32 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 73

Dekor Asia Tembus 20 Besar Dunia, Wakili Indonesia di Ajang Bergengsi New Power Award Alibaba.com

Dekor Asia yang mewakili Indonesia di ajang bergensi New Power Award Alibaba.com.
Dekor Asia yang mewakili Indonesia di ajang bergensi New Power Award Alibaba.com.

Hangzhou – Nama Indonesia kembali bersinar di panggung perdagangan digital global. Dekor Asia, eksportir furnitur dan dekorasi berbasis kerajinan berkelanjutan asal Indonesia, berhasil menembus 20 Finalis Global Terbaik New Power Award 2025 yang digelar Alibaba.com di Hangzhou, Tiongkok.

Ajang yang kerap dijuluki sebagai “Piala Oscar Perdagangan Digital” ini merupakan inisiatif Alibaba.com untuk mengapresiasi para pelaku B2B visioner yang dinilai mampu mendorong masa depan perdagangan global melalui inovasi, pemanfaatan teknologi digital, serta kinerja ekspor yang berkelanjutan.

Tahun 2025 menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya New Power Award dibuka bagi penjual dari seluruh dunia. Dari sekitar 500 kandidat terkurasi, hanya sekitar 20 finalis global yang terpilih melaju ke babak puncak. Dekor Asia menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil mencapai tahap prestisius ini.

Babak final New Power Award ke-4 yang digelar pada 22 Desember 2025 tetap mempertahankan format khas berbasis debat. Para finalis berdiskusi dan beradu gagasan mengenai isu-isu krusial dunia ekspor, mulai dari kelincahan tim versus individu, strategi skala dibanding nilai premium, peran kecerdasan buatan (AI) sebagai alat atau mitra, hingga pilihan model globalisasi dengan pendekatan ringan aset maupun padat aset.

Di panggung final global, Pendiri Dekor Asia, Bambang Wijaya, mencuri perhatian lewat filosofi bisnisnya yang kuat: “diferensiasi di atas harga.” Menurutnya, di tengah persaingan global yang semakin ketat, kekuatan cerita, nilai budaya, dan keaslian produk justru menjadi pembeda utama bagi bisnis Indonesia.

“Ketika sebuah keluarga di Eropa duduk di saung bambu, mereka tidak hanya membeli peneduh. Mereka membeli sentuhan tangan Indonesia, desain Indonesia, dan cerita Indonesia,” ujar Bambang dalam presentasinya.

Selama 27 tahun, Dekor Asia konsisten mengolah kayu daur ulang dan bambu berkelanjutan menjadi furnitur serta elemen taman bernilai tinggi. Prinsipnya sederhana namun tegas. “Saya mungkin tidak bisa menjadi yang termurah, tapi saya bisa menjadi yang paling Indonesia,” katanya.

Pendekatan ini sejalan dengan visi Alibaba.com dalam memberdayakan pelaku usaha untuk memperkuat nilai merek melalui teknologi digital. Melalui platform Alibaba.com, Dekor Asia terhubung dengan pembeli global yang terkurasi dan memiliki intensi tinggi.

Saat ini, lebih dari 40% pelanggan internasional Dekor Asia menemukan perusahaan tersebut sepenuhnya secara online, dan sekitar 80% di antaranya belum pernah bertemu langsung melalui pameran dagang offline.

“Terpilih dalam New Power Award merupakan kehormatan besar bagi tim kami, sekaligus bagi komunitas perajin yang kami wakili. Yang paling berharga adalah kesempatan bertukar pembelajaran nyata dengan eksportir dari berbagai negara tentang cara memenangkan perdagangan digital global. Ini bukan hanya tentang satu perusahaan, tetapi tentang membentuk cara pandang baru bagi industri.” ungkap Bambang.

General Manager of Global Development Shawn Yang mengatakan, keberhasilan Dekor Asia juga mencerminkan tren positif Indonesia di Alibaba.com. Sejak paruh kedua 2025, jumlah pendaftaran eksportir baru dari Indonesia meningkat lebih dari 30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menandakan pergeseran signifikan UKM lokal menuju perdagangan digital global.

“New Power Award telah berkembang menjadi panggung global bagi pertukaran gagasan lintas perspektif. Melalui metodologi B2B yang telah teruji, kami memberdayakan generasi baru eksportir global untuk mengubah keunggulan lokal menjadi warisan bisnis berkelanjutan di pasar internasional,” ujar Shawn.

