhanbatu periode tahun 2024 – 2029, manakala dirinya nanti dipilih masyarakat sebagai Bupati Labuhanbatu pada gelaran pesta demokrasi pemilihan Kepala Daerah (pilkada) serentak tahun 2024 mendatang siap berbuat yang terbaik bagi Labuhanbatu.

“Saya sudah deklarasikann sebagai bakal calon Bupati Labuhanbatu, Jumat (6/10/2023) lalu dan sudah mendapat restu dan dukungan dari seluruh keluarga besar saya dan beberapa para tokoh Labuhanbatu,” tambah Faisal Amri.

Putra almarhum Drs Ridha Amran Siregar (ayah dari H Faisal Amri Siregar), dan dari keluarga besar Nukman Harahap (mertua H Faizal Amri Siregar) merupakan sosok birokrat murni. Dan keturunan Aparatur sipil Negara (ASN) sejati. Karena ayah kandung Faizal merupakan ASN berprestasi. Hingga akhir masa jabatannya sampai di tingkat Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Salah seorang warga Labuhanbatu, Doni mengatakan Faizal Amri, diyakini mampu menata Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu, untuk lima tahun ke depan, secara merata untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Labuhanbatu. Karena dia juga adalah putra pesisir Labuhanbatu”,cetusnya.

Faizal Amri Siregar, juga diyakininya mampu menata perekonomian rakyat. Karena dirinya, sejak almarhum ayahnya Ridha Amran Siregar wafat, aktif di dunia perekonomian, menjalankan usaha peninggalan orang tuanya.

Juga termasuk sosok yang dekat dengan masyarakat. Faizal Amri Siregar yang akrab disapa Nanda itu, merupakan sosok yang dekat dengan generasi muda. Karena dia aktif dibeberapa cabang olahraga yang digandrungi generasi muda, sebutnya. (fdh/ram)

Dugaan Korupsi PPDB MAN 3 Medan, Kasek dan Rekanan Segera Disidang

PELIMPAHAN: Mantan Kepala MAN 3 Medan, Nurkholidah Lubis saat pelimpahan tahap dua di Kantor Kejari Medan, Rabu (21/2/2024).

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Kejaksaan Negeri (Kejari Medan) menerima pelimpahan tahap 2, mantan Kepala MAN 3 Medan, Nurkholidah Lubis dan Parsaulian Siregar selaku penyedia jasa rehab fisik MAN 3 Medan. Kedua tersangka dugaan korupsi PPDB di MAN 3 Medan itu, segera menjalani persidangan.

Kepala Kejari Medan melalui Kasi Intelijen, Dapot Dariarma Siagian mengatakan kedua tersangka dari Tim Pidsus Kejari Medan kepada penuntut umum.

“Benar. Hari ini (Rabu) Tim Pidsus melimpahkan tahap dua ke penuntut umum. Selanjutnya, penuntut umum akan melimpahkan berkas kedua tersangka ke Pengadilan Negeri Medan,” ungkap Dapot, Rabu (21/2/2024).

Nantinya, kata Dapot, Nurainun dan Julita Rismayadi Purban akan bertindak sebagai jaksa penuntut umum (JPU).

Diketahui, perbuatan tersebut bermula pada saat penerimaan PPDB TA 2022/2023, dimana Kepala Sekolah menetapkan pungutan kepada peserta didik baru dengan besaran mulai dari Rp100 ribu hingga Rp5 juta.

Dari 398 orang peserta didik yang dinyatakan lulus, lanjutnya, terdapat 373 siswa yang telah menyerahkan uang sumbangan dengan total uang sumbangan yang terkumpul Rp480.550.000.

“Dari dana tersebut selanjutnya dipakai oleh Sdr NL selaku Kepala MAN 3 diantaranya untuk kegiatan sarpras antara lain rehab kelas, meubeler dan ada juga yang digunakan untuk kebutuhan pribadi,” paparnya.

Sementara, dari pembangunan fisik sekolah tersisa uang Rp150 juta. Uang itu kemudian digunakan kepala sekolah melalui dewan komite untuk membayarkan gaji honor guru yang tertunggak selama 3 bulan.

Akibat perbuatan tersebut, BPK RI menyatakan telah terjadi kerugian keuangan negara sebesar Rp311.996.000. Kedua tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (man/ram)