Keikutsertaan Dekor Asia di jajaran elit dunia ini menjadi bukti bahwa produk Indonesia dengan nilai budaya, keberlanjutan, dan cerita autentik mampu bersaing dan diakui di level global. (ila)

Groundbreaking Hunian Tetap Korban Banjir Batang Toru Dimulai, Pemerintah Gandeng PTPN IV

GROUNDBREAKING: Groundbreaking pembangunan hunian tetap (hutap) bagi warga korban banjir bandang di Tapsel.
GROUNDBREAKING: Groundbreaking pembangunan hunian tetap (hutap) bagi warga korban banjir bandang di Tapsel.

Batang Toru, sumutpos.co – Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga korban banjir bandang di Tapanuli Selatan memasuki fase awal. Bertempat di Desa Hapesong Baru, Batang Toru, peletakan batu pertama dilakukan bersama pemerintah pusat, Pemprov Sumut, Pemkab Tapsel, dan PTPN IV PalmCo yang menyediakan dukungan lahan dan fasilitas pendukung.

Groundbreaking ini menjadi babak baru penanganan bencana pasca banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada akhir November lalu. Pemerintah pusat dan daerah menekankan agar pembangunan huntap maupun hunian sementara (huntara) berjalan cepat dan tepat waktu, mengingat sebagian warga sudah hampir satu bulan kehilangan tempat tinggal.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, menegaskan pembangunan huntap akan dikebut dan dikoordinasikan lintas kementerian, pemerintah daerah, dan BUMN.

Ia menekankan instruksi presiden agar penanganan bencana dipercepat dan tepat sasaran. “Negara hadir, Presiden mengerahkan semua kekuatan, koordinasi, dan keuangan. Kita kompak membantu rakyat kita. Mari kita bekerja cepat, lebih cepat dari biasa,” ujar Maruarar.

Arahan tersebut disebut sebagai mandat agar proses teknis dan administrasi tidak berlarut-larut. Ia menegaskan bahwa warga terdampak membutuhkan kepastian relokasi, termasuk pemetaan hunian sementara hingga hunian permanen.

Menteri kelahiran Sumatera tersebut menambahkan bahwa percepatan pembangunan juga menjadi pembuktian bahwa koordinasi pemerintah pusat dan daerah berjalan efektif setelah masa tanggap darurat selesai.

Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya yang hadir dalam prosesi groundbreaking menggarisbawahi pentingnya ketepatan waktu pembangunan huntap demi mengurangi beban warga yang masih tinggal di tempat penampungan.

“Kita berharap huntap ini selesai tepat waktu agar masyarakat yang terdampak bencana tidak lagi berlarut-larut tinggal di pengungsian,” ujarnya.

Ia menyebut Pemerintah Provinsi akan memantau progres konstruksi dan memperkuat koordinasi dengan Pemkab Tapsel, BUMN penyedia lahan (PTPN IV), dan kementerian terkait.

Dalam kesempatan itu, Wagub juga mengingatkan pentingnya memprioritaskan warga yang kehilangan rumah secara total dan yang tinggal di zonasi rawan banjir.

Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menyebut pembangunan huntap sebagai prioritas pemerintah daerah untuk memulihkan kehidupan warga, terutama mereka yang kehilangan harta benda dan mata pencaharian akibat banjir bandang.

“Pembangunan 227 hunian tetap di areal sekitar 5 hektar ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah untuk memulihkan kehidupan warga. Ini bukan hanya membangun rumah, tetapi juga membangun kembali harapan dan masa depan masyarakat Tapanuli Selatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, relokasi permanen ini adalah bagian dari mitigasi risiko bencana karena kawasan bantaran sungai telah dinilai rawan dan tidak layak huni kembali.

Bupati juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama BUMN yang menyediakan lahan untuk relokasi huntap yang dinilai mempercepat proses konstruksi, terutama pada tahap awal pematangan lokasi.

PTPN IV PalmCo Sediakan Lahan dan Dukungan Teknis

Pembangunan huntap di Batang Toru memanfaatkan sebagian areal perkebunan milik PTPN IV PalmCo yang saat ini dikoordinasikan penggunaannya dengan pemerintah daerah.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa menyatakan pihaknya mendukung setiap tahapan penyediaan hunian bagi warga terdampak banjir bandang, baik melalui peminjaman aset maupun penyediaan fasilitas pendukung bagi warga.

“Sesuai arahan Danantara dan BP BUMN, kita siap mendukung seluruh tahapan pembangunan hunian bagi warga terdampak banjir bandang, termasuk penyediaan lahan dan fasilitas pendukung sesuai kebutuhan pemerintah daerah,” ujar Jatmiko.

Ia juga menyebut dukungan ini tidak berhenti pada masa darurat tetapi berlanjut hingga fase pembangunan hunian dan pemulihan layanan dasar tentu dengan berkolaborasi bersama BUMN lainnya.

PTPN IV PalmCo sebelumnya telah menyiapkan rumah dinas yang tidak ditempati sebagai penampungan sementara.

Huntara Disiapkan Menjelang Pemulihan Penuh

Seiring pembangunan huntap, pemerintah menyiapkan hunian sementara (huntara), terutama bagi warga yang rumahnya hilang total.

Selain hunian tetap, hunian sementara juga dipersiapkan pemerintah dan BUMN untuk menjadi tempat tinggal hingga konstruksi huntap selesai bertahap. Pembangunan fasilitas dasar seperti sanitasi, air bersih, dan akses kesehatan telah dipetakan dalam koordinasi lintas instansi. (ila)

Jelang Libur Nataru, Layanan Kesehatan untuk Peserta JKN Tetap On!

Ilustrasi pelayanan BPJS Kesehatan.
Ilustrasi pelayanan BPJS Kesehatan.

JAKARTA (23/12/2025) – Memasuki masa libur Natal dan tahun baru (Nataru), BPJS Kesehatan memastikan
peserta Program Jaminan Kesehatan (JKN) tetap dapat mengakses layanan kesehatan yang diperlukan meski sedang berada di luar kota. Hal ini sesuai dengan prinsip portabilitas JKN yang memungkinkan pesertanya untuk memperoleh layanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

“Peserta JKN bisa mengakses pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia, tidak bergantung pada domisili KTP yang bersangkutan. Jadi meski sedang di luar kota, peserta tetap bisa mengakses layanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) kota tersebut maksimal 3 kali. Yang penting, pastikan status kepesertaan JKN Anda aktif dan ikuti prosedur berobat yang berlaku,” kata Kepala Humas BPJS Kesehatan,
Rizzky Anugerah pada Selasa (23/12).

Rizzky juga menjelaskan bahwa dalam situasi gawat darurat, peserta JKN dapat mengakses Instalasi Gawat
Darurat (IGD) rumah sakit terdekat tanpa perlu surat rujukan, baik yang telah bekerja sama maupun yang belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Ia menjelaskan penilaian terhadap kondisi darurat ini dilakukan oleh dokter yang menangani pasien tersebut. Sesuai Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 47 Tahun 2018, kondisi gawat darurat mencakup keadaan yang berisiko tinggi terhadap nyawa pasien, seperti gangguan pada jalan napas, pernapasan, sirkulasi, penurunan kesadaran, dan kondisi medis lainnya yang serupa.

“Saat di luar kota, peserta JKN juga bisa mengecek lokasi fasilitas kesehatan yang berada paling dekat dengan lokasinya saat itu melalui Aplikasi Mobile JKN pada menu Info Lokasi Faskes. Jika peserta perlu informasi
atau mau menyampaikan pengaduan, juga bisa dilakukan lewat aplikasi ini. Selain lewat Aplikasi Mobile JKN,
peserta juga bisa mengakses layanan informasi, administrasi, dan pengaduan melalui chat Whatsapp
PANDAWA di nomor 08118165165 atau BPJS Kesehatan Care Center 165. Harapan kami, kanal-kanal
layanan ini bisa membantu peserta JKN, termasuk bagi yang sedang bepergian ke luar kota,” kata Rizzky.

Di sisi lain, fasilitas kesehatan yang menjadi mitra BPJS Kesehatan juga turut bersiap memastikan peserta
JKN dan masyarakat luas tetap bisa mengakses layanan kesehatan yang diperlukan saat musim libur Nataru.

Salah satunya disampaikan oleh Direktur RS Mitra Siaga Tegal, dr. Ahmad Shohibul Birry.

Ia menuturkan bahwa pihaknya telah menyiagakan dokter di bagian IGD dan empat poli besar rumah sakit.

“Seperti tahun-tahun yang lalu, kita siagakan dokter di IGD maupun di poli anak, kebidanan, bedah, dan penyakit dalam. Biasanya banyak pasien-pasien emergency di situ. Dokter tetap standby, sehingga insya Allah
pasien-pasien yang datang bisa tertangani dengan baik,” kata dr. Birry.

Ia menambahkan, pihaknya dan rumah sakit se-Kabupaten Tegal juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat sebagai langkah antisipatif apabila terjadi ledakan pasien. Apalagi RS Mitra Siaga Tegal berada tak jauh dari jalur Pantura yang padat arus kendaraan saat libur Nataru.

“Pengalaman-pengalaman lalu, di daerah dekat jalan raya, biasanya rawan kecelakaan. Sudah kita siapkan
IGD 24 jam non stop. Insya Allah tidak ada satu rumah sakit yang penuh dengan pasien karena sudah
dipersiapkan pembagian dan antisipasi distribusi pasiennya. Bagi masyarakat yang bepergian ke luar kota,
tetap tenang di perjalanan, jangan stres dan tegang. Perhatikan asupan makan, jangan sampai terlambat
makan. Selain itu juga sempatkan beristirahat di perjalanan supaya fisik tidak kelelahan,” ujarnya. (ila)

Zulkarnaen SKM Gelar Pengajian Akbar di Medan Perjuangan, Ustad Affan Sihite: Musibah adalah Peringatan…

CERAMAH: Ustad Affan Sihite saat menyampaikan ceramahnya dalam kegiatan pengajian akbar yang digelar Wakil Ketua DPRD Kota Medan H Zulkarnaen SKM, Minggu (21/12). (MARKUS PASARIBU/SUMUT POS)
CERAMAH: Ustad Affan Sihite saat menyampaikan ceramahnya dalam kegiatan pengajian akbar yang digelar Wakil Ketua DPRD Kota Medan H Zulkarnaen SKM, Minggu (21/12). (MARKUS PASARIBU/SUMUT POS)

WAKIL Ketua DPRD Kota Medan H Zulkarnaen SKM menggelar pengajian akbar di Jalan Pimpinan, Kelurahan Sei Kera Hilir I, Medan Perjuangan, Kota Medan, Minggu (21/12). Dalam kegiatan yang dihadiri ratusan ibu-ibu dari sejumlah kelompok pengajian itu, Ustaz Affan Sihite yang bertindak sebagai penceramah mengatakan bahwa musibah merupakan bentuk ujian dari Allah SWT kepada setiap manusia, khususnya umat islam.

“Masalah dan musibah bukan hanya merupakan ujian, tetapi musibah juga merupakan peringatan dari Allah SWT,” ucap Ustaz Affan dalam ceramahnya.

Dikatakan Ustaz Affan, masalah dan musibah diberikan Allah SWT kepada setiap orang yang beriman untuk melihat kesabaran dari hamba-hambanya. Di samping itu, ujian juga harus disikapi sebagai peringatan bagi manusia terus bermuhasabah diri.

“Allah ingin menguji kita yang beriman ini, kita bisa bersabar atau tidak atas ujian itu. Kemudian, Allah SWT juga memberikan musibah kepada kita karena Allah ingin memberikan peringatan kepada kita,” ujarnya.

Dijelaskan Ustaz Affan, peristiwa musibah banjir di Kota Medan pada akhir November 2025 lalu harus disikapi secara cerdas oleh masyarakat, khususnya umat Islam di Kota Medan.

“Muhasabahnya seperti apa? Yaitu dengan meningkatkan kesadaran agar tidak lagi membuang sampah ke parit. Harus ada pelajaran yang juga petik, sebab bencana banjir kemarin ini merupakan peringatan dari Allah SWT, bentuk cinta Allah SWT kepada kita,” jelasnya.

Ustaz Affan Sihite pun mengajak seluruh umat islam, khususnya para peserta pengajian yang hadir pada kegiatan Pengajian Akbar tersebut untuk membantu masyarakat yang terkena bencana. “Seperti yang dilakukan Bapak H. Zulkarnaen S.K.M, beliau kita lihat bergerak cepat membantu masyarakat yang terkena bencana.

Ini amal ibadah yang sangat baik. Hari ini Bapak Zulkarnaen juga mengumpulkan kita di kegiatan Pengajian Akbar, ini amal ibadah yang sangat dicintai Allah SWT. Semoga apa yang dilakukan Bapak Zulkarnaen pada hari ini mendapatkan ridho dari Allah SWT,” pungkasnya. (map)

Bupati Terima 295 Sertifikat Aset Pemkab Labuhanbatu

TERIMA: Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita menerima sebanyak 295 persil sertifikat aset milik Pemkab dari BPN Kabupaten Labuhanbatu. (Fajar/Sumut Pos)
TERIMA: Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita menerima sebanyak 295 persil sertifikat aset milik Pemkab dari BPN Kabupaten Labuhanbatu. (Fajar/Sumut Pos)

LABUHANBATU – Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita menerima sebanyak 295 persil sertifikat aset milik Pemkab Labuhanbatu yang diserahkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Labuhanbatu, sebagai bentuk komitmen dalam penertiban dan pengamanan aset daerah.

Penyerahan sertifikat tersebut berlangsung di Ruang Rapat Bupati Labuhanbatu, Jalan Sisingamangaraja Rantauprapat, Selasa (23/12). Sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPN Kabupaten Labuhanbatu Fadilah Handoyono.

Dalam sambutannya, Maya menyampaikan apresiasi kepada BPN Labuhanbatu atas sinergi dan kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini. Menurutnya, penyerahan sertifikat aset ini sangat penting dalam mendukung tertib administrasi dan pengamanan aset milik pemerintah daerah.

“Dengan diterimanya 295 persil sertifikat ini, Pemkab Labuhanbatu semakin kuat dalam menjaga dan mengamankan aset daerah, agar tidak bermasalah secara hukum di kemudian hari,” ungkap Maya.

Maya juga menegaskan, legalitas aset daerah merupakan bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan akuntabel.

Sementara itu, Kepala BPN Labuhanbatu Fadilah Handoyono menyampaikan, penyerahan sertifikat ini merupakan hasil dari proses pendataan, pengukuran, dan pensertifikatan aset pemerintah daerah yang dilakukan secara bertahap.

“BPN Labuhanbatu akan terus mendukung Pemkab Labuhanbatu dalam percepatan sertifikasi aset daerah demi kepastian hukum,” tuturnya.

Dengan penyerahan sertifikat tersebut, diharapkan seluruh aset Pemkab Labuhanbatu memiliki kepastian hukum yang jelas. Sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan pelayanan kepada masyarakat.

Turut hadir menyaksikan jalannya acara tersebut, Dandim 0209/LB Letkol Inf Yudi Ardian Saputro, Sekdakab Labuhanbatu Hasan Heri Rambe, para asisten, kepala OPD, Inspektur Labuhanbatu, Kepala BPKAD, Kaban Bappeda, dan jajaran BPN Labuhanbatu. (fdh/saz)

Bencana Alam Sumatera, Penrad Siagian: Negara Bertanggung Jawab Pulihkan Kerusakan!

JAKARTA, SumutPos.co – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Pdt Penrad Siagian, menyoroti lambatnya penanganan pasca bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera hampir sebulan yang lalu. Senator asal Sumut ini menyatakan keprihatinan mendalam, karena hingga saat ini masih terdapat daerah-daerah yang terisolasi dan masyarakatnya belum mendapatkan pasokan kebutuhan pokok secara memadai.

“Pemerintah harus segera melakukan perbaikan infrastruktur, khususnya jalan. Setelah hampir sebulan, tidak boleh lagi ada daerah yang terisolir. Akses logistik harus dibuka sehingga kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” tegas Penrad dalam pernyataannya, Selasa (23/12/2025).

Bencana yang melanda Provinsi Sumatra Utara (Sumut), Aceh, dan Sumatra Barat (Sumbar) tersebut telah menimbulkan kerugian dan kehilangan yang sangat besar. Di Sumut, dampak parah dirasakan di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Tapanuli Selatan (Tapsel), Tapanuli Utara (Taput), Humbang Hasundutan, dan Langkat.

Menyikapi besarnya dampak kerusakan, Penrad mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk menetapkan status bencana nasional. “Kemampuan fiskal daerah tidak akan mampu melakukan pemulihan dalam waktu cepat. Jika dibiarkan menjadi tanggung jawab daerah, bisa membutuhkan waktu puluhan tahun untuk memulihkan semua kehancuran ini,” ujarnya.

Penrad menegaskan, tanggung jawab pemulihan berada di pundak negara. “Saya menuntut tanggung jawab negara dalam hal ini, yaitu pemerintah pusat melalui presiden. Negara bertanggung jawab memulihkan keadaan, infrastruktur yang rusak, rumah-rumah yang hancur, dan lahan-lahan pertanian yang hilang. Jangan biarkan masyarakat menanggung beban ini sendirian karena itu adalah tanggung jawab negara bagi warganya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia meminta agar dalam tahap rekonstruksi dan rehabilitasi yang akan datang, pemerintah melakukan penghitungan kerugian secara komprehensif. Perhitungan tidak hanya mencakup infrastruktur publik seperti jalan dan jembatan, tetapi juga kehilangan yang dialami langsung oleh masyarakat.

“Kita menyaksikan bencana ini tidak hanya merusak rumah, tetapi juga menghancurkan sumber mata pencaharian. Masyarakat kehilangan lahan pertanian, usaha, dan aset penghidupan lainnya. Rehabilitasi harus mencakup hal-hal tersebut,” paparnya.

Ia mengingatkan, dengan semua kehilangan yang diderita, masyarakat tidak lagi memiliki modal untuk memulai hidup baru. “Mereka tidak lagi punya modal untuk menggarap sawah, membeli bibit, pupuk, hingga masa panen. Kami berharap rehabilitasi yang dilakukan juga menyentuh aspek ini agar pemulihan kehidupan masyarakat dapat berjalan normal secepatnya,” harap Siagian.

Seruan ini disampaikan sebagai upaya mendesak percepatan penanganan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, mengingat skala kerusakan yang luar biasa dan dampak jangka panjang yang mengancam ketahanan masyarakat di wilayah bencana.

Sebelumnya, pada Rabu 17 Desember 2025, Penrad Siagian menyoroti temuan banyaknya kayu gelondongan saat ia turun langsung ke lokasi bencana sembari menyalurkan bantuan kepada korban banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatra. Penrad menegaskan, kayu-kayu tersebut bukan berasal dari pohon tumbang alami, melainkan potongan kayu dengan bekas gergaji mesin yang rapi.

Ia mensinyalir kuat kayu gelondongan itu merupakan hasil tebangan yang belum diangkut dan kemudian terseret arus banjir bandang hingga memperparah kerusakan permukiman warga. Temuan ini, menurut Penrad Siagian, harus menjadi perhatian serius pemerintah dalam evaluasi penyebab bencana ekologis yang terjadi, dan menjadi dasar untuk menetapkan status bencana alam nasional. (adz)

PKS Kota Medan Tegaskan Politik Pelayanan, Rakerda 2025 Hadirkan Jawaban Nyata untuk Warga

MEDAN, SumutPos.co- PKS Kota Medan kembali menegaskan jati dirinya sebagai partai pelayanan melalui pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2025. Bukan sekadar agenda internal, Rakerda ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat keberpihakan politik PKS pada kebutuhan riil masyarakat Kota Medan.

Ketua DPD PKS Kota Medan menegaskan, politik tidak boleh berhenti pada wacana dan elektoral semata, tetapi harus hadir dalam bentuk kerja nyata, solusi konkret, dan pelayanan berkelanjutan. Karena itu, seluruh program yang dirumuskan dalam Rakerda diarahkan agar langsung menyentuh persoalan warga-mulai dari layanan publik, penanganan banjir, kesehatan, pendidikan, hingga penguatan ekonomi keluarga.

Rakerda ini juga menegaskan komitmen PKS untuk responsif dan adaptif terhadap dinamika Kota Medan yang terus berkembang. Program kerja disusun berbasis aspirasi lapangan, masukan kader, serta pengalaman para wakil rakyat PKS yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Hadirnya Anggota DPR RI Fraksi PKS Ir H Tifatul Sembiring memberikan penguatan, PKS Kota Medan berjalan seirama dengan arah kebijakan nasional, namun tetap membumi dan kontekstual dengan kebutuhan lokal. Sinergi pusat dan daerah menjadi kunci agar pelayanan kepada masyarakat semakin efektif dan berdampak.

Melalui Rakerda 2025, PKS Kota Medan menegaskan satu pesan utama: PKS tidak hanya siap memimpin, tetapi siap melayani. Kerja politik PKS adalah kerja yang dirasakan manfaatnya oleh warga—hari ini dan ke depan.

Sekretaris Umum DPD PKS Kota Medan menegaskan, Rakerda 2025 bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum strategis untuk memastikan kerja-kerja PKS benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat. “Rakerda ini kami desain sebagai ruang konsolidasi gagasan dan kerja nyata. Seluruh program yang dirumuskan tidak boleh elitis, tapi harus berangkat dari kebutuhan warga Kota Medan yang kami temui setiap hari di lapangan,” tegasnya.

Ia menambahkan, PKS Kota Medan berkomitmen memperkuat politik pelayanan dengan memastikan setiap struktur partai, mulai dari DPD hingga tingkat kelurahan, bergerak searah dan saling menguatkan.
“PKS ingin memastikan bahwa pelayanan publik, advokasi masyarakat, dan keberpihakan kepada warga kecil menjadi ruh dari setiap kebijakan dan program yang kami jalankan. Ini bukan sekadar slogan, tetapi komitmen yang terukur dan bisa dirasakan,” ujarnya.

Menurutnya, Rakerda 2025 juga menjadi langkah penting untuk menyelaraskan program daerah dengan arah kebijakan nasional PKS, namun tetap adaptif terhadap karakter dan persoalan khas Kota Medan, seperti banjir, lingkungan, serta penguatan ekonomi keluarga.

“Dengan Rakerda ini, kami ingin memastikan PKS Kota Medan hadir sebagai mitra masyarakat dan mitra strategis pemerintah daerah dalam menghadirkan solusi, bukan sekadar kritik,” tutupnya. (adz)

Tangani Banjir dan Longsor di 17 Daerah, Dinkes Sumut Dirikan Posko HEOC hingga Bus Kesehatan

PAPARKAN: Sekretaris Dinkes Sumut Hamid Rijal, saat memaparkan penanganan kesehatan pasca banjir dan longsor.
PAPARKAN: Sekretaris Dinkes Sumut Hamid Rijal, saat memaparkan penanganan kesehatan pasca banjir dan longsor.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memaparkan alur penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda 17 kabupaten/kota di Sumut sepanjang November 2025.

Fokus utama penanganan diarahkan pada pelayanan kesehatan darurat bagi masyarakat terdampak, khususnya di wilayah dengan akses yang masih terbatas.

Sekretaris Dinkes Sumut, Hamid Rijal, menjelaskan berdasarkan laporan yang diterima, terdapat tujuh daerah yang terdampak paling parah dan aktif berkoordinasi untuk mendapatkan bantuan. Daerah tersebut meliputi Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Langkat, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan, tanpa mengesampingkan 10 kabupaten/kota lainnya yang juga terdampak.

“Tujuh kabupaten kota berkoordinasi dalam hal untuk mendapatkan bantuan, tanpa menyampingkan 10 kabupaten lainnya,” ujar Hamid kepada wartawan, Senin (22/12/2025) sore.

Saat bencana mulai terjadi pada Rabu, Dinkes Sumut langsung mengerahkan dua tim ke Kabupaten Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah. Di Tapanuli Selatan, tim Dinkes Sumut berkoordinasi dengan Dinkes setempat dan mendirikan posko Health Emergency Office Operational Center (HEOC) yang berfungsi sebagai pos kesehatan darurat sekaligus posko komando.

Sementara itu, tim kedua yang menuju Tapanuli Tengah terpaksa tertahan di perbatasan Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, tepatnya di Batang Toru, akibat akses jalan yang belum dapat dilalui sama sekali.

Beberapa hari kemudian, bencana banjir kembali meluas di sejumlah wilayah Sumut. Menyikapi kondisi tersebut, Dinkes Sumut mengirimkan tim medis ke seluruh 17 daerah terdampak, terutama wilayah yang mengalami dampak cukup besar.

“Kami berupaya semaksimal mungkin bekerja sama dengan Dinkes kabupaten/kota untuk tetap memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang masih terdampak atau mengalami kesulitan akses layanan kesehatan,” kata Hamid.

Selain personel medis, Dinkes Sumut juga mengerahkan dua unit bus layanan kesehatan. Bus tersebut ditempatkan di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, untuk menjangkau masyarakat di lokasi yang sulit diakses.

Di Kabupaten Tapanuli Utara, tepatnya Kecamatan Adian Koting, satu tim medis beserta satu unit ambulans turut disiagakan guna mendukung pelayanan kesehatan.

Di sisi lain, Dinkes Sumut mencatat penyakit kulit menjadi keluhan kesehatan terbanyak yang dialami warga terdampak banjir hingga 22 Desember 2025. Kondisi lingkungan pascabanjir serta keterbatasan sanitasi di lokasi pengungsian dinilai menjadi faktor utama.

Melalui Tenaga Sanitasi Lingkungan Ahli Muda Dinkes Sumut Dedi Lubis, dilaporkan terdapat 15.687 kasus penyakit kulit. Kasus terbanyak ditemukan di Kabupaten Langkat, Tapanuli Tengah, Deliserdang, Batubara, Kota Tebingtinggi, dan Mandailing Natal.

“Ini perlu menjadi fokus perhatian, terutama terkait faktor risiko seperti paparan air kotor, sanitasi lingkungan yang belum optimal, keterbatasan air bersih, serta kepadatan pengungsian yang memperbesar risiko gangguan kesehatan kulit,” ujar Dedi.

Selain penyakit kulit, tercatat pula 12.693 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Kasus ISPA tertinggi berada di Tapanuli Tengah, Langkat, Deliserdang, Kota Medan, dan Tapanuli Selatan. Di Tapanuli Tengah, peningkatan ISPA terjadi seiring kondisi wilayah yang mulai mengering pascabanjir.
“Sekarang Tapteng mulai kering, sehingga keluhan ISPA meningkat,” katanya.

Penyakit lain yang dilaporkan meliputi diare sebanyak 2.424 kasus, influenza like illness (ILI) 991 kasus, serta 636 kasus suspek demam tifoid. Data ini menunjukkan masih adanya penyakit berbasis air dan makanan pada fase pascabanjir.

Sementara itu, tercatat 266 kasus malaria dan 12 laporan suspek dengue. Dinkes Sumut mengimbau seluruh pihak untuk tetap waspada terhadap potensi peningkatan penyakit tular vektor, mengingat genangan air pascasurut banjir dapat menjadi tempat perindukan nyamuk. (ila)

Pondok Rangkul, Upaya Memulihkan Luka Batin Pascabanjir Batangtoru

Tapanuli Selatan — Pemulihan pascabencana tidak selalu berbentuk bangunan fisik atau bantuan logistik. Di Kebun Hapesong, Batangtoru, upaya itu mengambil wujud yang lebih hening: ruang aman untuk memulihkan luka batin warga. Senin (22/12/2025), Sub Holding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo meresmikan Pondok Rangkul, sebuah ruang pemulihan trauma bagi masyarakat terdampak banjir.

Pondok sederhana itu berdiri di tengah kawasan perkebunan, namun kehadirannya segera menyatu dengan denyut kehidupan warga. Anak-anak kembali bermain dan tertawa, para ibu berkumpul dan berbagi cerita, sementara keluarga menemukan ruang untuk saling menguatkan setelah masa-masa sulit yang mereka lalui.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa, mengatakan pengalaman bencana menunjukkan bahwa bantuan fisik saja tidak cukup. Ada sisi lain yang kerap luput, yakni pemulihan mental dan emosional masyarakat.

“Pondok Rangkul kami hadirkan sebagai ruang untuk bertumbuh bersama dan saling menguatkan. Pemulihan pascabencana harus menyentuh keutuhan manusia, bukan hanya rumah dan infrastruktur,” ujar Jatmiko.

Menurut dia, pendekatan psikososial menjadi bagian dari tanggung jawab kemanusiaan perusahaan. Karena itu, Pondok Rangkul dirancang bukan sebagai program sesaat, melainkan ekosistem pemulihan yang berkelanjutan.

Pendekatan tersebut dijalankan bersama Yayasan Pulih, lembaga yang berpengalaman dalam pendampingan psikososial pascabencana.

Direktur Yayasan Pulih, psikolog Livia Istania DF Iskandar, menjelaskan bahwa Pondok Rangkul menjadi ruang ramah bagi warga untuk memulihkan diri secara perlahan.

“Pemulihan mental, emosi, dan jiwa membutuhkan waktu dan kesinambungan. Di ruang yang aman, anak-anak dan orang tua bisa mengekspresikan perasaan, belajar kembali rasa aman, serta membangun ketahanan psikologis,” kata Livia.

Program yang dijalankan mencakup psychological first aid (PFA), kegiatan pemulihan trauma anak, pendampingan ibu dan keluarga, ruang bermain edukatif, hingga sesi pemulihan berbasis komunitas. Seluruh rangkaian itu direncanakan berlangsung selama enam bulan.

Peluncuran Pondok Rangkul diawali dengan peninjauan Direktur Utama PalmCo ke sejumlah fasilitas pendukung pengungsian, seperti mushala yang difungsikan sebagai ruang aman, klinik darurat, posko tanggap darurat, dan dapur umum.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi seiring dimulainya fase pemulihan.

Direktur Fasilitasi Penanganan Korban dan Pengungsi BNPB Nelwan Harahap, mengapresiasi kolaborasi antara dunia usaha dan lembaga profesional dalam program ini.

Menurut dia, pemulihan pengungsi tidak boleh berhenti pada fase darurat.
“Sinergi seperti ini penting agar penanganan bencana menyentuh aspek kemanusiaan yang paling mendasar, termasuk kesehatan mental dan sosial masyarakat,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari tingkat desa. Kepala Desa Lobu Uhom menuturkan bahwa kehadiran Pondok Rangkul memberi dampak nyata bagi warganya. “Anak-anak kembali tersenyum, para ibu merasa didengar, dan warga punya tempat untuk saling menguatkan. Ini sangat berarti bagi kami,” katanya.

Nuansa pemulihan itu kian terasa ketika peresmian Pondok Rangkul dirangkaikan dengan peringatan Hari Ibu.

Dalam suasana dialog yang hangat, Jatmiko berdiskusi dengan para ibu dan anak-anak tentang pengalaman mereka melewati masa bencana. Lebih dari 200 anak hadir dalam kegiatan tersebut, mengikuti interaksi yang dirancang untuk menumbuhkan kembali rasa aman dan kebahagiaan.

Menutup rangkaian acara, Jatmiko menegaskan bahwa Pondok Rangkul diharapkan menjadi titik awal bagi bangkitnya kembali kehidupan warga Batangtoru. “Ruang ini adalah simbol bahwa tidak ada yang sendirian menghadapi masa sulit. Dari sini, kami berharap pemulihan dapat tumbuh dan berlanjut,” ujarnya.

Di tengah luka akibat bencana, Pondok Rangkul menjadi pengingat bahwa pemulihan sejati juga lahir dari perhatian, empati, dan keberpihakan pada ketahanan manusia—terutama para ibu dan anak yang kerap menjadi penopang keluarga di masa krisis. (ila)